Education
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3926

Identification of the Application of Civics Learning in Online Learning during the Covid-19 Pandemic


Identifikasi Penerapan Pembelajaran PKn dalam Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Civics Education online learning Elementary School Covid-19 Pandemic

Abstract

This research aims to describe the learning planning of PKn class IV SDN Panggreh II in online learning during the Covid-19 pandemic, and to describe the application of PKn learning in Class IV SDN Panggreh II in online learning conducted by teachers during the Covid-19 pandemic, and describe the factors of teacher barriers in the application of PKn learning class IV SDN Panggreh II in online learning. The research method uses qualitative research. The research subjects were teachers, principals and fourth grade students of SDN Panggreh II, while the research data collection techniques used interviews, observation and documentation. Analysis of research data using data analysis model Miles and Hiberman. Based on the results of the study, it was shown that in Civics learning in class IV SDN Panggreh II the teacher made online learning learning plans such as syllabus, lesson plans, and learning media. The obstacles for teachers in planning Civics learning in grade IV at SDN Panggreh II during the Covid-19 pandemic were that teachers had no experience teaching online, and teachers had difficulty determining the learning media to use. to explain learning materials, and Civics learning activities, most of the learning activities carried out by teachers only gave assignments through "whatsapp groups". This shows that the Civics learning process in class IV SDN Panggreh II does not have a strategy.

Pendahuluan

PKn disekolah dasar pada hakekatnya ialah suatu program pendidikan yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila, serta mengembangkan berbagai nilai- nilai budaya bangsa, sehingga memiliki jati diri yang berprilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa . Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PKn berperan sebagai program pendidikan untuk mencapai tujuan pembangunan bangsa. Pembelajaran PKn sebagai program pendidikan memiliki fungsi sebagai penanaman pengetahuan kewarganegaraan (civics knowlage), keterampilan kewarganegaraan (civics skills) dan nilai-nilai kewarganegaraan (civics value). Pembelajaran PKn memiliki peran penting sebagai pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Akan tetapi, adanya pandemi Covid-19 berdampak pada pelaksanaan pembelajaran PKn di sekolah dasar. Pemerintah mengharuskan siswa untuk melakukan pembelajaran daring. Kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, hal tesebut berdampak berdampak pada kegiatan pembelajaran PKn di sekolah dasar.

Pelaksanaan pembelajaran daring di sekolah dasar menemukan beberapa permasalahan diantaranyaa; hasil penelitian Mariyani menunjukkan guru hanya menggunakan media WhatsApp dalam kegiatan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19, serta beberapa permasalahan diantaranya permasalahan jaringan “internet”, permasalahan selanjunya yaitu guru belum dapat mengelola kelas dengan baik selama daring dan rendahnya penguasaan teknologi . Adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam mengajarkan materi pembelajaran PKn di sekolah dasar. Sebab, guru dituntut penggunaan teknologi dalam menerapkan strategi, model, metode maupun media pembelajaran yang digunakan. Dalam rangka pencapaian keberhasilan pembelajaran PKn perlunya diperhatikan hal-hal yang berkenaan kegiatan pembelajaran tersebut sepertistrategi, model, pendekatan maupun metode pembelajaran yang digunakan guru.

Penutupan sekolah berdampak pada pelaksanaan pembelajaran PKn di sekolah dasar, hal tersebut menyebabkan proses pembelajaran PKn dilakukan dirumah oleh siswa, dimana proses pembelajaran harus dilakukan secara daring. Salah satu sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 yaitu SDN Panggreh II Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan guru kelas IV SDN Panggreh II menunjukkan bahwa selama pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan sarana teknologi WhatsApp. Hasil wawancara dengan kepalasekolah juga mengatakan bahwa selama pembelajaran daring di SDN Panggreh II dilakukan dengan media WhatsApp. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik dengan mengangkat penelitian dengan judul “Identifikasi Penerapan PembelajaranPendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pada Siswa Kelas IV di SDN Panggreh II Masa Pandemi Covid-19”.

Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang melakukan generalisasi pada objek dalam kondisi sosial yang alamiah atau “natural” melalui data yang berupa secara tertulis dan lisan. Pada penelitian ini penelitian menggunakan jenis penelitian studi kasus, jenis penelitian yang mengarahkan pada pendeskripsian atau memotret kondisi sosial secara kontekstual tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan, serta penelitian studi kasus dapat dilakukan pada suatu peristiwa yang sedang terjadi dilapangan dan bersifat natural . Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan perencanaan guru dalam penerapan pembelajaran PKn di SDN Panggreh II pada kelas IV, dan penerapan pembelajaran guru dalam penerapan pembelajaran PKn di SDN Panggreh II kelas IV masa pandemi “Covid-19”, serta hambatan dalam penerapan pembelajaran PKn di SDN Panggreh II kelas IV masa pandemi Covid-19.

B . Subjek dan Setting Penelitian

Objek pada penelitian ini ialah pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) masa pandemi Covid-19 di SDN Panggreh II Kelas IV. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan siswa SDN Panggreh II Kelas IV Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.

C . Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

1.Wawancara

2.Observasi

3.Dokumentasi

D . Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis yang meliputi reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Langkah-langkah analisis data tersebut dapat digambarkan dengan skema berikut :

1. Pengumpulan Data (Data Collection)

2. Reduksi Data (Data Reduction)

3. Penyajian Data (Data Display)

4. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion, Drawing/ Verifying)

E . Pengecekan Keabsahan Data

Peneliti ini menggunakan trianggulasi sumber yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa untuk mengcek kebahasaan data perencanaan pembelajaran, penerapan pembelajaran dan hambatan pembelajaran PKn yang dilakukan guru dan siswa SDN Panggreh II kelas IV pada pembelajaan daring masa pandemi Covid-19. Pada penelitian ini teknik triangulasi yang dilakukan yaitu untuk membandingkan data hasil wawancara, pengamatan, dan dokumentasi.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan data hasil pengumpulan data di lapangan penerapan pembelajaran PKn di SDN Panggreh II Kelas IV:

1. Penerapan Pembelajaran PKn di SDN Panggreh II kelas IV pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19.

a. Perencanaan Pembelajaran PKn di SDN Panggreh II kelas IV pada pembelajaran daring masa Pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi berkenaan perencanaan pembelajaran PKn dengan subjek yang dipilih di SDN Panggreh II masa pandemi Covid-19, menunjukkan bahwa; (1) Pembelajaran PKn di kelas IV di SDN Panggreh II bahwa guru belum memiliki pengalaman mengajar secara “daring”, akan tetapi guru tetap membuat perencanaan pembelajaran PKn seperti silabus dan RPP pada meteri pembelajaran PKn secara daring, dan dalam merancang perencanaan pembelajaran PKn di SDN panggreh II dilakukan secara mandiri oleh guru dan didiskusikan dengan guru kelas lain; (2) Dalam membuat perencanaan pembelajaran PKn di SDN Panggreh II dilakukan secara sendiri oleh guru, serta dilakukan diskusi antar guru kelas; (3) Terdapat beberapa dokumen yang digunakan guru dalam pembelajaran “daring” masa pandemi “Covid-19”, dokumen tersebut diantaranya buku guru, buku siswa, silabus pembelajaran PKn dan rencana perencanaan pembelajaran (RPP) PKn yang digunakan guru; dan (4) Guru membuat perencanaan pembelajaran “daring” yaitu silabus dan RPP pada materi pembelajaran PKn di kelas IV, sedangkan RPP tertuang pembelajaran menggunakan bantuan “WhatsApp” dan menggunakan video di “youtube”.

b. Penerapan Pembelajaran PKn di Kelas IV SDN Panggreh II dalam Pembelajaran Daring Era Pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi berkenaan perencanaan pembelajaran PKn dengan subjek yang dipilih di SDN Panggreh II masa pandemi Covid-19, menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran PKn selama pandemi “Covid-19” yang dilakukan secara daring memiliki perbedaan dengan pembelajaran sebelum ada pandemi “Covid-19”, serta pembelajaran PKn dilakukan menggunakan sarana teknologi“WhatsApp”.

Guru kelas IV dalam pembelajaran PKn secara daring tidak menggunakan langkah-langkah atau metode pembelajaran secara khusus, akan tetapi proses pembelajaran hanya memberikan materi pelajaran dengan menginstruksikan siswa membaca buku elektronik dari kementrian pendidikan dan menginstruksikan siswa melihat video di “youtube”, tetapi akun “youtube” bukan milik guru kelas IV sendiri.

c. Hambatan atau Permasalahan Pembelajaran Daring di Kelas IV SDN Panggreh II Jabon.

Berdasarkan temua hasil wawancara, observasi dan dokumen berkenaan dengan hambatan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II sebagai berikut; Pertama, dalam pembelajaran PKn guru kelas IV SDN Panggreh II mengalami permasalahan yaitu guru tidak pengalaman mengajar secara daring, serta guru kesulitan dalam pembelajaran di sebabkan tidak dapat tatap muka secara langsung, sebab dalam pembelajaran anak SD harus dilakukan pendampingan langsung oleh guru. Kedua, guru tidak menguasai teknologi pembelajaran, sehingga guru hanya terbatas menggunakan sarana “WhatsApp” dan “youtube”. Siswa kurang memahami materi karena proses pembelajaran hanya memberikan tugas dan menyebabkan kurang efektif yang dilakukan guru. artinya pembelajaran tidak dilakukan secara inovatif oleh guru . Ketiga, siswa juga kurang menguasai dalam mengoprasikan teknologi pembelajaran dan siswa masih ditemukan tidak memiliki HP sendiri. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas IV SDN Panggreh II masih ada siswa yang tidak memiliki Handphone (HP), berdasarkan data tersebut terdapat 16 siswa atau 51,62% siswa memiliki Handphone (HP), dan 15 siswa atau 48,38% siswa tidak memiliki Handphone (HP). beberapa siswa yang tidak memiliki HP, sehingga siswa yang tidak memiliki HP harus bertanya pada siswa lainnya.

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis data diatas, perencanaan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II masa pandemi Covid-19, yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran sendiri dan setelah itu didiskusikan dengan teman guru satu sekolah, adapun perencanaan yang di ada diantaranya silabus dan perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) PKn. Sedangkan, dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II mengalami kendala yaitu guru kesulitan memilih dan menerapkan strategi, model dan metode pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II yang dilakukan secara “daring” masa pandemi “Covid-19” yaitu pembelajaran PKn di kelas IV dilakukan dengan membuat “group whatsapp” kelas, dimana pembelajaran PKn dilakukan melalui “whatsapp group kelas.

Pada penerapan perencanaan pembelajaran guru sekolah dasar kesulitan merancang langkah-langkah pembelajaran, sedangkan pada penerapan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II yaitu mengintruksikan siswa membaca buku siswa yang sudah diberikan oleh guru sesuai dengan materi pembelajaran PKn, selanjutnya melihat penjelasan “video” melalui “youtube. Selain itu guru kesulitan menerapkan strategi, metode dan model pembelajaran.

Permasalahan yang lain juga terdapat pada guru yang tidak menguasai teknologi pembelajaran, dan siswa tidak kesulitan menggunakan teknologi pembelajaran. Juga dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II yaitu tidak semua siswa memiliki HP sendiri, dikerenakan Hp dibawah orang tua siswa. Hal tersebut menunjukkan fasilitas seperti “e-learning” dan “handphone” menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PKn yang dilakukan secara daring.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengumpulan data dan hasil temuan melalui analisis data yang telah dilakukan pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II masa pendemi Covid-19 dapat disimpulkan sebagai berikut;

  1. Perencanaan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II pada masa pandemi Covid-19 dilakukan guru secara mandiri, akan tetapi rencana pembelajaran tersebut didiskusikan dengan semua guru di SDN Panggreh II, Adapun rencana pembelajaran PKn yang dibuat guru diantaranya, silabus, RPP dan tugas-tugas pembelajaran PKn. Sedangkan, buku guru dan buku siswa yang digunakan adalah BES (buku sekolah elektronik) dari Kemendikbud 2017.
  2. Penerapan pembelajaran PKn di kelas IV SDN Panggreh II dilakukan guru melalui media “WhatsApp group” kelas. Penerapan pembelajaran PKn dilakukan guru dengan menginstruksikan siswa membaca buku siswa secara mandiri dan melihat video di “youtube”. Sedangkan,proses pembelajaran PKn dilakukan tanpa ada strategi, dan metode pembelajaran yang digunakan guru, serta penerapan penugasan pembelajaran dilakukan melalui buku siswa dan tugas yang dibuat oleh guru sendiri,
  3. Permasalahan pembelajaran PKn dikelas IV di SDN Panggreh II yang dilakukan masa pandemi Covid-19 diantaranya; (1) guru tidak pengalaman dalam pembelajaran PKn yang dilakukan secara daring, (2) kesulitan dalam memilih metode pembelajaran yang digunakan, (3) rendahnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran dalam pembelajaran PKn, (4)siswa mengalami hambatan yaitu tidak memiliki “handphone”, (5) siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, karena tidak ada penjelasan dari gur, (6) kurangnya pendampingan orang tua dalam pembelajaran PKn, disebabkan orang tua tidak memahami materi pembelajaran PKn.

References

  1. M. &. Ramdhan, “Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Dasar Negri Bojong 3 Pinang,” Jurnal Pendidikan Dan Sains, pp. 418-430, 2020.
  2. d. D.B Sanjaya, “Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn) Sekolah Dasar di Bali,” Seminar Nasional Riset Inovatif, pp. 267-273, 2018.
  3. A. Mariyani, “Strategi Guru PPKn dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Covid-19 di Pali , Sumatera Selatan Program Studi Pendidikan Pancasila,” http://ojs.unpkediri.ac.id/indexDOI : https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.15024 , vol. 6, pp. 1-15, 2021.
  4. C. &. Anggraeni, “Efektivitas Penggunaan Metode Latihandan Penugasan dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi pada Mata Pelajaran PKN di Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 5, pp. 874-883, 2021.
  5. Anugrahana, “ Hambatan, Solusi dan Harapan: Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Oleh Guru Sekolah Dasar.,” Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, vol. 10, no. 3, pp. 282-289, 2020.
  6. L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011.
  7. Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2018.
  8. M. Mustakim, “Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran Matematika,” Al Asma : Journal of Islamic Education, vol. 2, no. 1, 2020.
  9. d. A Barkah, “Analisis Implementasi Metode Pembelajaran Dalam Masa Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran Pkn Analysis of the Implementation of Learning Methods During the Covid-19 Pandemic on Pkn Subjects,” Jurnal Penelitian Pendidikan, pp. 123-136, 2020.
  10. d. N.H Zain, “Problematika Pembelajaran Daring pada Peserta Didik di Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 4, 2021.