<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>SOCIAL WELL–BEING DAN AGRESIVITA SOCIAL WELL-BEING AND AGGRESSIVENESS TO EMPLOYEES</article-title>
        <subtitle>KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN AGRESIVITAS PADA KARYAWAN</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-50a5d2db7500353d4523f10a679ae207" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Arinta</surname>
            <given-names>Nila Permata Febri</given-names>
          </name>
          <email>nila.trainer@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0f85afc9a4fdaa1d6a1fb67e79880f91" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maryam</surname>
            <given-names>Effy Wardati</given-names>
          </name>
          <email>effywardati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-09-22">
          <day>22</day>
          <month>09</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Pada praktiknya, perusahaan harus mampu berupaya dalam mencukupi kebutuhan dan kesejahteraan karyawan baik secara ekonomi, sosial dan psikologi [1]. Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa karyawan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja. Karyawan akan semakin giat dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya, ketika kebutuhannya dapat terpenuhi. Selain itu, karyawan juga akan menjadi lebih agresif jika kebutuhan tidak dapat terpenuhi setelah mereka bekerja dengan maksimal [2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Agresivitas merupakan perilaku fisik atau verbal yang diniatkan untuk melukai objek yang menjadi sasaran agresi. Agresi dapat muncul karena amarah, benci, iri atau cemburu, dendam dan fanatisme. Agresivitas merupakan suatu reaksi terhadap frustasi atau ketidakmampuan memuaskan kebutuhan psikologis dasar dan bukan naluri. Agresivitas adalah setiap tindakan yang dimaksud untuk menyakiti atau melukai orang lain [3]. Agresivitas individu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi internal (gen, hormon, kimiadaran, instrink, stress, emosi, frustasi dan konsep diri) faktor eksternal (keluarga, <italic id="_italic-18">peer group</italic>, lingkungan sekitar), faktor situsional (efek senjata, alkohol, media, provokasi, konflik antar kelompok) dan faktor stressor lingkungan sekitar (kemacetan, kebisingan, temperatur udara, kualitas udara, dan kualitas lingkungan yang buruk) [4]. Selain itu, agresivitas juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan sosial (<italic id="_italic-19">social well-being</italic>) [5].</p>
      <p id="_paragraph-15">Agresivitas pada individu dapat berdampak pada rusaknya hubungan sosial yang mengakibatkan munculnya perilaku maladaptif pada diri individu sehingga munculnya perasaan tersakiti yang pada akhirnya akan menjadi kemarahan, kebencian dan membalas dendam hingga terjadi konflik antar individu. Perilaku agresi juga dapat berdampak pada menurunnya prestasi dan kinerja individu. Selain itu, apabila tidak dapat ditangani dengan tepat maka agresivitas akan berujung pada kondisi depresi individu.</p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara kepada tiga karyawan dengan masing masing jabatan yaitu <italic id="_italic-20">front liner</italic> dan <italic id="_italic-21">team leader</italic>. Perilaku agresiv yang ditunjukkan yaitu adanya tindakan berupa ancaman kepada bawahan jika tidak mendapatkan target yang diharapkan. Dari pihak karyawan mengeluhkan banyaknya target yang dibebankan kepadanya serta adanya ancaman dari atasan membuat mereka frustasi. Selama bekerja karyawan memiliki kesejahteraan sosial yang kurang, karena lingkungan kerja yang tidak nyaman. Berdasarkan studi yang dilakukan Kurnia, Wahyuni dan Susanti perilaku agrevisitas sangat berkaitan erat dengan <italic id="_italic-22">social well-being</italic>[5]. <italic id="_italic-23">Social well-being</italic> menunjukkan pada kondisi di mana individu mampu mengelola masalah sosial, memenuhi kebutuhan sosial dan memperoleh kesempatan sosial untuk maju dan berkembang [7]. Aspek dari <italic id="_italic-24">social well-being</italic> terdiri dari diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, kontribusi sosial, hubungan sosial, hubungan sosial dan integrasi sosial. Individu yang memiliki <italic id="_italic-25">social well-being</italic> tinggi akan merasa aman dan bahagia dalam kehidupannya [8], [9]. Hal ini juga berlaku pada karyawan, apabila seorang karyawan memperoleh kesejahteraan sosial tinggi terutama di lingkup pekerjaannya maka pihaknya akan merasakan keamanan dan bahagia dalam kehidupannya. Apabila individu dapat diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, kontribusi sosial, hubungan sosial, integrasi sosial maka dianggap memiliki <italic id="_italic-26">social well-being</italic> tinggi. Demikian pula sebaliknya apabila individu tidak dapat diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, tidak mampu memberikan kontribusi sosial, tidak memiliki hubungan sosial, integrasi sosial maka dianggap memiliki <italic id="_italic-27">social well-being</italic> rendah. Individu yang memiliki <italic id="_italic-28">social well-being</italic> tinggi maka pihaknya cenderung memiliki perilaku positif karena merasa bahagia dalam lingkungan dan merasa lebih dihargai dalam lingkungan [10]. Apabila individu memiliki <italic id="_italic-29">social well-being</italic> tinggi maka perilaku agresivitas sedapat mungkin dihindari. Selain itu, apabila individu memiliki <italic id="_italic-30">social well-being</italic> tinggi maka akan dapat mampu memenuhi tuntutan situsional dan berhasil dalam menghadapi masalah tekanan hidup. Sebaliknya, apabila individu yang memiliki <italic id="_italic-31">social well-being</italic> rendah biasanya kurang sukses dalam pemenuhan tuntutan hidup dan sering mengalami gangguan sosial atau emosional yang mengarah pada perilaku agresif.</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara <italic id="_italic-32">Social Well-Being</italic> dengan Agresivitas pada Karyawan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-18">Tipe penelitian ini adalah kuantitatif korelational. Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan pendekatan dengan menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika [11]. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu varibel X (<italic id="_italic-33">social well-being</italic>) dan variabel Y (agresivitas). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari karyawan PT X devisi <italic id="_italic-34">leader </italic>dan <italic id="_italic-35">frontliner </italic>yang berjumlah 100 orang. Alasan peneliti memiliki divisi <italic id="_italic-36">leader </italic>dan <italic id="_italic-37">frontliner</italic>, karena bagian divisi tersebut pada PT. X menjadi karyawan tetap, sedangkan sisanya karyawan tidak tetap yang dipekerjakan pada saat ada <italic id="_italic-38">event </italic>saja dan bersifat sementara. Skala <italic id="_italic-39">social </italic><italic id="_italic-40">well-being </italic>dalam penelitian ini diukur dengan <italic id="_italic-41">Ryff’s Psychological Well-Being Scale</italic> (RPWB) yang diadopsi dari penelitian Kurnia, Wahyuni dan Susanti [5]. Skala disusun berdasarkan aspek-sepek diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, kontribusi sosial, hubungan sosial dan integrasi sosial. Agresivitas dalam penelitian ini diukur dengan skala agresivitas mengadopsi penelitan Ubaidillah, yang terdiri dari aspek-aspek <italic id="_italic-42">physical aggression, verbal aggression, anger </italic>dan <italic id="_italic-43">hostility</italic>[12]. Hasil pengujian reliabilitas sekala diperoleh variabel <italic id="_italic-44">social well-being </italic>memperoleh nilai <italic id="_italic-45">cronbach alpha </italic>sebesar 0,952 sedangkan variabel agresivitas memperoleh nilai <italic id="_italic-46">cronbach alpha </italic>sebesar 0,926. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi <italic id="_italic-47">Product Moment</italic> atau <italic id="_italic-48">Pearson.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-19">Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis data untuk menguji hipotesis dalam panelitian ini. Terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yang kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis. Uji asumsi penelitian ini adalah uji normalitas dan uji linieritas.</p>
      <sec id="heading-8cda6183eb93216c66236c9ff13c294b">
        <title>Uji Normalitas</title>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-21" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8e5a6ca0eb42374a874b9479ac9551ba">
                <td id="table-cell-a2be3f66e1ee0807d0804c64c1866908" colspan="4">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0502202fe5cef904c713f47d10636747">
                <td id="table-cell-c83a10602682a14d70f00e9965c5501a" colspan="2" />
                <td id="table-cell-baf7c8c368a75e5546563cba5da76561">Social Well-Being</td>
                <td id="table-cell-00c90c47388360041ade0f98d94c385a">Agresivitas</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4569c18434e3cb466254d823f32b14e6">
                <td id="table-cell-2393d7f88923ea4acb1028f3e4d58630" colspan="2">N</td>
                <td id="table-cell-f67903459c981899110fb5042b10e406">100</td>
                <td id="table-cell-4de0ae820a2e407e18293b8067b4bd74">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-08f31ea1b65aa271def9bfa5eaa4da95">
                <td id="table-cell-cbf0540011d6d32c1b7a2cc68721f486" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-445581083e9e266aff24ccee08f4c0b8">Mean</td>
                <td id="table-cell-3ce542e23055feff7c972fe716638b82">48,7000</td>
                <td id="table-cell-664705797cb2f90eb25c41f236eeba96">89,0800</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a15b3b8acd2242c7077b5191504ad7b9">
                <td id="table-cell-35f7adad6f95fbd021f0047cf07c4184">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-b47af94b918cc45276967e23cd94b5ee">7,41620</td>
                <td id="table-cell-4f1bbbe90c4b7a923f72082a20cf18a9">8,83597</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-816db2d0c2efb4fe3c2902672a408f58">
                <td id="table-cell-fce5db51da077bf8541839e4571adab7" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-68ae489884bb6e1d5bd50dd978ad77f2">Absolute</td>
                <td id="table-cell-d129ce80f427ec54ec103ba65f072939">,122</td>
                <td id="table-cell-a5336703dcff7f613e853d2b34226f1f">,121</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-83a9f0eccea81d4ee9df790ebad5b066">
                <td id="table-cell-09e1e98f5871b61ab1d047379bf3ae33">Positive</td>
                <td id="table-cell-03cd88b02e9bf5cd95493b6569d2a0d3">,121</td>
                <td id="table-cell-196dc3d5287f9e8bf72a08c3ccd331f1">,089</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-85d0d4d406a45dfce2f2e667b7c89ef9">
                <td id="table-cell-56e4d2810109ba3f3c314c4d61b8d624">Negative</td>
                <td id="table-cell-8217c8baac90f681ef0bfe7a6ab8bb1b">-,122</td>
                <td id="table-cell-38a72097707bc57e08c5a62b1299cbe9">-,121</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e32ccd8f2a05b7462c7b90d7b1787f46">
                <td id="table-cell-df4e23946ccaa052eae100f81e52c4e6" colspan="2">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-472168bfa21adab1975178024a5fbace">,122</td>
                <td id="table-cell-acbb5ef3375a695f29203af6eedcdeb5">,121</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5faa50a55bb093ddf2ace336019a83bc">
                <td id="table-cell-d4b9839de36f7a5aaa3043486b994d2f" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-c15e0220c67d0fa9452007333d5f73fe">,092c</td>
                <td id="table-cell-3f39bd0ba24c7aa4c1f686e1cc21e5a7">,097c</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-22">Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel di atas, diketahui pada skala <italic id="_italic-49">social well-being</italic> memperoleh nilai signifikansi atau <italic id="_italic-50">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> sebesar 0,092 &gt; 0,05 dan skala agresivitas memperoleh nilai signifikansi atau <italic id="_italic-51">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> sebesar 0,097 &gt; 0,05. Dengan demikan, dapat disimpulkan data dalam penelitian ini terdistribusi normal.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-e3ae47803137105ace05465b4cc29bb1">
        <title>Uji Linieritas</title>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Linieritas</title>
            <p id="_paragraph-24" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7d98a03a31c828b8cb9e9f31330fc360">
                <td id="table-cell-9d22f523b7729aa160ac668ae856d4de" colspan="8">ANOVA Table</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ce925f79794d87c3648012332ff23f87">
                <td id="table-cell-6d423e7b53134bc25d0025d6d7d59439" colspan="3" />
                <td id="table-cell-5ac11e4b0d6c2a213a3800dae7945959">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-df997b384913224ce590a436cec4ac82">df</td>
                <td id="table-cell-2c68897f46d95aa2d51638ea9fc9266b">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-73dc7d4624b333f9ca96369473eabf9e">F</td>
                <td id="table-cell-0da36ba45a69be3fe845c4a469c594c3">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fe5af4233ff68136cb82a91b1a31ba81">
                <td id="table-cell-33c3dcce393ad0fe4a1f958b75b87a84" rowspan="5">Social Well-Being * Agresivitas</td>
                <td id="table-cell-b4815236866d1de0b8337785392da82d" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-ad062478286af70bb35019cfe863999e">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-2798811161503767136b7bd6163f25c6">3590,379</td>
                <td id="table-cell-e151e71051a7b83dcc8e4bcfe909d64c">26</td>
                <td id="table-cell-76cca963cc6fe39abc3a29d967361841">138,091</td>
                <td id="table-cell-d4815ab1faf4466227efa710be1ff9dc">5,435</td>
                <td id="table-cell-82c9c5a6b7fe26c400a675828c33f6ce">,473</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-289af4f29aac48772aa760dbfb31ae2b">
                <td id="table-cell-add06bbb4a8da1b2b7c8bf279e11a30a">Linearity</td>
                <td id="table-cell-b5417db892779787349acdb20b375202">527,073</td>
                <td id="table-cell-dfcb13c490a412c87b6e75f834fc1048">1</td>
                <td id="table-cell-334656902c7e2582be7e1135c35c0928">527,073</td>
                <td id="table-cell-de7696bd95d02b6cb08aded529aa2997">20,746</td>
                <td id="table-cell-8fc8eda2dd73d6a9e4f3389c1266245d">,002</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b3f8d34e557ffa9e4dcc9303e9fca09b">
                <td id="table-cell-c88918fdb397c58207a0b0ffd2c6c6a0">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-fa992fcada07aaf86731567f1bbc16ce">3063,306</td>
                <td id="table-cell-3ef65b6ef209ee268a8a2db35c8af317">25</td>
                <td id="table-cell-ee89958527a73a113a1187904c8c3723">122,532</td>
                <td id="table-cell-48fdef13956eec16b53dd84fed8b69f5">4,823</td>
                <td id="table-cell-e1e6342f11bc3c800757645f47bae920">,385</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-48f688431a2104db1cba8a76727e6375">
                <td id="table-cell-9b2d769b8316f63ec0de0067ac47d4ff" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-1eab9225f19c1101162eb656700faa65">1854,621</td>
                <td id="table-cell-3732b49ee82798c83b9afa8dc9c9c3ab">73</td>
                <td id="table-cell-d492dcbb6207cb332a3235a13a74d882">25,406</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7646c70cd95f7e66d5d037934bb0161d">
                <td id="table-cell-9c7de2f557ab4079781c906adb30f8d6" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-b2c609d34c424da70df5b668ad6337ec">5445,000</td>
                <td id="table-cell-21d019ab3ae88bdf08b895299c4c76a2">99</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-25">Berdasarkan tabel diatas, dapat diperoleh nilai <italic id="_italic-52">Deviation from Linierity </italic>sebesar 0,385 atau lebih dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang linier antara <italic id="_italic-53">social well-being</italic> dengan agresivitas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-c4f36f7e231c3ad725290e4d3439f8ef">
        <title>Uji Hipotesis</title>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-27" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ebeaa6d9666283ff3d385641109e6ecc">
                <td id="table-cell-de43b72d095bdd36b6edf97520d38fce" colspan="4">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0cf4358fba7b2f4fc7bcbc877b760a4a">
                <td id="table-cell-490fc2389ab745cee5e0aff22695a93a" colspan="2" />
                <td id="table-cell-594f918082a6fc4c49d96d453bfd5ad3">Social Well-Being</td>
                <td id="table-cell-a3381463ecf1d8557d3270f58c2c08e0">Agresivitas</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-07f91ed7ce8b4de54c850aff2af85296">
                <td id="table-cell-475e3238125a6ccbf7430d91a52b03fc" rowspan="6">Social Well-Being</td>
                <td id="table-cell-76d95f4c139b2d90c61a8170150d6c06">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-2f8f7bdfc04aa0dd11ea8a8b6ee89f91">1</td>
                <td id="table-cell-8ccfdb4e1eef8ef62aefe6cc5657dc85">-,311**</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-627a990bca6d7e15622ee6423e022c36">
                <td id="table-cell-55595f6e7ae1a8befb2742e1b0d9a0e0">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-ccbe92a92d953d923c4b4b6e4beab263">,002</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eeb0dd6e22d98c8bd458820d8513b01e">
                <td id="table-cell-5d632bf0486ae9a7a98149d4cca05b80">N</td>
                <td id="table-cell-5f47fc08418940488b46a9ba763a7ec2">100</td>
                <td id="table-cell-c169d424c13eb119fd3e0acf19149e4b">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-281989102b6faee1283c017be70e687d">
                <td id="table-cell-d02970da975fcfb9c1aa84bc07abcc98" rowspan="3">Agresivitas</td>
                <td id="table-cell-f71dbcd5b13ebd27f14d3880e0b9e59e">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-aa77b8e1721035f0fa174ea8355088ee">-,311**</td>
                <td id="table-cell-f6350449a38b698cdad2221cb5ed263b">1</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-13563790c3178508b52335dc9e0faf53">
                <td id="table-cell-073a0f36e9232047772c5947ee5ddafa">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-42df9d29efc7dfe9c111f950a2c09e77">,002</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7a268fb6e6709cd481587c9d8fcafbc9">
                <td id="table-cell-18018fd8e77471c34e7c42216fdc6eac">N</td>
                <td id="table-cell-e114bd7fd78c0f22c59ccd01a5c773ec">100</td>
                <td id="table-cell-07c53ac2a357f76117cbc66737771d83">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-28">Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi antara <italic id="_italic-54">social well-being </italic>dengan agresivitas sebesar 0,002 atau kurang dari 0,05. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara <italic id="_italic-55">social well-being </italic>dengan agresivitas, sehingga hipotesis diterima.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-0cb77b6dc5c4ac4dc137130dfef9cb40">
        <title>Uji Kategorisasi</title>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Kategorisasi <italic id="_italic-56">Social Well-being</italic> </title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-69fda4289b4dcc06c229dbe3454ee23b">
                <td id="table-cell-00f8ad215f18a2ca399fc48bb8b136ec">Katagori</td>
                <td id="table-cell-efe917c9368ae1e366d306760b0ba5e4">Kriteria</td>
                <td id="table-cell-2b6badd022a15b4f22898c0b4206be22">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-c9cb6bfca3068fe6df02b133ec7c3364">Prosentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4e178a4de66fc9a80fae7045f4cef959">
                <td id="table-cell-e69cf48422fbb76735ef07eef15ee0fb">Sangat rendah</td>
                <td id="table-cell-b2b9ad2e97dfe0bd468a2ac1ef8fd895">X ≤ 37,57</td>
                <td id="table-cell-07a4dd3b8e16cb0e5c70920b75776cfe">11</td>
                <td id="table-cell-406cb4269742d25f6b3ea5e21c0527d4">11%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ff523b3f3a6d318360134ee57090b235">
                <td id="table-cell-cd5343b8efb3ae4512acf3aedf916888">Rendah</td>
                <td id="table-cell-1561ce0b9170e3f18c95bb9ff461dd55">37,57 &lt; X ≤ 44,99</td>
                <td id="table-cell-344d95df5974ab20dfc5a87acfaa1a6f">11</td>
                <td id="table-cell-fc3bcaa530f281be99273c5400d643cc">11%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7633dc3240015eea72ebcd7d716e62a9">
                <td id="table-cell-c8a0eee96413f4d0f444b5c3250f71f1">Sedang</td>
                <td id="table-cell-e70de9baeb9c77475d23918f161fe298">44,99 &lt; X ≤ 52,41</td>
                <td id="table-cell-9289a1f40afce9a95f043cf2475e65c6">43</td>
                <td id="table-cell-bc8d4ec7e4e79b59b376fd6f523bff0d">43%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0c7246e70e1b781fbfe62c6a4762d25b">
                <td id="table-cell-f415fd876369e6b8613f7a491e0a7069">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-1f445473bdec383a01717c3bd00eba8b">52,41 &lt; X ≤ 59,82</td>
                <td id="table-cell-d868fd46522d2a16e7056cef203911f6">26</td>
                <td id="table-cell-d6700e1fb3072da20b06fb0d912af55b">26%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9ab8d0ee6400e3046983ea45362e2874">
                <td id="table-cell-e3cfa563d5621841d6eaf19cd61c7683">Sangat tinggi</td>
                <td id="table-cell-f4421df403342ac49acb7915f59c5980">X ≥ 59,82</td>
                <td id="table-cell-96a759abfb89858eb688fb211e3c9ba2">9</td>
                <td id="table-cell-93a9651dbbe6dbaafac2d8d5e5d3eb7b">9%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0ae0d1b54034e5caa66d30ce9da039bd">
                <td id="table-cell-4375506637190103f31e21652949eeb7">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-03bba0321615168288682c06653542b9">100</td>
                <td id="table-cell-2d0e4545176014f3160192892d643546">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31">Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil bahwa sebagian besar karyawan memiliki <italic id="_italic-57">social well-being </italic>dalam kategori sedang sebesar 43%.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-60">Hasil Uji Kategorisasi Agresivitas</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-33" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-2c044ee3c8eae29fefb3a9b74db7a071">
                <td id="table-cell-96ff151c175312016942c79421d20d52">Katagori</td>
                <td id="table-cell-cba2695a9ae77685c6cea455bf693e78">Kriteria</td>
                <td id="table-cell-34e53db4679b67b0f2a7be94e4baa4ba">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-f543372763a05ce6dc25e905b96ee819">Prosentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6ce8bd143d2449ad2bf532cd44ce14fc">
                <td id="table-cell-e9f488ace77063dfd516bd1e3a511298">Sangat rendah</td>
                <td id="table-cell-acb4bcc14881a84d72e149adfd2d925a">X ≤ 75,83</td>
                <td id="table-cell-a41df9db9a66a755229933a9dc466e71">7</td>
                <td id="table-cell-d7e2ecca9e3330ad36e10e9661b9095e">7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f36c4ecdeab651757013ea3ee5b7b078">
                <td id="table-cell-49996e289aa628aa37e2e43c4c58ee77">Rendah</td>
                <td id="table-cell-d3875b151293c2f5345013fcc0b7019d">75,83 &lt; X ≤ 84,66</td>
                <td id="table-cell-49e5645d6da5e68a5c65b08431247242">24</td>
                <td id="table-cell-1a6e336d4e1af743ab8f0cfcb11bfd78">24%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5cee137317e4048a8bd66665c3d1e4c0">
                <td id="table-cell-c36164850acfe7d6171ffefb413f0fd7">Sedang</td>
                <td id="table-cell-ae76080385ce173ea3f28104ae921bbd">84,66 &lt; X ≤ 93,50</td>
                <td id="table-cell-c6fa3b8ab8f8646feb162e361f4ca7e8">45</td>
                <td id="table-cell-6f8786c01179926c216bc7e20e6f5f9e">45%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1a7e88de7af79df090e7dc4a734581ef">
                <td id="table-cell-276d3d05ff36152dd7352286eb59a072">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-c64dfde94f06d242a538f59fa6921175">93,50 &lt; X ≤ 102,33</td>
                <td id="table-cell-f93db9b56582259f6d22e73bfbb198d9">14</td>
                <td id="table-cell-bc37472840167edfbb141848ac369328">14%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f9626b60f4b7b74bc449b499e030954d">
                <td id="table-cell-69dd9cf9d6519edad4ab2c4af6be2da9">Sangat tinggi</td>
                <td id="table-cell-8069ff2c0b83782f44dfa401356b1476">X ≥ 102,33</td>
                <td id="table-cell-85348df0ce629b0d3d633a59db770fd7">10</td>
                <td id="table-cell-685b5fc8059e70cb3158fd7949191c11">10%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3e269b9b5d6efe206685a7612c502e81">
                <td id="table-cell-708054ddd9ae65d54003cd2786c5b2bb">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-696bcfc12e80b07c0502ab62ca8903bb">100</td>
                <td id="table-cell-2357a4ccd322809460442ab56578aeca">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-34">Berdasarkan tabel di atas, diketehui bahwa menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan PT. X memiliki agresivitas dalam kategori sedang yaitu sebesar 45%.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-d042b5f077d4fdd3f412987285cda83c">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-35">Berdasarkan hasil pengujian <italic id="_italic-61">product moment pearson </italic>diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 atau kurang dari 0,05 dengan nilai korelasi negatif. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara <italic id="_italic-62">social well-being </italic>dengan agresivitas, sehingga hipotesis diterima. Dimana karyawan yang merasakan dirinya nyaman dalam bekerja, membuat dirinya lebih fokus dalam bekerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan sehingga meminimalisir tindakan-tindakan negatif untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Hal ini dapat terjadi akibat adanya persepsi bahwa, tujuan perusahaan adalam tujuan bersama yang harus diselesaikan dengan bersama-sama.</p>
        <p id="_paragraph-36">Selaras dengan studi yang dilakukan oleh Kurnia, Wahyuni dan Susanti, <italic id="_italic-63">social well-being</italic> memiliki hubungan dengan agresivitas [5]. Individu yang memiliki <italic id="_italic-64">social well-being</italic> tinggi maka pihaknya ada kecenderungan berperilaku positif karena merasa bahagia didalam lingkungan dan merasa dihargai dalam lingkungan. Terkait demikian, apabila karyawan PT X memiliki <italic id="_italic-65">social well-being</italic> tinggi maka perilaku agresivitas dapat dihindari serta mampu memenuhi tuntutan situsional dan berhasil dalam menghadapi segala tekanan hidup. Sebaliknya, apabila karyawan PT X memiliki <italic id="_italic-66">social well-being</italic> rendah maka pihaknya mengalami kecenderungan untuk kurang sukses dalam pemenuhan tuntutan hidup dan sering mengalami gangguan sosial atau emosional yang mengarah pada perilaku agresif.</p>
        <p id="_paragraph-37">Sejalan dengan pendapat Witono, dimana <italic id="_italic-67">Social well-being</italic> mengarah pada suatu kondisi sosial [7]. <italic id="_italic-68">Social well-being</italic> dapat tercapai apabila keluarga, komunitas dan masyarakat mengalami dalam tingkatan sejahtera yang tinggi. <italic id="_italic-69">Social well-being</italic> menunjukkan pada kondisi di mana individu mampu mengelola masalah sosial, memenuhi kebutuhan sosial dan memperoleh kesempatan sosial untuk maju dan berkembang. Individu yang mengalami <italic id="_italic-70">social well-being </italic>rendah, jika tidak didukung dengan kontrol diri yang baik, akan memicu tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain.</p>
        <p id="_paragraph-38">Didukung dengan hasil studi yang dilakukan Nidianti dan Desiningrum, yang membuktikan bahwa <italic id="_italic-71">social well-being </italic>memiliki kontribusi negatif terhadap perilaku agresif individu [13]. <italic id="_italic-72">Social well-being</italic> dapat tumbuh akibat lingkungan yang mendukung setiap aktivitas yang dilakukan, seperti fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap. Lingkungan yang kondusif juga ditunjang dengan kondisi fisik yang memadai sehingga dapat meningkatkan kepuasan dalam diri individu. Kesejahteraan individu akan meningkat seiring dengan kondisi lingkungan yang kondusif, sehingga dapat meminimalisir tindakan-tindakan yang merugikan [14].</p>
        <p id="_paragraph-39">Berdasarkan hasil kategorisasi, diketahui bahwa sebagian besar karyawan memiliki <italic id="_italic-73">social well-being </italic>dalam kategori sedang sebesar 43%. <italic id="_italic-74">Social well-being </italic>karyawan dapat terbentuk adanya hubungan sosial dalam lingkungan kerja yang baik, sehingga dapat saling suport satu dengan yang lain. Adanya hubungan sosial yang baik seperti adanya saling kepedulian antar karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan, akan membuat karyawan tersebut mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya [15]. Dimana individu yang memiliki integrasi sosial akan merasa bahwa pihaknya menjadi bagian dari lingkungan sekitar dan memiliki pikiran bahwa pihaknya memiliki, merasa didukung dan berbagi kebersamaan dengan lingkungan sekitar.</p>
        <p id="_paragraph-40">Individu yang memiliki <italic id="_italic-75">social well-being</italic> tinggi akan merasa aman dan bahagia dalam kehidupannya [16], [17]. Hal ini juga berlaku pada karyawan, apabila seorang karyawan memperoleh kesejahteraan sosial tinggi terutama di lingkup pekerjaannya maka pihaknya akan merasakan keamanan dan bahagia dalam kehidupannya. Apabila individu dapat diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, kontribusi sosial, hubungan sosial, integrasi sosial maka dianggap memiliki <italic id="_italic-76">social well-being</italic> tinggi [18]. Demikian pula sebaliknya apabila individu tidak dapat diterima di lingkungan sosial, aktualisasi sosial, tidak mampu memberikan kontribusi sosial, tidak memiliki hubungan sosial, integrasi sosial maka dianggap memiliki <italic id="_italic-77">social well-being</italic> rendah [7].</p>
        <p id="_paragraph-41">Berdasarkan hasil kategorisasi, diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT. X memiliki agresivitas dalam kategori sedang yaitu sebesar 45%. Agresivitas karyawan dapat dilihat dari masih adanya beberapa karyawan yang sering membicarakan karyawan lain. Selain itu, masih ada beberapa karyawan yang memiliki sifat tidak mau tau dengan lingkungan sekitar dan hanya fokus pada pekerjaan yang dilakukan. Kondisi seperti ini serting terjadi pada karyawan yang sedang dalam menghadapi masalah, seperti tidak enak badan, masalah keluarga dan lain sebagainya [19], [20].</p>
        <p id="_paragraph-42">Individu yang memiliki <italic id="_italic-78">social well-being</italic> tinggi maka perilaku agresivitas dapat dihindari. Selain itu, apabila individu memiliki <italic id="_italic-79">social well-being</italic> tinggi maka akan lebih mampu memenuhi tuntutan situsional dan berhasil dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Sebaliknya, apabila individu yang memiliki <italic id="_italic-80">social well-being</italic> rendah biasanya kurang sukses atau kurang berhasil dalam memenuhi tuntutan hidup dan sering mengalami gangguan sosial atau emosional yang mengarah pada perilaku agresif [5]. Kontribusi <italic id="_italic-81">social well-being </italic>pada perilaku agresiv masih rendah. Masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku agresiv dalam bekerja, seperti konflik peran ganda, stres kerja, <italic id="_italic-82">self control</italic> dan dukungan sosial [21]–[23].</p>
        <p id="_paragraph-43">Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penelitian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-83">try out </italic>terpakai, seharunya untuk memperoleh data yang lebih akurat dilakukan uji coba terlebih dahulu. Selain itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala secara online dengan menggunakan <italic id="_italic-84">google form</italic>, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi dan lokasi subjek yang tidak ada dalam satu kota dengan peneliti. Hal ini menyebabkan peneliti tidak mengetahui secara pasti apakah subjek dalam penelitian ini betul-betul mengisi skala sesuai dengan kondisi yang dialami.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-c2fb171e5630b23348b7c362ab6f3061">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-44">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara <italic id="_italic-85">social well-being </italic>dengan perilaku agresif karyawan pada PT. X. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, maka hasil uji analisis data berdasarkan uji asumsi dapat diperoleh bahwa data <italic id="_italic-86">social well-being </italic>dan perilaku agresif sudah memenuhi asumsi normalitas dan linieritas. Hasil pengujian hipotesis dengan <italic id="_italic-87">product moment pearson </italic>diperoleh signifikansi sebesar 0,002 atau kurang dari 0,05 dengan nilai korelasi negatif. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu ada hubungan negatif yang signifikan antara <italic id="_italic-88">social well-being</italic> dengan agresivitas pada karyawan PT X. Pengaruh <italic id="_italic-89">social well-being</italic> terhadap agresivitas sebesar 9,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-45">Hasil penelitian ini disarankan bagi karyawan untuk lebih intensif dalam menjalin komunikasi dengan rekan kerja maupun dengan pimpinan, karyawan harus menjaga kondisi kesehatan dan lebih mengembangkan praktik bersyukur serta lebih menjadi individu yang lebih aktif. Selain itu, pimpinan juga harus lebih insentif dalam berkomunikasi dengan karyawan dengan tujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi karyawan. Bagi perusahaan, disarankan untuk terus menumbuhkan terciptanya social well-being dalam diri karyawan, guna terciptanya situasi yang aman, tertib dan saling mendukung satu dengan yang lain. Upaya yang dapat dilakukan pihak manajemen yaitu dengan memenuhi setiap hak karyawan dan memberikan suatu wadah untuk saling berdiskusi atau menyampaikan argumen terkait dengan pekerjaan yang dilakukan. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian dengan tema serupa bisa digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi penelitian, serta diharapkan untuk memperluas cakupan populasi sehingga sampel yang digunakan bisa lebih banyak, dan juga memperkaya variabel yang memungkinkan dan berkaitan dengan agresivitas, seperti konflik peran ganda, dukungan sosial dan <italic id="_italic-90">self control</italic>.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>