Siti Adira Salsabilla Rahma (1), Ria Wulandari (2)
This study presents the development of a science learning e-book integrating socio-scientific issues within environmental education. General Background: Digital learning resources such as interactive e-books have become increasingly significant in supporting science education in the digital era. Specific Background: Integrating Socio-Scientific Issue (SSI) approaches into science learning enables students to connect scientific concepts with real environmental problems, including batik waste pollution in Jetis Sidoarjo. Knowledge Gap: However, limited digital learning media contextualize local environmental issues within Phase D science curriculum content while systematically promoting higher-order thinking skills. Aims: This study aims to develop an SSI-based science e-book that links environmental pollution and interactions among living organisms with the contextual issue of batik waste. Results: The developed e-book consists of structured materials, issue analysis, observation and evaluation activities, quizzes, reflective tasks, and final projects designed to foster HOTS indicators C4 and C5, supported by interactive navigation and visual communication design. Novelty: The novelty lies in the integration of local batik waste issues into an interactive digital format aligned with the curriculum. Implications: The e-book serves as a supplementary science learning resource that promotes contextual understanding and active student engagement in environmental problem solving.
Keywords: Science Learning E-Book, Socio-Scientific Issue, Batik Waste Pollution, Higher-Order Thinking Skills, Environmental Education
Key Findngs Highlights:
Interactive digital material connects environmental pollution topics with local batik waste cases.
Structured analytical and evaluative activities facilitate advanced cognitive processes.
Contextual project tasks encourage solution-oriented reasoning in science classes.
Proses pembelajaran saat ini tidak lagi hanya bergantung pada buku teks cetak, melainkan mulai beralih ke penggunaan bahan ajar digital seperti e-book sebab kini keberadaan e-book sebagai sumber informasi memiliki peran penting dan tidak dapat diabaikan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari [1] [2]. E-book menjadi publikasi dalam bentuk digital yang tidak hanya memuat materi pembelajaran tetapi juga berisikan teks, gambar, video dan audio yang dapat diakses melalui komputer, gawai maupun berbagai perangkat elektronik lainnya [3]. Penggunaan e-book dipercaya lebih praktis, efisien, dan efektif, serta mampu meningkatkan fleksibilitas pembelajaran karena peserta didik memiliki kendali yang lebih mandiri terhadap penggunaannya dalam proses belajar. Selain itu, e-book memiliki daya simpan yang tahan lama, ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggunaan kertas, dan mudah didistribusikan [4] [5]. Seiring perkembangan teknologi, e-book menjadi bentuk bacaan modern yang semakin populer dan diperkirakan akan tetap diminati di masa mendatang . E-book menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman bacaan serta minat membaca, terutama ketika dipadukan dengan model pembelajaran inovatif untuk mendukung peningkatan hasil belajar, salah satunya dalam pembelajaran IPA [6].
Media e-book yang dikembangkan oleh mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini mengaitkan konsep-konsep IPA dengan permasalahan nyata yang terjadi di lingkungan sekitar menggunakan pendekatan Socio-Scientific Issue (SSI), yaitu pembelajaran yang mengangkat isu-isu sosial penting dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan [7]. Pembelajaran dengan menggunakan pengantar isu guna mendorong peserta didik untuk menyusun argumen yang meyakinkan terkait isu-isu kontroversial serta menilai argumen dari teman-temannya, sehingga memicu proses berpikir kritis berupa analisis, evaluasi, dan penggabungan informasi yang mampu membangun dasar pemikiran yang kuat [8] [9]. Kehadiran isu sosiosaintifik dalam pembelajaran yang dikemas dalam bentuk E-book terbukti memberikan pengaruh positif pada peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik , serta efektif dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi, berpikir kritis dan berpikir kreatif .
E-book ini dirancang sebagai media pembelajaran digital interaktif yang berisi teks, gambar, dan video, serta dilengkapi dengan berbagai aktivitas pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Setiap aktivitas pembelajaran berisi beragam kegiatan interaktif yang didukung oleh video, tautan berita terkait isu limbah batik atau sumber belajar tambahan dari situs web yang terpercaya. Materi disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku, khususnya pada materi interaksi antar makhluk hidup dan upaya pencegahan pencemaran lingkungan. Selain itu, setiap bab memiliki proyek akhir yang mendorong peserta didik untuk menerapkan ide-ide mereka. Seluruh konten dalam e-book belajar menggunakan isu pencemaran limbah batik Jetis Sidoarjo sebagai pengantar pembelajaran, sehingga setiap aktivitas pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik. E-book yang memuat isu nyata dan dikaitkan dengan konteks lokal mampu meningkatkan minat belajar serta keterampilan berpikir [10] [11], sehingga e-book ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar tambahan bagi guru dan peserta didik untuk mendukung pembelajaran IPA yang lebih bermakna dan menarik.
Produk media e-book IPA berbasis Socio-Scientific Issue (SSI) dirancang menggunakan prinsip desain komunikasi visual melalui pengaturan teks, warna, ilustrasi, dan tata letak yang jelas serta menarik untuk membantu peserta didik memahami konsep IPA [12]. Isu limbah batik Jetis Sidoarjo digunakan sebagai pengantar pembelajaran guna mengaitkan materi IPA dengan permasalahan lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Setiap topik diawali dengan pemaparan isu nyata yang dilengkapi pertanyaan pemantik dan ilustrasi kontekstual untuk membangun rasa ingin tahu dan mengarahkan peserta didik pada pemahaman konsep secara bermakna. Topik yang diangkat disesuaikan dengan capaian pembelajaran IPA fase D serta kebutuhan peserta didik, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Isi e-book disajikan secara bertahap melalui materi ringkas, contoh kasus, dan aktivitas pembelajaran berbasis SSI. Buku digital ini dilengkapi fitur panduan penggunaan, tujuan pembelajaran, aktivitas mengamati dan menganalisis, latihan soal, refleksi, ringkasan materi, evaluasi, serta proyek akhir yang mendorong peserta didik menyusun solusi terhadap permasalahan limbah batik. Selain itu, e-book ini juga memuat aktivitas kuis dan permainan edukatif (quiz game) untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Navigasi disusun secara sederhana dengan ikon-ikon komunikatif sebagai penanda setiap jenis kegiatan sehingga alur penggunaan buku menjadi runtut, efisien, dan mudah dipahami. E-book ini memiliki jumlah halaman sekitar 66 halaman dan dikembangkan menggunakan platform Canva dengan ukuran tampilan yang menyesuaikan perangkat digital, sehingga nyaman digunakan dalam pembelajaran.
Langkah-langkah membuat media E-book berbasis SSI:
Desain E-book dapat dilihat sebagai berikut:
Figure 1. Gambar 1. Cover Depan Belakang E-book
Figure 2. Gambar 1. Cover Depan Belakang E-book
Tampilan visual dan informasi pendukung pada cover depan dan belakang e-book belajar IPA berbasis SSI menggambarkan isu pencemaran sebagai konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan lingkungan lokal melalui penggunaan gambar monumen Kota Sidoarjo.
Figure 3. Gambar 2. Halaman BAB 1
Figure 4. Gambar 2. Halaman BAB 2
Ebook belajar IPA ini menyajikan pembelajaran yang diawali dengan orientasi awal melalui permasalahan lingkungan yang kontekstual. Peserta didik diarahkan untuk memahami keterkaitan antara interaksi makhluk hidup dan lingkungan dengan isu limbah batik Jetis Sidoarjo melalui pengantar dan pertanyaan pemantik untuk menstimulasi kemampuan berpikir analitis peserta didik.
Figure 5. Gambar 3. Pedalaman Materi
Pada e-book ini disediakan pendalaman materi yang dirancang sesuai dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum. Penyajian materi disusun secara runtut untuk memperkuat pemahaman konsep IPA peserta didik. Bagian ini berfungsi sebagai dasar konseptual dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang disajikan.
Figure 6. Gambar 4. Aktivitas Analisis dan Mengamati
Figure 7. Gambar 4. Aktivitas Analisis dan Mengamati
E-book belajar IPA berbasis SSI menyajikan berbagai kegiatan interaktif untuk mendukung keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran. Salah satu kegiatan yang disajikan adalah Mari Menganalisis dan Mari Mengamati yang memuat bacaan atau video berita kontekstual terkait isu limbah batik Jetis Sidoarjo. Melalui kegiatan ini, peserta didik diarahkan untuk melakukan analisis sesuai petunjuk yang tersedia dalam e-book sehingga mendukung pencapaian keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada indikator C4.
Figure 8. Gambar 5. Aktivitas Mencoba
Selain kegiatan “Mari Mengamati”, e-book belajar IPA ini juga memuat aktivitas pembelajaran “Mari Mencoba”. Melalui kegiatan ini, peserta didik melakukan percobaan sederhana menggunakan bahan dari air sungai yang terkena limbah batik Jetis Sidoarjo untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Figure 9. Gambar 6. Aktivitas Mengevaluasi
E-book belajar IPA berbasis SSI ini juga menyajikan kegiatan “Mari Mengevaluasi” sebagai bagian dari penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Aktivitas ini mengarahkan peserta didik untuk melakukan evaluasi terhadap isu limbah batik dengan mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian indikator HOTS pada ranah evaluasi (C5).
Figure 10. Gambar 7. Proyek Akhir BAB
Sebagai penutup pembelajaran, e-book belajar IPA menyajikan proyek akhir bab yang berkaitan dengan isu limbah batik di Jetis Sidoarjo. Proyek ini dapat dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai arahan pembelajaran. Seluruh rangkaian aktivitas dalam e-book dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik.
[1] D. R. N. Jannah and I. R. W. Atmojo, “Digital Media in Empowering 21st Century Critical Thinking Skills in Elementary Science Learning,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 1, pp. 1064–1074, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i1.2124.
[2] D. Suhada, M. Riski, S. Anwar, and Jasiah, “Literature Study: Development and Impact of E-Book Use in Education,” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 3, no. 4, pp. 5213–5221, 2025, doi: 10.31004/jerkin.v3i4.1188.
[3] D. Mentari, Sumpono, and A. Ruyani, “Development of E-Book Learning Media Based on 2-D Electrophoresis Research to Measure Students’ Creative Thinking Skills,” PENDIPA Journal of Science Education, vol. 2, no. 2, pp. 131–134, 2018.
[4] N. Makdis, “The Use of E-Book in the Digital Era,” Al-Maktabah, vol. 19, 2020, doi: 10.15408/almaktabah.v19i1.21058.
[5] F. S. Ningsih and H. K. Ulya, “Utilization of E-Book as Learning Resource in Merdeka Curriculum,” Jurnal REVORMA, vol. 4, no. 1, pp. 45–53, 2024, doi: 10.62825/revorma.v4i1.98.
[6] D. D. Prasetya, A. P. Wibawa, and T. Hirashima, “An Interactive Digital Book for Engineering Education Students,” World Transactions on Engineering and Technology Education, vol. 16, no. 1, pp. 54–59, 2018.
[7] D. Susanti, V. Fitriani, and L. Y. Sari, “Curriculum and Student Analysis of Interactive Electronic Book Based on Project,” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, vol. 7, no. 3, pp. 344–349, 2021, doi: 10.29303/jppipa.v7i3.684.
[8] I. M. T. P. Putra, “Systematic Literature Review: Integration of Inquiry Model Based on Socioscientific Issues in Science Learning,” Jurnal Pendidikan MIPA, vol. 12, no. 3, pp. 919–928, 2022, doi: 10.37630/jpm.v12i3.704.
[9] D. C. Owens, T. D. Sadler, and D. L. Zeidler, “Controversial Issues in the Science Classroom,” Phi Delta Kappan, vol. 99, no. 4, pp. 45–49, 2018, doi: 10.1177/0031721717745544.
[10] D. L. Zeidler, B. C. Herman, and T. D. Sadler, “New Directions in Socioscientific Issues Research,” Disciplinary and Interdisciplinary Science Education Research, vol. 1, no. 1, 2019, doi: 10.1186/s43031-019-0008-7.
[11] M. Asi, A. Retnoningsih, and A. Irsadi, “Interactive E-Book on Global Warming and Climate Change Integrated with Socio Scientific Issues Peat Ecosystem,” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, vol. 7, Special Issue, pp. 240–244, 2021, doi: 10.29303/jppipa.v7ispecialissue.1039.
[12] D. Septiningrum, N. Khasanah, and N. Khoiri, “Development of Biology Teaching Materials Based on SocioScientific Issues to Improve Students’ Critical Thinking Skills,” Phenomenon Journal of Science Education, vol. 11, no. 1, pp. 87–104, 2021, doi: 10.21580/phen.2021.11.1.4973.
[13] R. D. G. Rasyidi, Irwandani, M. F. Akbar, and M. Mustari, “Flipped Classroom Assisted by Socioscientific Issue E-Book to Improve Students’ Communication and Collaboration Skills,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 21–35, 2024, doi: 10.56916/jipi.v3i1.867.
[14] Sudarto and M. Tawil, “Characteristics of Integrated Science Teaching Materials Based on Controversy,” JIKAP PGSD Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, vol. 3, no. 3, pp. 211–216, 2019.
[15] N. L. G. K. Widiastuti, “Development of Contextual Science Teaching Materials with Tri Hita Karana Concept to Improve Students’ Concept Understanding,” Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 4, no. 3, 2020, doi: 10.23887/jipp.v4i3.28436.
[16] A. S. Pamungkas, “Visual Communication Perspective in Developing Digital Science Teaching Materials for Elementary Students,” Jurnal Suluh Pendidikan, vol. 8, no. 2, 2020.