Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3444

Implementation of Accounting Information Systems and Quality of Human Resources in Realizing Timeliness of Financial Reporting and Disbursement of BOS Funds


Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Serta Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Mewujudkan Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan dan Pencairan Dana BOS

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjp
Indonesia

(*) Corresponding Author

Accounting Information System Human Resources Timeliness of Reporting Disbursement of BOS

Abstract

This study discusses the application of accounting information systems and the quality of human resources in realizing the timeliness of financial reporting and disbursement of BOS funds 2020. The purpose of this study is to find out how the implementation of accounting information systems and the quality of human resources in realizing the timeliness of financial reporting and disbursement BOS Fund. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach where data collection is obtained from interviews and observations. The data analysis technique used in this research is data reduction, data reduction is done by collecting important information and then the data is grouped according to topic so that it can provide a clearer picture and make it easier to collect data. The results showed that the research subjects had implemented the system determined by the government and improved the quality of human resources in order to have the confidence, skills and experience in order to realize the proper reporting of BOS funds so that the disbursement of BOS funds could also be carried out properly. Keywords - Accounting Information Systems, Human Resources, Timeliness of Reporting, Disbursement of BOS Funds.

Pendahuluan

Suatu negara bisa dikatakan maju jika Pendidikan di suatu negara tersebut maju karena Pendidikan di suatu negara sangatlah berpengaruh dalam memajukan dan membangun suatu negara agar menjadi lebih maju serta dapat juga meningkatkan taraf hidup pada masyarakat. Pendidikan berperan penting untuk membentuk karakter masyarakat di negara tersebut. Pendidikan adalah kebutuhan yang sangatlah penting untuk setiap orang karena dapat membentuk karakter dan menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membangun negara yang maju. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan melaksanakan program wajib belajar Sembilan tahun dengan meningkatkan peluang memperoleh Pendidikan dan layanan Pendidikan yang bermutu dengan menyelenggarakan program penyediaan dana bagi pelajar . Programnya disebut yaitu Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yaitu program pemerintah yang merupakan berfungsi guna pendanaan biaya operasi non personalia untuk satuan pendidikan dasar yang sebagai pelaksana program wajib belajar. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 yang membahas pendanaan pendidikan, biaya non personalia yaitu biaya yang digunakan untuk membeli bahan atau peralatan pendidikan yang dapat habis pakai, dan juga biaya daya listrik, air, jasa, telekomunikasi, internet, perawatan sarana dan prasarana, gaji lembur, transportasi, konsumsi, pajak asuransi, dan lainnya [1]

Sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/ komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan. [2]. Sistem informasi akuntansi dapat memberikan manfaat bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar aktivitas dalam rantai nilai dan dijalan.kan dengan efektif dan efisien [3] Tujuan utama dari system informasi akuntansi yaitu untuk mengolah data akuntansi yang berasal dari berbagai sumber menjadi informasi akuntansi yang diperlukan oleh berbagai macam pemakai untuk mengurangi resiko saat mengambil keputusan. Sumber daya manusia adalah segala potensi yang ada pada manusia berupa akal pikiran, tenaga, keterampilan, emosi, dan sebagainya yang dapat digunakan baik untuk dirinya maupun untuk organisasi atau perusahaan [4]. Kompetensi sumber daya manusia yaitu suatu kemampuan yang sudah dimiliki manusia, seperti kemampuan berfikir, komunikasi, Tindakan, dan moral untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan [5]. Kemampuan yang telah dimiliki pada manusia tersebut dapat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dalam mencapai suatu tujuan untuk hidup, baik secara individu mauun secara berkelompok. secara konseptual yang dimaksud ketepatan waktu yaitu kualitas ketersediaan informasi pada saat yang diperlukan atau kualitas informasi yang baik dilihat dari segi waktu.[6] Program Dana BOS merupakan program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non-personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak dll.[7] Tujuan dari program bantuan operasional sekolah (BOS) yakni membebaskan biaya seluruh siswa/siswi miskin tingkat di pendididkan dasar dari beban biaya operasional, meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa/I di sekolah swasta.[8] Kemendikbud telah menetapkan pelaporan penggunaan dana BOS 2020 yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana BOS dengan menentukan tata cara pelaporan Dana BOS dalam peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan [9] operasional penyelenggaraan Pendidikan di sekolah dilaksanakan untuk membiayai Penerimaan peserta didik baru, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler, kegiatan evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, pengembangan profesi guru, langganan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, penyediaan alat multimedia pembelajaran [10]

Sistem informasi keuangan aplikasi pengelolaan keuangan dana BOS yang telah di buatkan pemerintah akan menjadi percuma jika penggunanya atau dapat di sebut Brainware tidak memiliki kemampuan dan tidak selalu update mengenai perkembangan teknologi system informasi akuntansi yang telah di kembangkan oleh pemerintah. Maka dari itu kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang keuangan di sekolah harus memiliki kemampuan yang mumpuni dan selalu update mengenai informasi pengelolaan dana BOS khususnya supaya tidak terjadi kendala dalam melakukan pelaporan dana BOS dan dapat mencairkan dana BOS tahap berikutnya dengan tepat waktu, sehingga kegiatan sekolah atau operasional sekolah dapat berjalan dengan lancar.

Metode Penelitian

A. Rancangan Penelitian

Gambar 1. Kerangka Berfikir

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bidang pendidikan tingkat dasar, yaitu SDN Surabaya.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan Peneliti yakni data primer, adalah hasil wawancara dari bendahara dana BOS, komite sekolah,, dan operator dana BOS di SDN Surabaya. Sumber data yang di dapat dalam penelitian adalah hasil dari wawawancara dengan informan antara lain, bendahara dana BOS, komite sekolah, dan operator dana BOS.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah melakukan wawancara dengan tujuan mencari informasi secara langsung dengan menayakan kepada informan yang bersangkutan. Observasi dilakukan juga dalam penelitian ini, observasi yang dilakukan peneliti yakni observasi non partisipan dimana peneliti tidak turut serta secara langsung pada kegiatan yang informan lakukan.

E. Teknik Analisis

Teknik analisis data dalam penelitian ini berfungsi untuk mengetahui bagaimana penerapan system informasi akuntansi dan kualitas sumber daya manusia dalam mewujudkan ketepatan waktu pelaporan keuangan dan pencairan dana BOS. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu Teknik analisis reduksi data dengan cara melakukan pengumpulkan informasi yang penting lalu melakukan pengelompokkan yang sesuai dengan topik masalah sehingga bisa memperlihatkan gambaran jelas yang bagi peneliti serta dapat mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data.

Hasil dan Pembahasan

A. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dana BOS

Sistem Informasi Akuntansi untuk mengelola dana BOS yang digunakan oleh SDN Surabaya yaitu SIPKS dan SIPLAH. SIPKS adalah sebuah system yang di rancang Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam upaya mempermudah sekolah untuk merancang, menggunakan, dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban terhadap anggaran keuangan sekolah yang telah mereka buat berdasarkan hasil Evaluasi Diri (EDS). Ada tiga fitur utama pada aplikasi SIPKS yaitu menyusun anggran pendapatan dan belanja sekolah, membuat pertanggungjawaban penggunaan dana sekolah, dan melaporkan pencatatan anggaran dan keuangan sekolah. Sedangkan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPlah) yaitu sistem elektronik yang digunakan untuk melakukan pengadaan barang/jasa yang dilakukakan oleh satuan Pendidikan yang dapat di akses melalui laman (siplah.kemdikbud.go.id.).

B. Kualitas Sumber Daya Manusia dana BOS

Sumber daya manusia adalah segala potensi yang ada pada manusia berupa akal pikiran, tenaga, keterampilan, emosi, dan sebagainya yang dapat digunakan baik untuk dirinya maupun untuk organisasi atau perusahaan. Dengan adanya kualitas sumber daya manusia yang baik, sekolah tersebut dapat melakukan pelaporan keuangan dana BOS dengan tepat waktu, Sehingga pencairan dana BOS juga dapat terlaksanakan dengan baik yakni sesuai dalam Kebijakan Pengelolaan BOS Tahun 2020 yakni setiap tahun ada 3 tahap (caturwulan), pada tahap pertama penyaluran sebesar 30%, pada tahap kedua sebesar 40%, dan pada tahap ketiga sebesar 30%, yakni pada bulan Januari-April-September. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Sub Direktorat Dana Alokasi Khusus Nonfisik, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan.

C. Ketepatan Waktu Pelaporan Dana BOS

Pengelolaan dan pelaporan penggunaan dana BOS regular dilakukan oleh sekolah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing. Tim BOS sekolah di wajibkan untuk melaporkan penggunaan atas penyaluran dana BOS regular pada setiap tahap ke dalam sistem pelaporan melalui laman bos.kemendikbud.go.id. Jika tim BOS Sekolah tidak melakukan pelaporan tersebut maka penyaluran dana BOS pada tahap selanjutnya tidak dapat dilakukan. Pelaporan dan pencairan dana BOS pada tahun 2020 ada 3 tahap, kedua sekolah tersebut melakukan pelaporan pada bulan Januari,April, dan September dengan pencairan dana BOS dengan besaran tahap pertama 30%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 30%. Berikut terdapat alur pengelolaan dana BOS yang dimulai dari perencanaan hingga pelaporan dana BOS.

Kesimpulan

Pada Penelitian ini mempunyai kesimpulan dengan berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang sudah dijelaskan di atas, berikut adalah kesimpulan dari penelitian ini :

  1. SDN Surabaya dan SDN Blibis telah menerapkan sistem yang telah ditentukan oleh pemerintah yakni SIPKS, SIPlah, dan laman bos.kemendikbud.go.id hal tersebut dilakukan agar dapat mewujudkan pelaporan dana BOS dengan tepat sehingga pencairan dana BOS juga dapat terlaksanakan dengan baik, selain itu penggunaan sistem SIPKS, SIPlah, dan bos.kemedikbud.go.id dapat memberikan keefisienan pada pelaporan dana BOS.
  2. SDN Surabaya dan SDN Blibis 113 Surabaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kepercayaan, keterampilan dan pengalaman khususnya pada pelaporan Dana BOS yakni dengan cara mengikuti pelatihan dan selalu update mengenai teknologi yang berkaitan dengan dana BOS, dengan kualitas sumber daya manusia yang baik maka sekolah dapat melaporkan dana BOS dengan tepat waktu sehingga pencairan dana BOS juga dapat terlaksanakan dengan baik.
  3. SDN Surabaya dan SDN Blibis telah mempunyai SDM dengan kualitas yang baik sehingga dapat mengoperasikan Sistem informasi akuntansi untuk melakukan pelaporan dana BOS dengan tepat waktu yang sesuai dengan pernyataan yang dipaparkan oleh Kepala Sub Direktorat Dana Alokasi Khusus Nonfisik, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Yang dikutip dari Siedoo.com, yakni Pelaporan dan pencairan dana BOS pada tahun 2020 ada 3 tahap, kedua sekolah tersebut melakukan pelaporan pada bulan Januari,April, dan September dengan pencairan dana BOS dengan besaran tahap pertama 30%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 30%. Dengan ketepatan waktu pelaporan yang sesuai maka pencairan dana BOS juga dapat terlaksanakan dengan baik.

References

  1. M. Pendidikan, D. A. N. Kebudayaan, dan R. Indonesia, “Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Penggunaan BOS,” vol. 2020, hal. 2013–2015, 2020.
  2. J. P. Azman, “Pengaruh partisipasi pemakai terhadap kinerja sistem informasi akuntansi dengan kemampuan pemakai sebagai variabel moderator (Studi Empiris Pada PT. INTI (Persero) Bandung),” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, hal. 1689–1699, 2019.
  3. B. A. B. Ii, M. Marshall, B. Romney, dan P. John, “Accounting Informasi System,” hal. 9–22, 2017.
  4. R. Siregar, “Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Nasional,” Pros. Semin. Nas. Tah. Fak. Ilmu Sos. Univ. Negeri Medan, vol. 2, no. 2, hal. 378–379, 2017, [Daring]. Tersedia pada: tps://semnasfis.unimed.ac.id.
  5. K. Pustaka dan K. Pemikiran, “No Title,” hal. 16–64, 2012.
  6. C. A. SARASTI, “ketepatan waktu pelaporan,” Ekp, vol. 13, no. 3, hal. 1576–1580, 2015.
  7. D. A. Ii, D. J. Anggaran, dan K. Keuangan, “Efektivitas pelaksanaan bantuan operasional sekolah (BOS) (Preliminary Studi),” 2015.
  8. R. DEWI, “Analisis sistem informasi akuntansi dalam pengerimaan dan pengeluaran kas dana bantuan operasional sekolah (BOS) sepagai alat pengendalian internal (Studi kasus pada SDN 012 Tanjung Gadai kecamatan tebing tinggi timur,” vol. 28, no. 2, hal. 1–43, 2020, [Daring]. Tersedia pada: http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1120700020921110%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.reuma.2018.06.001%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.arth.2018.03.044%0Ahttps://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S1063458420300078?token=C039B8B13922A2079230DC9AF11A333E295FCD8.
  9. S. Uviyanti dan B. A. Pramuka, “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Bantuan Operasional Sekolah (Bos),” Syntax Lit. ; J. Ilm. Indones., vol. 5, no. 7, hal. 471, 2020, doi: 10.36418/syntax-literate.v5i7.1403.
  10. Sudarmato (2015:54), “Bab II Kajian Pustaka , Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis,” no. i, hal. 16–45, 2004.