<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Peer Education Improves Coping and Self Efficacy in Facing Bullying in Adolescents</article-title>
        <subtitle>Edukasi oleh Teman Sebaya Meningkatkan Koping dan Self Efficacy Menghadapi Bullying pada Remaja</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-524d373f970dd26bf860ef5b14a1d479" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sari</surname>
            <given-names>Ignasia Yunita</given-names>
          </name>
          <email>ignasia@stikesbethesda.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0726b2dd27a9072521643974241e7af7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Prawesti</surname>
            <given-names>Indah</given-names>
          </name>
          <email>ignasia@stikesbethesda.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-64a2744b3d9884298066c68f3bcd9f05" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Permatasari</surname>
            <given-names>Pipit Fibrianti</given-names>
          </name>
          <email>ignasia@stikesbethesda.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-09">
          <day>09</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-a042e4b62ff9ccf4eec90d195a445015">
      <title>
        <bold id="bold-b2a278633854a9d0d2aa043425843e36">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-fa19a4652584599009beb9e35115db40"><italic id="_italic-53">Bullying </italic>adalah perilaku agresif dengan cara menyakiti orang lain, pelaku merupakan individu atau kelompok dengan korban individu yang rentan untuk disakiti berulang kali. <italic id="_italic-54">Bullying</italic> sering terjadi di sekolah. Tindakan <italic id="_italic-55">Bullying</italic> dilakukan secara langsung (antara lain mengancam atau mengintimidasi, memukul, mencuri, membuat komentar seksual, mengejek dengan nama panggilan tertentu, atau merusak benda) atau secara tidak langsung, seperti mengucilkan seseorang, membuat dan memberitakan rumor atau mempengaruhi orang lain untuk menolak [1]. <italic id="_italic-56">Bullying</italic> dapat memberi rasa sakit pada orang lain baik secara mental maupun secara fisik.</p>
      <p id="paragraph-5364f1046418a8489c1f9a57886a1158">Prevalensi <italic id="_italic-57">bullying </italic>di area sekolah pada belahan benua meliputi Asia, Amerika, dan Eropa diperkirakan terjadi sekitar 8-50% [2]. Data yang dirilis oleh <italic id="_italic-58">United Nations Children’s Fund</italic> (UNICEF) tahun 2018 sebanyak 50% anak di dunia mengalami perilaku <italic id="_italic-59">bullying</italic>. Remaja usia 13-15 tahun, lebih dominan mengalami perundungan oleh teman sebaya dengan persentase sebanyak ±150 juta [3]. Sedangkan di Indonesia anak yang mengalami perilaku <italic id="_italic-60">bullying </italic>dari hasil pemantauan KPAI, mulai tahun 2011 sampai 2014 terjadi peningkatan yang signifikan. Tahun 2011 terdapat 2,178 kasus kekerasan, tahun 2012 meningkat menjadi 3.512 kasus; sedangkan tahun 2013 ada 4.311 kasus dan tahun 2014 terdapat 5.066 kasus [4].</p>
      <p id="paragraph-50fd5a3eb2aeca5e1784f55a398bf8c7">Kasus <italic id="_italic-61">bullying</italic> pada remaja yang masih tinggi, kasus <italic id="_italic-62">bullying</italic> pengaruhi oleh beberapa yaitu faktor jenis kelamin; kepribadian anak; kepercayaan diri, lingkungan sekolah, dan persaingan antar teman sebaya [5]. Faktor yang tidak dikendalikan mengakibatkan perilaku <italic id="_italic-63">bullying</italic> yang berulang sehingga memberikan dampak negatif yaitu, kecemasan, menurunnya konsentrasi belajar, depresi sampai mengarah upaya bunuh diri, dan keinginan untuk membalas dengan <italic id="_italic-64">bullying</italic> [6]. Dampak buruk yang dapat menimpa remaja akibat <italic id="_italic-65">bullying</italic> mengakibatkan korban mengalami kondisi kesakitan fisik serta psikologi, kepercayaan diri menurun, malu, trauma, tak mampu menyerang balik merasa sendiri, serba salah dan takut pergi ke sekolah, merasa tidak ada yang menolong, mengasingkan diri, menderita kecemasan sosial, dan berkeinginan untuk bunuh diri [7]. Hal tersebut terjadi jika koping remaja kurang efektif dalam menghadapi <italic id="_italic-66">bullying</italic>. Koping merupakan upaya seseorang untuk mengelola <italic id="_italic-67">stres</italic><italic id="_italic-68">, </italic>disebut mekanisme koping yang bersifat destruktif dan konstruktif [8]. Upaya untuk mengelola stress pada remaja menghadapi <italic id="_italic-69">bullying </italic>diperlukan agar remaja tidak mengalami gangguan emosional. Perilaku <italic id="_italic-70">bullying</italic> dapat menimbulkan dampak negatif yang dicegah dengan kontrol diri. Upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah perilaku <italic id="_italic-71">bullying</italic> dengan meningkatkan <italic id="_italic-72">self efficacy</italic>. Peningkatan <italic id="_italic-73">self efficacy</italic> memberikan keyakinan kepada individu dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang diinginkan [9]. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya <italic id="_italic-74">bullying</italic> berasal dari individu, keluarga, kelompok sepermainan, dan lingkungan komunitas dari pelaku [10].</p>
      <p id="paragraph-2cc4a4634542dc40d3acee9df889fefb">Dukungan teman sebaya (<italic id="_italic-76">peer) </italic>yang rendah akan mempengaruhi kecenderungan remaja melakukan perilaku <italic id="_italic-77">bullying</italic> relatif tinggi berkisar 75% [11]. Teman sebaya yang kurang mendapat dukungan positif merasa tidak dibutuhkan dan dihargai dalam lingkungan pertemanan. Lingkungan teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku, diharapkan teman sebaya dapat saling memberikan dukungan dalam interaksi sosial mencegah perilaku perundungan. Interaksi dengan teman sebaya dapat memberikan edukasi dalam pencegahan perilaku <italic id="_italic-78">bullying</italic> [12].</p>
      <p id="paragraph-34515eac55e3db92c6bd67723eb17a9b">Hasil studi pendahuluan, dari 32 murid, terdapat 96,8% murid pernah mengalami <italic id="_italic-79">bullying</italic> dan 3,2% tidak pernah mengalami <italic id="_italic-80">bullying</italic>. Murid memiliki keyakinan apabila mengikuti kegiatan yang melibatkan peran serta aktif guna mempererat pertemanan dapat mencegah perilaku <italic id="_italic-81">bullying</italic>. Peran serta aktif murid dalam menolak <italic id="_italic-82">bullying</italic> dengan mengikuti kegiatan yang telah diprogramkan yaitu agen anti perundungan. Sekolah memfasilitasi melalui bimbingan konseling dari guru BK memberikan pendampingan kepada pelaku <italic id="_italic-83">bullying</italic> untuk meningkatkan keyakinan diri tidak menlakukan perilaku <italic id="_italic-84">bullying</italic> kembali.</p>
      <p id="paragraph-63c5b7060a4d0defac7c96483121dfe9">Penelitian ini menggunakan desian penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian <italic id="_italic-85">quasi exsperimental </italic>melalui pendekatan <italic id="_italic-86">one group pre post test without control group</italic>. Penelitian dilaksanakan SMP Negeri 2 Trucuk Klaten pada bulan April 2022. Populasi adalah murid di SMP Negeri 2 Trucuk, Klaten, terdapat 24 kelas masing-masing tingkatan ada 8 kelas dengan jumlah 766 murid. Teknik pengambilan sampel menggunakan <italic id="_italic-87">simple random sampling</italic> yang dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama berdasarkan tingkatan kelas di dapatkan kelas VIII dan tahap kedua berdasarkan penentuan kelas tingkat VIII didapatkan kelas VIII E sebanyak 31 responden. Alat ukur penelitian Kuesioner koping menggunakan <italic id="_italic-88">Brief Coping Orientation to Problems Experienced </italic>(Brief COPE) dan kuisioner self efficacy menggunakan <italic id="_italic-89">General Self Efficacy Scale</italic> (GSES) yang dimodifikasi oleh peneliti. Uji statistik menggunakan Uji <italic id="_italic-90">Wilcoxon</italic> dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Penelitian ini telah mendapatkan surat laik etik dari KEPK STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta dengan nomor 038/KEPK.02.01/IV/2022 sehingga penelitian dinyatakan sesuai dengan 7 standar etik WHO.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f1a308b0503080c72139c9b63ba720dc">
      <title>
        <bold id="bold-6644f5f0a5639718e7e35fb87604b55e">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-fd0badacd5182e2ebe737079f225c289">
        <title>
          <bold id="_bold-46">Hasil</bold>
          <bold id="_bold-47">Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-14">
          <bold id="bold-2554fd953bd2f844383a7fe7b51c0552">Karakteristik Responden</bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="bold-c54de7a3877046f882d46dc130e1e771" />
              <bold id="bold-7e2ae3c0918b5dabc65a57093bd12931">Distribusi </bold>
              <bold id="bold-8b43d46150f6683afa44cfe13ce48914">Karakteristik</bold>
              <bold id="bold-6370e1e31eb3575c9f77b5f7e8756d91">Responden</bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-16" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-bce7607582c74478bc8c7928dbd9cb8d">
                <td id="table-cell-c241048c9a4da3b291e66f508689d54e">Karakteristik Responden</td>
                <td id="table-cell-7acf1e8a7920339f6d3d4d39ebaa8f0f">n</td>
                <td id="table-cell-d3deed4de22f50496733879d9bb9d2e8">%</td>
                <td id="table-cell-d9db1f1b25e2bee75bd1cc0c1b0c055a">N</td>
                <td id="table-cell-a1f85646f1aaa0d92aaf4dab82446be7">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f18ace63ef75430b1a85fc963c5bf620">
                <td id="table-cell-270b3f2847e75e70b978accb29e6aec0">Usia kronologis13 tahun14 tahun</td>
                <td id="table-cell-71be3b41a2d5f45aea6c0d523e84dd77">1120</td>
                <td id="table-cell-301d3854a8fa71d2b3c9250c72b7d576">35,564,5</td>
                <td id="table-cell-53b6ba90ea0cd019047a63d233d18922">31</td>
                <td id="table-cell-8e1097c9a5fb672003115e0a787854b4">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b3cbb5d46a4c80d58750e5eccc267ec0">
                <td id="table-cell-e9b9afe9074e75dddfc9227a21f3896d">Jenis kelamin Laki-lakiPerempuan</td>
                <td id="table-cell-e28932cd2c304262fe6b06e603f17441">1516</td>
                <td id="table-cell-096b9b8d55bf7d9935dd888dd795634d">48,451,6</td>
                <td id="table-cell-4b8771bdd46890bb8e93dfaf3656f73e">31</td>
                <td id="table-cell-3c2ee1a1e17f2cc32c3cb9a505069005">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-17">Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia, sebagian besar berusia 14 tahun dengan jumlah 20 responden (64,5%), sedangkan usia 13 tahun dengan jumlah 11 responden (35,5%). Berdasarkan jenis kelamin, perempuan sebanyak 16 responden (51,6%), sedangkan laki-laki dengan jumlah 15 responden (48,4%).</p>
        <p id="_paragraph-18">
          <bold id="_bold-15">Koping</bold>
          <bold id="_bold-16">remaja</bold>
          <bold id="_bold-17">menghadapi</bold>
          <bold id="_bold-18">Perilaku</bold>
          <bold id="_bold-19">Bullying</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-ce9e2044c9235f9447f83edd7a2a1497">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="italic-f3af597ebf7985cdf34da4c2402701b8">Koping Remaja Menghadapi Perilaku Bullying : Sebelum dan Setelah Edukasi oleh Peer (Teman Sebaya) </italic>
            </title>
            <p id="paragraph-f43f98c7cebc604391375db8fa0a712a" />
          </caption>
          <table id="table-4247262277515ffff19e648fe6be2a4c">
            <tbody>
              <tr id="table-row-646c0d6046900d9e99a3c1efdf56afc8">
                <td id="table-cell-492265906a90102602f1b347fd053d13" rowspan="2">Kategori Koping</td>
                <td id="table-cell-f68796d6cc5f01ecc9a6d986e8526080" colspan="2">Sebelum Edukasi</td>
                <td id="table-cell-e1b71dc382a1a3a790b72c532bb5f156" colspan="2">Setelah Edukasi</td>
                <td id="table-cell-f520c2af97eec9319c799c90d70e8e0c">ρ </td>
                <td id="table-cell-da3915e90e3792cd54bdc8009bfc771f">α</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-781755a17d89f31d245f1695c33951a4">
                <td id="table-cell-958cb9580e2a7818cab4e15c5c7e90ee">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-26de827deeab5558048aedf3185f981e">Persentase (%)</td>
                <td id="table-cell-416f0b9fc2464fb016a3ae7e96624b81">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-3682e3dcb1f8a4fbbdb2bf62478a3140">Persentase (%)</td>
                <td id="table-cell-c25f3a095a66c1c4caacde84f5854a32" rowspan="4">0,003</td>
                <td id="table-cell-b575f41ac0449b19d1d901f86d38e131" rowspan="4">0,05</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-39b115fd3ce5058a474afdb7f17f5baf">
                <td id="table-cell-b522b5be32672cf357ac4744c2f0a9d0">Baik</td>
                <td id="table-cell-42d41fbc850dcc9d89d9d3f4c10be898">23</td>
                <td id="table-cell-3ab1114df85dddecb7f0f5c10cbbe775">74,2</td>
                <td id="table-cell-8a072f0affe06f135b30945b3af34984">28</td>
                <td id="table-cell-56c85344f49e024d65cf49c613bcac77">90,3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-058957b4a4704ab6a102f56d82f4e0c3">
                <td id="table-cell-70bf59c2846120289b289096190d9afb">Cukup</td>
                <td id="table-cell-5bfb5537b7a5de70d72fc17db677cb82">8</td>
                <td id="table-cell-2e4eaa611b1df33614445d482f9c866f">25,8</td>
                <td id="table-cell-7357402dcf534f8dd9b2398e6def4c99">3</td>
                <td id="table-cell-396f2a9cd556d9a0da120af3c281f321">9,7</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-93481d42365d04a4c6d6e3efd15a2093">
                <td id="table-cell-947e6c7b9fac7d6b7cc5134ac0881585">Kurang</td>
                <td id="table-cell-06345732671be5304c8298e29b3419d7">0</td>
                <td id="table-cell-a0b349662a6bc1e6c8971629d9d13326">0</td>
                <td id="table-cell-43a0dc02c75f07713a35bcf7805d9076">0</td>
                <td id="table-cell-cd4a386eecc0fd03a938fe1aac046225">0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e91ca64cff6643332f7d850156892838">
                <td id="table-cell-5c30ac4ef4f1912817aaec7cbed2e8ff">Total</td>
                <td id="table-cell-aa214394131443825da8dcbe4b06e745">31</td>
                <td id="table-cell-adae46cf4b780f3a46dbe286e72b66fa">100,0</td>
                <td id="table-cell-83692ca8b73e2d1944286a513634bfd0">31</td>
                <td id="table-cell-26c35f3478a33d4f1ea806d2358054ba">100,0</td>
                <td id="table-cell-10ce2b174687e26613c1b0fc20145998" />
                <td id="table-cell-1aea67b039711d6a4d1c1a9feb1decda" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-21">Hasil uji statistik dengan uji <italic id="_italic-94">Wilcoxon</italic> yang telah dihitung menggunakan komputer dengan tingkat kemaknaan α= 0,05 didapatkan nilai <italic id="_italic-95">ρ-value</italic> (0,003) &gt; α (0,05) yang berarti ada pengaruh pengaruh edukasi oleh <italic id="_italic-96">peer</italic> (teman sebaya) terhadap koping remaja menghadapi perilaku <italic id="_italic-97">bullying</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-22">
          <bold id="_bold-31">
            <italic id="_italic-98">Self Efficacy</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-32">d</bold>
          <bold id="_bold-33">alam Mencegah Perilaku</bold>
          <italic id="_italic-99">
            <bold id="_bold-34">Bullying</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-34" />
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-d682cf4b248ad2edc799a14934aeb4ae">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title><italic id="_italic-101"/>Self efficacy<italic id="_italic-102">Menghadapi Perilaku </italic>Bullying<italic id="_italic-103"> : Sebelum dan Setelah Edukasi oleh Peer (Teman Sebaya) </italic></title>
            <p id="paragraph-1371d1cd8394c482f27b6ae9bf046b45" />
          </caption>
          <table id="table-fc22e025c57429d259b327b9ab74ca30">
            <tbody>
              <tr id="table-row-26835071e1fe3816fdc9bb999f11d64f">
                <td id="table-cell-07b6d274ba1c740aa4dd3429cf1f1941" rowspan="2">Kategori Koping</td>
                <td id="table-cell-63b9107f96f919312eb9e05cd6ba51af" colspan="2">Sebelum Edukasi</td>
                <td id="table-cell-6a3c54f4fdefd14d671c98280f89ca3c" colspan="2">Setelah Edukasi</td>
                <td id="table-cell-fee132c12e3e927df389fcbfea1a94d9">ρ </td>
                <td id="table-cell-9f02eb1854e4916eea4be0cc14f84bfd">α</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-210d83edb2907febcd8fc0fa696a40a4">
                <td id="table-cell-bd890b14b5bcf3a4d904b786014d8399">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-9b37f6b6ed0002688efb0c937b70fd40">Persentase (%)</td>
                <td id="table-cell-37f10c000548d7d7c5115fc19be3f509">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-f9812a53d9400ba1bedb55eba55a6bf9">Persentase (%)</td>
                <td id="table-cell-3a836346e14b73fb5746d0402cdaba0a" rowspan="4">0,007</td>
                <td id="table-cell-d1f6fd312b367125ab2713701b1a9c87" rowspan="4">0,05</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e4fff626e4d0c393a17c75ef542629c3">
                <td id="table-cell-5160d2d770add5aab4ec4eea60756d99">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-421df2428d343791e8a2e07cc1968e43">20</td>
                <td id="table-cell-fb8996c89ac3b277b683d9c72e078576">64,5</td>
                <td id="table-cell-1366f78d0dcfff53329cfbd6c8aeb8c6">24</td>
                <td id="table-cell-10a37d3eca2a3629d55a68e631069760">77, 4</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-633d3a5131f0bb254a40fc9b03624370">
                <td id="table-cell-57c5859c9aa16e62c0b98f4274adde30">Sedang</td>
                <td id="table-cell-5867cc1466b9c4c178d6fd3b8d74ec6f">11</td>
                <td id="table-cell-e5e35f89e3b5e38b3930d03dc0dac445">35,5</td>
                <td id="table-cell-9eac0b93a9ee9b5ccd224ce9b8f657e4">7</td>
                <td id="table-cell-7a3c9146240cf6ae51898e8ae0492c12">22,6</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-36860a3ba9be7f19a3c220acd94e054c">
                <td id="table-cell-131fe388f5357163eeb57e250ca9939c">Rendah</td>
                <td id="table-cell-8c8ad0c1d47cc7591e04a782c67bf1ce">0</td>
                <td id="table-cell-0b513f8625954a6ba68f02fde4840b45">0</td>
                <td id="table-cell-2272522b40038620ae009f0800227d54">0</td>
                <td id="table-cell-9d6a64847a23db33898b02b10165199d">0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3a96e0814b2d0d3cd67aa02c7a1ce31c">
                <td id="table-cell-0cc25738c12bcdbc845b8e282361d01f">Total</td>
                <td id="table-cell-231cb7a852d655982db3986c818218e1">31</td>
                <td id="table-cell-139288b2894d10507ef7889857f50395">100,0</td>
                <td id="table-cell-52fa4b2048a45b13402ac84b03c2e0e4">31</td>
                <td id="table-cell-b79fbe88c13ea44e54dbdbad716d485d">100,0</td>
                <td id="table-cell-fc0e76afdd50c2334320e98b6f894bc3" />
                <td id="table-cell-bf7270f7d307d45ca9c2a1b1c41378c9" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-25">Hasil uji statistik dengan uji <italic id="_italic-105">Wilcoxon</italic> yang telah dihitung menggunakan komputer dengan tingkat kemaknaan α= 0,05 didapatkan nilai <italic id="_italic-106">ρ-value</italic> (0,007) &gt; α (0,05) yang berarti ada pengaruh edukasi oleh <italic id="_italic-107">peer</italic> (teman sebaya) terhadap <italic id="_italic-108">self efficacy</italic> dalam mencegah perilaku<italic id="_italic-109"> bullying</italic> di SMP Negeri 2 Trucuk Klaten tahun 2022.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1760f707b399840d6935a530bcc4a78a">
        <title>
          <bold id="_bold-48">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-26">Berdasarkan hasil penelitian, sesuai dengan penelitian sebelumnya mengenai edukasi terkait bullying, terdapat pengaruh antara edukasi dengan metode <italic id="_italic-110">role play</italic> terhadap peningkatan pengetahuan tentang pencegahan <italic id="_italic-111">bullying</italic>. Sumber koping merupakan strategi atau pilihan dimana yang dapat digunakan untuk menentukan tindakan dan apa yang beresiko. Sumber koping antara lain ekonomi, keuangan, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh individu tersebut, dukungan dari lingkungan atau sosial, kesehatan, energi, dukungan spiritual, ketrampilan dalam menyelesaikan masalah, sumber masalah, kondisi fisik dan keyakinan positif.</p>
        <p id="_paragraph-27">Dalam kasus <italic id="_italic-112">bullying</italic>, sumber koping sangat diperlukan untuk mencegah adanya dampak psikologis remaja.Upaya yang dilakukan untuk mengelola stress disebut mekanisme koping yang bersifat destruktif dan konstruktif. Mekanisme koping bersifat kontruktif dimana ansietas digunakan sebagai tanda peringatan dan individu menerimanya sebagai tantangan untuk menyelesaikan masalah. Koping yang konstrukstif dimana remaja mampu menghadapi <italic id="_italic-113">bullying</italic> dengan baik. Mekanisme koping bersifat destruktif mematikan peringatan ansietas dan tidak menyelesaikan konflik dan mungkin menggunakan mekanisme koping yang mengindari resolusi.</p>
        <p id="_paragraph-28">Edukasi oleh <italic id="_italic-114">peer</italic> (teman sebaya) dipilih disebabkan dapat memberikan dukungan sosial karena memiliki kesamaan dalam cara berpikir, komunikasi yang lebih mudah diterima, dan lebih terbuka satu sama lain. Edukasi dapat meningkatkan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor sehingga termotivasi perubahan perilaku khususnya pencegahan <italic id="_italic-115">bullying</italic>. <italic id="_italic-116">Self efficacy</italic> (keyakinan diri) dalam menyelesaikan tugas atau masalah diharapkan dapat merubah perilaku setelah mendapatkan edukasi karena ilmu pengetahuan mengenai <italic id="_italic-117">bullying</italic> meningkat. Individu yang memiliki <italic id="_italic-118">self efficacy</italic> dapat mengatasi dari perilaku <italic id="_italic-119">bullying</italic> sehingga mampu menggunakan strategi untuk mengubah keadaan dengan mencegah <italic id="_italic-120">bullying</italic><italic id="_italic-121">.</italic></p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>
        <bold id="bold-0ed2d49224c1dde1c38292fb9990acaf">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-29">Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi oleh teman sebaya terhadap koping dan <italic id="_italic-122">self efficacy</italic> menghadapi <italic id="_italic-123">bullying</italic> remaja di SMP Negeri 2 Trucuk Klaten</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>