Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.4332

The Effect of Mind Mapping Method on The Result of Science Learning on Theme 7 Sub-Them 1 Students of Grade IV


Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Tema 7 Subtema 1 Siswa Kelas IV

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Mind mapping method Science learning outcomes

Abstract

This study aims to improve science learning outcomes for grade IV students of SDIT Ainul Yaqin using the mind mapping method. Furthermore, this study aims to determine how much influence the mind mapping method has on the science learning outcomes of grade IV students. This study uses experimental quantitative method with One-Group Pretest-Posttest. Based on the results of the N-gain scores, as many as 8 students experienced an increase in their learning outcomes. A total of 5 students experienced an increase in grades in the high category and as many as 3 students in the medium category.With a percentage of 62.5% increase in learning outcomes in the high category and 37.5% increase in learning outcomes in the medium category. The conclusion that applying the mind mapping method in science learning on theme 7 sub-theme 1 can improve science learning outcomes for grade IV students of SDIT Ainul Yaqin.

Pendahuluan

Metode pembelajaran terdiri dari langkah – langkah yang akan dilakukan oleh guru di dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang di pakai oleh guru adalah sama, tetapi dalam pelaksanaannya di kelas dilakukan dengan cara yang berbeda . Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pembelajaran metode yang digunakan oleh guru adalah sama namun ketika guru menerapkannya di dalam kelas, guru meggunakan cara yang berbeda – beda disesuaikan dengan kebutuhan siswa di kelas.

Metode pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Lampiran IV adalah metode pembelajaran yang terkait dengan pendekatan saintifik berbasis masalah dan berbasis proyek [2]. Oleh karena itu dalam menerapkan pendekatan saintifik maka guru bisa memilih menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran siswa menjadi pusat perhatian yang mengharuskannya untuk aktif berpartisipasi.

Salah satu metode pembelajaran yang dalam pelaksanaannya berpusat pada siswa atau student centered adalah metode mind mapping. Mind mapping merupakan salah satu tools yang digunakan dalam proses pembelajaran. Di dalamnya, informasi bisa dengan mudah disampaikan. Menulis kreatif, efektif dan memetakan pemikiran kita ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami. Informasi mengenai fakta dan pikiran bisa disesuaikan dengan penulis, sehingga dalam proses mengingat akan lebih baik daripada mencatat biasa [3]. Maka dapat dijelaskan bahwa metode mind mapping adalah metode pembelajaran yang membantu guru menyampaikan sebuah konsep materi kepada siswa dengan cara memetakan ide pokok dalam bentuk simbol, kata, gambar dan garis yang memuat informasi secara menyeluruh sehingga dalam proses mengingat suatu konsep akan lebih mudah dilakukan oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi peneliti kenyataan yang terjadi dilapangan dalam pembelajaran IPA guru kelas IV masih menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Kemudian siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru. Sehingga tidak ada keterlibatan siswa dalam menemukan konsep materi IPA sendiri. Guru kelas IV menambahkan bahwa pernah menggunakan metode tanya jawab, akan tetapi terkendala dengan bahan ajar yang muatan materinya tidak lengkap. Sehingga guru kembali menggunakan metode ceramah. Hal ini tidak efektif karena ada siswa yang malas untuk mencatat materi yang disampaikan dan ketika di rumah siswa juga tidak mempelajari materinya kembali.

Pemecahan masalah perlu dilakukan sebagai solusi untuk mengoptimalkan pembelajaran IPA. Peneliti akan menggunakan metode mind mapping yang disesuaikan dengan muatan materi IPA pada kurikulum 2013 yang menekankan pada penanaman konsep pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin menggunakan metode mind mapping. Tujuan selanjutnya adalah mengetahui berapa besar pengaruh metode mind mapping terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV.

Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, peneliti akan melakukan penelitian mengenai metode mind mapping untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode mind mapping terhadap hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 kelas IV SDIT Ainul Yaqin dan berapa besar pengaruh metode mind mapping terhadap hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 kelas IV SDIT Ainul Yaqin.

Metode Penelitian

Salah satu jenis metode kuantitatif yang akan saya gunakan adalah metode penelitian eksperimen. Penelitian menggunakan jenis pre experiment sangat sesuai dengan penelitian yang akan saya lakukan. Penelitian pre experiment yang saya lakukan hanya membutuhkan satu lokasi penelitian. Bentuk pre experiment yang saya gunakan adalah desain One-Group Pretest-Posttest. Menurut [4] dalam bukunya metode penelitian, penggunaan desain One-Group Pretest-Posttest diawali dengan pretes sebelum diberikan suatu perlakuan. Hasil perlakuan diketahui lebih akurat karena dengan membandingkan keadaan sebelum dan keadaan sesudah diberi perlakuan [5]. Desain One-Group Pretest-Posttest dapat digambarkan sebagai berikut:

O1 X O2

Keterangan:

O1: nilai pretest (pembelajaran normal sebelum diberikan perlakuan khusus pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya).

X: penerapan pembelajaran menggunakan metode mind mapping pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya).

O2: nilai posttest (pembelajaran menggunakan metode mind mapping pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya).

O2 – O1: pengaruh metode mind mapping terhadap hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya.

Soal pretest dan posttest disusun berdasarkan perangkat pembelajaran yaitu silabus, RPP, bahan ajar serta kisi – kisi soal yang telah divalidasi dengan validitas konstruksi (Construct Validity). Soal pretest dan posttest yang telah divalidasi kemudian diuji cobakan terlebiih dahulu untuk mengetahui kevalidan dan reliablenya. Kemudian kita dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak, yaitu dengan cara mengkorelasikan antara jumlah skor faktor dan jumlah skor total. Apabila soal tes hasil belajar siswa dinyatakan valid, maka soal siap diuji cobakan. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kevalidan instrumen penelitian adalah menggunakan rumusan korelasi Pearson product moment yaitu sebagai berikut [6].

Keterangan:

rxy = koefisien korelasi

n= jumlah responden

= jumlah skor faktor

= jumlah skor total

Setelah dilakukan perhitungan maka akan didapatkan koefisien korelasi. Setelah diperoleh hasil koefisien korelasinya selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown [7]. Untuk mengetahui apakah instrumen reliabel atau tidak, adalah jika nilai alpha > 0,60 maka instrumen dikatakan reliabel. Apabila berdasarkan uji coba instrumen sudah valid dan reliabel keseluruhan butirnya, maka selanjutnya instrument bisa digunakan untuk pengukuran dalam pengumpulan data. Rumus Spearman Brown yang digunakan adalah sebagai berikut.

ri =

keterangan:

ri = reliabilitas internal seluruh instrumen

rb = korelasi product momen antara belahan ganjil dan belahan genap

Data yang telah diperoleh pada penelitian ini adalah nilai pretest dan posttest siswa kelas IV. Menurut [8] untuk kelompok sampel kecil kurang dari 30 maka pengujian normalitas menggunakan rumus Liliefors. Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Dengan ketentuan nilai nilai = 0.05 dan data berjumlah 8 maka Ltabel = 0.285. Untuk kelompok sampel kecil kurang dari 30 maka pengujian normalitas menggunakan rumus Liliefors untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak yaitu menggunakan rumus:

Z=

Keterangan :

Z = Liliefors hitung

= nilai siswa

= rata – rata nilai siswa

= Standar Deviasi / simpangan baku

Kriteria:

Liliefors hitung > Liliefors tabel = data tidak berdistribusi normal

Liliefors hitung < Liliefors tabel = data berdistribusi normal

Dengan nilai = 0.05 dan sampel berjumlah 8 diketahui Ltabel = 0.285.

Setelah memperoleh nilai pretest dan posttest, selanjutnya dilakukan analisis data nilai siswa menggunakan uji N-Gain. Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan [9]. Berikut rumus untuk menghitung uji N-Gain [9].

N-Gain =

Keterangan:

N-Gain: nilai uji N-Gain

Spost: nilai posttest

Spre: nilai pretest

Smaks: nilai maksimal

Nilai N-Gain Kriteria
0,00 0,30 Rendah
0,30 0,70 Sedang
0,70 1,00 Tinggi
Table 1.Pedoman Kriteria Nilai Normalitas Gain

Presentase % Tafsiran
<40 Tidak efektif
40 – 55 Kurang efektif
56 – 75 Cukup efektif
<76 Efektif
Table 2.Kategori Efektivitas N- Gain

Setelah diberikan suatu perlakuan kepada siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin yang berupa metode mind mapping pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya, selanjutnya dilakukan perhitungan eta squared untuk mengetahui berapa besar pengaruh (effect size) penggunaan metode mind mapping terhadap hasil belajar siswa. Untuk menghiting besar pengaruh menggunakan rumus sebagai berikut

Eta Squared ( d )=

dengan

Sgab=

Tabel 3. Pedoman Interpretasi Effect Size
Effect Size Tafsiran
0 < d < 0,2 Kecil
0,2 < d 0,5 Sedang
0,5 < d 0,8 Besar
d > 0,8 Sangat besar
Table 3.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Berikut ini adalah hasil uji validitas konstruksi (construct validity) pada perangkat pembelajaran yang disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4. Hasil Uji Validitas Konstruksi Perangkat Pembelajaran
No Perangkat Pembelajaran Validator Persentase Kategori
1 2
1 Silabus 35 35 97,22% Sangat Baik
2 RPP 31 30 95,3% Sangat baik
3 Bahan Ajar 85 85 92,3% Sangat Baik
Table 4.

Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa perangkat pembelajaran telah dinyatakan dalam kategori sangat baik sehingga valid dan dapat digunakan untuk penelitian.

Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir soal pretest dan posttest dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba instrument penelitian ini dilakukan di SDN Jedongcangkring pada kelas IV yang sudah melaksanakan pembelajaran pada materi IPA macam – macam gaya. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba instrumen ini adalah 23 siswa. Dalam penelitian ini untuk mengukur validitas butir soal digunakan rumus korelasi produk momen ( Pearson Product Moment Correlation). Berikut hasil uji coba instrument penelitian.

Tabel 5. Hasil Uji Validitas Butir Soal Pretest dan Posttest
Butir Soal Rxy Tingkat Validitas t tabel t hitung Kategori
1 0,291729486 Rendah 1,734 1,29399 Tidak Valid
2 0515512821 Sedang 1,734 2,55244 Valid
3 0,153226962 Tidak Valid 1,734 0,65786 Tidak Valid
4 0,367704074 Rendah 1,734 1,67756 Tidak Valid
5 0,121087096 Tidak Valid 1,734 0,51754 Tidak Valid
6 0,266139346 Rendah 1,734 1,17138 Tidak Valid
7 0,170857444 Tidak Valid 1,734 0,7357 Tidak Valid
8 0,412025878 Sedang 1,734 1,91849 Valid
9 0,374118887 Rendah 1,734 1,73154 Valid
10 0,672285646 Sedang 1,734 3,85289 Valid
11 0,515512821 Sedang 1,734 2,55244 Valid
12 0,54997118 Sedang 1,734 2,79379 Valid
13 0,285059205 Rendah 1,734 1,26175 Tidak Valid
14 0,50756431 Sedang 1,734 2,49928 Valid
15 0,349899269 Rendah 1,734 1,58467 Tidak Valid
16 0,284782592 Rendah 1,734 1,26042 Tidak Valid
17 0,614232124 Sedang 1,734 3,30235 Valid
18 0,208118446 Rendah 1,734 0,90274 Tidak Valid
19 0,620157287 Sedang 1,734 3,35396 Valid
20 0,228324017 Rendah 1,734 0,99498 Tidak Valid
Table 5.

Berdasarkan pengujian validitas yang diperoleh pada tabel 5 dapat kita ketahui ada 11 soal yang tidak valid dan ada 9 soal yang dinyatakan valid. Soal yang valid adalah soal yang ketentuan keputusan thitung > ttabel. Soal yang dinyatakan tidak valid tidak bisa digunakan untuk penelitian dan harus diperbaiki dan kemudian diuji cobakan kembali. Oleh karenanya soal – soal yang tidak valid dilakukan perbaikan dan kemudian diuji cobakan kembali. Soal – soal disusun berdasarkan indikator dan juga kisi – kisi soal.mHasil perhitungan valid atau tidak valid disajikan dalam bentuk tabel yang terlampir.

Setelah instrumen diuji validitasnya kemudian dilakukan uji reliabitias. Uji reliabititas dilakukan untuk mengetahui ukuran kestabilan dan juga konsistensi instumen jika digunakan berkali – kali akan menghasilkan data yang sama. Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik belah dua (split half) kemudian dianalisis menggunakan rumuas Spearman Brown. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas instrument penelitian

Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Butir Soal Pretest dan Posttest
NO Kode Siswa Jumlah
Ganjil Genap
1 CCK 24 44
2 JAP 40 56
3 MMA 44 52
4 TAR 16 40
5 FSA 36 52
6 ICN 28 36
7 RPP 16 28
8 NMP 40 44
9 MF 44 48
10 MDR 40 36
11 AFR 12 44
12 DAP 24 28
13 SAA 32 32
14 MFA 40 56
15 RAK 40 28
16 PN 24 20
17 SDA 28 48
18 ANA 28 48
19 NNR 28 40
20 MKA 32 56
21 PRP 20 52
22 DN 16 16
23 TFM 36 20
R 0,34066707
Spearman (r hitung ) 0,508205322
r tabel 0,468
Kesimpulan Reliabel
Table 6.

Berdasarkan tabel 6 tersebut dapat diketahui bahwa instrument penelitian yang berupa soal pretest dan soal posttest menunjukkan hasil reliabel. Dimana dapat diketahui rhitung > rtabel yang artinya adalah reliabel. Sehingga instrument penelitian dapat digunakan berkali – kali dan akan menghasilkan data yang sama.

Data yang telah diperoleh pada penelitian ini adalah nilai pretest dan posttest siswa kelas IV. Menurut [10] untuk kelompok sampel kecil kurang dari 30 maka pengujian normalitas menggunakan rumus Liliefors. Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Dengan ketentuan nilai nilai = 0.05 dan data berjumlah 8 maka Ltabel = 0.285. Berikut tabel hasil uji normalitas pada nilai pretest dan nilai posttest.

Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Nilai Pretest
No Pretest Z F(Zi) S(Zi) F(Zi) - S(Zi)
1 36 -2,238625297 -0,012590153 0,125 0,137590153
2 56 -0,564886757 0,286075396 0,25 0,036075396
3 64 0,104608659 0,541656828 0,375 0,166656828
4 68 0,439356367 0,669798331 0,875 0,205201669
5 68 0,439356367 0,669798331 0,875 0,205201669
6 68 0,439356367 0,669798331 0,875 0,205201669
7 68 0,439356367 0,669798331 0,875 0,205201669
8 74 0,941477929 0,826770003 1 0,173229997
X 62,75 Nilai Maksimu m 0,205201669
S 11,9493
Table 7.
Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Nilai Postest
No Posttest Z F(Zi) S(Zi) F(Zi) - S(Zi)
1 80 -1,407035395 0,079708447 0,125 0,045291553
2 82 -1,156895769 0,123657474 0,25 0,126342526
3 84 -0,906756144 0,182267883 0,375 0,192732117
4 94 0,343941985 0,634555042 0,625 0,009555042
5 94 0,343941985 0,634555042 0,625 0,009555042
6 98 0,844221237 0,800727105 0,875 0,074272895
7 98 0,844221237 0,800727105 0,875 0,074272895
8 100 1,094360863 0,863101629 1 0,136898371
X 91,25 Nilai Maksimum 0,192732117
S 7,99553
Table 8.

Berdasarkan tabel 7 dan tabel 8 dapat diketahui bahwa Lhitung < Ltabel yaitu pada nilai pretest 0,2052 < 0,285 dan pada nilai posttest 0,1923 < 0,285 sehingga data nilai pretes dan postest yang diperoleh adalah berdistribusi normal. Setelah diketahui data berdistribusi normal selanjutnya data dianalisis menggunakan uji hipotesis N-Gain dan uji Eta Squared.

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan, nilai pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian yang berupa nilai pretest dan posttest disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 9. Hasil Uji N-Gain Nilai Pretest dan Posttest
No Nama Pretest Posttest N- Gain Score N- Gain Persen Kategori
1 AL 74 98 0,923 92,3 Tinggi dan Efektif
2 DV 68 94 0,812 81,25 Tinggi dan Efektif
3 FR 64 84 0,611 61,1 Sedang dan Cukup Efektif
4 FK 68 94 0,812 81,25 Tinggi dan Efektif
5 ILY 36 80 0,687 68,7 Sedang dan Cukup Efektif
6 QR 68 100 1 100 Tinggi dan Efektif
7 ZN 68 98 0,937 93,7 Tinggi dan Efektif
8 TS 56 82 0,59 59,09 Sedang dan Cukup Efektif
Table 9.

Tabel 9 adalah tabel hasil uji N-Gain nilai pretest dan posttest yang dilakuakan pada siswa kelas IV. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut dapat diketahui bahwa terdapat 5 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori tinggi dan efektif sesuai pedoman kriteria nilai N-Gain 0,70 ≤ n ≤1,00. Sebanyak 3 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori sedang dan cukup efektif sesuai pedoman kriteria nilai N-Gain 0,30 ≤ n ≤0,7. Sehingga dapat diketahui bahwa penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA memiliki pengaruh yaitu meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan persentase 62.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori tinggi dan 37.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori sedang.

Setelah diberikan suatu perlakuan kepada siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin yang berupa metode mind mapping pada tema 7 subtema 1 materi macam – macam gaya, selanjutnya dilakukan perhitungan eta squared untuk mengetahui berapa besar pengaruh (effect size) penggunaan metode mind mapping terhadap hasil belajar siswa. Berikut hasil uji eta squared pada nilai pretest dan posttest.

Tabel 10. Hasil Uji Eta Squared Nilai Pretest dan Posttest
No Nama Pretest Posttest
1 AL 74 98
2 DV 68 94
3 FR 64 84
4 FK 68 94
5 ILY 36 80
6 QR 68 100
7 ZN 68 98
8 TS 56 82
Jumlah 502 730
N 8 8
Mean 62,75 91,25
Varians 124,94 55,94
Standar Deviasi Gabungan 30,04
D 0,95
Table 10.

Berdasarkan hasil uji eta squared nilai pretest dan posttest pada tabel 10 dapat diketahui bahwa nilai d > 0,8 yaitu d = 0,95 termasuk dalam kategori sangat besar. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin.

Pembahasan

Analisis data dilakukan oleh peneliti untuk menjabarkan hasil penelitian secara terperinci, sistematis dan juga terukur hasil penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan penelitian di atas, maka pembahasan ini akan menjabarkan hasik penelitian. Hal – hal yang akah dibahas adalah sebagai berikut:

Berdasarkan tabel hasil uji Lilliefors dapat diketahui bahwa Lhitung < Ltabel yaitu pada nilai pretest 0,2052 < 0,285 dan pada nilai posttest 0,1923 < 0,285 sehingga data nilai pretes dan postest yang diperoleh adalah berdistribusi normal. Setelah diketahui data berdistribusi normal selanjutnya data dianalisis menggunakan uji hipotesis N-Gain dan uji Eta Squared.

Berdasarkan tabel hasil uji N-Gain nilai pretest dan posttest tersebut dapat diketahui bahwa terdapat 5 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori tinggi dan efektif. Sesuai dengan pedoman kriteria nilai normalitas Gain yaitu nilai N-Gain 0,70 ≤ n ≤ 1,00 maka dalam kategori tinggi. Nilai N-Gain dalam kategori tinggi pada tabel adalah (0,923; 0,812: 0,812; 1,00; 0,937). Sedangkan sebanyak 3 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori sedang dan cukup efektif yaitu 0,30 ≤ n ≤ 0,70 diantaranya (0,611; 0,687; 0,59). Sehingga dapat diketahui bahwa penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA memiliki pengaruh yaitu meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan persentase 62.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori tinggi dan 37.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA pada tema 7 subtema 1 dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.

Berdasarkan hasil uji eta squared nilai pretest dan posttest pada tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai d > 0,8 yaitu d = 0,95 termasuk dalam kategori sangat besar. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin.

Hasil analisis data yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping pada pembelajaran IPA tema 7 subtema 1 di kelas IV berhasil dan nilai siswa pada posttest atau setelah perlakuan mengalami peningkatan yang sangat besar. Hal ini menandakan bahwa untuk membantu siswa dalam memahami konsep IPA pada tema 7 subtema 1, guru bisa menggunakan metode mind mapping dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan judul penelitian pengaruh metode mind mapping terhadap hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin dapat disimpulkan bahwa:

  1. Berdasarkan hasil nilai N-gain posttest, sebanyak 8 orang siswa mengalami peningkatan hasil belajarnya. Sebanyak 5 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori tinggi dan efektif sesuai pedoman kriteria nilai N-Gain 0,70 ≤ n ≤1,00. Sebanyak 3 orang siswa mengalami peningkatan dalam kategori sedang dan cukup efektif sesuai pedoman kriteria nilai N-Gain 0,30 ≤ n ≤0,7. Dengan persentase 62.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori tinggi dan 37.5% peningkatan hasil belajar dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA pada tema 7 subtema 1 dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.
  2. Berdasarkan hasil uji eta squared nilai pretest dan posttest dapat diketahui bahwa nilai d > 0.8 yaitu d = 0,95 termasuk dalam kategori sangat besar. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada tema 7 subtema 1 siswa kelas IV SDIT Ainul Yaqin.

References

  1. Adilah, N. (2017). Perbedaan Hasil Belajar Ipa melalui Penerapan Metode Mind Map Dengan Metode Ceramah Indonesian (Journal of Primary Education - Vol 1 No 1 2017) h. 98-103
  2. Afandi, M.,dkk. (2012). Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang : Sultan Agung Press. (Online) Tersedia: https://research.unissula.ac.id/file/publikasi/211313015/9230susun_isi_dan_daftar_pustaka_buku_model_edit_.pdf, (diakses 7 November 2021)
  3. Budianto, M.A.K. (2016). Sintaks 45 Model pembelajaran dalam Student Centered Learning (SCL). Malang: UMM Press.
  4. Budiwibowo, S., & Sudarmiani. (2018). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Andi
  5. Buzan, T. (2012). Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  6. Ekawati, N.M., & Kusumaningrum, D. (2020). Pengaruh Metode Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberrejo (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia ,Vol.5 No.2, September 2020) h. 31-35
  7. Hikmawati, N. (2020). Mind Mapping Dalam Pembelajaran IPA Di Sekolah Dasar (Jurnal Kariman Vol.8 No.2, Desember 2020) h. 303-326
  8. Humaerah, R., Bahri, A., & Ristiana, E. (2020). Pengaruh Penggunaan Peta Pikiran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa di Sekolah Dasar (Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, Vol. 6 No. 1, Januari 2020) h. 66–71.
  9. Jariyah, A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Mind Mapping Materi Siklus Air Kelas V SDN Kembangarum 02 Semarang (Skripsi Universitas Negeri Semarang).
  10. Kumala, F.N. (2016). Pembelajaran IPA SD. Malang : Ediide Infografika. (Online) Tersedia: http://repository.unikama.ac.id, (diakses 17 November 2021)
  11. Nafi’ah, S.A. (2018). Model – Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
  12. Nurdin, S., & Adriantoni. (2019). Kurikulum dan Pembelajaran. Depok: Rajawali Pers
  13. Octaviary, J.,dkk. (2020). Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Sumber Daya Alam melalui Metode Mind Mapping (Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara II) h. 165-171
  14. Oktavia, M., dkk. (2019). Uji Normalitas Gain Untuk Pemantapan dan Modul Dengan One Group Pre dan Post Test. Simposium Nasional Ilmiah dengan Tema: (Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Melalui Hasil Riset dan Pengabdian, 7 November 2019) h. 596-601.
  15. Rachmat. (2007). RPAL (Rangkuman Pengetahuan ALam Lengkap). Jakarta : PT Grasindo
  16. Ramadhani, S.P. (2018). Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Mind Mapping di SDN Manggarai 17 Pagi Tentang Bagian Tumbuhan dan Fungsinya (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan) (Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Vol. 2 No.1, Februari 2018) h. 89-106
  17. Rizali, I. (2019). Mind Mapping Learning Method for Memory (SIPATAHOENAN: South – East Asian Journal for Youth, Sport & Health Education, Vol. 5 No.1, April 2019) h.1-14
  18. Robainah, dkk. (2021). Pelaksanaan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran IPA (Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2021, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Purworejo) h. 911 -923
  19. Sapoetra, B.P. (2019). Efektifitas Penerapan Mind Mapping dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik Sekolah Dasar (ELSE: Elementary School Education Journal, Vol.3 No.2, Agustus 2019) h. 87-97
  20. Setyarini, D. (2018). Metode Pembelajara Mind Map Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Anak Didik Sekolah Dasar (Jurnal Ilmiah “Pendidikan Dasar”, Vol.VI No.2, Juli 2018), h.30 – 44
  21. Silvia, E. (2020). Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Model Pembelaharan Mind Mapping di SDN Ciater 03 Tanggerang Selatan (Jurnal Prima Magistra : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol. 1 No. 1, April 2020) h. 22-29
  22. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  23. Sujarweni, W. (2019). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.
  24. Swadarma, D. (2013). Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum Pembelajaran. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
  25. Syafriwirna. (2019). Penerapan Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPA SDN 014 Jamik Tahun Ajaran 2016/2017 (Jurnal Mitra Pendidikan Online Vol.3, No.6 Juni 2019) h.896-907
  26. Tim Grasindo. (2016). RANGKAP (Rangkuman Terlengkap Teori dan Rumus Matematika dan IPA SD/MI. Jakarta : PT Grasindo
  27. Virdiana, T., & Ramdani, A.S. (2018). Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPA Tentang Gaya Pada Siswa Kelas IV SDN Pondok Kopi 03 Pagi Jakarta Timur (Jurnal Inovasi Pendidikan MH. Thamrin ,vol. 2. Nomor 2, September 2018) h.21-32
  28. Yuliani, S.H., dkk. (2020). Pengaruh Metode Mind Mapping Pada Daur Hidup di Kelas Empat (Jurnal Sittah: Journal Of Primary Education, Vol. 1 No. 1, April 2020) h. 31-44