Education
DOI: 10.21070/acopen.8.2023.5281

The Relationship of Students' Perceptions About the Role of Parents and Learning Interests on Learning Outcomes in Mathematics Subjects in Elementary Schools


Hubungan Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Students' Perceptions about the Role of Parents Interest in Learning Learning Outcomes

Abstract

This study aims to determine the relationship of students' perceptions about the role of parents and their learning interest on mathematics learning outcomes in elementary schools. This study uses non-experimental quantitative research methods with correlational types. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The data obtained in this study were analyzed using SPSS with multiple correlation tests and multiple regression tests. For the multiple correlation test, the value of Sig. F change is 0.705 > 0.05, so Ho : ρ = 0, there is no correlation. For the multiple regression test, the value of t count is 0.710 < t table 2.086, which means X1 and Y are not correlated. Furthermore, the value of t arithmetic is 0.430 < t table 2.086, which means X2 and Y are not correlated. With a value (R) of 0.185 which in the guidelines for the degree of relationship is included in the uncorrelated category. So it can be concluded that there is no significant relationship between students' perceptions of the role of parents and interest in learning on mathematics learning outcomes in elementary schools.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas seseorang setelah memalalui proses panjang pembelajaran sebagai bentuk usaha belajar yang dilakukan. Pendidikan juga dikenal sebagai kegiatan atau aktivitas penyampaian informasi yang berlangsung melalui komunikasi antar manusia untuk mencapai tujuan yang dituju. Dari beberapa pengertian diatas, secara umum tujuan pendidikan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan seseorang atau individu [1]. Dalam pendidikan, subject yang menjadi perhatian utama adalah siswa. Arti dari pendidikan psikologis adalah dimana pendidikan berorientasi pada sifat dan hakikat siswa sebagai manusia atau makhluk hidup yang berkembang. Dari sekian banyak mata pelajaran yang diterima siswa di sekolah, mata pelajaran Matematika adalah mata pelajaran dimana sebagian besar siswa di sekolah lebih dominan tidak menyukai mata pelajaran ini karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dengan banyak rumus dan perhitungan. Sehingga membuat siswa tidak minat untuk belajar matematika, dan mengakibatkan hasil belajarnya disekolah cukup rendah [2]. Hal ini terjadi dikarenakan siswa tidak memiliki minat pada pelajaran matematika yang membuat siswa menjadi tidak paham pada pelajaran tersebut. Sebagai sebuah aspek kejiwaan seseorang, minat tidak hanya bisa merubah perilaku seseorang, tetapi juga mendorong orang tersebut untuk terus melakukan hingga memperoleh sesuatu. Dalam pandangan ahli minat adalah rasa lebih suka atau rasa kaitan pada suatu hal atau juga aktifitas tanpa ada yang memerintahkan [3]. Selain itu , minat juga diinplementasikan melalui keaktifan partisipan dalam sebuah kegiatan yang dilakukan.

Hal ini juga terjadi pada minat belajar siswa, apabila keluarga khususnya orang tua memiliki peran penting dalam keberhasilan siswa dengan memberikan ransangan, dorongan, serta bimbingan pada kegiatan belajar siswa. Dalam sebuah keluarga, tentunya tidak lepas dari peran ayah dan juga ibu (orang tua) [4]. Hal ini dapat diartikan bahwa orang tualah yang menjadi pendidik pertama bagi siswa. Selama mendampingi dan mendidik siswa, peran orang tua tidak sebatas sebagai orang tua saja. Tetapi sebagai motivator, panutan, fasilitator sampai cerminan utama siswa [5]. Persepsi siswa hakikatnya adalah sebuah proses pengorganisasian serta penafsiran rangsangan yang menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungan yang didapat dari melalui pengindraan sehingga mewujudkan interpretasi dari stimulus yang mengenainya dan memunculakn makna tentang objek tersebut. Dimana data mentah (awal) yang diterima oleh manusia berupa input sensorik itu diproses dan dioleh lalu diintrepetasikan menjadi sebuah persepsi [6]. Persepsi siswa sendiri disimpulkan sebagai proses seseorang dalam mengetahui apa saja hal yang ada di sekitar dan juga di lingkungannya melalui panca indera yang dimiliki dengan dipengaruhi pengalaman sehingga sadar pada apa yang telah diamati sehingga berpengaruh pada sikap dan perilakunya [7]. Dalam hal ini, siswa juga sebagai individu juga mempunyai sebuah tanggapan atau penilaian mereka terhadap berbagai hal, salah satunya peran orang tua.

Pada penelitian Laila Kanti Safitri (2020), yang berjudul “Peran Orangtua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Pada Pembelajaran Online Di SD Negeri 5 Metro Pusat” menyatakan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak pada pembelajaran online yaitu orang tua berperan sebagai pantuan, cerminan dan juga fasilitator [8]. Sedangkan pada penelitian Diana Sari (2017), dalam jurnal berjudul “Peran Orang Tua Dalalm Memotivasi Belajar Siswa” menyatakan bahwa peran orang tua dalam pendidikan akan menentukan keberhasilan bagi pendidikan anak-anaknya [9]. Dan pada penelitian Novrinda Nina Kurniah, dan Yulidesni (2017), dalam jurnal berjudul “Peran Orangtua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini ditinjau Dari Latar Belakang Pendidikan” menyatakan peran orang tua dalam pendidikan anak ditunjau dari latar belakang pendidikan di RA Al-Huda yaitu peran orang tua dengan tamatan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi menunjukkan kategori baik, dimana tamatan SD berada di presentase 70%, tamatan SMP 72,5%, SMA dengan 75%, dan Perguruan Tinggi 77,5% [10].

Berdasarkan pelaksanaan pra-observasi yang dilakukan di SDN Siwalanpanji dengan mewawancarai beberapa siswa kelas 5, peneliti ingin melakukan penelitian terkait persepsi siswa tentang peran orang tua dan minat belajar siswa serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang peran orang tua dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Dengan perumusan hipotesis two-tailed sebagai berikut :

Ha : ρ ≠ 0

Ho : ρ = 0

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non ekperimen dengan jenis korelasi untuk mencari hubungan antara variabel yang diuji [11]. Variabel indepen di dalam penelitian ini ada dua dengan simbol (X1) untuk persepsi siswa tentang peran orang tua dan simbol (X2) untuk minat belajar. variabel dependen dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan simbol (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 di SDN Siwalanpanji, dan sampel pada penelitian ini dipilih kelas 5B dengan siswa berjumlah 23 orang dengan menggunakan teknik Sampling Purposive [12]. Langkah-langkah dalam penelitian ini melalui pra observasi, penyebaran angket, pengambilan data, pengolahan dan penarikan kesimpulan. Validitas dan releabilitas instrumen dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel karena menggunakan instrumen adaptasi dari Skripsi Thesis milik Saputro, Bagas dan Drs. Saring Maesudi, SH.M.Pd dengan judul “Kontribusi Minat Belajar Dan Persepsi Siswa Tentang Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Matematika Di SD Muhammadiyah 14 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017” yang dipublish oleh UMSLibrary pada tahun 2017 [13] dan Diploma Thesis milik Alnisa Br Sitepu dengan judul “Hubungan Peran Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SD 044833 Narigunung Tahun Pelajaran 2020/2021” yang dipublish oleh Repository Universitas Quality Berastagi pada tahun 2021 [14]. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu menggunakan uji normalitas, korelasi berganda, regresi berganda, dan uji hipotesis [15].

Hasil dan Pembahasan

Penelitian dilaksanakan selama 3 hari yakni pada tanggal 26 – 28 Juli 2022 di SDN Siwalanpanji Buduran Sidoarjo, tepatnya di kelas V-B yang berjumlah 23 siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari kuesioner (angket) dan dokumentasi berupa nilai ulangan siswa, sebagai berikut :

A. Hasil Data Nilai Siswa

Nama Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua (X 1 ) Minat Belajar Siswa (X 2 ) Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (Y)
ARS 91 72 68
AZM 85 61 67
AMK 64 40 76
AAP 86 60 92
FM 96 65 62
JPM 90 70 84
JKF 69 51 61
LPD 88 56 70
MRY 78 56 58
MAP 84 48 83
MFK 64 81 59
MIP 94 82 69
MRA 74 57 61
ORV 64 79 67
OS 63 75 69
PAV 71 49 60
RZ 59 67 83
SLK 84 60 63
TDF 93 68 94
WL 71 74 80
ZT 76 60 56
ZNA 79 79 73
ZA 71 73 86
Rata-rata 78 64,5 71
Table 1.Data Nilai Angket dan Ulangan

Ketiga variabel tersebut kemudian dimasukan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Klasifikasi
Rentang Nilai Kategori Frekuensi %
59 – 66 Sangat Rendah 5 22
67 – 74 Rendah 5 22
75 – 82 Sedang 3 13
83 – 90 Tinggi 6 26
91 – 98 Sangat Tinggi 4 17
Table 2.Distribusi frekuensi X1

Klasifikasi
Rentang Nilai Kategori Frekuensi %
40 – 48 Sangat Rendah 2 9
49 – 57 Rendah 5 22
58 – 66 Sedang 5 22
67 – 75 Tinggi 7 30
76 – 84 Sangat Tinggi 4 17
Table 3.Distribusi X2

Klasifikasi
Rentang Nilai Kategori Frekuensi %
56 – 64 Sangat Rendah 8 35
65 – 73 Rendah 7 30
74 – 82 Sedang 2 9
83 – 91 Tinggi 4 17
92 – 100 Sangat Tinggi 2 9
Table 4.Distribusi Y

B. Uji Normalitas

Berikut ini hasil uji normalitas menggunakan bantuan SPSS ver.22, sebagai berikut :

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua Minat Belajar Siswa Hasil Belajar
N 23 23 23
Normal Parametersa,b Mean 78,00 64,48 71,35
Std. Deviation 11,334 11,571 11,308
Most Extreme Differences Absolute ,137 ,096 ,156
Positive ,123 ,096 ,156
Negative -,137 -,090 -,109
Test Statistic ,137 ,096 ,156
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200 ,200 ,152
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Table 5.Uji Normalitas

Berdasarkan tabel 5 diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada variabel Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua sebesar 0,200, sedangkan pada variabel Minat Belajar memiliki nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200, dan pada variabel Hasil Belajar nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,152. Maka dapat disimpulkan jika ke tiga variabel tersebut berdistribusi normal.

C. Uji Hipotesis

Berikut hasil uji hipotesis dengan korelasi bergandan menggunakan SPSS ver.22, sebagai berikut :

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 ,185a ,034 -,062 11,655 ,034 ,355 2 20 ,705
a. Predictors: (Constant), Minat Belajar, Persepsi Siswa
b. Dependent Variable: Hasil Belajar
Table 6.Korelasi Berganda

Berdasarkan tabel 6, pada kolom tabel Sig. F Change sebesar 0,705 yang berarti lebih dari 0,05. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan yang telah ada, maka ketiga variabel tersebut tidak berkorelasi secara signifikan. Adapun untuk nilai koefisien korelasi (R) dapat kita lihat pada tabel 6 nilai yang didapat yaitu sebesar 0,185 dan apabila kita melihat pada pedoman derajat hubungan nilai 0,185 berada pada taraf 0,00 s/d 0,20 yang tergolong pada kategori tidak berkorelasi.

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 53,236 21,794 2,443 ,024
Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua ,156 ,219 ,156 ,710 ,486
Minat Belajar Siswa ,092 ,215 ,095 ,430 ,672
a. Dependent Variable: Hasil Belajar
Table 7.Regresi Berganda

Berdasarkan tabel 7, diketahui nilai Sig. untuk hubungan Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua terhadap Hasil Belajar sebesar 0,486 > 0,05 dan nilai t hitung 0,710 < t tabel 2,086. Sehingga dapat disimpulkan jika tidak terdapat hubungan atau korelasi X1terhadap Y. Untuk selanjutnya, berdasarkan tabel 7 di atas juga diketahui nilai Sig. untuk hubungan Minat Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar sebesar 0,672 > 0,05 dan t hitung 0,430 < t tabel 2,086. Sehingga dapat disimpulkan juga jika tidak terdapat hubungan atau korelasi X2 terhadap Y.

Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat dari uji korelasi berganda, dimana nilai Sig. F Change berada di angka 0,705 yang berarti lebih dari 0,05. Sehingga dapat diartikan jika, tidak ada korelasi atau tidak ada hubungan dari ketiga variabel antara persepsi siswa tentang peran orang tua dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Sehingga keputusan hipotesis yang diambil adalah Ho : ρ = 0, tidak ada hubungan atau korelasi yang signifikan antara persepsi siswa tentang peran orang tua dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Sehingga semakin tinggi atau semakin rendahnya variabel X1 (persepsi siswa tentang peran orang tua) dan X2 (minat belajar) tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap variabel Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika). Selain itu tingkat hubungan antara Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua dan Minat Belajar Siwa terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika secara simultan ternyata termasuk ke dalam kategori tidak berkorelasi dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,185.

Simpulan

Berdasarkan dari hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan jika tidak ada hubungan atau korelasi yang signifikan antara persepsi siswa tentang peran orang tua dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada siswa kelas 5B di SDN Siwalanpanji dengan nilai sig. F change sebesar 0,705. Dengan tingkat hubungan antara Persepsi Siswa Tentang Peran Orang Tua dan Minat Belajar Siwa terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika secara simultan, berada pada kategori tidak berkorelasi dengan nilai R sebesar 0,185.

References

  1. Hakim, L. (2016). Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Rakyat Sesuai Dengan Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jurnal EduTech Vol. 2 No. 1 , 55
  2. Salamah, D. P. (2020). Analisis Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Terhadap Materi Peluang Kejadian Majemuk Ditinjau Dari Gender Dan Self Confidence Pada Siswa Kelas XII SMK Di Bandung Barat. 3(4) . Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi.
  3. Slameto. (2010). Belajar dan faktor- factor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka cipta.
  4. Jamaludin, D. (2013). Paradigma Pendidikan Anak Dalam Islam . Bandung: CV Pustaka Setia.
  5. Arif, S. (2015). (SKRIPSI) Persepsi Mahasiswa Terhadap Tayangan Reality Show Mistik (Studi Deskriptif Kualitati) pada Tayangan Dua Dunia di Trans7 pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Universitas Sunan Kalijaga .
  6. Hendra, F. (2013). Persepsi Mahasiswa Terhadap Proses Pembelajaran Kemahiran Bahasa (Mata Kuliaih Kemahiran Bahasa Arab di Program Studi Sastra, Universitas Al-Azhar Indonesia). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol. 2, No. 1, Maret 201
  7. Safitri, L. K. (2020). Peran Orangtua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Pada Pembelajaran Online Di SD Negeri 5 Metro Pusat. IAIN Repository ..
  8. Sari, D. (2017). Peran Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Siswa. Prosiding Seminar Nasional 20 Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
  9. Novrinda, Kurniah, N., & Yulidesni. (2017). Peran Orangtua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau Dari Latar Belakang Pendidikan. Jurnal Potensia , PG-PAUD FKIP 27 UNIB Vol. 2 No. 1 .
  10. Saputro, B. a. (2017). Kontribusi Minat Belajar Dan Persepsi Siswa Tentang Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Matematika Di SD Muhammadiyah 14 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. UMSLibrary.
  11. Sitepu, A. B. (2021). Hubungan Peran Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SD 044833 Narigunung Tahun Pelajaran 2020/2021. Repository Universitas Quality Berastagi.