<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Advancing Arabic Linguistics Learning Through Technological Intervention: A Rule-Based System for Syntactic and Morphological Analysis</article-title>
        <subtitle>Memajukan Pembelajaran Linguistik Arab Melalui Intervensi Teknologi: Sistem Berbasis Aturan untuk Analisis Sintaksis dan Morfologi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-438035b22c4b8ab14bfc2294473ecc38" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hidayanto</surname>
            <given-names>Teguh</given-names>
          </name>
          <email>niraradita@stiki.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0d969c20638645c6edcec6eef167fdca" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="yes" deceased="no">
          <name>
            <surname>Radita</surname>
            <given-names>Nira</given-names>
          </name>
          <email>niraradita@stiki.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-38bca304aee59590755901e91ea6b7d6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Kartikasari</surname>
            <given-names>Meivi</given-names>
          </name>
          <email>niraradita@stiki.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Sekolah Tinggi Informatika &amp; Komputer Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Sekolah Tinggi Informatika &amp; Komputer Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution content-type="orgname">Sekolah Tinggi Informatika &amp; Komputer Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-04">
          <day>04</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Bahasa Arab merupakan bahasa yang memiliki penutur tersebar di benua Asia dan Afrika. Peranan Bahasa Arab tidak dapat dipisahkan ketika bersinggungan dengan konteks-konteks religius umat muslim. Umat muslim setidaknya diharuskan mampu melafalkan huruf-huruf dalam Bahasa Arab agar mampu membaca kitab suci Al-Qur’an. Namun begitu, tidak semua diharuskan memiliki kemampuan dalam berbahasa hingga ke tingkat kajian linguistik dan menafsiri makna Al-Qur’an. Hal ini bukan karena sebab dilarang, tetapi ilmu yang dimiliki oleh mufasir harus memenuhi syarat-syarat dan kualifikasi yang ketat. Dalam menafsiri Al-Qur’an, terdapat sebelas kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang mufasir. Salah satu dari kriteria tersebut yakni melakukan penafsiran dengan langkah-langkah yang baik dengan sangat memperhatikan <italic id="italic-bb60a898bbfb6c8e79909e484d3a43ad">asbabun nuzul, </italic>arti kosa kata, dan sejenisnya [1]. Menurut Lembaga Layanan Luar Negeri Amerika, setidaknya dibutuhkan 88 minggu untuk mempelajari Bahasa Arab. Dengan kata lain, pelajar membutuhkan 2200 jam jika ditinjau dari efektivitas waktu pembelajaran untuk dapat menguasai fundamental Bahasa Arab [2]. Dengan demikian, setidaknya dibutuhkan waktu dua tahun agar memiliki kemampuan berbahasa fundamentalnya saja belum termasuk alokasi untuk mendalami ilmu linguistik Bahasa Arab. Kondisi demikian inilah yang menjadi batas-batas bagi sebagian orang yang berkeinginan atau sedang mendalami fundamental bidang linguistik Bahasa Arab. Menurut Nandang Sarip Hidayat, dalam pemelajaran Bahasa Arab, kendala yang kerap kali muncul cenderung disebabkan oleh sisi penguasaan linguistik Bahasa Arab sendiri (Problematika Linguistik), seperti problematika fonetik/tata bunyi, penulisan, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik. Ditambah lagi problematika Non Linguistik seperti problem Sosio Kultural, Sejarah, dan problematika yang terjadi pada Instruktur atau pemelajar dalam proses mempelajari Bahasa Arab [3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Menelaah kembali peran Bahasa Arab sebagai kebutuhan umat muslim, tentunya untuk memberikan manfaat yang lebih luas, kajian di berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan usaha akselerasi pembelajaran Bahasa Arab sangatlah diperlukan. Hal ini didasarkan karena tidak semua penutur berasal dari bangsa Arab. Membahas peran teknologi dalam pembelajaran, seringkali istilah teknologi berkaitan dengan teori belajar dan pembelajaran. Jika keduanya mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, maka peran teknologi mencakup sistem lain yang akan mendorong pengembangan kemampuan manusia [4]. Penelitian ini akan mengimplementasikan <italic id="italic-c40d691f5dd2659e806a6517f7b25987">rule based</italic> ke dalam sebuah program. <italic id="italic-91b1d4f8ee75c41da3ed76969203a75c">Rule</italic> yang diimplementasikan merupakan adaptasi dari kaidah sintaksis Bahasa Arab klasik sebagai objek kajian penelitian. Sedangkan penggunaan <italic id="italic-70fbd5fd53e3eb5ff034643cbb67e22e">rule based</italic> pada program ini dipandang penting karena mengacu pada tata bahasa itu sendiri. Sangat memungkinkan dijadikan opsi bila bertujuan untuk mendapatkan cakupan kajian sintaksis yang bertahap dan lebih luas lagi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-15">Pada penelitian ini dirancang sebuah program dengan teknologi yang berkemampuan untuk mendeteksi ketidaktepatan susunan kata dari segi sintaksis, yakni gramatika dan morfologi. Selain untuk mendeteksi kesalahan, program ini juga akan dapat memberikan saran perbaikan susunan dan <italic id="_italic-154">reminder</italic> kaidah-kaidah sintaksis Bahasa Arab. Program akan memproses <italic id="_italic-155">input</italic>-an <italic id="_italic-156">user</italic> dengan mencocokkan bank kata dalam <italic id="_italic-157">database</italic> yang telah dikelompokkan berdasarkan jenis-jenis morfologinya. Kemudian program akan menampilkan hasil sesuai olahan logika <italic id="_italic-158">rule </italic>hasil adaptasi dari kaidah-kaidah sintaksis Bahasa Arab yang diimplementasikan di dalam program.</p>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini menggunakan perancangan aplikasi UML. <italic id="_italic-159">Unified Modelling Language</italic> (UML) adalah bahasa untuk menspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan mendokumentasi <italic id="_italic-160">artifact</italic> dari sistem perangkat lunak. Diagram UML pada penelitian ini <italic id="_italic-161">yaitu use case diagram, activity diagram</italic> dan <italic id="_italic-162">class diagram</italic>.</p>
      <p id="paragraph-5690785f74be296cc7457b9c8e2e2fa0">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <italic id="italic-1">
          <bold id="bold-2">Use Case Diagram<italic id="italic-2"/><bold id="bold-3"/></bold>
        </italic>
        <bold id="bold-2">
          <italic id="_italic-1" />
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Pada aplikasi yang dirancang terdapat interaksi yang terjadi pada menu antara lain adalah menu home yang akan menampilkan sub menu analisis kata, analisis frasa, analisis klausa, dan analisis kalimat. Pada tiap-tiap sub menu akan memiliki fungsi sama, yakni menampung inputan pengguna yang nanti akan diproses dan ditampilkan hasilnya pada halaman yang sama. Selain itu juga terdapat menu bantuan dan menu tentang. Menu bantuan berisi dokumentasi cara-cara penggunaan sistem dan pengenalan linguistik dasar beserta indeks terminologi linguistik bagi pengguna. Sedangkan menu tentang berisi informasi terkait latar belakang pembangunan dan versi sistem.</p>
      <fig id="figure-panel-fa3e4b7c4748843288fd21507b3fca9c">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="italic-5d9bf4a59a1a896997b63623f6479569">Use Case Diagram</italic>
          </title>
          <p id="paragraph-adf6500e18c44da4fec9de0f1330b3b1" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-02171c0980ef7acfa718e4a7542f3a71" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 1.jpg" />
      </fig>
      <p id="paragraph-462eeffe4ba22aaf2f0f16da8a424903">
        <bold id="bold-38e2cda093b354afbd807b83b596dc7e">B</bold>
        <bold id="bold-844e5a7c7e5a920bce869e7f7e21b6de">. </bold>
        <italic id="italic-f9a6e4408c89b231077f58e2038dfdf4">
          <bold id="bold-0f2a0c1984a2ed94627a1a5dc17d88ff">Activity Diagram</bold>
        </italic>
        <bold id="bold-0f2a0c1984a2ed94627a1a5dc17d88ff">
          <italic id="_italic-2" />
        </bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-a32ef35ca511e6389bf0f0655ca8fd31">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="italic-7ff094bc4ef66685a0ac142f99aa7ba5">Activity Diagram</italic>
          </title>
          <p id="paragraph-d9d263bcf90a80e1e1995dc7c2cd6976" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-78005fa299a539ec2abcb26856a2451d" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 2.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-20">Alur proses <italic id="_italic-166">a</italic><italic id="_italic-167">ctivity diagram</italic>meliputi proses mengakses/membuka program oleh pengguna. Setelah pengguna membuka program maka sistem akan menampilkan opsi analisis yang bisa dipilih. Pengguna memilih opsi analisis struktur yang dikehendaki, selanjutnya sistem akan menampilkan opsi analisis struktur yang dipilih. Pengguna akan melakukan analisis struktur yang diinputkan pada sistem dan sistem akan memproses inputan pengguna dan pada tahap terakhir sistem akan menampilkan hasil analisis kepada pengguna.</p>
      <p id="paragraph-0697e86fa0b334e5225c91b96610346e">
        <bold id="bold-f6dbba9a87db3b0c35444297886b3b64">C</bold>
        <bold id="bold-9dc53e7d00e574ee652f9e2583d50fdd">. </bold>
        <italic id="italic-9322452927419b115c70d8bdbd35c00d">
          <bold id="bold-201cc68b010299f7454fb53d5672e9dd">Class Diagram</bold>
        </italic>
        <bold id="bold-201cc68b010299f7454fb53d5672e9dd">
          <italic id="_italic-3" />
        </bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-ba3ab10083e7fda09785830b84779485">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="italic-1ec991c790c2087bc2d66765ce6d7ca1">Class Diagram</italic>
          </title>
          <p id="paragraph-c6d74243da5ae41d76846492a39bedd1" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-c78f522a68129674568c076a2443c1a4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="7130 g 3.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Konsep rancangan yang menjelaskan alur proses implementasi rancangan data pada sistem digambarkan pada <italic id="_italic-174">class diagram</italic> pada gambar 3.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-23">Objek kajian morfologi dalam bidang linguistik mempelajari pembentukan kata dengan menggabungkan morfem-morfem terkait [5, p. 31, 6] yang terdiri dari beberapa kelas kata yaitu nomina (<italic id="italic-b4e52b122299ef94546860803be45fdc">isim</italic>), pronomina/kata ganti (<italic id="italic-32a6076f22e2644cded6674598b1856b">dhamir</italic>), kerja (<italic id="italic-22e02877c1f66106ac8422b02a939727">fiil</italic>), dan partikel (<italic id="italic-d7064a14ac32bf76bad5e48dbaafae19">al-adat</italic>), adjektiva (<italic id="italic-b9b049a110934a745d22b62171f488c3">sifat</italic>), dan keterangan (<italic id="italic-41725d257c30339749ba940da74312e4">zharaf</italic>). Pada struktur morfologi Bahasa Arab, kata nomina disebut sebagai kata <italic id="italic-8cea77a2c791b07ec224b307a7c86a5c">i</italic><italic id="italic-fed40e573e05303fde0a6742406357d6">sim</italic><italic id="italic-6652776b31647890433c883bd2bb2e10"> </italic>yang bisa berupa <italic id="italic-fdffbc24f7cd2c63e04a37ae6aaa75d0">isim dhamir</italic> (kata nomina yang menunjukkan makna kata ganti), <italic id="italic-b9812a257747106179e34ce6910ee153">isim fail </italic>(kata nomina yang menunjukkan makna sebagai pelaku (subjek) atau agen utama dari susunan kata <italic id="italic-1345b17a5f2eeea4fa2c61e56199fbd7">verbal</italic>) dan <italic id="italic-927afe4c680d1833d4f5455986c89c87">isim maf’ul</italic> (kata nomina yang menunjukkan makna sebagai objek). Kata kerja yang pada struktur Bahasa Arab disebut <italic id="italic-20ed2d9706008bb77d1e8750359c7b08">fiil </italic>memiliki arti pekerjaan atau aktifitas pada suatu waktu tertentu terdiri dari beberapa jenis antara lain <italic id="italic-15">f</italic><italic id="italic-16">iil </italic><italic id="italic-17">m</italic><italic id="italic-18">adhi</italic><italic id="italic-19"> </italic>(kata kerja yang telah lampau)<italic id="italic-20">, </italic><italic id="italic-21">f</italic><italic id="italic-22">iil </italic><italic id="italic-23">m</italic><italic id="italic-24">udhari</italic><italic id="italic-25"> </italic>(kata kerja yang sedang berlangsung atau akan datang)<italic id="italic-26"> </italic>dan<italic id="italic-27"> </italic><italic id="italic-28">f</italic><italic id="italic-29">iil </italic><italic id="italic-30">a</italic><italic id="italic-31">mr</italic><italic id="italic-32"> </italic>(kata kerja perintah). Kata keterangan (<italic id="italic-33">zaraf</italic>) berupa kata yang memiliki makna menunjukkan cara, tempat, atau waktu yang biasanya terletak pada struktur pelengkap kalimat (<italic id="italic-34">complement</italic>) salah satunya <italic id="italic-35">z</italic><italic id="italic-36">araf </italic><italic id="italic-37">m</italic><italic id="italic-38">akan </italic><italic id="italic-39">m</italic><italic id="italic-40">ubham</italic><italic id="italic-41">,</italic> yaitu kata <italic id="italic-42">isim</italic> turunan/<italic id="italic-43">musytaq</italic> yang menunjukkan keterangan tempat. Kata depan (<italic id="italic-44">h</italic><italic id="italic-45">arfu </italic><italic id="italic-46">j</italic><italic id="italic-47">ar/</italic>huruf jar) umumnya mengiringi kelas kata nomina atau kata ganti/pronomina yang dalam Bahasa Arab berjumlah dua belas buah (<bold id="bold-93286fd38500aedf8b3b7f061a8edac7">من, إلى, عن, على, في, رب, ب, ك, ل, حرف القسم</bold>). Hasil implementasi program pada aplikasi yang dibuat ditunjukkan pada gambar 4, gambar 5, gambar 6 dan gambar 7.</p>
      <fig id="figure-panel-4884bec63578bd8e96011a60a49f70d3">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Gambar (Atas). Halaman Kosakata <italic id="italic-d91eb25a042fc9e8b51109daa863a1d8">Isim</italic>, Gambar (Bawah). Halaman Kata Ganti (Dhamir)</title>
          <p id="paragraph-6843db6f36e9b1556f42062c9c5e1fc0" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-96422c3f206af16184cc91af9246cef1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 4,5.jpg" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-ee70b2d3acafe766419b6cde2a922b88">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Gambar (Atas). Halaman Kata Adverbia (Kata <italic id="italic-45a86cc0e83fb2a18cfa0d4453406578">Isim Makan Mubham, Gambar (Bawah). Halaman Kata Depan (Jar)</italic></title>
          <p id="paragraph-d7aa6b6eb226e06368ac89828ecd9f4e" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-b3ded481be8c36bbee754483f2ad2359" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 6,7.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-28">Pada kajian linguistik Bahasa Arab, pembahasan ilmu sintaksis disebut <italic id="italic-4ad5426a6fb5b971c3ed642c4830246b">Nahwu. </italic>Pembahasan pada ilmu <italic id="italic-c7660d679da413bad4773a2652300640">nahwu</italic> sama halnya kajian sintaksis bahasa pada umumnya, yakni cabang disiplin keilmuan yang menawarkan penjelasan konstruksi kedudukan sebuah kata dalam susunan kalimat [6, p. 21]. Kajian parsial pada nahwu dimulai dari tingkatan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Kemudian pada pembahasan ketiga sub pembahasan tersebut memiliki perincian yang jelas berbeda dengan struktur bahasa pada umumnya. Pada penelitian ini dibahas dua bentuk frasa, yakni frasa adverbia lokatif dan frasa preposisi (<italic id="italic-0859ce58f11b132303d47f0281ffae06">zaraf makan &amp; harfu jar</italic>), satu bentuk klausa yakni klausa tidak terikat/klausa independen serta satu bentuk kalimat yakni kalimat lengkap (subjek dan predikat).</p>
      <p id="_paragraph-29">Frasa preposisi di dalam gramatika Bahasa Arab memiliki istilah yang disebut <italic id="_italic-225">s</italic><italic id="_italic-226">yibhul </italic><italic id="_italic-227">j</italic><italic id="_italic-228">umlah. </italic>Rangkaian kata ini terdiri dari kata preposisi (kata jar/<italic id="_italic-229">harfu </italic><italic id="_italic-230">j</italic><italic id="_italic-231">ar</italic>) bersambung dengan kata nomina. Pada kata <italic id="_italic-232">j</italic><italic id="_italic-233">ar</italic> memiliki kedudukan sebagai penanda. Sedangkan kata nomina yang diiringi berkedudukan sebagai petanda. Kemudian hadirnya kata jar mengakibatkan kata nomina memiliki kasus genetif.</p>
      <fig id="figure-panel-fce02a9863545baee431dbf7d3363cbd">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>Halaman Analisis Frasa Preposisi</title>
          <p id="paragraph-b80f32d4b6a37fb52fe925699a44fcfe" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e4fbb61d18b1fa6bd77c5d616c6a52c9" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 8.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-31">Istilah lain dari frasa adverbia lokatif adalah <italic id="italic-e4fdc3844042d69b7a6c181860e4bbd2">z</italic><italic id="italic-6199493a9e10d53bb9ac640bafd41e1a">araf </italic><italic id="italic-3">m</italic><italic id="italic-4">akan. </italic>Frasa adverbia dalam tata bahasa Arab memiliki banyak jenis, pembahasan, dan aturan-aturan yang cenderung terpisah. Untuk struktur frasa adverbia dalam pembahasan ini memuat pembahasan frasa yang spesifik, yakni frasa adverbia lokatif. Kata awal pada struktur frasa adverbia lokatif adalah kata keterangan khusus yang disebut dengan istilah <italic id="italic-5">i</italic><italic id="italic-6">sim </italic><italic id="italic-7">m</italic><italic id="italic-8">akan </italic><italic id="italic-9">m</italic><italic id="italic-10">ubham</italic> sedangkan kata setelahnya berupa kata <italic id="italic-11">isim.</italic> Kata adverbia merupakan unsur pewatas/penjelas [7] dan kata nomina sebagai unsur yang dijelaskan/ unsur pusat. Hal demikian ini sama seperti istilah kedudukan frasa dalam Bahasa inggris, yakni kata frasa sebagai <italic id="italic-12">modifier</italic> sedangkan kata nomina sebagai <italic id="italic-13">h</italic><italic id="italic-14">ead. </italic></p>
      <fig id="figure-panel-a2818b305589b2e02ff98736dc86fce7">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>Halaman Analisis Frasa Adverbia Lokatif</title>
          <p id="paragraph-c2f55e102d570252bf6b37bc2861b012" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-ed124b82ccc1145a9af1a0cc1f25303e" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 9.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-33">Struktur klausa independen merupakan susunan kata yang memiliki kedudukan subjek di awal dan predikat sebagai kedudukan setelahnya. Dengan demikian, struktur klausa sangat mungkin menjadi kalimat utama/kalimat mayor [6, p. 117]. Struktur klausa Bahasa Arab memiliki jenis klausa yang identik dengan struktur ini, yakni struktur klausa kana dan kata sejenisnya. Struktur kana memiliki unsur kata kerja bantu yang diduduki oleh kata kana dan kata sejenisnya. Unsur subjek dan predikat mengisi kata setelah unsur kata kerja bantu. Kedua unsur setelah kata kerja bantu ini merupakan kata yang berjenis nomina.</p>
      <fig id="figure-panel-6d761092dfcca1b1e53e18d20a6ad003">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title>Halaman Analisis Klausa Tidak Terikat/Klausa Independen<bold id="bold-1cf0a751f07a68045e3e5aa614fd2fc2"/></title>
          <p id="paragraph-1dd418090b59384129951ed7097894bc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-6911f7577c72767cb0666e74609e291f" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 10.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-35">Susunan kata yang membentuk kalimat lengkap memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. Namun, pada jenis tertentu yakni kalimat simpleks setidaknya struktur kalimat terdiri subjek dan predikat [7, p. 43].</p>
      <fig id="figure-panel-631efc0389d549f46157d4aed902a2c0">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <title>Halaman Analisis Kalimat Lengkap/ Kalimat Simpleks</title>
          <p id="paragraph-bbfbb2fbd22196ae7096b44c463b8816" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-a2dd9b448419b9c92d56f9f6c41a1173" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7130 g 11.jpg" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-37">Setelah dilakukan uji coba menggunakan blackbox method untuk menguji fungsionalitas program yang dibuat diperoleh hasil bahwa seluruhnya telah berhasil menjalankan fungsi sesuai yang diharapkan. Pada sisi sintaksis, program dapat melakukan analisis pada tingkatan struktur kata dan kalimat yang meliputi struktur frasa preposisi, struktur frasa adverbia lokatif, struktur klausa tidak terikat/ klausa independen, dan kalimat lengkap. Sedangkan pada sisi morfologi, program mampu menganalisis kelas kata nomina, kata keterangan, kata preposisi, kata kerja bantu, dan kata ganti. Selain itu, program juga telah dinyatakan valid melalui uji validitas dengan validator ahli.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>