Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3493

The Effect of Liquidity, Leverage, Profitability and Firm Size on Stock Prices with Dividend Policy as a Mediation Variable


Pengaruh Likuiditas , Leverage, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Mediasi

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Liquidity Leverage Profitability Company Size Stock Price Dividend Policy

Abstract

This study aims to determine the effect of liquidity, leverage, profitability and firm size on stock prices with dividend policy as a mediating variable. The sampling method used is purposive sampling method. The number of companies that were sampled in this study were 10 banking companies listed on the IDX in the 2016-2019 period. The data used is secondary data. The data analysis method used in this research is PLS (Partial Least Square) 3.2. The results of this study indicate that liquidity has an effect on stock prices, leverage has an effect on stock prices, profitability has an effect on stock prices, company size has an effect on stock prices, liquidity has an effect on dividend policy, leverage has an effect on dividend policy, and profitability has an effect on dividend policy. Influence on Dividend Policy, Dividend Policy Affects Stock Prices, Dividend Policy Mediates the Effect of Liquidity on Stock Prices, Dividend Policy Mediates the Effect of Leverage on Stock Prices, Dividend Policy Mediates the Effect of Profitability on Stock Prices, Dividend Policy Mediates the Effect of Firm Size on Stock Prices.

Pendahuluan

Era globalisasi yang semakin pesat mendorong adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini mendorong semakin banyak perusahaan masuk ke pasar modal untuk mengambil peluang bisnis yang ada. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang tepat untuk memperoleh dana usaha. Biasanya para investor akan tertarik menanamkan modal mereka ke perusahaan sehingga nantinya para investor akan mendapatkan return atau timbal balik dari dana yang diinvestasikannya [1].

Investor perlu mempertimbangkan kelayakan perusahaan untuk dibeli sahamnya, agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal. Harga saham diartikan sebagai harga penutupan tiap jenis saham di pasar saham selama periode pengamatan yang pergerakannya diamati terus menerus oleh investor, selain itu harga saham merupakan indikator yang banyak digunakan oleh investor untuk mengetahui perubahan tren dipasar modal [2]. Hasil yang diperoleh investor dari kepemilikan saham diperushaan yaitu return berupa capital gain (selisih antara harga beli dan harga jual) dan perolehan dividen dari perusahan

Harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi karena harga saham menunjukkan prestasi emiten. Perubahan-perubahan ini dapat berdampak positif maupun negatif terhadap harga saham perusahaan. Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan atas pengelolaan operasional perusahaan. Jika harga saham selalu mengalami peningkatan, maka investor maupun calon investor cenderung memberikanpenilaian yang positif bagi perusahaan atas keberhasilan tersebut. Penilaian tersebut tentu saja akan bermanfaat bagi emiten, karena melalui penilaian tersebut akan menimbulkan ketertarikan dan keinginan investor maupun calon investoruntuk melakukan investasi pada perusahaan yang bersangkutan [3].

Dalam berinvestasi saham, pemegang saham sebagai investor mengharapkan imbal hasil dari perusahaan dalam bentuk dividen dan capital gain. Pilihan atas dividen dan capital gain bergantung pada kebutuhan dann tujuan investor. investor mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan dengan mengharapkan return atau keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan. Return atau keuntungan yang akan diperoleh investor adalah dalam bentuk dividen maupun capital gain. Kebijakan dividen merupakan salah satu keputusan penting dalam kaitannya dengan usaha untuk memaksimumkan perusahaan yang berakibat pada pergerakan harga saham [4]. Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Dividen merupakan bagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sedangkan capital gain merupakan selisih positif antara harga perolehan saham dengan harga pasar saham. Dividen merupakan salah satu bentuk peningkatan wealth pemegang saham. Investor yang lebih memilih dividen berharap tingkat pembagian dan pertumbuhan dividen tersebut disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan [5].

Dividen merupakan distribusi yang bisa berbentuk kas, aktiva lain, surat, atau bukti lain yang menyatakan utang perusahaan, dan saham kepada pemegang saham suatu perusahaan sebagai proporsi dari jumlah saham yang dimiliki oleh pemilik. Dividen akan dibagikan atau tidak, bagaimana sifat dan jumlah dividen merupakan masalah yang ditentukan oleh dewan direksi. Kebijakan dividen dalam perusahaan akan terlihat pada dividen payout rationya, yaitu perhitungan persentase laba yang akan dibagikan dalam bentuk tunai. maka, besar kecilnya dividen payout ratio akan mempengaruhi keputusan investasi untuk para pemegang saham dan sisi lain juga akan berpengaruh terhadap kondisi perusahaan.

Fenomena yang terjadi adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak semua perusahaan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya [6], Setiap emiten yang tercatat sebagai perusahaan publik harus menunaikan kewajiban untuk membagikan dividen setiap tahunnya, terlebih jika perusahaan masih mencatatkan keuntungan. Namun, hingga saat ini pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah emiten yang memutuskan untuk tidak melakukan kewajibannya tersebut. Alasannya, emiten masih memerlukan dana untuk melakukan pengembangan usaha ataupun pelunasan utang.

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan tepat waktu [7]. Bagi perusahaan, dividen adalah arus kas keluar, dan hal tersebut mempengaruhi posisi dari kas perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan kesempatan perusahaan dalam melakukan investasi menggunakan kas berkurang, karena kas perusahaan dalam bentuk dividen dibagikan kepada para pemegang saham [8]. Semakin likuid sebuah perusahaan, kemungkinan pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan tersebut akan semakin besar.

Leverage atau rasio utang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan pada sisi kanan atau kewajiban perusahaan. Rasio utang yang tinggi akan meningkatkan Profitabilitas, di lain pihak utang yang tinggi juga akan meningkatkan risiko. Jika penjualan tinggi, maka perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang tinggi (karena hanya membayar bunga tetap). Sebaliknya jika penjualan turun, perusahaan terpaksa bisa mengalami kerugian karena adanya beban operasional dan beban bunga yang tetap harus dibayarkan [9].

Profitabilitas perusahaan adalah salah satu cara untuk menilai secara tepat sejauh mana tingkat pengembalian yang akan diperoleh dari aktivitas investasinya. Investor memiliki sejumlah harapan atas sejumlah pengembalian dari investasinya saat ini. Pengembalian itu tentunya tergambar jelas pada perusahaan. Jika dari tahun ke tahun perusahaan memiliki keuntungan yang signifikan tentu investor cenderung memiliki harapan yang cukup optimis atas pengembalian sebagai dividen yang lebih besar, sementara jika perusahaan pada tahun-tahun terakhir mengalami kerugian maka secara pembagian dividen kepada investor akan menurun [10]. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba. Laba perusahaan tersebut akan menjadi acuan dalam pembayaran dividennya. Besarnya tingkat laba akan mempengaruhi besarnya tingkat pembayaran dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.

Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam kebijakan dividen [8]. Perusahaan besar yang telah mapan dengan tingkat profit dan kestabilan laba yang baik akan mudah memiliki peluang masuk ke pasar modal. Perusahaan yang telah mapan cenderung memiliki Dividend Payout Ratio (DPR) yang lebih tinggi dibanding dengan perusahaan baru atau berkembang. Suatu perusahaan besar yang sudah mapan akan memiliki akses yang mudah menuju pasar modal, sementara perusahaan yang baru dan yang masih kecil akan mengalami banyak kesulitan untuk memiliki akses ke pasar modal. Karena kemudahan akses ke pasar modal cukup berarti untuk fleksibilitas dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar, sehingga perusahaan mampu memiliki rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil. Perolehan dana tersebut, dapat digunakan sebagai pembayaran dividen bagi pemegang sahamnya [11].

Perlu dilakukan adanya penelitian lanjutan yang berguna untuk mengetahui hasil temuan yang jika diterapkan pada kondisi lingkungan dan waktu yang berbeda, karena dalam fenomena di atas dan juga penelitian terdahulu masih menghasilkan temuan yang tidak konsisten. Maka dari itu dalam penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Saham dengan menggunakan periode waktu dan obyek yang berbeda dari penelitian sebelumnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda pula dengan penelitian terdahulu.

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Pengaruh Likuiditas , Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 - 2019. Perlu dilakukan adanya penelitian lanjutan untuk melengkapi penelitian terdahulu mengenai Harga Saham yang pernah dilakukan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan variable Likuiditas , Leverage, Profitabilitas , Ukuran Perusahaan , Harga Saham Dan Kebijakan Dividen.

Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya . Perbedaannya pada populasi, waktu dan sampel yang digunakan yaitu Perusahaan Perbankan Syariah Yang terdaftar di BEI Periode 2016-2019. Alasan memilih Perusahaan Perbankan karena pada perusahaan perbankan yang menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia, Sektor perbankan adalah salah satu sektor yang diharapkan memiliki prospek cukup cerah di masa mendatang, karena saat ini kegiatan masyarakat Indonesia sehari-hari tidak lepas dari jasa perbankan dan perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang memepunyai kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan negara [12]. Keberhasilan sistem keuangan syariah hingga sekarang ini tidak semata-mata atas adanya dukungan regulasi pemerintah, namun juga didukung oleh kualitas dan pelayanan yang diberikan oleh lembaga tersebut. Lembaga keuangan syariah yang dalam hal ini adalah perbankan syariah secara umum, dianggap oleh sebagian orang sebagai alternatif bagi masyarakat yang sudah jenuh dengan sistem ekonomi kapitalis, sebuah sistem ekonomi yang sudah lama mendunia yang selalu mengutamakan kekayaan pribadi berdampak pada ketidak merataan distribusi kekayaan sehingga banyak terjadi kesengsaraan. Namun sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap bahwa sistem ekonomi syariah hanya hadir untuk masyarakat muslim. Tidak bisa dipungkiri, paradigma fanatisme agama masih kental terlihat dalam masyarakat kita, persepsi masyarakat yang berkembang bahwa bank syariah sebagai bank untuk kaum muslim saja, pasar yang tertutup untuk kalangan non muslim. Padahal, sistem bagi hasil yang merupakan salah satu elemen penting dari pasar syariah dan sudah sejak lama diterapkan Negara-negara Eropa, terutama Inggris. Jadi, persepsi bahwa pasar konvensional selalu lebih menguntungkan dan pasar syariah adalah pasarnya kaum muslim tidak tepat. Kemudian bagaimana dengan citra Islam dan apakah yang dapat ditawarkan untuk menarik para nasabah, sedangkan citra Islam belum menjadi daya tarik nomor satu bahkan dikalangan umat Islam sendiri. Melihat fenomena tersebut, masyarakat mulai sadar bahwa bank-bank konvensional yang ada saat ini tidak bisa menjadi solusi terbaik dari problemproblem yang ada di dalam masyarakat, sehingga masyarakat melirik kembali ajaran Islam yang bebas riba. Perbankan syari’ah merupakan suatu badan usaha yang fungsinya sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan penyalur dana kepada masyarakat, yang sistem dan mekanisme kegiatan usahanya berdasarkan hukum Islam sebagaimana yang diatur dalam al-Qur’an dan al-Hadist.

Dari uraian latar belakang diatas, peneliti mengambil judul “PENGARUH LIKUIDITAS , LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2016 - 2019)”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan diatas, adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  2. Apakah Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  3. Apakah Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  4. Apakah Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  5. Apakah Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  6. Apakah Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  7. Apakah Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  8. Apakah Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  9. Apakah Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  10. Apakah Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  11. Apakah Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  12. Apakah Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?
  13. Apakah Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2016 – 2019?

Metode Penelitian

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan data sekunder sebagai sumber data. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan tahunan Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019. Penelitian ini menganalisa dan menjelaskan Pengaruh Likuiditas , Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Mediasi.

Rancangan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif serta menggunakan pengujian hipotesis untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel. Sebagai langkah awal peneliti mencari acuan studi literature dari jurnal, artikel, maupun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan variabel Pengaruh Likuiditas , Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebaga Variabel Mediasi. Tahap kedua dan selanjutnya peneliti menetapkan rumusan masalah, menentukan hipotesis, dan data-data yang akan diperlukan.Pengumpulan data berasal dari data sekunder berupa data historis yang diperoleh dari berbagai sumber melalui media perantara. Data sekunder tersebut meliputi buku referensi, literature, laporan keuangan dan informasi mengenai Harga Saham.

Definisi Operasional, Identifikasi Variabel dan Indikator Variabel

Definisi Operasional

Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variabel dependen (terikat) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Harga Saham. Harga saham yang terjadi dipasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal [13]. Dalam penelitian ini harga saham di ukur dengan menggunakan harga pasar saham. Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar yang tercatat pada waktu penutupan (closing price) aktivitas di Bursa Efek Indonesia. Berikut rumusnya [14]:

Harga Saham = Harga Penutupan (Closing Price)

Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah :

Likuiditas

Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek disebut dengan likuiditas yang merupakan faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini memproksikan likuiditas perusahaan dengan current ratio. Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan [15]. Dengan kata lain, seberapa banyak aset lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Dengan kata lain ada pengaruh antara current ratio terhadap pembayaran dividen. Rumus [15]:

Current Ratio (CR) = Aset Lancar/Kewajiban Lancar

Leverage

Leverage merupakan suatu keputusan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan untuk dijadikan modal dalam rangka mendanai perusahaan. Leverage merupakan perimbangan penggunaan hutang dengan modal sendiri dalam suatu perusahaan. Dalam penelitian ini Leverage menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER). Rasio hutang perusahaan berupa DER mencerminkan penggunaan dana perusahaan dengan mengeluarkan beban tetap yang ditunjukkan oleh perimbangan penggunaan hutang dengan beberapa bagian modal sendiri. Rumus untuk mencari debt to equity ratio dapat digunakan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas sebagai berikut:

Debt to Equity Ratio (DER) = Total Kewajiban/Total Ekuitas

Profitabilitas

Profitabilitas diartikan sebagai pendapataan yang diperoleh perusahaan yang berhubungan dengan penjualan, total aset, dan investasi pemegang saham perusahaan [16]. Penelitian ini memproksikan profitabilitas perusahaan dengan Return on Investment. Semakin besar ROI menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi, sehingga semakin besar juga dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Dengan kata lain ada pengaruh antara return on investment terhadap pembayaran dividen. Rumusnya sebagai berikut:

Return On Investment (ROI) = Laba Setelah Pajak/Total Aset

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah skala besar kecilnya perusahaan ditentukan oleh total aset. Besar kecilnya perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi. Penelitian ini menggunakan proksi size yaitu log natural dari total aset. Tujuan total aset diukur dengan menggunakan log natural agar angka pada size tidak memiliki angka yang terlalu jauh dengan angka-angka pada variabel lain [17].

Ukuran Perusahaan (size) = Ln (total aset)

1) Variabel Intervening

Variabel intervening merupakan variabel yang menjadi perantara antara variabel independen dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel intervening adalah Kebijakan Dividen. Kebijakan dividen adalah kebijakan untuk menentukan berapa besar keuntungan yang harus dibayarkan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus disimpan dalam bentuk laba ditahan untuk diinvestasikan lagi oleh perusahaan. Dividend Payout Ratio merupakan presentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai cash dividend [18].

Pengukuran kebijakan dividen yang diproksi oleh dividend payout ratio. Dividend payout ratio adalah perbandingan antara dividen yang dibayarkan dengan laba bersih yang didapatkan dan biasanya disajikan dalam bentuk persentase. Rumusnya:

Dividend Payout Ratio (DPR) = Dividen Persaham/Laba Persaham

Populasi dan Sampel

Populasi

Dalam penelitian ini data populasi yang digunakan adalah semua perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode pengamatan yang dilakukan dari periode 2016-2019. Jumlah Populasi dalam penelitian ini ada 13 Perusahaan.

Sampel

Perusahaan yang menjadi sampel dari penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu atau karakteristik tertentu.

Kriteria dari pemilihan sampel adalah sebagai berikut :

  1. Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo periode tahun 2016-2019
  2. Menyajikan laporan keuangan lengkap pada periode tahun 2016-2019
  3. Mengungkapkan laporan keuangan nya melalui web
  4. Memiliki laba positif selama tahun penelitian

Ada 10 perusahaan yag digunakan sampel , sebagai berikut :

No Kriteria Sampel Jumlah Perusahaan
1. Jumlah Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di BEI selama tahun 2016-2019 13
2. Perusahaan Perbankan Syariah yang tidak lengkap pada periode tahun 2016-2019 (0)
3. Perusahaan perbankan Syariah yang tidak mempublikasikan laporan keuangannya secara lengkap selama tahun 2016-2019 (0)
4. Perusahaan perbankan Syariah yang tidak memiliki laba positif dalam satu periode selama tahun 2016-2019 (3)
Perusahaan terpilih sebagai sampel 10
Tahun Pengamatan 2016-2019 4
Jumlah observasi total periode penelitian (10 x 4) 40
Table 1. Kriteria penelitian

Teknik Analisis

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk melakukan pengujian secara empiris terhadap hipotesis yang sudah dikembangkan adalah dengan Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS).

Analisis Data dengan SEM-PLS

tahap-tahap yang harus dilakukan dalam penggunaan teknik analisis dengan model SEM-PLS adalah sebagai berikut:

1. Model Pengukuran (Outer Model)

Persyaratan uji validitas tersebut dapat diringkas dalam Tabel 2 sebagai berikut:

Validitas Parameter Persyaratan
Validitas Convergent Loading Factor > 0,70
Communality > 0,50
AVE (Average Variance Extraced) > 0,50
Validitas Discriminant Cross loading > 0,70
Akar kuadrat AVE dan korelasi antar konstruk laten Akar kuadrat AVE > korelasi antar konstruk laten
Table 2.Ringkasan Persyaratan Uji Validitas Convergent dan DiscriminantSumber: [19]

Tahap berikutnya dalam pengukuran model yaitu menguji reliabilitas (keakuratan) setiap konstruk. Uji ini dilakukan untuk membuktikan tingkat akurasi, konsistensi dan ketepatan instrumen dalam mengukur konstruk. Menguji reliabilitas konstruk dengan indikator reflektif dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Composite Reliability 0,70 dan Cronbach Alpha dengan nilainya harus lebih besar dari 0,70.

Mengevaluasi model struktural ( Inner Model )

Setelah evaluasi model pengukuran terpenuhi maka dilakukan evaluasi terhadap model struktural yang menghubungkan antar variabel laten (konstruk) yang dilambangkan dengan lingkaran atau oval. Dalam tahap ini akan diperoleh hasil estimasi koefisien jalur dan tingkat signifikansi yang berguna dalam pengambilan kesimpulan atas hasil pengujian hipotesis. Selain itu diperoleh juga indikator-indikator goodness of fit untuk mengevaluasi model secara keseluruhan.

Mengevaluasi model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-Squares untuk setiap variabel lanten endogen sebagai kekuatan prediksi dan model struktural. Nilai ini juga merupakan uji goodness of fit model. Perubahan nilai R-Squares digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen, apakah mempunyai pengaruh substantif. Nilai R-Squares: 0,67 untuk variabel laten endogen dalam model struktural menunjukkan model kiat, 0,33 menunjukkan model moderat, dan 0,19 menunjukkan model lemah [20].

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan 2 tahap, yaitu :

  1. Melakukan estimasi direct effect. Untuk mengetahui pengaruh Likuditas, Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan.
  2. Melakukan indirect effect, secara simultan dengan triangle PLS SEM Model, yaitu Profitabilitas memediasi pengaruh Likuditas, Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan.

Uji hipotesis di lihat dengan tingkat signifikasi 5%. Jika nilai Pvalue di bawah 5% maka hipotesis diterima. Begitu juga sebaliknya jika P value di atas 5% maka hipotesis di tolak. Tahap berikutnya adalah evaluasi model struktural dilakukan dengan melihat nilai signifikansi untuk mengetahui pengaruh antar variabel melalui prosedur bootstrapping. Prosedur ini menggunakan seluruh sampel asli untuk dilakukan resampling kembali. Nilai signifikansi yang digunakan (two-tailed) t-value 1,65 (signifikan level 10%), 1,96 (signifikan level 5%) dan 2,58 (signifikan level 1%).

Hasil dan Pembahasan

Hasil

1. Statistik Deskriptif

Adapun hasil dari statistik deskriptif disajikan dalam tabel 3 di bawah ini:

Rata-Rata Median Minimum Maksimum Standar Deviasi Kelebihan Kurtosis Skewness
CR 1.335.705.900 9.807.000 266.000 6.955.834.000 1.852.709.340 1.007 1.361
DER 1.592.415.700 758.367.000 534.000 9.150.472.000 2.155.403.420 3.945 2.048
ROI 23.525 36.000 -809.000 216.000 186.382 11.207 -3.063
LN TOTAL ASSET 2.500.946.402.925 2.967.525.003.000 32.000 3.299.485.465.000 1.146.489.483.110 0.375 -1.488
KEBIJAKAN DIVIDEN 52.183.094.075 0.000 0.000 1.398.950.131.000 224.379.095.540 33.710 5.655
HARGA SAHAM 531.675 0.000 0.000 5.000.000 1.493.003 5.894 2.748
Table 3.Statistik Deskriptif

Dari tabel 3 diatas menunjukan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa jumlah pengamatan dalam penelitian ini ada 10 perusahaan Farmasi yang menjadi sample dimana 10 perusahaan tersebut dikalikan periode tahun pengamatan (4 tahun), sehingga observasi dalam penelitian ini sebanyak 40 observasi (10 x 4 = 40). Berdasarkan perolehan data diketahui hasil sebagai berikut:

Likuiditas (X1)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 6.955.834.000 dan nilai minimum sebesar 266.000. Nilai rata- rata untuk variabel Likuiditas sebesar 1.335.705.900 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 1.852.709.340. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Likuiditas sudah normal.

Leverage (X2)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 9.150.472.000 dan nilai minimum sebesar 534.000. Nilai rata- rata untuk variabel Leverage sebesar 1.592.415.700 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 2.155.403.420. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Leverage sudah normal.

Profitabilitas (X3)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 216.000 dan nilai minimum sebesar -809.000. Nilai rata- rata untuk variabel Profitabilitas sebesar 23.525 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 186.382. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Profitabilitas sudah normal.

Ukuran Perusahaan (X4)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 3.299.485.465.000 dan nilai minimum sebesar 32.000. Nilai rata- rata untuk variabel Ukuran Perusahaan sebesar 2.500.946.402.925 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 1.146.489.483.110. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Ukuran Perusahaan sudah normal.

Kebijakan Dividen (Z)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 1.398.950.131.000 dan nilai minimum sebesar 0.000. Nilai rata- rata untuk variabel Kebijakan Dividen sebesar 52.183.094.075 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 224.379.095.540. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Kebijakan Dividen sudah normal.

Harga Saham (Y)

Berdasarkan tabel 3 mempunyai nilai maksimum sebesar 5.000.000 dan nilai minimum sebesar 0.000. Nilai rata- rata untuk variabel Harga Saham sebesar 531.675 lebih besar dari Nilai standar deviasi dari hasil pengujian sebesar 1.493.003. Menunjukkan simpangan data yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-ratanya sehingga menunjukkan bahwa data variabel Harga Saham sudah normal.

2. Outer Model atau Measurement Model

Dalam melakukan uji Outer model dengan menggunakan SEM berbasis PLS, terdapat tiga kriteria yang dapat digunakan, yaitu: Convergent Validity, Discriminant Validity, dan Composite Reliability.

Convergent Validity

Cr Der Harga Saham Kebijakan Deviden Roi Ukuran Perusahaan
Cr 0,987
Der 0,956
Harga Saham 0,955
Kebijakan Dividen 0,988
Ln Total Asset 0,986
Roi 0,978
Table 4.Outer Loadings (Measurement Model)

Tabel di atas menunjukkan bahwa outer loading semuanya memberikan nilai di atas 0,7, Artinya indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah memiliki validitas konvergen yang cukup baik.

Discriminant Validity

CR DER HARGA SAHAM KEBIJAKAN DEVIDEN ROI UKURAN PERUSAHAAN
CR 0,987 -0,398 -0,239 -0,037 -0,029 0,250
DER -0,398 0,999 0,042 -0,003 -0,064 -0,341
HARGA SAHAM -0,239 0,042 0,865 -0,041 0,132 -0,224
KEBIJAKAN DIVIDEN -0,037 -0,003 -0,041 0,897 0,060 0,077
LN TOTAL ASSET 0,250 -0,341 -0,224 0,077 -0,039 0,909
ROI -0,029 -0,064 0,132 0,060 0,888 -0,039
Table 5.Nilai Cross Loading

Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa beberapa nilai loading factor untuk setiap indikator dari masing-masing variabel laten masih memiliki nilai loading factor yang paling besar dibanding nilai loading jika dihubungkan dengan variabel laten lainnya. Hal ini berarti bahwa setiap variabel laten belum memiliki discriminant validity yang baik dimana beberapa variabel laten masih memiliki pengukur yang berkorelasi tinggi dengan konstruk lainnya.

Composite Reliability

Cronbach's Alpha rho_A Reliabilitas Komposit Rata-rata Varians Diekstrak (AVE)
Cr 0,976 0,890 0,879 0,764
Der 0,890 0,789 0,985 0,888
Harga Saham 0,999 0,990 0,897 0,790
Kebijakan Deviden 0,909 0,786 0,788 0,909
Roi 0,900 0,777 0,767 0,808
Ukuran Perusahaan 0,800 0,769 0,796 0,877
Table 6. Composite Reliability dan Average Variance Extracted

Berdasarkan tabel 6 dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memenuhi kriteria yang reliabel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai composite reliability di atas 0,70 dan AVE diatas 0,50. Jika didasarkan pada nilai composite reliability, maka semua konstruk memenuhi kriteria memiliki reliabilitas yang tinggi.

3. Menilai Inner model (model Struktural)

R Square Adjusted R Square
HARGA SAHAM 0,987 0,881
KEBIJAKAN DEVIDEN 0,913 0,890
Table 7.Nilai R-Square

Hasil pengolahan data dengan menggunakan SmartPLS dapat dilihat pada Tabel 7. Nilai R-square untuk Harga Saham sebesar 0,987, artinya bahwa pengaruh variabel bebasterhadap Harga Saham sebesar 98,7%. Sebesar 98,7% variabel bebasdapat menjelaskan variabel terikat, sisanya 1,3% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak terdapat dalam model penelitian.

Hasil pengolahan data dengan menggunakan SmartPLS dapat dilihat pada Tabel 7. Nilai R-square untuk Kebijakan Dividen sebesar 0,913, artinya bahwa pengaruh variabel bebasterhadap Kebijakan Dividen sebesar 91,3%. Sebesar 91,3 variabel bebasdapat menjelaskan variabel terikat, sisanya 7,7% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak terdapat dalam model penelitian.

4. Pengujian Hipotesis

Sampel Asli (O) Rata-rata Sampel (M) Standar Deviasi (STDEV) T Statistik (| O/STDEV |) P Values
CR -> HARGA SAHAM 0,232 0,236 0,093 2,486 0,017
CR -> KEBIJAKAN DEVIDEN 0,054 0,005 0,198 3,275 0,005
DER -> HARGA SAHAM 0,110 0,150 0,166 3,664 0,001
DER -> KEBIJAKAN DEVIDEN 0,012 0,011 0,144 4,086 0,002
KEBIJAKAN DEVIDEN -> HARGA SAHAM 0,042 0,023 0,115 4,363 0,008
ROI -> HARGA SAHAM 0,113 0,102 0,077 3,464 0,001
ROI -> KEBIJAKAN DEVIDEN 0,063 0,079 0,086 2,726 0,002
UKURAN PERUSAHAAN -> HARGA SAHAM 0,196 0,265 0,225 3,871 0,009
UKURAN PERUSAHAAN -> KEBIJAKAN DEVIDEN 0,097 0,044 0,193 3,504 0,007
Table 8.Koefisien Jalur (Pengaruh Langsung)

Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hipotesis pertama menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 2,486 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,017 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,017 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H1yang menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham diterima.

Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hipotesis kedua menyatakan bahwa Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,664 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H2yang menyatakan bahwa Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham diterima.

Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,464 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan bahwa Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham diterima.

Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hipotesis keempat menyatakan bahwa Ukuran PerusahaanBerpengaruh Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,871 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,009 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,009 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H4 yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham diterima.

Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hipotesis kelima menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,275 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,005 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,005 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H5 yang menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen diterima.

Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hipotesis keenam menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 4,086 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H6 yang menyatakan bahwa Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen diterima.

Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hipotesis ketujuh menyatakan bahwa Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 2,726 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H7 yang menyatakan bahwa Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen diterima.

Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hipotesis kedelapan menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,504 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,007 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,007 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H8 yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen diterima.

Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hipotesis kesembilan menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 8, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 4,363 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,008 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H9 yang menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham diterima.

Sampel Asli (O) Rata-rata Sampel (M) Standar Deviasi (STDEV) T Statistik (| O/STDEV |) P Values
CR -> KEBIJAKAN DEVIDEN -> HARGA SAHAM 0,002 0,002 0,023 4,098 0,002
DER -> KEBIJAKAN DEVIDEN -> HARGA SAHAM 0,001 0,008 0,024 3,021 0,003
ROI -> KEBIJAKAN DEVIDEN -> HARGA SAHAM 0,003 0,002 0,016 4,161 0,003
UKURAN PERUSAHAAN -> KEBIJAKAN DEVIDEN -> HARGA SAHAM 0,004 0,007 0,028 4,146 0,005
Table 9.Koefisien Jalur (Pengaruh Tidak Langsung)

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham

Hipotesis kesepuluh menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 9, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 4,098 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H10 yang menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham diterima.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham

Hipotesis kesebelas menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 9, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 3,021 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,003 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H11 yang menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham

Hipotesis keduabelas menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 9, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 4,161 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,003 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H12 yang menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham

Hipotesis ketigabelas menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham. Dilihat dari tabel 9, menunjukkan hasil T Statistik sebesar 4,146 > 1,96 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,005 < 0,05. Hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,005 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H13 yang menyatakan bahwa Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham.

No. Hipotesis Hasil Statistik
1 Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham Diterima 2,486 > 1,96 0,017 < 0,05
2 Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham Diterima 3,664 > 1,96 0,001 < 0,05
3 Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham Diterima 3,464 > 1,96 0,001 < 0,05
4 Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham Diterima 3,871 > 1,96 0,009 < 0,05
5 Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Diterima 3,275 > 1,96 0,005 < 0,05
6 Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Diterima 4,086 > 1,96 0,002 < 0,05
7 Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Diterima 2,726 > 1,96 0,002 < 0,05
8 Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Diterima 3,504 > 1,96 0,007 < 0,05
9 Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham Diterima 4,363 > 1,96 0,008 < 0,05
10 Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham Diterima 4,098 > 1,96 0,002 < 0,05
11 Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham Diterima 3,021 > 1,96 0,003 < 0,05
12 Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Diterima 4,161 > 1,96 0,003 < 0,05
13 Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Diterima 4,146 > 1,96 0,005 < 0,05
Table 10.Hasil Pengujian Hipotesis

Pembahasan

Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,017 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 2,486 > 1,96. Rasio likuiditas menunjukan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaanmenutupi kewajiban jangka pendeknya, Apabila perusahaan diyakinimampu untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya makaperusahaan dalam kondisi baik dan dapat meningkatkan harga sahamkarena para investor tertarik pada kondisi keuangan perusahaan yang seperti ini. Dengan demikian, apabila kemampuan likuiditas perusahaan itu baik, investor tidak perlu mencemaskan apakah modal yang mereka tanam di perusahaan tersebut akan kembali dan memeberikan keuntungan untukmereka atau tidak. Karena jika suatu perusahaan yang tingkat likuiditasnyatidak baik, mempunyai kecenderungan dijauhi oleh investor karena takut dana yang mereka investasikan tidak kembali dan mengakibatkan kerugian bagi investor, sehingga hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap harga saham [21]. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang di lakukan [22] menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap harga saham.

Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,664 > 1,96. Leverage merupakan suatu rasio yang digunakan investor sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan investasi. Rasio ini memudahkan perusahaan untuk mengetahui kondisi yang sedang dialami, semakin tinggi rasio hutang suatu perusahaan maka resiko kerugian yang akan dialami perusahaan berada pada kondisi buruk. Begitu juga sebaliknya, perusahaan tidak mengalami kerugian yang besar jika rasio hutangnya rendah. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sehingga harga saham meningkat dan menarik investor untuk melakukan investasi.Rasio leverage biasanya dipergunakan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menggunakan aset atau dana yang mempunyai beban tetap (fixed cost assets or funds) untuk memperbesar tingkat penghasilan (return) bagi pemilik perusahaan. Perusahaan yang dapat mengelola leverage perusahaan secara baik dapat diasumsikan bahwa pihak manajemen perusahaan berjalan efektif dan efisien. Semakin efektif pihak manajemen perusahaan mengelola leverage, maka semakin baik reputasi perusahaan, sehingga akan menaikkan harga saham. Peningkatan leverage dapat diartikan pihak luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya di masa yang akan datang atau risiko bisnis yang rendah, sehingga penambahan hutang akan memberikan sinyal positif. Selain itu juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan, hal ini yang akan meningkatkan harga saham.

Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,464 > 1,96. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Nilai profitabilitas menjadi norma ukuran bagi kesehatan perusahaan. Semakintinggi laba yang diperoleh maka semakin baik juga kinerja perusahaan tersebutsehingga akan menarik investor untuk menginvestasikan modalnya dan hal itu akan membuat harga sahamnya semakin tinggi. Hal ini menjadi signal baik bagi investor karna perusahaan dapat menyediakan pengembalian atas modalnya dan bisa menarik minat investor untuk membeli saham di perusahaan tersebut sehingga harga saham akan meningkat. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang di lakukan [23] menyatakan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham.

Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,009 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,871 > 1,96. Ukuran Perusahaan adalah skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan ukuran besar atau kecilnya suatu perusahaan yang diukur melalui nilai ekuitas, nilai penjualan, dan lain-lain. Ukuran perusahaan yang semakin besar akan menjadi tolak ukur yang baik bagi performa dan kualitas suatu perusahaan, karena tidak diragukan lagi bahwa aset yang besar akan memiliki harga saham yang besar pula. suatu perusahaan besar yang sudah mapan akan memiliki akses yang mudah menuju pasar modal. Kemudahan tersebut cukup berarti untuk fleksibilitas dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar, sehingga perusahaan mampu memiliki risiko pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil. Jadi semakin besar ukuran perusahaan maka dividen yang dibagikan juga semakin besar. Semakin besar suatu perusahaan merupakan reputasi yang baik dalam perusahaan, sehingga diharapkan akan meningkatkan harga saham perusahaan. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang di lakukan [24]; [25] menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Harga Saham.

Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,275 > 1,96. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan seluruh aset lancar yang dimiliki sebelum jatuh tempo. Likuiditas dari suatu perusahaan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk menetapkan besarnya deviden yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Bagi perusahaan, dividen adalah arus kas keluar dan hal tersebut mempengaruhi posisi dari kas perusahaan. Semakin likuid sebuah perusahaan, kemungkinan pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan tersebut akan semakin besar. Variabel Likuiditas yang digunakan adalah Current Ratio sebagai rasio untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Current Ratio diperoleh dengan menghitung total aktiva lancar dibagi dengan kewajiban jangka pendek. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Semakin besar Current Ratio menunjukkan semakin tinggi perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, sehingga kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen juga semakin besar. Semakin tingginya Current Ratio juga menunjukkan keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan membayar dividen yang dijanjikan [26]. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang di lakukan ([27];[28]) menyatakan bahwa Likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 4,086 > 1,96. Leverage merupakan suatu keputusan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan untuk dijadikan modal dalam rangka mendanai perusahaan. adanya leverage dalam perusahaan berdampak pada kebijakan dividen suatu perusahaan. perusahaan yang memiliki rasio utang yang besar cenderung mebagikan dividen dengan proporsi yang lebih kecil. Hal ini disebakan karena laba yang diperoleh digunakan untuk melunasi kewajiban. Utang jangka panjang biasanya disertai oleh sebuah perjanjian utang untuk meindungi kepentingan kreditur. Kreditur biasanya membatasi pembayaran dividen, pembelian saham beredar, dan penambahan utang yang untung menjamin pembayaran pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.

Perusahaan yang memiliki tingkat hutang tinggi maka agency cost of debt harus dikurangi melalui pengurangan utang. Mengurangi utang dapat dilakukan dengan membiayai investasi yang bersumber dari dana internal sehingga akan menurunkan alokasi dividen kepada para pemegang saham. Leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen. semakin besar utang yang dimiliki perusahan maka semakin kecil dividen yang akan dibagikan kepada investor. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang di lakukan [29] menyatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 2,726 > 1,96. Profitabilitas adalah alat untuk mengukur seberapa besar efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola aset dan modal yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan laba bagi perusahaan. Semakin besar profitabilitas mensinyalir bahwa kinerja perusahaan semakin meningkat karena tingkat kembalian investasi (return) yang semakin besar, dengan demikian meningkatnya profitabilitas juga akan meningkatkan pendapatan dividen terutama dividen kas. Profitabilitas suatu perusahaan dapat dinilai melalui berbagai cara tergantung pada laba dan modal yang akan diperbandingkan satu dengan lainnya. Semakin tinggi tingkat laba maka semakin besar tingkat pembayaran dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Hal ini sesuai dengan signaling theory yang menjelaskan bahwa pihak manajemen akan membayarkan dividen untuk memberi sinyal mengenai keberhasilan perusahaan membukukan profit. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aset maupun modal sendiri [30]. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisis profitabilitas ini misalnya bagi pemegang saham akan melihat keuntungan yang benar-benar akan diterima dalam bentuk dividen. Faktor profitabilitas juga berpengaruh terhadap kebijakan dividen karena dividen adalah laba bersih yang diperoleh perusahaan, oleh karena itu dividen akan dibagikan apabila perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban tetapnya yaitu bunga dan pajak.Keuntungan yang layak dibagikan kepada para pemegang saham adalah keuntungan setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajiban tetapnya, yaitu beban bunga dan pajak. Karena dividen diambil dari keuntungan bersih perusahaan, maka keuntungan tersebut akan mempengaruhi besarnya Dividend Payout Ratio. Semakin besar tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan, maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen.Semakin besar ROI menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik, karena tingkat pengembalian investasi (return) semakin besar. Return yang diterima oleh investor dapat berupa pendapatan dividen dan capital gain. Dengan demikian meningkatnya ROI juga akan meningkatkan pendapatan dividen (terutama cash dividend). Secara eksplisit menunjukkan bahwa profitabilitas (earning after tax) dan aset merupakan variabel yang penting sebagai dasar pertimbangan para manajer perusahaan dalam rangka menentukan kebijakan dividen. Meningkatnya profitabilitas yang dicapai perusahaan akan meningkatkan harapan investor untuk memperoleh pendapatan dividen yang lebih tinggi pula [31].

Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,007 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,504 > 1,96. Ukuran perusahaan adalah gambaran perusahaan yang menunjukkan keberhasilan perusahaan yang dapat tercermin dari total aset yang dimiliki perusahaan. Perusahaan besar akan memberikan pembayaran dividen yang tinggi, karena perusahaan besar tentu lebih stabil dalam menghasilkan laba, serta lebih mampu memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya daripada perusahaan kecil. Perusahaan kecil akan memberikan pembayaran dividen yang lebih rendah karena laba yang dihasilkan dialokasikan pada laba ditahan untuk menambah aset perusahaan. Sebuah perusahaan yang besar dan mapan akan memiliki akses yang lebih mudah ke pasar modal, sedangkan perusahaan kecil lebih sulit untuk mengaksesnya. Kemudahan akses ke pasar modal dapat diartikan adanya fleksibilitas dan kemampuan perusahaan. semakin besar ukuran perusahaan maka omset yang dihasilkan juga semakin tinggi dan menyebabkan laba yang dihasilkan tinggi. Jika laba yang dihasilkan tinggi maka dividen yang akan dibagikan juga semakin tinggi. Perusahaan yang memiliki ukuran yang besar akan lebih mudah memasuki pasar modal sehingga dengan kesempatan ini perusahaan membayar dividen dengan jumlah besar kepada pemegang saham. sementara perusahaan yang baru dan yang masih kecil akan mengalami banyak kesulitan untuk memiliki akses ke pasar modal, sehingga semakin besar ukuran perusahaan semakin mudah untuk mendapatkan modal eksternal dalam jumlah yang lebih besar terutama dari hutang. Ukuran perusahaan merupakan simbol ukuran perusahaan yang berhubungan dengan peluang dan kemampuan untuk masuk ke pasar modal dan jenis pembiayaan eksternal lainnya yang menunjukkan kemampuan meminjam [32].

Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,008 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 4,363 > 1,96. Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama, yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham [32]. Keputusan pemberian dividen oleh perusahaan merupakan reputasi yang baik, sehingga dapat meningkatkan harga saham perusahaan. Keputusan pemberian dividen merupakan sinyal yang baik yang dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga dapat meningkatkan harga saham perusahaan.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 4,098 > 1,96. Tingkat likuiditas yang tinggi dapat menggambarkan kinerja perusahaan yang baik karena dengan tingkat likuiditas yang baik perusahaan akan lebih mudah untuk memenuhi kewajiban kepada para pemegang saham. Semakin tinggi tingkat likuiditas semakin besar pula tingkat kemampuan perusahan untuk membayarkan kewajiban-kewajiban. Sebaliknya jika laba perusahaan menurun, maka pemegang saham akan menanggung semua kerugian. Dengan perusahaan yang memiliki nilai likuiditas yang tinggi akan semakin besar perusahaan dalam membayar tagihannya, dan akan berpengaruh juga terhadap kebijakan deviden. Perilaku etis perusahaan berupa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya memberikan dampak positif jangka panjang yang tercermin pada keuntungan perusahaan (profit) dan peningkatan kinerja keuangan.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 3,021 > 1,96. Leverage akan menunjukkan besarnya modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER). Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari hutang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. Dimana semakin kecil rasio DER, semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Kebijakan deviden sangat penting bagi perusahaan, karena dengan perusahaan mengeluarkan deviden dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan [33]. Dengan banyaknya investor yang menanamkan modalnya pada perusahaan, hal tersebut dapat mencerminkan perusahaan memiliki skala yang besar. Perusahaan dengan skala yang besar diindikasikan dapat memenuhi kewajibannya.

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 4,161 > 1,96. Perusahaan yang membagikan dividen secara berkelanjutan, akan dapat meningkatkan harga saham karna banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi dengan harapan pengembalian yang baik dimasa depan. Meningkatknya harga saham akan menjadi modal bagi perusahaan untuk meningkatkan aktivitas produksi dan peningkatan keuntungan atas produk yang dihasilkan. Kebijakan dividen dapat meningkatkan harga saham ketika nilai profitabilitas tinggi, sebaliknya dapat menurunkan harga saham ketika nilai profitabilitas menurun [34].

Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan smartPLS menunjukkan variabel Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019 karena hasil pengujian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 di bawah tingkat signifikansi 0,05 (5%) dengan hasil t statistik sebesar 4,146 > 1,96. Suatu perusahaan yang besar yang sahamnya tersebar sangat luas, setiap perluasan modal saham hanya akan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kemungkinan hilangnya pengendalian dari pihak yang dominan terhadap perusahaan bersangkutan. Sebaliknya perusahaan yang kecil, dimana sahamnya tersebar hanya di lingkungan kecil, penambahan jumlah saham akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemungkinan hilangnya kontrol pihak dominan terhadap perusahaan yang bersangkutan. Dengan demikian, maka perusahaan yang besar akan lebih berani mengeluarkan saham baru d lingkungan dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pertumbuhan penjualan dibandingkan dengan perusahaan yang kecil.

Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal yang dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Likuiditas Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  2. Leverage Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  3. Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  4. Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  5. Likuiditas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  6. Leverage Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  7. Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  8. Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  9. Kebijakan Dividen Berpengaruh Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  10. Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  11. Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Leverage Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  12. Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019
  13. Kebijakan Dividen Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019

References

  1. I. Adhani, “PENGARUH FREE CASH FLOW, LEVERAGE, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia T,” 2021.
  2. M. Ulfa, “PENGARUH PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING,” vol. 3, no. 2017, pp. 54–67, 2020, [Online]. Available: http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf.
  3. S. Zuliarni, “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Mining and Mining Service di Bursa Efek Indonesia (BEI),” J. Apl. Bisnis, vol. 3, no. 1, pp. 36–48, 2012.
  4. Y. Lapian and S. K. S. Dewi, “Peran Kebijakan Dividen Dalam Memediasi Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur,” E-Jurnal Manaj. Univ. Udayana, vol. 7, no. 2, p. 816, 2018, doi: 10.24843/EJMUNUD.2018.v7.i02.p10.
  5. R. Sondakh, “the Effect of Dividend Policy, Liquidity, Profitability and Firm Size on Firm Value in Financial Service Sector Industries Listed in Indonesia Stock Exchange 2015-2018 Period,” Accountability, vol. 8, no. 2, p. 91, 2019, doi: 10.32400/ja.24760.8.2.2019.91-101.
  6. A. A. S. Rizki and L. Amanah, “Pengaruh Kebijakan Hutang dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen,” J. EMBA, 2019.
  7. L. Meiliani and D. Amboningtyas, “Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) dengan Firm Size Sebagai Variabel Intervining Pada Perusahaan Manufaktur yang terdatar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2016,” J. Manag., vol. 3, no. 3, pp. 1–9, 2017.
  8. C. F. Sembiring, “Pengaruh Leverage, Likuiditas, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016,” Skripsi, pp. 44–85, 2018, [Online]. Available: repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30230/4/Chapter II.pdf.
  9. A. W. Madyoningrum, “Pengaruh Firm Size, Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Deviden,” J. Bisnis dan Manaj., vol. 6, no. 1, pp. 45–55, 2019, doi: 10.26905/jbm.v6i1.3034.
  10. I. Firdausi, Norbaiti, and D. Rusqiati, “Pengaruh Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2019,” vol. 9, no. 2, pp. 19–29, 2020.
  11. K. M. Handayani, I. Indarti, and L. Listiyowati, “Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” J. Ilm. Aset, vol. 21, no. 2, pp. 93–105, 2020, doi: 10.37470/1.21.2.150.
  12. R. A. Rahman and D. Isynuwardhana, “Pengaruh Car, Ldr Dan Npl Terhadap Profitabilitas Pada Industri Perbankan (studi Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017),” Fak. Ekon. dan Bisnis, vol. 6, no. 1, pp. 622–633, 2019.
  13. Jogiyanto, “Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE-UGM,” SSRN Electron. J., 2014.
  14. J. Hartono, Teori portofolio dan analisis investasi (edisi Kesebelas). 2017.
  15. Kasmir, “analisi laporan keuangan jakarta Rajawali Persada,” J. Bus. Bank., 2019, doi: 10.14414/jbb.v6i2.1299.
  16. U. Marietta, “Analisis Pengaruh Cash Ratio, Return On Assets, Growth, Firm Size, Debt to Equity Ratio Terhadap Dividend Payout Ratio : (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2011),” Diponegoro J. Manag., vol. 2, no. 3, pp. 1–11, 2013, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dbr.
  17. I. K. E. R. Trisna and G. Gayatri, “Ukuran Perusahaan Memoderasi Pengaruh Free Cash Flow dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen,” E-Jurnal Akunt., 2019, doi: 10.24843/eja.2019.v26.i01.p18.
  18. N. Diana and H. Hutasoit, “Pengaruh Free Cash Flow dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Dividen dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderating,” J. Akunt. Manajerial, vol. 2, no. 2, pp. 77–89, 2017.
  19. Hair, “Multivariate data Analysis,” Food Chemistry, vol. 232. pp. 135–144, 2014.
  20. I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013.
  21. A. Darmawan, M. Y. Widyasmara, S. Rejeki, M. R. Aris, and R. Yasin, “Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Deviden Dan Harga Saham,” J. Ilm. FE-UMM, vol. 13, no. 1, pp. 24–33, 2019.
  22. Z. T. Anjani and A. Budiarti, “PENGARUH RASIO LEVERAGE, LIKUIDITAS, AKTIVITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN DI BEI,” vol. X, no. 2, pp. 45–51, 2018.
  23. A. Afiezan, L. Howard, Joselyn, and P. Noviana, “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi Di Indonesia (BEI Periode 2014-2019),” J. Ilm. Methonomi, vol. 7, no. 1, pp. 63–76, 2021, [Online]. Available: https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/Akuntansi/article/view/219.
  24. R. K. A. Putri, “Pengaruh Likuiditas, Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016,” 2018.
  25. R. Wijaya, M. Pasaribu, and A. B. Brilliant, “Analisis likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap harga saham,” pp. 1–12, 2019.
  26. H. A. Permana, “ANALISIS PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI,” pp. 1–69, 2016.
  27. Yusuf and A. Suherman, “PENGARUH LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN VARIABEL UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA EMITEN PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA),” J. Ilm. MEA …, vol. 2, no. April, pp. 39–49, 2021, [Online]. Available: http://journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/1005.
  28. D. Gotami and N. Katharina, “Pengaruh Ukuran Perusahaan Profitabilitas Likuiditas Pertumbuhan Perusahaan Dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen Pada Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun,” vol. 2, no. 2, pp. 81–88, 2021.
  29. muksan junaidi, H. Sulistyo, and S. Harjanto, “Analisis Pengaruh Kebijakan Hutang Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Dan Nilai Perusahaan Sebagai Variabel Mediasi,” no. November, 2017, doi: 10.31227/osf.io/6us5g.
  30. R. P. Pasadena, Pengaruh Likuiditas, Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. 2013.
  31. S. Maryam, A. R. Mus, and A. Priliyadi, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan,” Cent. Econ. Student J., vol. 3, no. 1, pp. 90–109, 2020.
  32. L. Alamsyah, “ENGARUH LIKUIDITAS, EFEKTIVITAS AKTIVA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN HARGA SAHAM Oleh,” 2020.
  33. Patricia, P. Bangun, and M. U. Tarigan, “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia),” Manaj. Bisnis Kompetensi, vol. 13, no. 1, pp. 25–42, 2018.
  34. A. W. Aji and F. F. Atun, “Pengaruh Tax Planning, Profitabilitas, Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018),” J. Ilm. Akunt. dan Humanika, vol. 9, no. 3, pp. 222–234, 2019, [Online]. Available: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJA/article/view/22610.