<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>. Pengaruh Komisaris Independen, Komite Audit, Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap tax avoidance pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Barang dan Konsumsi Tahun 2016-2020</article-title>
        <subtitle>. Influence of Independent Commissioners, Audit Committee, Corporate Social Responsibility (CSR) on Tax Avoidance in Manufacturing Companies in the Goods and Consumption Sub-Sector in 2016-2020</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-59390f61e92d7a6e9b9a3ad61ae00501" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sakdiyah</surname>
            <given-names>rohmatus</given-names>
          </name>
          <email>rohmatusakdiyah07@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0e34e3d66086fe9a37e4433f4e1b77c9" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>setiyono, S.E., M.Si., Ph.D</surname>
            <given-names>wisnu panggah</given-names>
          </name>
          <email>wisnu.setiyono@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Ireland</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-02-07">
          <day>07</day>
          <month>02</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12"><italic id="_italic-18">Tax avoidance</italic> merupakan usaha menyiasati pajak secara legal dan tidak melanggar peraturan perpajakan. Tax avoidance dijalankan melalui cara menggunakan celah peraturan perpajakan yang sudah disusun. Sebagai usaha untuk mengatur pajak, badan usaha mesti taktis dan cermat memperhatikan sejumlah aturan perpajakan yang berlaku serta juga perkembangan yang terjadi agar mampu menggunakan beragam kesempatan yang tercipta . Walaupun praktik <italic id="_italic-19">tax avoidance</italic> disebut legal, namun pihak pemerintah tetap dirugikan atas hal tersebut. Pemerintah senantiasa berupaya menaikkan pendapatan pajak dalam rangka menggerakkan program serta menjalankan roda ekonomi negara supaya usaha dalam menyejahterakan warga masyarakat bisa dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Salah satu pengukuran penghindaran pajak adalah <italic id="_italic-20">cash effective tax rate</italic> (CETR). CETR sering dipergunakan sebagai proksi penghindaran pajak dalam berbagai riset perpajakan dan sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, sebab di Indonesia hanya mengenal beban pajak. CETR merupakan jumlah kas pajak yang dibayarkan dibagi dengan total laba sebelum pajak. CETR diharapkan mampu mengidentifikasi penghindaran pajak perusahaan yang dilakukan dengan menggunakan perbedaan tetap maupun perbedaan temporer.</p>
      <p id="_paragraph-14">Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi praktik <italic id="_italic-21">tax avoidance</italic>, di antaranya ialah komisaris independen. Komisaris independen merupakan pihak yang diangkat tidak dalam kapasitasnya mewakili pihak manapun dan pengangkatannya didasarkan karena berpengetahuan, berpengalaman, ahli dan profesional agar sepenuhnya melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan. Keberadaan dewan komisaris mampu menaikkan supervisi terhadap performance direksi, yang dengan meningkatkan jumlah komisaris independen, akan membuat supervisi kepada pengelola perusahaan akan makin melekat untuk menghindari praktik <italic id="_italic-22">tax avoidance</italic>. Selain itu, mengacu pada teori keagenan terdapat konflik kepentingan antara agen dengan principal, dengan keberadaan komisaris independen mampu mendukung pemilik saham untuk melakukan pengawasan perilaku manajemen untuk menetapkan suatu keputusan dan keterbukaan dalam melaksanakan operasional perusahaan sehingga penghindaran pajak dapat dikurangi. Studi yang dikerjakan oleh Amaliyah &amp; Rachmawati menyebutkan bahwa keberadaan komisaris independen berdampak nyata negatif terhadap <italic id="_italic-23">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Selain komisaris independen, komite audit juga mempengaruhi praktik penghindaran pajak (<italic id="_italic-24">tax avoidance</italic>). Menurut Purbowati, komite audit merupakan komite yang pembentukannya dilakukan oleh dewan komisaris perusahaan, pengangkatan dan pemberhentian keanggotaannya dilakukan oleh dewan komisaris. Komite audit ialah komite tambahan yang mempunyai tujuan untuk menjalankan kendali dalam proses pembuatan <italic id="_italic-25">financial report</italic> perusahaan untuk mencegah tindakan curang yang dilakukan pihak manajemen. Saat penghindaran pajak terjadi peningkatan sedangkan komite audit mengalami penurunan disebabkan rendahnya kapabilitas kinerja komite audit perusahaan untuk menjalankan identifikasi perilaku manajer saat menjalankan penghindaran pajak. Oleh karena itu, komite audit yang menjalankan tugas supervisi <italic id="_italic-26">financial report</italic> dan pengontrolan internal perusahaan memiliki pengaruh dalam melaksanakan manajemen dan strategi perpajakan dalam menjalankan <italic id="_italic-27">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-16">Sementara itu, <italic id="_italic-28">Corporate Social Responsibility</italic> juga mampu mempengaruhi <italic id="_italic-29">tax avoidance</italic>. Menurut Putri tanggung jawab sosial perusahaan atau <italic id="_italic-30">corporate social responsibility</italic> (CSR) merupakan “suatu komitmen perusahaan. Selaku pelaku bisnis untuk bertindak secara etis dan berkonstribusi terhadap peningkatan ekonomi berkelanjutan, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarga serta masyarakat secara lebih luas”. Perusahaan mempunyai tanggung jawab langsung kepada warga di sekitarnya untuk merawat keberlangsungan perusahaan dan memberi bantuan kepada warga masyarakat di sekitarnya. CSR yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam memperoleh citra yang baik dan memiliki kesempatan untuk meluaskan market. CSR juga merupakan wahana untuk membentuk kesan baik atau citra positif perusahaan dalam pandangan publik. Watson dan Lanis &amp; Richardson yang menyebutkan bahwa suatu perusahaan yang memiliki taraf CSR yang tinggi maka cenderung mempunyai keinginan menghindari pajaknya rendah. Upaya untuk menghindari pajak yang dilakukan oleh perusahaan adalah salah satu bentuk tindakan perusahaan yang kurang memiliki tangung jawab sosial kepada masyarakat atau publik, sebab bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dimulai dengan memberi sumbangsih kepada publik lewat pajak yang dibayarkan kepada pemerintah. Studi yang dijalankan Dharma &amp; Noviari membuktikan bahwa CSR berdampak negatif dan nyata terhadap penghindaran pajak.</p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sub sektor barang dan konsumsi yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020. Perusahaan barang dan konsumsi adalah perusahaan yang menghasilkan barang dan konsumsi di mana setiap waktunya produk-produk tersebut selalu dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini tentunya dapat diasumsikan bahwa perusahaan tersebut mempunyai potensi yang tinggi dalam melakukan praktik <italic id="_italic-31">tax avoidance</italic> karena adanya keuntungan yang besar yang diperoleh setiap tahunnya.</p>
      <p id="_paragraph-18">Suatu perusahaan dapat diidentifikasi melakukan penghindaran pajak berdasarkan nilai pajak yang dibayarkan lebih kecil daripada laba sebelum pajak (CETR&lt;1). Jika laba sebelum pajak lebih kecil daripada pajak yang dibayar maka perusahaan tidak akan membayar pajak. Contoh CETR yang nilainya kurang dari satu (nilai pajak yang dibayarkan lebih kecil daripada laba sebelum pajak) dapat dilihat pada salah satu perusahaan barang dan konsumsi MYOR tahun 2016-2018, yang memiliki nilai CETR di bawah 1, yaitu 0,290 di tahun 2016, 0,269 di tahun 2017, 0,304 di tahun 2018.</p>
      <p id="_paragraph-19">Mengacu pada teori dan riset penelitian terdahulu, dapat dinyatakan bahwa komisaris independen, komite audit, dan CSR mempunyai pengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Namun, disisi lain, masih terdapat penelitian yang memiliki hasil yang berbeda. Riset Masrurroch et al menyebutkan bahwa komisaris independen berdampak positif signifikan terhadap penghindaran pajak. Sedangkan studi yang dijalankan oleh Purbowati membuktikan bahwa komisaris independen dan komite audit tidak berdampak kepada <italic id="_italic-32">tax avoidance</italic>. Studi Setiawati dan Hadi membuktikan bahwa <italic id="_italic-33">corporate social responsibility</italic> berdampak positif terhadap penghindaran pajak. Hal tersebut berarti bahwa sejumlah penelitian terdahulu masih memiliki hasil penelitian yang belum konsisten, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian lanjutan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-20">Penelitian ini merupakan riset kuantitatif. Variabel dependen pada riset ini yakni <italic id="_italic-34">tax avoidance</italic><italic id="_italic-35">. </italic>Variabel ini diproksikan dengan <italic id="_italic-36">Cash Effective Tax Rate </italic>(CETR) . Penelitian ini menggunakan 3 variabel independen yakni komisaris independen dengan rumus , komite audit dengan rumus , dan CSR dengan rumus . Populasi yang dipergunakan pada studi ini ialah perusahaan manufaktur yang beroperasi pada sub sektor barang dan konsumsi yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020. Jumlah populasi riset ini yakni 41 perusahaan. Teknik <italic id="_italic-37">sampling</italic> yang dipergunakan pada riset ini yakni <italic id="_italic-38">purposive sampling</italic>, maksudnya perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel riset ini pemilihannya menggunakan sejumlah kriteria yang sudah dibuat :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Eliminasi</title>
          <p id="_paragraph-22" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d582d32c7d6264cc1dc4305d82dad426">
              <td id="table-cell-7660a6b76545c815da0e6d84e050cd80">No</td>
              <td id="table-cell-c87d42125189ecb5606c97956dd359c6">Kriteria Eliminasi </td>
              <td id="table-cell-0375b0980199e695828a86e80e928a22">Jumlah </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9696fa7e9921aae6b34bafe12d6866ea">
              <td id="table-cell-c024918e3d11ac474f124f88428023f0">1</td>
              <td id="table-cell-fb833d10ea2f7d11780aacf6cb26c777">Perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumsi yang terdaftar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sampai 2016-2020</td>
              <td id="table-cell-75989384a71b15a6b35dff1d8c40bab0">41</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3d3269672b2be63d9b066d86ef7bdd48">
              <td id="table-cell-214eb14ab377b5efd085dfff3a609bb9">2</td>
              <td id="table-cell-8b87f94ceac8a2588ed8e5d84ffddc1a">Perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumsi yang terdaftar yang menyampaikan laporan keuangan secara tidak konsisten dari tahun 2016-2020</td>
              <td id="table-cell-ee6dfd1ad0b910431bf5e4d58ecbbb6b">(4)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1efd0ff5c6af92212fcfed444e58a886">
              <td id="table-cell-6c30e5250f48db75d0e5d9d7792719bc">3</td>
              <td id="table-cell-c3b4bd0743e128f8d0b509fa5d39aa4e">Perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumsi yang terdaftar yang menyampaikan laporan keuangan dalam bentuk mata uang asing (non rupiah) dari tahun 2016-2020</td>
              <td id="table-cell-98366a411ef79f23b9c53f4e6f3af6a7">(3)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a8a1dadfe7fdc011f40a1c62995f3c37">
              <td id="table-cell-626a9ecee22ac519e368d0fe884cf283">4</td>
              <td id="table-cell-7c86fc11989bda624d0d31bbd69c4768">Perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumsi yang terdaftar yang laba sebelum pajaknya pada tahun 2016-2020</td>
              <td id="table-cell-928185d61d4107e6bfe29395ab7bb38e">(13)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8be5f746648c98a31924ff5069df8ef3">
              <td id="table-cell-7e4472bd1973a9c4dfff4e5dcf71705b" colspan="2">Total sampel</td>
              <td id="table-cell-3e18bf04ab6fed05e4afebb46eead3ae">21</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-60e55dd8ac9287470a8058e640ee55fe">
              <td id="table-cell-a509e606199dd8d3683957ff46c9d0de" colspan="2">Periode (2016-2020)</td>
              <td id="table-cell-fca5a9655b4e74d64f67a4738eed9dd2">5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-02e7b9cc7afbebf41ef3b6385df84715">
              <td id="table-cell-9f201eddc3dcf2198b9e593fed6062d4" colspan="2">Jumlah data</td>
              <td id="table-cell-c9b09f7f05ad7318cca6f54f05045601">105</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-23">Jenis data riset ini yakni kuantitatif. Data yang dipergunakan pada studi ini yakni data sekunder. Data sekunder yang dipergunakan pada studi ini ialah <italic id="_italic-39">financial report</italic> tahunan yang didalamnya mencakup <italic id="_italic-40">financial report</italic> perusahaan barang dan konsumsi yang telah terbuka. Data sekunder ini didapatkan dari data base BEI yang ada ICMD (<italic id="_italic-41">Indonesia Capital Market Directory</italic>), serta website perusahaan industri barang dan konsumsi melalui Galeri Bursa Efek Indonesia yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Metode pengumpulan data memakai dokumentasi yakni mengacu pada <italic id="_italic-42">financial report</italic> perusahaan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji data panel.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-1a556e750a20d2156dea7b23b3a24e3e">A. Hasil Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-24">
        <italic id="_italic-43">Statistik deskriptif data penelitian</italic>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Statistik Deskriptif Data Penelitian</title>
          <p id="_paragraph-26" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c143818c3dce008eb71d5bec4b0e1ba5">
              <td id="table-cell-fc6f0a8c31fcd79de3fd41429a658a0b" />
              <td id="table-cell-9d1f8d07a711b8b66eaa67aac7bb2487">N</td>
              <td id="table-cell-cb13405bef2a897e499d6a01ec7537ce">Minimum</td>
              <td id="table-cell-28bd4a9db7882c8ef3b11c9aa7ff54b0">Maximum</td>
              <td id="table-cell-94980f9f53e247dbfbb35787936a1fa4">Mean</td>
              <td id="table-cell-534b4b3be39375415fd4f51b033ade7f">Std. Deviation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2431e68f6fb35fcc9f91a585aa0aa738">
              <td id="table-cell-d93da0db39bb31b0ac3a768273437b10">Komisaris independen (KI)</td>
              <td id="table-cell-7c18350d43e477c16c0e91a73ff0364c">105</td>
              <td id="table-cell-50e6e7245f7b3a012dea0343963ce70f">0,333</td>
              <td id="table-cell-6856c2ae18ffcd6f5374c2d84fc91093">1,000</td>
              <td id="table-cell-7e8b6ffc3de6be866d91a80c1faa1dab">0.467</td>
              <td id="table-cell-be6138ee98714f96d097a8fdbf5a3424">0,164</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7123999f955d6d2c4af5a7f59dd2bc90">
              <td id="table-cell-7a0ae666a6ede2817a2fcc6266edc6b6">Komite Audit (KA)</td>
              <td id="table-cell-dfa1aaa10e3ee1bd80822ad77f0671bb">105</td>
              <td id="table-cell-aff90d51778931eb16c6ce96b2ac9354">0,333</td>
              <td id="table-cell-aedaae113f7616f305eefe121722baca">0,666</td>
              <td id="table-cell-5781c6ddc9e498f1a562a15e2193cf92">0.494</td>
              <td id="table-cell-dc6fab675d72b089fbaa5521a6cfd376">0,158</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd21c4d175f0bfe95875290365e3997b">
              <td id="table-cell-b0ce1d4762d8b0f80d320de3bc4c96df">Corporate Social Responsibility (CSR)</td>
              <td id="table-cell-094892df8f8ebcc1263e865eeba3c4d6">105</td>
              <td id="table-cell-96a20c560f18051193510b54bdd20a7a">0,063</td>
              <td id="table-cell-dda679b7c5da82ab5e7319920242faec">0,696</td>
              <td id="table-cell-641c7feec29f501dbdb33bb2db55ea81">0.239</td>
              <td id="table-cell-8e4144fcd5b805e34e1fece58d8fbd73">0,172</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-34ddd372b1f51c15717aa47abc523fed">
              <td id="table-cell-76f89b9440cf00dfe536c33295583501">Tax Avoidance (TA)</td>
              <td id="table-cell-986ab5c570b8ad04b15e6d92d7901daa">105</td>
              <td id="table-cell-efcf60a039c25c39e67b9480b704ae4c">0,111</td>
              <td id="table-cell-fd5af512b19299455fe3c7c8087da4b1">0,815</td>
              <td id="table-cell-ea9ad00cc28fd877b9fa4cbf7e5af494">0.287</td>
              <td id="table-cell-e1dec06512b72114ea5f17ff64383c6d">0,107</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-27">
        <italic id="_italic-50">Uji asumsi klasik</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-08bf1eeaddff04acac46f4a06fccc9b4">
        <italic id="italic-367cde1f2b99dff27145a8436e56db70">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-28"><bold id="_bold-15">Gambar 1</bold>. Hasil Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-29">Nilai Probabilitas JB<sub id="_subscript-1">hitung</sub> sebesar 0,128 &gt; 0,05 maka H<sub id="_subscript-2">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-3">1</sub> diterima yang artinya data yang digunakan berdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-30">
        <italic id="_italic-51">Uji multikolinieritas</italic>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="_paragraph-32" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f2e5ec6d02987cda2df7767d0e7c3448">
              <td id="table-cell-9a50c0cd31ae24ea26fd676ee568df1b">Variabel</td>
              <td id="table-cell-940ca3dfac9942f38f7b3e20d5d69452">Centered VIF</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd23e3aa6dbf1c524da3c5f53e38d2df">
              <td id="table-cell-780190384e8f97447619f23b533a382a">C</td>
              <td id="table-cell-0bbf915bbb3eb2c24209256a4c9e17f2">NA</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-082304a2e24eb7f516833dfc20b0c0bc">
              <td id="table-cell-6daa8fdb379f73a11f7aec7de9af0a19">KI</td>
              <td id="table-cell-96019d30a2f2b3fddb23624e4ca10410">1,007</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-83c21b53dd325b2a8a4b66866ef68362">
              <td id="table-cell-b3df4a47a74e76a5c021a2f382135e8e">KA</td>
              <td id="table-cell-343a597ce202b4fddd34109c171c7f44">1,006</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0ecced950f26a7bf9b19a810ec1d1e0a">
              <td id="table-cell-ae7459835ae6ece8b6b58e8e6e23ed86">CSR</td>
              <td id="table-cell-0717b71e7f7812534cbfa8618e849ceb">1,001</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-33"><italic id="_italic-52">Centered VIF</italic> untuk variabel KI 1,007 &lt; 10, KA 1,006 &lt; 10, dan CSR 1,001 &lt; 10 maka H<sub id="_subscript-4">0</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-5">1</sub> ditolak yang artinya masing-masing variabel tidak ada gejala multikolinieritas.</p>
      <p id="_paragraph-34">
        <italic id="_italic-53">Uji heteroskedastisitas</italic>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Uji Heteroskedastisitas</title>
          <p id="_paragraph-36" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-83054e037da2661e7f507cab6c31711b">
              <td id="table-cell-cbf1a0695c96adbbaf2b3ff47d42d21a" />
              <td id="table-cell-c27d5c794b75d22b2d3036cc302abfda"> Value </td>
              <td id="table-cell-a81f697e7ca500497fd7a5c608e2dcfa"> df </td>
              <td id="table-cell-cdd9f7f0f7d7c5ffdb2a38e0c640062f"> Probability </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0d671c224ae7c89cd2b1df1499dfa8d2">
              <td id="table-cell-b5b16352152fbd2e0420fa0239738572">Likelihood ratio</td>
              <td id="table-cell-a99cc578e1aa2d50897b46267cddb9c2">22.49609</td>
              <td id="table-cell-9f2635449728ac86302de8712a0c2fab">21</td>
              <td id="table-cell-14aa6029336048d880f42c308fb4f5e8">0.3714</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Nilai <italic id="_italic-58">probability </italic>uji heteroskedastisitas adalah 0,3714, yang artinya lebih besar dari 0,05 maka H<sub id="_subscript-6">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-7">1</sub> diterima yang artinya tidak ada gejala heteroskedastisitas.</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <italic id="_italic-59">Uji autokorelasi</italic>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Uji Autokorelasi</title>
          <p id="_paragraph-40" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-15408e1fd6e572b24395be839f8774f7">
              <td id="table-cell-19ac8dae8bbb9ea8b8d6ba97daa027af">DU</td>
              <td id="table-cell-7fa2daf9688dded0b7043a234435bb1b">1,7411</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2ea31f25613b7710a3496712fbcc3059">
              <td id="table-cell-42bc509f96be0ddea0b70b2b2d58b91e">4-Du</td>
              <td id="table-cell-a673215327be61a1f8b5ac259a3f07ed">2,2589</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-988a6ea0c8477f193909a6619c1a7222">
              <td id="table-cell-ceb2fd8ab3c58a12275de072dc70d6ec">DW</td>
              <td id="table-cell-a1793fc6b5f8554a909be57373178b43">2,203</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Nilai 1,7411&lt;2,203&lt;2,2589 atau Du&lt; DW&lt;4-Du, maka H<sub id="_subscript-8">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-9">1</sub> diterima yang artinya tidak ada gejala autokorelasi.</p>
      <p id="_paragraph-42">
        <italic id="_italic-60">Uji regresi linier berganda data panel</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">Pemilihan model antara <italic id="_italic-61">common effect </italic>dan <italic id="_italic-62">fixed effect</italic></p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Chow</title>
          <p id="_paragraph-45" />
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f13e2790ddf0a918803da86625ffc0e3">
              <td id="table-cell-1b08d547f368fea7a8fdd3467b11df13">Effects Test</td>
              <td id="table-cell-631948b5a9db217a6e9124f07915d59e">Statistic</td>
              <td id="table-cell-9a7a977cfda89135845eb32afbb43282">d.f.</td>
              <td id="table-cell-2accc9ca0c66b5f8c89074281067fe73">Prob.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c6099790c832fab59fdf6b4a3ee3d86c">
              <td id="table-cell-bc8de0235634596f87998420d5e07b9f">Cross-section F</td>
              <td id="table-cell-d6e6d5f62112669ad938f536ebf8136d">15,460</td>
              <td id="table-cell-5724aafdccd3d73c7d2d01dc1d69b346">(20,81)</td>
              <td id="table-cell-fda28066fca6c8dfcc85ea6c02a64cb3">0.0000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-95ddd0825d1084240cb85253290a576f">
              <td id="table-cell-e4d5dd38d27bcbb5ff7a9a1a2f0d5cce">Cross-section Chi-square</td>
              <td id="table-cell-490a49a79283eeea5554ab2a06da8894">165,083</td>
              <td id="table-cell-0778fbbd07dec4b672efcbca3122adb7">20</td>
              <td id="table-cell-060cc0b2435f65b70021e1f532735b4e">0.0000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-46">Nilai probabilitas sebesar 0,000 &lt; 0,05 maka H<sub id="_subscript-10">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-11">1</sub> diterima yang artinya <italic id="_italic-65">Chow Test </italic>memilih <italic id="_italic-66">Fixed Effect</italic> sebagai estimasi model terbaik pada regresi data panel.</p>
      <p id="_paragraph-47">Pemilihan model antara <italic id="_italic-67">Random Effect</italic> dan <italic id="_italic-68">Fixed Effect</italic></p>
      <table-wrap id="_table-figure-7">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>Uji Hausman</title>
          <p id="_paragraph-49" />
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f076dd458cdaebed1771bd8d745b4cfa">
              <td id="table-cell-aef04dde3ed66b23f81fcc4f77db0174">Test Summary</td>
              <td id="table-cell-e3163b1fcdc2be08f34197da41e4f747">Chi-Sq. Statistic</td>
              <td id="table-cell-dbfc98fcfbd47ffe5eae623888480442">Chi-Sq. d.f.</td>
              <td id="table-cell-9be3a03bc821739e094a736f619d416a">Prob.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c741fbccda98167a51e2d33812f9f6e3">
              <td id="table-cell-484044734e8be6bdf93307d51cd81a3a">Cross-section random</td>
              <td id="table-cell-067520478252e603f09a4ebbfd566623">97.881</td>
              <td id="table-cell-2ee3821d793bf6715ff651f84bba1f99">3</td>
              <td id="table-cell-4fdb3495c3f9366fb30398e35aeecc09">0.0000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-50">Nilai probabilitas <italic id="_italic-69">Chi-Square</italic> sebesar 0,000 &lt; 0,05 maka maka H<sub id="_subscript-12">0</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-13">1 </sub>ditolak yang artinya <italic id="_italic-70">Hausmant Test </italic>memilih <italic id="_italic-71">fixed effect</italic> sebagai estimasi model terbaik pada regresi data panel.</p>
      <p id="_paragraph-51">
        <italic id="_italic-72">Uji kelayakan model</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-52">Uji f</p>
      <table-wrap id="_table-figure-8">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title>Uji F</title>
          <p id="_paragraph-54" />
        </caption>
        <table id="_table-8">
          <tbody>
            <tr id="table-row-fd4683172963e678abefd6573e3569a2">
              <td id="table-cell-2b2122f4c1f98c49efaf69e96803c2f2">F-Statistic</td>
              <td id="table-cell-189412c65befec82524d381d8d960043">18,716</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eaab6b583318f464ec5f4c549563d1e6">
              <td id="table-cell-64307cea0458284e44dd62653f2e1ec7">Prob(F-statistic)</td>
              <td id="table-cell-b5abe8d8eef148d2241f93ce8ad8db8a">0,000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-55">Nilai probabilitas atau signifikansi kurang dari 0,05, maka H<sub id="_subscript-14">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-15">1 </sub>diterima. Artinya secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari komisaris independen, komite audit, dan <italic id="_italic-73">Corporate Social Responsibility </italic>berpengaruh signifikan terhadap variable bebas, yakni <italic id="_italic-74">tax avoidance</italic> dan menjukkan bahwa model dalam penelitian ini layak untuk digunakan.</p>
      <p id="_paragraph-56">Koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-5">2</sup>)</p>
      <table-wrap id="_table-figure-9">
        <label>Table 9</label>
        <caption>
          <title>Koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-6">2</sup>)</title>
          <p id="_paragraph-58" />
        </caption>
        <table id="_table-9">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5bdf00df15c810ebb57962a321f9d96a">
              <td id="table-cell-7bee1462d2c7c710c989146dae4d63e0">R-Squared</td>
              <td id="table-cell-0730f02c2af23f3bdc2226e3a1fb3d3f">0,842</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-59">Nilai Koefisien Determinasi atau <italic id="_italic-75">R-Squared (R</italic><sup id="_superscript-7"><italic id="_italic-76">2</italic></sup>) sebesar 0,814. Hasil tersebut terbilang tinggi karena ada faktor lain di luar variabel penelitian yang berpengaruh terhadap <italic id="_italic-77">tax avoidance</italic> (CETR). Hal di atas menunjukkan bahwa <italic id="_italic-78">tax avoidance</italic> (CETR) dapat dijelaskan oleh komisaris independen, komite audit, <italic id="_italic-79">corporate social responsibility</italic> sebesar 0,842 atau 84,2%. Sedangkan sisanya (100%-84,2%=15,8%) sebesar 15,8% menunjukkan bahwa <italic id="_italic-80">tax avoidance</italic> (CETR) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-60">
        <italic id="_italic-81">Uji hipotesis</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-61">Persamaan Regresi Linier Berganda</p>
      <table-wrap id="_table-figure-10">
        <label>Table 10</label>
        <caption>
          <title>Regresi Linier Berganda</title>
          <p id="_paragraph-63" />
        </caption>
        <table id="_table-10">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0fe43fd94cb6a50431e74075b9b9184a">
              <td id="table-cell-8ba131ebda4041929beda8e1a1705e1f">Variabel</td>
              <td id="table-cell-b1b84d4aac67d0ebc1b8a4fec33282b3">Koefisien</td>
              <td id="table-cell-b299790a9f4eac5b7045beb7c57af66f">Std. Error</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-27c451976ea3244ddfe9ceed72a9a7fa">
              <td id="table-cell-1976dd36fb16d477d8fe32f7d4057fdd">C</td>
              <td id="table-cell-929e5e1723506107e789664a1bab97bb">-0,944</td>
              <td id="table-cell-5aa27fa2b7b4d57f8c393a402b5a698a">0,191</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5f1594ad59ba7d42272d1b7e6c2a2c32">
              <td id="table-cell-65ad2f83d09600192ed394ccb10f6ba1">KI</td>
              <td id="table-cell-0a1d9a99060f33accbbbc8eb946de51b">0,036</td>
              <td id="table-cell-f75220cf5d1c0dbc3dc1614a49e4e84e">0,228</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-51a94efac6d6c0b7ae80ca5cb953c81a">
              <td id="table-cell-4957d699135e25eaa024fe3a5a2ee1aa">KA</td>
              <td id="table-cell-aaa39a8f2cbd8cf4ac5780b2b8fe820d">0,04</td>
              <td id="table-cell-320c65932366b721a73bb60b26c38c3e">0,146</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d1a2ff885a68a81e6d95d8e20b5040cf">
              <td id="table-cell-0b1cf148080d84a9b6b34b12a6769250">CSR</td>
              <td id="table-cell-c938c45b92fc04cdaa709937a25fac1b">4,99</td>
              <td id="table-cell-9352df2161f61c0aef514cab61756179">0,505</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-64">Hasil analisis regresi linier berganda di atas, maka persamaan regresi dapat ditulis sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-65">Y = -0,944 + 0,036 X<sub id="_subscript-16">1</sub> + 0,04 X<sub id="_subscript-17">2</sub> + 4,99 X<sub id="_subscript-18">3</sub></p>
      <p id="_paragraph-66">Konstanta sebesar -0,944 artinya jika X1 (komisaris independen), X2 (komite audit), dan X3 (<italic id="_italic-82">Corporate Social Responsibility</italic>) nilainya adalah 0, maka besarnya Y (<italic id="_italic-83">Tax avoidance</italic>) nilainya sebesar 0,944. Koefisien Regresi komisaris independen (β1) sebesar 0,036 artinya setiap peningkatan X1 (komisaris independen) sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan Y (<italic id="_italic-84">Tax avoidance</italic>) sebesar 0,036 satuan, dengan asumsi <italic id="_italic-85">independent variable</italic> lain nilainya tetap. Koefisien Regresi komite audit (β2) sebesar 0,04 artinya setiap peningkatan X2 (komite audit) sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan Y (<italic id="_italic-86">Tax avoidance</italic>) sebesar 0,04 satuan, dengan asumsi <italic id="_italic-87">independent variable</italic> lain nilainya tetap. Koefisien Regresi <italic id="_italic-88">Corporate Social Responsibility</italic> (β3) sebesar 4,99 artinya setiap peningkatan X3 (<italic id="_italic-89">Corporate Social Responsibility</italic>) sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan Y (<italic id="_italic-90">Tax avoidance</italic>) sebesar 4,99 satuan, dengan asumsi <italic id="_italic-91">independent variable</italic> lain nilainya tetap.</p>
      <p id="_paragraph-67">Uji t</p>
      <table-wrap id="_table-figure-11">
        <label>Table 11</label>
        <caption>
          <title>Uji t</title>
          <p id="_paragraph-69" />
        </caption>
        <table id="_table-11">
          <tbody>
            <tr id="table-row-05550ae607f4e6ece83655aba42d45dc">
              <td id="table-cell-e8717920483174841fa75b786227b2b1">Variabel</td>
              <td id="table-cell-2cf73171e03f27b54cd5a20e4d17f088">t-Statistic</td>
              <td id="table-cell-ff9e96dc545c1b317a9d06d70fdc68c4">Prob</td>
              <td id="table-cell-cf12c039aad1a477935ce30571baec43">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c959c790e9f5986188069b2a07bcff42">
              <td id="table-cell-77eccfe3914ed612a09bb1c4bcfcc876">C</td>
              <td id="table-cell-425d43dba66f505d39d5913bb4c7c20e">-4,939</td>
              <td id="table-cell-2c439b5101b719e66ab684e2bd2f4478">0,000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-68a4ae4306a2044fb0870998486ebefb">
              <td id="table-cell-7fa783885a043e4829e5138db670b784">KI</td>
              <td id="table-cell-bc456ee5d23d4e591b5302b0abf70b38">0,158</td>
              <td id="table-cell-6196e43aafe0bb57fbeee33bf6f70583">0,875</td>
              <td id="table-cell-33ea9a6d41478f05a1f5260e3fab822c">Tidak Signifikan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-29903581596cdbd5696566e31094130f">
              <td id="table-cell-80a729443f4043d14530a3e01de514c1">KA</td>
              <td id="table-cell-79c4f5431fd4af8db047cd33602b1dde">0,272</td>
              <td id="table-cell-19fdb7e2e55bcfc3433fee57b23e745b">0,786</td>
              <td id="table-cell-600dbb2885ea472c2eb0dbedd48aede9">Tidak Signifikan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-130994d68163eaff12c9632dcfd94379">
              <td id="table-cell-978b1e92664ae99a0e8f4fb5f0b5e45b">CSR</td>
              <td id="table-cell-24e70396b4d2064724417862376794db">9,875</td>
              <td id="table-cell-54af1538dfedb600914c995e78778e78">0,000</td>
              <td id="table-cell-f19ec62d3f689ea5ddc05a43d9b1389a">Signifikan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-70">Pada variabel komisaris independen nilai signifikan sebesar 0,875 &gt; 0,05 maka H<sub id="_subscript-19">0</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-20">1</sub> ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh signifikan pada variabel komisaris independen terhadap variabel <italic id="_italic-92">tax avoidance</italic>. Pada variabel komite audit nilai signifikan sebesar 0,786 &gt; 0,05 maka H<sub id="_subscript-21">0</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-22">1</sub> ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh signifikan pada variabel komite audit terhadap variabel <italic id="_italic-93">tax avoidance</italic>. Pada variabel <italic id="_italic-94">Corporate Social Responsibility </italic>(CSR) nilai signifikan sebesar 0,000 &lt; 0,05 maka H<sub id="_subscript-23">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-24">1</sub> diterima yang artinya terdapat pengaruh signifikan pada variabel <italic id="_italic-95">Corporate Social Responsibility </italic>(CSR) terhadap variabel <italic id="_italic-96">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="paragraph-fe2aa8fe2cbd075450164d8dc400786f">B. Pembahasan</p>
      <p id="_paragraph-71">
        <italic id="_italic-97">Pengaruh </italic>
        <italic id="_italic-98">komisaris independen</italic>
        <italic id="_italic-99">terhadap </italic>
        <italic id="_italic-100">tax avoidance</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">Hasil analisis menunjukkan bahwa komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-101">tax avoidance</italic>. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amaliyah &amp; Rachmawati yang membuktikan bahwa proporsi komisaris independen berpengaruh signifikan negatif terhadap penghindaran pajak.</p>
      <p id="_paragraph-73">Akan tetapi ini sesuai dengan hasil penelitian Merslythalia dan Lasmana bahwa komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Hal ini dikarenakan banyak atau sedikitnya proporsi komisaris independen di suatu perusahaan tidak menjamin bahwa komisaris independen dapat menghindari tindakan tax avoidance.</p>
      <p id="_paragraph-74">Alasan tidak berpengaruhnya komisaris independen terhadap <italic id="_italic-102">tax avoidance</italic> dalam penelitian ini dikarenakan keberadaan dewan komisaris independen tidak efektif dalam usaha pencegahan tindakan <italic id="_italic-103">tax avoidance</italic>. Kontribusi komisaris independen dalam mencegah terjadinya konflik kepentingan masih kurang maksimal dalam mencegah pengindaran pajak. Penambahan anggota komisaris independen pada perusahaan selama ini cederung hanya untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan, sebagaimana diketahui jumlah proporsi komisaris independen bersifat voluntary bukan mandatory sementara pemegang saham mayoritas masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan komisaris tidak meningkat. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa komisaris independen berpengaruh terhadap <italic id="_italic-104">tax avoidance</italic> tidak terbukti.</p>
      <p id="_paragraph-75">Pengaruh komite audit terhadap <italic id="_italic-105">tax avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-76">Hasil analisis menunjukkan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-106">Tax Avoidance</italic>. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugraheni &amp; Pratomo yang membuktikan bahwa komite audit memiliki pengaruh signifikan dan memiliki arah negatif terhadap <italic id="_italic-107">tax avoidance</italic> secara parsial.</p>
      <p id="_paragraph-77">Akan tetapi ini sesuai dengan hasil penelitian Purbowati yang membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara komite audit terhadap <italic id="_italic-108">tax avoidance</italic>. Hal ini menunjukkan bahwa besar kecilnya jumlah anggota komite audit tidak memberikan jaminan dapat melakukan intervensi dalam peran penentuan kebijakan besaran tarif pajak dalam perusahaan. Serta penelitian Adhelia menyatakan bahwa banyaknya jumlah komite audit dalam perusahaan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap upaya penghindaran pajak.</p>
      <p id="_paragraph-78">Alasan mengapa komite audit tidak berdampak kepada tax avoidance dalam penelitian ini karena kecenderungan perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak bukan dari jumlah banyaknya komite audit melainkan dari kualitas kerja yang dilakukan oleh anggota komite audit itu sendiri. Ada kemungkinan komite audit kurang berkontribusi dalam menjalankan suervisi dan mendukung dewan komisaris. Kurangnya kontribusi dari komite audit menyebabkan manajemen tidak dapat menghasilkan informasi yang berkualitas dan kurang dapat melakukan kontrol (pengendalian) untuk meminimalisir terjadinya konflik kepentingan di perusahaan, salah satunya adalah penghindaran pajak. Dalam riset ini besar kemugkinan komite audit cenderung bersikap netral, maka jumlah komite audit di dalam perusahaan tidak memberikan jaminan bahwa perusahaan tidak melakukan <italic id="_italic-109">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-79">Pengaruh <italic id="_italic-110">corporate social responsibility</italic> terhadap <italic id="_italic-111">tax avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-80">Hasil analisis menunjukkan bahwa <italic id="_italic-112">Corporate Social Responsibility </italic>berpengaruh negatif signifikan terhadap <italic id="_italic-113">tax avoidance</italic>. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tiarawati serta Dharma &amp; Noviari, bahwa CSR berpengaruh negatif terhadap <italic id="_italic-114">tax avoidance</italic>. Semakin tinggi <italic id="_italic-115">Corporate Social Responsibility</italic> maka semakin rendah <italic id="_italic-116">tax avoidance.</italic></p>
      <p id="_paragraph-81">Pengungkapan informasi CSR dilakukan perusahaan sebagai wujud perhatian perusahaan untuk membina hubungan baik dengan pemerintah melalui ketaatannya dalam pembayaran pajak. Menurut Setiadji berkaitan dengan hal tersebut perusahaan beranggapan bahwa dalam pengungkapan CSR, perusahaan memiliki dua beban yang sama yaitu beban pajak dan beban CSR . Pemerintah seharusnya mengkaji ulang mengenai pemotongan pajak bagi perusahaan yang melakukan CSR agar pengungkapan CSR dapat efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat. Perusahaan mulai mencari cara untuk meminimalkan beban pajak perusahaan melalui kegiatan <italic id="_italic-117">tax avoidance</italic> untuk mengurangi pajak yang ditanggung perusahaan. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan celah yang ada dalam peraturan perpajakan dengan cara memark-up biaya CSR sehingga semua biaya yang dikeluarkan untuk program CSR dapat dibebankan sebagai biaya yang dapat mengurangi laba kena pajak. Apabila perusahaan menggunakan celah tersebut untuk menghindari pajak bisa dikatakan bahwa aktivitas CSRnya tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana CSR dapat mempengaruhi <italic id="_italic-118">tax avoidance</italic> agar kita tidak salah menilai tindakan mana yang menyertai aktivitas <italic id="_italic-119">tax avoidance</italic> atau benar benar ingin bertanggung jawab dalam tujuan lainnya. Semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan maka semakin rendah tax avoidance nya. Sedangkan semakin rendah tingkat pengungkapan CSRnya maka perusahaan tersebut terindikasi melakukan <italic id="_italic-120">tax avoidance</italic>. Jadi apabila perusahaan mengungkapan CSR dengan benar dan bertanggung jawab maka perusahaan tersebut berusaha untuk mematuhi peraturan yang berlaku dengan tidak melakukan <italic id="_italic-121">tax avoidance</italic>. Begitu pula dengan perusahaan yang hanya mengungkapan CSR untuk kepentingan perusahaannya saja dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku, maka perusahaan tersebut terindikasi melakukan <italic id="_italic-122">tax avoidance</italic>. Tindakan pengungkapan CSR yang tidak bertanggung jawab tersebut mengindikasikan bahwa CSR pada perusahaan tersebut buruk. Begitu juga sebaliknya pengungkapan CSR yang dilakukan secara benar dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku mengindikasikan bahwa CSR pada perusahaan tersebut baik</p>
      <p id="_paragraph-82">Pengaruh komisaris independen, komite audit, dan <italic id="_italic-123">corporate social responsibility</italic> terhadap <italic id="_italic-124">tax avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-83">Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh Komisaris Independen, Komite Audit, dan <italic id="_italic-125">Corporate Social Responsibility</italic> terhadap <italic id="_italic-126">Tax Avoidance</italic> berpengaruh negatif signifikan terhadap <italic id="_italic-127">tax avoidance</italic> secara simultan. Jika suatu perusahaan memiliki komisaris independen dan komite audit yang banyak dan <italic id="_italic-128">corporate social responsibility</italic>nya tinggi secara bersama-sama dalam satu waktu, maka penghindaran pajak atau <italic id="_italic-129">tax avoidance </italic>akan rendah.</p>
      <p id="_paragraph-84">Tingginya jumlah komisaris independen membuat pengawasan dari manajemen akan semakin ketat untuk meminimalisasi praktik <italic id="_italic-130">tax avoidance</italic>. Selain itu semakin tinggi jumlah dan kinerja komite audit, maka akan lebih banyak melakukan identifikasi perilaku manajer ketika melakukan <italic id="_italic-131">tax avoidance, </italic>sehingga <italic id="_italic-132">tax avoidance </italic>dapat diminimalisir. Sementara itu CSR yang tinggi mengindikasikan perusahaan yang bertanggung jawab atas operasinya, maka dari itu perusahaan akan cenderung untuk taat pajak sehingga <italic id="_italic-133">tax avoidance </italic>menurun. Dengan demikian apabila dalam suatu perusahaan terdapat komisaris independen, dan komite audit, dan <italic id="_italic-134">Corporate Social Responsibility </italic>dalam kurun waktu tertentu, maka akan terdapat perubahan pada tingkat <italic id="_italic-135">tax avoidance</italic><italic id="_italic-136">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-85">Komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-137">tax avoidance</italic> pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Komite audit tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap <italic id="_italic-138">tax avoidance</italic> pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. <italic id="_italic-139">Corporate Social Responsibility</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-140">tax avoidance</italic> pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Komisaris independen, komite audit, dan <italic id="_italic-141">Corporate Social Responsibility</italic> berpengaruh secara simultan terhadap <italic id="_italic-142">tax avoidance</italic> pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>