Shafa Salsabila (1), Moch. Bahak Udin By Arifin (2)
eneral Background: Writing skills constitute a core component of Arabic language mastery and require accuracy in lexical choice, grammatical structure, and morphological formation. Specific Background: In second language acquisition, mother tongue interference frequently occurs when learners transfer linguistic patterns from their first language into the target language. Knowledge Gap: Previous studies on interference in Arabic learning have predominantly focused on spoken data, leaving limited analysis of interference patterns in written Arabic among university students. Aims: This study aims to analyze the forms and impacts of mother tongue interference on the Arabic writing ability of fourth-semester students in the Arabic Language Education Study Program at the University of Muhammadiyah Malang. Results: Using a qualitative case study approach and content analysis, the findings reveal five categories of interference: lexical (4 cases), grammatical (4 cases), morphological (12 cases), semantic (8 cases), and orthographic (2 cases), with morphological errors being the most dominant. These interferences lead to structural deviations, inaccurate diction, and shifts in sentence meaning. Novelty: This study provides a comprehensive classification of written interference forms based on authentic student assignments within a higher education context. Implications: The results indicate the necessity of structured kitabah practice, reinforcement of nahwu and sharaf rules, and habituation to thinking directly in Arabic to improve writing quality.
Keywords: Mother Tongue Interference, Arabic Writing Skills, Qualitative Case Study, Content Analysis, Second Language Acquisition
Key Findings Highlights:
Morphological deviations constituted the highest frequency of errors.
Structural transfer from Indonesian altered sentence construction patterns.
Meaning shifts occurred due to incorrect verb forms and lexical selection.
Diantara kemampuan yang dicakup dalam materi bahasa Arab adalah maharah al-istima', maharah al-kalam, maharah al-qira'ah, dan maharah al-kitabah [1]. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus saling memengaruhi, dipengaruhi, dan mendukung satu sama lain . Keterampilan menulis akan sangat dipengaruhi dari berbicara, mendengarkan, dan membaca begitu pula sebaliknya . Menulis merupakan cara menuangkan ide dan ekspresi ke dalam kata-kata, baik yang mendasar maupun yang kompleks agar informasi dan pengetahuan dapat dilestarikan, dibagikan, dan dikembangkan. Karena daya ingat manusia yang terbatas maka baik teori, pengetahuan, dan konsep lainnya akan cepat hilang dan terlupakan jika tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Kemampuan menulis menjadi salah satu bidang yang banyak mendapat pelatihan saat belajar bahasa Arab di lingkungan pendidikan formal. Pelatihan kemampuan menulis dimulai dengan latihan yang paling mendasar, seperti menulis kata, huruf, dan kalimat. Menulis termasuk kegiatan yang melibatkan penggunaan bahasa tulis dan proses berpikir .
Bahasa ibu pertama dan bahasa tujuan sering kali tercampur ketika mempelajarinya. Kombinasi ini dianggap sebagai suatu masalah karena menggunakan kaidah suatu bahasa dalam bahasa lain, sedangkan setiap bahasa memiliki kaidah dan karakteristiknya sendiri. Interferensi adalah istilah untuk masalah sosiolinguistik yang diakibatkan oleh perubahan bahasa. Ketika mempelajari bahasa kedua, interferensi muncul karena pengaruh sistem bahasa ibu baik secara lisan maupun tertulis. Weinreich mengklaim bahwa unsur-unsur linguistik struktural dan nonlinguistik menentukan interferensi antara dua bahasa yang bersentuhan . Dengan membandingkan sistem fonologis, gramatikal, dan leksikal dari dua bahasa, seseorang dapat memperkirakan faktor-faktor linguistik struktural: perbedaan dan/atau persamaan. Lebih lanjut Hartmann dan Stork menyatakan bahwa interferensi juga terjadi apabila pola tutur atau ujaran dari bahasa ibu terbawa ke dalam bahasa kedua . Ada sejumlah alasan interferensi bisa terjadi yaitu perbedaan budaya, pilihan kata yang salah, dan dipengaruhi oleh pola susunan kata bahasa pertama (bahasa ibu) .
Di Indonesia, mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa kedua menghadirkan sejumlah tantangan . Tantangan-tantangan ini berasal dari bahasa Arab itu sendiri, karena ada unsur-unsur linguistik yang berbeda dari bahasa ibu pembelajar atau bahasa yang telah dikuasainya [2]. Diantara faktor-faktor lainnya, pembelajar sering kali kesulitan menulis bahasa Arab karena perbedaan antara bahasa ibu dan bahasa asing yang mereka pelajari [3]. Dalam ranah sintaksis, kosakata, dan fonologi, kesalahan-kesalahan sering kali ditemukan. Salah satu penyebab kesulitan pembelajar bahasa Arab, khususnya di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang dalam hal menulis atau kitabah karena selain kegiatan di kelas, mahasiswa hampir tidak pernah berlatih membaca buku-buku berbahasa Arab. Jika mereka tidak menerima tugas dari dosen, mereka sering kali merasa terlalu lesu untuk berlatih menerjemahkan teks. Misalnya saja dapat diperhatikan dari hasil latihan terjemahan mahasiswa semester empat pada kalimat “Para dokter (itu) telah pulang dari rumah sakit”.
Mahasiswa I menuliskan (عاد إلى المنزل من المستشفى),mahasiswa II menuliskan (يرجع الطبيب من المستشفى), dan mahasiswa III menuliskan(رجعت ذلك الطبيب من المستشفى) .Sedangkan untuk jawaban yang benar adalah(رجعت الأطباء من المستشفى).
Perbedaan struktur bahasa ini menyebabkan pembelajar melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Arab. Dari hasil penulisan mahasiswa I dan III dipengaruhi oleh struktur bahasa ibu (bahasa Indonesia) pada kata “itu”. Dan untuk mahasiswa II salah menuliskan kata kerja bentuk (sedang) atau fi’il mudhori’ yang seharusnya kata kerja (telah) atau fi’il madhi’. Permasalahan interferensi muncul karena mahasiswa terbiasa berpikir dan menulis dalam bahasa Indonesia, kurangnya pemahaman kaidah dalam bahasa Arab, serta pengaruh lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa ibu (bahasa Indonesia) dalam pembelajaran bahasa Asing (bahasa Arab). Hal ini menunjukkan bagaimana bahasa ibu memengaruhi penguasaan bahasa Arab [4]. Sebab, salah satu tantangan dalam mempelajari bahasa Arab adalah keberagaman model dan bentuk kata, serta cara penyusunannya [5].
Karena setiap bahasa itu unik, penelitian tentang interferensi bahasa selalu menarik untuk dilakukan karena aspek-aspek bahasa yang diinterferensi juga cenderung beragam. Penelitian tentang dampak interferensi bahasa ibu terhadap kemampuan menulis bahasa Arab sejauh ini telah dilakukan dalam berbagai penelitian, diberbagai lokasi, dengan berbagai topik studi, dan dalam berbagai bahasa. Misalnya, artikel oleh Muhammad Nur Kholis tentang bagaimana proses interferensi fonologis dalam percakapan santri ma’had Ta’mirul Islam Surakarta disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk penggunaan bahasa Arab terlalu dini untuk anak-anak, kurangnya pengetahuan tentang bahasa Arab di bidang pengucapan bunyi, budaya pengucapan bunyi bahasa ibu yang ditransfer ke bahasa Arab, dan pengajaran bahasa Arab yang tidak memberi penekanan kuat pada perbaikan pengucapan bunyi [13]. Artikel oleh Siti Maisaroh persoalan kebahasaan dan non-kebahasaan merupakan dua unsur yang turut berperan dalam perkembangan interferensi sintaksis bahasa ibu terhadap kemampuan berbicara mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan [14]. Dan tesis oleh Ahmad Sholihuddin dari hasil analisis santri Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang dapat disimpulkan bahwa sumber atau penyebab terjadinya kesalahan gramatika dalam berbahasa tutur yaitu kesalahan intrabahasa dan kesalahan antarbahasa atau interferensi bahasa ibu.
Penelitian ini mencoba mengisi gap yang ada dari penelitian-penelitian sebelumnya, karena penelitian terdahulu menggunakan data lisan tentu berbeda dengan penelitian ini yang fokus pada interferensi dalam bentuk tulisan. Akan tetapi tetap penting untuk melihat perbedaan interferensi antara data lisan dan tertulis. Lebih jauh, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan mahasiswa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yang pertama adalah bagaimana interferensi bahasa ibu terhadap kemampuan menulis mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang? Kedua, apa dampak interferensi bahasa ibu terhadap kemampuan menulis mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang? Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semester empat berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden dan kemampuan menulis bahasa Arab mereka akan dievaluasi. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam tulisan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan interferensi bahasa ibukemudian akan diteliti . Interferensi bahasa ibu umum terjadi ketika mempelajari bahasa kedua (bahasa asing) dan dapat menghambat dwibahasa atau perolehan tujuan bahasa yang meliputi berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca [6]. Oleh karena itu, dampak bahasa ibu terhadap kemampuan menulis bahasa Arab mahasiswa yang terdaftar dalam Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang akan menjadi objek utama penelitian ini.
Penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena sosial ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus [7]. Bentuk interferensi bahasa ibu menjadi fokus utama kajian ini, yang kemudian diolah menjadi data yang diamati, diteliti, dan dievaluasi. Studi kasus dilakukan di lingkungan nyata dari sumber data yang diteliti. Data kualitatif penelitian ini meliputi informasi tentang cara pembelajar bahasa Arab menulis kata dan menyusunnya. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data primer. Data penelitian ini diperoleh dari dokumentasi berupa hasil tugas latihan harian yang diberikan dosen kepada mahasiswa semester empat PBA UMM pada mata kuliah kitabah untuk dianalisis. Sedangkan untuk data wawancara diperoleh dari sejumlah sampel mahasiswa semester empat PBA UMM, dosen pengampu mata kuliah kitabah dan dosen Pengembangan Bahasa Asing untuk mengetahui sebab interferensi bahasa ibu. Sementara itu, untuk data sekunder diperoleh dari bahan bacaan, seperti buku-buku dan jurnal. Dengan mengidentifikasi interferensi bahasa ibu, mengevaluasinya dan menafsirkan temuan penelitian berdasarkan tujuan yang ditetapkan.
Terdapat tiga kategori sumber data, yaitu place, person and paper . Pertama place, penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang karena beberapa pertimbangan yang ditentukan oleh data relevan dengan topik penelitian. Institusi tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Malang, salah satu universitas Muhammadiyah terbesar yang memiliki jaringan global yang kuat termasuk kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Arab di Timur Tengah. Selain itu, mahasiswa UMM memiliki keragaman bahasa ibu yang sangat luas, bahkan hingga puluhan bahasa dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini tentu memberikan lebih banyak kesempatan bagi para peneliti untuk mengkaji fenomena interferensi bahasa ibu secara lebih mendalam dan heterogen. Kedua person, partisipan penelitian ini adalah mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan untuk memperoleh data interferensi adalah dengan wawancara langsung dan dokumentasi berupa hasil tugas yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah kitabah. Ketiga paper, yaitu data hasil tugas latihan pada mata kuliah kitabah yang dikumpulkan dan dihitung. Analisis konten digunakan peneliti sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini untuk menjelaskan titik kesalahan pada penulisan mahasiswa, menjelaskan jawaban yang benar dan untuk menjelaskan sebab interferensi bahasa ibu. Menurut Weber analisis konten merupakan prosedur sistematis yang penting dalam menganalisis teks agar dapat menghasilkan penafsiran yang sah . Analisis konten digunakan untuk mengevaluasi hasil tulisan mahasiswa dan mengungkap bentuk interferensi bahasa ibu yang muncul.
Langkah-langkah analisis konten menurut Weber yaitu, pertama analisis isi dan makna teks secara menyeluruh. Kedua, kategorikan bentuk interferensi baik interferensi leksikal (kosakata), gramatikal/sintaksis (struktur kalimat), morfologis (bentuk kata), semantik (makna), dan ortografis (penulisan huruf/harakat). Ketiga, pahami faktor penyebab utama dan evaluasi pola interferensi untuk diperbaiki. Alur penelitian dapat dipaparkan sebagai berikut :
Alur Penelitian
Figure 1. Gambar 1. Alur Penelitian Kualitatif
Pada gambar 1, alur penelitian ini menggambarkan proses kajian yang menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dan fokus pada interferensi bahasa ibu pada keterampilan menulis bahasa Arab mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Malang, menggunakan tiga sumber data utama yaitu place (latar akademik PBA UMM), person (mahasiswa dan dosen) dan paper (hasil tugas kitabah mahasiswa). Data yang didapatkan melalui tulisan mahasiswa dan wawancara dosen dianalisis untuk mengetahui bentuk dan dampak interferensi. Dalam penelitian ini analisis konten teori dari Weber (1990) digunakan dalam menganalisis bentuk interferensi bahasa ibu yaitu leksikal, gramatikal, morfologis, semantik, dan ortografis. Hasil dari analisis konten tersebut akan dijelaskan secara rinci untuk menarik kesimpulan mengenai interferensi bahasa ibu terhadap kemampuan menulis mahasiswa pendidikan bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.
Interferensi bahasa ibu muncul ketika mahasiswa kurang memahami struktur atau perubahan kata yang tepat, kebiasaan berpikir dalam bahasa ibu lalu diterjemahkan kata per kata dalam bahasa Arab, serta minimnya latihan menulis dan menerjemahkan teks nyata, khususnya pada mahasiswa semester empat PBA UMM dalam mata kuliah kitabah. Bentuk interferensi ini menurut Uriel Weinreich dapat mencakup interferensi leksikal (kosakata), gramatikal/sintaksis (struktur kalimat), morfologis (bentuk kata), semantik (makna), dan ortografis (penulisan huruf/harakat) .
Pada tanggal 16 Juni 2025 peneliti melakukan penelitian di kelas PBA UMM semester pada mata kuliah kitabah untuk mengetahui bentuk interferensi bahasa ibu pada penerjemahan mahasiswa. Dalam penelitian ini terdapat lima soal penerjemahan bahasa Indonesia ke bahasa Arab, sebagai berikut :
A. Interferensi Bahasa Ibu Terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang
1. Interferensi Leksikal (Kosakata)
Figure 2. Tabel 2. Interferensi Leksikal
Pada Tabel 2, interferensi leksikal (kosakata) mahasiswa terdapat pada kata "ارادات" bentuk jamak dari إرادة(kehendak). Kata ini tidak cocok sebagai padanan kata "wasiat". Kata yang benar adalah وصايا jamak dari وصية. Pemilihan kata تبن merupakan kosakata salah yang total seharusnya بُنِيَ yang berarti telah dibangun. Selain itu kata "للحرب" ke perang, secara makna bisa diterima, tapi lebih tepat dan idiomatis menggunakan إلى ساحة المعركة.
2. Interferensi Gramatikal (Struktur Kalimat)
Figure 3. Tabel 3. Interferensi Gramatikal
Pada Tabel 3, interferensi gramatikal (struktur kalimat) mahasiswa terdapat pada "من يتكلم الكثير". Padahal seharusnya من كثر كلامه. Pola kalimat ini mencampur bentuk isim (الكثير) dan fi’il secara tidak logis dalam struktur Arab. Adapun struktur "من يتكلم كثيرا", kalimat ini bentuknya fi'il mudhari’ (sedang), tidak cocok jika ditujukan sebagai peribahasa. Pada kalimat "rumah yang dibangun" ini merupakan jumlah ismiyyah bukan "rumah itu telah dibangun". Selain itu tidak menunjukkan struktur pasif (fi’il majhul) بُنِيَ..
3. Interferensi Morfologis (Bentuk Kata)
Figure 4. Tabel 4. Interferensi Morfologis
Pada Tabel 4, interferensi morfologis (bentuk kata) mahasiswa terdapat pada kata "يكذيب" adalah kata yang tidak ada dalam bahasa Arab. Bentuk yang benar adalah يَكْذِبُ (dia berbohong). "ازوجك" salah bentuk yang seharusnya fi’il madhiزَوَّجْتُكَ (aku menikahkanmu). Kata "ثلاث" digunakan dengan benar (untuk muannats), tapi karena ارادات tidak cocok sebagai objek, tetap tidak tepat maknanya. Kata "يذهب" adalah fi’il mudhari’ (sedang/pergi), sedangkan konteks kalimat adalah naratif (seharusnya ذهب = telah pergi). Kata "يكذب كثير" seharusnya يكذب كثيرًا (menggunakan tanwin fatḥah karena sebagai zharf atau hal). Pada kata "تلك" adalah isim isyarah untuk muannats, sedangkan "البيت" adalah mudzakkar tidak cocok.
4. Interferensi Semantik (Makna)
Figure 5. Tabel 5. Interferensi Semantik
Pada Tabel 5, interferensi semantik (makna) mahasiswa terdapat pada makna kalimat "Ada tiga kehendak untuk sukses" yang seharusnya "tiga wasiat untuk keberhasilan". Makna menjadi "seorang prajurit sedang pergi ke medan perang" padahal seharusnya "telah pergi", sehingga konteks naratif rusak. Mengandung arti "saya akan menikahkanmu", bukan "saya menikahkanmu", jadi makna waktunya bergeser. Makna "أكثر" salah karena artinya “yang paling banyak”, padahal maksudnya “semakin banyak” atau “bertambah”. Maka yang benar adalah كَثُرَ كَذِبُهُ. Makna kalimat rusak karena kata utama “dibangun” salah menjadi "Rumah itu jerami dengan pasir dan semen".Kata "لنجح" adalah bentuk mashdar yang salah, seharusnya للنجاح (untuk keberhasilan).
5. Interferensi Ortografis (Penulisan Huruf/Harakat)
Figure 6. Tabel 6. Interferensi Ortografi
Pada Tabel 6, interferensi ortografis (penulisan huruf/harakat) mahasiswa terdapat pada kata "يكذيب" tampaknya hasil terjemahan yang salah dari "berbohong", pengaruh fonetik dari bahasa Indonesia. Kata yang ditulis "هنك" seharusnya هناك (ada).
Alasan peneliti mengambil 3 mahasiswa bisa dijelaskan berdasarkan pendekatan kualitatif dan pertimbangan praktis serta metodologis sebagai berikut:
B. Dampak Interferensi Bahasa Ibu Terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang
Figure 7. Gambar 2. Hasil Interferensi Bahasa Ibu
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan software Atlas.ti, pada gambar 2 ditemukan bahwa interferensi bahasa ibu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kemampuan menulis mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan mahasiswa menerjemahkan kata per kata berdasarkan struktur bahasa Indonesia. Akibatnya, makna kalimat menjadi tidak tepat dan kurang alami dalam konteks bahasa Arab.
Sementara itu, interferensi gramatikal terjadi karena mahasiswa masih terbawa pola susunan kalimat bahasa Indonesia yang umumnya berstruktur subjek–predikat–objek (SPO), sedangkan dalam bahasa Arab pola yang umum digunakan adalah fi’il–fa’il–maf‘ul bih (predikat–subjek–objek). Dampaknya, kalimat yang dihasilkan tidak sesuai dengan kaidah nahwu dan terkesan janggal bagi penutur asli bahasa Arab . Pada aspek leksikal, mahasiswa sering memilih kata yang mirip secara makna tetapi tidak tepat dalam konteks penggunaannya, seperti penggunaan kata إرادة (kehendak) untuk menggantikan وصية (wasiat). Kesalahan ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum memiliki kepekaan semantik terhadap perbedaan makna yang halus antar kata dalam bahasa Arab .
Selanjutnya, interferensi semantik muncul ketika makna kalimat bergeser akibat penggunaan bentuk kata kerja atau struktur kalimat yang tidak sesuai konteks waktu dan situasi. Misalnya, penggunaan fi‘il mudhāri‘ dalam kalimat yang seharusnya menggunakan fi‘il madhi, sehingga mengubah makna waktu kejadian. Adapun interferensi ortografis terlihat pada kesalahan penulisan huruf dan tanda baca (harakat), seperti penulisan هنك untuk هناك. Kesalahan ini umumnya dipengaruhi oleh rendahnya kebiasaan menulis dalam bahasa Arab dan kurangnya latihan menyalin teks berbahasa Arab yang benar .
Dari keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa interferensi bahasa ibu berdampak langsung pada rendahnya akurasi dan keefektifan tulisan mahasiswa dalam bahasa Arab .Mereka cenderung berpikir dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum menulis dalam bahasa Arab, sehingga struktur dan makna yang dihasilkan sering kali menyimpang dari kaidah asli bahasa Arab. Hasil ini mengindikasikan perlunya peningkatan latihan kitabah, pembiasaan membaca teks Arab otentik, serta penguatan pemahaman terhadap nahwu dan sharaf agar mahasiswa dapat menulis dengan struktur dan diksi yang lebih tepat sesuai karakteristik bahasa Arab.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan sebagai berikut:
Bentuk interferensi bahasa ibu mencakup interferensi leksikal (kosakata) terdapat 4 kasus, gramatikal/sintaksis (struktur kalimat) terdapat 4 kasus, morfologis (bentuk kata) terdapat 12 kasus, semantik (makna) terdapat 8 kasus, dan ortografis (penulisan huruf/harakat) terdapat 2 kasus.
Bahwa interferensi bahasa ibu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kemampuan menulis mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan mahasiswa menerjemahkan kata per kata berdasarkan struktur bahasa Indonesia. Akibatnya, makna kalimat menjadi tidak tepat dan kurang alami dalam konteks bahasa Arab.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi bahasa ibu menjadi faktor penghambat utama dalam penguasaan keterampilan menulis bahasa Arab mahasiswa, baik dari segi bentuk maupun makna. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada latihan kitabah terarah, peningkatan pemahaman tata bahasa (nahwu–sharaf), serta pembiasaan berpikir dan menulis langsung dalam bahasa Arab tanpa melalui proses penerjemahan dari bahasa ibu.
Ucapan Terima Kasih
Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada almarhum Bapak Dr. Imam Fauji, Lc., M.Pd. selaku dosen pembimbing sebelumnya atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Moch. Bahak Udin By Arifin, M.Pd.I selaku dosen pembimbing saat ini atas arahan dan pendampingannya.
Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada suami, anak, dan orang tua penulis atas doa, dukungan, serta motivasi yang tiada henti. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda.
[1] M. Taubah, “Maharah dan Kafa’ah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” Studi Arab, vol. 10, no. 1, pp. 31–38, 2019, doi: 10.35891/sa.v10i1.1765.
[2] A. Kusuma, R. Aktivani, and N. Anwar, “The Impact of Educational Background on Arabic Language Learning Outcomes of Arabic Language Education Students at the Muhammadiyah University of Sidoarjo,” 2023.
[3] E. Werdiningsih and E. Sutrisno, “Peningkatan Keterampilan Menulis Menggunakan Pendekatan Komunikatif,” Likhitaprajna, vol. 21, no. 1, pp. 15–24, 2019.
[4] A. I. A. P. Y. Utomo et al., “Menulis pada Anak Usia Kelas IV Sekolah Dasar,” Bangun Rekaprima, vol. 2, no. 3, pp. 248–253, 2020.
[5] N. Dittmar et al., Sociolinguistics: A Critical Survey of Theory and Application. London: Edward Arnold, 1976.
[6] A. Chaer and L. Agustina, Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta, 1995.
[7] N. I. Martina and I. Fauji, “Pengaruh Lingkungan Berbahasa terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab,” JIIP, vol. 7, no. 4, pp. 3741–3746, 2024.
[8] I. Taqiyah and M. B. U. B. Arifin, “Implementasi Media Pembelajaran Monopoli terhadap Pemahaman Mufrodat,” Al Mi’yar, vol. 7, no. 2, p. 962, 2024.
[9] D. A. N. Peranannya et al., “Peran Pembelajaran Bahasa Asing,” 2022.
[10] A. Rifa’i, “Kajian Filosofi Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” Revorma, vol. 1, no. 1, pp. 60–74, 2021.
[11] A. Sholihuddin, Kesalahan Gramatika dalam Berbahasa Tutur. 2018.
[12] A. Fahrurrozi, “Pembelajaran Bahasa Arab: Problematika dan Solusinya,” Arabiyat, vol. 1, no. 2, 2014.
[13] P. Zulharby et al., “Interferensi Morfologi Bahasa Pertama terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab,” Diglosia, vol. 5, no. 4, pp. 749–762, 2022.
[14] S. Maisaroh, “Interferensi Sintaksis Bahasa Ibu terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab,” Syaikhuna, vol. 9, no. 2, pp. 157–180, 2018.
[15] D. A. Cinto et al., “Strategi Belajar Kaum Ibu tentang Jenis-Jenis Kalam dalam Bahasa Arab,” J. Onoma Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, vol. 10, no. 2, pp. 1890–1900, 2024.
[16] F. Z. Sholeha and S. Al Baqi, “Kecemasan Peserta Didik dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” Mahira, vol. 2, no. 1, pp. 1–12, 2022.
[17] A. Mualif, “Metodologi Pembelajaran Ilmu Nahwu dalam Pendidikan Bahasa Arab,” Al-Hikmah, vol. 1, no. 1, pp. 26–36, 2019.
[18] T. P. Muliyah et al., “Pembelajaran Bahasa Arab,” vol. 7, no. 2, 2020.
[19] R. P. Weber, Basic Content Analysis, 2nd ed. Newbury Park, CA: Sage Publications, 1990.
[20] U. Weinreich, Languages in Contact: Findings and Problems. New York: Linguistic Circle of New York, 1953.
[21] F. Nisa et al., Analyzing Aspects of Speaking Ability in Conversation Learning. Atlantis Press, 2024.
[22] S. Z. Hero and K. Hikmah, “Tren Penelitian Pembelajaran Maharah Kalam Berbasis Media Digital di Indonesia,” Ajamiy, vol. 14, no. 2, pp. 371–385, 2025.
[23] H. Sa’diyah and M. B. U. B. Arifin, “Learner Worksheets as a Learning Evaluation for Students,” J. Teknologi Pendidikan, vol. 10, no. 1, pp. 28–40, 2025.
[24] Musdalifah and B. U. B. Arifin, “Analisis Problematika Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia di Tingkat SD,” Pendas, vol. 9, no. 4, pp. 980–989, 2024.