Login
Section Business and Economics

Strategic Management Accounting And Organizational Structure Predict Manufacturing Company Performance


Strategic Management Accounting Dan Struktur Organisasi Memprediksi Kinerja Perusahaan Manufaktur
Vol. 11 No. 1 (2026): June :

Mawar Umu Salamah (1), Novi Darmayanti (2), Dewi Kusmayasari (3)

(1) Program Studi Akuntansi, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan, Indonesia
(2) Program Studi Akuntansi, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan, Indonesia
(3) Program Studi Akuntansi, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Manufacturing firms play a critical role in capital markets by navigating complex operational environments that demand continuous adaptation to market volatility and digitalization. Specific Background To maintain competitiveness, these entities increasingly adopt sophisticated administrative tools, formal hierarchies, and strict oversight mechanisms to optimize their financial and operational outcomes. Knowledge Gap Despite extensive individual assessments of these tools, integrated analyses combining all three frameworks remain significantly limited, particularly among firms navigating post-pandemic economic shifts from 2022 to 2025. Aims This study examines how specific administrative frameworks and oversight protocols shape the trajectory of industrial entities listed on the Indonesia Stock Exchange. Results Utilizing panel data regression on 400 observations from 100 purposively sampled firms, the Random Effect Model analysis reveals that clear departmental hierarchies significantly and positively dictate firm outcomes. Conversely, advanced administrative costing methods demonstrate a significant negative association with outcomes, while formal oversight mechanisms show no significant statistical relationship. Simultaneously, these three tested variables only account for 6.87% of the variance in the observed outcomes. Novelty This research challenges the conventional assumption that sophisticated cost tracking inherently yields positive outcomes, highlighting that adaptation burdens or poor practical integration can detrimentally alter firm trajectories. Implications Corporate leaders must prioritize practical implementation, cross-functional coordination, and managerial capacity over the mere formal adoption of oversight and administrative systems to optimize market positioning.


Highlights




  • Data panel analysis of 400 observations reveals that formal oversight mechanisms do not significantly alter financial outcomes.




  • The adoption of advanced administrative costing tools unexpectedly correlates with a decline in overall firm achievements.




  • Clear delegation of authority and cross-unit coordination are the primary drivers of positive market and operational results.




Keywords Strategic Management Accounting; Organizational Structure; Good Corporate Governance; Company Performance; Manufacturing Companies

Downloads

Download data is not yet available.

PENDAHULUAN

Perusahaan manufaktur memiliki peran penting di pasar modal Indonesia karena karakteristik oprasionalnya yang kompleks dan bergantung pada efisiensi produksi serta kondisi ekonomi. Pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa Efek Indonesia periode 2022-2025, kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dan laba, tetapi juga dari efektivitas strategi, efisiensi operasional, kualitas Keputusan, dan mekanisme pengawasan. Penelitian [1] membuktikan bahwa strategi bisnis, efisiensi operasional, dan struktur kepemilikan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Selanjutnya, [2], menunjukkan bahwa Good Corporate Governance melalui komisaris independent dan komite audit mendukung integritas laporan keuangan, sedangkan [3] menegaskan bahwa analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan.

Periode 2022-2025 relevan diteliti karena perusahaan manufaktur masih beradaptasi pascapandemi di Tengah volatilitas pasar, digitalisasi, tuntutan transparansi, dan persaingan yang meningkat. Penelitian [4] menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat diukur melalui ROA dan Tobin’s Q, sedangkan komite audit, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing merupakan mekanisme tata Kelola yang berkaitan dengan kinerja perusahaan.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan adalah Strategic Management Accounting atau akuntansi manajemen strategis. [5] menjelaskan bahwa akuntansi manajemen memiliki peran penting dalam mendorong kinerja organisasi, dan kajian mengenai Strategic Management Accounting semakin berkembang karena praktik ini membantu perusahaan menyelaraskan informasi akuntansi dengan kebutuhan strategi dan peningkatan kinerja. Selain itu Penelitian [6] menjelaskan bahwa penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan, kebermanfaatan, kepercayaan, dan pengaruh sosial. [7] menunjukkan bahwa dimensi-dimensi Strategic Management Accounting berhubungan positif dengan penggunaan praktik akuntansi manajemen strategis, dan penggunaan praktik tersebut berasosiasi positif dengan kinerja organisasi.

Selain Strategic Management Accounting, struktur organisasi juga menjadi faktor penting dalam menjelaskan kinerja perusahaan. Struktur organisasi menentukan bagaimana wewenang dibagi, bagaimana koordinasi dilakukan, bagaimana informasi mengalir, dan bagaimana keputusan diambil dalam perusahaan. Pada perusahaan manufaktor, sturktur organisasi yang tidak tepat dapat menghambat respons pasar amupun pengendalian internal. Penelitian [8] menunjukkan bahwa struktur organisasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya pada lingkungan operasional dan rantai pasok yang kompleks.

Struktur organisasi juga berkaitan erat dengan kemampuan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem informasi dan praktik akuntansi strategis. Informasi yang baik tidak akan menghasilkan keputusan strategis apabila struktur organisasi tidak mendukung koordinasi lintas fungsi, komunikasi antarunit, dan distribusi tanggung jawab yang jelas. [9] menegaskan bahwa kualitas sistem informasi, jaringan akuntan manajemen, dan budaya organisasi merupakan faktor penting dalam menjelaskan praktik Strategic Management Accounting.

Faktor berikutnya adalah Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan yang baik. Dalam perspektif teori keagenan, tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mengurangi konflik kepentingan antara pemilik dan manajemen, meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, serta memastikan bahwa keputusan manajerial diarahkan pada peningkatan nilai dan kinerja perusahaan. Penelitian [11] menunjukkan bahwa motivasi, disiplin kerja, dan gaya kepemimpinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh struktur organisasi, pengendalian internal, serta kompetensi sumber daya manusia.

Di sisi lain, Good Corporate Governance menjadi penting bagi perusahaan manufaktur untuk menjamin transparansi laporan keuangan dan laporan tahunan kepada investor maupun pemangku kepentingan. Mekanisme tata kelola seperti komite audit, keahlian komite audit, komite nominasi dan remunerasi, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing dapat memperkuat fungsi pengawasan terhadap manajemen. Penelitian [13] menunjukkan bahwa mekanisme GCG secara moderat mampu menurunkan potensi kecurangan laporan keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas tata kelola perusahaan tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi dan independensi dewan komisaris, tetapi juga oleh pengawasan yang dapat mengantisipasi risiko penyimpangan laporan keuangan. Penelitian [14] menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan secara signifikan memengaruhi pertumbuhan bisnis, terutama ketika dikombinasikan dengan strategi digital seperti penggunaan media sosial, search engine optimization (SEO), dan strategi konten. Penelitian terdahulu umumnya menguji pengaruh Strategic Management Accounting, struktur organisasi, tatau Good Corporate Governance secara terpisah terhadap kinerja perusahaan. Padahal, kajian yang mengintegrasikan ketiganya masih terbatas, khususnya pada perusahaan manufaktur BEI periode 2022-2025 yang menghadapi digitalisasi tuntutan trasnparansi, dan persaingan global. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penelitian dalam memahami factor-faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan manufaktur.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menguji pengaruh Strategic Management Accounting, struktur organisasi, dan Good Corporate Governance terhadap kienraj perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2025 guna memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi peningkatan kinerja perusahaan.

Tinjauan Pustaka

A.Strategic Management Accounting (SMA)

Strategic Management Accounting (SMA) adalah pendekatan akuntansi yang menggabungkan fungsi perencanaan dan pengendalian biaya dengan tujuan strategis enterprise. SMA tidak hanya fokus pada data historis, tetapi juga menyediakan informasi akuntansi yang relevan untuk keputusan strategis jangka panjang seperti penetapan harga, pemilihan pasar, serta analisis kompetitif [16].

B.Struktur Organisasi

Struktur organisasi merujuk pada cara organisasi mengatur tugas, tanggung jawab, dan hubungan otoritas di antara unit-unit kerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi berkisar dari birokratis/formal hingga fleksibel/desentralisasi. Teori Contingency Theory menegaskan bahwa struktur organisasi yang efektif harus disesuaikan dengan lingkungannya, termasuk kompleksitas proses, ukuran organisasi, dan strategi korporasi.

C.Good Corporate Governance (GCG)

GCG adalah sistem hubungan antara manajemen, dewan komisaris, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya yang bertujuan menciptakan nilai perusahaan secara berkelanjutan.. Mekanisme good corporate governance, termasuk struktur komite audit dan transparansi tata kelola, berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan nilai perusahaan (Kusmayasari & Sari, 2024) [20] . Selain itu, pengendalian internal dan budaya etik dapat memperkuat kepatuhan pelaporan dan stabilitas akuntabilitas perusahaan [21].

D.Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan adalah hasil keluaran proses kegiatan usaha yang mencerminkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Dimensi kinerja: keuangan (ROA, ROE), operasional (efisiensi biaya), non-keuangan (kepuasan pelanggan, inovasi). Implementasi enterprise risk management terbukti meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan sehingga strategi pengendalian risiko dan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasional [23].

E.Hubungan Antarvariabel

1.Hubungan Strategic Management Accounting terhadap Kinerja Perusahaan

Strategic Management Accounting atau SMA berhubungan terhadap kinerja perusahaan karena SMA menyediakan informasi akuntansi yang bersifat strategis, tidak hanya berfokus pada biaya internal, tetapi juga memperhatikan pesaing, pelanggan, rantai nilai, harga, kualitas, dan arah strategi perusahaan. Struktur organisasi yang adaptif dan mendukung aliran informasi lintas departemen dapat memperkuat implementasi Strategic Management Accounting, sehingga keputusan strategis lebih tepat dan efektif [25]

Hipotesis:

H1: Strategic Management Accounting berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

2.Hubungan Struktur Organisasi terhadap Kinerja Perusahaan

Struktur organisasi memengaruhi kinerja perusahaan melalui pembagian wewenang, tanggung jawab, koordinasi, aliran informasi, dan pengambilan keputusan. Struktur yang jelas dan adaptif dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja, sedangkan struktur yang terlalu birokratis dapat menghambat operasional, terutama pada perusahaan manufaktur BEI 2022–2025 yang menghadapi tekanan efisiensi, digitalisasi, dan fluktuasi biaya bahan baku.

Hipotesis: H2: Struktur organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

3.Hubungan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan

Good Corporate Governance (GCG) memengaruhi kinerja perusahaan dengan memperkuat pengawasan, transparansi, akuntabilitas, independensi, dan kewajaran, serta mengurangi konflik keagenan. Namun, pada perusahaan manufaktur BEI, efektivitas GCG tergantung pada kualitas pengawasan, karena indikator seperti dewan komisaris independen, komite audit, kepemilikan institusional, dan pengungkapan memiliki pengaruh yang bervariasi.

Hipotesis: H3: Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

4.Hubungan SMA, Struktur Organisasi, dan GCG secara Simultan terhadap Kinerja Perusahaan

Secara simultan, Strategic Management Accounting, struktur organisasi, dan Good Corporate Governance memengaruhi kinerja perusahaan karena saling melengkapi: SMA menyediakan informasi strategis, struktur organisasi mengatur koordinasi, dan GCG mengawasi keputusan. Hubungan ini penting bagi perusahaan manufaktur untuk efisiensi, kelancaran produksi, respons pasar, pengendalian risiko, dan kepercayaan investor.

Hipotesis:

H4: Strategic Management Accounting, struktur organisasi, dan Good Corporate Governance secara simultan

METODE

A.Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif untuk menganalisis pengaruh Strategic Management Accounting (SMA), Struktur Organisasi (SO), dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja Perusahaan (KP) serta menjelaskan hubungan kausal antarvariabel. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian memerlukan pengukuran numerik dan analisis statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan.[26]

B.Sumber Data dan Jenis Data

Data sekunder berasal dari laporan keuangan tahunan, laporan BEI, dan sumber publik lainnya. Data ini mencakup laporan keuangan, informasi GCG, serta struktur organisasi perusahaan periode 2022- 2025.

C.Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi mencakup seluruh perusahaan manufaktur BEI 2022–2025, dengan sampel purposive yang hanya memilih perusahaan dengan data tahunan lengkap terkait kinerja keuangan, SMA, struktur organisasi, dan GCG. Teknik ini digunakan untuk menjamin kesahihan analisis dan meningkatkan validitas internal penelitian [27] .

Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria:

1.Perusahaan aktif di BEI selama 2022–2025.

2.Memiliki laporan tahunan dan laporan keuangan lengkap.

3.Menerapkan struktur organisasi yang jelas dan praktik GCG yang dapat diverifikasi.

4.Perkiraan jumlah sampel: 75–100 perusahaan manufaktur, dipilih untuk memastikan data yang konsisten dan representatif.

D.Variabel dan Definisi Operasional

Tabel 1. Definisi Variabel Operasional Penelitian

E.Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan data panel perusahaan manufaktur BEI 2022–2025, menggabungkan cross section (beberapa perusahaan sampel) dan time series (periode empat tahun) untuk analisis, pengujian, dan interpretasi data.

Analisis data mencakup statistic dekstiprif, uji asumsi klasik dan regresi dana panel. Pemilihan model dilakukan melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2) untuk menilai pengaruh parsial, simultan, serta kemampuan variable independent dalam menjelaskan kinerja perusahaan.

F.Alat Statistik dan Perangkat Lunak

Analisis data dilakukan dengan EViews, meliputi regresi data panel, uji asumsi klasik, pemilihan model (Chow, Hausman, Lagrange Multiplier), pengujian hipotesis (t dan F), serta penilaian variasi kinerja perusahaan melalui R².

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Penelitian

1.Statistik Deskriptif

Ramdom Effect

Gambar 1. Hasil Estimasi Regresi Data Panel dengan Random Effect Model

Analisis data panel menggunakan Random Effect Model dipilih karena variasi antarperusahaan bersifat acak dan tidak berkorelasi dengan variabel independen, berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil regresi menunjukkan

SMA berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja (koefisien = -281,6665, p = 0,0000), Struktur Organisasi berpengaruh positif signifikan (koefisien = 176,5629, p = 0,0126), sedangkan GCG tidak berpengaruh signifikan (koefisien = -137,2539, p = 0,1510). Koefisien determinasi (Adjusted R² = 0,068) menandakan 6,8% variasi kinerja dijelaskan variabel ini, dan uji F menunjukkan pengaruh simultan signifikan (F hitung = 10,818, p < 0,05).

2.Estimasi Model

a.Uji Chow

Gambar 2. Hasil Uji Chow

Dari hasil uji likelihood ratio untuk pemilihan model common effect vs fixed effect diperoleh nilai probabilitas 0,0063<0,05 maka dapat disimpulkan model terbaik dalah Fixed Effect.

b.Uji Hausman

Gambar 3. Hasil Uji Hausman

H0 : Random Effect Model

H1 : Fixed Effect Model

Berdasarkan dari hasil uji hausman test untuk pemilihan model fixed effect vs random effect diperoleh nilai probabilitas 0.4226 > 0,05 maka dapat disimpulkan model terbaik adalah Random Effect.

c.Uji Lagrange

Gambar 4. Hasil Uji Lagrange Multiplier

H0 : Common Effect Model

H1 : Random Effect Model

Dari hasil uji LM untuk pemilihan model common effect vs random effect diperoleh nilai probabilitas 0.0077< 0,05 maka dapat disimpulkan model terbaik adalah Random Effect

3.Model Terpilih

Berdasarkan rangkaian analisis data panel, penelitian menggunakan Random Effect Model karena variasi antarperusahaan bersifat acak dan tidak berkorelasi dengan variabel independen, sesuai hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier.

4.Uji Asumsi Klasik

a.Uji Normalitas

Gambar 5. Hasil Uji Normalitas Residual

Histogram residual menunjukkan pola distribusi yang secara visual mendekati bentuk kurva normal (berbentuk lonceng), dengan sebagian besar data terkonsentrasi di sekitar nilai rata-rata dan frekuensi yang semakin menurun ke arah kedua sisi. Nilai mean residual sebesar -0,136 yang mendekati nol juga mengindikasikan bahwa residual telah tersebar di sekitar rata-ratanya. Secara visual residual tampak mendekati distribusi normal, tetapi uji Jarque Bera menunjukkan nilai Probabulity 0,000004 (p < 0,05), sehingga residual tidak berdistribusi normal secara statistic.

Meski demikian, model tetap dapat digunakan karena jumlah observasi yang besar (n=400), yang membuat uji normalitas sangat sensitive terhadap penyimpangan kecil. Selain itu, berdasarkan Central Limit Theorem (CLT), estimasi regresi pada sampel besar umumnya tetap valid meskipun residual tidak sepenuhnya normal, selama asumsi penting lainnya seperti linearitas, independensi, dan homoskedastisitas terpenuhi.

b.Uji Multikolinieritas

Gambar 6. Hasil Uji Multikolinearitas

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil perhitungan VIF jmenunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai nilai VIF ≥ 10 yang berarti bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi.

c.Uji Heteroskedastisitas

Gambar 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Harvey. Dari hasil regresi dengan metode uji Harvey diperoleh nilai Obs*R-squared sebesar 7.206582 dan nilai probabilitasnya adalah 0.0656 lebih besar α = 0,05, yang berarti bahwa residual homokedastatstik diterima, sehingga pada model tidak terdapat heteroskedastisitas

d.Uji Autokorelasi

Gambar 8. Hasil Uji Autokorelasi

Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan menggunakan uji breusch-godfrey serial correlation LM test didapatkan nilai Obs*R-squared sebesar 265.6225 dan nilai probabilitasnya adalah 0.0585 lebih besar α = 0,05.Berarti bahwa model regresi tidak mengandung autokorelasi.

Analisis Regresi Random Effect

Gambar 9. Hasil Regresi Random Effect Model

1.Uji Determinasi:

Hasil Koefisien Determinasi

Tabel 2. Hasil Koefisien Determinasi

Diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,068 yang menunjukkan bahwa sebesar 6,8% Kinerja dapat dijelaskan oleh variabel independennya sisanya (100% – 6,8% = 93,2%) dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

2.Uji F:

Hasil Uji F

Tabel 3. Hasil Uji F

Dengan menggunakan keyakinan 95%, df 1 (jumlah variabel-1) = 2, dan df 2 (n-k) = 338, hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 3.022 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000001. Sehingga nilai F hitung > F tabel (10.81831> 3,002) atau nilai p< (0.000001 < 0,05), maka Ho ditolak, artinya secara bersama-sama variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Kinerja.

3.Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji T)

Ringkasan Hasil Uji t dan Keputusan Hipotesi

Tabel 4. Ringkasan Hasil Uji t dan Keputusan Hipotesis

X1 yaitu SMA

Nilai koefisien variabel X1 adalah -281.6665. Nilai signifikansi variabel X1 adalah 0.0000 yang lebih kecil dari α=0,05. Maka variabel X1 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja.

X2 yaitu Struktur

Nilai koefisien variabel X2 adalah 176.5629. Nilai signifikansi variabel X2 adalah 0.0126 yang lebih kecil dari α=0,05. Maka variabel X2 berpengaruh negative dan signifikan terhadap Kinerja.

X3 yaitu GCG

Nilai koefisien variabel X3 adalah -137.2539. Nilai signifikansi variabel X3 adalah 0.1510 yang lebih besar dari α=0,05. Maka variabel X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja.

B.Pembahasan

1.Pengaruh Strategic Management Accounting terhadap Kinerja Perusahaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategic Management Accounting berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, berbeda dengan hipotesis awal yang memperkirakan pengaruh positif. Secara teoritis, SMA seharusnya mendukung keputusan manajerial melalui informasi strategis terkait biaya, pesaing, pelanggan, rantai nilai, dan proyeksi pasar, namun empiris menunjukkan peningkatan SMA justru berkorelasi dengan penurunan kinerja. Kondisi ini dapat disebabkan oleh biaya adaptasi, penerapan SMA pada perusahaan berkinerja rendah, atau keterbatasan data sekunder dalam mencerminkan kualitas implementasinya. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas SMA bergantung pada dukungan manajemen, integrasi lintas fungsi, dan keselarasan dengan strategi perusahaan. Tanpa penerapan yang tepat, pengaruhnya terhadap kinerja dapat menjadi lemah atau tidak sesuai dengan ekspektasi teori.

2.Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Kinerja Perusahaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, sehingga mendukung hipotesis kedua. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur organisasi yang jelas mampu meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan efektivitas pengambilan keputusan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Hasil tersebut juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan pentingnya struktur organisasi yang efektif dalam mendukung kinerja organisasi.

3.Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, yang berarti secara parsial variasi GCG dalam sampel perusahaan manufaktur BEI 2022–2025 belum menjelaskan perubahan kinerja secara signifikan. Temuan ini tidak menunjukkan bahwa GCG tidak penting, melainkan bahwa efektivitasnya kemungkinan baru terlihat apabila diukur melalui indikator kualitas tata kelola yang lebih mendalam, seperti efektivitas rapat dewan, kompetensi komite audit, kualitas pengungkapan, kepatuhan internal, dan integritas proses pengambilan keputusan.

4.Pengaruh SMA, Struktur Organisasi, dan GCG secara Simultan terhadap Kinerja Perusahaan

Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Strategic Management Accounting, struktur organisasi, dan Good Corporate Governance secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika ketiga variabel dianalisis secara bersamaan, model memiliki kemampuan statistik dalam menjelaskan kinerja perusahaan. Secara konseptual, hal ini masuk akal karena ketiga variabel tersebut mewakili mekanisme manajerial yang berbeda tetapi saling melengkapi. Hasil ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kinerja perusahaan lebih optimal ketika aspek akuntansi manajerial strategis, struktur organisasi, dan tata kelola perusahaan berjalan secara terintegrasi. Dengan kata lain, penelitian-penelitian sebelumnya juga menegaskan bahwa sinergi antar variabel manajerial memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan pengaruh parsial masing-masing variabel.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data panel terhadap 100 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2025 dengan total 400 observasi, dapat disimpulkan bahwa Strategic Management Accounting berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, sehingga hipotesis pertama tidak didukung; struktur organisasi berpengaruh positif dan signifikan, sehingga hipotesis kedua didukung; sedangkan Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, sehingga hipotesis ketiga tidak didukung. Secara simultan, Strategic Management Accounting, struktur organisasi, dan Good Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, namun nilai Adjusted R-squared sebesar 0,068747 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut hanya mampu menjelaskan 6,87% variasi kinerja perusahaan, sedangkan 93,13% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

Secara konseptual, temuan ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan manufaktur tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem akuntansi manajemen strategis, struktur organisasi, dan mekanisme tata kelola perusahaan, tetapi lebih pada bagaimana ketiga elemen tersebut diimplementasikan secara efektif dalam praktik manajerial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas implementasi SMA dan GCG lebih berperan daripada keberadaan mekanisme formalnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengoptimalkan kapasitas manajerial, pemanfaatan informasi strategis, koordinasi antarumit, dan struktur organisasi guna meningkatkan kinerja perusahaan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyusunan artikel ini. semoga penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan kajian Strategic Management Accounting, struktur organisasi, Good Corporate Governance, dan kinerja perusahaan.

References

[1] S. Handoyo, H. Suharman, E. K. Ghani, and S. Soedarsono, “competition intensity and its implication on open innovation,” J. Open Innov. Technol. Mark. Complex., vol. 9, no. 2, p. 100039, 2023, doi: 10.1016/j.joitmc.2023.100039.

[2] Nadia, “KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KUALITAS AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN,” vol. 9, no. 1, pp. 182–195, 2023.

[3] D. F. Adellia and D. N. Damayanti, “PENGARUH AUDIT INTERNAL , DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ) Tahun 2022-2024,” 2024.

[4] H. A. Pertiwi, “Peran Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022),” 2024.

[5] A. P. Husda, T. A. Rustam, H. Banjarnahor, and U. P. Batam, “STRATEGIC MANAGEMENT ACCOUNTING PRACTICES : A LITERATURE REVIEW,” vol. 9, no. 2, pp. 214–221, 2025.

[6] M. I. Rizaldi, N. Darmayanti, and A. Manaf, “ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BERDASARKAN PERMENDAGRI NOMOR 20 TAHUN 2018 (STUDI KASUS DESA KEBONSARI KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN),” JEAAFT (Journal Econ. Account. Audit. Financ. Tax), vol. 1, no. 1, pp. 66–78, 2024.

[7] A. Ahadiat, “Manajemen Srategik" Tinjauan Teoritis Multi Perspektif",” 2010, Pusat Penerbitan Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

[8] N. AFIFAH, “Peran Inovasi Rantai Pasok dalam Memediasi Pengaruh Manajemen Rantai Pasok Berkelanjutan dan Kemampuan Manajemen Risiko terhadap Keunggulan Kompetitif pada Perusahaan Skala Menengah dan Besar di Kota Makassar= The Role of Supply Chain Innovation in Mediating The Influence of Sustainable Supply Chain Management and Risk Management Capability on Competitive Advantage in Medium and Large-Scale Enterprises in Makassar City,” 2025, Universitas Hasanuddin.

[9] E. Apriliani and A. A. Rachman, “Pengaruh struktur organisasi dan budaya organisasi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi manajemen,” J. Bisnis, Ekon. Dan Sains, vol. 1, no. 2, pp. 132–146, 2021.

[10] T. Izabel and R. Kuswanto, “Implikasi Tata Kelola Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen: Bukti Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan di Indonesia,” Parad. J. Ilmu Ekon., vol. 8, no. 3, pp. 1380–1394, 2025.

[11] Kusmayasari, “PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. SURYA EKASARI UTAMA,” vol. 6, no. 1, 2023.

[12] D. Defina and R. Kuswanto, “Tata Kelola Perusahaan dan Kinerja Finansial: Evaluasi Berdasarkan Keberagaman Gender dan Struktur Pengawasan,” Parad. J. Ilmu Ekon., vol. 8, no. 3, pp. 1364–1379, 2025.

[13] F. T. Sahda, M. Nindito, and H. Khairunnisa, “Pengaruh Penerapan Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia,” J. Akuntansi, Perpajak. Dan Audit., vol. 6, no. 2, pp. 256–271, 2025.

[14] N. Darmayanti, A. M. Dientrimei, M. A. Wafa, F. I. N. Najjah, and A. binti Jamil, “The Influence of Social Media, Search Engine Optimization, Content Strategy, and Financial Report Quality on Business Growth,” J. Anal. Akunt. dan Perpajak., vol. 8, no. 2, pp. 216–234, 2024.

[15] D. F. Amalia, “PERAN MEDIASI LAPORAN KEBERLANJUTAN TERHADAP PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN,” 2025, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[16] A. L. Situmorang, R. Martini, L. Judijanto, J. Jusnia, S. Suhaidar, and I. E. W. Toii, Akuntansi Manajemen. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2025.

[17] N. Nuhu, K. Baird, and S. X. Su, “The impact of strategic management accounting (SMA) facets on organisational performance: the mediating role of the use of SMA practices,” Meditari Account. Res., vol. 33, no. 1, pp. 247–271, 2025.

[18] P. Pant, S. Dutta, and S. P. Sarmah, “Structural supply chain complexity index and construct validity: A data-driven empirical approach,” Int. J. Emerg. Mark., vol. 20, no. 6, pp. 2455–2490, 2025.

[19] R. Nurmaya, “Peran Struktur Organisasi Dalam Efektivitas Koordinasi Dan Pengambilan Keputusan Di Perusahaan Manufaktur,” J. Bus. Econ. Manag. E-ISSN 3063-8968, vol. 1, no. 4, pp. 1063–1069, 2025.

[20] R. S. Rama, N. Darmayanti, D. Kusmayasari, M. Suhardiyah, and Z. Abdullah, “The Influence Of Professional Skeptism, Independence, Audit Fee, And Remote Audit Process On Auditor Performance,” Own. Ris. dan J. Akunt., vol. 8, no. 2, pp. 1009–1026, 2024.

[21] A. Anggraini, L. Kalangi, and J. D. L. Warongan, “The influence of accounting information systems, internal control systems and human resource competencies on the quality of financial reports with regional government leadership style as a moderation variable (Case study of regency/city regional government in North Sulawesi Province),” Contrar. Financ. Accounting, Bus. Res., vol. 3, no. 2, pp. 136–153, 2024.

[22] R. A. Krisna, “Pengaruh Komite Audit, Dewan Direksi, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Publik, dan Kepemilikan Asing Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023),” 2025, Universitas Islam Indonesia.

[23] D. Kusmayasari, A. Hadi, S. Makhmudah, and W. D. Surabaya, “Basic and applied accounting research journal 2023,” vol. 3, no. 2, pp. 55–62, 2023, doi: 10.11594/baarj.03.02.02.

[24] W. Stephen Suryo, “Pengaruh Kemampuan Manajerial Terhadap Reaksi Investor (Studi Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2000-2022),” 2025.

[25] N. Amelia, “Pengaruh Tekanan Waktu, Profesionalisme, Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor Internal,” 2025, FEB UIN JAKARTA.

[26] Sugiyono, “Metodelogi penelitian,” Repos. Radenfatah. Ac. IdVW SujarweniYogyakarta Pustaka Baru Perss, 2014.

[27] M. Husnullail and M. S. Jailani, “Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah,” J. Genta Mulia, vol. 15, no. 2, pp. 70–78, 2024.