<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas Terhadap Dividend Payout Ratio (Studi Perusahaan Consumer Good Industry Yang Terdapat Di BEI Periode 2017-2019)</article-title>
        <subtitle>The Effect of Profitability and Liquidity on the Dividend Payout Ratio (Study of Consumer Good Industry Companies on the IDX for the 2017-2019 Period)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ff3954b33730669b121bcd5ff1f62a85" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rinatun</surname>
            <given-names>Siti Dwi Septiyani</given-names>
          </name>
          <email>septiyanidwi40@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-09499c5d938f65c5cea6635e25c9b752" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurasik</surname>
            <given-names>Drs. Nurasik, MM</given-names>
          </name>
          <email>nurasiknurasik73@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-02-16">
          <day>16</day>
          <month>02</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-16">Masalah yang sering dihadapai oleh perusahaan ini adalah kebijakan dalam membagikan dividen hal ini mungkin terjadi apabila perusahaan pada peirode ini belum membagikan dividenya karena menajemen sering mengalami masalah yang sulit untuk dapat membagi dividen atau menahan laba tersebut dengan pertimbangan saham saham milik pemegang saham dialihkan kepada investasi lain yang bersifat lebih menguntungkan, kebijakan dividen yang menarik inilah adalah bagian yang mendasari investor tertarik pada perusahaan yang akan dilakukan penaanaman saham, sehingga manajemen diwajibkan untuk dapat melakukan kebijaka yang ditentukan manajemen mengenai pembagian dividen yang optimal namun kesimbangan dividen yang dapat dibagikan saat ini dan pertumbuhan pada perusahan yang akan datang tetap terjaga dan stabil. Pada riset pendahulu yang telah dilakukan oleh memberikan hasil bahwa hasil mengenai rpofitabilitas memberikan pengaruh yang positif terhadap variabel besarnya dividen sedangkan pada variabel rasio likuiditas disebutkaan bahwa terdapat pengaruh positif mengenai rasio likuiditas terhdap besarnya dividen, kemudian penelitian yang meberikan hasil secara uji parsial variabel profitabilitas memiliki pengaruh positif dan secara signifikan terhadap besarnya dividen dan variabel likuiditas memiliki pengaruh positif signifikan terhadap besarnya dividen, namun pada penelitian penelitian yang dilakukan tersebut terdapat perbedaan sehingga menjadikan peneliti tertarik melakukan penelitian hasil ini ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan dengan hasil yang diberikan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap <italic id="_italic-19">dividend payout ratio</italic> sedangkan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend <italic id="_italic-20">payout ratio</italic>. Pentingnya penelitian ini dilakukan dengan alasan masih terdapat hasil yang berbeda antara penelitan yang meberikan hasil secara uji parsial variabel profitabilitas memiliki pengaruh dan (bawamenewi 2019) dari penelitian terdahulu yaitu ada yang hasilnya terdapat pengaruh positif dan negatif serta pada likuiditas terdapat perbedaan beperngaruh signifikan dan tidak signifikan dengan demikian maka perlunya pengkajian atau penelitian mengenai pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap <italic id="_italic-21">dividen pay out ratio</italic> sektor industri barang konsumsi (<italic id="_italic-22">consumer good industry</italic>), peneliti memilih perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi (<italic id="_italic-23">consumer good industry</italic>) dikarenakan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi merupakan perusahaan yang mempunyai peranan yang sangat baik dan strategis dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat, dimana produk-produk yang dihasilkan sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga masyarakat yang memerlukan produk kebutuhan sehari hari dapat dengan mudah ditemui dipasaran namun banyaknya peluang ini juga yang menimbulkan banyak persaingan persaingan dari segi produk produk yang dihasilkan namun perusahaan perusahaan tersebut tetap mempertimbangkan aspek keuangan seperti profitabilitas dan likuiditas pada perusahaaan yang pada dasarnya untuk membentuk kinerja keuangan yang baik peran pemegang saham sangat diperlukan.pembagain pengingkatan laba oleh perusahaan adalah dinamakan dividen..</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="paragraph-e8d5ab206bffb7039448b772403406e0">
        <bold id="_bold-14">Jenis Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Jenis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab hubungan sebab akibat dari pengaruhnya antara dari variabel bebas ke variabel terikatnya maka tekhnik yang diambil adalah tekhnik kuantitatif. Tekhnik kuantitatif merupakan tekhnik “tekhnik yang melibatkan populasi dan sampel dalam penelitian dengan filsafat positivism dengan hasil yang dianalisis secara statistik untuk membuktikan kebenaran hipotesisnya”.</p>
      <p id="paragraph-c956429341fe1806067b47dcb221dc69">
        <bold id="_bold-15">Lokasi Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-18">Lokasi yang diambil di galery bursa efek indonesia yang ada di universitas muhammadiyah sidoarjo yaitu dengan melalui gakses <italic id="_italic-24">web</italic> yang secara resmi dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (<italic id="_italic-25">idx.co.id</italic>) pada perusahaan yang bergerak dibidang industri barang konsumsi periode 2017-2019 waktu penelitian dimulai Desember 2020 sampai selesai.</p>
      <p id="paragraph-04674e57ad70151ba0af4b69554c3d10">
        <bold id="_bold-16">Indikator</bold>
        <bold id="_bold-17">Variabel</bold>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Indikator Variabel</title>
          <p id="_paragraph-20">Sumber : Data Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1e7d7e4bc39c1092d0be4ed896df7dca">
              <td id="table-cell-640d44f4404de2fa8ace3f5029da26f3">Variabel</td>
              <td id="table-cell-4bf79060d2e529e750ade350c61966ec">Dimensi</td>
              <td id="table-cell-c5b95ee65c904f1adcd65e9161de91df">Skala</td>
              <td id="table-cell-0756037010ec15ad4ac95ae69e89d7ae">Sumber</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-03340ea3d647b45b2709bb9e8e34fe78">
              <td id="table-cell-ba5292972fcf49972000804cb94a5835">Return On Equity..(X1)</td>
              <td id="table-cell-29654747b50174509504d6f234cd4dd5">ROE:(Earning After Interest and Tax )/Equity</td>
              <td id="table-cell-e976820df457d257e3e71e2ffdbf57cd">Rasio</td>
              <td id="table-cell-91e8c360681bd75a1735cf73bb2a4824">(Hery, 2016)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-59ec9cb5919c53cda411101fd8a52ecf">
              <td id="table-cell-9989b9c91366085b9502ff4b73fe40c1">Return on Asset (X2)</td>
              <td id="table-cell-a4251f72f0e248d41732f95d8c752f3b">Return On Assets.= (Laba Bersih)/(Total Assets)</td>
              <td id="table-cell-9b12fdcbb283749dc0b1d1d747554f4d">Rasio</td>
              <td id="table-cell-3d98b318b6984c33ae0d814bb0d35842">(Hery, 2016)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7930a28f8b0aab70298e7a5674adbc5e">
              <td id="table-cell-f2c378f9209c891e14335768e2f2cb28">Current Ratio (X3)</td>
              <td id="table-cell-afd1d8d2cd778ad796a051a63dd3a95d">Current Ratio = (Aktiva Lancar)/(Kewajiban Lancar)</td>
              <td id="table-cell-5b33628ef20c6038d927044b918fcdd8">Rasio</td>
              <td id="table-cell-d7e36db236a716081317266365a531e6">(Hery, 2016)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd54a7528ce61890a7f7f804658a0dac">
              <td id="table-cell-f370a94a2607cfd19f98653afa13a1ac">Quick Ratio (X4)</td>
              <td id="table-cell-66dfb1cdc3d2239d35aa7fb4853b985f">Quick Ratio = (Total Aktiva-Persediaan)/(Kewajiban Lancar)</td>
              <td id="table-cell-61471af0bad90ad2c02d60883029cc78">Rasio</td>
              <td id="table-cell-5ec41c1a44ede689e6ebf83d422649fb">(Munawir, 2013)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d8c542f35e130a34932f3f0d9120f025">
              <td id="table-cell-ef38ed62a4c1b20faa1dcc1195a56328">Dividen Pay Out Ratio (Y)</td>
              <td id="table-cell-764ab9146fa56022db9c8b0e96a041fd">DPR = (Deviden Per Share)/(Earning Per Share)</td>
              <td id="table-cell-e9fea596b0ec4fe84c836e516bfc3399">Rasio</td>
              <td id="table-cell-e9710b62068b5cc085acaddca29a8b5b">(Sutrisno, 2012)</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-865f531e12ac51c130b97d1ad86bd7cc">
        <bold id="_bold-18">Populasi</bold>
        <bold id="_bold-19">dan Sampel </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22">Sesuai dengan pendapat oleh .Populasi adalah seluruh yang dijadikan pengamatan bisa berbentuk objek atau subjek pengambilan sesuai dengan pertimbangan tertentu karena dinggap cukup untuk menungkapkan masalah dalam penelitian. Populasi yang dipakai yang bisa diakses melalui link galeri bursa efek indonesia diakses pada tahun pengamatan yaitu 2020 yang berjumlah 63 perusahaan <italic id="_italic-35">consumer good industry </italic>digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-23">Sesuai dengan dikemukan samepl adalah karakteristik dari bagian populasi yang dianggap sudah mampu memberikan jawaban mengenai masalah yang ada sampel diambil karena jika seluruh total populasi yang diambil maka terkendala data yang kurang lengkap dibutuhkan untuk penelitian sehingga tiap perusahaan dianalisis akan datanya yang akan dibutuhkan untuk penelitia n, sampel diambil dari berbagai pertimbangan atau dinamakan <italic id="_italic-36">purposive sampling</italic> sehingga sesuai dengan kriteria yang diperoleh dan data penelitian tersediadengan lengkap sampel ditemukan sebanyak 15 perusahaan sehingga pengamatan sebanyak 45 laporan keuangan selama 3 tahun.</p>
      <p id="paragraph-177f7cb4aaadbb7915869593ad992922">
        <bold id="_bold-20">Jenis</bold>
        <bold id="_bold-21">dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-24">Sumber data sekunder merupakan sumber data yang dipakai dalam riset yang dilakukan ini sebagai keperluan analisis. Data sekunder merupakan data yang didapatkan dari perantara sehingga dinamakan data tidak langsung, peneliti mendapatkan data melalui perantara yaitu galery bursa efek indonesia yang ada di universitas muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-783ccea71acb284d20a7fd3e59da8555">
        <bold id="_bold-22">Teknik</bold>
        <bold id="_bold-23">Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">Kegiatan penelitian ini diambil dengan memakai tekhnik dokumentasi. Dokumentasi adalah dengan melakukan dokumentasi terhadap laporan keuangan yang sudah didapatkan kemudian meringkas kedalam tabulasi yang diamati sesuai dengan variabel penelitian dari perusahaan yang bergerak di sektor industri barang konsumsi bagar dapat dilakukan analisis kuantitatif untuk menjawab hipotesis</p>
      <p id="paragraph-0222832da6074530be4b27a0bac68ea8">
        <bold id="_bold-24">Teknik Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Teknik analisis yang dipakai pada penelitian ini dengan menggunakan alat bantu olah data SPSS versi 25 <italic id="_italic-37">for windows,</italic> dengan sejumlah pengujian agar hipotesa dapat dibuktikan kebenaranya. Berikut beberapa analisis yang dipakai untuk penelitian ini :</p>
      <p id="paragraph-c6bf61062a868e877cfeccf5297b1eb0">
        <bold id="bold-1">1. </bold>
        <bold id="bold-2">Uji </bold>
        <bold id="bold-3">Asumsi Klasik<bold id="bold-4"/></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Uji Asumsi klasik digunakan dalam riset ini tujuan agar dapat diketahui model ketepatan dari analisis regresi berganda berikut sejumlah rangkaian uji asumsi klasik:</p>
      <p id="paragraph-75871761e0fe886833fe00dbb0e8201c">
        <bold id="bold-0133ec0020308e5452c64ec72e63a56d">Uji multikolinieritas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Dilakukan agar diketahui hubungan yang ada dari seluruh variabel independen yang diamati kriterianya yaitu jika VIF lebih dari 10 terjadi multikolinieritas dan sebaliknya jika kurang dari 10 nilai VIFnya.</p>
      <p id="paragraph-6024da4a636df305eb72fc16a03c76ff">
        <bold id="bold-8b48b88e6b02ba88dc932a3e0c03e1e3">Heterokedastisitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Dipakai agar diketahui adanya ketidak samaan model pengamatan pada residual yang dihasilkan pengujian ini dilakukan pengamatan dengan analisis dari pola titik distribusi</p>
      <p id="paragraph-3d0c2febf4926afd706ae468aad809a1">
        <bold id="bold-a1853b900e5cfb30d6acdff3f2191335">Uji Normalitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-30">[7]agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal.</p>
      <p id="paragraph-84acc82afaab59665701f51ea56249d6">
        <bold id="bold-c94852707e859c6151ded863ea1510e0">Autokorelasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-31">Digunakan untuk mengetahui kaitanya dari keseluruhan variabel pada regresi yang diamati uji autokorelasi dipakai dengan mengamati nilai durbin watson</p>
      <p id="paragraph-99edea2050b353eca64c25b897ac201b">
        <bold id="bold-b3ae2000206ed308a2a9bded3eb8c731">2. Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi ( <italic id="_italic-39">R </italic><italic id="_italic-40"><sup id="_superscript-5">2 <italic id="_italic-1"/></sup></italic><italic id="_italic-41">) </italic></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Dalam pengujiaan ini diketahui agar dapat menganalisis besaran kontribusi peran pada seluruh variabel bebas terhadap terikatnya dalam satu pengujian</p>
      <p id="paragraph-fac67944eb1d6619f5f0551edc812f4a">
        <bold id="bold-e429c47e7285ef464919c6bbb1ed35b6">3. Analsisis Regresi Liner berganda </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Digunakan untuk mengetahui besaran dari tingkatan variabel yang dapat dihasilkan dengan persamaan yang dirumuskan adalah Y=α+b<sub id="_subscript-4">1</sub> X<sub id="_subscript-5">1</sub>+b<sub id="_subscript-6">2</sub> X<sub id="_subscript-7">2</sub>+b<sub id="_subscript-8">3</sub> X<sub id="_subscript-9">3</sub>+b<sub id="_subscript-10">4</sub> X<sub id="_subscript-11">4</sub>+e</p>
      <p id="paragraph-a3289db636897390f2f2f8bd91111522">
        <bold id="bold-db5bc552d9249b6d0394d33e17d73764">Uji</bold>
        <bold id="bold-4f0a10d0f4d1ebb89364efbed8b8e620"> Hipotesis<italic id="italic-1"/></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Untuk mengetahui hasil dari uji hipotesis uji t secara parsial digunakan dengan mengacu pada tingkat signifikansi sebesar. Acuan analisa memakai signifikansi α = 0,05 jika nilai signifikansi yang diperoleh dari nilai t pengujian parsial lebih kecil maka hasilnya terdapat pengaruh namun jika hasilnya lebih besar dari nilai 0.05 maka hasil penelitian memiliki kesimpulan tidak adanya pengaruh yang dapat dihasilkan dari variabel pengaruh terhadap variabel terpengaruh.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-35">
        <bold id="_bold-30">A. Hasil Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Supaya diketahui hubungan yang ada dari seluruh variabel independen yang diamati kriterianya yaitu jika VIF lebih dari 10 terjadi multikolinieritas dan sebaliknya jika kurang dari 10 nilai VIFnya. Berikut hasil dari uji multikolineritas</p>
      <p id="_paragraph-37">
        <bold id="bold-b24dad429806f9f3e756b0421d5ed325">1. </bold>
        <bold id="bold-df8a28a0d6d0b05a29ead07875eddbd4">Uji </bold>
        <bold id="bold-a712bb074ebd8ecde40cad786599d4e9">Multikolineritas<bold id="bold-230777d169f52d3b5db9d4b23c092e1e"/></bold>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="_paragraph-39">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021.</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1072ebe2941ddd1be738e11e3b06c32f">
              <td id="table-cell-ef190cc7e6fc73024b8b2d5a762cb23a">Variabel</td>
              <td id="table-cell-40f3c2187dbeb311da78114e5ab77dba">Tolerance</td>
              <td id="table-cell-fb8219aeb431f0356463f88df83327d5">VIF</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-85397a77ec9ce074192f069f69a5b4e9">
              <td id="table-cell-895283e9bb479bf8dccd3650c1b65cb1">ROE_X1</td>
              <td id="table-cell-5df49563c17cd0f7d07dd14f88776696">.136</td>
              <td id="table-cell-787518fce1ad45536c6dcec2e9bd70b0">7.365</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6efc566edd63f1efd81be6a14901e02a">
              <td id="table-cell-5e066ceb5fd073f3da2bf27a1baa523e">ROA__X2</td>
              <td id="table-cell-9408b58685af75fd94d41d4019d66f37">.136</td>
              <td id="table-cell-d4e820c9e7f7f1d2bfc0f4152483e2cb">7.365</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-551c7a861089f46c206abe4730ec60b8">
              <td id="table-cell-19fe2543f69fbc64f0236f0e5ec42cea">CR_X3</td>
              <td id="table-cell-16fb1b09bd5c5037d8c45827ca5d8ff6">.318</td>
              <td id="table-cell-91a963711f5e897411947ab99aa95f94">3.140</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-09f9c339122ee718a1108baa173f0541">
              <td id="table-cell-8d3c71a9b7e86c4b9bdda6a707428a3b">QR_X4</td>
              <td id="table-cell-5aada2176ded78111867162810acbbc9">.548</td>
              <td id="table-cell-12caaf8b94e672e3b41fb1f1e958132a">1.826</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-40">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021.</p>
      <p id="_paragraph-41">Dari hasil pada tabel 3 diatas terlihat bahwa tolerance &gt; 0.1 dan VIF &lt; 10 dengan ini dinyatakan bahwa tidak adanya multikolinieritas</p>
      <p id="paragraph-50060f5d8aec37dab2ac39415fc86578">
        <bold id="bold-febf29b78f2bed82db35b21844329015">2<ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-3" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-4" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>. Uji Heteroskedastisitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Agar diketahui adanya ketidak samaan model pengamatan pada residual yang dihasilkan pengujian ini dilakukan pengamatan dengan analisis dari pola titik distribusi, maka gambar hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-43">
        <bold id="_bold-35">Gambar 1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-45">Pada gambar diatas terlihat bahwa model regresi ditribusinya normal dilhat dari penyebanran model tersebut</p>
      <p id="paragraph-12930f9448bf90487c5e1d1ce25b070d">
        <bold id="bold-f7fe201721d8bab26b188cc0d710d50e">3. Uji Normalitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-46">Agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal, uji normalitas ditampilkan ke tabel 4 berikut:</p>
      <p id="_paragraph-47" />
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Uji <italic id="_italic-42">Kolmogorov-Smirnov Monte Carlo</italic></title>
          <p id="_paragraph-48">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ee306b0d51ce25dae26653c38e4ecd7a">
              <td id="table-cell-a62464d6b1fb4105da64fc2d55c16936">Test Statistic</td>
              <td id="table-cell-295f1fde2e956525e2fbc83ffefadeab">.125</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3a325b4ce880079820ac8092a957d6ab">
              <td id="table-cell-4a724d2c83148797c989074fa2bbeb9a">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-ade73f6b00041ee7e2770106bf97d5a3">.095c</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-50"><italic id="_italic-43">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> di atas 0,05 sebesar 0,095, hal berarti dalam penelitian ini data yang ada dalam kondisi distribusi normal</p>
      <p id="paragraph-dcdc98aa1fc249c100ae87336e798975">
        <bold id="bold-5816aa98e47986981d3bfcda2731c37f">4. Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-51">Digunakan untuk mengetahui besaran dari tingkatan variabel yang dapat dihasilkan dengan persamaan yang hasil pada riset ini dirumuskan adalah:</p>
      <p id="_paragraph-52">Y = -0.436 +10.166 X<sub id="_subscript-12">1</sub>- 14.363X<sub id="_subscript-13">2</sub> + 1.611 X<sub id="_subscript-14">3</sub> - 0.787 X<sub id="_subscript-15">4</sub>+ e</p>
      <p id="_paragraph-53">Pada persamaan regresi diatas variabel <italic id="_italic-44">ROA dan QR</italic>bernilai negatif hal ini berarti jika nilai dari variabel <italic id="_italic-45">ROA dan QR</italic>diturunkan maka akan menurunkan <italic id="_italic-46">DPR</italic> dan sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-54">Variabel <italic id="_italic-47">ROE </italic>dan <italic id="_italic-48">CR</italic>bernilai positif hal ini berarti jika nilai dari variabel <italic id="_italic-49">ROE </italic>dan <italic id="_italic-50">CR</italic>dinaikkan maka akan meningkatkan <italic id="_italic-51">DPR</italic> dan sebaliknya.</p>
      <p id="paragraph-74c793734bb43dd928d8cdfdb651e3b2">
        <bold id="bold-267c9924058785fbb8e671d6dcfc6c9a">5. Analisa Koefisien Determinasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-55">Agar dapat menganalisis besaran kontribusi peran pada seluruh variabel bebas terhadap terikatnya dalam satu pengujian, dapat dilihat pada tabel 5 beikut:</p>
      <p id="_paragraph-56" />
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Koefisien Determinasi</title>
          <p id="_paragraph-57">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5e350d04c0ad0c26921c3d58d97eff36">
              <td id="table-cell-146062560899a6f2f114847eed358fa2">R</td>
              <td id="table-cell-4032b0d598b19b0319c9eb99022dfaa1">R Square</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c95a7b49b8311d4cebc794ed2111ee4">
              <td id="table-cell-167db95f436951e2cabf58c0bf16865f">.515a</td>
              <td id="table-cell-46ad2b34fcd5ffb95f51e8470957df39">.265</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-58" />
      <p id="_paragraph-59">R² yang didapatkan sebesar 0.790 atau 79% dan sisanya 21% dapat dipengaruhi dari variabelselain varibel yang diteliti.</p>
      <p id="paragraph-916249659c7ae80cd9b2fc3ff77f9133">
        <bold id="bold-7e0460cdc834ccc15b9d98fd98d41284">6. Uji Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Agar dapat diketahui hasil analisis hipotesis maka hasil yang diperoleh disajikan pada tabel 5 dibawah ini :</p>
      <p id="_paragraph-61" />
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-62">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-77aef68c99cbe3883284736aad123326">
              <td id="table-cell-0bfc67b87b701f58bea7716d3b12b021">Variabel</td>
              <td id="table-cell-08c30891381346248a5418f71aabebca">t</td>
              <td id="table-cell-ec1f793f1fd459392c3f2ee79a80703a">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-51bd5fb076c1a9cea09e508795b766ec">
              <td id="table-cell-803e5c8e59aade69d9adc1a2d3d5fe2d">Current_Ratio_X1</td>
              <td id="table-cell-2b714bab43bf12c5e222a8cbaea25b11">2.829</td>
              <td id="table-cell-af6d34c5a21252fecfea253c3c469c0f">.008</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2eb66838de9390f89adedbc050d735de">
              <td id="table-cell-99d1f67000b678107d77b154c9ed4862">Deb_To_Equity_Ratio_X2</td>
              <td id="table-cell-2ca9c5888cff52fba0270ecbeaa3e70d">-2.808</td>
              <td id="table-cell-5d358a90033ef34676c346ea57b5b4eb">.008</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-da67b1217092dd5f7e1e832a041edc32">
              <td id="table-cell-f07007416d6204962c10a862d1417ac8">Inventory_Turnover_X3</td>
              <td id="table-cell-17b12d3737cacb036731e3329e642371">2.981</td>
              <td id="table-cell-018753f9aed7f5735c3c9824fdc2eb13">.005</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ecb969456b46487169c1d37731d56b32">
              <td id="table-cell-b4304ad2932a82a3f7023b99fff0dc7c">Struktur_Modal_X4</td>
              <td id="table-cell-d74dae0a911638b000018fc7869b0c54">-.732</td>
              <td id="table-cell-8cba098514e257d970920e39c9d9ee0c">.469</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-63" />
      <p id="paragraph-cca8948d671713482fe6668cf240ab6c">
        <bold id="_bold-54">Uji </bold>
        <bold id="_bold-55">Pengaruh</bold>
        <bold id="_bold-56">
          <italic id="_italic-67">Return On Equity</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-67">
          <bold id="_bold-4" />
        </italic>
        <bold id="_bold-57">(ROE)</bold>
        <bold id="_bold-58">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-59">
          <italic id="_italic-68">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-68">
          <bold id="_bold-5" />
        </italic>
        <bold id="_bold-60">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil sig. sebesar 0.008 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,008 0,05) maka H<sub id="_subscript-16">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-17">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-56">Return On </italic><italic id="_italic-57">Equity</italic><italic id="_italic-58"> (</italic>ROE)berpengaruh terhadap <italic id="_italic-59">Dividen PayOut Ratio</italic></p>
      <p id="paragraph-47d1014a6853a136a36ba6fd3299cc04">
        <bold id="_bold-61">Uji </bold>
        <bold id="_bold-62">Pengaruh</bold>
        <bold id="_bold-63">
          <italic id="_italic-69">Return On</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-69">
          <bold id="_bold-6" />
        </italic>
        <bold id="_bold-64">
          <italic id="_italic-70">Aset </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-65">(RO</bold>
        <bold id="_bold-66">A</bold>
        <bold id="_bold-67">)</bold>
        <bold id="_bold-68">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-69">
          <italic id="_italic-71">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-71">
          <bold id="_bold-7" />
        </italic>
        <bold id="_bold-70">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-65">Hasil sig. sebesar 0.008 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,008 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-18">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-19">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-60">Return On </italic><italic id="_italic-61">Aset</italic><italic id="_italic-62"> (</italic>ROA)berpengaruh terhadap <italic id="_italic-63">Dividen PayOut Ratio</italic></p>
      <p id="paragraph-d6097f63f06b68aca0d1a16daebc604b">
        <bold id="_bold-71">Uji </bold>
        <bold id="_bold-72">Pengaruh</bold>
        <bold id="_bold-73">
          <italic id="_italic-72">Current Ratio </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-74">(</bold>
        <bold id="_bold-75">CR</bold>
        <bold id="_bold-76">)</bold>
        <bold id="_bold-77">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-78">
          <italic id="_italic-73">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-73">
          <bold id="_bold-10" />
        </italic>
        <bold id="_bold-79">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-66">Hasil sig. sebesar 0.005 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,008 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-20">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-21">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-64">Current Ratio</italic><italic id="_italic-65"> (</italic>CR)berpengaruh terhadap <italic id="_italic-66">Dividen PayOut Ratio</italic></p>
      <p id="paragraph-348e15955f03fb42bcad835b37fda559">
        <bold id="_bold-80">Uji </bold>
        <bold id="_bold-81">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-82">
          <italic id="_italic-74">Quick Ratio </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-83">(</bold>
        <bold id="_bold-84">QR</bold>
        <bold id="_bold-85">)</bold>
        <bold id="_bold-86">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-87">
          <italic id="_italic-75">Dividen Pay Out Ratio (DPR</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-75">
          <bold id="_bold-11" />
        </italic>
        <bold id="_bold-88">
          <italic id="_italic-76">).</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-76">
          <bold id="_bold-12" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-67">Hasil sig. sebesar 0.469 nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi 5% (0,469 ≥ 0,05) maka H<sub id="_subscript-22">a</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-23">0 </sub>diterima. Artinya variabel <italic id="_italic-77">Quick Ratio (</italic>QR) tidak terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-78">Dividen PayOut Ratio</italic></p>
      <p id="_paragraph-68">
        <bold id="_bold-89">B. </bold>
        <bold id="_bold-90">Pembahasan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-69">
        <bold id="_bold-91">Pengaruh</bold>
        <bold id="_bold-92">
          <italic id="_italic-79">Return On Equity</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-79">
          <bold id="_bold-13" />
        </italic>
        <bold id="_bold-93">(ROE)</bold>
        <bold id="_bold-94">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-95">
          <italic id="_italic-80">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-80">
          <bold id="_bold-32" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-70">Dalam riset ini pengujian hipotesis pertama bahwa <italic id="_italic-81">Return On</italic><italic id="_italic-82">Equity</italic><italic id="_italic-83"> (</italic>ROE)berpengaruh terhadap <italic id="_italic-84">Dividen PayOut Ratio</italic> pada perusahaan <italic id="_italic-85">Consumer Good Industry</italic> yang terdapat di BEI periode 2017-2019.Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh yang memberikan hasil bahwa Profitabilitas diukur dengan ROEmemiliki pengaruh positif terhadap besarnya dividen (DPR). Tingkat efektivtas suatu perusahaan juga dapat diukur dengan rasio ini dalam hal ini pengukuranya dari laba yang dihasilkan perusahaan pada satu periode kemudian diperbandingkan dengan dengan komponen lain pada laporan keuangan seperti neraca keuangan atau laporan laba rugi perusahaan, dengan kata lain apabila suatu perusahaan mengalami kebangkrutan yang artinya merugi terhadap aktivitas usahaanya maka hal ini akan barakibat sulit juga pada perusahaan dalam membayar dividen kepada pemegang saham , sehingga supaya dapat menilai besarnya kontribusi pada perusahaan dengan jangka waktu yang pendek atau dalam jangka waktu yang panjang.</p>
      <p id="_paragraph-71">
        <bold id="_bold-96">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-97">
          <italic id="_italic-86">Return On </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-98">
          <italic id="_italic-87">Aset </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-99">(RO</bold>
        <bold id="_bold-100">A</bold>
        <bold id="_bold-101">)</bold>
        <bold id="_bold-102">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-103">
          <italic id="_italic-88">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-88">
          <bold id="_bold-33" />
        </italic>
        <bold id="_bold-104">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">Pengujian hipotesis kedua bahwa <italic id="_italic-89">Return On </italic><italic id="_italic-90">Aset</italic> (ROA)berpengaruh terhadap <italic id="_italic-91">Dividen PayOut Ratio</italic> pada perusahaan <italic id="_italic-92">Consumer Good Industry</italic> yang terdapat di BEI periode 2017-2019. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh yang mebuktikan hasil adanya pengaruh ROAberpengaruh Signifikan terhadap <italic id="_italic-93">Devidend Payout Ratio</italic>. <italic id="_italic-94">Return on Assets</italic> mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivitasnya untuk memperoleh laba. Perusahaan yang memiliki tingkat pengembalian aset yang tinggi artinya perusahaan dapat mengelola aktivitas operasinya menjadi keuntungan sehingga investor percata bahwa pembagian dividen juga akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki nilai kemampuan pengembalian aset dengan profitabilitas rendah dengan ini artinya bahwa <italic id="_italic-95">Return On Aset</italic> dapat mempengaruhi profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-73">
        <bold id="_bold-105">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-106">
          <italic id="_italic-96">Current Ratio </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-107">(</bold>
        <bold id="_bold-108">CR</bold>
        <bold id="_bold-109">)</bold>
        <bold id="_bold-110">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-111">
          <italic id="_italic-97">Dividen Pay Out Ratio (DPR)</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-97">
          <bold id="_bold-34" />
        </italic>
        <bold id="_bold-112">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-74">Dalam riset ini data pengujian hipotesis ketiga bahwa <italic id="_italic-98">Current Ratio</italic> (CR) berpengaruh terhadap <italic id="_italic-99">Dividen PayOut Ratio</italic> pada perusahaan<italic id="_italic-100">Consumer Good Industry</italic> yang terdapat di BEI periode 2017-2019. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh yang memberikan hasil bahwa <italic id="_italic-101">Current Ratio</italic>berpengaruh Signifikan terhadap <italic id="_italic-102">Devidend Payout Ratio</italic><italic id="_italic-103">.</italic><italic id="_italic-104"> Current Ratio</italic> merupakan rasio yng digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang sudah jatuh tempo dengan aset lancar yang ada pada perusahaan. Dalam mengukur tingkat keamanan suatu perusahaan ini juga dapat digunakan dalam rasio lancar ini. <italic id="_italic-105">Devidend Payout Ratio</italic>dapat dipengaruhi oleh perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya hal ini dikarenakan pada perusahaan likuiditas memiiki hubungan dengan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dalam jangka waktu yang pendek atau dengan kata lain hutang finansial dalam jangka pendek maka dari itu masalah naik tunrunya likuiditas dapat mempengaruhi jumlah dividen yang dibagaikan kepada pemegang saham, sehingga dengan demikian maka <italic id="_italic-106">current ratio</italic> dapat mempengaruhi <italic id="_italic-107">Devidend Payout Ratio</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-75">
        <bold id="_bold-113">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-114">
          <italic id="_italic-108">Quick Ratio </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-115">(</bold>
        <bold id="_bold-116">QR</bold>
        <bold id="_bold-117">)</bold>
        <bold id="_bold-118">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-119">
          <italic id="_italic-109">Dividen Pay Out Ratio (DPR).</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-109">
          <bold id="_bold-51" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-76">Dalam riset ini data pengolahanhipotesis keempat bahwa <italic id="_italic-110">Quick Ratio</italic> (QR) tidak mampu mempengaruhi<italic id="_italic-111">Dividen PayOut Ratio</italic> pada perusahaan<italic id="_italic-112">Consumer Good Industry</italic> yang terdapat di BEI periode 2017-2019. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh yang menyatakan bahwa Likuiditas yang diproaksikan dengan <italic id="_italic-113">quick ratio</italic> tidak memiliki pengaruh terhadap <italic id="_italic-114">Dividend Payout Ratio</italic>. Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisir sebagai uang kas dan menganggap bahwa piutang segera dapat direalisir sebagai uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid dari pada piutang , pada penelitian ini terbukti bahwa <italic id="_italic-115">Dividen PayOut Ratio</italic>tidak mampu dipengaruhi oleh <italic id="_italic-116">Quick Ratio</italic> (QR) karena pembagian dividen tidak hanya berfokus pada kemampuan perusahaan dalam membayar hutangnya dibandingkan total aktiva dikurangi persediaan namun pembagian dividen perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban dalam jangka waktu yang pendek dengan aset lancar yang tersedia karena jika perusahaan tidak mampu segera membayar hutang jangka pendeknya maka kesulitan pembayaran dividen akan terjadi karena perusahaan sedang mengalami likuidasi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-77">Pada riset ini kesimpulan yang dapat diambil kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Uji hipotesis 1 menunjukkan DPR (Ratio Pengembalian Dividen)pada sektor <italic id="_italic-117">Consumer Good Industry </italic>pada BEI selama 2017-2019 mampu dipengaruhi oleh <italic id="_italic-118">Return On </italic><italic id="_italic-119">Equity</italic><italic id="_italic-120"> (</italic>ROE), uji hipotesis 2 menunjukkan DPR (Ratio Pengembalian Dividen)pada sektor <italic id="_italic-121">Consumer Good Industry </italic>pada BEI selama 2017-2019 mampu dipengaruhi oleh <italic id="_italic-122">Return On </italic><italic id="_italic-123">Aset</italic><italic id="_italic-124"> (</italic>ROA), uji hipotesis 3 menunjukkan DPR (Ratio Pengembalian Dividen)pada sektor <italic id="_italic-125">Consumer Good Industry </italic>pada BEI selama 2017-2019 2017-2019 mampu dipengaruhi oleh <italic id="_italic-126">Current Ratio</italic> (CR), uji hipotesis 4 menunjukkan DPR (Ratio Pengembalian Dividen)pada sektor <italic id="_italic-127">Consumer Good Industry </italic>pada BEI selama 2017-2019 2017-2019 tidak mampu dipengaruhi oleh <italic id="_italic-128">Quick Ratio (</italic>QR).</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>