Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3970

The Role of Teacher's Pedagogic Competence in Cultivating Character Based on Scientific Learning in Elementary Schools


Peran Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Penanaman Karakter Berbasis Pembelajaran Saintifik di Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Pedagogic Competence Character

Abstract

The role of teacher pedagogical competence in character building is the teacher's ability to design and implement learning that educates and is adapted to existing character values, and can direct the potential of students and evaluate learning. The purpose of this study 1). Analyzing the role of teacher pedagogical competence in character building based on scientific learning at SD Muhammadiyah 2 Tulangan, 2) Analyzing what factors support and hinder the cultivation of scientific-based character. This study uses qualitative research with descriptive methods. The research subjects were class III homeroom teachers, principals of SD Muhammadiyah 2 Tulangan and administrative staff. Data collection techniques using 1) Observation 2) Interview 3) Documentation. While the data analysis technique used the data triangulation technique. ,and has been made with a variety of techniques and methods that are interesting and fun. 2) Factors that influence character building in SD Muhammadiyah Tulangan are internal and external factors, namely the collaboration between teachers and parents.

Pendahuluan

Guru merupakan pendidikan yang mempunyai peran penting di sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah, dalam hal ini guru memiliki kualifikasi dalam mendidik siswa dan kompetensi guru yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa. Guru merupakan pendidik yang berkomitmen untuk menciptakan suasana belajar yang efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Profesi guru juga disebutkan dalam UU No 14 Tahun 2005 Pasal 10 menyebutkan bawasannya guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidikan, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional. Isi dari UU No 14 Tahun 2005 pasal 10 ayat 1 tentang guru dan dosen bawasannya setiap guru memiliki empat kompetensi diantaranya : (1) Kompetensi Pedagogik, (2) Kompetensi Kepribadian, (3) Kompetensi Profesional, (4) Kompetensi Sosial.

Guru merupakan pendidik yang diwajibkan untuk mencapai empat kompetensi inti sebagai guru, guna dituntut untuk selalu berfikir kritis, kreatif, dan inovatif serta harus selalu bersabar dalam mendampingi proses belajar peserta didik.

Kompentensi dapat terbentuk dengan adanya kapabilitas, pengetahuan, keterampilan, dan sikap penilaian peserta didik, dengan tercapainya semua itu makan kinerja akan tercapai dengan baik dan maksimal sebagai guru yang professional dan sesuai dengan pencapaian kompetensi pedagogik.

Kompetensi pedagogik merupakan suatu kemapuan seseorang untuk mengelolah pembelajaran peserta didik, kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru untuk perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan potensi peserta didik unruk mengaktualisasikan beberapa kompetensi yang dimiliki dari PP RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 Ayat 3 butir a..

Mulyasa dalam buku menjelaskan kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran peserta didik, meliputi : (a) Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (b) Pemahaman terhadap peserta didik, (c) Pengembangan kurikulum/silabus, (d) Perancangan pembelajaran, (e) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (f) Pemanfaatan teknologi pembelajaran, (g) Evaluasi hasil belajar, (h) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. .

Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengelolah pembelajaran serta dapat melaksanakan pembelajaran sesuai indikator yqang sudah ditentukan, yaitu : kemampuan guru dalam menguasaan terhadap karakter peserta didik, menguasai teori belajar, menguasai pengembangan kurikulum, menyelenggarakan kegiatan yang mendidik, dapat mengembangkan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik yang baik, serta dapat melaksanakan evaluasi pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Kompetensi pedagogik juga berhubungan dengan metode belajar, menurut Musfiqon dalam bukunya bahwa belajar merupakan suatu proses yang komplek yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya, sejak dilahirkan hingga manusia mati. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dan lingkungan sekitarnya. Proses belajar memberikan perubahan pada seseorang dari tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap, yang mempunyai sikap untuk mengambil sebuah keputusan yang menurutnya benar sesuai dengan tingkat pemahaman yang seseorang biasa lakukan.

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yang meliputi pemahaman peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar peserta didik. Kompetensi pendidikan juga terkait dengan pengembangan siswa untuk mewujudkan potensi peserta didik. .

Dalam proses belajar guru juga memiliki peran penting dalam menanamkan karakter yang baik untuk peserta didik. Pendididikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter yang baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan karakter mempunyai enam nilai etika utama yaitu dapat dipercaya, sifat jujur, integritas, memperlakukan orang lain dengan hormat, bertanggung jawab, adil, kasih sayang, dan warga Negara yang baik.

Pembelajaran saat ini menggunakan kurikulum 2013 yang menenkatkan pada guru wajib memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan kempuan mereka dalam mengajar, dan dari kompetensi pedagogik ini banyak guru yang menggunakan proses pembejaran saitifik. Pembelajaran saitifik sendiri merupakan suatu proses pendekatan proses belajar mengajar yang meliputi penggalian informasi melalui observasi, mengajukan pertanyaan, dan bereksperimen serta mengelola data atau informasi yang telah didapatkan kemudian menyajikan data atau informasi tersebut kemudian menganalisis dan menyimpulkan data tersebut.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa guru harus mempunyai kompetensi pedagogik untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang efektif, inovatif serta menyenangkan, serta guru dapat menghubungkan materi tersebut dengan pembentukan karakter atau dapat penanamkan karakter yang baik untuk peserta didik sesuai dengan 18 karakter yang telah disusun oleh kemeterian pendidikan nasional.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis melalui wawancara dengan salah satu guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan Peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan dalam hal penanaman karakter, ternyata di SD Muhammadiyah 2 Tulangan terdapat satu program yang menuntut peserta didik dalam satu kelas melakukan bergantian ketua kelas setiap harinya secara berurutan dari absensi, tak hanya itu saja terdapat kegiatan-kegiatan lainnya yang selalu menekankan nilai karakter religius pada peserta didik agar dapat menjadi kebiasaan di sekolah maupun di rumah.

Hal tersebut membuat penulis ingin melakukan penelitian dan mengetahui bagaimana guru di sana dapat melakukan tugas mereka sesuai dengan kompetensi pedagogik walaupun sebagaian dari mereka tidak memiliki ijazah kependidikan dan penulis ingin mengetahui bagaimana cara dan penerapan dalam penanaman karakter serta apa saja faktor yang pendukung dan penghambat dalam penanaman karakter di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Penelitian kualitatif bertujuan mendapatkan pemahaman yang sifanya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu, tetapi didapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan yang menjadi focus penelitian. Berdasarkan analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang sifatnya abstrak tentang kenyataan .

Pendekatan deskriptif adalah jenis pedekatan yang memberikan gambaran gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Pendekatan Deskriptif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (1) Berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu. (2) Menguraikan satu variabel saja atau beberapa variabel namun diuraikan satu persatu, variabel yang diteliti tidak di manipulasi atau tidak ada perlakuan (treatment).

Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SD Muhammadiyah 2 Tulangan yang terletak di Tulangan Sidoarjo. Subjek penelitian merupakan Kepala Sekolah, Wali Kelas 3 serta Tenaga Administrasi SD Muhammadiyah 2 Tulangan Sidoarjo.

Peneliti memperoleh data dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian yang dilakukan, untuk memperoleh data atau informasi secara langsung peneliti menggunakan instrument–instrumen yang telah diterapkan. Data primer ini dikumpulkan oleh peneliti untuk memberikan jawaban dari pertanyaan–pertanyaan penelitian. Pengumpulan data primer ini dilakukan peneliti untuk mengambil keputusan dalam proses penelitian, karena data primer ini dianggap lebih akurat dan lebih terperinci.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa data primer merupakan objek penelitian dengan pengambilan data langsung pada subjek sebagai informasi yang dicari. Data primer yang digunakan merupakan hasil wawancara dari Kepala Sekolah serta Wali Kelas 3 dan observasi di sekolah SD Muhammadiyah 2 Tulangan Sidoarjo.

Sedangkan data sekunder merupakan data yang telah tersedia dalam berbagai bentuk. Biasanya data sekunder lebih banyak berupa data statistik atau data yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga siap digunakan dalam statistik biasanya tersedia pada kantor–kantor pemerintahan, biro jasa dara, perusahaan swasta atau badan yang berhubungan dengan penggunaan data.

Sedangkan teknik pengumpulan data merupakan cara–cara yang digunakan untuk mengumpulkan sebuah data. Berikut ini beberapa cara yang di gunakan dalam penelitian ini : (1) Observasi, Peneliti melakukan observasi secara langsung dan melakukan pengamatan secara resmi, peneliti mengamati keadaan sekolah saat ini yang pembelajaran menggunakan metode daring serta melakukan pengamatan kegiatan belajar mengajar yang menggunakan daring yang dilakukan oleh guru di sekolah SD Muhammadiyah 2 Tulangan. Peneliti juga melakukan penelitian berbagai fasilitas yang ada di SD Muhammadiyah 2 Tulangan yang berhubangan dengan kompetensi pedagogik serta penanaman karakter. (2) Wawancara, Teknik ini dilakukan agar dapat memberikan gagasan atau pemikiran secara bebeas. Wawancara ini dilakukan kepada kepala sekolah, wali kelas 3 dan yang ada di sekolah SD Muhammadiyah 2 Tulangan. Wawancara di lakukan secara langsung dan melalui online karena keadaan saat ini yang sedang pandemik jadi peneliti tidak bisa sering datang ke sekolah. (3) Dokumentasi, Teknik ini digunakan untuk mencari data yang berupa transkip, buku–buku, notulen, rpp, silabus, dan lain–lain. Untuk memperoleh data tersebut peneliti menggunkaan dokumen–dokumen di SD Muhammadiyah 2 Tulangan, baik berupa rekaman, atau foto–foto untuk mempermudah membuktikan keabsahan data.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis model multimetode atau triangulasi. Teknik triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu diluar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data yang bersangkutan. Triangulasi meliliki empat macam teknik dalam pengumpulan data, yaitu, triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi penelitian, triangulasi teori.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis model multimetode atau triangulasi. Teknik triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu diluar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data yang bersangkutan. Triangulasi meliliki empat macam teknik dalam pengumpulan data, yaitu, triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi penelitian, triangulasi teori.

Teknik analisis triangulasi ini mengambil beberapa data profil sekolah dan data guru yang didapatkan dari tenaga administrasi, kemudian mengambil data RPP serta nilai rapot dan beberapa hasil belajar dan buku yang menunjang nilai karakter peserta didik dari wali kelas 3. Sedangkan data wawancara didapatkan dari hasil wawancara kepala sekolah dan wali kelas dan dibandingkan dengan beberapa teori yang ada pada penulisan.

Data-data tersebut akan dibandingkan dengan beberapa teori yang ada pada kajian teori dipenulisan ini dan akan diambil kesimpulan.

Peneliti melakukan penelitian yang merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik trianggulasi, peneliti memadukan teknik pengumpulan data dengan teknik analisis dari berbagai sumber data yang telah diambil melalui hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi kemudian dapat ditarik kesimpulan dari teknik analisis tersebut.

Hasil dan Pembahasan

A. Peran kompetensi pedagogik guru dalam penanaman karakter berbasis pembelajaran saintifik

Kompetensi pedagogik guru merupakan ilmu dalam pemahaman tentang pengelolahan perancangan proses pembelajaran yang mendidik dan pelaksaaan proses pembelajaran yang sesuai dengan rancangan yang telah di buat, serta dapat mengevaluasi hasil pelajar peserta didik.

Dalam melakasanakan peran guru yang sesuai dengan kompetensi guru dan penanaman karakter yang sesuai dengan pembelajaran saitifik, guru melakukan 6 aspek pembelajaran : (1) Aspek pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. Guru wajib memahami tentang pembelajaran yang menyenangkan untuk peserta didik, dan memahami teknik serta strategi pembelajaran yang menyenangkan untuk peserta didik. Guru SD Muhammadiyah telah menerapkan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk peserta didik yang pembelajaran melalui virtual atau daring. Guru – guru di SD Muhamadiyah 2 Tulangan berusaha untuk menyiapkan metode dan materi yang menyenangkan dan mudah dipahami peserta didik yang sedang belajar di rumah. (2) Aspek kemapuan dalam pemahaman terhadap peserta didik Aspek Dalam memahami karakter peserta didik yang memiliki sifat dan perilaku berbeda–beda. Guru harus memahami tentang kecerdasan, emosional, bakat, dan bahasa peserta didik. Guru juga harus dapat mengarahkan sikap dan perilaku peserta didik untuk melakukan hal yang sesuai dengan landasan pendidikan. Guru harus memastikan bahwa peserta didik tidak melakukan hal yang menyimpang dari norma–norma perilaku yang baik.

Guru di SD Muhamamdiyah 2 Tulangan telah berusaha untuk memahami karakter peserta didik dengan mengamati dan mamahami peserta didik saat melakukan kegiatan. (3) Aspek kemapuan guru dalam pengembangan kurikulum atau silabus. Dalam kemampuan guru untuk mengembangkan kurikulum atau silabus maupun rpp guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan berusaha untuk membuat rencana pembelajaran yang telah disesuaikan dengan pembelajaran saat ini melalui virtual. Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan membuat rencana pembelajaran yang didalamnya sudah di masukkan beberapa nilai – nilai karakter. (4) Aspek kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan melakuak proses pembelajaran yang menyenangkan kepada peserta didik, guru di SD Muhammadiyah juga menggunakan APE untuk meningkatkan dan memudahkan pemahaman peserta didik saat proses pembalajaran. Di dalam kelas juga terdapat beberapa gambar yang menunjukan karakter cinta tanah air. seperti terdapat foto presiden dan wakil serta terdapat gambar garuda, disetiap kelas. Dalam penyampaian pembelajaran guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga sering mengikuti workshop – workshop yang dapat meningkatkan pemahaman mereka akan cara mengajar yang menyenangkan dan membangun semangat peserta didik dalam belajar di sekolah maupun di rumah. (5) Aspek kemapuan guru dalam pengembangan peserta didk dalam meningkatkan potensi yang dimiliki peserta didik. Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan selalu memotovasi peserta didik agar menjadi peserta didik yang berprestsi dari akademik maupun non akademik. Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga memberi pengehargaan kepada peserta didik yang mendapatkan prestasi. (6) Aspek kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan selalu melakukan evaluasi pembelajar, melalui penilaian sikap, penilaian pengetahuan serta penilaian keterampilan. Dalam mengevaluasi pembelajaran yang saat ini melalu virtual guru di SD Muhammadiyah mempunyai metode yaitu menggunakan metode drive tru.yang mana setiap seminggu sekali orang tua ke sekolah untuk menyerahkan hasil belajar peserta didik agar dapat di nilai dengan mudah dan peserta didik dapat bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Salah satu metode yang dilakukan guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan dalam penanaman karakter di sekolah maupun di rumah yaitu membiaskan peserta didik untuk selalu mengucapkan salam dan tersenyum saat bertemu guru, teman ataupun orang yang lebih dewasa dari mereka. Dan guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga membiasakan mereka untuk selalu berdoa saat mau belajar dan selesai belajar, juga selalu membiasakan mereka untuk selalu mengerjakan sholat lima waktu dan sholat sunnah,seperti sholat dhuha. SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga memilii program mengaji dengan metode ummi dengan tujuan untuk meningkatkan nilai religious peserta didik.

Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan melakukan metode yang bervariasi dalam penanaman karakter dengan menyesuaikan keadaan dan tingkatan peserta didik. Dari observasi 18 nilai karakter yang ada guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan berusaha menanamkan nilai tersebut.dalam berbagai kegiatan yang telah dirancang dan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.

Guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga berusaha untuk memahami karakter peserta didik yang memiliki karakter bermacam – macam, dan mereka berusaha memberi contoh. yang baik dalam pendidik dan penanamkan karakter kepada peserta didik. Mereka berasumsi bahwa penanaman karakter harus dimulai dari guru dulu agar peserta didik dapat mencontoh sikap yang baik dari para guru mereka.

Oleh karena ini guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga melakukan beberapa etika guru dan beberapa peraturan yang telah dibuat ssecara bersama untuk semua guru. Peraturan dan etika tersebut dibuat agar guru di SD Muhamamdiyah 2 Tulangan dapat menjalankan dan menanamkan peraturan tersebut. Itu semua merupakan bentuk usaha mereka dalam penanaman karakter baik dan bentuk tanggung jawab.mereka dalam menjalan profesi mereka sebagai pendidik yang merupakan contoh tauladan bagi peserta didik mereka. Karena setiap ucapan,tindakan yang dilakukan guru akan didengar dan dilihat oleh peserta didik.

B. Faktor-faktor yang pendukung dan penghambat dalam penanaman karakter berbasis pembelajaran saintifik

Karakter merupakan ciri-ciri kepribadian seseorang yang dibangun seseorang secara konstan melalui pikitan dan tindakan serta karakter merupakan ciri individual untuk hiduo bekerjasama baik dari dalam keluarga, lingkungan atau kepribadian dalam rangkaian sikap, perilaku, motivasi, keterampilan serta moral seseorang.

Kamendiknas telah menetapkan 18 karakter yang dapat dikembangkan untuk peserta didik dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh pihak sekolah.

Penanaman karakter pada diri peserta didik di sekolah juga terdapat faktor pendukung serta faktor penghambat, faktor-faktor tersebut juga dapat berasal dari internal dan eksternal, berikut ini merupakan faktor yang mendukung dan menghambat : (1) Adanya buku pemantauan karakter yang harus diisi oleh wali murid di rumah. (2) Adanya reward untuk peserta didik setiap akhir bulan

SD Muhammadiyah 2 Tulangan merancangkan dan berusaha melaksanakan kegiatan yang membangun karakter yang baik bagi peserta didik. Semua itu dapat dilihat dengan hasil observasi dari RPP yang menggandung beberapa nilai karakter.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti dari 18 karakter yang ada hanya beberapa yang dilakukan oleh guru dan hanya beberapa yang diterapkan dan menjadi kebiasaan pada peserta didik di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti di SD Muhammadiyah 2 Tulangan, terlihat di Sekolah terdapat berbagai fasilitas yang dapat mendukung penanaman karakter dan sesuai dengan hasil observasi wawancara nilai karakter yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran.

SD Muhammadiyah 2 Tulangan menyediakan perpustakan untuk mengembangkan nilai karakter mereka dalam gemar membaca dan menyediakan pojok baca di kelas. Di kelas juga terdapat foto presiden dan wakil presiden serta terdapat foto garuda itu menunjukkan bahwa guru di SD Muhammadiyah 2 Tulangan selalu menumbuhkan nilai nasionalisme.kepada peserta didik. Dan diluar sekolah juga terdapat tiang bendera yang terpasang. Dan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.juga selalu menjaga kebersihan sekolah bisa dilihat dari setiap sudut sekolah ataupun didepan sekolah terdapat tempat sampah untuk menjaga kebersihan dan membiasakan peserta didik ataupun guru untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

Penanaman kararakter juga terdapat faktor penghambat,.dalam penelitian di SD Muhammadiyah 2 Tulangan peneliti juga menemukan faktor yang menghambat dalam penanaman karakter, berikut faktor penghambat yang terdapat di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.

Pertama faktor penghambat yang ada di SD Muhammadiyah 2 Tulangan adalah kurangnya kerja sama dengan orang tua dalam pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah tidak di lakukan di rumah. Dan yang kedua adalah guru tidak dapat memantau secara langsung kegiatan peserta didik dikarenakan proses pembelajaran yang sekarang dilakukan secara daring.

Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti menemukan bahwa adanya kurang kerjasama antar guru dan orang tua, sebelum pembelajaan melalu daring atau online, guru di sekolah selalu menanamakan karakter yang ada dalam setiap pembelajaran, seperti membiasakan mereka untuk sholat wajib dhuhur dan ashar berjamah, melaksanakan sholat sunnah dhuha yang kegiatan itu selalu terpantau oleh guru di sekolah. Sedangkan ketika di rumah guru tidak bisa langsung untuk memantau kegiatan tersebut, guru hanya menerima laporan dari beberapa orang tua yang anaknya melakukan kegiatan tersebut. karena guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga menyediakan buku seperti absen wajib yang di isi orang tua untuk guru, agar dapat memantau peserta didik menjalankan kegiatan tersebut atau tidak. Tapi kebanyakan dari orang tua tidak mengumpulkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dari paparan penjelasan di atas merupakan faktor yang termasuk faktor eksternal, faktor eksternal merupak faktor yang berasal dari lingkungan peserta didik. Faktor yang berasal dari lingkungan sangatlah berpengaruh dalam pembentukan karakter yang baik bagi peserta didik, karena lingkungan ada keadaan yang paling dekat dengan pserta didik, apalagi pembelajaran sekarang dilakukan dari rumah.

Berdasarkan paparan di atas faktor-faktor yang mendukung dan mempengaruhi penanaman karakter di SD Muhammadiyah 2 Tulangan yaitu berasal dari sekolah yang selalu memfasilitasi kegiatan yang berhubungan dengan penanaman karakter, dan faktor yang terpenting dalam pembelajaran saat ini yang melalui daring untuk mengembangkan karakter peserta didik merupakan faktor yang berasal dari lingkungan serta guru dan orang tua harus lebih sering berkomunikasi agar tidak terjadi salah informasi ataupun adanya kegiatan yang sekolah yang tidak dapat dikerjakan peserta didik dan penanaman karakter yang telah dibuat dalam kegiatan pembelajaran juga dapat tersampaikan dengan maksimal.

Kesimpulan

Berdasarkan paparan penelitian yang telah dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan terkait peran kompetensi pedagogik guru dalam penanaman karakter.berbabasis pembelajaran saintifik di SD Muhamadiyah 2 Tulangan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut (1) Peran kompetensi pedagogik guru dalam penanaman karakter merupakan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan telah disesuaikan dengan nilai-nilai karakter yang ada, serta kemampuan guru dalam mengembangkan potensi peserta didik.serta mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini pelaksanaan pembelajaran serta penanaman karakter yang telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan yang ada di SD Muhammadiyah 2 Tulangan juga telah menggunakan pembelajaran saintifik. (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman karakter di SD Muhammadiyah 2 Tulangan sebagai berikut, faktor mendukung penanaman karakter yang dan beberapa fasilitas yang sudah ada disekolah untuk mengembangkan pembelajaran serta penanaman nilai karakter dan adanya hadiah yang membuat peserta didik termotivasi dalam mengerjakan kegiatan yang membangun karakter. Sedangkan faktor penghambat meliputi dari lingkungan rumah dan kurangnya pengawasan guru secara langsung dalam pelaksanaan pembelajaran saat ini yang menggunakan pembelajaran daring.

References