Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.3.2020.1196

The Influence of Computer Self-Efficacy, Learning Motivation, and Knowledge of Accounting on Accounting Students Computer Anxiety in using Accounting Software


The Influence of Computer Self-Efficacy, Learning MPengaruh Computer Self-Efficacy, Motivasi Belajar, dan Pengetahuan Akuntansi Terhadap Computer Anxiety Mahasiswa Akuntansi Dalam Menggunakan Software Akuntansiotivation, and Knowledge of Accounting on Accounting Students Computer Anxiety in using Accounting Software

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Computer Anxiety Computer Self-efficacy Learning Motivation Accounting knowledge

Abstract

This research aims to find out if computer self-efficacy, learning motivation, and accounting knowledge affect the computer anxiety of accounting students in using accounting software. The method used in this research is quantitative with data collection techniques using questionnaires and done through google form media. That will be distributed to students of Muhammdiyah University Sidoarjo. Data feasibility test using validity test and reliability test, while for testing this hypothesis using data analysis tool in the form of multiple linear regression and T test. The results of this study revealed that computer self-efficacy, learning motivation, and accounting knowledge influenced the computer anxiety of accounting students in using accounting software.

 

Keywords - Computer Anxiety, Computer Self-efficacy, Learning Motivation, Accounting knowledge

 

Abstrak. Penelitian kali ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah computer self-efficacy, motivasi belajar, dan pengetahuan akuntansi berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan melalui media google form. Yang akan dibagikan kepada Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Sidoarjo. Uji kelayakan data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis ini menggunakan alat analisis data yang berupa regresi linier berganda dan uji T. Pada penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis dengan bantuan aplikasi software SPSS (Statistical Product and Service Solution). Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa computer self-efficacy, motivasi belajar, dan pengetahuan akuntansi berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi.

 

Kata kunci - Computer Anxiety, Computer Self-efficacy, Motivasi Belajar, Pengetahuan Akuntansi

PENDAHULUAN

Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat, mengubah paradigma baru dalam tatanan kehidupan di segala bidang baik dunia pemerintahan, dunia pendidikan, dunia wirausaha, maupun dalam dunia masyarakat umum. Dalam dunia usaha, karyawan ataupun calon karyawan dituntut agar memiliki kemampuan serta keahlian dibidang teknologi informasi dan ilmu pengetahuan agar lebih menunjang kinerjanya untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. American Institute of Certificated Public Accountans (AICPA) membuat sertifikasi baru yaitu Certified Information Technology Professional (CITP). CITP medokumentasikan keahlian sistem para akuntan yang memiliki pengetahuan luas dibidang teknologi informasi. Dengan adanya sertifikasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan akuntansi yang ingin menjadi akuntan sangat diperlukan.

Pada beberapa perusahaan besar, penggunaan aplikasi komputer atau software menjadi sesuatu hal yang diwajibkan bagi karyawannya. Dengan adanya penerapan berbagai aplikasi komputer atau software di setiap pelaksanaan pekerjaannya mengharuskan karyawan harus memiliki keahlian untuk mengoperasikan komputer terutama dalam penggunaan software. Hal ini tentu berlaku untuk karyawan dibidang keuangan, dimana yang bertugas membuat laporan keuangan perusahaan yang nantinya akan digunakan sebagai pengambilan keputusan. Dalam membuat laporan keuangan ini biasanya menggunakan aplikasi software akuntansi antara lain seperti MYOB, Accurate, Zahir dan lain-lain. Namun kenyataannya masih banyak terjadi kendala, bahwa tidak semua pengguna mampu menjalankan program tersebut dengan baik. Hal ini ada kaitannya dengan kurangnya kemampuan dan sikap pengguna dalam menerima sistem tersebut.

Fenomena mengenai ketakutan orang atau ketidaknyamanan dalam menggunakan software tidak berkurang, justru semakin bertambah dan sulit diatasi. Masalah tersebut dapat terjadi dikarenakan kepercayaan menggunakan komputer atau computer self-efficacy dan minat yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi dan lulusan akuntansi dalam hal menguasai software . Beberapa dari mahasiswa akuntansi kurang paham dalam menggunakan software akuntansi dan mereka banyak melakukan metode pencatatan secara manual ketika masa perkuliahan. Sementara itu, pada dunia pekerjaan beberapa sudah menggunakan komputer akuntansi terlebih di era digital pada saat ini. Pada saat mahasiswa sudah terbiasa dalam penggunaan metode mencatatan manual dalam menyusun laporan keuangan, kemudian ketika mereka terjun langsung ke dunia kerja mereka akan merasa terkejut dan kurang nyaman dengan penggunaan software akuntansi.

Fenomena lain tentang ketakutan dalam menggunakan komputer atau computer anxiety dipengaruhi oleh motivasi belajar individu. Dimana ketika seorang individu ingin mencapai cita-citanya maka dia harus memiliki motivasi yang tinggi baik motivasi dari dalam dirinya maupun motivasi dari luar. Dari beberapa kasus di beberapa Perguruan Tinggi Swasta mata kuliah komputer akuntansi sudah diajarkan. Salah satunya Un iversitas Muhammadiyah Sidoarjo ” sudah memasukkan mata kuliah software akuntansi kepada mahasiswa program studi akuntansi. Pada mata kuliah komputer akuntansi, ” mahasiswa diajarkan dalam menggunakan software akuntansi, mereka dituntut untuk ahli dalam pengoperasiannya. Namun karena terbatasnya waktu pada kegiatan belajar mata kuliah ini menyebabkan beberapa mahasiswa akuntansi belum paham tentang menggunakan software akuntansi yang membuat mereka memiliki motivasi belajar yang rendah dan mereka kurang nyaman dalam menggunakan software akuntansi tersebut. Selain itu, waktu yang terbatas menyebabkan mereka meremehkan dan mengikuti perkuliahan hanya sebatas mengisi absen dan juga formalitas untuk mendapatkan nilai tanpa paham benar mengenai materi yang disampaikan. Sementara itu, ilmu dan pengaruh yang dihasilkan dari mata pelajaran software akuntansi sangat besar untuk modal maha siswa saat masuk ke dunia kerja ” di masa depan. ” Dalam penelitian ini juga menambahkan variabel Pengetahuan Akuntansi. Pengetahuan akuntansi dapat diartikan sebagai ilmu tentang sistem informasi yang dapat menghasilkan laporan keuangan yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan guna mengembangkan aktivitas ekonomi perusahaan.

Berdasarkan penjelasan mengenai dukungan teori, research gap, dan fenomena yang dijelaskan diatas, peneliti tertarik untuk menguji kembali tentang”computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi karena masih sering ditemui dikalangan mahasiswa.”Sehingga riset ini mengambil judul “Pengaruh Computer self-efficacy, Motivasi Belajar, dan Pengetahuan Akuntansi terhadap Computer Anxiety Mahasiswa Akuntansi dalam Menggunakan Software akuntansi”.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kauntitatif. Penelitian jenis ini untuk menguji teori yang ada di hipotesis dan juga bermaksud mengungkap besar kecilnya pengaruh antar variabel yang diteliti.

Tabel 1. Indikator variabel

No Variabel Indikator Sumber Skala
1 Computer Self-Efficacy(X1) Kemampuan pemakai dalam hal aplikasi penanganan perangkat keras penyimpanan data.Penggunaan tombol keyboard dengan cepat dan tepat. [2] Likert
2 Motivasi Belajar (X2) Semangat atau penuh energi dalam belajar.Terarah atau memiliki tujuan dan langkah yang jelas.Kegigihan untuk mempertahankan perilaku belajar. [2] Likert
3 Pengetahuan Akuntansi(X3) Pentingnya atau manfaat pengetahuan akuntansi.Teknik akuntansi dalam menyajikan data melalui komputer. [2] Likert
4 Computer Anxiety(Y) Computer Fear . Computer Anticipation . [1] Likert

Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 jurusan akuntansi angkatan 2017 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yaitu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Populasi dan sampel dalam penelitian ini 153 ditentukan dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari jawaban kuesioner yang disebar kepada para responden, dalam hal ini mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dalam peneliti ini menggunakan kuesioner atau angket. Kuesioner tersebut akan diberikan kepada para responden untuk dijawab yang berisi daftar item pernyataan yang telah dibuat/disusun oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup, artinya responden cukup memilih jawaban yang telah tersedia, dan tidak perlu memberikan pendapat/jawaban sendiri. Pada penelitian ini menggunakan 5 point skala likert.

Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Statistik merupakan teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif. Peneliti menggunakan statistik non-parametris dengan alasan jenis data yang dianalisis dalam data ordinal.

Apabila r tabel < r hitung maka bisa disebut valid.

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Apabila nilai Alpha > 0,60 maka disebut reliable.

Model persamaan regresi yang digunakan menguji hipotesis ini adalah :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e

Keterangan :

Y= Computer Anxiety

α= Konstanta

β1... β3= Koefisien Regresi

X1= Computer Self-efficacy

X2= Motivasi Belajar

X3= Pengetahuan Akuntansi

e= Error

Digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Nilai t-hitung dibandingkan dengan t-tabel dengan taraf signifikansi 5%. Apabila nilai t-hitung ≥ nilai t- tabel, maka variabel memiliki pengaruh yang signifikan, apabila t-hitung ≤ t-tabel, maka variabel tidak memiliki pengaruh yang signifikan

  • Uji Analisis Regresi Linier Berganda
  • Uji T (Regresi Parsial)
  • Koefisien Deterninasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi-variabel independen.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari mahasiswa S1 Jurusan akuntansi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yaitu mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebanyak 170 mahasiswa pada angkatan 2017 yang telah menempuh mata kuliah akuntansi perilaku. Menggunakan teknik Simple Random Sampling, dan menggunakan rumus slovin dengan batas minimal sampel yang memenuhi syarat margin of error 5%.

Kuesioner dalam penelitian ini, proses pengumpulan data dilakukan melalui media google form. Media google form ini digunakan untuk mempermudah para responden menjawab beberapa pernyataan dalam kuesioner penelitian tanpa harus menulis. Data responden yang dapat diolah atau yang valid dan reliabel sebanyak 153 responden.

Berikut deskripsi responden dari data yang akan dioalah :

Tabel 2. Karakteristik Responden UMSIDA

No Gender Jumlah
1 Laki-laki 41
2 Perempuan 112
Total 153

Sumber : Data diolah 2020

Tabel 3. Hasil Uji Validitas

Variabel Item r -hitung r -tabel Ket
Computer Self-Efficacy(X1) X1.1X1.2X1.3X1.4X1.5X1.6 0,5730,7030,5480,5270,5560,510 0,12460,12460,12460,12460,12460,1246 ValidValid Valid Valid Valid Valid
X1.7X1.8X1.9X1.10X1.11X1.12 0,4950,6400,5300,5210,5680,456 0,12460,12460,12460,12460,12460,1246 ValidValidValidValidValidValid
Motivasi Belajar(X2) X2.1X2.2X2.3X2.4X2.5X2.6X2.7X2.8X2.9X2.10 0,6090,6480,4940,6140,6030,5000,5780,3370,5010,582 0,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,1246 ValidValidValidValidValidValidValidValidValidValid
Pengetahuan Akuntansi(X3) X3.1X3.2X3.3 0,5360,5950,525 0,12460,12460,1246 ValidValidValid
Computer Anxiety(Y) Y.1Y.2Y.3Y.4Y.5Y.6Y.7Y.8Y.9Y.10 0,6870,6490,6080,6150,6430,5180,7040,6630,6260,578 0,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,12460,1246 ValidValidValidValidValidValidValidValidValidValid

Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2020

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan tingkat signifiikasi (α) sebesar 0,05 hasilnya r-hitung > r-tabel. Sehingga semua instrumen pernyataan setiap variabel dapat digunakan dalam penelitia ini.

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Ket
Computer Self-efficacy (X1) 0,869 Reliabel
Motivasi Belajar (X2) 0,847 Reliabel
Pengetahuan Akuntansi (X3) 0,728 Reliabel
Computer Anxiety (Y) 0,891 Reliabel

Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2020

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa hasil Cronbach’s Alpha untuk semua variabel > 0,60. Maka hal tersebut menunjukkan bahwa semua instrumen dinyatakan reliabel.

Y = 72,851 + -0,303X1 + -0,332X2 + -0,1.486X3 + 3.109

Intepretasi dari regresi linear diatas adalah :

Artinya bahwa setiap terjadi kenaikan satu satuan dari variabel (X1), akan menyebabkan kenaikan variabel (Y) sebesar -0,303 satuan dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan atau tetap.

Artinya Artinya bahwa setiap terjadi kenaikan satu satuan dari variabel (X2), akan menyebabkan kenaikan variabel (Y) sebesar -0,332 satuan dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan atau tetap.

  • Computer self-efficacy
  • Motivasi belajar
  • Pengetahuan akuntansi

Artinya bahwa setiap terjadi kenaikan satu satuan dari variabel (X3), akan menyebabkan kenaikan variabel (Y) sebesar -0,1.486 satuan dengan asumsi bahwa faktor lainnya konstan atau tetap.

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 72,851 3,109 23,432 ,000
Computer Self-efficacy (X1) -,303 ,067 -,285 -4,495 ,000 ,717 1,395
Motivasi Belajar (X2) -,332 ,081 -,253 -4,112 ,000 ,760 1,316
Pengetahuan Akuntansi (X3) -1,486 ,242 -,402 -6,135 ,000 ,672 1,488
a. Dependent Variable: Computer Anxiety (Y)

Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2020

Berdasarkan tabel diatas, dapat diuraikan sebagai berikut :

Nilai t-hitung > t-tabel = -4.495 > 1.976 (nilai negatif) dengan probabilitas (Sig) 0.000 < 0,05 maka bisa diartikan bahwa Ho ditolak yang berarti menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara”computer self-efficacy terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi. Artinya, semakin rendah computer self-efficacy maka semakin rendah computer anxiety mahasiswa akuntansi menggunakan software akuntansi.”

Nilai t-hitung > t-tabel = -4.112 > 1.976 (nilai negatif) dengan probabilitas (Sig) 0.000 < 0,05 maka bisa diartikan Ho ditolak yang berarti menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara”motivasi belajar terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi. Artinya, semakin rendah motivasi belajarmaka semakin rendah computer anxiety mahasiswa akuntansi menggunakan software akuntansi.”

  • Variabel Computer self-efficacy (X1)
  • Variabel Motivasi Belajar (X2)
  • Variabel Pengetahuan Akuntansi (X3)

Nilai t-hitung > t-tabel = -6,135 > 1.976 (nilai negatif) dan nilai probabilitas (Sig) 0.000 < 0,05 maka dapat diartikan bahwa Ho ditolak yang berarti menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan akuntansi terhadap compter anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi. Artinya, semakin rendah pengetahuan akuntansimaka semakin rendah computer anxiety mahasiswa akuntansi menggunakan software akuntansi.

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
dimension0 1 ,755a ,570 ,561 4,896
a. Predictors: (Constant), Pengetahuan Akuntansi (X3), Motivasi Belajar (X2), Computer Self-efficacy (X1)
b. Dependent Variable: Computer Anxiety (Y)

Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2020

Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,734 atau mendekati 1. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

Computer Self-efficacy menunjukkan keyakinan diri atau efikasi diri ketika berhadapan dengan komputer [5]. Hal ini berkaitan dengan tingkat usaha yang akan dilakukan individu, ketekunan, dan cara menyelesaikan masalah yang dihadapi apabila berhubungan dengan penggunaan teknologi atau komputer. Ketika tingkat computer self-efficacy tinggi, maka semakin rendah tingkat computer anieity mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi, begitupun sebaliknya, computer self-efficacy yang rendah dapat meningkatkan computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi.

Hasil pengujian hipotesis menujukkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan computer self-efficacy berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi tidak ditolak, artinya computer self-efficacy berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi pada mahasiswa jurusan akuntansi fakultas bisnis hukum dan ilmu sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.Computer self-efficacy memiliki peran penting dalam hal mempelajari perilaku individu khususnya yang berhubungan dengan bidang komputer atau teknologi informasi [6]. “Computer self-efficacy was shown to exert a significant negative influence on anxiety”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Computer self-efficacy memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kecemasan [7]. Selain pernyataan diatas ada teori yang menyebutkan bahwa “Bila Anda percaya Anda tidak punya kemampuan untuk menanggulangi tantangan-tantangan penuh stress yang Anda hadapi dalam hidup. Anda akan merasa semakin cemas bila Anda berhadapan dengan tantangan-tantangan itu” [8].

Hal-hal yang mendasari bahwa computer anxiety atau kecemasan mahasiswa dalam menggunakan software akuntansi dapat dipengaruhi oleh computer self-efficacy yaitu kepercayaan diri dalam menggunakan komputer. Mahasiswa yang menganggap hal demikian sebagai sikap kepercayaan diri dalam berkomputer secara tidak langsung dapat memudahkan mahasiswa dalam menggunakan software akuntansi. Mahasiswa berpikir bahwa komputer merupakan alat yang cepat, baik dalam hal memperoleh informasi atau melakukan pekerjaan guna meningkatkan keterampilan [9].

Motivasi belajar merupakan perilaku individu yang menunjukkan keinginan sendiri untuk belajar, memiliki tujuan untuk belajar atau menguasai materi . Selain itu motivasi belajar merupakan salah satu ciri bahwa individu tersebut memiliki tanggungjawab dalam pengerjaan suatu tugas. Ketika tingkat motivasi belajarnya tinggi, maka semakin rendah computer anxiety atau kecemasanmahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi, begitupun sebaliknya, motivasi belajar yang rendah akan meningkatkan computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan motivasi belajar memiliki pengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi tidak ditolak, artinya motivasi belajar berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi pada mahasiswa jurusan akuntansi fakultas bisnis hukum dan ilmu sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar dapat mengurangi kecemasan yang dialami mahasiswa akuntansi ketika menggunakan software akuntansi. Apabila motivasi belajar mahasiswa itu besar, keinginan individu tersebut untuk mempelajari suatu hal yang baru terlebih dibidang teknologi pasti akan bersemangat dan berusaha mencari hal-hal yang menambah pengetahuan dalam penggunaan software akuntansi.

Selain itu, banyak faktor yang menyebabkan kecemasan seseorang ketika menghadapi software atau teknologi baru, seperti motivasi yang mereka miliki berorientasi pada rasa putus asa (helpness orientation). Akibatnya yang terjadi adalah individu tersebut berfokus terlebih dahulu pada kurangnya kemampuan, dan menujukkan afek negatif (meliputi kebosanan dan kecemasan). Namun apabila faktor tersebut dapat teratasi maka kecemasan individu dalam berkomputer akan berkurang.

  • H1 : Pengaruh Computer Self-efficacy Terhadap Computer Anxiety Mahasiswa Akuntansi Menggunakan Software Akuntansi
  • H2 : Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Computer Anxiety Mahasiswa Akuntansi Menggunakan Software Akuntansi
  • H3 : Pengaruh Pengetahuan Akuntansi Terhadap Computer Anxiety Mahasiswa Akuntansi Menggunakan Software Akuntansi

Pengetahuan akuntansi menujukkan kemampuan individu memahami landasan teori utamanya yang berhubungan dengan laporan keuangan yang menjadi kunci menghasilkan sebuah informasi kuantitatif mengenai kondisi suatu entitas ekonomi dan berguna untuk pengambilan keputusan [10]. Ketika pengetahuan akuntansi individu tinggi maka tingkat kecemasan atau computer anxiety mahasiswa akuntansi menggunakaan software akuntansi menurun, begitupun sebaliknya, pengetahuan akuntansi yang rendah akan meningkatkan computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam mennggunakan software akuntansi.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan pengetahuan akuntansi terdapat pengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam mennggunakan software akunatansi tidak ditolak, artinya pengetahuan akuntansi berpengaruh terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalm menggunakan software akuntansi pada mahasiiswa jurusan akuntansi fakultas bisnis hukum dan ilmu sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akuntansi dapat mengurangi computer anxety atau”kecemasan berkomputer mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi.”Karena jika mahasiswa tersebut memiliki pemahaman yang cukup mumpuni mengenai laporan keuangan, mahasiswa tersebut akan merasa nyaman saat mengerjakan tugasnya menggunakan komputer dan sebaliknya jika pengetahuan akuntansi tidak seberapa mumpuni mahasiswa akan kesulitan menggunakan software akuntansi.

Berlandaskan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan diatas tentang ” computer self-efficacy , motivasi belajar, dan pengetahuan akuntansi terhadap computer anxiety mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi ” di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Berlandaskan“kesimpulan dan hasil penelitian tersebut diatas, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut:”

  • Peneliti selanjutnya diharapkan mencoba untuk menindaklanjuti penelitian ini guna melihat konsistensi dari pengaruh computer self-efficacy, motivasi belajar, dan pengetahuan akuntansi terhadap mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software akuntansi dengan mengembangkan perspektif yang diteliti seperti menguji computer anxiety mahasiswa yang sudah mengambil matakuliah yang berhubungan dengan komputer selain Sistem Informasi Akuntansi.
  • Peneliti selanjutnya agar menambahkan faktor lain yang mempengaruhi computer anxiety mahasiswa dalam menggunakan software akuntansi. Hal ini disarankan karena peneliti melihat dari hasil koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,561 atau sama dengan 56,1%, sedangkan sisanya, yaitu sebesar 43,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam model ini.
  • Supaya dapat mengurangi ketakutan mahasiswa akuntansi dalam menggunakan software atau berkomputerakuntansi, Universitas diharapkan lebih meningkatkan”lagi perkembangan teknologi komputer khususnya software-software akuntansi kemudian diaplikasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dan mata kuliah terkait dengan penggunaan software akuntansi”harusnya lebih diperdalam lagi seiring dengan perkembangan jaman, supaya mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial khusunya mahasiswa Akuntansi bisa mengeksplor kemampuan diri sendiri sehingga dapat mengaplikasikannya ke dalam dunia kerja.
  • Bagi staf pengajar, dapat ditarik kesimpulan bahwa dosen ataupun staf pengajar lebih memberikan motivasi secara ekstrinsik, sehingga dapat diciptakan lingkungan pembelajaran yang mampu meningkatkan tanggung jawab terhadap diri sendiri pada mahasiswa dalam pelaksanaan proses belajar.

Pada penelitian ini memiliki keterbatasan,”yaitu adanya kemungkinan terjadi bias dalam penelitian ini. Hal ini bisa terjadi dikarenakan data yang didapat dari jawaban responden atas kuesioner yang telah disebar luaskan. Sehingga mungkin ada beberapa responden yang tidak mengisi secara jujur dan sungguh-sungguh karena menjaga image.

References

  1. E. LESTARI, “PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN, PERSEPSI KEBERMANFAATAN, COMPUTER SELF EFFICACY, FACILITATING CONDITIONS DAN PENGETAHUAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN SOFTWARE ZAHIR (Studi Pada Usaha Dagang Di Kabupaten Sukoharjo)..
  2. A. I. K. Sari, “PENGARUH COMPUTER SELF-EFFICACY DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP COMPUTER ANXIETY MAHASISWA AKUNTANSI DALAM MENGGUNAKAN SOFTWARE AKUNTANSI (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Sanata Dharma),” Asuhan Kebidanan Ibu Hamil, vol. 53, no. 9, p. 64, 2016, [Online].
  3. V. Yuliarti and O. P. Mulyana, “HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN MENGHADAPI PENSIUN DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PEGAWAI PT . POS INDONESIA ( PERSERO ) KANTOR PUSAT SURABAYA Vivit Yuliarti Olievia Prabandini Mulyana,” vol. 0.
  4. G. R. Suwandi and E. Malinti, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Terhadap Covid- 19 Pada Remaja Di SMA Advent Balikpapan,” vol. 2, no. September, pp. 677–685, 2020.
  5. A. A. P. Parasara, “PENGARUH COMPUTER ANXIETY PADA COMPUTER SELF EFFICACY,” vol. 2, pp. 289–298, 2014.
  6. A. K. Putra and M. A. Nugroho, “Pengaruh Computer Anxiety Computer Attitude Dan Computer Self Efficacy Terhadap Minat Menggunakan Software Akuntansi the Impacts of Computer Anxiety , Computer Attitude and Computer Self,” J. Profita, vol. 6, no. 3, pp. 1–19, 2016.
  7. R. CANDRA, “PENGARUH COMPUTER ANXIETY DAN COMPUTER ATTITUDE TERHADAP KEAHLIAN DALAM MENGGUNAKAN SOFTWARE ACCURATE (Studi pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako) SKRIPSI,” 2018.
  8. S. L. Huff, “Social Cognitive Theory and Individual Reactions to Computing Technology: A Longitudinal Study,” no. June 1999, 2014, doi: 10.2307/249749.
  9. T. Damianie, “Hubungan antara kecemasan tes dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa skripsi,” 2011.
  10. N. A. Ismail and M. King, “Factors influencing the alignment of accounting information systems in small and medium sized Malaysian manufacturing firms,” vol. 1, no. 1, pp. 1–20, 2007.