Login
Section Business and Economics

Self Efficacy Mediates Green Education And Environmental Concern Towards Sustainable Entrepreneurial Intentions


Efikasi Diri Memediasi Pendidikan Hijau Dan Kepedulian Lingkungan Terhadap Niat Kewirausahaan Berkelanjutan
Vol. 11 No. 2 (2026): December:

Salman Awaludin (1), Siti Shoimah (2), Martha Laila Alisandra (3)

(1) Program Studi Manajemen Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan , Indonesia
(2) Program Studi Manajemen Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan , Indonesia
(3) Program Studi Manajemen Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan , Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Environmental sustainability increasingly integrates with modern business development through sustainable entrepreneurship models. Specific Background Within higher education, university students demonstrate substantial potential to develop green commercial ventures supported by their academic competencies. Knowledge Gap However, the relationship connecting ecological education and environmental concern to sustainable business creation is not always direct, necessitating a psychological bridging mechanism. Aims This study investigates the formation of green entrepreneurial intentions among university students by positioning self-efficacy as a critical mediating variable. Results Utilizing Structural Equation Modeling-Partial Least Squares on purposively sampled students, the quantitative analysis demonstrates that both green entrepreneurship education and environmental concern positively determine self-efficacy and green entrepreneurial intentions. Furthermore, self-efficacy successfully mediates the relationship between educational exposure, ecological awareness, and the ultimate intention to establish sustainable ventures. Novelty This research distinctly integrates formal green business education and ecological concern within a specific self-efficacy mediation framework to explain the psychological progression of student entrepreneurial intentions. Implications Consequently, higher education institutions must systematically integrate ecological sustainability into business curricula to build self-efficacy and successfully cultivate a new generation of environmentally responsible entrepreneurs.


Highlights




  • Green entrepreneurship education and environmental concern positively determine student self-efficacy.




  • Self-efficacy successfully mediates the relationship between ecological awareness and sustainable business intentions.




  • Higher education institutions must integrate sustainability into business curricula to build entrepreneurial confidence.




Keywords


Green Entrepreneurial Intentions; Sustainable Entrepreneurship Education; Environmental Concern; Self Efficacy Mediation; Higher Education Curricula

Downloads

Download data is not yet available.

PENDAHULUAN

Isu keberlanjutan lingkungan semakin menjadi perhatian dalam pengembangan kewirausahaan modern. Kewirausahaan berkelanjutan dipandang sebagai pendekatan yang mengintegrasikan penciptaan nilai ekonomi dengan penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan [1], [2]. Perkembangan kajian terbaru menunjukkan bahwa pendidikan dan inovasi menjadi faktor penting dalam mendorong praktik kewirausahaan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan [3]. Kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi atas permasalahan sosial dan lingkungan melalui konsep green entrepreneurship yang mengintegrasikan tujuan bisnis dengan keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Darul Ulul Lamongan memiliki potensi mengembangkan green entrepreneurship karena didukung kompetensi akademik di bidang ekonomi, manajemen, akuntansi, dan bisnis serta fasilitas pembelajaran dan penelitian yang memadai.

Berdasarkan Theory of Planned Behavior, intensi merupakan prediktor utama perilaku. Dalam konteks kewirausahaan hijau, green entrepreneurial intentions dipengaruhi oleh green entrepreneurship education, environmental concern, dan self-efficacy.

Pendidikan kewirausahaan hijau berperan dalam membentuk kompetensi berwirausaha berkelanjutan. sedangkan kepedulian terhadap lingkungan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan usaha yang ramah lingkungan. Studi terbaru menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat mendorong intensi kewirausahaan hijau, baik secara langsung maupun melalui green entrepreneurial self-efficacy [4], [5], [6].

Namun, hubungan antara pendidikan kewirausahaan hijau, kepedulian lingkungan, dan intensi kewirausahaan hijau tidak selalu bersifat langsung. Mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan kepedulian lingkungan, tetapi belum tentu memiliki keberanian untuk memulai usaha hijau apabila mereka tidak yakin terhadap kemampuan dirinya. Oleh karena itu, self-efficacy menjadi variabel penting yang menjembatani pengaruh pendidikan dan kepedulian lingkungan terhadap intensi kewirausahaan hijau. Temuan studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam menjelaskan intensi kewirausahaan berkelanjutan maupun kewirausahaan hijau pada mahasiswa. Temuan penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam menjelaskan intensi kewirausahaan berkelanjutan maupun kewirausahaan hijau pada mahasiswa [7], [6], [8].

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis pembentukan green entrepreneurial intentions pada mahasiswa FEB Universitas Islam Darul Ulum Lamongan dengan menempatkan self-efficacy sebagai mediator. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur kewirausahaan hijau sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi fakultas dalam mengembangkan kurikulum dan aktivitas kewirausahaan berbasis keberlanjutan.

Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi green entrepreneurship education, environmental concern, dan self-efficacy dalam menjelaskan green entrepreneurial intentions pada mahasiswa, dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi.

Kerangka Konseptual

Penelitian ini menggunakan Green Entrepreneurship Education (GEE) dan Environmental Concern (EC) sebagai variabel bebas yang diduga memengaruhi Green Entrepreneurial Intentions (GEI) sebagai variabel terikat, baik secara langsung maupun melalui Self-Efficacy (SE) sebagai variabel mediasi. Semakin tinggi pendidikan kewirausahaan hijau, kepedulian lingkungan, dan keyakinan diri individu, maka semakin tinggi pula niat untuk menjadi wirausahawan yang ramah lingkungan.

Pengembangan Hipotesis

A.Pengaruh Green Entrepreneurship Education terhadap Self-Efficacy

Pendidikan kewirausahaan hijau dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peluang bisnis ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, serta strategi menciptakan nilai ekonomi tanpa mengabaikan aspek ekologis. Ketika mahasiswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman pembelajaran yang memadai, mereka cenderung memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap kemampuannya untuk merancang dan menjalankan usaha hijau.

H1: Green entrepreneurship education berpengaruh positif terhadap self-efficacy. [4], [5], [9].

B.Pengaruh Environmental Concern terhadap Self-Efficacy

Mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan cenderung lebih menyadari pentingnya tindakan nyata untuk mengurangi dampak ekologis. Kepedulian tersebut dapat mendorong munculnya keyakinan bahwa mereka mampu mengambil peran dalam penyelesaian masalah lingkungan melalui aktivitas bisnis hijau.

H2: Environmental concern berpengaruh positif terhadap self-efficacy. [10], [11].

C.Pengaruh Green Entrepreneurship Education terhadap Green Entrepreneurial Intentions

Pendidikan kewirausahaan hijau dapat membentuk intensi mahasiswa untuk memulai usaha yang berorientasi lingkungan. Pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kewirausahaan dan keberlanjutan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang bisnis hijau, model bisnis ramah lingkungan, serta manfaat ekonomi dan sosial dari usaha berkelanjutan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berhubungan dengan intensi kewirausahaan hijau mahasiswa

H3: Green entrepreneurship education berpengaruh positif terhadap green entrepreneurial intentions. [4], [12].

D.Pengaruh Environmental Concern terhadap Green Entrepreneurial Intentions.

Kepedulian lingkungan dapat menjadi dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk memilih aktivitas kewirausahaan yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi pada perlindungan lingkungan. Semakin tinggi kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan, semakin besar kemungkinan mereka memiliki niat untuk membangun usaha hijau.

H4: Environmental concern berpengaruh positif terhadap green entrepreneurial intentions. [13], [12].

E.Pengaruh Self-Efficacy terhadap Green Entrepreneurial Intentions

Self-efficacy menggambarkan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan. Dalam kewirausahaan hijau, mahasiswa yang yakin mampu mengidentifikasi peluang, mengelola risiko, dan menjalankan usaha ramah lingkungan cenderung memiliki intensi yang lebih kuat untuk menjadi wirausahawan hijau. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa green entrepreneurial self-efficacy merupakan prediktor penting dari intensi kewirausahaan hijau mahasiswa. [7], [6].

H5: Self-efficacy berpengaruh positif terhadap green entrepreneurial intentions.

F.Peran Mediasi Self-Efficacy

Pendidikan kewirausahaan hijau dan kepedulian lingkungan dapat meningkatkan intensi kewirausahaan hijau, tetapi pengaruh tersebut akan lebih kuat apabila mahasiswa memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menjalankan usaha hijau. Dengan demikian, self-efficacy berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjelaskan bagaimana pengetahuan, pengalaman pendidikan, dan kepedulian lingkungan berubah menjadi intensi kewirausahaan hijau. [5], [6].

H6: Self-efficiacy memediasi pengaruh green entrepreneurship education terhadap green entrepreneurial intentions.

H7: Self-efficiacy memediasi pengaruh environmental concern terhadap green entrepreneurial intentions.

METODE

A.Jenis Penelitian

Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menganalisis keterkaitan antara green entrepreneurship education, environmental concern, self-efficacy, dan green entrepreneurial inentions.

B.Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Objek penelitian adalah intensi mahasiswa untuk membangun atau terlibat dalam usaha yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

C.Populasi dan Sampel

Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Sampel dapat ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria:

1.Mahasiswa aktif FEB UNISDA Lamongan.

2.Mahasiswa minimal semester 3 atau sudah memperoleh pengalaman pembelajaran kewirausahaan.

3.Mahasiswa bersedia mengisi kuesioner penelitian.

D.Teknik Pengumpulan Data

Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 1–5:

1 = Sangat Tidak Setuju

2 = Tidak Setuju

3 = Netral

4 = Setuju

5 = Sangat Setuju

E.Teknik Analisis Data

Analisis data menggunakan SEM-PLS berbantuan SmartPLS melalui evaluasi outer model, inner model, serta pengujian hipotesis dan mediasi.

F.Contoh Indikator Kuesioner

1.Green Entrepreneurship Education

Variabel Green Entrepreneurship Education (GEE) mengukur kemampuan pendidikan kewirausahaan dalam membentuk pengetahuan dan keterampilan mahasiswa untuk mengembangkan usaha yang ramah lingkungan. Semakin baik pendidikan yang diterima, semakin siap mahasiswa mengembangkan bisnis ramah lingkungan.

2.Environmental Concern

Variabel Environmental Concern (EC) menunjukkan tingkat kepedulian dan perhatian individu terhadap permasalahan lingkungan serta tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. Semakin tinggi kepedulian lingkungan yang dimiliki seseorang, maka semakin besar kecenderungannya untuk mendukung dan terlibat dalam aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

3.Self-Efficacy

Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Entreprenurship Education berpengaruh terhadap Self-Efficacy (β = 0,421; p = 0,000) dan Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,281; p = 0,000). Environmental Concern juga berpengaruh terhadap Self-Efficacy (β = 0,397; p = 0,000) dan Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,236; p = 0,003). Selanjutnya, Self-Efficacy memengaruhi Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,432; p = 0,000) serta memediasi pengaruh Green Entrepreneurship Education (β = 0,182; p = 0,000) dan Environmental Concern (β = 0,171; p = 0,000). Seluruh hipotesis dinyatakan diterima.

4.Green Entrepreneurial Intentions

Variabel Green Entrepreneurial Intentions (GEI) menunjukkan tingkat niat dan keinginan individu untuk menjadi wirausahawan yang menjalankan usaha dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Semakin tinggi niat berwirausaha hijau yang dimiliki, maka semakin besar peluang individu untuk mewujudkan usaha yang ramah lingkungan di masa depan.

HASIL PENELITIAN

A.Hasil Penelitian

Gambar 1. Diagram Jalur (Path Diagram) Hasil Analisis PLS-SEM Menggunakan SmartPLS

Berdasarkan hasil analisis PLS-SEM, seluruh indikator pada variabel Green Entrepreneurship Education (GEE), Environmental Concern (EC), Self-Efficacy (SE), dan Green Entrepreneurial Intentions (GEI) memiliki nilai outer loading di atas 0,80, sehingga seluruh indikator dinyatakan valid. Nilai AVE masing-masing variabel juga lebih besar dari 0,50 dan nilai Composite Reliability serta Cronbach's Alpha melebihi 0,70, yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel. Selanjutnya, nilai R-Square sebesar 0,586 menunjukkan bahwa Self-Efficacy dapat dijelaskan oleh GEE dan EC sebesar 58,6%, sedangkan nilai R-Square sebesar 0,714 menunjukkan bahwa Green Entrepreneurial Intentions dapat dijelaskan oleh GEE, EC, dan Self-Efficacy sebesar 71,4%.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education berpengaruh positif terhadap Self-Efficacy (β = 0,421; p = 0,000) dan Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,281; = 0,000). Environmental Concern juga berpengaruh positif terhadap Self-Efficacy (β = 0,397; p = 0,000) dan Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,236; p = 0,003) Selain itu, Self-Efficacy berpengaruh terhadap Green Entrepreneurial Intentions (β = 0,432; p = 0,000) serta memediasi pengaruh Green Entrepreneurship Education (β = 0,182; p = 0,000) dan Environmental Concern (β = 0,171; p = 0,000). Seluruh hipotesis penelitian diterima.

Tabel 6 Outer Loading

Hasil pengujian outer loading menunjukkan bahwa seluruh indikator pada variabel Green Entrepreneurship Education (GEE), Environmental Concern (EC), Self-Efficacy (SE), dan Green Entrepreneurial Intentions (GEI) memenuhi kriteria validitas dengan nilai berkisar antara 0,801-0,904, seluruhnya melebihi batas minimum 0,70.

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh indikator mampu mengukur konstruknya dengan baik sehingga memenuhi syarat validitas konvergen dan layak digunakan dalam penelitian.

Tabel 7 Construct Reliability and Validity

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai AVE di atas 0,50, serta nilai Composite Reliability dan Cronbach's Alpha di atas 0,70. Dengan demikian, setiap variabel penelitian telah memenuhi kriteria valid dan reliabel, sehingga instrumen penelitian dinyatakan konsisten dan dapat dipercaya dalam mengukur variabel yang diteliti.

Tabel 8 Nilai R-Square

Nilai R-Square sebesar 0,586 menunjukkan bahwa variabel Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern mampu menjelaskan variabel Self-Efficacy sebesar 58,6%, sedangkan sisanya 41,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Selanjutnya, nilai R-Square sebesar 0,714 menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education, Environmental Concern dan Self-Efficacy mampu menjelaskan 71,4% variasi Green Entrepreneurial Intentions, sedangkan 28,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh hipotesis penelitian diterima. Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern berpengaruh positif terhadap Self-Efficacy dan Green Entrepreneurial Intentions. Selain itu, Self-Efficacy juga berpengaruh positif terhadap Green Entrepreneurial Intentions. Hasil ini juga membuktikan bahwa Self-Efficacy mampu memediasi pengaruh Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern terhadap Green Entrepreneurial Intentions. Dengan demikian, seluruh hubungan antarvariabel dalam model penelitian terbukti signifikan dan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.

B.Pembahasan

1.Pengaruh Green Entrepreneurship Education terhadap Self-Efficiacy dan Green Entrepreneurial Intentions

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education (GEE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Self-Efficacy (SE) dan Green Entrepreneurial Intentions (GEI), yang mengindikasikan meningkatnya pengetahuan serta keyakinan mahasiswa dalam mengembangkan usaha ramah lingkungan. Selain itu, pendidikan kewirausahaan hijau juga membentuk pola pikir kewirausahaan yang lebih inovatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, semakin baik pendidikan kewirausahaan hijau yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula niat mereka untuk menjadi green entrepreneur.

Temuan ini menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat keyakinan mahasiswa FEB untuk mengembangkan usaha berkelanjutan. Pemahaman terhadap peluang bisnis ramah lingkungan mendorong terbentuknya Self-Efficacy dan Green Entrepreneurial Intentions yang lebih tinggi.

2. Pengaruh Environmental Concern terhadap Self-Efficacy dan Green Entrepreneurial Intentions

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Environmental Concern (EC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Self-Efficacy (SE) dan Green Entrepreneurial Intentions (GEI). Tingginya kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Tingginya kepedulian lingkungan meningkatkan keyakinan mahasiswa FEB untuk mengembangkan usaha berkelanjutan, sehingga memperkuat Self-Efficacy dan Green Entrepreneurial Intentions.

3. Peran Self-Efficacy dalam Memediasi Pembentukan Green Entrepreneurial Intentions

Hasil penelitian membuktikan bahwa Self-Efficacy (SE) mampu memediasi pengaruh Green Entrepreneurship Education (GEE) dan Environmental Concern (EC) terhadap Green Entrepreneurial Intentions (GEI). Keyakinan diri menjadi factor penting dalam niat berwirausaha hijau, karena pendidikan kewirausahaan hijau dan kepedulian lingkungan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk melihat peluang, mengatasi hambatan, dan membangun usaha berkelanjutan. Dengan kata lain, pendidikan kewirausahaan hijau dan kepedulian lingkungan tidak secara langsung membentuk niat berwirausaha hijau, tetapi juga melalui peningkatan self-efficacy. Oleh karena itu, penguatan self-efficacy menjadi strategi penting dalam membentuk generasi wirausahawan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Temuan ini menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern membentuk Green Entrepreneurial Intentions melalui peningkatan Self-Efficacy. Semakin tinggi keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya, semakin kuat pula niat untuk mengembangkan usaha berkelanjutan. Temuan ini memperkuat penelitian terdahulu yang menempatkan Self-Efficacy sebagai mediator penting dalam pembentukan Green Entrepreneurial Intentions. Namun, keyakinan diri tetap perlu didukung pengalaman praktik agar niat berwirausaha hijau dapat diwujudkan.

KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern berpengaruh positif dan signifikan terhadap Green Entrepreneurial Intentions, baik secara langsung maupun melalui Self-Efficacy sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa Self-Efficacy berperan penting dalam menjembatani pengaruh pendidikan kewirausahaan hijau dan kepedulian lingkungan terhadap pembentukan intensi berwirausaha hijau mahasiswa FEB Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Temuan ini memperkuat peran Self-Efficacy sebagai mekanisme yang menghubungkan Green Entrepreneurship Education dan Environmental Concern dengan Green Entrepreneurial Intentions.

Dengan demikian, peningkatan intensi kewirausahaan hijau mahasiswa memerlukan integrasi antara pendidikan kewirausahaan berbasis keberlanjutan, penguatan kepedulian lingkungan, dan peningkatan rasa percaya diri mahasiswa untuk menjalankan usaha hijau. Oleh karena itu, universitas perlu memperkuat pembelajaran kewirausahaan berkelanjutan melalui program yang meningkatkan self-efficacy dan kepedulian lingkungan mahasiswa. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan program kewirausahaan hijau di perguruan tinggi. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan reesponden dan variabel yang dugunakan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel serta menambahkan variabel yang memengaruhi Green Entrepreneurial Intentions.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Darul Ulum Lamongan serta seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu, khususnya di bidang kewirausahaan berkelanjutan.

References

[1] P. Muñoz and B. Cohen, “Sustainable entrepreneurship research: Taking stock and looking ahead,” Business Strategy and the Environment, vol. 27, no. 3, pp. 300–322, 2018.

[2] S. Schaltegger and M. Wagner, “Sustainable entrepreneurship and sustainability innovation: Categories and interactions,” Business Strategy and the Environment, vol. 20, no. 4, pp. 222–237, 2011.

[3] N. Apostolopoulos, H. Al-Dajani, D. Holt, P. Jones, and R. Newbery, “Entrepreneurship and the sustainable development goals: The role of education and innovation,” Journal of Business Research, 2021.

[4] E. R. Mambali, M. S. Kapipi, and I. A. Changalima, “Entrepreneurship education and business and science students’ green entrepreneurial intentions: The role of green entrepreneurial self-efficacy and environmental awareness,” The International Journal of Management Education, vol. 22, no. 2, p. 100987, 2024.

[5] A. A. Rahmanto, Siswandari, and K. B. Sangka, “Green entrepreneurial intention: The role of entrepreneurship education and entrepreneurial self-efficacy,” Jurnal Kependidikan, vol. 10, no. 3, pp. 826–836, 2024.

[6] W. Wang et al., “COVID-19 to green entrepreneurial intention: Role of green entrepreneurial self-efficacy, optimism, ecological values, social responsibility, and green entrepreneurial motivation,” Frontiers in Psychology, vol. 12, p. 732904, 2021. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.732904

[7] A. Newman et al., “Entrepreneurial self-efficacy: A systematic review of the literature on its theoretical foundations and measurement,” International Journal of Management Reviews, 2021.

[8] F. Liñán and Y. W. Chen, “Development and cross-cultural application of a specific instrument to measure entrepreneurial intentions,” Entrepreneurship Theory and Practice, vol. 33, no. 3, pp. 593–617, 2009.

[9] Z. Li and A. Y. M. A. Islam, “Entrepreneurial intention in higher vocational education: An empirically-based model with implications for the entrepreneurial community,” SAGE Open, vol. 11, no. 4, 2021. https://doi.org/10.1177/21582440211059179

[10] A. Yuriev et al., “Pro-environmental behaviors through the lens of the theory of planned behavior: A systematic review,” Journal of Cleaner Production, vol. 268, p. 122282, 2020.

[11] T. Pascucci, G. M. Cardella, B. Hernández-Sánchez, and J. C. Sánchez-García, “Environmental sensitivity to form a sustainable entrepreneurial intention,” Sustainability, vol. 14, no. 16, p. 10398, 2022. https://doi.org/10.3390/su141610398

[12] H. Prabowo, R. B. Ikhsan, and Y. Yuniarty, “Drivers of green entrepreneurial intention: Why does sustainability awareness matter among university students?” Frontiers in Psychology, vol. 13, p. 873140, 2022. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.873140

[13] A. Alvarez-Risco et al., “Factors affecting green entrepreneurship intentions in business university students in COVID-19 pandemic times,” Sustainability, vol. 13, no. 11, p. 6447, 2021.

[14] I. Ajzen, “The theory of planned behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991.

[15] A. Bandura, Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman, 1997.

[16] G. Boldureanu et al., “Entrepreneurship education through successful entrepreneurial models in higher education institutions,” Sustainability, vol. 12, no. 3, p. 1267, 2020.

[17] J. F. Hair et al., A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Thousand Oaks: Sage, 2022.

[18] G. Nabi et al., “The impact of entrepreneurship education in higher education,” Academy of Management Learning & Education, vol. 16, no. 2, pp. 277–299, 2017.

[19] V. Barba-Sánchez, M. Mitre-Aranda, and J. Á. del Brío-González, “The entrepreneurial intention of university students: An environmental perspective,” European Research on Management and Business Economics, vol. 28, no. 2, p. 100184, 2022. https://doi.org/10.1016/j.iedeen.2021.100184

[20] Y. Wang et al., “Green and sustainable entrepreneurial intentions: A mediation-moderation perspective,” Sustainability, vol. 13, no. 15, p. 8627, 2021.