Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3979

Effectiveness of Teacher Learning Devices on Concept Attainment Model Learning


Efektivitas Perangkat Pembelajaran Guru pada Pembelajaran Concept Attainment Model

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Science Learning Learning Tools CAM

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the learning tools used by teachers in learning the Concept Attainment Model in Class V SDI Raudlatul Jannah. This research is a descriptive qualitative research. The subjects of this study were the principal, class teacher, and students of V B SDI Raudlatul Jannah. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the class V B teachers have carried out science learning on water cycle materials using CAM (Concept Attainment Model) oriented learning tools. The benefits of implementing learning with the Concept Attainment Model are that students play an active role in learning so that they can obtain information based on their experiences. Assessment techniques used by teachers are written tests, group work and assignments.

Pendahuluan

Pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, kreativitas, keaktifan, dan perkembangan peserta didik secara utuh baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga dengan perangkat pembelajaran tersebut peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sangat utuh baik di sekolah maupun di rumah. Selain untuk peserta didik, perangkat pembelajaran tersebut sangat penting bagi pendidik untuk mempelajari dan menambah wawasan tentang model pembelajaran, dengan menguasai beberapa model pembelajaran pendidik akan lebih mudah dalam kegiatan proses pembelajaran di kelas sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan tuntas sesuai harapan.

Peserta didik SD khususnya kelas V, pembelajarannya masih berpusat pada guru, pemahaman konsep belajar dan focus konsenterasinya masih kurang, perhatian terhadap kecepatan dan aktivitas belajar juga masih kurang sehingga menyebabkan hasil belajar menjadi rendah. Terkait hal tersebut diperlukan kegigihan guru dalam menciptakan proses belajar yang menarik dan efektif. Peserta didik SD kelas V pada dasarnya perkembangan intelektualnya termasuk dalam tahap operasional konkrit, sebab berpikir logikanya didasarkan atas manipulasi fisik dari obyek- obyek. Selain model pembelajaran yang tepat, perlu juga digunakan media dalam pembelajaran karena sesuai dengan tahapan berpikir peserta didik.

Peserta didik akan lebih memahami pembelajaran khususnya IPA berdasarkan fakta yang jelas dan dapat dilihatnya melalui media pembelajaran. Di sini, pendidik harus mampu menjembatani siswa yang belum secara formal berpikir tentang pembelajaran konsep abstrak dengan mengajukan jembatan pembelajaran yang dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak tersebut sebagai nyata dan mudah dipahami.

Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dari kemampuan siswa dalam memahami topik. Standar keberhasilan belajar diukur dari penguasaan mata pelajaran siswa yang disampaikan oleh pendidik. “Pembelajaran dikatakan berhasil apabila sebagian besar peserta didik memahami pelajaran dengan baik. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar peserta didik adalah pendidik [1]

Gagne, Briggs dan Wagner menyebutkan bahwa penguasaan konsep adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat berbuat sesuatu [2]. Dari pernyataan diatas dapat ditangkap maksud bahwa dengan pemahaman mengenai sebuah konsep secara baik dan benar akan membuat siswa lebih memahami pelajaran yang disampaikan, karena tanpa menguasai konsep, siswa tidak akan dapat berbuat banyak dan menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya. Sedangkan dimasa sekarang, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat bergantung terhadap pemahaman dan penguasaan konsep. Model pencapaian konseptual adalah model pembelajaran induktif yang dirancang untuk membantu siswa dari segala usia mempelajari konsep sambil melatih kemampuan berpikir analitis. Model pembelajaran pemerolehan konsep ini dikembangkan oleh para ahli terutama untuk mengajarkan konsep dasar yang nantinya bertujuan sebagai landasan siswa berpikir tingkat tinggi, karena tanpa memahami konsep dari materi yang diajarkan, maka mustahlil bagi siswa untuk mempelajari sub materi yang terdapat pada materi yang diajarkan.

Penelitian tentang Concept Attainment Model telah dilakukan oleh Rasiman tahun 2019. Penelitian tersebut berjudul efektivitas model pembelajaran Concept Attainment pembelajaran guided discovery berbantuan lectora terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika [3]. Pada penelitian tersebut menitik beratkan pada penggunaan Concept Attainment Model berlandaskan guided discovery dengan bantuan lectora pada mata pelajaran matematika. Penelitian oleh Fransisca Theresia tahun 2018 dengan judul Penerapan model pembelajaran concept attainment untuk meningkatkan aktivitas matematika siswa SMP [4]. Penelitian menitik beratkan pada aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan Concept Attainment Model. Sedangkan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Concept Attainment Model dengan perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran IPA di SD kelas V.

Pada masa pandemi saat ini sekolah diwajibkan untuk melakukan pembelajaran secara daring, sehingga memaksa guru untuk kembali berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. SDI Raudlatul Jannah telah melakukan pembelajaran dengan aktif mennggunakan aplikasi zoom disertai perangakat pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berlandaskan kurikulum dari Kurikulum 13 dan menggunakan kurikulum khas sekolah Raudlatul Jannah.

Salah satu yang menarik adalah SDI Raudlatul Jannah menggunakan perangkat pembelajaran berbasis CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V pelajaran IPA dimana siswa akan tetap aktif dalam mengamati dan mengerjakan tugas secara daring sehingga pembelajaran akan tetap berlangsung dengan baik.

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian. Penelitian tersebut diberi judul tentang “Efektivitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran Concept Attainment Model”.

Metode Penelitian

A. Pendekatan Penelitian dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian menggunakan jenis kualitatif fenomenologi, yaitu mengungkap fakta/fenomena tentang efektivitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V SDI Raudlatul Jannah. Menurut Sugiyono metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci [5]

Menurut Lexy metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, motivasi tindakan secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa [6]

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang alamiah yaitu tanpa mengubah apa yang terjadi di lapangan, peneliti sebagai instrumen utama dengan maksud untuk mengungkap fenomena yang terjadi. Jadi, peneliti berusaha mendeskripsikan keadaan di lapangan dengan sebenar-benarnya tentang efektivitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V SDI Raudlatul Jannah.

B. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama [5]. Dalam penelitian ini peneliti sebagai instrumen utama dan turut aktif dalam kegiatan penelitian mengenai efektifitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V SDI Raudlatul Jannah.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VB SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo.

D. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini yaitu siswa Kelas VB SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo pada mata pelajaran IPA materi siklus air Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021.

E. Sumber Data

Menurut Trianto sumber data merupakan fakta empiris yang dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian [7]. Sumber data terdiri atas:

1) Data Primer

Penelitian ini menggunakan data primer untuk mendapatkan informasi langsung yaitu observasi tentang efektivitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V SDI Raudlatul Jannah.

2) Data Sekunder

Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk memperhatikan penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan siswa dan dokumentasi misalnya Silabus, RPP, Nilai Hasil Belajar Siswa, dan foto kegiatan belajar mengajar.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut :

a. Observasi

Dibandingkan dengan teknik lain (seperti wawancara dan kuesioner), observasi sebagai teknik pengumpulan data memiliki karakteristik yang spesifik. Pengamatan tidak terbatas pada manusia, tetapi juga objek alam lainnya [7]. Observasi yang dilakukan adalah mengamati kegiatan pembelajaran IPA dengan perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model).

b. Wawancara

Teknik pengumpulan data ini didasarkan pada self-reporting, atau setidaknya berdasarkan pengetahuan dan / atau kepercayaan pribadi [7]. Wawancara yang dilakukan dalam rangka mencari data pendukung tentang efektivitas perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) pada siswa kelas V SDI Raudlatul Jannah

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan dokumen-dokumen yang mendukung, dalam hal ini dokumen tersebut diantaranya: Silabus, RPP, Lembar Observasi Keterlaksanaan RPP, Lembar Observasi Aktivitas Siswa, Nilai Hasil Belajar Siswa,

Hasil Angket Respon Siswa, dan Foto Kegiatan Belajar Mengajar.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil

Akan disajikan data hasil penelitian pembelajaran IPA dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang berorientasi CAM (Concept Attainment model) di kelas V B SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo:

1. Keterlaksanaan Pembelajaran

a. Data Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran

Dalam hal ini peneliti telah membuat lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Berikut data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran:

Aspek yang diamati Keterlaksanaan Keterangan
Ya Tidak
Pendahuluan
Memulai pembelajaran dengan doa dan salam. V Baik
Guru menanyakan kehadiran siswa. V Baik
Menyampaikan tujuan pembelajaran. V Baik
Guru memberikan spiritual paradigm V Baik
Kegiatan Inti
Guru meminta siswa untuk membuka buku hand out changingt. V Baik
Siswa mendengarkan kata-kata guru yang memberikan pertanyaan mengenai siklus air. V Baik
Guru memutar video tentang siklus air dan siswa mengamatinya V Baik
Siswa diminta untuk menyebutkan siklus air yang terjadi sehari-hari. V Baik
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi dan menguji pemerolehan konsep tentang siklus air. Masing-masing kelompok terdiri dari 7-8 siswa melalui break out room zoom. V Baik
Siswa diminta untuk menyebutkan konsep siklus air. V Baik
Guru memberikan arahan yang baik dan benar tentang siklus air V Baik
Siswa membuat skema siklus air dan mempresentasikannya V Baik
Guru menilai kerja siswa secara individu dan kelompok. V Baik
Guru dan siswa bertanya jawab tentang Hal-hal yang belum di mengerti oleh siswa . V Baik
Penutup
Guru menyimpulkan bersama siswa pelajaran yang telah di pelajari hari ini. V Baik
Guru memberikan motivasi siswa untuk selalu belajar dengan tekun. V Baik
Guru menutu pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. V Baik
Table 1.Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran

Berdasarkan tabel 4.1, hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dikatakan terlaksana baik, terindikasi semua aspek.

b. Data Wawancara Keterlaksanaan Pembelajaran

Berikut hasil wawancara keterlaksanaan pembelajaran:

No Indikator Pertanyaan Jawaban
1 Pendahuluan Bagaimana Ibu memulai pelajaran?Apakah Ibu selalu menanyakan kehadiran siswa?Apakah Ibu selalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini?Apakah Ibu selalu memberikan Spiritual Paradigm? Mengucapkan salam dan menyampaikan tujuan pembelajaran.Iya selalu saya tanyakan.Setiap kali mengajar saya selalu menyampaikan tujuan pembelajaranIya, agar ilmu yang diperoleh didasari oleh Al Qur’an
2 Kegiatan Inti Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk memberikan arahan tentang siklus air?Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk memperoleh konsep awal siklus air?Kegiatan apa saja yang dilakukan pada saat konfirmasi? Memberikan contoh dan non contoh siklus air yang terjadi serta bertanya jawab kepada siswa.Meminta siswa membuka buku, mengamati video, membentuk kelompok, dan memberikan tugas LKS.Mereview tugas siswa dan bertanya jawab.
3 Penutup Apakah Ibu selalu mengajak siswa untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari? Apa saja yang disimpulkan?Bagaimana Ibu menutup pelajaran? Iya, menyimpulkan materi siklus airMemotivasi siwa untuk rajin belajar dan mengucapkan salam.
Table 2.Hasil Wawancara Keterlaksanaan Pembelajaran

Berdasarkan tabel 4.2, diperoleh hasil wawancara dengan guru tentang keterlaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan RPP yang dibuat.

c. Pengecekan Keabsahan Data Keterlaksanaan Pembelajaran

Teknik Observasi Teknik Wawancara Teknik Dokumentasi
Observasi keterlaksanaan pembelajaran terdiri atas 3 tahap yaitu tahap pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Aspek yang diamati pada tiap tahapan menunjukkan terlaksana dengan amat baik dan baik. Wawancara peneliti dengan guru menunjukkan bahwa guru telah melakukan 3 tahap pembelajaran yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Dokumentasi foto menunjukkan bahwa guru melakukan 3 tahap saat mengajar yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.
Table 3.Pengecekan Keabsahan Data Keterlaksanaan Pembelajaran

Pada tabel 4.3, menunjukkan bahwa melalui 3 teknik diperoleh data yang sama bahwa guru melakukan pembelajaran dengan 3 tahapan yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.

2. Hasil Belajar

a. Data Tes Hasil Belajar

Soal yang diberikan terdiri atas 4 soal dengan materi pokok siklus air. Berikut dipaparkan hasil belajar siswa :

NO INDUK NAMA L/P Nilai
1 04171820 ALIYAH P 85
2 04171768 AISYAH P 90
3 04192364 ALIFA P 85
4 04171964 ALIYA P 100
5 04171976 ALMIRA P 90
6 04171916 ALYA P 90
7 04171814 AQILA P 85
8 04171845 DAANIA P 90
9 04171978 EL MALIQA P 90
10 04171979 ZAFIER P 90
11 04171871 FITRIYANTI P 85
12 04171935 HAURA P 90
13 04171808 HITA P 90
14 04171945 KANSHA P 90
15 04171983 MYSHA P 90
16 04171776 PARISYA P 80
17 04182219 VALA P 90
18 04171774 RAIHANAH P 100
19 04171849 RAISSA P 100
20 04171940 RANIA P 85
21 04171893 SHAQUILLA P 85
22 04171990 SHOLICHATUR P 90
23 04171883 SAHDA P 80
24 04171991 SYAKINAISHA P 85
25 04171963 SYIFA P 90
26 04171912 TASYA P 100
27 04171765 YASMINE P 85
28 04171913 MIRA P 85
29 04171879 ZAYNAB P 90
Table 4.Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan tabel 4.4, diperoleh bahwa 100% siswa memperoleh nilai di atas nilai ketuntasan minimal (KKM) yaitu 80.

B. Pembahasan

Keterlaksanaan Pembelajaran Berdasarkan data pada tabel 4.1, diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPA dengan perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) siswa kelas VB SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan semua aspek pada lembar observasi teramati dan dilakukan semua dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan data pada tabel 4.2, diperoleh hasil wawancara dengan guru tentang pembelajaran IPA dengan perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran CAM (Concept Attainment Model) siswa kelas VB SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan RPP yang dibuat.

Berdasarkan data pada tabel 4.3, diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi CAM di kelas V SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan kesesuaian RPP dengan pelaksanaannya. Pelaksanaan pembelajaran terbagi menjadi 3 tahap, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup.

Pada tahap pendahuluan guru mempersiapkan siswa dengan mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada tahap kegiatan inti, guru membimbing siswa untuk menemukan contoh-contoh siklus air, bertanya kepada siswa, dan menjelaskan materi pokok. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi menemukan pemahaman materi siklus air. Guru juga meminta siswa membuka buku paket, dan memberikan tugas LKS, dan meminta siswa menyelesaikan tugas LKS. Setelah itu guru menilai hasil kerja siswa dan menanyakan materi yang belum dikuasai. Pada tahap penutup, guru dan siswa menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari, memberikan motivasi untuk tekun belajar, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPA di kelas V SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo berjalan dengan baik. Keterlaksanaan pembelajaran yang baik mengindikasikasikan bahwa guru mampu mengelola kelas dengan baik. Hal ini sesuai dengan Kusuma bahwa kemampuan guru dalam proses mengajar merupakan suatu acuan untuk tercapainya suatu pembelajaran, semakin baik guru mengajar semakin baik antusias siswa dalam pembelajaran sehingga kemungkinan besar siswa berhasil dalam menerima pembelajaran [8].

Berdasarkan tabel 4.4, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas V di SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo tuntas 100% dengan kriteria ketuntasan minimal 80. Dengan demikian, semua siswa menguasai materi yang diajarkan oleh guru yaitu Siklus Air. Menurut Purwanto evaluasi hasil belajar merupakan suatu ukuran yang memiliki kemampuan yang dimiliki oleh siswa [9]. Menurut Sudjana, penilaian hasil belajar mengisyaratkan hasil belajar sebagai obyek sebagai sasaran penilaian [10]. Secara khusus indikator keberhasilan belajar menilai tentang hasil belajar siswa, di mana hasil belajar tersebut digunakan sebagai tolak ukur seberapa jauh dan efektif pembelajaran yang telah dilakukan, jika nilai hasil belajar siswa banyak yang tuntas berarti pembelajaran dikatakan efektif. Menurut Mulyasa pembelajaran dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa secara keseluruhan memperoleh nilai hasil belajar minimal KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) [11].

Kesimpulan

Berpijak pada pembahasan di bab sebelumnya, maka dapat dirumuskan simpulan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan perangkat pembelajaran guru pada pembelajaran Concept Attainment Model di kelas V SDI Raudlatul Jannah Pepelegi Waru Sidoarjo dikatakan efektif hal ini ditunjukkan dengan keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan kriteria baik, artinya guru mampu mengelola kelas dengan baik walaupun secara daring. Aktivitas yang dilakukan siswa selama pembelajaran cukup relevan. Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 100%. Respon positif siswa setelah mengikuti pembelajaran.

References

  1. Amri Sofan, dkk, Proses Pembelajaran Inovatif dan Kreatif dalam Kelas, (Jakarta: PT Prestasi Pustakarya, 2010).
  2. A.M. Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Bandung: Rajawali Press, 2007).
  3. Cheronis, Nicholas D. James B.P & Conrad E.R. 1958. The Study of the Physical World. U.S.A : The Riverside Press Cambridge
  4. Encho Mulyasa, KTSP Sebuah Panduan Praktis, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2006).
  5. Fransisca Theresia.2019. Penerapan Model Pembelajaran Concept Attainment Untuk Meningkatkan Aktivitas Matematika Siswa SMP.
  6. Febrian Widya Kusuma & Mimin Nur Asyah, Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 wonosari Tahun Ajaran 2011/2012, (Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol.10. No.2, 2012), hlm 56.
  7. Ibrahim, Muslimin. 2012. Seri Pembelajaran Inovatif Konsep, Miskonsepsi dan Cara Pembelajarannya. Surabaya: Unesa University Press
  8. Kusuma, Febrian Widya & Mimin Nur Aisyah. 2012. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 wonosari Tahun Ajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia,Vol.10. No.2.
  9. Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif edisi Revisi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
  10. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005).
  11. Permendikbud. 2014. Peraturan Pemerintah Rebublik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. Jakarta
  12. Permendikbud. 2014. Peraturan Pemerintah Rebublik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta
  13. Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
  14. Rasiman.2019. Efektivitas Model Pembelajaran Concept Attainment Dan Model Pembelajaran Guided Discovery Berbantuan Lectora Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika.
  15. Rusdi, Andi. 2008. Perangkat Pembelajaran.. Diakses melalui http://anrusmath.wordpress.com.Pada tanggal 20 Desember 2021
  16. Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: PT. Tarsito Bandung
  17. Sudjana.2009. Penilaian Proses Hasil BelajarMengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  18. Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  19. Sardiman, AM. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Rajawali Press.
  20. Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
  21. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Asdi Mahastya.
  22. Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2009. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  23. Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Grafindo Perkasa Rajawali, 2002).
  24. Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana.
  25. Waiter, Mahon. 2004. Sistem Informasi Managemen Berbasis Efisiensi. Jakarta: Logos.
  26. Tanwey Gerson Ratumanan, Belajar dan Pembelajaran, (Surabaya: UNESA University Press, 2006).