Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3952

The Value of Character Education in Denias Senandung Film Above the Clouds and Its Relevance for MI-Age Children


Nilai Pendidikan Karakter Dalam Film Denias Senandung Diatas Awan dan Relevansinya Bagi Anak Usia MI

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Value of Character Education Denias Senandung film above the cloud Relevan

Abstract

This research method uses content analysis method. In this method, the researcher uses it with the aim of re-explaining the value of character education in the film Denias Senandung di Atas Awan. In accordance with the research that has been done, conclusions are obtained. First, the film Denias Senandung above the Clouds has at least 11 characters that can be imitated. Religious, disciplined, hard working, honest, independent, curious, friendly/communicative, appreciative of achievement, peace-loving, socially caring, and responsible. Second, the relevance of the value of character education in the film Denias Senanadung di Atas Awan will be very good if it is taught and applied to MI-age children in their daily activities. Due to the many teachings, wisdom, messages as well as important lessons that are able to educate in this film. Judging from its development, MI-age children will very quickly imitate what they see, so watching the film Denias Senanadung di Atas Awan in the hope that it will instill positive lessons in children.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan usaha secara sadar untuk mempersiapkan peserta didik dimasa depan lewat aktivitas pembelajaran, pengajaran, serta latihan untuk menuju perbaikan dimasa depan .Pendidikan asal mulanya ialah interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang terlaksana dalam suatu lingkungan tertentu Di dalam dunia pendidikan setidaknya mencangkupt tiga ranah yang harus dikuasai oleh peserta didik,diantaranya ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif berkaitan dengan pengetahuan ikmu umum juga teknologi, ranah afektif mencangkup dengan moral, sikap, dan karakter, sedangkan pada ranah psikomotorikmencangkup denga keterampilan.

Pembentukan karakter dalam dunia pendidikan harus melalui banyak rekayasa sosial seperti rekayasa faktor lingkungan melalui strategi: (1) pembiasaan (habit), (2) penguatan, (3) suri tauladan, dan (4) penanaman langsung. Keseluruhannya perlu terpadu untuk dapat menanamkan karakter sehingga muncul nilai-nilai luhur bagi peserta didik. . Ini bertujuan agar pembentukan dan pembangunana manusia Indonesai lebih bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, mentaati aturan hukum, menjaga kerukunan, toleransi dan lain sebagainnya.

UU NO. 20 TAHUN 2003 Tentang syarat umum sistem pendidikan nasional. “ Pendidikan nasional berperan meningkatkan keterampilan serta membentuk sifat dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik supaya jadi manusia beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta sebagai masyarakat Negeri yang demokratis dan bertanggungjawab.

FaktaUmum : KPAI mencatat 1885 disemester pertama pada tahun 2018. dengan jumlah 504 kasus anak menjadi pelaku pidana, mulai dari narkoba, bulliying,pencurian, sampai kasus tindakan asusila

Khusus : KPAI menyebutkan kasus Bulliying di sekolah tingkat dasar (SD/MI) meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya.

Tanpa adanya pendidikan karakter, seorang individu akan dengan sangat mudah melakukan pelanggaran bahkan berdampak pada orang lain. Maka dari itu kita perlu pendidikan karakter untuk membantu mengelola dan mengendalikan diri dari hal-hal yang menyimpang. Dengan demikian, pendidikan karakter perlu disertai semua pihak dan aspek yang ada dalam kehidupan. Idealnya pembentukan dari pendidikan karakter sendiri diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan, termasuk di sekolah melalui berbagai strategi untuk membumikan konsep pendidikan karakter

Menumbuhkan pendidikan karakter dalam diri individu memang sudah menjadi kewajiban yang harus diterapkan dalam keluarga juga pihak pendidik sejak dini. Meskipun dalam usaha untuk menanamkan pendidikan karakter bukan saja dilakukan pada lembaga pendidikan formal saja, akan tetapi masih ada beberapa cara, salah satunya yakni dengan melalui media film. Dengan film pesan atau pembelajaran akan lebih mudah dipahami, karena sebagai audio visual yang menyajikan kehidupan dan kisah secara nyata sehingga dapat dilihat dan dipahami oleh peserta didik secara langsung.

Salah satu film yang mengandung nilai-nilai pendidikan, khususnya pendidikan karakter yakni film “ Denies, SenandungdiatasAwan”. karya John De Rantau yang diproduksi pada tahun 2006. Film yang diambil dari kisah nyata dari tanah Papua yang kemudian di filmkan dengan tujuan menjdi inspirasi bagi semua pendidik dan peserta didik dipelosok negri.

Berdasar uraian diatas, penulis akan membahas dan meneliti tentang apa nilai pendidikan karakter yang terdapat pada film “Denies, Senandung diatas awan” yang dapat diambil untuk peserta didik usia SD/MI. oleh karena itu penulis mengadakan penelitian berjudulB “Analisis Pendidikan Karakter Pada Film Denies Senandung Diatas Awan dan Relevansi nya bagian akusia MI

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang ambil ialah library research juga biasa disebut penelitian pustaka.cPendekatan yang dilakukan merupakan pendekatan kualitatif yaitu dengan mengkategorisasikankan yang selanjutnya akan diinterpretasikan secaera deskriptif analisis atau mengelompokkan suatu data yang telah dikumpulkan kemudaian menyeleksi data mana yang diperlukan dan yang sesuai pada pembahasan dalam penelitian ini.

Subjek dalam penelitian ini adalah beberapa pemain yang ada dalam film denias senandung diatas awan. Penelitian pustaka disini bermaksud memanfaatkan bahan-bahan pustaka yang ada menjadi sumber data pustaka (primer) dan buku-buku lain sebagai data pendukung (sekunder). Sumber primer dalam penelitian ini yakni sumber data yang diberikan langsung untuk pengumpul data yaitu merupakan rekaman video film itu sendiri yakni Denias senandung diatas awan. Sumber data sekunder dalam penelitian ini yakni buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. termasuk juga artikel yang membahas mengenai Film Denias senandung diatas awan, rekaman-rekaman video mengenai film Denias senandung diatas awan.

Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya; dokumentasi dengan simak catat yakni dengan peneliti mengumpulkan beberapa data dari buku yang berkenaan dengan pendidikan karakter, artikel yang membahas mengenai film Denias senandung diatas awan juga artikel yang membahas tentang pendidikan karakter yang ada pada media audio visual yang juga membahas tentang iflm Denias senandung diatas awan. Juga teknik observasi. Observasi yang diambil dalam penelitian ini yakni pengamatan dan penelitian pada film Denias Senandung di atas Awan. Focus utama pada penelitian ini yakni pada perkataan, tingkah laku/perbuatan, juga tindakan yang diperankan tokoh-tokoh dalamfilm Denias Seanandung di atas Awan.

Teknik analisis data yang dipakai didalam penelitian ininyakni dengan metode analsis isi atau content analysis, dimana metode ini yakni cara menyimak dan mengkoreksia dokumen dengan sistematik dari bentuk komunikasi yang dipaparkan secara teks dalam bentuk dokumen dengan cara objektif.

Hasil dan Pembahasan

A. Apresiasi Film Denias Senandung Diatas Awan

Dalam penelitian ini, penulis memakai metode analisis isi(content analysis)untuk memahami serta mendapatkan poin yang diinginkan dan menguraikan nilai-nilai pendidikan karakter yang tercantum dalam film Denias senandung diatas awan. Film hasil karya sutradara John De Rantau yang berkolaborasi dengan Alenia Picture dan EC entertainment yang diadopsi dari sebuah kisah nyata. Film yang mengkisahkan perjalanan hidup seornag anak dipedalaman papua bernama Denias Miagoni, yang tengah berjuang untuk mewujudkan impiannya. Film ini tak hanya memberikan fungsi hiburan saja kepada para penonton, akan tetapi film ini banyak mengandung pesan- pesan yang mendidik, yang dimana dalam film-film Indonesia di era sekarang sudah amat jarang ditonjolkan.

B. Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Denias Senanadung di Atas Awan.

Tokoh- tokoh dalam film Denias memegang peranan penting dalam mengantarkan cerita. Artis- artis diantaranya Albert Fakdawer, Mathias Muchus, Ari Sihasale, Nia Zulkarnain, Minus Karoba, Marcella Zalianty, serta yang lain

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada film ini mengandung nilai pendidikan karakter diantaranya Religius, Jujur, Disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif/bersahabat, cinta damai, peduli sosial, dan Tanggung jawab.

C. RelevansiNilaipendidikanKrakter dalam Film Denias: Senandung di Atas Awan Untuk Anak Usia MI

Dalam sebuah proses pembelajaran media akan selalu diperlukan agar pemebelajaran menajdi lebih efektif dan efesien, dalam hal ini pemilihan media yang tepat perlu pertimbangan matang-matang. Beberapa hala yang perlu dipertimbangkan diantaranya, tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik peserta didik, keadaan latar atau lingkungan, juga termasuk luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Tidak hanya itu media pendidikan yang digunakan wajib bisa menarik atensi peserta didik pada aktivitas belajar mengajar serta lebih memicu aktivitas belajar peserta didik. Media pendidikan yang pas pastinya hendak mempermudah pendidik dalam mengantarkan materi kepada partisipan didik.

Dalam film Denias Senandung di Atas Awan sendiri memeiliki beberapa nilai karakter didalamnya yang akan sesuai dengan perkembangan anak dalam pengaruhnya kepada kepribadian anak. Terdapat beberapa poin nilai karakter diantaranya; nilai Religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, demokrastis,rasa ingin tahu, menghargai prestasi, persahabatan / komunikatif, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab. Nilai-nilai ini dianggap mampu atau relevan dalam membantu pembentukan pendidikan karakter pada anak usia MI.

Relevansi nilai-nilai karakter dalam film Denias Senandung di Atas awan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perkataan maupun perbuatan sangat banyak. Nialai-nilai karakter ini cocok sekali jika diterapkan dalam pembelajaran anak usia MI. anak seusia MI dapat dengan cepat menyerap dan dengan harapan dapat mencontoh hal-hal baik dari sifat Denias. Dengan begitu banyak keterbatasan, kekuranga, halangan, juga rintangan Denias tetap begitu semangat dan gigih untuk tetap belajar. Berbeda dengan kita yang dengan berbagai fasilitas yang ada, namun tetap rasa malas menyelimuti keseharian.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwasanya film Denias: Senandung di Atas Awan ialah film yang menarik dan bagus untuk tonton, karena menyajikan bentuk visual dan verbal yang mudah dipahami para penonton. Film ini berbobot dan bernilai mendidik, khususnya dalam masalah pendidikan karakter. Film yang cocok sebagai referensi para pelajar dan pengajar sebagai sarana memperluas ilmu,wawasan juga motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian, film Denias: Senandung di Atas Awan sangat dapat membantu memotivasi dalam penanaman pendidikan karakter juga motivasi semangat belajar peserta didik usia MI.

Kesimpulan

  1. Nilai-nilai pendidikan karakter yang ada didalam film Denias Senandung di Atas Awa nada 11 karakterdiantarany; religious, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rass ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta dame, peduli sosial, dan tnggung jawab. Meski dalam versi kemendikbud nilai pendidikan karakter yang dapat diteladnani berjumlah 18, akan tetepi dalam film ini peneliti hanya menemukan dan memaparkan 11 karakter saja, dikarenakan memang nilai karakter yang diajarkan dalam film ini ada 11 karakter.
  2. nilai pendidikan karakter dalam film ini memiliki relevansi nilai yang dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari,tak hanya dalam tingkah laku namun juga termasuk, perkataan, dan karakter bawaan tokoh). Dari totontonan film Denias Senandung di Atas Awan inilah, film ini dapat dijadikan sebagai bahan belajar yakni melalui media audio visual, tidak hanya sebagi hiburan semata. Akan tetapi juga sebagai tontonan yang mengedukasi juga bisa dijadikan sebagai sarana media pemebelajaran kepada anak usia SD/MI yang member dampak positif.

References

  1. R. Mudyaharjo, Pengantar Pendidikan, jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.
  2. N. S. &. Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.
  3. Peningkatan Moral Berbasis Islamic Math Characther Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 2018.
  4. N. Omeri, "Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan," Pendidikan, vol. 9, no. 3, 2015.
  5. M. Yaumi, Pendidikan Karakter Landasan, Pilar dan Implementasinya, Jakarta: Prenamedia Group, 2016.
  6. B. R. Upi, "Indonesia Gawat Darurat Pendidikan Karakter," in Fakta Dibalik Anak Indonesia, 2019.
  7. N. A. Wiyani, Pendidikan Karakter Anak Konsep dan Implementasinya di SD dan MI, Purwokerto: STAIN Press, 2018.
  8. S. Damara, Media Komunikasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
  9. M. Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarata: Yayasan Obor Indonesia, 2008.
  10. I. Gunawan, Metode Penelitian Kulalitatif Teori dan Praktik, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.