Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.3.2020.1328

Improving The Ability To Recognize Age Of Children Early Through Media Wheels Rotate In Group A At Tk Dharma Wanita Sugihwaras Temple


Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Usia Dini Melalui Media Roda Putar Pada Kelompok A

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

The Capability to recognize number symbols spinning Whells

Abstract

The Capability to recognize number symbols plays an important role in children's lives because with the ability to recognize number symbols we can calculate something. The activity of recognizing number symbols is an activity to count which is carried out using various media such as, Spining Whells. The purpose of this study is to improve the ability to recognize early childhood number symbols in group A at TK DHARMA WANITA SUGIHWARAS CANDI. This type of research is classroom action research. Based on the data analysis carried out, it was concluded that the children's fine motor skills in the pre-cycle obtained an average value of 54.70% while the first cycle obtained a percentage of 66.66% which meanthat it was not optimal. Then give action in the second cycle, the percentage of the average value of the child becomes 82.05%, so that from the average gain in the first cycle and second cycle there is an increase of 15.39%. The conclusion of this study is that through spinning whells can improve the ability to recognize the symbols of numbers.

Menurut , kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia empat dan lima tahun adalah sebagai berikut: menghitung dan menyentuh empat benda atau lebih, dan menyebutkan urutan angka sampai sepuluh, membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda), dan menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan(M.Ramli, 2005).Mengenal lambang bilangan merupakan satu dari tahap perkembangan kognitif anak usia dini sangat penting(Susanto, 2011).

Kemampuan logika matematika yang dapat dikembangkan di TKantara lain mengenalkan konsep bilangan, beberapa pola, perhitungan,pengukuran, geometri, pemecahan masalah, dan strategi permainan(Sujiono. Yuliani Nurani, 2009).Kemampuan mengenal lambang bilanganKetika menggunakan buku tulis, anak hanya diminta menulis apa yang guru contohkan. Hal ini membuat anak merasa bosan, sebab kegiatannya hanya menuliskan angka yang sama hingga penuh, anak juga kurang paham dengan angka-angka tersebut. Menurut Harun Rasyid, bahwa anak usia dini merupakan masa melatih dan mengembangkan berbagai potensi(Ngesti W. Utami, 2009).

Menunjukkan simpulan yang positif terhadap proses dan hasil belajar pada siswa. Hasil penelitian banyak menunjukan perbedaan signifikan antarapembelajaran tanpa media dengan pembelajaran menggunakan media(Zaman, Badru, 2010). Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran.Media dapat berupa manusia, materi, atau kejadian membangun kondisi membuat siswa mampu memperolehpengetahuan keterampilan atau sikap(Susilana, 2009).Untuk menghilangkan rasa bosan, guru seharusnya memberikan kegiatan yang kreatif, menyenangkan. kegiatan yang dinilai dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan yaitu melalui media roda putar.

Berdasarkan pengamatan pada Kelompok A di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi perkembangan mengenal lambang bilangan masih belum tepat menunjuk lambang bilangan. Seperti saat mengurutkan bilangan dengan benar dan belum bisa membedakan antara lambang bilangan 2 dan 5, 6 dan 9 anak terkadang merasa bosan. Hal ini disebabkan karena terbatas dan kurang bervariasi dalam penggunaan media pembelajaran. Sebagian besar kegiatan mengenal lambang bilangan masih menggunakan LKA, buku tulis, papan tulis. Karena tuntutan pengamatan tersebut kegiatan melalui media roda putar belum pernah di terapkan pada pembelajaran di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi.

Media ini dapat digunakan di semua kelas dan pembelajaran apa saja, Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan peserta didik(Arsyad, 2002).Proses dengan adanya media pembelajaraan menjadi lebih interaktif sehingga berpengaruh pada kualitas pembelajaraan serta proses pembelajaran dapat berlangsung lebih fleksibel yaitu kapanpun dan dimanapun diperlukan sehingga tercipta sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran selanjutnya berpengaruh pula pada peran guru kearah positif(Indriana, 2011).

Dengan pelaksanaan kegiatan melalui media roda putar diharapkan mampu mengubah pola pembelajaran sehingga anak lebih antusias dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pemaparan diatas peneliti bermaksud untuk menerapkan kegiatan melalui media roda putar pada kelompok A di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki proses belajar mengajar, yakni memberikan suatu kriteria penilaian untuk mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilanganpada Kelompok A di TK Dharma Wanita Sugihwaras Candi. penelitian ini berupa penerapan belajar sambil bermain menggunakan media roda putar. Dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggartdimana tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, danrefleksi. Siklus ini akan berlanjut jika dirasa sudah cukup dan mengalami peningkatan mengenal lambang bilangan.

Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi dengan jumlah keseluruhan anak didik 10 anak, masing – masing 4 laki – laki dan 6 perempuanyang kemampuan mengenal lambang bilangan belum optimal. Penelitian ini bertempat di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi. Waktu penelitian direncanakan dan dilaksanakan selama +1 bulan pada semester genap (semester II) tahun ajaran 2019-2020.

Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penggunaan penelitian tindakan kelas berhasil dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan, Jika anak memenuhi ketuntasan perolehan nilai.

Data terkumpul kemudian diolah dan di analisis dan diberi makna melalui interpretasi data. proses analisis dan interpretasi data dalam PTK diarahkan untuk mengumpulkan informasi diperlukan untuk menjawab rumusan masalah dan pertanyaan penelitian(Sanjaya, 2009). Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar menggunakan rumus sebagai berikut:

p =

Keterangan :

p: Persentase

f : Jumlah diperoleh

: Jumlah anak keseluruhan(Sudijono, 2009)

Analisis dilakukan pada saat tahap refleksi, untuk melakukan perencanaan lebih lanjut dalam siklus selanjutnya. Hasil dari refleksi dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan langkah pembelajaran selanjutnya yang tepat.

  • PE NDAHULUAN
  • HASIL DAN PE MBAHASAN

Berdasarkan penelitian dari observasi dapat diketahui bahwa melalui penerapan kegiatan pembelajaran melalui roda putaruntuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak pada kelompok A di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Canditelah berjalan dengan cukup baik. Hasil dari kegiatan pra siklus dapat dilihat pada tabel berikut:

No Nama siswa Indikator Mengenal Lambang Bilangan Jumlah nilai Ketuntasan nilai individu ( % )
Mampu menyebut lambang bilangan Mampu menunjuk lambang bilangan Mampu menyalin tulisan lambang bilangan
1 Daf 1 1 1 3 25
2 Nur 2 2 1 5 41,67
3 Im 1 1 1 3 25
4 Hil 1 1 1 3 25
5 Al 2 2 2 6 50
6 Iq 2 2 2 6 50
7 Haf 2 1 1 4 33,33
8 Ab 2 2 1 5 41,67
9 Raz 1 1 1 3 25
10 Naj 1 1 1 3 25
Ketuntasan nilai individu ( % ) 34,17

Tabel 1. Hasil Kegiatan Prasiklus

Penjelasan tabel 1 yaitu rata-rata keberhasilan pada kegiatan pembelajaran melalui roda putar prasiklus sebesar 34,17% Hal ini dikatakan bahwa kemampuan mengenal lambang bilangan belum berhasil. Dengan melihat hasil pada prasiklus maka perlu untuk mengadakan tindakan menggunakan media roda putar anak kelompok A.

Pada perencanaan siklus I yaitu dengan menyusun langkah-langkah yaitu menyiapkan RKH(Rencana Kegiatan Harian) sebagai acuandalam melaksanakan tindakan, kemudian peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan oleh anak. Hasil dari kegiatan pada siklus I dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:

No Nama Siswa Indikator Mengenal Lambang Bilangan Jumlah nilai Ketuntasan nilai individu ( % )
Mampu menyebut lambang bilangan Mampu menunjuk lambang bilangan Mampu menyalin tulisan lambang bilangan
1 Daf 2 1 1 4 33,33
2 Nur 3 2 2 7 58,33
3 Im 2 2 1 5 41,67
4 Hil 2 2 1 5 41,67
5 Al 3 3 3 9 75
6 Iq 2 2 2 6 50
7 Haf 3 2 2 7 58,33
8 Ab 2 3 2 7 58,33
9 Raz 2 2 2 6 50
10 Naj 2 1 2 5 41,67
Ketuntasan Nilai Individu ( % ) 50,83

Tabel 2. Hasil Kegiatan Siklus I

Sesuai dengan hasil pengamatan diperoleh rata-rata pengamatan kemampuan mengenal lambang bilangan anak pada siklus I sebesar 50,83% yang berarti rata-rata masih kurang berhasil. Pada siklus I ini kendala yang dihadapi adalah anak-anak masih bermain dengan teman-temannya dan gambar lambang bilangan terlalu kecil.

Perencanaan pada siklus II dirancangsesuai dengananalisis dan refleksi pada siklus I. Berikut ini perencanaan siklus II yaitu: dengan melakukan menyusun RKH (Rencana Kegiatan Harian) sesuai dengan indikator yang ingin dicapai untuk peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan dan alat observasi penelitian. Setelah RKH yang disusun sudah selesai peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai oleh anak. Pada tahap siklus II dilakukan dalam 3 kali pertemuan. Hasil dari kegiatan pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:

No Nama Siswa Indikator Mengenal Lambang Bilangan Jumlah nilai Ketuntasan nilai individu ( % )
Mampu menyebut lambang bilangan Mampu menunjuk lambang bilangan Mampu menyalin tulisan lambang bilangan
1 Daf 3 3 3 9 75
2 Nur 4 4 3 11 91,67
3 Im 3 3 3 9 75
4 Hil 3 3 3 9 75
5 Al 4 4 4 12 100
6 Iq 3 3 2 8 66,67
7 Haf 3 3 3 9 75
8 Ab 4 4 3 11 91,67
9 Raz 4 3 3 10 83,33
10 Naj 3 3 3 9 75
Ketuntasan nilai individu ( % ) 80,83

Tabel 3. Hasil Kegiatan Siklus II

Pada tahap pengamatan siklus II mendapatkan hasil prosentase rata-rata kemampuan mengenal lambang bilanganmeningkat yaitu mencapai 80,83%Kemampuan mengenal lambang bilangan sudah berhasil. Saat kegiatan pemilihan metode praktek langsung sangat tepat karena terbukti anak sudah mampu dan bisa menyebut lambang bilangan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran guru sudah mengajak anak aktif dan 80,83% anak sangat baik dalam kegiatan media roda putar yang didalamnya terdapat kegiatan mengenal lambang bilangan, anak bisa menyebut lambang bilangan. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II upaya penerapan kegiatan media roda putar untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan sudah berjalan dengan baik dan kendala-kendala yang terjadi pada siklus I tidak terjadi pada siklus II sehingga kemampuan mengenal lambang bilangan kelompok A meningkat secara signifikan.

PEMBAHASAN

Rata-rata prosentase keberhasilan menunjukkan bahwa pada prasiklus mencapai nilai 34,17% kemampuan mengenal lambang bilangan kelompok Abelum berhasil, pada siklus I hasil persentase meningkat menjadi 50,83% kemampuan mengenal lambang bilanganmasih kurang berhasil, dan pada siklus II persentase meningkat menjadi 80,83% kemampuan mengenal lambang bilangan sudah berhasil. Hasil dalam penelitian ini membuktikan adanya peningkatan mengenal lambang bilangan dengan menggunakan media roda putar, Hal ini dikarenakan bermain mengenal angkadalam kegiatan pembelajaran dapat menyenangkan bagi anak.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil observasidapat disimpulkan bahwa melalui MediaRoda Putar dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A di TK. Dharma Wanita Sugihwaras Candi Sidoarjotahun pelajaran 2019-2020, pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata kemampuan mengenal lambang bilangan mencapai 80,83% yang berarti kemampuan mengenal lambang bilangansudah berhasil. Dengan demikian maka penelitianiniberhasil dalammeningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui kegiatan media roda putar.

References

  1. Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. (Jakarta : Rajawali Pers. 2002)
  2. Harun Rasyid, dkk.Asesmen Pembelajaran Di Sekolah. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009)
  3. Indriana, Dian. Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. (Yogyakarta : Diva Pers. 2011)
  4. [ Sanjaya, Wina. Penelitian tindakan kelas. (Jakarta : Kencana Perdana Media Group. 2009)
  5. Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. (Jakarta : Rajawali Pers. 2009)
  6. Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. (Jakarta : Kencana Perdana Media Group. 2011)
  7. Susilana, dkk. 2009. Pengertian Media dan Jenis Media.https://pengertianahli.com/2014/07/pengertian-media-dan-jenis-media.html (diakses pada 6 Februari 2020, pukul 15.33)
  8. Sujiono. Yuliani Nurani. Konsep Dasar Paud. (Jakarta : Indeks. 2009)
  9. M. Ramli.Pendampingan Perkembangan Anak Usia Dini. (Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi, 2005)
  10. Zaman, Badru, dkk. Media Pembelajaran Anak Usia Dini. (Bandung : UPI Pers. 2010)