<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pengembangan E-modul Sebagai Modul Pembelajaran di SMK</article-title>
        <subtitle>Development of E-modules as Learning Modules in Vocational High Schools</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-b215bd7479b9f8ae3727cf08cb7a6814" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>siti uswatun khasanah</given-names>
          </name>
          <email>usw4tun.kh4s4n4h66@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b2bdd17adf26dd52b38f02bf5376c19d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Untari, M.Pd</surname>
            <given-names>Dr. Rahmania Sri</given-names>
          </name>
          <email>rahmania.sriuntari@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-05-23">
          <day>23</day>
          <month>05</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih menekankan siswa pada penguasaan pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) sehingga siswa sekolah menengah kejuruan dibekali teori dan praktek[1]. Perkembangan teknologi komputasi digital kini sangat berpengaruh dalam gaya belajar siswa sebagai generasi Z masa kini. Pemanfaatan teknologi berbasis internet tidak terlepas dari aktivitas sehari-hari. Mengingat ketergantungan seseorang terhadap teknologi yang bisa terjadi di luar maupun dalam lingkup sekolah, siswa dituntut untuk cerdas dalam memfilter / menyaring informasi yang diperoleh dari dunia maya[2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Di era industri 4.0 perkembangan teknologi kini kian semakin pesat menjadi paradigma baru, dan mengubah pola pikir hidup yang tidak terlepas dari dunia digital dan virtual. Dengan adanya kemajuan teknologi pada abad ke-21, di dunia pendidikan dituntut untuk dilakukan secara aktif, kreatif, inovatif, dan mandiri. Manfaat teknologi tidak hanya sebagai alat berbagi informasi, dan hiburan saja, melainkan sebagai sarana penunjang belajar siswa maupun guru[3].</p>
      <p id="_paragraph-15">Sehubungan dengan adanya pandemi covid-19, kemendikbud menetapkan peraturan bahwa pendidikan di Indonesia tetap diselenggarakan, namun dengan konsep yang berbeda yaitu <italic id="_italic-237">Study </italic><italic id="_italic-238">From</italic><italic id="_italic-239"> Home </italic>(SFH). Kementrian pendidikan dan kebudayaan mendorong pelaksanaan proses belajar mengajar dilakukan secara daring (dalam jaringan). Sehingga pembelajaran secara jarak jauh menjadi solusi untuk mengendalikan perasalahan dalam proses pembelajaran secara tatap muka[4].</p>
      <p id="_paragraph-17">Bertepatan dengan perkembangan teknologi, media yang saat ini sering digunakan kini ialah perangkat berbentuk elektronik, karena pemakaianya sangat praktis dan bisa di akses dimana saja, contohnya seperti modul elektronik (<italic id="_italic-240">e-</italic><italic id="_italic-241">modul</italic>[5]). Dalam pembelajaran daring saat ini<italic id="_italic-242">, smartphone </italic>sangatlah berperan penting sebagai penunjang kegiatan pembelajaran. Penggunaan <italic id="_italic-243">smartphone</italic>juga memberikan manfaat bagi peserta didik maupun guru yang dapat belajar dari berbagai sumber dengan bantuan koneksi jaringan internet, serta dapat mengakses media <italic id="_italic-244">e-</italic><italic id="_italic-245">modul</italic>dimana pun dan kapan pun tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas saja.</p>
      <p id="_paragraph-18">Pengmbangan yang mengulas tentang tentang telah dikembangkan oleh beberapa ahli, salah satunya oleh masruroh tahun 2021 yang berjudul “<italic id="_italic-246">E-</italic><italic id="_italic-247">modul</italic>berbasis <italic id="_italic-248">android </italic>sebagai pendukung pembelajaran daring dan upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik”. Hasil penelitian tersebut yaitu memperoleh rata-rata keseluruhan skor sebesar 99,05% untuk ahli media dan 96,47% untuk ahli materi, dengan perolehan skor tersebut dapat dikatakan telah memenuhi kriteria sangat valid dan sangat efektif untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa[6].</p>
      <p id="_paragraph-19">Sesuai dengan hasil analisa yang dilakukan oleh peneliti di SMK YAPALIS Krian, ialah adanya permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu pada saat pembelajaran guru membagikan materi dalam bentuk media yang berbeda- beda. Seperti <italic id="_italic-249">power</italic><italic id="_italic-250">point</italic>, membagikan <italic id="_italic-251">link</italic>yang berisikan sebuah berisikan sebuah video pembelajaran dan terkadang melakukan <italic id="_italic-252">zoom meeting</italic>. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan bagi siswa maupun guru dalam proses belajar. Seperti halnya membuka dari aplikasi satu ke aplikasi lainnya, hal tersebut menjadikan siswa merasa kesulitan ketika pembelajaran berlangsung, sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu tujuan dari pengembangan <italic id="_italic-253">e-</italic><italic id="_italic-254">modul</italic>ini adalah untuk meringkas dari berbagai macam media menjadi satu bagian utuh yang di dalamnya mencakup berbagai macam fitur yang telah disesuaikan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Permasalahan tersebut dapat di minimalisir dengan adanya pengemabngan <italic id="_italic-255">e-</italic><italic id="_italic-256">modul</italic>yang dirancang secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai tingkat pemahaman, pengetahuan dan usia siswa, agar siswa dapat belajar sendiri secara mandiri atau dengan pendampingan oleh guru<italic id="_italic-257">.</italic><italic id="_italic-258">E-</italic><italic id="_italic-259">modul</italic>yang dirancang dari teks, gambar, animasi, grafik dan video sehingga membantu memfasilitasi siswa ketika belajar secara daring (dalam jaringan). Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang berperan untuk menyalurkan pesan pengiriman kepada penerima, sehingga hal tersebut dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat belajar siswa[7]. Media pembelajaran memiliki manfaat antara lain, menarik perhatian siswa, dapat mempercepat pemahaman pada saat proses pembelajaran, pembelajaran lebih komunikatif dan produktif, dapat menghilangkan rasa kebosanan siswa pada saat belajar, lebih memperjelas maksud dari pesan/materi yang disampaikan[8].</p>
      <p id="_paragraph-21">Berdasarkan penjelasan diatas peneliti mengajukan penelitian <italic id="_italic-260">e-</italic><italic id="_italic-261">modu</italic>l yang dapat dimanfaatkan secara mandiri. <italic id="_italic-262">E-</italic><italic id="_italic-263">modul</italic>yang dikembangkan telah dirancang secara khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, sehingga produk e-modul akan lebih mudah digunakan dan dapat membantu pada saat pembelajaran.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran berupa modul pembelajaran berbasis elektronik (<italic id="_italic-264">e-</italic><italic id="_italic-265">modul</italic>). Jenis penelitian yang digunakan adalah <italic id="_italic-266">Research and Development</italic>(R&amp;D). Metode <italic id="_italic-267">Research</italic><italic id="_italic-268">and</italic><italic id="_italic-269">Development</italic>(R&amp;D) ini adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk tertentu. Penelitian pegembangan atau <italic id="_italic-270">Research and Development (R&amp;D) </italic>adalah suatu metode untuk mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan[9]. Model ADDIE dirancang secara khusus dan terstruktur agar masalah dapat terpecahkan dan menemukan jalan keluarnya. Model ADDIE ini memiliki beberapa tahapan dalam pengembangan yaitu, <italic id="_italic-271">analisis</italic><italic id="_italic-272">, design, development, implementation, evaluation</italic>[10]<italic id="_italic-273">. </italic>Penjelasan dari lima tahapan pada model pengembangan ADDIE serta bagan flowchart seperti berikut ini.</p>
      <p id="paragraph-c425cce2412be167a4366fa7e33129f3">a. <italic id="italic-1">Analysis </italic>(analisis)</p>
      <p id="_paragraph-23">Mmembuat rancangan desain atau <italic id="_italic-274">storyboard </italic>sebagai konsep awal yang disesuaikan dengan hasil analisis sebelumnya. Tahapan tersebut dapat diperinci seperti dilakukannya pada saat tahapan awal, dengan mencari berbagai informasi tentang pembelajaran dengan cara melakukan observasi kepada guru mata pelajaran terkait apa saja yang dibutuhkan untuk bahan ajar. Sehingga nantinya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik pada saat pembelajaran. Kemudian dilakukan analisis karakteristik siswa untuk mengetahui bagaimana karakteristik para siswa, sehingga media yang akan dikembangkan nantinya bisa menyesuaikan dengan karakteristik siswa.</p>
      <p id="paragraph-065556c41644b44ba5eb69343901f4eb">b. <italic id="_italic-285">Design</italic>(desain)</p>
      <p id="_paragraph-24">Pada tahapan desain ini peneliti akan merancang sebuah desain awal atau storyboard yang nantinya sebagai rancangan awal pada pengembangan <italic id="_italic-275">e-</italic><italic id="_italic-276">modul</italic>yang berisikan tentang materi-materi yang dtelah disesuaikan dengan KI KD serta ada beberapa aspek didalamnya sesuai dengan hasil analisis sebelumnya.</p>
      <p id="paragraph-cf4f305d1d3e0fc339abafd35f80a7a5">c. <italic id="_italic-286">Development</italic>(pengembangan)</p>
      <p id="_paragraph-25">Tahap pengembangan ini adalah untuk mewujudkan proses tahapan desain menjadi sebuah kenyataan. Pengembangan produk ini akan dikembangkan dengan menggunakan <italic id="_italic-277">software</italic><italic id="_italic-278">Adobe</italic><italic id="_italic-279">Flash</italic><italic id="_italic-280">CS6</italic>yang disesuaikan dengan <italic id="_italic-281">story board </italic>yang telah dirancang. Serta juga dilakukannya validasi dari para ahli yaitu ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kesesuaian dan kelayakan dari media yang dikembangkan. Setelah mendapatkan koreksi atau saran maka dilakukanlah revisi produk, sehingga media nantinya dapat di terapkan kepada peserta didik.</p>
      <p id="paragraph-25a6f85ccd94718ebb8666779d5c829a">d. <italic id="_italic-287">Implementation</italic>(implementasi)</p>
      <p id="_paragraph-26">Pada tahapan ini melakukan penerapan media <italic id="_italic-282">e-</italic><italic id="_italic-283">modul</italic>berdasar android yang sudah dikembangkan di sekolah yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dengan bantuan guru mata pelajaran untuk membantu melakukan penerapan kepada siswa. Untuk mengetahui kekurangan agar dapat diperbaiki sehingga layak digunakan. Menyebarkan angket kepada siswa juga merupakan langkah untuk mengetahui respon serta tanggapan siswa pada media yang dikembangkan.</p>
      <p id="paragraph-df9123ad9393cbcbe15c5319cc400b56">e. <italic id="_italic-288">Evaluation</italic>(evaluasi)</p>
      <p id="_paragraph-27">Tahap evaluasi dilakukannya perbaikan untuk menyempurnakan media yang telah dikembangkan agar layak digunakan. Hal tersebut berdasarkan dari hasil penyebaran angket responden kepada siswa.</p>
      <p id="_paragraph-28">Model pengembangan ADDIE dapat dilihat pada Gambar 1.</p>
      <p id="paragraph-ccc8dd0867f9e97bf77b09265264ec09">
        <italic id="italic-65e40c242361c636134796c0b80ef9b4">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-29"><bold id="_bold-10">Gambar</bold><bold id="_bold-11">1</bold>. <italic id="_italic-289">Flowchart </italic>Pengembangan ADDIE</p>
      <p id="_paragraph-30">Untuk mengetahui kelayakan media yang telah divalidasi, dapat diperoleh melalui analisis data. Hal ini dilakukan untuk mengetahui nilai hasil analisis yang sebelumnya telah dilakukannya penelitian. Dalam teknik analisis data pada pengembangan ini, rumus yang digunakan dalam menghitung presentase kelayakan seperti Tabel 1 Analisis Data dan bagan 2 Kriteria Validasi.</p>
      <p id="_paragraph-31">𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛 =</p>
      <p id="_paragraph-32">𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ</p>
      <p id="_paragraph-33">𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚</p>
      <p id="_paragraph-34">x 100%</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Analisis Data</title>
          <p id="_paragraph-36" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-fd9a6122d5ac9ec22e8e23ffca3eb092">
              <td id="table-cell-0b8b156bd3a52e5df94894944b22ebc7">Skor</td>
              <td id="table-cell-202cff7f1fea701917e06873ef6bc58b">Kategori</td>
              <td id="table-cell-e767e7150428bc6a42381047b5ffea5a">Rentang Presentase</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0b30e9bed60473fa90394c6054e617e0">
              <td id="table-cell-8bb50af4237e89afe59eb638ef981e14">4</td>
              <td id="table-cell-76399032bbf9a9d15cbf165c90fcf2e5">Sangat Baik </td>
              <td id="table-cell-c1a6695421ed7131e2578d571c212404">82.25 % &lt; presentase ≤ 100%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c6dc503510335a69a0f86331cf45bbb7">
              <td id="table-cell-29a8848df865fd8c6931914a0c8e9f2e">3</td>
              <td id="table-cell-d00e80d83f2b72fcd40a1f4f0e6c0f72">Baik </td>
              <td id="table-cell-53b9d2a1881588f21c78d8cbd4edd145">62.5 % &lt; presentase ≤ 81.25% </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b3ae990da20f995501ce152ca089f7f6">
              <td id="table-cell-e62d87ea03dd05cb45f08c623cb91dd7">2</td>
              <td id="table-cell-620c9352755c97e1ca99214a6fd2d1e1">Cukup</td>
              <td id="table-cell-48055fe2ddbc1b05a9d3069b60b83948">43.75% &lt; presentase ≤ 62.25%Presentase </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-afa78feadbd2dbaf6dbc9fb0ccafe95e">
              <td id="table-cell-49350bd10535efea60c60c8bea7ed2e5">1</td>
              <td id="table-cell-3be95d211aee3564ce9bf80d8efb6b1d">Kurang Baik</td>
              <td id="table-cell-7f2af2e85d6355ae6b256e4240f57491">≤ 43.75%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37" />
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Validasi</title>
          <p id="_paragraph-38" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-53881e620953c11582b2b3d06ee3a4df">
              <td id="table-cell-04211dbe0d34ed80e9a70d710f7497c7">Pro sentase kelayakan</td>
              <td id="table-cell-99b840162f9ea34de2a0f6f5dc158a78">Tingkat kelayakan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6623d63685747503535027e9026e6304">
              <td id="table-cell-ab0fad0e3a109b803a17f74ae15a1932">81-100%</td>
              <td id="table-cell-461a44e1b248df6e6717a65aab8467eb">Sangat layak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8703a1d3c6ef8549ba78a11825c1ff8b">
              <td id="table-cell-586f853f2beb181031b3044d99ec45dd">61-80%</td>
              <td id="table-cell-8a119eb666796fa4e5f7bc3bbd12a303">Layak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e2d4468ecbbf271e889b5fdfc8257410">
              <td id="table-cell-ee37eb298948bd939a1d1e24a1d0e691">41-60%</td>
              <td id="table-cell-f638fe1418f11c8a8643489cb55d94c3">Cukup layak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cb051fd82e779efc1232b5fecb3e9cda">
              <td id="table-cell-9358b3e3946760abc3d7ebd51595ee98">21-40%</td>
              <td id="table-cell-26775413b60cc824a7918212d534bdab">Kurang layak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b99e8cd46d538f011d460c4a09408446">
              <td id="table-cell-e1214a0274a916fff96d437d4e613b7a">&lt;20%</td>
              <td id="table-cell-ec33a8f4bac6ec2856ebbadff8974306">Sangat kurang layak</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-39">Tujuan dari penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui pengembangan <italic id="_italic-290">e-</italic><italic id="_italic-291">modul</italic>sebagai modul pembelajaran di SMK dan yang kedua untuk mengetahui kelayakan dari pengembangan <italic id="_italic-292">e-</italic><italic id="_italic-293">modul</italic>sebagai modul pembelajaran di SMK. Berikut adalah penjelasan dari strata yang dilakukan dalam pengembangan ini.</p>
      <p id="_paragraph-40">Pertama yang bisa dilakukan ialah menjabarkan kebutuhan dan menganalisis siswa. Analisis kebutuhan dilakukan dengan salah satu guru untuk membahas analisis KI-KD yang digunakan, untuk di sesuaikannya materi yang akan dimasukkan kedalam media, kemudian menganalisis peserta didik dengan cara mempertimbangkan gambar dan botton-botton yang cocok untuk siswa, sehingga siswa bisa lebih mudah memahami dan giat lagi dalam belajar.</p>
      <p id="_paragraph-41">Setelah tahap analisis, tahap selanjutnya ialah peneliti membuat desai media yaitu dengan merancang <italic id="_italic-294">storyboard</italic>sebagai sketsa awal media, agar nantinya pada saat pembuatan media jadi lebih terstruktur. Pada tahap desain ini adapun beberapa yang dipertimbangkan seperti karakter <italic id="_italic-295">font, button</italic>, teks, <italic id="_italic-296">background </italic>dan materi yang disesuaikan dengan KI-KD yang telah diambil dari mata pelajaran tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-42">Tahap selanjutnya yaitu tahap pengembangan, dimana peneliti akan menghasilkan sebuah produk yang sebelumnya dikembangkan dari tahap desain.. Di dalam media yang dikembangkan terdapat beberapa fitur yang terdapat di dalam media seperti menu utama pada media, petunjuk penggunaan, informasi KI-KD, materi, quis, referensi dan profil tentang pengembang. Bentuk serta isi dari <italic id="_italic-297">e-</italic><italic id="_italic-298">modul</italic>yang telah dikembangkan dapat dilihat sebagai berikut.</p>
      <p id="paragraph-3f36227a10b7ccc4d02e2d8d63831923">
        <italic id="italic-881fbeeadba01b0c7064377450ffbc4d">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-86a85b0c555f04aecf402f9637ce39ff"><bold id="bold-6e12818ac87b534b7ecb6c110ea398ce">Gambar <bold id="bold-643dc1cb6bdfb85b649257c5ac6e2c16">2</bold></bold>. Tampilan halaman utama dan main utama diperlihatkan pada </p>
      <p id="paragraph-4091abc8657769d96cb5ce6bb0711551">
        <italic id="italic-0e26c2658fd1c76ed44b5ff66d1defbd">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-b87a885856029af97af8f5a0e5be08eb"><bold id="bold-d56ab08cca07e41dfc00049be0805f49">Gambar <bold id="bold-f19be85f87b8dfad99493f8a25362f45">3</bold></bold>. Tampilan isi entitas dan test ditunjukkan pada Gambar 3.</p>
      <p id="_paragraph-45">Setelah perangkat dikembangkan, langkah selanjutnya ialah validasi media dan validasi materi yang dilakukan untuk melihat apakah perangkat tersebut layak untuk digunakan atau masih perlu ada perbaikan. Validasi ahli media dan ahli materi dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari tingkat aspek materi maupun media yang telah dikembangkan. Hasil validasi ahli media dan materi ditunjukkan pada kolom 4.1.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Hasil Validation Ahli Media dan Ahli Materi.</title>
          <p id="_paragraph-47" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1dcafef70589ccf359e559d7a50efff0">
              <td id="table-cell-199ff8df0fc54a9acaff438d30c280c4">No.</td>
              <td id="table-cell-aeb855653e961b19b7862ef086edf2b6">Validator</td>
              <td id="table-cell-7250cf4c5af003609821019c5232019a">Presentase</td>
              <td id="table-cell-e7bf9b56efaeaaef914b95808876fc6f">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d75ec9b737b06044d961b97b23a1aaf8">
              <td id="table-cell-3fe59343570e2fec9aa86dc050bb8592">1</td>
              <td id="table-cell-ae8bc8cdb12b94d01739678598c5df30">Media</td>
              <td id="table-cell-a25888b61cabc2eb03a4d85ab6480969">88%</td>
              <td id="table-cell-7ed854ff24ad1ca241426785a9beceb6">Sangat Layak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7595d367f23008a43f4e0d15df86edc7">
              <td id="table-cell-8cb362eb123e42c54af66f0f6394675e">2</td>
              <td id="table-cell-f9a0f34cb94755af21b31c134025a422">Materi</td>
              <td id="table-cell-c6fd4240138b014e43a144bcdf951583">80%</td>
              <td id="table-cell-0d57081611ec0ddc48c37e03e7afe6d6">Layak</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48">Hasil validation ahli media memperoleh presentase kelayakan 88% dengan kategori “Sangat Layak”, sedangkan untuk hasil pembuktian dari ahli materi memperoleh presentase kelayakan 80% dengan kategori “Layak”.</p>
      <p id="_paragraph-49"><italic id="_italic-299">E-</italic><italic id="_italic-300">modul</italic>yang dikembangkan telah diakui kelayakannya dan dapat digunakan dalam system pembelajaran. Hierarki selanjutnya ialah penerapan perangkat <italic id="_italic-301">e-</italic><italic id="_italic-302">modul</italic>simulasi digital berdasar android yang telah dikembangkan. Penerapan media ini ditujukan kepada peserta didik agar dapat menerapkan fungsi dan tujuan <italic id="_italic-303">e-</italic><italic id="_italic-304">modul</italic>simulasi digital berbasis android yang sudah dikembangkan dalam proses pembelajaran. Tahap selanjutnya adalah evaluasi, yaitu menyempurnakan media <italic id="_italic-305">e-</italic><italic id="_italic-306">modul</italic>simulasi digital berbasis android yang telah dikembangkan untuk mengetahui keefektivitasan sebuah media dengan memperhatikan berbagai aspek maupun respon dari analisis hasil kuesioner. Hal ini bermaksud supaya produk yang dikembangkan layak dan dapat digunakan sebagai sarana penunjang dalam pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-50">Dikarenakan situasi masih dalam pandemi covid-19, di SMK Yapalis Krian menerapkan pembelajaran secara daring yang dilakukan di rumah masing-masing. Dengan keterbatasan waktu dan pertimbangan, maka tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan evaluasi dikarenakan tujuan peneliti hanya mengembangkan dan menghasilkan suatu produk. Serta dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan implementasi produk secara langsung.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-51">Bedasarkan penelitian yang telah di laksanakan, dapat disimpulkan bahwa ekspansi produk yang dihasilkan berupa <italic id="_italic-307">e-</italic><italic id="_italic-308">modul</italic>berbasis android sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran simulasi digital. Jenis pengembangan yang dilakukan ialah model ADDIE (<italic id="_italic-309">Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).</italic>Pengembangan ini memakai aplikasi <italic id="_italic-310">Adobe</italic><italic id="_italic-311">Flash</italic><italic id="_italic-312">CS6 </italic>yang dapat di akses melalui smartphone. Konklusi akhir yang didapat dari pengembangan ini adalah <italic id="_italic-313">e-</italic><italic id="_italic-314">modul</italic>berupa perangkat yang dapat di jalankan melalui <italic id="_italic-315">smartphone </italic>dengan operasi android minimum versi 5.0.</p>
      <p id="_paragraph-52">Pengembangan <italic id="_italic-316">e-</italic><italic id="_italic-317">modul</italic>sebagai modul pembelajaran ini kredible kelayakannya, dan telah dilakukannya validasi oleh para ahli juga sudah di uji coba terhadap peserta didik. Presentase hasil dari ahli media sebesar 88% dengan tolak ukur “Sangat Layak”, dan hasil dari ahli materi yaitu 80% dengan kriteria “Layak” untuk diimplementasikan kepada siswa dan respon siswa memperoleh presentase nilai rata-rata sebesar 80% dengan tolak ukur “Sangat Layak” untuk dipergunakan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>