Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.8.2023.3470

Career Selection: Framing, Groupthink, and Financial Rewards in Accounting


Pemilihan Karier: Framing, Groupthink, dan Imbalan Finansial dalam Studi Akuntansi

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Framing Groupthink Financial Rewards Career Selection accounting studies

Abstract

This research aims to examine the impact of framing, groupthink, and financial rewards on career selection decisions among accounting students at UMISIDA. The study included 38 active students from the accounting faculty as respondents. Statistical analysis was conducted using the SPSS 20 program, including validity and reliability tests. The findings revealed that framing partially had a positive influence on career selection decisions, with a regression score of 0.233. Moreover, groupthink positively affected career selection decisions, with a regression score of 0.961. When considered together, framing, groupthink, and financial rewards significantly influenced career selection decisions, with a significant level of 0.000 < 0.05. Therefore, it can be concluded that the research hypothesis is supported. This study sheds light on the factors that play a crucial role in career decision-making among accounting students, providing implications for academic institutions and career counselors in enhancing career guidance and decision-making processes.

Highlights:

  • Framing: Investigating the influence of framing on career selection decisions in the field of accounting studies.
  • Groupthink: Examining the role of groupthink in shaping career selection decisions among accounting students.
  • Financial rewards: Assessing the impact of financial rewards on career selection choices in the context of accounting studies.

Keywords: framing, groupthink, financial rewards, career selection, accounting studies

Pendahuluan

Memasuki abad ke-21 mengecek kemajuan bursa (unregulated economy) pada saat itu usaha tulus diharapkan dapat meningkatkan sifat tenaga kerja ahli. Di negara Indonesia aset manusia dituntut memiliki opsi untuk berkembang, ahli, dan bekerja secara tulus untuk memenuhi kebutuhan yang dilirik Indonesia dalam pertentangan alam semesta kerja. Pada dunia kerja Indonesia mengandalkan isu prinsip yang berasal dari jebolan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta sehingga menciptakan sumber daya manusia bersaing dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura, Filipina, dan Malaysia [1].

Memasuki abad ke-21 yang ditandai liberalisasi perdagangan (pasar bebas) maka upaya yang sungguh-sungguh diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja profesional. Ketidaksiapan lulusan Peguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) saat memasuki dunia kerja menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Hal ini menjadi tantangan bagi PTN dan PTS dalam menciptakan tenaga kerja yang profesional agar sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dapat bersaing dengan negara lain seperti Singapura, Filipina, dan Malaysia. SDM di Indonesia diharapkan mampu berinovasi, profesional, dan bekerja sungguh-sungguh untuk memenuhi tuntutan yang dihadapi oleh Indonesia dalam persaingan dunia kerja.

Setiap orang memerlukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidupnya. Pekerjaan yang dipilih mempengaruhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk kebutuhan ekonomis, sosial, dan psikologis. Secara ekonomis, seseorang yang bekerja akan memperoleh pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terhadap barang dan jasa. Secara sosial, seseorang yang memiliki pekerjaan memiliki practise yang akan lebih dihargai dan akan lebih dihormati oleh masyarakat daripada orang yang menganggur. Sedangkan secara psikologis, seseorang yang memiliki pekerjaan akan meningkatkan harga diri, kepercayaan diri, dan kompetensi diri.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh National of Colleges and Employers, USA. 2002 (survei pada 457 pimpinan perusahaan), hal utama yang dibutuhkan dalam era globalisasi bukan saja indeks prestasi kumulatif (IPK). Faktor utama yang mendukung pengembangan karir adalah softskill dan etika profesional. Keduanya dapat memberikan dampak terhadap kualitas diri secara total seperti : kemampuan kerjasama, komunikasi motivasi, kejujuran, beradaptasi, dan kompetensi interpersonal lainnya. Sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan Kavanagh and Drennan (2008) menjelaskan bahwa keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia karir saat ini adalah analitis/ keterampilan pemecahan masalah, kerja tim, keterampilan komunikasi lisan dan tertulis.

Seiring dengan kebijakan pemerintah (goverment) sebagai penyelenggara, maka jaringan relasi antara perguruan tinggi dan para pelaku usaha (entreprenuer) harus dikembangkan melalui sarana. Diantaranya berupa program RAPID (Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri), Co-Op (Co-Operative Education), dan Program Riset Unggulan lainnya untuk meningkatan SDM yang profesional di Indonesia. Salah satu tujuan utama di bidang Pendidikan Tinggi untuk Pelita VI tahun 2005 - 2020 yang dinyatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui “penataan sistem pendidikan tinggi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan” sebagai tujuan menghadapi tuntutan tersebut. Perguruan tinggi harus memperhatikan tuntutan dunia kerja, softskill dan lingkungan supaya tercipta SDM profesional khususnya pada dunia bisnis dan dunia industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penempatan/ pemenuhan tenaga kerja di Indonesia tahun 2014 sebanyak 625.187 orang dengan kelahiran tahun 1980 – 1995. Hal ini menunjukan sebagian besar SDM di Indonesia pada tahun 2015 di dominasi oleh gen Y (orang kelahiran tahun 1980 – 1995).

Hasil survei yang dilakukan [2] menyatakan salah satu lowongan pekerjaan yang paling banyak dibuka adalah bidang akuntansi, sehingga lulusan akuntansi memiliki kesempatan yang besar untuk berkarir pada bidang keilmuannya. Namun banyak juga lulusan akuntansi yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya, justru memilih bekerja diluar bidang akuntansi. pekerjaan di bidang non akuntansi seperti : wiraswasta, karyawan perusahaan, guru, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Salah satu faktor yang menyebabkan lulusan akuntansi bekerja tidak sesuai bidang keilmuannya adalah framing atau pembingkaian informasi. Framing merupakan efek pada penilaian yang dibuat karena cara penyampaian informasi yang sama, jika disampaikan dengan cara yang berbeda [3]. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [4] menyatakan terdapat pengaruh framing positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan pekerjaan pada mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta.

Fenomena framing dalam pemilihan karir umumnya terjadi pada mahasiswa tingkat akhir maupun fresh graduate. Fenomena tersebut didukung oleh seminar-seminar karir yang di selenggarakan oleh Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) dengan tema kesempatan berkarir di instansi pemerintah dan BUMN. Hasil seminar tersebut menyatakan bahwa bekerja pada instansi pemerintah dan BUMN lebih prospek untuk jangka panjang.

Dapat ditunjukkan melalui hasil yang sejalan dengan fenomena framing dan seminar pemilihan karir. Berdasarkan pengamatan selama penyelenggaraan job fair menunjukan sebagian besar job seeker lebih berminat mencari pekerjaan berdasarkan nama besar perusahaan dan fokus pada benefit yang diperoleh meskipun posisi pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bidang akuntansi. Sejumlah perusahaan besar seperti : PT KAI, Astra, PLN, Bank Indonesia, BCA, Mandiri dan lain-lain. Kondisi ini dapat dipahami karena sejumlah perusahaan besar tersebut sudah memiliki framing (pembingkaian) yang bersifat positif sehingga minat job seeker terhadap sejumlah perusahan relatif tinggi.

Variabel groupthink juga turut mempengaruhi mahasiswa dalam menentukan pemilihan karir. groupthink theory menggambarkan tekanan pada situasi kesesuaian kelompok, dimana anggota kelompok enggan menyampaiakan ide yang dipandang kurang populer. Hal ini untuk mencegah kelompok minoritas dari berbagai nilai alternatif – alternatif. tindakan yang realistis.

[5] menyatakan bahwa groupthink sebagai salah satu ancaman keputusan kelompok yang berdampak terhadap penolakan suatu alternatif (investasi modal) akibat adanya bias dari informasi terbaru yang diperoleh. Fenomena groupthink dapat dilihat saat open recruitment Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada akhir tahun 2014 kemarin, banyak sekali mahasiswa yang berbondong-bondong untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Awalnya sebelum mereka mendapatkan informasi, tidak memiliki ketertarikan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi karena banyak yang mendaftar akhirnya mereka terpengaruh untuk mendaftar.

Keajaiban kepatuhan yang tidak sadar dapat dilihat selama pendaftaran terbuka pekerja Pemerintah Yang Akan Datang (CPNS) menjelang akhir 2019 kemarin, banyak pengganti yang berlari untuk melamar pekerjaan. Awalnya sebelum mereka mendapatkan data, tidak tertarik untuk berubah menjadi pekerja Pemerintah (PNS) tetapi karena banyak yang bergabung dalam jangka panjang mereka dipengaruhi untuk mendaftar.

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang bertempat di Sidoarjo dengan memiliki komitmen menjadi salah satu institusi yang berkualitas tingkat nasional tahun 2020 dan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi terhadap keimanan, ilmu pengetahuan, serta dapat mengembangkan tradisi intelektual untuk mewujudkan masyarakat yang maju. Karenanya, UMSIDA memiliki upaya pengembangan sumber daya yang aktif dalam proses pengembangan nasional dengan melahirkan lulusan yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkompeten dalam bidangnya dengan berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan akhlak islami.

Mengingat penggambaran di atas, para pencipta tertarik untuk mengarahkan ujian dengan judul “Pengaruh Framing, Groupthink, dan Penghargaan Finansial terhadap Keputusan Pemilihan Karier Pada Studi Akuntansi UMSIDA”. Penjelasan judul yang dipilih pencipta untuk digunakan sebagai semacam perspektif atau korelasi terkait dengan minat dalam penentuan vokasi bagi mahasiswa yang sangat terampil, salah satunya tercermin pada alumni program studi S1 bidang Personalia Keuangan, Cabang Pembukuan UMSIDA sehingga dapat bekerja sesuai bidangnya. Demikian pula, investigasi masa lalu berkenaan dengan garis besar, ketaatan yang ceroboh, dan hadiah uang untuk pilihan keputusan panggilan sebenarnya memiliki hasil eksplorasi yang bertentangan, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa hasil penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa variabel framing dan groupthink berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa pada pemilihan karir, hasil penelitian tersebut diteliti oleh [6].

Hasil penelitian terdahulu yang membahas tentang pengaruh penghargaan finansial menyimpulkan bahwa variabel penghargaan finansial berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa pada pemilihan karir, hasil tersebut terdapat pada penelitian oleh [7], [8] , [9]. Namun hasil yang berbeda pada penelitian yang dilakukan oleh [10] dan [11] menyimpulkan bahwa variabel penghargaan finansial tidak berdampak pada keputusan pemilihan karir.Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik untuk meneliti mengenai framing, groupthink, dan penghargaan finansial. Sehingga judul penelitian ini adalah “Pengaruh Framing, Groupthink, dan Penghargaan Finansial terhadap Keputusan Pemilihan Karier Pada Studi Akuntansi UMSIDA”.

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk :

  1. mengetahui framing mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA.
  2. mengetahui groupthink mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA.
  3. mengetahui penghargaan finansial mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA.
  4. mengetahui framing, groupthink, dan penghargaan finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA.

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi variabel bebas yang meliputi framing, groupthink dan penghargaan finansial dengan keputusan pemilihan karir pada Studi Akuntansi UMSIDA. Dalam penelitian ini juga hendak dilakukan pengukuran sejauh mana mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis program studi akuntansi UMSIDA angkatan 2016 terhadap keputusan pemilihan karier. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angka-angka sehingga lebih cocok menggunakan metode kuantitatif.

Penelitian kuantitatif mempunyai sistem metode untuk mendapatkan data. Teori tersebut dikemukakan oleh [12] bahwa di dalam sistem yang mengandung tata cara untuk dapat memperoleh data dalam rencana masa depan maupun yang sudah berlalu dengan isi tentang data, hubungan variabel, perilaku pendapat dan keyakinan yang telah diambil berdasarkan data tertentu yang diperlukan.

Alasan peneliti memilih UMSIDA adalah sebagai objek penelitian karena universitas berakreditasi B termasuk dengan memiliki jumlah program studi saat ini sebanyak 27 prodi dan terdapat penambahan 2 prodi baru di tahun 2019 yaitu pendidikan profesi bidan dan fisioterapi. Hal ini merupakan suatu capaian dari komitmen sivitas akademika untuk memajukan lembaga melalui kerja keras meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi yang memenuhi standar mutu baik aspek tenaga pendidik.

Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Universitas Muahammdiyah Sidoarjo pada Mahasiswa Studi Akuntansi. Adapun waktu penyusunan penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2021.

Definisi Operasional , Identifikasi Variabel dan Indikator Variabel

1. Kualifikasi Variabel

Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel penelitian dibedakan menjadi dua bagian yaitu variabel bebas dan variabel terikat, dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Variabel Bebas

Variabel bebas (independen) menurut [13] adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel terikat dengan simbol (X). Variabel bebas yaitu :

  1. Framing (X1)
  2. Groupthink (X2)
  3. Penghargaan finansial (X3)

b. Variabel Terikat

Variabel terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas dengan simbol (Y). Variabel terikat adalah keputusan pemilihan karier (Y).

2. Definisi Konseptual Variabel

a. Framing (X1)

Menurut [14] menjelaskan bahwa pemahaman suatu informasi karir yang diperoleh dari sumber manapun yang tidak sependapat sehingga pada akhirnya untuk memilih karir tersebut.

Menurut [15] framing merupakan pemahaman yang berbeda pada informasi yang sama. Diartikan sebagai kepemilikan kesamaan data namun terjadi pembingkaian pemahaman karena kualitas masing-masing penerimaan informasi diartikan berbeda.

Indikator framing menurut [16] adalah:

  1. Define problems (pemahaman masalah)
  2. Diagnose cause (memperkirakan masalah)
  3. Make moral judgement (asumsi moral)
  4. Treatment(tekanan menyelesaikan)

Indikator framing adalah:

  1. Seleksi isu (Hal ini berhubungan dengan pemilihan fakta di lapangan)
  2. Penonjolan aspek (Hal ini berhubungan dengan fakta. Ketika aspek tertentu dari suatu peristiwa atau isu tersebut telah dipilih)

b. Groupthink (X2)

Menurut [17] group think merupakan prosesn pengambilan keputusan secara integratis dan bagian dari berusaha untuk menjaga kesepakatan, sehingga melumpuhkan kapasitas kritis anggota tersebut.

Indikator groupthink adalah:

  1. Cohesiveness (keeratan atau kedekatan)
  2. Isulation (pemisah diri suatu golongan)
  3. Leadership (pemimpin)
  4. Decisional stress (tekanan mengambil keputusan)
  5. Kebutuhan yang menyimpang

Sedangkan menurut [18] indikator groupthink adalah:

  1. Penghargaan yang terlalu tinggi dari grup
  2. Pikiran yang tertutup
  3. Tekanan terhadap keseragaman

c. Penghargaan finansial (X3)

Menurut [19] hadiah uang merupakan alasan untuk bekerja dan yang lain adalah alasan paling penting dalam cara mencapai tujuan mereka dalam pengembangan diri.

Menurut [20] hadiah uang adalah hadiah tanpa sistem. Sejumlah besar pekerjaan yang disukai adalah mendapatkan bonus finansial.

Indikator penghargaan finansial menurut [21] adalah:

  1. Upah awal
  2. Upah naik
  3. Tambahan dana masa tua

indikator penghargaan finansial:

  1. Upah awal besar
  2. Upah naik secara cepat
  3. Kompensasi masa tua

d. Keputusan Pemilihan Karir (Y)

Penentuan pemilihan yang membentuk konsep diri dari pengimplementasian dan kematangan berpikir seseorang dalam komunikasi pengetahuannya pada informasi yang diterima. pengambilan keputusan merupakan bentuk dari pengidentifikasian masalah yang dapat membangun sebuah solusi yang terbaik dalam memilih persepsi.

Indikator pemilihan karir, yaitu:

  1. Penghargaan finansial atau gaji
  2. Pelatihan profesional
  3. Pengakuan profesional
  4. Nilai-nilai sosial
  5. Lingkungan kerja
  6. Pertimbangan pasar kerja
  7. Personalitas

Indikator pemilihan karir, yaitu:

  1. Mengakui pentingnya keputusan
  2. Memeriksa secara teliti dan tepat sasaran
  3. Menyusun strategi cadangan yang bervariasi
  4. Mencari informasi yang dibutuhkan pada karir yang disukai
  5. Mengambil keputusan yang sesuai dengan karir

Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi merupakan wilayah yang terdiri dari objek maupun subjek untuk dilihat secara karakteristik sehingga mampu dipelajari dan mengambil kesimpulan darinya [22]. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu mahasiswa aktif di fakultas akuntansi UMSIDA.

2. Teknik Pengambilan Sampel

Pengertian sampel menurut [23]adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut sampel yang diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representative (mewakili). Penulis memilih menggunakan langkah penentuan sampel yaitu purpose sampling dengan tujuan untuk dapat mempertimbangkan karakteristik sampel. Adapun syarat tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa angkatan yang aktif pada tahun 2021
  2. Mahasiswa angkatan 2017 berada di semester tingkat akhir. Karena sebagian besar akan menyelesaikan pendidikan S1 pada tahun ini dan akan melanjurkan ke jenjang karir

Berdasarkan penjelasan diatas maka pengambilan sampel untuk penelitian menurut [24] jika subjeknya kurang dari 100 orang sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Berdasarkan jumlah total populasi sebesar 190 dikalikan 20% sehingga sampel yang didapatkan adalah 38. Dengan demikian penulis menggunakan adalah sebanyak 38 sebagai responden yaitu mahasiswa angkatan 2017 jurusan akuntansi UMSIDA.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan metode atau cara yang digunakanpeneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey angket atau kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan data primer, dan untuk mendapatkan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada responden.

Teknik Analisis Data

a. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

1. Uji Validitas

Menurut [25] menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Menurut [26], pengujian menggunakan dua sisi dengan taraf signifikan 0,05. Dengan kriteria pengujian adalah jika hasil r hitung > r tabel maka instrumen pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total dinyatakan valid. Sebaliknya, jika r hitung < r tabel diartikan tidak adanya hubungan atau tidak valid pada butir instrumen tersebut.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama. Menurut [27] reliabilitas adalah Instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. suatu kuesioner memiliki realibilitas besar atau cukup tinggi jika menghasilkan angka satu. Hasil yang dinyatakan dalam bentuk alpha yang berkisar antara nol hingga satu. Penentuan ketentuan tersebut dilihat pada cronsbach’s alpha > 0,60 diartikan dapat dikatakan bahwa konstruksi variabel yang dipakai adalah reliabel.

b. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang telah dilakukan pada model regresi berdistribusi normal atau tidak normal. Jika titik-titik merambat secara diagonal, maka model distribusi dikatakan normal, dan model regresi merespon asumsi normalitas. Sebaliknya, jika titik menjauh dari diagonal daripada diagonal, model regresi tidak berdistribusi normal dan tidak memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan dasar teori diatas uji ini tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antar variabel berdistribusikan normal atau tidak normal. Diberlakukannya uji ini dapat dilihat pada grafik probability P – Plot. Grafik tersebut menggambarkan secara histogram sehingga dapat ditarik kesimpulan melalui gambaran tersebut.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara variabel independen (independen). Jika variabel independen berkorelasi, mereka tidak ortogonal dan tidak dapat diuji dengan model regresi. Untuk melihat apakah terdapat multikolinieritas antar variabel independen, Anda dapat melihat toleransi dan fluktuasi koefisien inflasi (VIF). Nilai dan kriteria yang dapat diterima untuk membuat keputusan tentang penggunaan VIF. Toleransi yang lebih besar dari 0,10 atau nilai VIF kurang dari 10 berarti tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas. Sebaliknya jika angka toleran < 0,10 dan VIF > 10 diartikan terdapat multikolinearitas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Tahapan ini terdapat pola tertentu misalnya titik-titik yang membentuk suatu pola dengan jelas yaitu menggelombang atau melebar dan menyempit maka diartikan bahwa adanya heteroskedastisitas. Sebaliknya, tidak adanya heteroskedastisitas bahwa pada titik data tersebut berpola tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Data yang tidak ada gejala heteroskedastistas yaitu merupakan model regresi yang baik. Hal tersebut dilihat dari hasil grafik Plot antara angka variabel terikat terhadap residualnya.

4. Uji Autokorelasi

Autokorelasi terjadi karena pengamatan yang berurutan selalu berkaitan satu sama lain. Masalah ini muncul karena residu tidak dibebaskan dari observasi ke observasi. Model regresi yang baik adalah model regresi tanpa pencocokan otomatis. Cara untuk mendeteksi ada atau tidak adanya autokorelasi adalah dengan menguji jalannya pengujian. Dasar pengambilan keputusan uji statistik dengan menggunakan pelaksanaan uji adalah sebagai berikut:

  1. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih kecil < 0,05 maka terdapat gejala autokorelasi.
  1. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar > 0,05 maka tidak terdapat gejala autokorelasi.

c. Analisis Regresi Linier Berganda

Tujuan analisis regresi untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen yaitu framing (X1), groupthink (X2), dan penghargaan finansial (X3) terhadap variabel dependen yaitu keputusan pemilihan karir (Y). Analisis regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Keterangan:

Y= keputusan pemilihan karir

a= nilai konstanta

b1, b2, b3 = koefisien regresi

X1= framing

X2= groupthink

X3= penghargaan finansial

d. Uji Hipotesis

i. Uji t (Parsial)

Uji tahap ini memiliki berfungsi untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas dengan terikatnya. Pengujian uji t tahapan ini yaitu bermaksud untuk mengetahui signifikansi variabel bebas dengan terikatnya, ketentuan penilaian tersebut yaitu jika angka signifikannya < 0,05 memiliki pengaruh secara signifikan masing-masing variabel bebas dengan terikatnya. Sebaliknya, angka signifikannya > 0,05 tidak memiliki pengaruh secara signifikan masing-masing variabel bebas dengan terikatnya.

ii. Uji F (Simultan)

Pada pengujian simultan ini menjelaskan bahwa bersama-sama variabel bebas memberikan pengaruh atau yang menyebabkan terjadinya perubahan variabel terikat . Adapun langkah penentuan penilaian yaitu jika angka signifikan < 0,05 memiliki arti tidak adanya pengaruh variabel bebas dengan terikatnya. Sebaliknya, jika angka signifikan > 0,05 mempunyai arti adanya pengaruh variabel bebas dengan terikatnya.

iii. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Dijelaskan pada tahapan ini yaitu sebagai suatu langkah untuk mengetahui tingkat kemampuan yang mampu memberikan penjelasan mengenai variasi variabel bebas sehingga dapat dikatakan tolok ukurnya yaitu dengan pada nilai adjusted R2. Adapun variabel bebas yang akan diujikan yaitu framing, groupthink dan penghargaan finansial terhadap keputusan pemilihan karir. Batasan pengujian ini yaitu pada rentan 0 hingga 1. informasi yang diberikan dari variabel bebas yang dapat memprediksi variabel terikat jika nilai adjusted R2 memiliki nilai mendekati satu, sedangkan jika bernilai kecil maka diartikan tidak mampu memberikan penjelasan atau yang dibutuhkan variabel terikat.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Analisis Data

1. Uji Validitas dan Reliabilitas

Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis dengan SPSS versi 20. Berikut hasil pengujiannya :

A. Uji Validitas

Uji tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan nilai r hitung < r tabel artinya jika hasil r hitung > r tabel maka instrumen pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total dinyatakan valid. Maka dapat hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 1 berikut :

Item Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
X1.1 99.18 262.154 .721 .938
X1.2 98.79 274.711 .314 .943
X1.3 99.05 271.186 .450 .941
X1.4 99.32 255.735 .740 .938
X1.5 98.45 276.362 .344 .942
X1.6 99.18 262.154 .721 .938
X2.1 99.37 273.104 .447 .941
X2.2 99.39 266.245 .563 .940
X2.3 99.18 262.154 .721 .938
Item Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
X2.4 98.79 266.063 .686 .939
X2.5 99.21 271.900 .468 .941
X2.6 99.37 273.104 .447 .941
X2.7 99.39 266.245 .563 .940
X3.1 99.05 272.808 .472 .941
X3.2 99.32 255.735 .740 .938
X3.3 98.79 267.198 .615 .940
X3.4 99.18 262.154 .721 .938
X3.5 98.79 266.063 .686 .939
X3.6 99.21 271.900 .468 .941
Y.1 99.34 271.474 .479 .941
Y.2 99.34 262.934 .635 .939
Y.3 99.03 271.107 .538 .940
Y.4 99.21 265.738 .677 .939
Y.5 99.37 271.861 .497 .941
Y.6 99.18 275.722 .352 .942
Y.7 99.03 270.891 .442 .941
Y.8 98.89 271.448 .473 .941
Y.9 98.92 268.777 .449 .941
Y.10 99.32 255.735 .740 .938
Y.11 98.79 267.198 .615 .940
Y.12 99.18 262.154 .721 .938
Table 1.Hasil Uji Validitas

Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa masing-masing item pertanyaan memiliki r hitung pada kolom Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari r tabel sebesar 0,312 dan bernilai positif. Besarnya r tabel didapatkan dari degree of freedom (df)=n-2 dengan α 0,05 yaitu 0,312. Dengan demikian tiap butir yang digunakan tersebut dinyatakan valid.

B. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas untuk menentukan variabel penelitian reliabel atau tidak dengan menggunakan batasan 0,60 maka jika nilai aplha yang didapat kurang dari 0,60 maka instrumen penelitian tersebut dinyatakan tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 2 berikut :

Variabel Cronbach’s Alpha N of Item
Framing .772 6
Groupthink .783 7
penghargaan finansial .770 6
keputusan pemilihan karir .848 12
Table 2.Hasil Uji Reliabilitas

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa masing-masing variabel memiliki Cronbach Alpha > 0,60. Dengan demikian variabel framing, groupthink, penghargaan finansial dan keputusan pemilihan karir dapat dikatakan reliabel.

2. Uji Asumsi Klasik

A. Uji Normalitas

Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas residual dengan metode grafik, yaitu melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot. Jika pada grafik tersebut penyebaran datanya mengikuti pola garis lurus, maka datanya normal. Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa grafik normal P-P plot menunjukkan jika sebaran data berada pada posisi disekitar daerah garis lurus dan mengikuti garis diagonal yang membentuk garis miring dari arah kiri ke kanan atas yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal.

B. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel independen dalam suatu model regresi linear berganda. Metode uji multikolonieritas dengan melihat nilai tolerance dan inflation factor (VIF). Uji multikolonieritas adalah sebagai berikut :

Coefficients a

Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Framing .320 3.122
Groupthink .300 3.329
penghargaan finansial .175 5.727
a. Dependent Variable: keputusan pemilihan karir
Table 3.Hasil Uji Multikolonieritas

Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa dari hasil pengujian multikolinieritas terdapat nilai tolerance variabel framing sebesar 0,320 dengan nilai VIF sebesar 3,122. Nilai groupthink sebesar 0,300 dengan nilai VIF sebesar 3,329. Nilai penghargaan finansial sebesar 0,175 dengan nilai VIF sebesar 5,727. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan variabel dengan nilai tolerance tersebut lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak antara variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinieritas.

C. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Berdasarkan output diatas dapat dilihat bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskidastisitas.

D. Uji Autokorelasi

Run test merupakan bagian dari statistik non parametik dapat pula digunakan untuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi. Jika antar residual tidak terdapat hubungan korelasi maka dikatakan bahwa residual adalah acak atau random. Hasil tersebut dapat dibuktikan pada tabel berikut:

Unstandardized Residual
Test Valuea .23733
Cases < Test Value 19
Cases >= Test Value 19
Total Cases 38
Number of Runs 19
Z -.164
Asymp. Sig. (2-tailed) .869
a. Median
Table 4.Hasil Uji Autokorelasi

Berdasarkan hasil SPSS 20 diatas, diketahui nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,869 lebih besar > dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala atau masalah autokorelasi.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi berganda dilakukan untuk menganalisis hubungan antara framing (X1), groupthink (X2), penghargaan finansial (X3), dan keputusan pemilihan karir (Y). Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20 sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

Coefficients a

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.406 2.818 1.564 .127
framing .233 .214 .135 1.088 .284
groupthink .489 .212 .296 2.304 .027
penghargaan finansial .961 .302 .536 3.184 .003
Table 5.Hasil Uji Analisis Regresi Berganda

a. Dependent Variable: keputusan pemilihan karir

Berdasarkan tabel 5 di atas, diketahui hasil analisis regresi yang diperoleh variabel framing = 0,233. Variabel groupthink = 0,489 dan variabel penghargaan finansial = 0,961 pada konstanta sebesar 4,406. Sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y = 4,406 + 0,233 X1 + 0,489 X2 + 0,961 X3

Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 20 adalah sebagai berikut:

  1. Nilai a (konstanta) sebesar 4,406 yang artinya jika framing, groupthink, dan penghargaan finansial jika nilainya 0, maka tingkat keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA sebesar 4,406.
  2. Nilai koefisien regresi variabel framing menunjukkan angka sebesar 0,233 artinya apabila variabel framing meningkat, maka akan diikuti dengan peningkatan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA yaitu sebesar 0,233.
  3. Nilai koefisien regresi variabel groupthink menunjukkan angka sebesar 0,489 artinya apabila variabel groupthink meningkat, maka akan diikuti dengan peningkatan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA yaitu sebesar 0,489.
  4. Nilai koefisien regresi variabel penghargaan finansial menunjukkan angka sebesar 0,961 artinya apabila variabel penghargaan finansial meningkat, maka akan diikuti dengan peningkatan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA yaitu sebesar 0,961.

4. Uji t (parsial)

Uji parsial digunakan untuk melihat signifikansi variabel independen mempengaruhi variabel dependen yang dilakukan secara parsial atau individu. Secara terperinci, hasil uji parsial dijelaskan dalam tabel berikut:

Coefficients a

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.406 2.818 1.564 .127
framing .233 .214 .135 1.088 .284
groupthink .489 .212 .296 2.304 .027
penghargaan finansial .961 .302 .536 3.184 .003
Table 6.Hasil Uji t

a. Dependent Variable: keputusan pemilihan karir

Berdasarkan tabel 6 diatas maka dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel adalah:

  1. Variabel framing diperoleh nilai t sebesar 1,088 dengan signifikansi 0,284 > 0,05. Maka, Ha ditolak, yang artinya secara parsial framing berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Dengan demikian hipotesis penelitian (H1) telah teruji atau diterima.
  2. Variabel groupthink diperoleh nilai t sebesar 2,304 dengan signifikansi 0,027 < 0,05. Maka, Ha diterima, yang artinya secara parsial groupthink berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Dengan demikian hipotesis penelitian (H2) telah teruji atau diterima.
  3. Variabel penghargaan finansial diperoleh nilai t sebesar 3,184 dengan signifikansi 0,003 < 0,05. Maka, Ha diterima, yang artinya secara parsial penghargaan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Dengan demikian hipotesis penelitian (H3) telah teruji atau diterima.

5. Uji F (Simultan)

Uji simultan bertujuan untuk menguji apakah hipotesis yang menjelaskan pengaruh framing (X1), groupthink (X2), dan penghargaan finansial (X3) terhadap keputusan pemilihan karir (Y). Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel berikut :

ANOVA a

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1350.000 3 450.000 55.963 .000b
Residual 273.395 34 8.041
Total 1623.395 37
a. Dependent Variable: keputusan pemilihan karir
b. Predictors: (Constant), penghargaan finansial, framing, groupthink
Table 7.Hasil Uji F

Uji simultan ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji F sebesar 55,963 dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari alpha 0,05 (0,000 < 0,05). Maka Ha diterima. Artinya variabel independen (framing, groupthink dan penghargaan finansial) secara bersamasama berpengaruh terhadap variabel dependen (keputusan pemilihan karir) Dengan demikian hipotesis penelitian (H4) telah teruji atau diterima.

6. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Pada uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui berapa besar kontribusi variabel independen (framing, groupthink dan penghargaan finansial) terhadap variabel dependen (keputusan pemilihan karir). Hasil uji koefisien determinasi sebagai berikut :

Model Summary b

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .912a .832 .817 2.83567 1.864
a. Predictors: (Constant), penghargaan finansial, framing, groupthink
b. Dependent Variable: keputusan pemilihan karir
Table 8.Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan tabel 7 diatas, menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 0,832 atau 83,2%, sedangkan sisanya 16,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil tersebut memberikan makna bahwa masih terdapat variabel independen lain yang mempengaruhi keputusan pemilihan karir.

Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan diatas, maka secara keseluruhan pembahasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Framing Berpengaruh Terhadap Keputusan Pemilihan Karir

Hasil statistik dari penelitian diketahui bahwa variabel framing memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Terbukti dari hasil analisis uji t diperoleh sebesar 1,088 dengan signifikansi 0,284 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang ditentukan dapat diterima bahwa framing memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir.

Pengaruh positif framing terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA didukung dengan adanya penerapan berupa Define problems (pemahaman masalah), Diagnose cause (memperkirakan masalah), Make moral judgement (asumsi moral), Treatment(tekanan menyelesaikan), Seleksi isu, dan Penonjolan aspek. Artinya indikasi tersebut jika bernilai tinggi atau memiliki pengaruh yang tinggi maka akan meningkatkan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Misalnya pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang ditekuni. Informasi yang diberikan oleh orang berpengalaman dalam karir akan lebih dipercaya daripada sumber informasi lainnya. Melamar pekerjaan melalui orang yang sudah dikenal didalam perusahaan berpeluang besar diterima.

2. Groupthink Berpengaruh Terhadap Keputusan Pemilihan Karir

Hasil statistik dari penelitian diketahui bahwa variabel groupthink memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Terbukti dari hasil analisis uji t diperoleh sebesar 2,304 dengan signifikansi 0,027 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang ditentukan dapat diterima bahwa groupthink memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir.

Pengaruh positif groupthink terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA didukung dengan adanya penerapan berupa Cohesiveness (keeratan atau kedekatan), Isulation (pemisah diri suatu golongan), Leadership (pemimpin), Decisional stress (tekanan mengambil keputusan), Kebutuhan yang menyimpang, Penghargaan yang terlalu tinggi dari grup, Pikiran yang tertutup, dan Tekanan terhadap keseragaman. Artinya jika indikasi tersebut memiliki pengaruh yang tinggi maka akan meningkatkan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Misalnya memilih pekerjaan sesuai bidang akuntansi. Merasa tertantang ketika pekerjaan yang saya pilih berbeda dengan teman - teman dekat. Menerima masukan dari teman atau rekan sebaya mengenai informasi karir. menyetujui pilihan dari sebagian besar kelompok yang berkaitan dengan profesi kerja.

3. Penghargaan Finansial Berpengaruh Terhadap Keputusan Pemilihan Karir

Hasil statistik dari penelitian diketahui bahwa variabel penghargaan finansial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Terbukti dari hasil analisis uji t diperoleh sebesar 3,184 dengan signifikansi 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang ditentukan dapat diterima bahwa penghargaan finansial memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir.

Pengaruh positif penghargaan finansial terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA didukung dengan adanya penerapan berupa Upah awal, Upah naik, Tambahan dana masa tua, Upah awal besar, Upah naik secara cepat dan Kompensasi masa tua. Artinya jika indikasi tersebut memiliki pengaruh yang tinggi maka akan meningkatkan keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Misalnya memilih pekerjaan dengan gaji awal yang tinggi. Memilih pekerjaan yang memiliki kenaikan gaji lebih cepat. Memilih pekerjaan yang ada tunjangan hari tua (pensiun).

4. Framing, Groupthink dan Penghargaan Finansial Berpengaruh Terhadap Keputusan Pemilihan Karir

Hasil penelitian diketahui bahwa variabel framing, groupthink dan penghargaan finansial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pemilihan karir pada mahasiswa studi akuntansi UMSIDA. Terbukti dari hasil analisis uji F diperoleh sebesar 55,963 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang ditentukan dapat diterima bahwa framing, groupthink dan penghargaan finansial memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir.

Simpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diambil adalah :

  1. Framing berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi 0,233 yang bernilai positif, artinya variabel framing memiliki hubungan yang searah dengan keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hasil tersebut membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima bahwa framing berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA.
  2. Groupthinkberpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi 0,489 yang bernilai positif, artinya variabel groupthinkmemiliki hubungan yang searah dengan keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hasil tersebut membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima bahwa groupthinkberpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA.
  3. Penghargaan finansial berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi 0,961 yang bernilai positif, artinya variabel penghargaan finansial memiliki hubungan yang searah dengan keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hasil tersebut membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima bahwa penghargaan finansial berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA.
  4. Framing, groupthink, danpenghargaan finansial berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hal ini dibuktikan dengan nilai F sebesar 55,963 yang bernilai positif, artinya variabel framing, groupthink, danpenghargaan finansial memiliki hubungan yang searah dengan keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA. Hasil tersebut membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima bahwa framing, groupthink, danpenghargaan finansial berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan karir pada studi akuntansi UMSIDA.

References

  1. Ariyanto, R., & Sukirno. Pengaruh Framing dan Groupthink Terhadap Keputusan Pemilihan Pekerjaan (Studi Empiris pada Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta) Jurnal. Vol 5. No. 2. Universitas Negeri Yogyakarta. 2016.
  2. Afriyenti dan Sari. Kapan Profesi Auditor Internal diminati? Pengujian Eksperimen terhadap Label Pekerjaan, Peran Auditor Internal dan Prospek Karir. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(1). Universitas Negeri Padang. 2018.
  3. Asmoro, Tri Kusno Widi, Determinan Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik Oleh Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Dinamika Akuntansi Dan Bisnis. Vol. 2 No 2. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Islam Batik Surakarta. JDAB Vol. 2 (2). 2015. pp. 123-135.
  4. Candraning, Cynthia dan Rifqi Muhammad. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan Syariah. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, Vol. 3 No. 2. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. 2017.
  5. Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki, Perilaku Organisasi. Edisi 9. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat. 2014.
  6. Manggu, Sri Astuty Ratnasari, Pengaruh Prospek Penghargaan Finansial Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Dalam Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Sulawesi Barat). Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsulbar. JEPA, Vol 1 No.1. ISSN Online 2623-2472. 2018.
  7. Rendel, M, The future of world A Journey to 2022. In M. H. Azzahra (Ed.). 2012. pp. 1-32: PwC Consulting.
  8. Setyorini, D., Yusita, A. N., Nugroho, M. A., & Ramadhan, A. G, Persepsi Lulusan Prodi Akuntansi Terhadap Kesesuaian Kurikulum Prodi Akuntansi dengan Kebutuhan Dunia Kerja. (Universitas Negeri Yogyakarta). 2014.
  9. Suartana, I Wayan, Akuntansi Keperilakuan Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. 2010.
  10. Sila, Mursalim., Anna Sutrisna Sukirman, dan Dien Triana, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Berkarier Di Lembaga Jasa Keuangan Syariah. Jurnal Akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang. 2017.
  11. Utama, Abdul Halim.. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Lingkungan Kerja Auditor Manajemen. Jurnal Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Vol. 5. ISSN: 1858-2559. 2013.
  12. Wildan, Muhammad. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi Dalam Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta). Skripsi. Fakultas ekonomi dan bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2018.
  13. Warsitasari, Ida Ayu Try Surya dan Ida Bagus Putra Astika, Pengaruh Motivasi, Persepsi, Penghargaan Finansial, Pasar Kerja dan Pengakuan Profesional Pada Pemilihan Karir Akuntan Publik. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (UNUD), Bali. Vol. 21.3 ISSN: 2302-8556. 2017.