Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.4174

Application of Environmental Education in Elementary School


Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Environmental Education Environmental Character Care qualitative research implementation obstacles

Abstract

This qualitative study aims to investigate the planning and implementation of environmental education at SD Muhammadiyah 1 Krembung, as well as identify the obstacles encountered during the implementation process. The research subjects included teachers and students of the school. Data was collected through interviews, observation, and documentation, with data validity ensured through triangulation. The findings revealed that the planning of environmental education at SD Muhammadiyah 1 Krembung involved several steps, such as selecting appropriate learning materials, analyzing learning objectives, and conducting a goal analysis of environmental issues. The application of environmental education in the school followed the indicators set for environmental education in both the school and classroom settings. Most of these indicators were successfully realized, including fostering habits of maintaining and preserving the school environment, providing adequate garbage disposal and hand washing facilities, promoting energy-saving practices, encouraging waste separation between organic and non-organic materials, ensuring cleanliness through the provision of cleaning equipment, cultivating a sense of responsibility towards a clean environment, and maintaining evaluation tools. Additionally, a learning concept map oriented towards environmental education was developed. The results of this study have implications for enhancing the effectiveness of environmental education in schools, which can contribute to environmental awareness and action among students.

Highlights:

  • Importance of planning: Planning plays a crucial role in the successful implementation of environmental education, ensuring the selection of appropriate materials and analysis of learning objectives.
  • Realization of indicators: The application of environmental education at SD Muhammadiyah 1 Krembung demonstrated the successful realization of indicators in promoting environmental awareness and action among students.
  • Implications for effective education: The findings of this study have implications for enhancing the effectiveness of environmental education in schools, contributing to a cleaner and more sustainable environment.

Keywords: Environmental education,environmental character care, qualitative research, implementation, obstacles.

Pendahuluan

Bumi merupakan planet tempat tinggal manusia, dimana manusia sebagai mahkluk sosial saling bergantung pada lingkungan alam yang ada di bumi [1]. Artinya dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia tidak terlapas dari lingkungan alam, dan manusia harus menjaga lingkungan alam demi keberlangsungan kehidupan manusia sendiri. Namun, masih rendahnya kesadaran manusia terhdapa lingkungan yang berakibat pada rusaknya lingkungan. Kompas melaporkan beberapa permasalahan lingkungan di Indonesia akibat prilaku manusia diantaranya sampah plastik, rusaknya terumbu karang (habitat laut), penebangan hutan liar (deforestasi), banjir, dan polusi udara [2].

Selanjutnya, Jawapos melaporkan bahwa sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan diberbagai kota [3]. Sebab itu, perlunya pengurangan dalam penggunaan sampak plastik agar tidak mencemari lingkungan. Faktor yang menyebabkan berbagai kerusakan dan permasalah lingkungan yaitu akibat prilaku manusia yang negatif Artinya manusia memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, dalam hal tersebut perlunya penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan.

Senada dengan itu, mengatakan penurunan kualitas lingkungan hidup di sebabkan oleh prilaku manusia. Artinya prilaku manusia memegang peran penting dalam menjaga lingkungan hidup, sebab kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan tempat tinggalnya [4]. Lebih lajut, permasalahan lingkungan akan berdampak pada kualitas lingkungan dan kualitas manusia. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa apabila seseorang tidak peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya, maka akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia itu sendiri [5].

Permasalah lingkungan tersebut menunjukkan bahwa perlunya penerapan pendidikan lingkungan hidup pada pendidikan formal, sebab pendidikan merupakan salah satu komponen pembangunan dalam mengembangkan karakter [6]. Lebih lanjut, pendidikan diharapkan dapat mendisain penananaman pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan melalui pengembangan sikap dan nilai-nilai peduli lingkungan. Artinya pentingnya pendidikan ikut serta dalam menanamkan karakter peduli lingkungan [7]. Penguatan karkter peduli lingkungan bertujuan memberikan kesadaran kepada siswa sebagai indvidu memiliki peran dalam menjaga lingkungan [8]. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengembangan sikap peduli lingkungan yaitu dengan pendidikan lingkungan hidup. Hal tersebut menunjukkan pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan karakter peduli lingkungan pada generasi muda bangsa melalui pendidikan.

Keseriusan pemerintah tersebut dalam pendidikan lingkungan hidup ditunjukkan dengan program sekolah lingkungan hidup atau Adiwiyata yang tertuang dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal tersebut ditindak lanjuti melalui peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2013 mengenai sekolah Adiwiyata. Tujuan Adiwiyata ialah untuk mewujudkan semua warga sekolah yang memiliki tanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah dalam rangkan mendukung pembangunan.

Selanjutnya, permasalahan lingkungan menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, dan institusi pendidikan salah satu yang berperan dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan [9]. Sedangkan, sebagai upaya dalam menanamkan karakter peduli lingkungan yaitu melalui sekolah sebagai lembaga Pendidikan [10]. Artinya sekolah sebagai institusi pendidikan merupakan salah satu lembaga formal yang berperan dalam mengembangakan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Salah satu sekolah dasar yang menanamkan pendidikan lingkungan hidup yaitu SD Muhammadiyah 1 Krembung. Berdasarkan hasil observasi di SD Muhammadiyah 1 Krembung bahwa pada visi yaitu berakhlak islami, life skill dan berwawasan gobar. Sedangkan misi sekolah salah satunya yaitu melaksanakan pendidikn sekolah islam secara utuh dan sempurna dalam memahami akidah yang lurus terhadap siswa dan guru, dan memiliki tujuan sekolah salah satunya yaitu penanaman pendidikan lingkungan hidup. Hasil wawancara dengan kepada sekolah dan guru di SD Muhammadiyah 1 Krembung bahwa SD Muhammadiyah 1 Krembung telah menanamkan pendidikan peduli lingkungan.

Penanaman karakter peduli lingkungan di nilai penting dikembangkan sedini mungkin. Pentingnya penanaman pendidikan lingkungan hidup sedini mungkin, salah satunya perlunya pendidikan lingkungan hidup pada siswa sekolah dasar sebagai generasi penerus bangsa [11]. Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang tepat sebagai penanaman karakter peduli lingkungan, sebab sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan pertama yang di tempuh siswa secara formal. Pemberian pengalaman pada siswa dimasa kecil berdampak kuat pada perkembangan siswa pada jenjang selanjutnya. Artinya penanaman pendidikan lingkungan hidup pada siswa usia sekolah dasar di nilai sangat penting [12].

Berdasarkan berbagai penjelasan diatas, menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan menjadi salah satu tanggung jawab semua komponen bangsa, salah satunya lembaga pendidikan atau sekolah. Hal tersebut mengungkapkan bahwa pentingnya pendidikan lingkungan hidup yang diterapkan secara formal di sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengangkat judul penelitian “Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung”..

Metode Penelitian

Berdasarkan uaraian pada latar belakang penelitian dan fokus penelitian, serta tujuan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ialah suatu prosedur atau cara-cara penelitian yang dilakukan secara alamiah tanpa memanipulasi data [13]. Senada dengan itu, penelitian kualitatif merupakan penelitian dengan menggunakan objek alamiah [14]. Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu bentuk penelitian yang dilakukan dengan menggunakan data-data deskriftif berupa kata-kata dengan latar objek penelitian secara natural atau ilmiah.

Pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan kegiatan penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung pada masa pandemic Covid-19. Secara khusus penelitian ini akan menggambarkan bagaimana perencanaan, penerapan dan hambatan peaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar.

Subjek penelitian dapat dikatakan sebagai sumber-sumber yang digunakan untuk menjawab penelitian atau informasi penelitian [15]. Pada penelitian ini, subjek penelitian adalah guru dan siswa SD Muhammadiyah 1 Krembung. Pada penelitian ini sebagai informan dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Dimana dalam penelitian akan mendeskripsikan kegiatan penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung.

Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara-cara yang digunakan penelitian untuk mendapatakan informasi atau data penelitian. Pada penelitian ini beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya;

1. Wawancara

Wawancara ialah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak melalui percakapan, dimana terdapat pemberi pertanyaan atau pewawancara dan yang menjawab pertanyaan atau pihak yang diwawancarai [16]. Pada penelitian ini akan dilakukan dengan teknik wawancara kepada guru kelas, siswa dan orang tua dalam menerapkan pendidikan pendidikan lingkungan hidup yang dilakukan SD Muhammadiyah 1 Krembung pada saat pandemic COVID-19. Instrumen penelitian ini berupa lembar wawancara yang berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan guru, siswa dan orang tua dalam rangka penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung di era pandemi Covid-19.

2. Observasi

Pengamatan atau observasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan peneliti dengan melakukan pencatatan secara sistematis pada gejala yang diteliti. Pada penelitian ini observasi dilakukan dengan menggunakan observasi partisipatif, dimana peneliti melakukan pengamatan langsung gejala penelitian. Pada kegiatan penelitian ini pengumpulan data dilakukan observasi atau pengamatan partisipatif secara langsung, dimana peneliti secara langsung melakukan pengamatan kegiatan penerapan pendidikan karakter di SD Muhammadiayah 1 Krembung. Insrumen penelitian berupa lembar observasi yang berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan guru, siswa dan orang tua dalam rangka penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiya 1 Krembung di era pandemi Covid-19.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu suatu bentuk kegiatan penelitian dengan melakukan penyelidikan terhadap dokumen seperti catatan harian, majalah, notulen dan sebagainya. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dokumentasi dengan cara melakukan pengumpulan data berkenaan dengan dokumen-dokumen yang digunakan guru, siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran dikelas, dokumen tersebut berhubungan dengan pelaksanaan penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung. Instrumen penelitian berupa lembar dokumentasi yang berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan guru, siswa dan orang tua dalam rangka penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung di era pandemi Covid-19.

Uji keabsahan data merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh ketepatan data. Pada kegiatan penelitian untuk memperoleh penyajian data yang tepat diperlukan suatu data yang tepat. Dalam hal ini peneliti uji keabsahan data menggunakan trianggulasi, triangulasi merupakan suatu pemeriksaan ketepatan data untuk kepentingan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data penelitian. Dalam peneliti ini menggunakan trianggulasi teknik dan sumber untuk mengcek kebahasaan data penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung di era pandemi Covid-19.

Analisis data merupakan suatu proses yang dilakukan dalam rangka menyari dan menyusun dengan sistematis data-data yang diperoleh baik dari hasil pengumpulan data dari kegiatan catatan lapangan, hasil wawancara, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif naratif. Pada teknik analisis data penelitian menggunakan model miles and huberman yang meliputi tahap reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing or verification)..

Hasil dan Pembahasan

1. Penyajian Hasil Penelitian

Pada bagian ini diuraikan hasil penelitian beserta pembahasannya tentang proses perencanaan dan penerapan pendidika lingkungan hidup yang dilakukan SD Muhamadiyah 1 Krembung dimana sebagai insitusi pendidikan dengan subjek penelitian adalah guru dan siswa SD Muhammadiyah 1 Krembung yang berlamatkan di Jl. Raya Lemujut No.32, Lemujut, Kec. Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61275. Pada penelitian ini sebagai informan dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Penyajian data diperoleh dari hasil teknik wawancara kepada guru kelas, siswa dan orang tua dalam menerapkan pendidikan pendidikan lingkungan hidup yang dilakukan SD Muhammadiyah 1 Krembung pada saat pandemic COVID-19 pada tiap subyek penelitian secara deskriptif. Setelah data dipaparkan kemudian akan dilakukan analisis data menggunakan analisis trianggulasi sumber.

A. Deskripsi Penemuan

Indikator Wawancara Observasi
Pemilihan materi pembelajaran di sekolah dasar Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung ada beberapa mata pelajaran yang sudah dicoba menyesuaikan dengan Pendidikan lingkungan di tiap-tiap jenjang kelas mulai dari kelas I hingga kelas IVMenurut guru kelas, sudah berusaha menyiapkan materi-materi yang dikaitkan dengan Pendidikan lingkungan dengan mata pelajaran tiap-tiap kelas Diadakannya rapat yang dihadiri kepala sekolah dan segenap guru dalam pembentukan dan perumusan Pendidikan lingkungan
Melakukan analisis tujuan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan hidup yang akan dicapai Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah Langkah Pendidikan lingkungan ini sesuai dengan Kebijakan sekolah dituangkan dalam visi dan misi SD Muhammadiyah 1 Krembung, dalam rangka pencapaian pendidikan yang berbasis lingkungan hidup. SD Muhammadiyah 1 Krembung memiliki visi dan misi salah satunya adalah tidak meninggalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan membiasakan hidup bersih, aman, tertib, disiplin, sehat, dan sadar lingkunganMenurut guru kelas, tujuannya sudah cukup jelas dituangkan pada salah satu misi sekolah, oleh karena itu juga kami segenap guru juga akan melaksanakan misi tersebut Diadakannya rapat yang dihadiri kepala sekolah dan segenap guru dalam pembentukan dan perumusan Pendidikan lingkungan
Melakukan analisis tujuan terhadap permasalahan lingkungan hidup yang telah dihubungkan dengan bahasan Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah, tujuan Pendidikan lingkungan di sekolah ini agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkunganMenurut guru kelas karena masalah lingkungan di masyarakat kita menjadi sorotan banyak pihak. Banyak sekali longsor, kebakaran hutan, banjir, penebangan hutan. Nah kita mau mendidik anak-anak dari sekolah melalui Pendidikan lingkungan. Jadi diharapkan anak- anak ini kalau sudah besar bisa menerapkan ilmunya tentang pentingnya lingkungan alam. Gagasan itu berasal dari kepala sekolah dan seluruh komponen sekolah Kepala sekolah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam mendukung Pendidikan lingkungan di sekolah
Menyusun alat evaluasi Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah Salah satu tugas sekolah memberikan pembelajaran, layanan pendidikan yang memadai. Oleh karena itu di sekolah ini berusaha memberikan layanan pendidikan yang baik, aktual, sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah memberikan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan ini memberikan penyadaran pembelajaran secara integratif untuk menanamkan nilai karakter peduli lingkunganMenurut guru kelas masih belum ada alat evaluasi yang konkrit untuk mengukur keberhasilan Pendidikan lingkungan karena masih belum maksimal diupayakan Evaluasi hanya sebatas rapat yang diadakan 3 bulan sekali.(Dokumen terlampir)
Membuat peta konsep pembelajaran berorientasi pendidikan lingkungan hidup Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah Perencanaan Pendidikan lingkungan hidup pada sekolah ini yaitu merancang sebuah kurikulum dengan berkoordinasi Bersama dinas Pendidikan, pendidik komite wali murid dan juga masyarakat, Adapun program pendidikan lingkungan hidup (PLH) di SD Muhammadiyah 1Krembung dilakukan melalui rapat TIM PLH dan program tersebut diantaranya (1) program berwawasan lingkungan, (2) kurikulum berwawasan lingkungan dan kegiatan pendidikan lingkungan bersifat parsitifatifMenurut guru kelas perumusan kurikulum masih belum maksimal namun Pendidikan lingkungan ini disisipkan di setiap mata pelajaran. Di dalam silabus dan RPP juga kita sisipkan. Setiap mata pelajaran terintegrasi dengan wawasan lingkungan Kurikulum tentang Pendidikan lingkungan masih belum terkonsep dalam bentuk peraturan, atau buku pedoman
Table 1.Perencanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung

Berdasarkan tabel diatas, adapun Langkah Langkah yang ditempuh dalam perencanaan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung yaitu :

a) Pemilihan materi pembelajaran di sekolah dasar, dengan menganalisis standar isi pembelajaran di sekolah dasar, memahani standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipilih atau konten isi materi sebagai pengembangan indikator diharapkan berorientasi atau mengacu pada pendidikan lingkungan hidup, didalamnya mengandung aspek kognitif, psikomotor dan afektif.

b) Melakukan analisis tujuan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan hidup yang akan dicapai.

Langkah ini sesuai dengan Kebijakan sekolah dituangkan dalam visi dan misi SD Muhammadiyah 1 Krembung, dalam rangka pencapaian pendidikan yang berbasis lingkungan hidup.

c) Melakukan analisis tujuan terhadap permasalahan lingkungan hidup yang telah dihubungkan dengan bahasan.

Pada tahap ini yang dilakukan oleh kepala sekolah yaitu merumuskan tujuan Pendidikan lingkungan di sekolah ini agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan, kemudian dari guru kelas mencoba menganalisa masalah lingkungan di masyarakat yang menjadi sorotan banyak pihak. Banyak sekali tanah longsor, kebakaran hutan, banjir, penebangan hutan. Oleh karena itu upaya dalam mendidik anak-anak dari sekolah melalui Pendidikan lingkungan. Jadi diharapkan anak- anak ini saat sudah besar dapat menerapkan ilmunya tentang pentingnya lingkungan alam.

d) Menyusun alat evaluasi

Salah satu tugas sekolah memberikan pembelajaran, layanan pendidikan yang memadai. Oleh karena itu di sekolah ini berusaha memberikan layanan pendidikan yang baik, aktual, sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah memberikan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan ini memberikan penyadaran pembelajaran secara integratif untuk menanamkan nilai karakter peduli lingkungan, namun hasil observasi masih belum ada alat evaluasi yang konkrit untuk mengukur keberhasilan Pendidikan lingkungan karena masih belum maksimal diupayakan.

e) Membuat peta konsep pembelajaran berorientasi pendidikan lingkungan hidup.

Peta konsep pembelajaran pendidikan lingkungan hidup didasarkan pada Pendidikan di dalam sekolah dan diluar sekolah, didalam sekolah seperti Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, Tersedianya tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan, Pembiasaan hemat energi, Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan non-organik, Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik, Menyediakan peralatan kebersihan, Memprogram cinta bersih lingkungan, Membersihkan halaman sekolah, kemudian di luar sekolah yaitu melakukan kegiatan outbound di lokasi yang bertema lingkungan

f) Menetapkan model pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran diharapkan menyesuaikan materi yang dipilih, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana sekolah.

g) Menetapkan media Pembelajaran yang akan digunakan

Berdasarkan hasil wawancara perencanaan penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhamadiyah 1 Krembung, berikut hasil wawancara berkenaan dengan perencanaan penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhamadiyah 1 Krembung.

Berdasarkan pemaparan dari beberapa informan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perencanaan pendidikan lingkunganan di sekolah. Adapun program pendidikan lingkungan hidup yang di rancang di SD Muhammadiyah 1 Krembung diantaranya diantaranya (1) program berwawasan lingkungan, (2) kurikulum berwawasan lingkungan dan kegiatan pendidikan lingkungan bersifat parsitifatif.

a. Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung.

Pendidikan lingkungan hidup di sekolah bertujuan membentuk kesadaran, nilai-nilai, sikap dan keterampilan terhadap keselarasan lingkungan. Secara khusus, pendidikan lingkungan hidup untuk peserta didik sekolah dasar adalah agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap dan tingkah laku rasional dan bertanggung jawab terhadap masalah lingkungan sesuai dengan kemampuan yang diperolehnya.

Mengacu pada teori Penerapan pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah Krembung sebagai berikut [17] :

Indikator Wawancara Observasi
Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung seluruh warga sekolah memiliki perannya masing-masing untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih nyaman dan indahMenurut guru kelas, kami selalu memberikan contoh yang baik dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah, hal ini bertujuan untuk memberi contoh kepada peserta didikMenurut peserta didik, para siswa dibiasakan untuk selalu memelihara kebersihan lingkungan sekolah Adanya piket kelas dalam menjaga kebersihan yang tertempel di dinding kelas.
Tersedianya tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah sarana dan prasarana sudah kami sediakan salah satunya adalah tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tanganMenurut guru kelas, kami selalu memberikan contoh untuk membuang sampah dan cuci tangan sebelum aktivitas di sekolah Menurut peserta didik, kami telah melaksanakan segala kebiasaan ini yaitu membuang sampah dan cuci tangan sebelum aktivitas di sekolah Terdapat wastafel di depan kelas dan tempat sampah sesuai jenis sampah
Pembiasaan hemat energi Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung seluruh warga sekolah memiliki perannya masing-masing untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih nyaman dan indahMenurut guru kelas, kami selalu memberikan contoh yang baik dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah, hal ini bertujuan untuk memberi contoh Menurut peserta didik, para siswa dibiasakan untuk selalu memelihara kebersihan lingkungan sekolah Adanya stiker yang ditempel di dinding untuk sosialisasi hemat energi
Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan non-organik Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung kami telah menyiapkan tempat sampah yang sesuai jenis sampahnya yang ditaruh di beberapa tempat di sekolah, Menurut guru kelas, kebiasaan memisahkan jenis sampah memang cukup sulit, namun kami tetap berusaha dalam membimbing para peserta didik kegunaan atau manfaat dari pemisahan jenis sampah organik maupun non organik Menurut peserta didik, kami tahu tempatnya membuang sampah di tong sampah plasitik maupun di tong sampah organik Sudah diterapkan dengan adanya tempat sampah sesuai jenis
Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung belum ada tenaga yang mampu dalam pembuatan kompos dari sampah organik, untuk sementara ini kami hanya mengandalkan pak kebun yang bertugas dalam membuang sampah di sekolah iniMenurut guru kelas, di sekolah ini masih belum ada orangnya, teknologi atau sarana dan prasarana belum tersedia dalam pembuatan kompos ini Menurut peserta didik, tidak bisa, karena memang tidak ada yang melakukan itu di sekolah ini Belum diterapkan karena lingkungan sekolah masih terbatas ruang terbuka hijau
Menyediakan peralatan kebersihan Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung peralatan kebersihan sudah kami siapkan untuk kebersihan sekolah maupun kelasMenurut guru kelas, kami memantau ketersediaan peralatan kebersihan terutama di kelasMenurut peserta didik, iya kami tau ada peralatan kebersihan, yang ada di setiap kelas dan ruangan guru dan ruangan sekolah lainnya Alat kebersihan tersedia dalam keadaan siap pakai di setiap kelas maupun di ruang tukang kebun
Memprogram cinta bersih lingkungan Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung setiap ada event atau hari besar yang bertema lingkungan kami selalu adakan event atau acara agar dapat menjadi wadah untuk cintah bersih lingkunganMenurut guru kelas, kami mengadakan acara bertema lingkungan pada momen tertentu yang pastinya melibatkan seluruh peserta didik untuk mencintai lingkungan Menurut peserta didik, iya kami dibiasakan dalam hidup bersih dan lingkungan yang nyaman Adanya kegiatan yang berhubungan dengan kecintaan terhadap lingkungan
Membersihkan halaman sekolah Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung ini sebenarnya sudah kami serahkan pada pak kebun, namun siswa dan guru juga pasti kami arahkan untuk minimal menjaga kebersihan lingkungan sekolahMenurut guru kelas, kami juga menghimbau kepada para peserta didik, untuk menjaga kebersihan halaman sekolah, hal ini sama sama membantu tugas dari pak kebun dan kebersihan Menurut peserta didik, saya diajari untuk membuang sampah dan tidak membuat kotor halaman sekolah Diterapkan namun Sebagian besar dikerjakan oleh tukang kebun. Guru dan kepala sekolah telah menghimbau untuk peserta didik dalam menjaga lingkungan
Tidak menginjak rumput di taman sekolah Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung , sekolah kami belum ada taman yang ada rumput, karena sekolah ini masih baru, jadi halaman sekolah berupa tanah lapang yang telah dipaving denga nada beberapa pohon besar yang tetap terjaga dengan baik untuk memberi kerindangan sekolah iniMenurut guru kelas, belum ada taman rumput karena halaman sekolah sudah berupa paving Menurut peserta didik, di sekolah kami tidak ada rumput Ruang terbuka dan halaman sekolah tidak ada yang ditumbuhi rumput, halaman sekolah sudah di paving , dan terdapat beberapa pohon sebagai peneduh
Tidak memetik bunga di taman sekolah Menurut informasi dari berbagai wawancara pada informan antara lain :Menurut kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung seluruh warga sekolah memiliki perannya taman sekolah belum ada, namun kami telah mengupayakan menanam tanaman gantung yang ditanam dalam potMenurut guru kelas, kami Bersama peserta didik telah menanam dalam media pot sehingga bisa memperindah suasana depan kelas Menurut peserta didik, para siswa telah dibiasakan dalam merawat semua tanaman maupun pohon-pohon yang ada di lingkungan sekolah Taman sekolah masih belum ada, namun ada pot -pot tanaman yang ditaruh di depan kelas untuk mempercantik suasana lingkungan sekolah
Table 2.Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah

Berdasarkan tabel 1 diatas, dapat dijelaskan bahwa dari 10 indikator Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah, SD Muhammadiyah 1 Krembung telah menerapkan 7 dari 10 indikator, hanya 3 indikator yang belum terealisasi atau diterapkan, yaitu Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik Tidak menginjak rumput di taman sekolah, dan Tidak memetik bunga di taman sekolah

Adapun pada indikator pertama yaitu Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah seluruh warga sekolah memiliki perannya masing-masing untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih nyaman dan indah. Kondisi lingkungan di SD Muhammadiyah 1 Krembung berusaha mengikuti program adiwiyata dengan menjaga lingkungan sekolah lebih bersih, asri, dan nyaman. Di lingkungan sekolah tidak terlihat sampah yang berceceran, banyak pohon yang membuat lingkungan sekolah menjadi lebih arsi dan menciptakan susasana kondusif terhadap proses belajara mengajar di sekolah. Selain itu sekolah juga menyediakan air bersih yang cukup sebagai kebutuhan sekolah. Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan meskipun belum ada kurikulum khusus pendidikan lingkungan hidup, namun pembelajaran pendidikan lingkungan hidup oleh guru diintegrasikan dengan semua mata pelajaran yang ada di SD Muhammadiyah 1 Krembung. Salah satu prinsip pendidikan lingkungan hidup adalah terintegrasi atau tidak terpisah. Prinsip ini dimaknai bahwa pendidikan lingkungan selain sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri, juga harus menempati posisi yang penting secara terintegrasi ke dalam cabang ilmu lain. Secara formal SD Muhammadiyah 1 Krembung ini tidak memiliki mata pelajaran khusus yang berkaitan dengan PLH.

Pembahasan

1. Perencanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung

Berdasarkan hasil temuan di lokasi penelitian, perencanaan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung dimulai dari beberapa Langkah yang meliputi Pemilihan materi pembelajaran di sekolah dasar, kemudian Melakukan analisis tujuan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan hidup yang akan dicapai, setelah itu Melakukan analisis tujuan terhadap permasalahan lingkungan hidup yang telah dihubungkan dengan bahasan, Menyusun alat evaluasi dan yang terakhir yaitu Membuat peta konsep pembelajaran berorientasi pendidikan lingkungan hidup. Hasil ini sesuai dengan adanya keputusan Bersama tanggal 3 juni 2005 antara KNLH dan Departemen Pendidikan Nasional Nomor: KEP.07/MENLH/06/2005 dan Nomor: 05/VI/KB/2005 tentang pembinaan dan pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup SD Muhammadiyah 1 Krembung menginginkan diterapkannya Pendidikan lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Hal ini juga yang menjadikan point masalah dalam kaitannya dengan perencanaan Pendidikan lingkungan hidup. Oleh karena itu SD Muhammadiyah 1 Krembung berkomitmen untuk menciptakan sekolah yang berbasis lingkungan hidup atau adiwiyata.

Tujuan utama dari program adiwiyata adalah menumbuhkan budaya peduli lingkungan bagi warga sekolah khususnya peserta didik sehingga keinginan luhur tersebut tertuang dalam visi sekolah yang mengharapkan siswa unggul dan berwawasan lingkungan serta dijelaskan secara praktis dalam misi sekolah. Berdasarkan keinginan luhur sekolah untuk menciptakan sekolah adiwiyata, pihak sekolah mulai merumuskan kebijakan yang berhubungan dengan Pendidikan lingkungan hidup dalam rapat dewan guru. Berbekal keputusan mentri kesehatan RI nomor 1429/Menkes/SK/XH/2006 tentang pedoman penyelenggaraan kesehatan lingkungan sekolah, peraturan Mentri lingkungan Hidup RI Nomor 05 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata serta peraturan Mentri Kesehatan RI nomor: 2269/MENKES/SK/XH/2006 tentang pedoman pembinaan hidup bersih dan sehat, Pihak sekolah mencoba mengenali masalah tentang Pendidikan lingkungan hidup. Peraturan-peraturan mentri tersebut ditemukan dalam dokumen buku adiwiyata SDN Dinoyo 2 tahun 2011. Proses pengenalan masalah tersebut dilakukan ketika rapat seluruh anggota guru untuk menentukan kebijakan sekolah tentang Pendidikan lingkungan hidup

Setelah merumuskan ruang lingkup dari permasalahan Pendidikan lingkungan hidup, selanjutnya sekolah mengklasifikasikan kemungkinan penyelesaian dari permasalahan dengan membuat peta konsep Pendidikan lingkungan hidup. Pada pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan yang terakhir pada pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan. Langkah terakhir dari perencanaan Pendidikan lingkungan hidup yaitu evaluasi, sekolah mengadakan rapat rutin 3 bulanan program Pendidikan lingkungan hidup. Dalam rapat tersebut juga dibahas penghambat atau pendukung dari pelaksanaan program yang ada. Berdasarkan data tersebut, sekolah mengadakan evaluasi terhadap program hasil perencanaan. Dari evaluasi tersebut sekolah meninjau kemajuan dan hambatan yang terjadi dalam setiap program.

2. Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lokasi penelitian penerapan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung mengacu pada indikator Pendidikan lingkungan di sekolah maupun di kelas, Sebagian besar telah terealisasi, meliputi Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, Tersedianya tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan, Pembiasaan hemat energi, Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan non-organik, Menyediakan peralatan kebersihan, Memprogram cinta bersih lingkungan, Membersihkan halaman sekolah

Berdasarkan visi misi sekolah SD Muhammadiyah 1 Krembung yang telah disebutkan dalam hasil penelitian diatas salah satu indikator visi misi sekolah sudah tercantum dan berkaitan dengan nilai sikap peduli lingkungan yang menunjukkan bahwa sekolah telah mengupayakan dan melaksanakan pendidikan lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar sekolah. Hal ini menunjukkan kebijakan sekolah dalam menetapkan visi misi tersebut sudah sejalan dengan pelaksanaan salah satu komponen program Adiwiyata, yaitu kebijakan sekolah berwawasan lingkungan. Implementasi dari komponen kebijakan sekolah berwawasan lingkungan sebagaimana dituangkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program Adiwiyata pasal 6 yaitu adanya kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan. Pada sebuah penelitian lingkungan yaitu segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup di sekitar lingkungan [18]. Walaupun belum ada kurikulum berbasis lingkungan di SD Muhammadiyah 1 Krembung secara khusus, namun sekolah berupaya memberikan penyampaian materi mengenai pendidikan lingkungan hidup dilakukan melalui kurikulum yang telah disesuaikan secara terintegrasi kedalam semua mata pelajaran dari kelas 1 hingga kelas 6. Mulai dari pengembangan materi, model dan metode pembelajaran yang bervariasi yang dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai lingkungan hidup kepada siswa yang berkaitan dengan persoalan kehidupan sehari-hari di lingkungan.

Sebagai bentuk terwujudnya visi misi sekolah dengan salah satu indikatornya yang sudah memuat nilai sikap peduli lingkungan, sekolah memiliki program pendukung di SD Muhammadiyah 1 Krembung. Ada tiga program pendukung yang dimaksud yaitu jumat bersih, jadwal piket, dan hemat energy (air dan listrik). Upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang berkaitan dengan program pendukung pelaksanaan Pendidikan berbasis lingkungan tercermin dari kegiatan yang dilaksanakan seperti jumat bersih, jadwal piket, dan hemat energi.

Dalam pelaksanan kegiatan piket sehari-hari di sekolah juga menunjukkan upaya dalam pengelolaan kelas serta sarana prasarana yang berada di dalamnya oleh warga kelas terutama oleh siswa. Dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran yang penting bagi siswa agar terbiasa mengelola apa yang ada di sekitar lingkungan sekolah dengan baik. Hemat energi juga dapat menunjukkan upaya untuk memberikan edukasi kepada siswa untuk menggunakan listrik dan air secara efisien. Upaya sekolah dalam pelaksanaan Pendidikan lingkungan hidup juga didukung dengan ketersediaannya sarana prasarana dan pemanfaatan sarana prasarana tersebut sebagai pelengkap program Adiwiyata. Adapun sarana prasarana dan pemanfaatannya yang dimaksud yaitu adanya wastafel di setiap depan ruang kelas, ketersediaannya tempat sampah pilah di berbagai tempat, penyediaan toilet dan tempat wudhu yang bersih, penyediaan peralatan kebersihan dan perawatan lingkungan, serta slogan atau poster di berbagai ruang kelas maupun di luar kelas mengenai peduli lingkungan.

Ketersediaan sarana prasarana dalam pelaksanaan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung telah menunjukkan tindakan yang sesuai dengan indikator program Adiwiyata dalam pengembangan nilai peduli lingkungan yang dikemukakan. Indikator program Adiwiyata dalam pengembangan nilai peduli lingkungan yang berkitan dengan Ketersediaan sarana prasarana tercerimin dari ketersediaan toilet dan tempat wudhu dengan air yang bersih, penyediaan tempat sampah pilah, penyediaan wastafel, penyediaan peralatan dan perawatan lingkungan sekolah, penyediaan keanekaragaman hayati, serta tanaman di berbagai sudut lingkungan sekolah. Di dalam kelas juga terdapat slogan-slogan mengenai lingkungan, air minum, kipas angin.

Ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah juga menunjukkan upaya sekolah dalam implementasi pengelolaan sarana prasarana sekolah yang di realisasi dan disesuaikan dalam program Adiwiyata yang dikemukakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Sekolah juga sudah menyediakan taman sekolah, taman kelas yang terdapat di depan kelas berdasarkan kelasnya masing-masing. Dan terdapat juga slogan-slogan mengenai peduli lingkungan sekolah seperti hemar air, listrik di berbagai sudut lingkungan sekolah

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Perencanaan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung dimulai dari beberapa Langkah yang meliputi Pemilihan materi pembelajaran di sekolah dasar, kemudian Melakukan analisis tujuan pembelajaran dan Pendidikan lingkungan hidup yang akan dicapai, setelah itu Melakukan analisis tujuan terhadap permasalahan lingkungan hidup yang telah dihubungkan dengan bahasan, Menyusun alat evaluasi dan yang terakhir yaitu Membuat peta konsep pembelajaran berorientasi pendidikan lingkungan hidup.
  2. Penerapan Pendidikan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 1 Krembung mengacu pada indikator Pendidikan lingkungan di sekolah maupun di kelas, Sebagian besar telah terealisasi, meliputi Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, Tersedianya tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan, Pembiasaan hemat energi, Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan non-organik, Menyediakan peralatan kebersihan, Memprogram cinta bersih lingkungan, Membersihkan halaman sekolah

References

  1. Habibie, F.H., dkk., 2014, Pembangunan Sistem Informasi Penerimaan Calon Tenaga Kerja Secara Online Berbasis Web Pada Bursa Kerja Khusus Smk Ganesha Tama Boyolali, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2, Volume V, ISSN : 2087 – 0868.
  2. Ardana, Komang dkk. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Graha Ilmu. Yogyakarta
  3. Moeheriono. 2012. “Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi”. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  4. Sedarmayanti. 2010. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, CV Mandar Maju, Bandung.
  5. McShane, S. L., & Von Glinow, M. A. (2010). Organizational Behavior: Emerging Knowledge and Practice for The Real World (5th ed.). New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
  6. AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung.
  7. Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. BPFE
  8. Aris Mardiyono, 2010, Pengaruh Orientasi Pasar, Pembelajaran Organisasi terhadap Keunggulan Bersaing dalam Meningkatkan Kinerja Pemasraan, Serat Acitya-Jurnal Ilmiah Untag Semarang, Hal 1-15.
  9. Raden Yohanes Luhur, 2014. Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Biro Pengawasan dan Pemeriksaan PT. Bank Panin TBK. Jurnal OE Vol. 6 No. 3, November.
  10. Rolos, Jeky K R dkk. 2018. Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Manado Kota. Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Ujniversitas Sam Ratulangi. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 6, Nomor 4, Tahun 2018.