Login
Section Business and Economics

Financial Literacy and Attitudes Predict Microenterprise Monetary Management Practices in Boyolali


Literasi dan Sikap Keuangan Memprediksi Praktik Pengelolaan Moneter UMKM di Boyolali
Vol. 11 No. 2 (2026): December:

Ananda Mey Rizki Sholikhah (1), Aris Edi Sarwono (2), Sinta Putriana (3)

(1) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Indonesia
(2) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Indonesia
(3) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Small-scale enterprises serve as primary pillars of the national economy by significantly contributing to the gross domestic product and employment. Specific Background Despite their strategic economic position, many business owners demonstrate inadequate monetary practices, specifically regarding unrecorded transactions and poor cash flow regulation. Knowledge Gap Previous empirical studies examining the relationships between economic knowledge, psychological tendencies, and administrative practices present inconsistent and contradictory findings. Aims This study analyzes how financial literacy and financial attitudes determine the financial management behavior of enterprise owners within the Boyolali region. Results Utilizing a quantitative survey methodology with multiple linear regression on 100 purposively sampled respondents, the findings demonstrate that both financial literacy and financial attitudes positively and significantly direct operational decisions. Financial literacy emerges as the dominant factor, and together with financial attitudes, explains half of the behavioral variance. Novelty This research validates the Theory of Planned Behavior within a uniquely mixed urban and rural socio-economic demographic, providing context-specific empirical evidence that resolves prior academic inconsistencies. Implications Regional governments and institutions must implement continuous educational and mentoring programs to cultivate positive psychological tendencies and ensure sustainable business operations.


Highlights




  • Economic knowledge acts as the dominant determinant for daily business decisions.




  • Psychological tendencies positively direct the resource planning of small-scale entrepreneurs.




  • Continuous governmental mentoring programs secure the sustainability of local commercial operations.




Keywords


Economic Knowledge; Psychological Tendencies; Resource Planning; Small-Scale Entrepreneurs; Sustainable Operations

Downloads

Download data is not yet available.

PENDAHULUAN

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia karena menjadi penyumbang utama PDB dan penyerapan tenaga kerja. UMKM merupakan pilar utama ekonomi Indonesia yang berkontribusi besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja di Indonesia [1]. Besarnya peran tersebut menjadikan penguatan kapasitas UMKM, termasuk kemampuan pengelolaan keuangan pelaku usahanya, sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Meskipun memiliki peran strategis, UMKM di Indonesia masih menghadapi permasalahan mendasar berupa lemahnya perilaku pengelolaan keuangan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari 70% UMKM belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang memadai, sementara lebih dari 60% masih kesulitan mengelola arus kas usahanya [2]. OCBC NISP Business Fitness Index (2023) juga mencatat bahwa 53% UMKM belum memahami estimasi anggaran, pendapatan, dan dana darurat, serta 80% UMKM masih melakukan pencatatan keuangan secara manual. Pengelolaan keuangan yang buruk akibat rendahnya pengetahuan finansial menjadi salah satu faktor utama yang menghambat keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM [3].

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan perkembangan sektor UMKM yang cukup pesat, ditandai dengan lebih dari 55.000 pelaku usaha mikro yang pernah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah [26]. Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja juga aktif mendukung perkembangan UMKM, di antaranya melalui penyelenggaraan Boyolali Festival UMKM 2024 yang melibatkan OJK, BUMD, dan perbankan. Pesatnya perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya secara baik, terencana, dan berkelanjutan.

Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan pelaku UMKM adalah literasi keuangan, yaitu kemampuan memahami dan menggunakan pengetahuan keuangan untuk membuat keputusan finansial yang tepat [4]. Berdasarkan SNLIK 2024, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 65,43%, dengan indeks di wilayah perdesaan (59,25%) masih jauh lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan (69,71%), dan kelompok wiraswasta/pengusaha belum memiliki literasi keuangan yang optimal [5]. Kondisi ini relevan dengan karakteristik Kabupaten Boyolali yang merupakan wilayah campuran perkotaan dan perdesaan, sehingga tingkat literasi keuangan pelaku UMKM di wilayah tersebut diduga masih belum merata.

Selain literasi keuangan, sikap keuangan juga menjadi faktor penting yang menentukan perilaku pengelolaan keuangan pelaku UMKM. Sikap keuangan adalah cara pandang dan kecenderungan seseorang dalam bersikap terhadap masalah keuangan, yang dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan sekitarnya [6]. Pelaku UMKM dengan sikap keuangan yang positif cenderung lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran, lebih termotivasi untuk menabung, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan usahanya. Sebaliknya, sikap keuangan yang kurang bijaksana sering mendorong keputusan yang kurang terencana, seperti mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha [7].

Temuan penelitian sebelumnya belum menunjukkan keseragaman terkait pengaruh literasi keuangan dan sikap keungan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM. Sebagian penelitian menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14]. Namun, penelitian lain menemukan hasil yang berbeda [15], [16]. Inkonsistensi serupa ditemukan pada pengaruh sikap keuangan: beberapa penelitian menemukan pengaruh positif dan signifikan [9], [10], [13], sedangkan penelitian lain menemukan sikap keuangan tidak berpengaruh signifikan [11], [17].

Perbedaan hasil penelitian terdahulu kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik responden, kondisi sosial ekonomi, serta tingkat literasi dan sikap keuangan yang khas di setiap wilayah [9]. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan pada konteks UMKM di Kabupaten Boyolali untuk memberikan bukti empiris yang lebih kaya sekaligus melengkapi temuan-temuan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali.

Tinjauan Pustaka dan Pengembangan Hipotesis

A.Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Perilaku pengelolaan keuangan merupakan kemampuan mengelola dan mengendalikan keuangan secara efektif untuk mencapai kesejahteraan finansial. Dew dan Xiao mengidentifikasi perilaku pengelolaan keuangan sebagai aktivitas pengelolaan uang sehari-hari yang mencakup perencanaan anggaran, pengelolaan arus kas, penabungan, investasi, dan pengelolaan utang [20]. Dalam konteks UMKM, perilaku pengelolaan keuangan merujuk pada praktik pelaku usaha dalam mengelola sumber daya keuangan bisnisnya, mulai dari pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengelolaan piutang dan utang, hingga perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang [9]. Penelitian ini mengukur perilaku pengelolaan keuangan UMKM menggunakan indikator dari Dew dan Xiao [20], yaitu pencatatan dan pelaporan keuangan, pemisahan keuangan, serta pengelolaan utang, piutang, tabungan, dan investasi.

B.Literasi Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Literasi keuangan merupakan kemampuan individu untuk memahami dan mengaplikasikan pengetahuan keuangan dalam pengambilan keputusan finansial yang efektif. Lusardi dan Mitchell mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan seseorang untuk memproses informasi ekonomi dan membuat keputusan yang tepat tentang perencanaan keuangan, akumulasi kekayaan, utang, dan dana pensiun [18]. Chen dan Volpe membagi literasi keuangan ke dalam empat dimensi, yaitu pengetahuan umum keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi [19]. Literasi keuangan yang memadai memberikan bekal pengetahuan bagi pelaku UMKM untuk membuat keputusan keuangan yang lebih tepat dan terencana, sehingga mendorong terbentuknya perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik. Penelitian terdahulu secara konsisten menemukan pengaruh positif dan signifikan literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM [8], [9], [10], [11], meskipun terdapat juga penelitian yang menemukan hasil berbeda [15], [16]. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis pertama dirumuskan sebagai berikut:

H1: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali.

C.Sikap Keuangan dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Sikap keuangan (financial attitude) didefinisikan sebagai kecenderungan psikologis yang diekspresikan melalui evaluasi terhadap praktik pengelolaan keuangan tertentu dengan tingkat suka atau tidak suka [21]. Penelitian ini merujuk pada Theory of Planned Behavior yang menegaskan bahwa sikap terhadap suatu perilaku merupakan salah satu determinan utama yang membentuk niat dan perilaku nyata seseorang [22]. Dengan demikian, sikap keuangan yang positif akan mendorong niat yang baik, sehingga pada akhirnya tercermin dalam perilaku pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan sistematis. Sejumlah penelitian terdahulu membuktikan pengaruh positif dan signifikan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM [9], [10], [13], meskipun penelitian lain menemukan sikap keuangan tidak berpengaruh signifikan [11], [17]. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis kedua dirumuskan sebagai berikut:

H2: Sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali.

Kerangka Pemikiran

Penelitian ini menguji pengaruh literasi keuangan (X1) dan sikap keuangan (X2) terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM (Y) menggunakan regresi linier berganda, baik secara persial maupun simultan.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yaitu pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian [23]. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pengkajian pengaruh literasi keuangan (X1) dan sikap keuangan (X2) terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM (Y), dengan objek penelitian adalah pelaku UMKM yang aktif beroperasi di Kabupaten Boyolali. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang bersumber dari data primer, yaitu hasil pengisian kuesioner berskala Likert lima poin oleh responden.

Populasi penelitian adalah seluruh pelaku UMKM yang aktif beroperasi di Kabupaten Boyolali yang berjumlah 49.024 pelaku usaha. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%, sehingga diperoleh sampel minimal sebanyak 100 responden. Jumlah ini juga telah memenuhi syarat minimum analisis regresi linier berganda menurut Hair et al. [24], yaitu lima kali jumlah indikator. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan responden yang memenuhi kriteria tertentu, meliputi: (1) merupakan pelaku UMKM aktif di Kabupaten Boyolali; (2) telah menjalankan usaha minimal satu tahun; (3) merupakan pemilik atau pengelola langsung yang terlibat dalam pengambilan keputusan keuangan usaha; serta (4) bersedia mengisi kuesioner secara lengkap dan jujur.

A.Definisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas dua variabel independen, yaitu literasi keuangan dan sikap keuangan, serta satu variabel dependen, yaitu perilaku pengelolaan keuangan UMKM. Seluruh variabel diukur menggunakan skala Likert lima poin (1 = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuju). Definisi operasional masing-masing variabel disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Definisi Operasional Variabel

B.Teknik Analisis Data

Data dianalisis menggunakan analisis statistik kuantitatif dengan bantuan program SPSS [25] melalui beberapa tahap. Validitas diuji menggunakan corrected item-total correlation (r hitung r tabel; α = 5%, sedangkan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha (> 0,60). Analisis dilanjutkan dengan statistic deskriptif dan uji asumsi klasik yang meliputi normalitas (Kolmogrov-Smimov), uji multikolinearitas (Tolerance dan VIF), serta uji heteroskedastisitas (Glejser). Analisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM menggunakan regresi linier berganda dengan bersamaan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

dengan Y adalah perilaku pengelolaan keuangan UMKM, a adalah konstanta, b1 dan b2 adalah koefisien regresi masing-masing variabel bebas, X1 adalah literasi keuangan, X2 adalah sikap keuangan, dan e adalah error term. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk menguji pengaruh parsial (H1 dan H2) dengan kriteria signifikansi < 0,05, uji F untuk menguji pengaruh simultan, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Penelitian

1.Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Pengujian melibatkan 100 pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali dengan seluruh data valid dan lengkap.Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item pada variable literasi keuangan (X1), sikap keuangan (X2), dan perilaku pengelolaan keuangan (Y) memiliki nilai r hitung > r tabel (0,196) dengan signifikan < 0,05. Nilai r hitung pada X1 berkisar antara 0,600 sampai 0,738, pada X2 berkisar antara 0,534 sampai 0,685, dan pada Y berkisar antara 0,514 sampai 0,698, sehingga seluruh item dinyatakan valid dan mampu merepresentasikan konstruk yang diukur.

Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa ketiga variabel memiliki nilai Cronbach's Alpha di atas ambang batas 0,70, sebagaimana disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas

Nilai Cronbach's Alpha pada ketiga variabel berada di atas 0,70, yang berarti setiap kelompok item memiliki konsistensi internal yang memadai dan layak digunakan untuk mengukur konstruk penelitian.

2.Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian berada pada kategori tinggi, sebagaimana disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Variabel literasi keuangan (X1) memiliki rata-rata per item sebesar 3,90 dengan kategori tinggi, menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali secara umum sudah memahami konsep dasar keuangan dengan cukup baik. Variabel sikap keuangan (X2) memiliki rata-rata per item sebesar 3,92, mengindikasikan kecenderungan psikologis pelaku UMKM yang cukup positif terhadap pengelolaan keuangan usahanya. Sementara itu, variabel perilaku pengelolaan keuangan (Y) memiliki rata-rata per item sebesar 3,91, menunjukkan bahwa praktik pengelolaan keuangan pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali secara umum sudah berada pada tingkat yang baik.

3.Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,058 dan Monte Carlo Sig. sebesar 0,060, yang keduanya berada di atas 0,05, sehingga residual model regresi dinyatakan berdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance sebesar 0,681 dan VIF sebesar 1,468 untuk kedua variabel bebas, yang berarti tidak terjadi multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser menunjukkan nilai signifikansi X1 sebesar 0,747 dan X2 sebesar 0,464, yang keduanya berada di atas 0,05, sehingga model dinyatakan bebas dari gejala heteroskedastisitas. Dengan terpenuhinya seluruh asumsi klasik tersebut, hasil regresi linier berganda dapat diinterpretasikan secara layak.

4.Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

\

Berdasarkan Tabel 4, persamaan regresi linier berganda yang terbentuk adalah:

Y = 10,245 + 0,644X1 + 0,279X2

Nilai konstanta sebesar 10,245 menunjukkan bahwa apabila literasi keuangan dan sikap keuangan bernilai nol, perilaku pengelolaan keuangan UMKM diprediksi sebesar 10,245. Koefisien regresi X1 sebesar 0,644 bernilai positif, yang berarti setiap peningkatan satu satuan literasi keuangan akan meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan sebesar 0,644 satuan. Koefisien regresi X2 sebesar 0,279 juga bernilai positif, yang berarti setiap peningkatan satu satuan sikap keuangan akan meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan sebesar 0,279 satuan. Nilai standardized beta menunjukkan bahwa literasi keuangan (beta = 0,502) memiliki pengaruh relatif yang lebih dominan dibandingkan sikap keuangan (beta = 0,290) dalam model penelitian ini.

Tabel 5. Hasil Uji F (Simultan)

Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi

B.Pembahasan

1.Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Literasi keuangan berpengaruh postif dan sifgnifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Boyolali (t = 5,769; p > 0,001), sehingga H1 diterima. Nilai beta standar X1 sebesar 0,502 mengindikasikan bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang paling dominan dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali. Pelaku UMKM yang memahami konsep dasar keuangan, mekanisme tabungan, dan pinjaman usaha cenderung lebih mampu menyusun anggaran, mengelola arus kas, dan membuat keputusan keuangan yang lebih terencana. Temuan ini memperkuat hasil penelitian terdahulu [8], [9], [10], [11], namun berbeda dengan temuan [15], [16]. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa kekuatan pengaruh literasi keuangan dapat bervariasi tergantung pada karakteristik wilayah dan profil pelaku UMKM yang diteliti.

2.Pengaruh Sikap Keuangan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Sikap Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Boyolali (t = 3,331; p = 0,001), sehingga H2 diterima. Temuan ini konsisten dengan Theory of Planned Behavior [22] yang menegaskan bahwa sikap merupakan salah satu determinan utama yang membentuk niat dan perilaku nyata seseorang. Meskipun signifikan, nilai beta standar X2 sebesar 0,290 lebih rendah dibandingkan X1, menunjukkan bahwa sikap keuangan berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat pengaruh literasi keuangan. Hasil ini sejalan dengan temuan [9], [10], [13], namun berbeda dengan [11], [17]. Perbedaan ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan instrumen pengukuran maupun karakteristik sosial-ekonomi responden.

3.Pengaruh Simultan Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM

Berdasarkan uji F, literasi keuangan dan sikap keuangan terbukti secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM (F = 48,513; sig. < 0,001). Nilai R Square sebesar 0,500 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan secara bersama-sama mampu menjelaskan 50,0% variasi perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali, sedangkan 50,0% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model, seperti kepribadian, pengalaman usaha, atau akses terhadap layanan keuangan formal [10]. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali memerlukan intervensi pada dua aspek sekaligus, yaitu peningkatan pengetahuan keuangan melalui edukasi dan pelatihan, serta pembentukan sikap keuangan yang positif melalui pendampingan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menambahkan pendidikan sebagai faktor yang memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan melalui literasi keuangan karena tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung meningkatkan akses informasi dan pengetahuan keuangan sehingga memperkuat literasi keuangan UMKM. Literasi keuangan tersebut selanjutnya diduga berperan sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara latar belakang pendidikan dengan perilaku pengelolaan keuangan. Meskipun hubungan tersebut belum diuji dalam penelitian ini, hasil penelitian yang menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan memberikan dasar yang kuat bagi penelitian selanjutnya untuk menguji model mediasi tersebut secara empiris.

KESIMPULAN

Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali, serta menjadi variabel yang paling dominan dalam model penelitian. Sikap keuangan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM, meskipun dengan kekuatan pengaruh yang relatif lebih rendah dibandingkan literasi keuangan. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 50,0% variasi perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.

Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa upaya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Boyolali perlu difokuskan pada dua aspek utama, yaitu peningkatan literasi keuangan melalui program edukasi dan pelatihan keuangan yang berkelanjutan, serta pembentukan sikap keuangan yang positif melalui pendampingan yang konsisten. Pemerintah Kabupaten Boyolali dan lembaga keuangan disarankan meningkatkan pelatihan edukasi serta pendampingan pengelolaan keuangan UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini terbatas pada Kabupaten Boyolali dan dua variable independent. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan wilayah,menambahkan variable lain, serta mempertimbangkan variable mediasi atau moderasi.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali yang telah bersedia menjadi responden. Terima kasih juga disampaikan kepada keluarga, rekan, dan pihak-pihak terkait atas dukungan serta kontribusinya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik.

References

[1] Kementerian Koperasi dan UMKM, “Laporan Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2023,” Jakarta: Kementerian Koperasi dan UMKM, 2023.

[2] Luckieta, “Potret UMKM Indonesia dan tantangan pengelolaan keuangan,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2025.

[3] S. Widiarti, “Literasi keuangan dan keberlangsungan usaha UMKM di Indonesia,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol. 10, no. 1, pp. 1–12, 2022.

[4] Otoritas Jasa Keuangan, “Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025,” Jakarta: OJK, 2023.

[5] Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik, “Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024,” Jakarta: OJK, 2024.

[6] Ida dan C. Y. Dwinta, “Pengaruh locus of control, financial knowledge, income terhadap financial management behavior,” Jurnal Bisnis dan Akuntansi, vol. 12, no. 3, pp. 131–144, 2010.

[7] T. E. Pradiningtyas dan F. Lukiastuti, “Pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap locus of control dan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa ekonomi,” Jurnal Minds: Manajemen Ide dan Inspirasi, vol. 6, no. 1, pp. 96–112, 2019.

[8] A. Paisal, Amalia, D. E. Hidayaty, dan S. P. H. Sandy, “Literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada UMKM Mie Asik Srikandi,” Jurnal Ilmiah Swara Manajemen, vol. 3, no. 2, pp. 77–90, 2023.

[9] Syalwah, S. Bachri, dan I. K. Patra, “Pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Suli,” Management Studies and Entrepreneurship Journal, vol. 5, no. 1, pp. 210–225, 2024.

[10] R. N. Khasanah dan H. As’ari, “Pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan dan kepribadian terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM bidang kuliner,” Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, vol. 7, no. 2, pp. 45–60, 2023.

[11] M. Mulyati, M. S. Ramadhan, dan D. R. Amelya, “Pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM,” Jurnal Manajemen dan Sumberdaya, vol. 9, no. 1, pp. 55–70, 2024.

[12] Nurlela, Zulaiha, dan L. Dimyati, “Pengaruh literasi keuangan dan sikap risiko terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kota Pagar Alam,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah, vol. 4, no. 1, pp. 30–45, 2024.

[13] A. Choirunnisa dan A. Susandini, “Pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM Desa Ponteh dengan pengalaman usaha sebagai variabel moderasi,” Jurnal Feasible: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi, vol. 6, no. 1, pp. 1–15, 2024.

[14] R. Widayanti, Dumadi, M. B. Zaman, dan Roni, “Pengaruh literasi keuangan dan literasi pajak terhadap pengelolaan keuangan UMKM (Studi kasus di UMKM Mitra Mandiri Kabupaten Brebes),” GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, vol. 3, no. 1, pp. 44–60, 2025.

[15] Marcela, “Pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM kuliner di Kota Palembang,” Jurnal Konsumen & Konsumsi: Jurnal Manajemen, vol. 4, no. 2, pp. 88–102, 2024.

[16] D. Kusumaningrum, G. Wiyono, dan A. Maulida, “Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM,” Jurnal Manajemen dan Bisnis, vol. 9, no. 2, pp. 1–15, 2023.

[17] S. P. Lestari dan R. H. Murtadha, “Kepuasan keuangan sebagai jembatan antara sikap dan pengetahuan keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Medan,” Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, vol. 5, no. 1, pp. 23–38, 2024.

[18] A. Lusardi dan O. S. Mitchell, “The economic importance of financial literacy: Theory and evidence,” Journal of Economic Literature, vol. 52, no. 1, pp. 5–44, 2014.

[19] H. Chen dan R. P. Volpe, “An analysis of personal financial literacy among college students,” Financial Services Review, vol. 7, no. 2, pp. 107–128, 1998.

[20] J. Dew dan J. J. Xiao, “The financial management behavior scale: Development and validation,” Journal of Financial Counseling and Planning, vol. 22, no. 1, pp. 43–59, 2011.

[21] D. Pankow, “Financial values, attitudes, and goals,” Fargo: North Dakota State University Extension Service, 2003.

[22] I. Ajzen, “The theory of planned behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991.

[23] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Edisi 2. Bandung: Alfabeta, 2019.

[24] J. F. Hair, W. C. Black, B. J. Babin, dan R. E. Anderson, Multivariate Data Analysis, 7th ed. Upper Saddle River, NJ: Pearson Prentice Hall, 2010.

[25] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, Edisi 9. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2018.

[26] Solopos, “Data UMKM Kabupaten Boyolali,” Solopos, 2021.