Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.4302

The Correlation of Parents' Roles on Beginning Reading Ability of Grade 1 Students During Home Learning


Korelasi Peran Orang Tua Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Selama Pembelajaran di Rumah

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Beginning Reading Ability Home Learning Parents’ Role

Abstract

This research is motivated by the fact that in class 1 SDN Candiharjo there are several students who are experiencing problems related to their reading ability. Moreover, the learning process is a lot and is often done at home, due to the conditions during the pandemic which requires him to study at home with his parents. Therefore, the researcher wants to examine whether there is a relationship between the role of parents during the learning process at home with the early reading ability of grade 1 students. So the purpose of this study is to find a correlation between the two. This researcher uses a quantitative correlation research approach. Collecting data in this study used a questionnaire on the role of parents and assessment of the reading ability of grade 1 students. The results of this study indicate that there is a positive correlation between the role of parents on the early reading ability of grade 1 students with very strong significance.

Pendahuluan

Indonesia yang masih dilanda kecemasan terkait permasalahan Covid-19 yang tiada henti. Berimbas pada dunia pendidikan. Salah satunya ialah keluarnya surat edaran Kemendikbud No. 36962/MPK.A/HK/20, yang berisi penetapan segala bentuk pembelajaran untuk siswa dilaksanakan secara daring atau pembelajaran dengan jarak jauh. Dengan penetapan tersebut maka mengharuskan siswa untuk melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing. Akan tetapi untuk siswa sekolah dasar di kelas rendah dalam proses pembelajaran di rumah sangat membutuhkan perhatian lebih dalam proses pembelajarannya. Dikarenakan disebelumnya sekolah merupakan suatu tempat untuk siswa lebih cepat menumbuh kembangkan potensi dirinya. Asmi menyatakan bahwasannya dengan adanya pendidikan maka anak akan dapat melaksanakan pengembangan dengan cara mencerdaskan akalnya serta dapat membuat kepekaan pada hatinya dan dapat meningkatkan daya kreatifnya .

Pendidikan untuk saat ini dilaksanakan di rumah dengan orang tua. Orang tua berperan sebagai pembantu pendidik dalam proses pembelajaran di rumah. Prabhawani memaparkan bahwasannya pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan suatu tanggung jawab besar juga untuk orang tua serta masyarakat disekitarnya dalam menumbuh kembangkan potensi anak serta ketrampilan dasar anak mengenai agama . Pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan mengenai peranan orang tua, yakni adanya orang tua yang kesulitan beradaptasi dengan situasi yang ada, terdapat orang tua yang sibuk bekerja dan banyak sebaginya. Sehingga memunculkan permasalahan baru dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah bagi siswa kelas 1 terlebih lagi pada kegiatan membaca.

Membaca untuk siswa kelas 1 merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh pada proses pendidikannya. Terlebih lagi siswa kelas 1 merupakan masa-masa peralihan dari Taman Kanak-kanak (TK) ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Di SDN Candiharjo terdapat beberapa siswa yang masil mengalami kesulitan dalam membaca, dan juga terdapat siswa yang telah lancar dalam membaca. Dalam buku memaparkan dengan melalui pembelajaran membaca siswa dapat mengetahui Teknik-teknik tertentu dan memperoleh pengetahuan . Berdasarkan hasil observasi awal terdapat sebagian siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah dalam tugas-tugasnya dikerjakan langsung oleh orang tua tanpa melibatkan siswa dalam pengerjaannya. Hal tersebutlah yang menjadikan salah satu faktor penyebab siswa tidak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membacanya. Dalam situasi ini orang tua dapat dikatakan tidak melaksanakan peranannya dalam proses pendampingan pemebelajaran di rumah.

Peranan yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam pendampingan pembelajaran di rumah meliputi orang tua menjadi guru bagi anaknya, orang tua memberikan motivasi kepada anaknya, orang tua sebagai fasilisator, dan orang tua sebagai pengaruh bagi anaknya . Dengan demikian maka orang tua dapat dijadikan penentu keberhasilan prestasi bagi anaknya dan sangat berpengaruh penting bagi keberlangsungan pendidikan anaknya. Dalam Penelitian Sari Puspita (2020) yang berjudul Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Pada Siswa Kelas 1 Di SD Negeri 1 Taman Sari memperoleh hasil yang menyatakan bahwa peranan yang dilakukan oleh orang tua sangat berpengaruh pada keberhasilan pendidikan anaknya. Hal tersebut jugalah yang mendorong peneliti ingin meneliti terkait keterhubungan antara peran yang dilakukan oleh orang tua dengan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama proses pembelajaran di rumah. Yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya korelasi antara peran orang tua dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan metode survei. Dimana metode survei ini dilaksanakan untuk memperoleh suatu data dan mengumpulkan data-data sebagai gambaran umum dalam penelitian. Yang kemudian dapat diolah dengan menggunakan analisis korelasi. Dengan subjek penelitian yang diambil ialah wali siswa kelas 1 dan siswa kelas 1. Dengan menggunakan teknik pengambilan subjek yakni teknik sampel Probability Sampling berjenis random sampling. Dikarenaka penelitian memberikan peluang dan kesempatan yang sama untuk populasi. Populasi dan sampel yang diambil sesuai dengan karakteristik yang diinginkan oleh peneliti . Data-data yang diambil melalui observasi, penyebaran angket dan asesmen membaca untuk siswa kelas 1 dan kemudian penyajian data.

Penelitian ini berjenis penelitian korelasi untuk mencari keterhubungan antara dua variabel. Sesuai dengan pernyataan Lind, Marchel, Wathen (2008) korelasi analisis ini ialah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur antara keterkaitan hubungan dari variabel-variabel. Yang dimana dalam penganalisisannya berbantu SPSS. Berikut tahapan dalam analisis data: Pertama melakukan observasi secara langsung di SDN yang dituju yakni SDN Candiharjo. Pada pelaksanaan observasi ini dilakukan beberapa kegiatan diantaranya meninjau sekolah secara langsung, bertemu dengan wali kelas 1 dan siswa kelas 1 SDN Candiharjo. Tahapan kedua yakni penyebaran angket untuk orang tua siswa kelas 1, dimana jumlah soal angket yang diberikan sebanyak 25 dengan skala 1-5. Dengan kriteria 1 sangat tidak setuju, 2 kurang setuju, 3 netral, 4 setuju, 5 sangat setuju. Tahapan ketiga melakukan asesmen membaca kepada siswa kelas 1, dan tahapan terakhir perhitungan data serta pengambilan kesimpulan. Berikut daftar instrument yang digunakan :

Supplementary Files

Gambar 1. Daftar pertanyaan angket peran orang tua [1]

Supplementary Files

Gambar 2. Kisi-kisi Asesmen

Hasil dan Pembahasan

Penelitian peran orang tua terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah dilaksanakan di SDN Candiharjo. Proses penelitian dilakukan pada bulan Februari. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan. Tahapan tersebut yaitu observasi, penyebaran angket kepada wali siswa kelas 1, dan asesmen membaca siswa kelas 1.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan membaca peserta didik kelas I di SDN Candiharjo beragam. Terdapat beberapa siswa yang telah lancer dalam membaca. Namun juga terdapat dari beberapa siswa kurang mampu atau kurang lancer dalam membaca. Terlebih lagi dalam kegiatan pembelajaran di rumah masing-masing.

Hasil observasi juga menunjukkan akibat dari keberagaman kemampuan membaca siswa kelas 1 diakibatkan beberapa hal. Diantaranya ketika proses pembelajaran di rumah tidak didampingi oleh orang tua. Dikarenakan terdapat berbagai macam kesibukan orang tuanya. Ada yang bekerja, ada yang sibuk berjualan, dan ada juga orang tua yang sangat memperhatikan anaknya ketika proses pembelajaran di rumah. Hal tersebutlah yang membuat keragaman kemampuan membaca permulaaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah.

Kemudian berdasarkan perolehan jawaban angket wali siswa kelas 1. Memperoleh hasil bahwa masih terdapat dari beberapa orang tua yang tidak melaksanakan peranannya ketika proses pembelajaran dirumah. Sehingga memperoleh rata-rata nilai angket sebesar 67,44. Dengan nilai tertinggi sebesar 92,8 dan terendah sebesar 36 dari 25 item pertanyaan. Sedangkan perolehan asesmen tertinggi sebesar 100, dengan rata-rata 74,5.

Supplementary Files

Gambar 3. Hasil Perhitungan Data [3]

Berdasarkan hasil dari tabel diatas diperoleh nilai korelasi sebesar 0,936 dengan artian bahwa terdapat sebuah korelasi antara peran orang tua terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah dengan arah yang positif. Dengan nilai signifikasi (one-tailed) sebesar 0,000. Dimana nilai signifikasi ini lebih kecil dari 0,05 =α, sehingga keputusannya menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga memperoleh kesimpulan bahwasannya terdapat korelasi yang positif antara peran orang tua dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah.

Pada perolehan data menunjukkan bahwa ketika kemampuan membaca anak sangat baik maka di baliknya terdapat orang tua yang telah melaksanakan peranannya selama proses pembelajaran di rumah. Dan sebaliknya kekurang mampuan membaca siswa juga berbanding dengan seberapa besar peran yang dilakukan oleh orang tua selama proses pembelajaran di rumah. Nurlaeni & Juniarti menyebutkan 4 hal yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam pendampingan pembelajaran daring antara lain orang tua sebagai motivator, orang tua sebagai fasilitator, orang tua sebagai guru bagi anaknya dan orang tua sebagai pengaruh bagi anaknya.

Berdasarkan pemaparan-pemaparan statistika terkait peranan orang tua dalam kemampuan membaca permulaan siswa sangatlah penting untuk keberlangsungan pendidikan anaknya yang dilaksanakan di rumah. Orang tua bagi anak adalah semangat serta pusat kerohaniannya dalam proses pendidikan dan keberhasilan pendidikan . Sehingga ketika orang tua ikut aktif dalam proses pembelajaran anaknya maka anak akan semakin semangat untuk melaksanakan pendidikannya. Terlebih lagi bagi siswa kelas 1, pada jenjang ini anak sangatlah butuh dorongan orang tuannya dalam proses pembelajarannya terlebih lagi ketika proses pembelajaran dirumah.

Peran orang tua yang dapat dilakukan dalam Pendidikan anak menurut Ahmadi (2008) adalah dalam pendidikan orang tua dapat berperan sebagai tempat penyedia fasilitas pendidikan anaknya dan mengupaya pembantuan proses Pendidikan anak. Dengan demikian upaya pemfasilitas dan pendampingan anak dalam pembelajaran di rumah sangatlah dibutuhkan oleh anak sebagai bahan motivasinya dalam proses pembelajarannya .

Berdasarkan hasil penelitian ini yang menghasilkan kesimpulan bahwasaanya terdapat korelasi yang kuat antara peran orang tua dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah. Dimana peranan orang tua ini dapat memunculkan motivasi anak dalam belajar maka hal tersebut akan mempengaruh kemampuan membaca permulaan anak ketika pembelajaran di rumah. Melalui pendampingan orang tua ini dapat membangaun kebersamaan yang sangat kuat antara orang tua dan anaknya, sehingga dapat memepengaruhi kemampuan membaca permulaannya . Sehingga yang semula anak terbata-bata dalam membaca maka saat peranan orang tua dilakukan secara maka maksimal kemampuan membaca anak semakin meningkat dan semakin lancar dalam membaca. Begitu juga dengan sebaliknya ketika orang tua tidak melaksanakan peranannya dalam proses pembelajaran anak di rumah maka kemampuan membaca anak akan stabil dan cenderung susah untuk meningkat.

Pemberian dorongan serta pelaksanaan peranan orang tua dalam pendidikan anaknya merupakan salah satu faktor yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1. Dengan hal tersebut siswa akan terbantu dan terdorong untuk giat belajar ketika bersama orang tuannya, sehingga tidak hanya bergantung pada pembelajaran yang telah diberikan disekolah saja. Hal tersebut juga sependapat dengan Prabhawani “Pendidikan bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah ataupun guru saja, akan tetapi juga merupakan tanggung jawab besar keluarga serta masyarakat sekitarnya dalam ikut serta menumbuh kembangkan potensi anak”. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwasannya semakin tinggi peran yang dilakukan oleh orang tua dalam pendidikan anaknya maka akan semakin tinggi tingkat kemampuan membaca permulaannya. Begitu juga sebaliknya jika peran orang tua yang dilakukan sangat rendah maka tidak akan dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait korelasi peran orang tua terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah dapat disimpulkan bahwa tingkatan kemampuan membaca permulaan siswa berhubungan dengan seberapa besar peran yang orang tua lakukan ketika pendampingan proses pendidikan anak di rumah. Semakin tinggi peran yang dilakukan oleh orang tua akan semakin meningkatkan kemampuan membaca permulaan anaknya.

Jadi kesimpulan dari penelitian ini ialah (1) terdapat korelasi antara peran orang tua dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 selama pembelajaran di rumah, (2) semakin besar peranan yang dilakukan oleh orang tua selama pembelajaran di rumah maka juga meningkatkan kemampuan membaca permulaan anaknya, (3) semakin kecil pelaksanaan peran orang tua dalam pembelajaran anak di rumah maka semakin sulit menigkatkan kemampuan membaca anaknya.

References

  1. Cahyati, N., & Kusuma, R. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid-19. Jurnal Golden Age, 4(1), 152-159.
  2. Dalman. (2017). Ketrampilan Membaca. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  3. Hadiana, L. H., Hadad, S. M., & Marlina, I. (2018). Penggunaan Media Big Book Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Kalimat Sederhana. Didaktik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(2), 212-242.
  4. Indrayani, A. O. (2016). Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Penggunaan Media Flash Card Siswa Kelas 1 SDN Surokarsan 2 Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
  5. Iskandar, M. F. (2021). Pengaruh Pola Asuh Demokratis Terhadap Kemampuan Membaca Anak Kelas 1 SD Negeri 2 Cisaat Selama Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1878-1881.
  6. Kurniati, E., Alfaeni, D. K., & Andiani, F. (2021). Analisis Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 241-256.
  7. Kurniawati, U. (2020). Peran Orang Tua Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas 2 SD. Jurnal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 40-50.
  8. Lilawati, A. (2020). Peran Orang Tua Dalam Mendukung Kegiatan Pembelajaran Di Rumah Pada Masa Pandemi. Jurnal Obsesi, 5(1), 549-558.
  9. Mubarok, A. (2017). Model Flipped Classroom Dalam Memotivasi Belajar Siswa . Jurnal Prosiding TEP & PDs, 4(2), 184-188.
  10. Nurhasanah, E. (2021). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Usia Sekolah Dasar Di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran, 1(1), 11-18.
  11. Rusdiana, & Arisal. (2021). Peranan Orang Tua Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Seminar Nasional Administrasi Pendidikan dan Manajemen, 320-327.
  12. Sari, A. P. (2020). Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Pada Siswa Kelas 1 Di SD Negeri 1 Taman Asri. Yogyakarta : Institut Agama Islam Negeri Metro.
  13. Suci, W. (2020). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Al-Islam Di SMA Muhammadiyah 1 Gisting Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2019/2020. Yogyakarta : Institut Agama Islam Negeri Metro.
  14. Sugiono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  15. Wahid, A. (2015). Konsep Orang Tua Dalam Membangun Kepribadian Anak. Jurnal Paradigma, 2(1), 2406-9787.
  16. Westhisi, S. M. (2019). Metode Fonik Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Bahasa Inggris Anak Usia Dini. Jurnal Tunas Siliwangi, 5(1), 23-37.