Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.4156

The Effect of the Environmental Learning Model on the Character of Care for the Environment of Class IV Student


Pengaruh Model Environmental Learning Terhadap Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas IV)

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Environmental Learning Character Development Fourth Grade Students SDN Pangkemiri 1 Quantitative Study.

Abstract

This research aimed to investigate the effect of implementing the Environmental Learning model on the development of environmental care character among fourth-grade students at SDN Pangkemiri 1. A pre-experimental design using a one-group pretest-posttest method was employed to assess the changes in environmental care character before and after the intervention. The data collection involved administering a questionnaire to the students before and after the implementation of the Environmental Learning model. The results revealed a significant improvement in the average scores of environmental care character from pretest (2.342) to posttest (3.271). The calculated eta square value (0.776) indicated a substantial effect, demonstrating the efficacy of the Environmental Learning model in fostering environmental care character among the fourth-grade students. These findings underscore the importance of incorporating such models into educational practices to promote environmental consciousness and responsible behavior among young learners.

Highlights: 

  • The Environmental Learning model positively influences the development of environmental care character among fourth-grade students.
  • The pre-experimental design with a one-group pretest-posttest method allows for the evaluation of changes in environmental care character.
  • The findings emphasize the significance of incorporating the Environmental Learning model to foster environmental consciousness and responsible behavior in young learners.

Keywords: Environmental Learning, Character Development, Fourth Grade Students, SDN Pangkemiri 1, Quantitative Study.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan bagian dari perkembangan kehidupan manusia, oleh karena itu pendidikan mutlak diperlukan sejak dalam kandungan ibu. Pengembangan potensi peserta didik dalam pendidikan sangat menentukan kemajuan bangsa Indonesia. Yang memiliki tujuan agar kelak peserta didik mampu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai pemenuhan hal-hal di atas tidaklah mudah karena hal tersebut harus dimulai sejak dini.[1] Selain itu dalam proses pendidikan yang sangat berperan penting adalah seorang pendidik, yakni dalam hal penguasaan materi dan penentuan model pembelajaran. Serta membuat sebuah perangkat perencanan yang berisi tentang tujuan yang ingin dicapai, isi materi, pengalaman belajar yang harus dilakukan peserta didik, strategi serta evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan infomasi tentang pencapaian tujuan pendidikan.

Pembelajaran dengan menggunakan model yang tepat dapat mengembangkan potensi dan kemampuan belajar peserta didik. Oleh karena itu materi yang baikpun bukan merupakan jaminan dari keberhasilan suatu pembelajaran dalam pendidikan jika pelaksanaannya dengan menggunakan model yang tidak tepat. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain. Banyak model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan sebagai salah satu sarana unuk menyampaikan tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, salah satunya yaitu model environmental learning. Model environmental learning adalah model pembelajaran yang mengedepankan pengalaman siswa dalam hubungan dengan alam sekitar, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami isi materi yang disampaikan. Hal ini berarti sistem pembelajaran dapat dilakukan diluar kelas, dan tidak hanya dilakuan dalam kelas, dengan ini bertujuan agar peserta didik dapat lebih nyaman dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. [2]

Arif Rohman berpendapat bahwa hubungan pendidikan dengan lingkungan ibarat makhluk hidup dalam ilmu ekologi dinyatakan selalu hidup dalam habitatnya. Pendidikan memiliki tujuan yang mulia bagi kehidupan dan lingkungan manusia, akan tetapi sekarang semakin banyak kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar manusia. Permasalahan yang sering terjadi yaitu ketidakpedulian masyarakat terhadap kelestarian lahan hijau di sekitarnya. Dan permasalahan tersebut harus ditanggulangi dengan segera, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yaitu dengan melalui pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.[3] Syukri Hamzah menyatakan bahwa karakter peduli lingkungan bukanlah sepenuhnya talenta maupun insting bawaan, akan tetapi merupakan hasil dari suatu proses pendidikan dalam arti luas.[9] Salah asuh atau salah didik terhadap seorang individu bisa jadi akan menghasilkan karakter yang kurang terpuji terhadap lingkungan. Karena itu karakter yang baik haruslah dibentuk kepada setiap individu, sehingga setiap individu dapat menjiwai setiap tindakan dan perilakunya.[4]

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan peneliti di SDN Pangkemiri 1 Tulangan merupakan sekolah dasar yang letaknya berada dekat dengan jalan raya, bangunannya cukup bagus, ada 7 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang baca, terdapat lahan parkir untuk guru dan peserta didik, 1 lapangan dan 1 kantin. Kondisi sekolah ini cukup bagus, akan tetapi kebersihan lantainya kurang dijaga. Seperti yang peneliti lihat, sepanjang jalan menuju kelas terlihat kotor, tidak hanya jalan menuju kelas saja. Kondisi kelas pun juga seperti itu, walaupun sudah dijadwalkan piket kelas namun hal tersebut tidak berjalan semestinya. Kurangnya tempat sampah untuk sampah basah dan sampah kering. Hal lain juga terlihat pada lahan belakang sekolah yang terdapat banyak sampah guguran daun dari pepohonan yang berada di sana, dan juga kebersihan toiletnya kurang terjaga. Walaupun sekolah ini mempunyai seorang tukang kebun yang bertugas untuk membersihkan lingkungan sekolah, akan tetapi jika tidak didukung dengan perilaku peserta didik untuk menjaga dan peduli dengan lingkungannya, maka permasalahan seperti di atas tidak dapat ditangani oleh seorang saja namun harus ditangani semua warga sekolah.

Model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah model environmental learning yang mana dalam model ini lebih mengedepankan pengalaman peserta didik yang ada hubunganya dengan alam sekitarnya, sehingga peserta didik dengan mudah dapat memahami isi materi yang disampaikan serta dapat menerapkannya langsung pada kegiatan sehari-hari dan bisa meningkatkan kesadaran mereka dalam peduli lingkungan. Model environmental learning adalah model pembelajaran yang mengedepankan pengalaman siswa dalam hubungan dengan alam sekitar, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami isi materi yang disampaikan. Dalam hal ini para pendidik dalam proses pembelajaran harus dapat mengaitkan materi dengan situasi di dunia nyata peseta didik, sehingga dapat mendorong peseta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap peduli lingkungan merupakan hal yang perlu dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar. Untuk itu peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH MODEL ENVIRONMENTAL LEARNING TERHADAP KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SDN PANGKEMIRI 1”.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kuatitatif, di mana metode ini digunakan dalam penelitian populasi ataupun sampel tertentu, dengan mengumpulkan data menggunakan instrument penelitian yang disertakan dengan alnalisis data dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditentukan.[5] Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode eksperimen merupakan sebuah penelitian yang digunakan dalam mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lainnya dengan kondisi terkendalikan. jenis penelitian ini mengunakan pre eksperimental design (nondesign) dengan type One-Group Pretest-Posttest Design. Desain dalam penelitian ini terdapat pretes sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model environmental learning terhadap karakter peduli lingkungan siswa kelas IV di SDN Pangkemiri 1.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berada di SDN Pangkemiri 1 dengan jumlah 37 siswa . Sehingga teknik sampling yang mendukung dalam penelitian ini yaitu teknik sampling bertipe sampling jenuh. [6] sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data dapat diperoleh. Penelitian ini diambil dari nilai pretest dan posttest. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan data yang akurat yaitu dengan menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan ialah validitas konstrak dimana peneliti menggunakan pendapat para ahli (judgedment experts) untuk mengonsultasikan instrumen yang akan digunakan dan meminta para ahli untuk memberikan pendapatnya. Uji validitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Pada analisis data menggunakan bantuan software SPSS 16.0 For Windows.

Hasil dan Pembahasan

1. Pengaruh Model Pembelajaran Environmental Learning Terhadap Karakter Peduli Lingkungan Siswa

Berdasarkan uji t sebesar 53.943. Nilai tersebut jika dibandingkan dengan t table dengan taraf signifikan 5% maka hasil t hitung lebih besar daripada t tabel peneliti (2.030) sehingga ha diterima dan ho ditolak, jadi dapat dikatakan bahwa model pembelajaran environmental learning berpengaruh terhadap karakter peduli lingkungan siswa. Artinya permasalahan karakter peduli lingkungan siswa sekolah dasar dapat di selesaikan dengan diterapkan model pembelajaran environmental learning.

Paired Samples Test
Paired Differences t Df Sig. (2-tailed)
Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pair 1 Angket – Kelas 6.54324E1 10.43451 1.21299 63.01495 67.84991 53.943 73 .000
Table 1.

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Menurut hasil penelitian Lia Faridatul penelitian tersebut memberikan hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model environmental learning menumbuhkan keaktifan peserta didik dalam mengamati, menyelidiki serta mempelajari lingkungan, namun masih ada sebagian kecil siswa yang kurang peduli terhadap lingkungannya.[7] Juga penelitian yang dilakukan oleh Nova Dayanti, 2018, penerapan pendekatan Environmental Learning pada tema sehat itu penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Penelitian tersebut memberikan hasil bahwa penerapan pendekatan environmental learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.[8]

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar pada setiap siklusnya mengalami kenaikan. Pada siklus I dari 39 siswa, 26 siswa yang mencapai KKM dengan presentase 66,67%, dan 13 siswa tidak mencapai KKM dengan presentase 33,33%. Sedangkan pada siklus II dari 39 siswa, 34 siswa (87,18%) yang mencapai KKM dan 5 siswa (12,82%) lainnya tidak mencapai KKM. [10]

Kesimpulan

Setelah menganalisa data dari hasil penelitian, penerapan model pembelajaran environmental learning ini membuktikan bahwa ada pengaruh terhadap karakter peduli lingkungan pada siswa kelas IV di SDN Pangkremi 1. Dengan catatan, dalam melakukan penerapan model ini diharapkan sesuai dengan langkah-langkah model environmental learning tersebut, agar dalam pelaksanaannya mendapatkan hasil yang sesusai.

References

  1. Depdiknas, Model Pembelajaran Tematik. Jakarta, 2006.
  2. M. Ali, Model Pembelajaran EnvironmentalLearning. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
  3. A. Rohman, Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama Yogyakarta, 2009.
  4. S. Hamzah, Pendidikan Lingkungan: Sekelumit Wawasan Pengantar. Bandung: Refika Aditama, 2013.
  5. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.
  6. S. Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
  7. L. F. Khoiriyah, “Implementasi Model Environmental Learning Dalam Mewujudkan Kepedulian Terhadap Lingkungan Pada Siswa Kelas IV Di SDN DINOYO 2 Malang,” Undergradute thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim, 2015.
  8. N. Dayanti, “Penerapan Pendekatan Environmental Learning Pada Tema Sehat Itu Penting Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelan V MIN 11 Banda Aceh,” Skripsi Thesis, UIN AAr-Rainy Banda Aceh, 2018.
  9. A. Z. Fitri, Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika Di Sekolah, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
  10. C. Wulandari, "Sistem Pakar Pembagian Dana Bantuan Siswa dengan Metode Forward Chaining Berbasis WEB di SDN Sugihwaras," 2017.