<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Dynamic Variability of Geostrophic Currents in the Western Sumatra Waters: Insights from Altimetry Satellite Data</article-title>
        <subtitle>Variabilitas Dinamis Arus Geostrofik di Perairan Barat Sumatera: Wawasan dari Data Satelit Altimetri</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8cd15f21a082d1f2aa2f3190e4f0e374" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Regina Simbolon</surname>
            <given-names>Nelva Pebryanty</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-d5ddb997d63fc49195a97fb0d4e37d1f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Lizalidiawati</surname>
            <given-names>Lizalidiawati</given-names>
          </name>
          <email>lizalidiawati@unib.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-9caaa85469f6508aa2b61f7a54ed7aae" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Kurniawan</surname>
            <given-names>Chandra</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Bengkulu</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Bengkulu</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution content-type="orgname">Universitas Bengkulu</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-10">
          <day>10</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-2490b3c5a6bed840d12d05e3fafd2ccc">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-9">Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dengan luas perairan sebesar 5,9 juta km² yang terdiri dari 3,2 juta km² perairan teritorial dan 2,7 juta km² perairan ekonomi. Wilayah Indonesia diapit oleh dua Samudra besar yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia [1].</p>
      <p id="_paragraph-10">Salah satu wilayah Indonesia yang berada di bagian barat yaitu Perairan Barat Sumatra. Perairan Barat Sumatra merupakan perairan yg terhubung secara langsung dengan Samudra Hindia. Perairan ini masuk pada wilayah kawasan perairan timur Samudra Hindia. Samudra Hindia diketahui mempunyai fenomena antar - tahunan yg dikenal dengan <italic id="_italic-26">Indian Ocean Dipole Mode</italic>. Fenomena <italic id="_italic-27">Dipole Mode </italic>memberikan pengaruh yang cukup besar untuk lingkungan laut dan atmosfer, baik sebagai pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif [2].</p>
      <p id="_paragraph-11">Perairan Barat Sumatra dipengaruhi oleh perbedaan massa air antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Adanya perbedaan massa air antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, mengakibatkan adanya sirkulasi massa air dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia yang dikenal dengan <italic id="_italic-28">Indonesian</italic><italic id="_italic-29">Through</italic><italic id="_italic-30">Flow </italic>(ITF). ITF memberikan pengaruh yang cukup besar pada suhu permukaan laut, <italic id="_italic-31">freshwater budgets </italic>serta sistem iklim [3]. Arus (sirkulasi massa air) memiliki peran penting dalam memodifikasi cuaca dan iklim global. Jenis arus laut yang berdampak pada iklim global salah satunya adalah arus Geostropik [4].</p>
      <p id="_paragraph-12">[5] menyatakan bahwa arus Geostropik merupakan arus yang sering terjadi pada permukaan laut oleh karena adanya pengaruh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis. [6] melakukan penelitian tentang arus Geostropik permukaan musiman berdasarkan data satelit altimetri tahun 2012-2013 di Samudra Hindia bagian Timur (Pantai Selatan Jawa). Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan kecepatan dan pergerakan arus Geostropik di setiap musimnya. Kecepatan arus Geostropik permukaan paling tinggi terjadi pada musim barat dengan kecepatan 0.013 – 1.078 m/s dengan pergerakan arus menuju ke timur. Kecepatan arus Geostropik paling rendah terjadi pada peralihan musim barat ke timur (musim peralihan I) dengan kecepatan arus 0.010 – 0.929 m/s dan arah yang tidak menentu.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini dilakukan dengan pengolahan data sekunder berupa data arus Geostropik rata-rata bulanan komponen u (kecepatan arus Geostropik dalam arah x) dan komponen v (kecepatan arus Geostropik dalam arah y) selama 3 tahun (2018-2020) di Perairan Barat Sumatra yang diperoleh dari situs <italic id="_italic-32">Marine Corpernicus</italic>. Data pada penelitian ini diolah menggunakan Laptop yang dilengkapi dengan <italic id="_italic-33">Software</italic>GrADS, <italic id="_italic-34">Software</italic>Panoply, dan <italic id="_italic-35">Microsoft</italic>Excel.</p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif berdasarkan pola sebaran arus Geostropik bulanan yang dihasilkan dari <italic id="_italic-36">display software </italic>GrADS dimana data yang diperoleh akan dilakukan pemotongan pada daerah kajian berdasarkan latitude (garis lintang) dan longitude (garis bujur) yang telah ditentukan, kemudian setelah data dipotong sesuai dengan daerah kajian, data tersebut diolah kembali menggunakan <italic id="_italic-37">Software </italic>Panoply untuk memperoleh nilai arus Geostropik sesuai dengan titik penelitian (perairan Barat Sumatra) serta pembuatan grafik <italic id="_italic-38">time series </italic>arus Geostropik selama 3 tahun yang diolah menggunakan <italic id="_italic-39">Microsoft </italic>Excel. Analisis kuantitatif berdasarkan nilai, kecepatan, dan arah arus Geostropik bulanan selama 3 tahun (2018 – 2020).</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-b528d41d86c2e2718592def5dfe043b0">
        <bold id="bold-1">1. </bold>
        <bold id="bold-2">Arus Geostropik Musim Barat</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-15">Pada Musim Barat ( Desember, Januari, Februari) hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pergerakan kecepatan arus Geostropik di Perairan Barat Sumatra berkisar antara 0 m/s – 3 m/s. Kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Januari 2018, dengan nilai rata –rata 0.45 m/s dan arah arus dominan menuju ke timur. Kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Februari 2019 dengan nilai rata – rata 0.15 m/s dan arah arus yang tidak menentu.</p>
      <fig id="figure-panel-e14382137d3c28bb5bdf0f90c9dbd589">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-15">Sebaran arus</bold>
            <bold id="_bold-16">Geostropik</bold>
            <bold id="_bold-17">(a)</bold>
            <bold id="_bold-18">Januari 2018,</bold>
            <bold id="_bold-19">(b)</bold>
            <bold id="_bold-20">Februari 2019</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-d233946946e8fb03c5b947f4cb4d809c" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-2d2a94481be82803181c2cf372356702" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7217 g1.jpg" />
      </fig>
      <p id="paragraph-745a37418fc4d9615941a81c46fe7b06">
        <bold id="bold-6626572e5f71c3082dd1a13967fc99e6">2. Arus Geostropik Musim Peralihan I</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Pada Musim Peralihan I ( Maret, April, Mei) hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pergerakan kecepatan arus Geostropik di Perairan Barat Sumatra berkisar antara 0 m/s – 2 m/s. Kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Mei 2020, dengan nilai rata-rata 0.65 m/s dan arah arus menyebar dari barat menuju tenggara dan membentur bibir pantai bagian selatan. Kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Mei 2018 dengan nilai rata-rata 0.2 m/s dan arah arus yang tidak menentu.</p>
      <fig id="figure-panel-ddd9f393ccd8df83555b18d7a6bf6b52">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-23">Sebaran arus</bold>
            <bold id="_bold-24">Geostropik</bold>
            <bold id="_bold-25">(a)</bold>
            <bold id="_bold-26">Mei</bold>
            <bold id="_bold-27">2018,</bold>
            <bold id="_bold-28">(b)</bold>
            <bold id="_bold-29">Mei</bold>
            <bold id="_bold-30">2019</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-372695efd942c536e805c8c07ecc4b68" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4e7dc45a86b26f5c96782e00a95b0e29" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7217 g 2.jpg" />
      </fig>
      <p id="paragraph-e9c1c00c3e7c04f6a9f0cf0cae0e551b">
        <bold id="bold-3aeae2e91dad78f8c8f923bfe80dabd2">3. Arus Geostropik Musim Timur</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-19">Pada Musim Timur ( Juni, Juli, Agustus) hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pergerakan kecepatan arus Geostropik di Perairan Barat Sumatra berkisar antara 0 m/s – 1,6 m/s. Kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Agustus 2019, dengan nilai rata-rata 0.5 m/s dan arah arus dominan dari tenggara menuju barat. Kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Juni 2020 dengan nilai rata-rata 0.1 m/s dan arah arus dari ekuator dan tidak menentu</p>
      <fig id="figure-panel-76b34a7b2d04f7d4318e651bea92d29f">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-32">Sebaran arus</bold>
            <bold id="_bold-33">Geostropik</bold>
            <bold id="_bold-34">(a)</bold>
            <bold id="_bold-35">Agustus</bold>
            <bold id="_bold-36">2019, (b)</bold>
            <bold id="_bold-37">Juni 2020</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-a618ead582abfbb1548e5556316e8322" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-3ccc829893bf2ed029cbec267d162e04" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7217 g 3.jpg" />
      </fig>
      <p id="paragraph-464deda8b4f3e59cb02ac98127492f58">
        <bold id="bold-a5065d9db2bc2e77fbceb5485ed41032">4. Arus Geostropik Musim Peralihan II</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Pada Musim Peralihan II ( September, Oktober, November) hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pergerakan kecepatan arus Geostropik di Perairan Barat Sumatra berkisar antara 0 m/s – 1,9 m/s. Kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan September 2019, dengan nilai rata-rata 0.5 m/s dan arah arus dominan dari tenggara menuju barat. Kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan November 2018 dengan nilai rata-rata 0.2 m/s dan arah arus dari ekuator dan tidak menentu</p>
      <fig id="figure-panel-a2848306dc74bab7780be55ad8448788">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Sebaran arus Geostropik(a)September2019,(b)November2018</title>
          <p id="paragraph-26b27a9a9c14559546c9091c7f8f5f2b" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-582306db26f2cbd8a8492e5e80ee2b80" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7217 g 4.jpg" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-6fed44aa3f023faa67ed1515709757a8">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Gambar 5 (Atas). Grafik <italic id="_italic-40">Time Series </italic>kecepatan arus Geostropik Maximum dan Minimum pada komponen U danKomponenV, Gambar 6 (Bawah). Grafik<italic id="_italic-41">Time</italic><italic id="_italic-42">Series</italic>kecepatan arusGeostropiksesuai titikpenelitian</title>
          <p id="paragraph-1f1e97423294164b4cd6a922c007a12d" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e0224359eb46ed04b12449892fb13824" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7217 g 5,6.jpg" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-8">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan data dari situs <italic id="_italic-43">Marine Copernicus </italic>dalam rentang waktu 3 tahun yakni dari bulan Januari 2018 hingga Desember 2020, maka dapat disimpulkan bahwa arus Geostropik di Perairan Barat Sumatra mengalami perbedaan kecepatan, nilai, dan arah arus di setiap bulannya. Kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada Mei 2020 yakni 1,2 m/s dengan nilai rata-rata 0,65 m/s, dan arah arus menyebar dari barat menuju tenggara dan membentur bibir pantai bagian selatan. Kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada Juni 2020 yakni 0,1 m/s dengan nilai rata-rata 0,1 m/s, dan arah arus yang tidak menentu. Pada Musim Barat kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Januari 2018 sedangkan kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Februari 2019.. Pada musim Peralihan I kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Mei 2020, sedangkan kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Mei 2018. Pada Musim Timur kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan Agustus 2019 sedangkan kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan Juni 2020. Pada Musim Peralihan II kecepatan arus Geostropik maksimum terjadi pada bulan September 2019, sedangkan kecepatan arus Geostropik minimum terjadi pada bulan November 2018.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>