Login
Section Philosophy. Psychology. Religion

Self-Efficacy Training Produces Significant Career Decision Changes in High School Students

Pelatihan Efikasi Diri Menghasilkan Perubahan Signifikan dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Vol. 10 No. 2 (2025): December:

Adam Bagaskara (1), Effy Wardati Maryam (2)

(1) Program Studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Career planning during adolescence represents a critical developmental task requiring students to determine future educational and occupational pathways. Specific Background: High school students frequently experience uncertainty regarding post-graduation options due to limited knowledge of career pathways, parental expectations, and low confidence in evaluating personal abilities. Knowledge Gap: Although self-efficacy is widely recognized as a factor related to vocational decision processes, empirical evidence examining structured training programs designed to develop self-efficacy among Indonesian high school students remains limited. Aims: This study aimed to examine changes in career decision outcomes following self-efficacy training among grade XII students. Results: Using a quantitative quasi-experimental pre-post design, data were collected from 86 students at SMA Islam Sidoarjo using the adapted Career Decision Scale. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test demonstrated statistically significant differences between pre-test and post-test scores (p < .001), with median scores increasing from 43.00 to 45.00 and a large effect size (rank-biserial correlation = 0.489). The findings indicate increased confidence and improved readiness in determining future vocational plans after training implementation. Novelty: This study provides empirical evidence demonstrating measurable changes in vocational decision readiness through a structured self-efficacy training intervention within Indonesian secondary education settings. Implications: The findings support the integration of self-efficacy training into school-based career guidance programs to assist students in reducing uncertainty and strengthening preparedness for post-secondary academic or employment pathways.


Highlights:



  • Pre-Test and Post-Test Scores Demonstrated Statistically Verified Improvement in Vocational Readiness Levels.

  • Wilcoxon Analysis Confirmed Strong Magnitude of Change Following the Intervention.

  • Participants Demonstrated Greater Confidence and Reduced Hesitation in Selecting Future Pathways.


Keywords: Self-Efficacy Training, Career Decision Making, High School Students, Quasi-Experimental Study, Career Decision Scale

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

SMA merupakan sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk melanjutkan studi, namun lulusannya juga ada yang memilih untuk bekerja. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang harus menciptakan jalur bagi siswa untuk menemukan jati dirinya. Salah satu permasalahan yang dihadapi siswa SMA adalah sulitnya mengambil keputusan terkait karir [1]. Siswa SMA diklasifikasikan sebagai remaja yang berusia antara 15 sampai 18 tahun. Dalam tugas perkembangan remaja, mempersiapkan perencanaan masa depan dan mencapai kematangan profesional merupakan suatu kebutuhan bagi remaja [2]. Menurut Hurlock [3] masa remaja sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang di masa depan karena perilaku dan tindakan yang mereka lakukan saat itu memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang layak. Remaja sebagai bagian dari hidup manusia wajib memikul tanggung jawabnya mengenai pilihan dan definisi karir. Menurut Piaget bahwa siswa SMA berada pada tahap formal perkembangan kognitif dan fungsional. Berpikir sudah mengandung logika. Pada titik ini mulai memikirkan pengalaman yang melampaui pengalaman konkrit, memandangnya dengan lebih abstrak, idealis, dan logis [4].

Permasalahan lainnya adalah siswa kebingungan antara memilih karir bekerja dan memilih kuliah di perguruan tinggi Karena belum mengetahui seperti apa universitas dan kehidupan profesionalnya. Setelah lulus dari sekolah menengah, siswa bagusnya melanjutkan ke pendidikan tinggi sesuai dengan tujuan dan fungsi sekolah menengah yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2010, Pasal 76 Ayat 1. [5]. Menurut Lesmana, masa remaja sering kali diartikan sebagai pencarian individu terhadap identitas (identitas ego) dengan beberapa karakteristik yang sangat penting, salah satunya adalah memilih dan mempersiapkan karir masa depan yang sesuai dengan keterampilan dan minat siswa. Havighurst menyatakan bahwa tugas perkembangan remaja termasuk pengambilan keputusan dan perencanaan karir. [6]. Menurut Havighurt A [7] tugas pengembangan profesional adalah kemampuan untuk memilih dan mempersiapkan karir sendiri. Tujuan dari tugas ini adalah memilih pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan mempersiapkan diri dengan pengetahuan profesional. Menurut penelitian yang dilakukan [8] jurusan IPA dan IPS masih menghadapi masalah besar atau signifikan dalam membuat keputusan karir. Siswa SMA kelas 12 menghadapi masalah ini karena masih ada keraguan dalam pengambilan keputusan karir, yang penting adalah kepercayaan diri seseorang dalam mengambil keputusan.

Menurut penelitian [9] berjudul “Peningkatan Kematangan Pilihan Karir Melalui Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Pemecahan Masalah di SMA PGRI 1 Pati”, hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan pilihan karir masih kurang matang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kurang percaya diri terhadap kemampuannya dalam meniti karir di bidang yang diminatinya, (2) siswa kurang mampu meneliti dan memilih mata kuliah yang sesuai dengan bidang minat karirnya tersebut, (3) siswa kurang percaya diri dan kurang serius dalam melakukan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan kepentingan profesionalnya(4) siswa belum bisa mempertanggungjawabkan risiko yang terkait dengan keputusan profesional yang diambilnya, (5) Kepentingan siswa profesional umumnya kurang keras kepala. Jika keadaan ini terus berlanjut, dikhawatirkan siswa akan kesulitan dalam menentukan pilihan karir akhirnya, sehingga berujung pada kesulitan dalam memilih karir.Penelitian yang berjudul Efikasi Diri dan Pengambilan Keputusan Karir Siswa Kelas XII SMAN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam mengatakan bahwa sebagian dari siswa kelas XII masih memiliki keraguan terhadap rencana karier selanjutnya. Keraguan tersebut karena siswa masih belum tahu mengenai informasi karier yang akan di pilih. [10].

Berdasarkan hasil survey awal dengan menggunakan metode wawancara diperoleh data bahwa pada siswa kelas 12 di SMA Islam Sidoarjo mengalami keragu-raguan dalam memilih karir setelah lulus SMA, permasalahn yang muncul yaitu tuntutan dari orang tua harus kuliah di perguruan tinggi negeri. Jika tidak masuk di perguruan tinggi negeri mereka memutuskan untuk gap year yaitu bekerja setelah lulus dari SMA untuk beberapa saat lalu melanjutkan kuliah setelah beberapa saat bekerja terlebih dahulu. Namun ada juga yang tidak mendapat tuntutan orang tua tetapi memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu lalu melanjutkan kuliah. Siswa mengalami keraguan-raguan dalam memilih karir setelah lulus SMA. Mereka mengalami keterbatasan pengetahuan dalam jenis pekerjaan dan jalur karir yang mereka mau kemana setelah lulus mereka tidak paham yang mereka pahami hanya kalau tidak kuliah ya kerja hal ini sesuai dengan aspek tentang pemahaman mengenai karier.

Menurut Crites [11] efikasi diri keputusan karir terdiri dari beberapa komponen, seperti penilaian diri sendiri, pengumpulan data pekerjaan, pemilihan tujuan, perencanaan, dan penyelesaian masalah.Seseorang yang memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi akan memiliki kemampuan untuk maju dalam karirnya. Efikasi diri merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan karir [12]. Bagaimana individu mendapatkan keyakinan terhadap minat, bakat, keterampilan, pengetahuan dan kepribadiannya untuk mengambil pilihan karir yang sesuai dengan potensinya. [13]

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [14] terlihat adanya hubungan antara efikasi diri dalam pengambialan keputusan karier. efikasi diri yang tinggi mempengaruhi pengambilan keputusan karir yang tepat, begitupun sebaliknya. Pada penelitian yang dilakukan oleh [15] menunjukkan bahwa efikasi diri mempengaruhi dalam menentukan karir. Berdasarkan latar belakang permasalah diatas maka peneliti ingin mengetahui apakah self-efficacy berpengaruh pada pemilihan karir siswa SMA.

Metode

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan oleh penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan menguji pre-post. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling menggunakan kriteria sebagai berikut yaitu Siswa Kelas XII, merasa cemas akan setelah lulus SMA, mengalami hambatan eksternal terkait pemilihan karir seperti terbatasnya informasi ataupun ketidaktahuan yang dimilikinya, sering berubah-ubah dan tidak konsisten dalam menentukan setelah lulus apa yang akan dilakukan sehingga sulit untuk menentukan tujuan masa depan. Teknik untuk pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu metode pengambilan sampel yang didasarkan pada kriteria setiap responden yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel jika dianggap bahwa orang yang kebetulan bertemu dengan peneliti sesuai dengan kriteria atau cocok dengan data. [16]. Sampel yang diambil adalah 86 siswa kelas XII SMA di sekolah islam sidoarjo yang terdiri dari 35 laki laki dan 51 perempuan. Metode pengumpulan data ini menggunakan skala Career Decision Scale atau CDS yang telah dilakukan adopsi dari [17] yang menggunakan aspek tentang pemahaman mengenai karier. Penelitian ini menggunakan Career Decision Making Scale, yang diadaptasi dalam bahasa Indonesia. 18 item memiliki validitas alpha Cronbach sebesar 0.917, dan 3 item dianggap tidak valid karena koefisiennya di bawah 0.35.

Prosedur yang digunakan yaitu memberikan skala CDS sebelum dilakukan pelatihan tentang efikasi diri kemudian memberikan pelatihan dan menekankan pentingnya untuk meningkatkan efikasi diri terhadap keputusan karir yang akan dibuat sehingga setelah mendapatkan gambaran tentang karir yang ditingkatkan melalui efikasi diri. analisa data pre-test dan post-test menggunakan JASP yaitu dengan teknik analisis T test untuk mengukur pengaruh pelatihan terhadap keputusan karir siswa kelas 12 SMA untuk melihat apakah mengalami kenaikan atau penurunan setelah dilakukan pelatihan.

Hasil dan Pembahasan

UJI ASUMSI

Untuk menguji hipotesis penelitian ini, dua variabel diteliti: variabel bebas yang merupakan strategi pembelajaran yang dikontrol secara mandiri dan variabel terikat yang merupakan hasil belajar tentang pemahaman konsep. Kedua variabel ini diuji melalui uji T sampel dua berpasangan. digunakan untuk analisis. Sebelum melakukan analisis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis uji T sampel berpasangan terhadap data penelitian menggunakan uji normalitas

UJI NORMALITAS

Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah data berdistribusi normal sebagai salah satu uji yang diperlukan untuk analisis uji T sampel berpasangan. Hasil uji normalitas data uji setelah memahami konsep adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan uji asumsi menyatakan bahwa uji normalitas pada Shapiro wilk tidak signifikan yaitu dengan nilai P 0,01 < 0,05 sehingga perlu pengujian menggunakan Wilcoxon signed-rank test. Pengujian Hipotesisi Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ho:Pelatihan Self Efikasi belum efektif dalam meningkatkan siswa dalam menentukan karir Ha:Pelatihan Self Efikasi efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan karir Untuk menguji hipotesis di atas, table berikut menunjukkan hasil analisis uji dua sampel t, yang terdiri dari dua sampel statistik, dua sampel korelasi, dan dua sampel uji (sig-2 tailed):

Tabel 2 Paired Samples Statistics Paired Samples T-Test

Tabel 3. Deskripsi Perbandingan Pre-Test Dan Post-Test

Pada tabel Boxplot menunjukkan bahwa hasil deskriptif menunjukkan bahwa median dari pre-test (43.00) ke post-test (45.00) mengalami kenaikan, sehingga Boxplot Nampak bahwa terjadi kenaikan antara pre-test dengan Post-test yang berarti bahwa siswa mulai mempunyai kepercayaan diri dalam menentukan karirnya setelah diadakan pelatihan.

Berdasarkan hasil analisa menunjukan adanya peningkatan hasil dari pemilihan karir, dibandingkan sebelum pelatihan perencanaan karier dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian stir [18], seseorang dengan efikasi diri yang tinggi dapat membuat dirinya lebih termotivasi dalam mengambil keputusan karirnya. Sejalan dengan hipotesis bahwa efikasi diri yang ditingkatkan melalui pelatihan dapat mempengaruhi keputusan karir seseorang, selain itu pada penelitian [19] terdapat perubahan yang signifikan antara pemilihan karier sebelum diberi pelatihan dan sesudah dikasih pelatihan.

Self-efficacy dalam teori Bandura mil [20] menekankan bahwa self-efficacy mempengaruhi individu dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu. Peneliti menggunakan pelatihan perencanaan karier untuk meningkatkan self-efficacy siswa dalam memilih karier. Karena dengan adanya pelatihan perencanaan karier,siswa dapat meminimalisir kemungkinan dibuatnya kesalahan dalam memilih alternatif-alternatif karier yang akan dipilih. [21] . Dengan adanya pelatihan perencanaan karier memberikan wawasan baru bagi siswa agar dapat mengetahui tentang perencanaan karir setelah lulus dari SMA.

Siswa perlu mengembangkan kepercayaan dirinya supaya bisa menemukan potensi pada dirinya. Karena siswa sering kurang menghargai dirinya sendiri dan sering melihat kelemahannya [22]. Self-efficacy merupakan faktor penting Bagaimana individu mendapatkan keyakinan terhadap minat, bakat, keterampilan, pengetahuan dan kepribadiannya untuk mengambil pilihan karir yang sesuai dengan potensinya [13].

Siswa yang percaya diri akan percaya diri bahwa mereka akan berusaha untuk berhasil sesuai kemampuan mereka. Mereka juga dapat belajar menyelesaikan tugas yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. [23]. Siswa yang percaya diri memiliki nilai optimis dan tidak bergantung pada orang lain [24]. sebaliknya siswa yang tidak percaya diri selalu bergantung pada orang lain dan tidak optimis dalam menilai kemampuannya [25].

Self-efficacy sangat penting terhadap karir terutama di SMA karena sangat menentukan jurusan apa yang dipilih saat kuliah dan pekerjaan apa yang dijalani ketika memilih langsung bekerja [26]. Hambatan dalam pengambilan keputusan karir karena kurangnya pengetahuan tentang karir yang tepat dengan bakat, minat dan gender juga mempengaruhi keputusan karir siswa [27].Sulitnya pengambilan keputusan karir tergantung pada bagaimana cara menilai kemampuannya dalam menghadapi tantangan tersebut [28]

Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh [29]. Bahwa ada hubungan antara efikasi diri dan keputusan karir di kelas hubungan yang positif ini mempunyai arti bahwa efikasi diri yang lebih akan memudahkan siswa dalam menenuntukan karir. Sebaliknya jika efikasi diri kurang maka kemampuannya dalam mengambil keputusan karir juga menurun. Pada penelitian ini menemukan bahwa efikasi diri dapat membantu siswa untuk membuat keputusan pengambilan karir dengan lebih baik yang ditunjukkan dengan mempertimbangkan tujuan yang diinginkan mereka, siswa dapat memilih karir dan menetapkan tujuan yang akan mereka capai. Siswa kelas 12 SMA Islam Sidoarjo menunjukkan perubahan antara efikasi diri mereka dan pengambilan keputusan karir mereka. Dengan kata lain, siswa yang memiliki efikasi diri tinggi menunjukkan lebih banyak keputusan karir yang dibuat, sedangkan siswa yang kurang efikasi menunjukkan lebih sedikit keputusan karir yang dibuat. Setelah menjalani langkah-langkah penelitian dan menganalisis data dengan tepat, peneliti berhasil mencapai tujuannya, yaitu untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan perencanaan karier. Hasil analisis ini dapat mengonfirmasi hipotesis penelitian, yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara perencanaan karier dan pengambilan keputusan pada siswa SMA Islam Sidoarjo.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisa data terdapat terdapat pengaruh Pelatihan Self-efficacy terhadap pengambilan keputusan karier siswa SMA Islam Sidoarjo bahwa Pelatihan Self Efficacy efektif dalam meningkatkan kemampuan Keputusan karir yang dimiliki oleh siswa sehingga mereka dapat menentukan karir seperti apa yang mereka pilih nantinya setelah lulus dari SMA.

Ucapan Terima Kasih

Terimakasih untuk Sekolah SMA Islam Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan pelatihan disekolahnya dan terimakasih atas antusias kelas XII SMA Islam Sidoarjo yang telah membantu dalam penelitian ini.

References

A’yuni, Q. (2023). Hubungan Tipe Kepribadian Vokasional Dengan Kemantapan Rencana Pilihan Karier Peserta Didik Di Sman 2 Bandar Lampung. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Universitas Lampung.R. Hayes, G. Pisano, D. Upton, and S. Wheelwright, Operations, Strategy, and Technology: Pursuing the competitive edge. Hoboken, NJ: Wiley, 2005.

Alif Muarifah, & Nurliyana, T. (2022). Student Career Decision Making: Self-Efficacy and Future Orientation. IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology, 4(2), 1–17. https://doi.org/10.18326/ijip.v4i2.22.

Andayani, M., & Amir, Z. (2019). Membangun Self-Confidence Siswa melalui Pembelajaran Matematika. Desimal: Jurnal Matematika, 2(2), 147–153. https://doi.org/10.24042/djm.v2i2.4279.

Anisah, L., & Handayani, E. S. (2020). Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modelling Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Smp Negeri 1 Pelaihari. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia, 6(3), 1–6.

Bella, K., Retnaningdyastuti, T. S., & Ajie, G, R. (2022). Hubungan Self-Efficacy Dengan Pengambilan Keputusan Karier Siswa Kelas XI SMA Institut Indonesia. G-Couns Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(2), 229–239.

Daengs, A., Istanti, E., & Kristiawati, I. (2022). Peran Timelimenes Dalam Meningkatkan Customer Satisfaction, Customer Loyalty Pt. Jne. Jurnal Baruna Horizon, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.52310/jbhorizon.v5i1.71.

Farida, F., Sobari, T., & Irmayanti, R. (2020). Layanan Bimbingan Karier Terhadap Perencanaan Karier Peserta Didik Di Sma. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam Pendidikan), 3(5), 164. https://doi.org/10.22460/fokus.v3i5.5777.

Habsy, B. A., & Suryoningsih, M. (2022). Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Karir Siswa SMK, Efektifkah? Jurnal Bikotetik (Bimbingan Dan Konseling: Teori Dan Praktik), 6(2), 46–51. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v6n2.p46-51.

Haerunisa, H., Prasetyaningsih, P., & Leksono, S. M. (2021). Analisis Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Tema Air dan Pelestarian Lingkungan. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1), 299–308. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i1.1199.

Haryanti, K., Reinaldi, E. T., Hapsari, W., Fera, P. L., & Wijiasih, S. P. P. (2020). Efektivitas Pelatihan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kepercayaan Diri dan Harga Diri Pada Remaja Panti Asuhan. Vitasphere, 1(1), 49. https://doi.org/10.24167/vit.v1i1.2969.

Kintan, A. A. . S. D., Retnoningtyas, D. W., & Widarnandana, I. G. D. (2022). Pengaruh Layanan Informasi Mengenai Karir Terhadap Penurunan Keragu- raguan Pembuatan Putusan Karir Siswa SMA ( 2021 ). Jurnal Psikologi MANDALA, 5(2), 35–58.

Komariyah, S., & Lathifah Nuryanto, I. (2020). Efektifitas Layanan Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Client Centered Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Kelas Viii Smp N 16 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(1), 78–90. https://doi.org/10.31316/g.couns.v4i1.456.

Kristiani Taihutu, C., Ernawati, R., Wigunawati, E., & Kristen Indonesia, U. (2020). Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Pilihan Karier Peserta Didik SMP Negeri 1 Ambon.

Liana, H., Hairina, Y., & Komalasari, S. (2022). Pelatihan Islamic Goal Setting untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa dalam Pengambilan Keputusan Karier. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 5(1), 11–22. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i1.11949.

Millenia, A. N. L. (2023). Efektivitas Pelatihan Career Self-Efficay Untuk Menurunkan Kecemasan Karier Masa Depan Mahasiwa Angkatan 2017 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. In UIN Maulana Malik Ibrahim. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Murisal, Dewita, E., Maiseptian, F., & Oktafia, S. D. K. (2022). Efikasi Diri dan Pengambilan Keputusan Karir Siswa Kelas XII SMAN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(4), 1112–1119.

Nuraqmarina, F., & Risnawati, E. (2018). Keputusan Pemilihan Karir: Studi Komparatif pada Siswa Remaja Jurusan IPA dan IPS. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2), 231–240. https://doi.org/10.15575/psy.v5i2.3068 .

Nuri Istiqlailia, & Sa’idah, I. (2021). Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Pengambilan Keputusan Karier Pada Siswa Kelas XII Putri MA Miftahul Qulub Galis Pamekasan. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pendidikan Islam, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.19105/ec.v2i2.4937.

Nurmalasari, Y., & Erdiantoro, R. (2020). Perencanaan Dan Keputusan Karier: Konsep Krusial Dalam Layanan BK Karier. Quanta, 4(1), 44–51. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497.

Priyani, R. C., & Nurwina. (2020). Perbedaan efikasi diri pengambilan keputusan karir ditinjau dari tingkat pendidikan orangtua. Jurnal Riset Psikologi, 1, 1–10.

Rahayu, R. B., & Sawitri, D. R. (2022). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Efikasi Diri Keputusan Karir Pada Mahasiswa Tahun Ketiga Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jurnal EMPATI, 11(1), 50–55. https://doi.org/10.14710/empati.2022.33360.

Rissita Sari, N., & Munawaroh, E. (2021). Hubungan Efikasi Diri Kreatif Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Karir Siswa Kelas XII SMK Negeri se-Semarang Selatan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 110–124.

Safitri, E., Kiswantoro, A., & Zamroni, E. (2020). Meningkatkan Kematangan Pemilihan Karir Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Problem Solving. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3(1). https://doi.org/10.24176/jpp.v3i1.5151

Santosa, E. I., & Himam, F. (2014). Pengaruh Berbagi Pengetahuan Perencanaan Karir Terhadap Efikasi Diri Dalam Membuat Keputusan Karir. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 6(1), 1–24. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss1.art1

Septiani, S., Fatimah, S., Fatimah, S., Supriatna, E., & Supriatna, E. (2021). Gambaran Kematangan Karier Siswa SMA 1 Negeri Cibeber. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam Pendidikan), 4(6), 465. https://doi.org/10.22460/fokus.v4i6.8040

Setiobudi, J., Konseling, D., & Yogyakarta, U. N. (2017). Pengaruh Efikasi DiriTerhadap Pengambilan Keputusan Karir Pada Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kalasan. E-Journal Bimbingan Dan Konseling, 3(1), 98–111.

Setiyani, P., Ismanto, H. S., & Ajie, G. R. (2023). Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Pengambilan Keputusan Karier Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Juwana. JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 3(2), 83–95.

Storme, M., & Celik, P. (2018). Career Exploration and Career Decision-Making Difficulties. Journal of Career Assessment, 26(3), 445–456. https://doi.org/10.1177/1069072717714540

Yuliati, N., & Tjahjoanggoro, A. J. (2023). Pengaruh Career Intervention Program Dalam Pengambilan Keputusan Karir Siswa Kelas XII Di Surabaya. 1–7.