Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.8.2023.4136

Internet Reporting Timeliness: Influential Factors in Indonesian Listed Companies


Kecepatan Pelaporan Keuangan di Internet: Faktor-Faktor Penentu pada Perusahaan Terdaftar di Indonesia

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Internet reporting Financial reporting Timeliness Indonesian listed companies Factors

Abstract

This research investigates the factors influencing the timeliness of financial reporting on the internet by examining a sample of 70 annual reports from 12 companies listed in the Indonesian Stock Exchange (IDX) over a period of 5 years. The study considers various company characteristics, such as profit margin, return on assets, return on equity, earnings per share, liquidity, and debt to assets ratio, and analyzes their impact on reporting timeliness. The results indicate that these company characteristics significantly affect the timeliness of reporting on the internet, except for the variables of Return On Investment and Debt To Equity Ratio. Furthermore, the study examines the influence of corporate governance, specifically the board of directors and the board of commissioners, on reporting timeliness. The findings reveal that the board of directors has a significant effect on timeliness, whereas the board of commissioners does not. However, firm size is not found to have an impact on reporting timeliness. These results contribute to the understanding of factors shaping financial reporting practices in the internet era and have implications for businesses, investors, and regulatory bodies in enhancing the efficiency and transparency of financial information dissemination.

Highlights: 

  • The study investigates factors influencing the timeliness of financial reporting on the internet.
  • Company characteristics significantly affect reporting timeliness, except for Return On Investment and Debt To Equity Ratio.
  • The board of directors has a significant impact on reporting timeliness, while the board of commissioners does not.

Keywords: Internet reporting, Financial reporting, Timeliness, Indonesian listed companies, Factors

Pendahuluan

Perusahaan adalah segala bentuk usaha berbadan hukum maupun tidak yang berjalan terus menerus secara terbuka dengan tujuan memperoleh laba. Dalam menjalankan kegiatan operasional bisnisnya, komunikasi sebagai sarana penyampaian informasi menjadi faktor penting dalam kegiatan bisnis perusahaan. Menurut data riset yang dilakukan pada Juni 2020 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 196.7 juta jiwa, angka ini meningkat 8.9% dibanding tahun 2018. Dari data tersebut dapat dikatakan perkembangan akses internet membawa perubahan dalam penyampaian informasi. Peranan internet dianggap penting bagi masyarakat, termasuk para pebisnis dan investor. Oleh karena itu perusahaan memanfaatkan perkembangan teknologi internet sebagi media dalam penyedia sekaligus penyebaran informasi mengenai bisnisnya. Perkembangan tingkat penggunaan internet dapat menjadi faktor pendorong perusahaan dalam melakukan pelaporan informasi keuangan melalui internet atau Corporate Internet Reporting sehingga laporan keuangan dapat dipublikasikan dengan lebih cepat dan lebih terbuka. Laporan keuangan utama suatu perusahaan disajikan dalam bentuk laporan keuangan dengan menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang digunakan pengguna laporan keuangan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam menjalankan bisnis perusahaan. Untuk itu selain keakuratan data, ketepatan waktu dalam penyajian laporan keuangan menjadi penting untuk diperhatikan. Bagi pihak-pihak di luar manajmen perusahaan, laporan keuangan merupakan pintu informasi yang mungkin mereka melihat kndisi perusahaan tersebut [1]. Ketepatan waktu menjadi penting dari laporan keuangan karena informasi akan bermanfaat dan laporan keuangan akan mengurangi nilai guna jika tidak tepat waktu [2]. Ketepatan waktu pelaporan informasi keuangan dipengaruhi oleh bebergai faktor seperti besarnya sumber daya, sistem informasi akuntansi yang modern, kemampuan menginstal dan pengoperasian komputer, serta pengendalian intern. Agar informasi keuangan yang tedapat dalam laporan keuangan bisa bermanfaat untuk pengambilan keputusan oleh beragai pihak, maka laporan keuangan tersebut wajib memenuhi syarat karakteritik kualitatif. Karakteristik kualitatif adalah ukuran normatif yang harus ada dalam dalam informasi akuntansi sehingga dapat mencapai tujuannya. Karakteristik yang dimaksud sebagai syarat normatif adalah laporan akuntansi keuangan yang relevan, andal, dapat dibandingkan dan jelas. Menurut [3] karakteristik kualitatif sebagai pengambilan keputusan terkait dengan relevan dan keandalnya informasi yang disajikan, informasi yang relevan harus memiliki nilai prediktif dan nilai umpan balik dan harus disampaikan pada saat yang sama dengan tepat waktu. Hal ini sesuai pula dengan tujuan kualitatif laporan keuangan menurut APB statement No. 4, bahwa laporan keuangan yang disajikan memerlukan ketepatan waktu dalam penyampaiannya. [4] dalam riset 50 perusahaan aktif di mesirnyang tercatat di (CASE) di tahun 2006 meneliti hubungan antar karakteristik perusahaan dan corporate governance terhadap ketepatanbwaktu pada Corporate Internet Reporting (CIR), mereka menemukan ukuran perusahaan, likuiditas, struktur kepemilikan, aktivitasspelayanan, komposisi dewan dan ukuran dewan mempunyai dampak positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Di Indonesia kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan perusahaan publik diatur oleh BAPEPAM atau Badan Pengawas Pasar Modal dengan mengeluarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 tanggal 30 September 2003 mengenai pelaporan maksimal 90 hari setelah tutup buku dan ketentuan sanksi tertuang dalam aturan Bapepam-LK Nomor PER-03/BL/2010 dendanya mulai dari Rp. 1.000.000 per hari keterlambatan untuk semua laporan keuangan. Retun Of Equity mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan artinya semakin besar tingkat ROE perusahaan maka semakin tinggi tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan kepada publik. Pada penelitian [5] berpendapat bahwa perusahaan manufaktur membutuhkan waktu lebih lama dalam mempersiapkan laporan keuangannya. Proporsi dewan komisaris berpengaruh terhadap kemungkinan keterlambatan laporan keuangan. Salah satu informasi penting bagi perusahaan yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan adalah profitabilitas perusahaan, dimana profitabilitas dapat mengukur tingkat keefektififan perusahaan dalam mengelola assetnya untuk menghasilkan laba. Selain itu corporate governance membawa peran penting dalam perussahaan, OECD / Organiization for Economic Corporationjand Development menerangkan bahwa corporate governance adalah suatu struktur untuk meneapkan tujuan perusahaan dan dapat menentukan pengawasn kinerjanperusahaan. Corporatengovernance dapat dikatan sebagai mekanisme yg dapat berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen pada saat terjadi pemisah antara kepemilikan dan pengendalian [6]. Menurut Ahmad [7] corporategovernance adalah suatu pola hubungan, sistem, dan proses yang digunakan perusahaan guna memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dalam jangan panjng dengan tetap memprhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berlandskan peraturan dan perundangan yang berlaku. Dapat diartikan kesuksesan atau kegagalan pada perusahaanktergantung pada strategi corporategovernance yang diterapkan. Karakteristik yang termasuk pada corporate governance adalah dewan komisaris, direksi, auditor, pemegang saham, anggota yang terkait, etika kebudayaan perusahaan serta tanggung jawab sosial perusahaan. Kesimpulannya corporate govermance adalah struktur yang mengatur pola hubungan tentang peran dewan komisaris, direksi, pemegang saham dan para stakeholder lainnya sehingga tidak terjadi benturan peran. Prinsip dasar corporate governance menurut [8] adalah keterbukaan (Transparancy) yaitu keterbukaan informasi baik dalam pengambilan keputusan ataupun dalam pengungkapan informasi, Akuntabilitas (Accountability) yang merupakan kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggung jawaban manajemen sehingga perusahaan dapat berjalan secara efektif, independensi (Independency) adalah keadaan perusahaan yg dikelola secara profesional tanpa adanya kepentingan pribadi, kewajaran (Fairness) adalah adil dan setara dalam memberikan hak – hak stakeholder berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Laporan keuangan dengan dukungan didukung corporate governance yang baik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik yang dapat mempengaruhi peningkatan kepercayaan investor. Rentang waktu antara tanggal laporan keuangan dan tanggal pada saat informasi keuangan diumumkan dalam mempunyai hubungan dengan kualitas informasi keuangan yang dilaporkan. untuk itu tepat waktu merupakan aspek penting dalam hal transparansi pada laporan keuangan. Oleh karena itu, tujuan utama dalam penelitian ini bermaksud mengintegrasikan beberapa penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu untuk mencari informasi terkait tentang ketepatan waktukpelaporan laporan keuangan peusahaan di internet, dan apakah terdapat pengaruh karakteristik, Corporate Governance dan ukuran perusahaan terhadap laporan keuangan yang disajikan. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020

Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang menguji hipotesis dan menangkap hubungan antar variabel. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif asosiatif (Hermawan dan Amirullah, 2016). Karena penelitian menguji pengaruh variabel independen terhadap dependen. Metode ini digunakan untuk meneliti Pengaruh karakteristik perusahaan ,corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap ketetapan waktu pelaporan perusahaan di internet (corporate internet reporting timelines).

B. Lokasi Penelitian

Data dalam penelitian ini diperoleh dari Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia yang terletak di Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Data diambil dari website resmi dari Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id dan www.yahoofinance.com

C. Indikator Variabel

Menurut Kidder (1981) variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini yaitu variabel dependen dan variabel independen:

No Variabel Indikator Sumber
1 Ketepatan Waktu Pelaporan Perusahaan di Internet Penyampaian tepat waktu dengan nilai “1”Penyampaian tidak tepat waktu dengan nominal “0” [9]
2 Karakteristik perusahaan Profit margin [10]
Profitabilitas Return on Asset (ROA) [11]
return on equity (ROE) [12]
Return On invesment [11]
EPS [10]
Liquiditas Current Ratio(CR) [13]
Leverage 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 [14]
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 Equity 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 [14]
3 Corporate GovernanceDewan Direksi DewanxDireksi = Total Dewan Direksi [15]
Dewan Komisaris Independen Dewan Komisaris Independen = [16]
4 Ukuran perusahaan Ukuran Perusahaan [17]
Table 1.Indikator VariabelData Diolah, 2022

D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu, yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sugiiyono (2017) Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakter yang dimilik oleh populasi . Sampel pada penelitian inicadalah Perusahaan LQ45 di Indonesia yang ada di BEI periode 2016-2020. Teknik pengaambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel.berdasarkan kriteria tertentu. Dalam peneliitian ini kriteria yang ditentukan yaitu:

  1. PerusahaanxLQ45 yang ada di BEI periode 2016-2020 khususnya di Indonesia.
  2. Perusahaan yang memilik kelengkapan data laporan keuangan tahun 2016-2020.
  3. Laporan keuangan telah diaudit dan dipublikasikan oleh perusahaan pada tahun 2016-2020.

E. Jenis dan Sumber Data

Jumlah perusahaan LQ45 di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ada 12 perusahaan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari laporan keuangan dari data laporan keuangan perusahaan LQ45 di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder yaitu data yang telah terbit dan dipublikasi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dengan mengambil data laporan keuangan perusahaan LQ45 di Indonesia yang terdaftar di BEI periode 2016-2020.

G. Teknik Analisis

Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Setelah data sudah terkumpul dan sudah lengkap, dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan, analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS (Statistical Product Service Solution) ver.25.0 :

1. Uji Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif adalah teknik deskriptif yang memberikan informasi mengenai data yang ada dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis

2. Uji Asumsi Klasik

a) Uji Normalitas

Uji normalitas data mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi, variabel bebas, variabel terikat, dan variabel residual terdapat distribusi secara normal ataupun tidak normal. Dalam suatu model regresi dinyatakan baik jika data tersebut normal ataupun mendekati normal. Apabila data berada disekitar garis diagonal ataupun tersebar dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan normalitas yang diberlakukan.

b) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas. Jika dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas maka dinyatakan terdapat permasalahan multikolinearitas.

c) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi apakah dalam model regresi linear terdapat perbedaan dari satu pengamatan dengan pengamatan lain. Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat pada titiknya pola tertentu pada grafik scaterplot.

d) Uji Autokorelasi durbin Watson

Uji Autokorelasi digunakan untuk melihat adanya korelasi antara anggota sampel. Konsekuensi adanya autokorelasi dalam suatu model regresi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Untuk menguji ada atau tidaknya autokorelasi dapat dideteksi dengan melihat nilai Durbin-Watson.

3, Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur besar kecilnya persentase variabel independen dalam variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dikatakan tepat apabila angka koefisien mendekati angka 1.

H. Uji Hipotesis

Uji statistik T digunakan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai signifikan t < 0,05 maka artinya variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Analisis

1. Uji Multikolinieritas

Dalam sebuah model regresi dapat kita ketahui mengenai korelasi yang dihasilkan dalam suatu variabel hal ini digunakan uji multikolinearitas:

Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
NPM_X1 .551 1.816
ROA_X2 .765 1.306
ROE_X3 .480 2.083
ROI_X4 .694 1.442
EPS_X5 .602 1.662
LKDTS_X6 .757 1.321
DAR_X7 .769 1.301
DER_X8 .558 1.792
DWN_DIRKSI_X9 .633 1.580
DWN_KMSARIS_X10 .799 1.252
UK.PRS_X11 .570 1.756
a. Dependent Variable: KETEPATAN_Y
Table 2.Uji MultikolinieritasOlahan SPSS, 2022.

Bahwa besaran VIF yang dihasilkan oleh net profit margin (X1), return on assets (X2), return on equity (X3), return on investmen (X4), earning per share (X5), likuiditas (X6), debt to asets ratio (X7), debt to equity ratio (X8), dewan direksi (X9), dewan komisaris (X10) dan ukuran perusahaan (X11) kurang dari angka 10 dan nilai tolerance melebihi 0,1 sehingga terbebas dari multikolineritas.

2. Uji Heterokedastisitas

Perlu diketahui bahwa model regresi yang baik yaitu data tidak terjadi heteroskedastisitas atau posisi data homoskedastisitas. Mengenai hasil dari pengujian pada masing-masing variabel penelitian untuk mengetahui uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar berikut:

Figure 1.Uji HeterokedastisitasOlahan SPSS, 2022

Pada gambar di atas dapat terlihat bahwa penyebaran data terlihat normal dan menyebar sehingga model regresi dalam penelitian ini tidak adanya heterokedastisitas karena nilai titik distribusi tersebar antara nilai distibusi nol.

3. Uji Normalitas

Tujuan dari uji normalitas ini adalah untuk mengetahui adanya distribusi data yang tidak normal data dari variabel tersebut adalah variabel dependen dan independen:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
N 60
Test Statistic .116
Asymp. Sig. (2-tailed) . 369d
Table 3.Uji Kolmogorov-SmirnovOlahan SPSS, 2022

Hasil pengujian kolmogorov smirnov Monte Carlo senilai 0,369 hal tersebut melebihi nilai signifikansi yang digunakan yaitu 5% atau 0,05 sehingga dalam hasil pengujian normalitas menggunakan monte carlo dinyatakan bahwa secara normal data terdistribusi.

4. Uji Autokorelasi

Pengujian untuk menilai adanya autokorelasi yang sering dipakai yaitu dengan memakai biji durbin-watson dengan cara yaitu terdapat patokan antara min 2 hingga + 2 secara umum sehingga nantinya akan dilakukan acuan dalam menilai pengujian autokorelasi durbin watson:

Model Durbin-Watson
1 1.934
Table 4.Uji AutokorelasiOlahan SPSS, 2022

Dari hasil durbin-watson yang ditunjukkan senilai 1.934 nilai tersebut berada di antara -2 dan + 2 artinya bahwa nilai dari pengujian secara durbin watson tersebut dalam penelitian ini tidak ada autokorelasi positif atau negatif sehingga memenuhi kelayakan data.

5. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh peningkatan dari tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel terikat yang dihasilkan:

Y = 11.552 + 0.228X1 - 0.247 X2 + 0.153 X3 + 0.105 X4 + 0.464X5-0.230 X6 - 0.177 X7- 0.004 X8+ 0.121X9+ 0.012 X10 -0.008 X11+ e

Pada persamaan regresi diatas variabel net profit margin (X1), return on equity (X3), return on investmen (X4), earning per share (X5), dewan direksi (X9), dewan komisaris (X10) memiliki nilai positif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebut meningkat maka akan mengakibatkan juga kenaikan ketepatan waktu pelaporan di internet.

Kemudian pada persamaan regresi variabel return on assets (X2), likuiditas (X6), debt to asets ratio (X7), debt to equity ratio (X8) dan ukuran perusahaan (X11) memiliki nilai negatif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebutmenurun maka akan mengakibatkan juga menurunkan ketepatan waktu pelaporan di internet

6. Analisa Koefisien Determinasi

Determinasi ini dipakai untuk mengukur besaran kontribusi yang dapat dihasilkan oleh variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikatnya. dalam pengujian ini analisis koefisien determinasi dengan menggunakan R2 atau R Square:

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .880a .774 .722 1.074 1.934
a. Predictors: (Constant), UK.PRS_X11, NPM_X1, DWN_DIRKSI_X9, ROI_X4, ROA_X2, DAR_X7, DWN_KMSARIS_X10, LKDTS_X6, EPS_X5, DER_X8, ROE_X3
b. Dependent Variable: KETEPATAN_Y
Table 5.Uji Koefisien DeterminasiOlahan SPSS, 2022

Nilai r Square dapat diketahui dan diperoleh senilai 0.774 atau 77.4% dengan sisa 22.6% mampu dikontribusikan oleh variabel bebas di luar dalam penelitian ini sehingga hal ini mengindikasikan yaitu variabel net profit margin (X1), return on assets (X2), return on equity (X3), return on investmen (X4), earning per share (X5), likuiditas (X6), debt to asets ratio (X7), debt to equity ratio (X8), dewan direksi (X9), dewan komisaris (X10) dan ukuran perusahaan (X11) mempengaruhi ketepatan pelaporan keuangan di internet sebesar 77.4%, sedangkan sisanya sebesar 82.9% dipengaruhi oleh faktor-faktor variabel lain di luar model.

7. Uji Hipotesis

Dengan menggunakan uji secara parsial atau uji t pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebenaran hipotesis hasil uji t secara parsial diuraikan yaitu:

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 11.552 3.861 2.992 .004
NPM_X1 .228 .074 .284 3.067 .004
ROA_X2 -.247 .095 -.205 -2.608 .012
ROE_X3 .153 .073 .207 2.094 .042
ROI_X4 .105 .066 .131 1.589 .119
EPS_X5 .464 .088 .467 5.281 .000
LKDTS_X6 -.230 .091 -.198 -2.516 .015
DAR_X7 -.177 .079 -.176 -2.245 .029
DER_X8 -.004 .073 -.006 -.061 .952
DWN_DIRKSI_X9 .121 .060 .174 2.019 .049
DWN_KMSARIS_X10 .012 .078 .012 .159 .874
UK.PRS_X11 -.008 .073 -.010 -.105 .916
Table 6.Uji HipotesisOlahan SPSS, 2022

a. Dependent Variable: KETEPATAN_Y

a. Pengujian Hipotesis 1 “Karakteristik Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet”.

Untuk menentukan uji hipotesis yang pertama yang berbunyi karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu laporan perusahaan di internet, dalam penelitian ini karakteristik perusahaan menggunakan indikator antara lain profit margin, return on asset (ROA), return on equity (ROE), return on invesment (ROI), earning per share (X5), likuiditas (X6), debt to asets ratio (X7), dan debt to equity ratio (X8) dengan masing-masing hasil pengujian yaitu:

1) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Profit Margin (X1) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi profit margin(X1)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.004 (0,004 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel profit margin(X1) berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator profit margin(X1) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

2) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Return On Assets (X2) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Return On Assets (X2)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.012 (0,012 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Return On Assets (X2) berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator Return On Assets (X2) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

3) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Return On Equity (X3) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Return On Equity (X3)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.042 (0,042 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Return On Equity (X3) berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator Return On Equity (X3) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

4) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Return On Equity (X4) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Return On Investment (X4)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.119 (0,119 > 0,05) nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel Return On Investment (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator Return On Investment (X4) tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet.

5) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Earning Per Share (X5) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Earning Per Share (X5)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 (0,000 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Earning Per Share (X5)berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator Earning Per Share (X5)berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

6) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Likuiditas (X6) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi likuiditas(X6)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.015 (0,015 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel likuiditas(X6)berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator likuiditas(X6)berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

7) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Debt to Assets Ratio (X7) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Debt to Assets Ratio (X7)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.029 (0,029 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Debt to Assets Ratio (X7) berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator Debt to Assets Ratio (X7) mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet.

8) Hasil Pengujian Pengaruh Karakteristik Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Debt to Equity Ratio (X8) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi debt to equity ratio (X8)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.952 (0,952 > 0,05) nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel debt to equity ratio (X8)tidakberpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh indikator debt to equity ratio (X8)tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet.

b. Pengujian Hipotesis 2 “Corporate Governance Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Untuk menentukan uji hipotesis yang pertama yang berbunyi corporate governanceberpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu laporan perusahaan di internet, dalam penelitian ini corporate governance perusahaan menggunakan indikator antara lain dewan direksi dan dewan komisaris independent dengan masing-masing hasil pengujian yaitu:

1. Hasil Pengujian Pengaruh Corporate Governance Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Dewan Direksi (X9) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi dewan direksi(X9)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.049 (0,049 < 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel dewan direksi(X9) berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga corporate governance yang diproksikan oleh indikator dewan direksi(X9) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet.

2. Hasil Pengujian Pengaruh Corporate Governance Perusahaan Yang Diproksikan Oleh Indikator Dewan Komisaris(X10) Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi dewan komisaris(X10)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.874 (0,874 > 0,05) nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel dewan direksi(X9) tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga corporate governance yang diproksikan oleh indikator dewan komisaris(X10) tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet.

c. Pengujian Hipotesis 3 “Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Di Internet.

Pada penelitian ini ukuran perusahaan diukur dengan ukuran aktiva digunakan untuk mengukur besarnya peruusahaan, ukuran aktiva diukur sebagai loggaritma dari total aktiva, hasil perhitungan ukuran perusahaan (X11)dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi ukuran perusahaan (X11)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.916 (0,916 > 0,05) nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga ukuran perusahaan (X11) tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet.

Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dirangkum sesuai dengan tabel 7 dibawah ini sebagai berikut:

No Pengujian Perhitungan Hasil
1 NPM (X1) * Ketepatan (Y) 0.004 < 0.05 Diterima
2 ROA (X2) * Ketepatan (Y) 0.012 < 0.05 Diterima
3 ROE (X3) * Ketepatan (Y) 0.042 < 0.05 Diterima
4 RO1 (X4) * Ketepatan (Y) 0.119 > 0.05 Ditolak
5 EPS (X5) * Ketepatan (Y) 0.000 < 0.05 Diterima
6 Likuiditas (X6) * Ketepatan (Y) 0.015 < 0.05 Diterima
7 DAR (X7) * Ketepatan (Y) 0.029 < 0.05 Diterima
8 DER (X8) * Ketepatan (Y) 0.952 > 0.05 Ditolak
9 Dewan Direksi (X9) * Ketepatan (Y) 0.049 < 0.05 Diterima
10 Dewan Komisaris (X10) * Ketepatan (Y) 0.874 > 0.05 Ditolak
11 Ukuran Perusahaan (X11) * Ketepatan (Y) 0.916 > 0.05 Ditolak
Table 7.Hasil Ringkasan Pengujian HipotesisData Penelitian

Pembahasan

1. Pengaruh Karakteristik perusahaan terhadap ketepatan waktu laporan perusahaan di internet

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh dari hasil signifikansi sehingga pada perhitungan mengenai karakteristik perusahaan yang diproksikan dengan indikator dari profit margin(X1), return on asset (ROA) (X2), return on equity (ROE) (X3), earning per share (X5), likuiditas (X6) dan debt to asets ratio (X7) dari pengujian 8 indikator tersebut terlihat bahwa pengujian yang mampu mempengaruhi ketepatan waktu laporan perusahaan di internet adalah variabel Net Profit Margin (X1), Return On Assets (X2), Return On Equity (X3), Earning Per Share (X5), Likuiditas (X6) dan Debt To Aseets Ratio (X7), hasil ini juga dikukung oleh penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh [18] juga mendukung dalam penelitian ini bahwa karakteristik perusahaan dengan profitabilitas berpengaruh positif terdap ketepatan waktu pelaporan, selain itu penelitian lain oleh Karakter perusahaan membawa dampak terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan karena karakter perusahaan dapat mengandung goodnews atau badnews. Perusahaan yang mempunyai goodnews akan cenderung segera mempublikasiakn laporan perusahaannya, sedangkan perusahaan dengan badnews cenderung lebih lama dalam publikasi laporan perusahaannya. Karakter perusahaan membawa dampak terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan karena karakter perusahaan dapat mengandung goodnews atau badnews. Perusahaan yang mempunyai goodnews akan cenderung segera mempublikasiakn laporan perusahaannya, sedangkan perusahaan dengan badnews cenderung lebih lama dalam publikasi laporan perusahaannya. Berdasarkan riset ini variabel yang terbukti tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu dalam ketepatan waktu laporan perusahaan di internet adalah Return On Investment (ROI) dan Debt To Equity Ratio (DER) hasil ini didukung oleh hasil penelitian oleh [19] dan [20] menemukan liquiditas tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan, kemudian dalam penelitian [21] juga menemukan hasil bahwa Return On Investment (ROI) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan. Ketepatan waktu dapat ditingkatkan dengan cara menyediakan data keuangan kepada publik secepat mungkin dengan mengungkapkan data laporan keuangan tahunan pada internet sebelum data tersebut. dicetak. Ketepatan waktu (timeliness) adalah salah satunya cara untuk mengukur kualitas pelaporan keuangan perusahaan. Laporangkeuangan sebagai alat pertimbangan dalam pengambilan keputusan maka ketepatan waktu menjadi penting dari laporan keuangan karena informasi akan bermanfaat jika disampaikan tepat waktu kepada pengguna laporan dan laporan keuangan akan mengurangi nilai guna jika tidak tepat waktu [22].

2. Pengaruh Corporate Governance terhadap ketepatan waktu laporan perusahaan di internet

Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh dari hasil signifikansi sehingga pada perhitungan mengenai dewan direksi (X9) dan dewan komisaris (X10) dari pengujian 2 indikator tersebut terlihat bahwa pengujian yang mampu mempengaruhi ketepatan waktu laporan perusahaan di internet adalah variabel dewan direksi (X9), artinya bahwa corporate governance yang diproksikan oleh dewan direksi (X9) mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan di internet, dalam hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh [23] yang menyatakan bahwa dewan direksi memberi pengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan, peningkatan ukuran dan diversitas dewan direksi dapat memberikan manfaat bagi perusahaan karena terciptanya network dengan pihak luar perusahaan dan dapat menjamin ketersediaan sumber daya.

Kemudian hasil pengujian dari corporate governance yang diproksikan oleh dewan komisaris (X10) tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan di internet hasil ini juga didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [24], [19], [25] serta [26] yang sama-sama menyatakan bahwa dewan komisaris tidak signifikan pada level 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan melalui internet. Tingkat independensi di Indonesia lebih dilihat berdasarkan pada proporsi komisaris independen yang ada. Semakin besar proporsi komisaris independen maka semakin tinggi tingkat independensinya. Independensi dewan komisaris berpengaruh terhadap fungsi pengawasan terhadap manajemen. Pengawasan yang baik akan menekan kemungkinan terjadinya penahanan informasi oleh manajemen. Secara umum dewan komisaris merupakan wakil pemilik kepentingan (shareholder) dalam perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang memiliki fungsi mengawasi pengelolaan perusahaan yang dilakukan manajemen (direksi), dan tanggung jawab untuk menilai apakah manajemen memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan, serta menyelenggarakan pengendalian intern perusahaan [26].

3. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Laporan Perusahaan Di Internet

Dari hasil uji hipotesis ketiga dalam hasil uji ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu laporan perusahaan di internet hasil perhitungan ukuran perusahaan (X11)dengan cara penentuan signifikansi yang digunakan dari ukuran perusahaan (X11)yang didapatkan nilai signifikansi lebih besar dari 5% hal ini berarti variabel bebas ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sehingga ukuran perusahaan (X11) tidak mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan di internet, pada hasil penelitian ini hasilnya juga didukung oleh penelitian yang dilaksanakan penelitian oleh [27], [28], [29] dan [30] juga sama-sama menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak membawa pengaruh signifikan terhadap waktu pelaporan. Besar maupun kecilnya sebuah ukuran perusahaan mempunyai tekanan yang sama untuk mengolah dan mempublikasikan informasi laporan keuangan secara tepat waktu, karena untuk menjaga kredibilitas dan nama baik perusahaan terhadap adanya. Semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin banyak pula informasi yang terkandung di dalamnya. Karena adanya asumsi going concern, di mana perusahaan didirikan untuk jangka panjang atau untuk bertahan hidup, maka perusahaan akan memperoleh tekanan untuk mengolah informasi yang ada untuk dilaporkan pada pihak–pihak yang berkepentingan sehingga pihak manajemen perusahaan akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi megenai pentingnya infomasi, dalam mempertahankan eksistensi perusahaan. Semakin tinggi kesadaran manajemen mengenai pentingnya informasi bagi pihak–pihak yang berkepentingan, akan membuat penyajian laporan keuangan menjadi lebih tepat waktu. [31] menyatakan semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin banyak pula informasi yang terkandung di dalamnya. Pihak manajemen harus mengolah informasi tersebut dengan baik untuk dilaporkan pada pihak yang berkepentingan. Jika pihak manajemen tidak bersedia mengolah informasi tersebut dengan baik, maka laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan bisa mencerminkan keadaan dari kondisi perusahaan. Bahkan bisa saja laporan keuangan tersebut akan terlihat dibuat secara sembarangan. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan yang menggunakan laporan keuangan akan memandang bahwa kinerja perusahaan tersebut buruk. Jika hal itu terjadi, maka eksistensi perusahaan tidak akan bisa bertahan lama.

Simpulan

Sesudah penelitian dilakukan maka sesuai dengan hasil analisis penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : Hasil Uji Hipotesis 1 menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh profit margin(X1), pengembalian aset (ROA) (X2), pengembalian ekuitas (ROE) (X3), earning per share (X5), likuiditas (X6) dan debt to asets ratio (X7) mampu mempengaruhi terhadap ketepatan waktu pelaporan di internet, sedangkan karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh pengembalian ivestasi (X4) dan Debt To Equity Ratio (X8) tidak mampu mempengaruhi terhadap ketepatan laporan di internet. Hasil pengujian hiptesis kedua menghasilkan bahwa tata kelola perusahaan (GCG) yang digunakan melalui variabel dewan direksi (X9) dapat memberikan pengaruh dari ketepatan pelaporan keuangan di internet, sedangkan corporate governance yang diproksikan oleh dewan komisaris (X10) tidak mampu mempengaruhi ketepatan pelaporan keuangan di internet, hal ini dikarena fungsi dewan komisaris sebagai pengawasan dalam penyusunan laporan keuangan namun apabila anggota terlalu banyak dewan komisaris dalam suatu perusahaan dapat menghambat dalam pengambilan keputusan yang strategis karena keberagaman dari banyaknya pemikiran oleh tiap-tiap anggota dewan komisaris yang berbeda-beda dengan demikian akan menghambat perusahaan dalam melakukan pelaporan informasi perusahaan dengan tepat waktu. Hasil pengujian hipotesis ketiga menghasilkan bahwa ukuran perusahaan (X11) tidak mampu mempengaruhi ketepatan pelaporan di internet, Ukuran besar atau kecilnya perusahaan tidak dapat dijadikan alasan dalam menentukan ketepatan waktu CIR. Perusahaan yang besar belum tentu dapat menyampaikan informasi perusahaannya dengan tepat waktu karena perusahaan yang besar memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dalam penyusunan laporan keuangan begitu juga sebaliknya perusahaan kecil juga belum tentu tidak tepat waktu dalam penyampaian informasi perusahaan.

References

  1. Agus Pramuka, Bambang dan Ujiyanto. (2007). Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi
  2. Agus Sartono. 2010. Menejemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4. BPFE Yogyakarta
  3. Ahmed Riahi, Belkaoui.2011. AccountingTheory5th ed. Jakarta: Salemba Empat.
  4. Almilia, Luciana Spica Dan Lucas Setiady. 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyelesaian Penyajian Laporan Keuangan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bej. Seminar Nasional Good Corporate Governance, Jakarta: Universitas Trisakti.
  5. Bambang Riyanto. 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, ed. 4, BPFEYOGYAKARTA.
  6. Barac, K. 2004. ‘‘Financial reporting on the internet in South Africa’’. Meditarin Accountancy Research, Vol. 12, pp. 1-20.
  7. Daniri, M.A., 2005, Good Corporate Governance. Ray Indonesia, Jakarta
  8. Daru Setio Atmoko. (2020). Karakteristik Perusahaan Dan Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Logam Dan Sejenisnya Di Bursa Efek Indonesia). Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi Dan Akuntasi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unp Kediri.
  9. Dewayani.Amin dan Dewi, V Soraya. 2017. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2016)”. The 6th University Research Colloquium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang.ISSN 2407-9189.
  10. Emirzon, Joni. (2006). Prinsip- prinsip Good Corporate Governance Paradigma. Baru dalani Praktik Bisnis Indonesia, Cetakan 1. Yogyakarta: Genta Press
  11. Ezat, Amr. 2009. The impact of corporate governance on the timeliness of corporate internet reporting by Egyptian listed companies. “Plymouth Postgraduate Symposium United Kingdom”.
  12. Febri Kurniawan. (2016). Pengaruh Likuiditas, Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Dan Profitabilitas Terhadap Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang.
  13. Fitriani, 2001. Signifikansi Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengungkapan Wajib dan Sukarela pada Laporan Keuangan Perusahaan Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Makalah dipresentasikan dalam Simposium Nasional Akuntansi IV
  14. Halim Abdul, dan Muhammad Iqbal. 2012. Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN
  15. Hedy Kuswanto & Sodikin Manaf, 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Ke Publik (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013), Semarang.
  16. Hermawan, Sigit and Amirullah, Amirullah (2016) Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif. Media Nusa Creative, Malang. ISBN 978-602-6931-38-2
  17. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
  18. Ine Aprianti. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitability, Dan Debt Equity Ratio Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Food And Beverages Dan Sektor Industri Tekstile Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia), Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship Vol. 11, No. 1, April 2017, 37-46, Stie Pasundan, Bandung.
  19. Jogiyanto. 2007. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kedua BPFE, Yogyakarta.
  20. Kasmir. 2013. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  21. Lailatus Sa’adah, Reza Santikasari. (2020). Pengaruh Profitabilitas, Der, Kualitas Kap Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Inspirasi ; Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol.17, No.2, Jurusan Akuntansi Stie Malangkucecwara Malang
  22. Melia Kurniasari. (2020). Pengaruh Kepemilikan Institusional, Proporsi Dewan Komisaris Independen, Frekuensi Rapat Komite Audit Dan Afiliasi Kantor Akuntan Publik Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013 – 2017). Fakultas Bisnis Dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
  23. Muhammad Asbullah, (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016, Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji.
  24. Nanda Devista. (2021), Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Dan Komite Audit Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan, Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7, No.1 (2021) 56-67 Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  25. Parulian, Safrida Rumondang. 2007. ”Hubungan Struktur Kepemilikan, Komisaris Independen dan Kondisi Financial Distress Perusahaan Publik”. Integrity Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.1.No.3
  26. Pearce, J.A., & Zahra, S.A. (1992). Board composition from a strategic contingency perpective. Journa of management studies, Vol.29 (4), 411-438.
  27. Ria Khanifah. (2018). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Dan Opini Audit Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Periode 2013-2017). Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang.
  28. Rizkinia Dwi Ardanty, Sofie. (2012). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurusan Akuntansi Fakultasekonomidanbisnisuniversitastrisakti.
  29. Shabrinaekaputri, (2015). Pengaruh Karakteristikperusahaanterhadap Pengungkapaninternetfinancialreportingpada Perusahaanjasayangterdaftar Dibursaefekindonesia(Bei). Sekolah Tinggi Ilmu Ekonom Iperbanas Surabaya.
  30. Sutrisno. 2012. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: EKONISIA.
  31. Wahyu Kurniawan. (2017). Corporate Governance Dalam Aspek Hokum Perusahaan. Jakarta : Pt Pustaka Utama Grafiti
  32. Yularto, P.A. dan A. Chariri. 2005. Analisis Perbandingan Luas Pengungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan Perusahaan yang Terda# ar di Bursa Efek Jakarta Sebelum Krisis dan Pada Periode Krisis