Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3402

The Effect of Diamond Fraud on Employee Fraud Behavior in Banking


Pengaruh Fraud Diamond Terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan dalam Perbankan

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Fraud Diamond Employees Cheating Behavior

Abstract

The condition of banking companies in Indonesia and the world from year to year has experienced significant developments seen from the development of the number of customers and branch offices. But in addition to the development of banking companies today, there are several cases of fraud committed by employees by misusing company assets. This study uses indicators of pressure, opportunity, rationalization and ability. This study uses a descriptive quantitative approach where the aim is to research which includes the influence of pressure, opportunity, rationalization and ability on employee fraud behavior. Data analysis aims to simplify the processed data, making it easy to read and interpret. Data were collected by distributing questionnaires. The results showed that there was a partial effect of the variables of pressure, rationalization and ability on the fraudulent behavior of banking employees. While the opportunity variable has no influence on the fraudulent behavior of banking employees.

Pendahuluan

Teknologi dan informasi dalam dunia usaha memasuki zaman perkembangan yang begitu pesat. Tidak dapat dihindari bahwa hal ini membuat para pekerja semakin mudah untuk melakukan tindak kecurangan di dalam perusahaan.

Tendensi terjadinya kecurangan ini karena keterlibatan beberapa unsur yang terdiri dari pengungkapan fakta-fakta menyesatkan, pelanggaran aturan ataupun penyalahgunaan kepercayaan untuk melakukan penipuan atau manipulasi yang merugikan sebuah perusahaan. Salah satu perusahaan di sektor ekonomi yang rentan terhadap tindakan kecurangan oleh karyawan adalah Bank.

Fraud adalah perbuatan-perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (memanipulasi atau memberikan laporan keuangan yang salah terhadap pihak lain) dilakukan oleh orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain (Kennedy & Siregar, 2017) [1].

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan penelitian ini penulis berharap dapat menemukan dan mempelajari pengaruh fraud diamond dengan empat variabel yakni tekanan, kesempatan, rasionalisasi dan kemampuan terhadap perilaku kecurangan karyawan pada Bank BRI Unit Bangil 1 Pasuruan.

Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah karyawan pada semua divisi kerja di Bank BRI Unit Bangil 1 Pasuruan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu semua anggota poulasi dijadikan sebagai sampel.

Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan salah satu teknik Non Probability Sampling yang dalam hal ini adalah sampling jenuh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan tekniknya data primer diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan data sekunder penelitian ini diperoleh dengan giat kepustakaan, yaitu mengkaji dan mempelajari jurnal terdahulu, referensi buku, catatan selama perkuliahan dan media lain seperti artikel dan laman berita yang ada kaitannya dengan penelitian ini [2].

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik dan pengolahan datanya menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) 24.0 dengan melakukan uji statistic deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan analisis regresi berganda.

Hasil dan Pembahasan

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan mendeskripsikan perbankan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak [3].

Perusahaan perbankan dipilih karena perusahaan perbankan tergabung dalam sektor keuangan yang dianggap mewakili kasus-kasus kecurangan yang terjadi. Namun penelitian ini hanya menjadikan perusahaan perbankan sebagai objek penelitian karena bank memiliki kegiatan usaha yang lebih komplek dibanding dengan lembaga keuangan non bank.

Bank dapat melakukan kegiatan asuransi, leasing, pegadaian, tabungan, giro, dan deposito secara bersamaan. Selain itu guna mengindari industrial effectyaitu bercampurnya industri berbeda antara satu sektor industri satu dengan yang lain, sehingga tidak dapat menggambarkan objek secara akurat. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probabilitas dengan teknik samping jenuh.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dimulai sejak 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah dengan nama “Hulp en Spoarbank der inlandssche Bestuurss Ambtenaren” yang setelah beberapa kali mengalami perubahan nama kemudian resmi ditetapkan menjadi Bank Rakyat Indonesia sejak 16 Desember 1968 berdasarkan UU No.21 Tahun 1968.

Sejak tahun 1992, status BRI berubah menjadi perseroan terbatas dengan 100% kepemilikan BRI ditangan pemerintah Republik Indonesia yang kemudian pada tahun 2003, BRI melakukan Initial Public Offering (IPO) sehingga kompensasi kepemilikan saham pemerintah di BRI menjadi 56.75%, sementara sisanya sebesar 43.25% dimiliki oleh pemegang saham publik.

Sebagai bank komersial tertua, BRI konsisten memberikan pelayanan kepada segmen usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) dan hingga saat ini BRI tetap mampu menjaga komitmen tersebut ditengah kompetisi industri perbankan Indonesia.

B. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Gunawan & Sunardi, 2016) [4].

No Item Sig Pearson Correlation Keterangan
1 X1.1 0.009 0.357 Valid
2 X1.2 0.000 0.613 Valid
3 X1.3 0.000 0.644 Valid
4 X1.4 0.000 0.518 Valid
5 X1.5 0.009 0.357 Valid
6 X1.6 0.000 0.605 Valid
Table 1.Hasil Uji Validitas Variabel Tekanan (X1)

Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas variabel Tekanan (pressure)(X1) yang terdiri dari 6 item pernyataan dan seluruh item dari X1.1 – X1.6 dinyatakan valid karena r > 0.3 dengan menggunakan 53 sampel responden.

No Item Sig Pearson Correlation Keterangan
1 X2.1 0.000 0.613 Valid
2 X2.2 0.000 0.644 Valid
3 X2.3 0.000 0.478 Valid
4 X2.4 0.000 0.605 Valid
Table 2.Hasil Uji Validitas Variabel Kesempatan (X2)

Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas variabel Kesempatan (Opportunity)(X2) yang terdiri dari 4 item pernyataan dan seluruh item dari X2.1 – X2.4 dinyatakan valid karena r > 0.3 dengan menggunakan 53 sampel responden.

No Item Sig Pearson Correlation Keterangan
1 X3.1 0.000 0.524 Valid
2 X3.2 0.000 0.644 Valid
3 X3.3 0.000 0.605 Valid
4 X3.4 0.000 0.613 Valid
5 X3.5 0.000 0.644 Valid
Table 3.Hasil Uji Validitas Variabel Rasionalisasi (X3)

Berdasarkan tabel 3 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas variabel Rasionalisasi (Razionalization)(X3) yang terdiri dari 5 item pernyataan dan seluruh item dari X3.1 – X3.5 dinyatakan valid karena r > 0.3 dengan menggunakan 53 sampel responden.

No Item Sig Pearson Correlation Keterangan
1 X4.1 0.000 0.465 Valid
2 X4.2 0.013 0.340 Valid
3 X4.3 0.000 0.617 Valid
4 X4.4 0.000 0.580 Valid
5 X4.5 0.000 0.560 Valid
6 X4.6 0.000 0.644 Valid
Table 4.Hasil Uji Validitas Variabel Kemampuan (X4)

Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas variabel Kemampuan (Capability)(X4) yang terdiri dari 6 item pernyataan dan seluruh item dari X4.1 – X4.6 dinyatakan valid karena r > 0.3 dengan menggunakan 53 sampel responden.

No Item Sig Pearson Correlation Keterangan
1 Y1 0.000 0.644 Valid
2 Y2 0.000 0.518 Valid
3 Y3 0.000 0.617 Valid
4 Y4 0.000 0.621 Valid
Table 5.Hasil Uji Validitas Variabel Kecurangan Karyawan (Y)

Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas variabel Kecurangan (Fraud)(Y) yang terdiri dari 6 item pernyataan dan seluruh item dari Y1 – Y4 dinyatakan valid karena r > 0.3 dengan menggunakan 53 sampel responden.

C. Hasil Uji Reabilitas

Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Butir kuesioner dikatakan reliabel (layak) jika Cronbach’sAlpha> 0,60 dan dikatakan tidak reliabel jika Cronbach’sAlpha< 0,60 (Gunawan & Sunardi, 2016) [4].

Cronbach's Alpha N of Items
.689 6
Table 6.Hasil uji reliabilitas variabel tekanan (X1)

Berdasarkan tabel 6 diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel Tekanan (pressure) adalah sebesar 0.689 yang mana nilai tersebut menunjukkan bahwa 0.689 > 0.60 sehingga variabel Tekanan dinyatakan Reliabel.

Cronbach's Alpha N of Items
.653 4
Table 7.Hasil uji reliabilitas variabel kesempatan (X2)

Berdasarkan tabel 7 diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel Kesempatan (opportunity) adalah sebesar 0.553 yang mana nilai tersebut menunjukkan bahwa 0.653 > 0.60 sehingga variabel Kesempatan dinyatakan Reliabel.

Cronbach's Alpha N of Items
.658 5
Table 8.Hasil uji reliabilitas variabel rasionalisasi (X3)

Berdasarkan tabel 8 diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel Rasionalisasi (Rationalization) adalah sebesar 0.658 yang mana nilai tersebut menunjukkan bahwa 0.658 > 0.60 sehingga variabel Rasionalisasi dinyatakan Reliabel.

Cronbach's Alpha N of Items
.734 6
Table 9.Hasil uji reliabilitas variabel kemampuan (X4)

Berdasarkan tabel 9 diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel Kemampuan (Reliability) adalah sebesar 0.734 yang mana nilai tersebut menunjukkan bahwa 0.734 > 0.60 sehingga variabel Kesempatan dinyatakan Reliabel.

Cronbach's Alpha N of Items
.630 4
Table 10.Hasil uji reliabilitas variabel kecurangan karyawan (Y)

Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel Kecurangan (Fraud) adalah sebesar 0.630 yang mana nilai tersebut menunjukkan bahwa 0.630 > 0.60 sehingga variabel Kecurangan dinyatakan Reliabel.

D. Uji Normalitas

Uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal ataukah tidak (Hernanda dkk, 2020). Dalam pembahasan persoalan normalitas ini akan digunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnovdengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% [5].

Unstandar d ized Residual
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
Table 11.Hasil uji normalitas

Dari hasil pengujian normalitas pada gambar 1 di atas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 yang mana hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,200 > 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat normal.

E. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi atau keterkaitan antar variabel penelitian (Pambudi, 2016). Kriteria pengujian multikolinearitas adalah jika nilai VIF < 10 , maka variabel bebas tersebut tidak kolinear terhadap variabel bebas lainnya, dan sebaliknya variabel tersebut dikatakan kolinear hadap bebas lainnya jika jika nilai VIF > 10 [6].

Tolerance VIF
Tekanan .332 3.015
Kesempatan .293 3.412
Rasionalisasi .256 3.908
Kemampuan .646 1.548
Table 12.Hasil uji multikolinearitas

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 12 di atas, maka dapat diketahui nilai VIF dan Toleranceuntuk masing-masing variabel penelitian. Nilai VIF untuk masing-masing variabel bebas yaitu Tekanan sebesar 3.015 Kesempatan sebesar 3.412 Rasionalisasi sebesar 3.908 Kemampuan sebesar 1.548 yang mana semuanya adalah < 10. Sedangkan untuk nilai Tolerancenya mendekati angka 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel penelitian tidak terjadi gejala multikolinearitas.

F. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi dari suatu pengamatan ke pengamatan lain (Mokodompit, 2017) [7].

Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka terjadi homoskedastisitas (Aprilia, 2017) [8].

Supplementary Files

Gambar 1. Hasil uji heterokedastitas

Berdasarkan gambar 1 diatas, dapat diketahui bahwa titik-titik pada grafik tidak membentuk pola yang jelas serta menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga dapat itarik kesimpulan bahwa model regresi yang digunakan bebas atau tidak terjadi gejala heterokedastitas.

G. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda

Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Persamaan regresi linear berganda meliputi empat variabel independen yaitu Tekanan, Kesempatan, Rasionalisasi dan Kemampuan. Serta satu variabel dependen yaitu Perilaku Kecurangan Karyawan.

Unstandardized Coefficients
Tekanan .304
Kesempatan .099
Rasionalisasi .276
Kemampuan .157
Table 13.Hasil uji analisis regresi berganda

Berdasarkan data hasil analisis regresi diatas, dapat diartikan bahwa:

  1. Konstanta sebesar -1.868 menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas konstan maka nilai kecurangan karyawan sebesar -1.868. Dapat diartikan apabila semua variabel independen (tekanan, kesempatan, rasionalisasi dan kemampuan) dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan, maka perilaku kecurangan karyawan akan mengalami penurunan sebesar -1.868.
  2. Koefisien regresi variabel Tekanan (X1) menunjukkan nilai positif sebesar 0,304. Disimpulkan bahwa adanya pengaruh Tekanan (X1) terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y). Dengan kata lain nilai tersebut menunjukkan bahwa jika tekanan meningkat sebesar 1 satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan meningkat sebesar 0,304 dan sebaliknya jika tekanan menurun sebesar satu satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan menurun sebesar 0,304.
  3. Koefisien regresi variabel Kesempatan (X2) menunjukkan nilai positif sebesar 0,099. Disimpulkan bahwa adanya pengaruh Kesempatan (X2) terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y). Dengan kata lain nilai tersebut menunjukkan bahwa jika kesempatan meningkat sebesar 1 satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan meningkat sebesar 0,099 dan sebaliknya jika kesempatan menurun sebesar satu satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan menurun sebesar 0,099.
  4. Koefisien regresi variabel Rasionalisasi (X3) menunjukkan nilai positif sebesar 0,276. Disimpulkan bahwa adanya pengaruh Rasionalisasi (X3) terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y). Dengan kata lain nilai tersebut menunjukkan bahwa jika rasionalisasi meningkat sebesar 1 satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan menurun sebesar 0,276 dan sebaliknya jika rasionalisasi menurun sebesar satu satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan meningkat sebesar 0,276.
  5. Koefisien regresi variabel Kemampuan (X4) menunjukkan nilai positif sebesar 0,157. Disimpulkan bahwa adanya pengaruh Kemampuan (X4) terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y). Dengan kata lain nilai tersebut menunjukkan bahwa jika kemampauan meningkat sebesar 1 satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan meningkat sebesar 0,157 dan sebaliknya jika kemampaun menurun sebesar satu satuan maka perilaku kecurangan karyawan akan menurun sebesar 0,157.

H. Hasil Uji T

Uji T ini digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen (Wahyuniningtias, 2016). Dasar pengambilan keputusan dalam uji T yaitu H1 diterima dan hasilnya signifikan jika nilai T hitung > T tabel atau jika nilai Sig < 0.05. Kemudian H1 ditolak dan hasilnya tidak igifikan jik nilai T hitung < T tabel atau jika nilai Sig > 0.05 [9].

Unstandardized Coefficients Sig
Tekanan .304 .002
Kesempatan .099 .327
Rasionalisasi .276 .043
Kemampuan .157 .001
Table 14.Hasil uji signifikan parsial (uji T)

Setelah dilakukannya uji T, hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hanya variabel Tekanan (Pressure) (X1), Rasionalisasi (Rationalization) (X3), Kemampuan (Capability) (X4) yang memiliki pengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y) karena nilai T hitung > T tabel yakni 1.67722 . Sedangkan variabel Kesempatan (Opportunity) (X2) tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y) karena nilai T hitung < T tabel.

I. Hasil Uji Koefisien Determinasi R2

Uji Determinasi ini dilakukan untuk melihat dan mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen Tekanan (Pressure) (X1), Kesempatan (Opportunity)(X2), Rasionalisasi (Rationalization)(X3), Kemampuan (Capability)(X4), terhadap variabel dependen Y yaitu Perilaku Kecurangan Karyawan (Y).

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .890a .792 .775 .925
Table 15.Hasil uji koefisien determinasi

Berdasarkan tabel 15 dapat dilihat bahwa nilai AdjustedRSquare (Koefisien Determinasi) sebesar 0,775 yang mana menunjukkan bahwa variabel dependen (Y) yang mampu dijelaskan oleh variabel independen X1,X2,X3, dan X4 sebesar 77,5%. Sedangkan sisanya sebesar 22,5 % dijelaskan oleh variabel lainnya diluar dari pembahasan ini yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

1. Pengaruh Secara Parsial Tekanan (pressure) Terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pengujian hipotesis secara parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel independen Tekanan (Pressure) (X1) menunjukkan nilai T hitung sebesar 3.223 dengan signifikansi sebesar 0,002 dan T tabel (α = 0,05 ; db residual = 48) adalah sebesar 1.67722. Karena T hitung > T tabel yaitu 3.223 > 1.67722 atau nilai sig T (0,009) < α (0,05), yang berarti bahwa H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Tekanan (Pressure)(X1) berpengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y).

Penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami oleh karyawan baik itu tekanan hidup yang meliputi indikator tekanan keuangan, kebiasaan buruk dan tekanan pekerjaan dapat menjadi pemicu seseorang dapat melakukan tindakan fraud atau penyalahgunaan asset dalam perusahaan.

Meskipun hanya sebagian kecil karyawan yang melakukan tindakan fraud, tidak dapat dipungkiri pelaku ekonomi diharuskan mengetahui indikator apa saja yang dapat mempengaruhi karyawan melakukan tindakan kecurangan.

2. Pengaruh Secara Parsial Kesempatan (opportunity) Terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pengujian hipotesis secara parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel independen Kesempatan (Opportunity) (X2) menunjukkan nilai T hitung sebesar 0.990 dengan signifikansi sebesar 0,327 dan T tabel (α = 0,05 ; db residual = 48) adalah sebesar 1.67722. Karena T hitung < T tabel yaitu 0.990 < 1.67722 atau nilai sig T (0.327) > α (0.05), yang berarti bahwa H2 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kesempatan (Opportunity) (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y).

Sehingga dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini yaitu adanya kesempatan yang memberikan peluang bagi pelaku fraud tidak selalu mendukung tindakannya untuk menguntungkan diri sendiri. Namun tetap perlu diwaspadai dengan perusahaan mengambil langkah seperti adanya pengawasan lebih, mampu meminimalisir adanya kesempatan bagi para karyawan yang dapat melakukan tindak kecurangan [10].

3. Pengaruh Secara Parsial Rasionalisasi (rationalization) Terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pengujian hipotesis secara parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel independen Rasionalisasi (Rationalization)(X3) menunjukkan nilai T hitung sebesar 2.078 dengan signifikansi sebesar 0.043 dan T tabel (α = 0,05 ; db residual= 48) adalah sebesar 1.67722. Karena T hitung > T tabel yaitu 2.078 > 1.67722 atau nilai sig T (0,043) < α (0,05), yang berarti bahwa H3 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Rasionalisasi (Rationalization)(X3) berpengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y).

Pembenaran perilaku seorang karyawan yang melakukan tindak kecurangan dalam perusahaan berpengaruh karena adanya pembenaran dan pengakuan bahwa tindakan tersebut merupakan suatu tindakan yang bagaimanapun tidak dapat dibenarkan karena merupakan tindakan tercela dan tidak sepantasnya seseorang mengambil sesuatu yang bukan haknya.

4. Pengaruh Secara Parsial Kemampuan (capability) Terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pengujian hipotesis secara parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel independen Kemampuan (Capability) (X4) menunjukkan nilai T hitung sebesar 3.497 dengan signifikansi sebesar 0,001 dan T tabel (α = 0,05 ; db residual = 48) adalah sebesar 1.67722. Karena T hitung > T tabel yaitu 3.497 > 1.67722 atau nilai sig T (0,001) < α (0,05), yang berarti bahwa H4 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kemampuan (Capability)(X4) berpengaruh secara parsial terhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y).

Dapat disimpulkan bahwa sekecil apapun daya dan kemampuan dari seseorang dapat memicu niat untuk melakukan kecurangan di lingkungan perusahaan. Banyak penipuan yang tidak akan terjadi apabila tidak ada orang yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan kecurangan. Meskipun seseorang memiliki tekanan, peluang tanpa adanya kemampuan, maka kemungkinan terjadinya kecurangan akan sangat kecil. Karena sebenarnya orang melakukan kecurangan diimbangi dengan kemampuan yang dimiliki.

Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Tekanan (Pressure)(X1), Kesempatan (Opportunity)(X2), Rasionalisasi (Rationalization) (X3), dan Kemampuan (Capability) (X4) yang merupakan elemen dari teori FraudDiamondterhadap Perilaku Kecurangan Karyawan (Y) Bank BRI Unit Bangil 1 Pasuruan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 53 orang.

Berdasarkan pemaparan data hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan di bab sebelumnya, maka peneliti dapat menyimpulkan mengenai seberapa besar tingkat kecurangan yang dapat dilakukan karyawan Bank BRI Unit Bangil 1 Pasuruan melalui indikator dari keempat variabel bebas di atas adalah ecara parsial, variabel tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), rasionalisasi (rationalization)dan kemampuan (capability) berpengaruh terhadap perilaku kecurangan karyawan Bank BRI Unit Bangil 1 Pasuruan. Sedangkan variabel kesempatan (opportunity)tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan karyawan.

Terlihat bahwa semakin tinggi tingkat tekanan, rasionalisasi dan juga kemampuan karyawan dalam melakukan perilaku kecurangan,maka semakin tinggi pula tingkat kecurangan yang dapat terjadi pada perusahaan tempat ia bekerja. Hal ini didukung pula oleh tingkat keahlian karyawan dalam mengoperasikan sistem dan teknologi dalam memanfaatkan keadaan di tempat ia bekerja juga kepandaian karyawan dilihat dari latar belakang pendidikannya.

Berdasarkan pada pengalaman langsung peneliti dalam proses penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang dialami dan dapat menjadi beberapa faktor yang agar dapat untuk lebih menyempurnakan penelitian ini sendiri tentu memiliki kekurangan yang perlu terus diperbaiki dalam penelitian-penelitian kedepannya. Beberapa keterbatasan dalam penelitian tersebut yaitu jumlah responden hanya 70 orang, tentunya masih kurang untuk menggmbarkan keadaan yang sesungguhnya. Serta dalam proses pengambilan data, informasi yang diberikan melalui kuesioner terkadang tidak menunjukkan pendapat responden yang sebenarnya, hal ini terjadi karena kadang perbedaan pemikiran, anggapan dan pemahaman yang berbeda tiap responden, juga faktor lain faktor kejujuran dalam pengisian kuesioner.

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan alat uji lain atau dengan menambah variabel bebas lainnya atau dapat juga mengganti variabel terikatnya karena kecurangan terbagi menjadi 3 jenis yaitu manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan asset dan korupsi.

References

  1. Abdullah, P. M. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif (1st ed.). Aswaja Pressindo.
  2. Aksa, A. F. (2018). Pencegahan dan Deteksi Kasus Korupsi pada Sektor Publik dengan Fraud Triangle. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi (JEBA), 20(4), 2.
  3. Albar, T. M., & Fitri, F. A. (2018). Pengaruh Komitmen Organisasi, Etika Organisasi, Keadilan Kompensasi, Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Fraud (Studi Empiris Pada Skpd Pemerintah Kota Lhokseumawe). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 3(3),527–537.
  4. Aprilia, A. (2017). Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard. Jurnal ASET (AkuntansiRiset),9(1),101.https://doi.org/10.17509/jaset.v9i1.5259
  5. Barlian, E. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Vol. 4, Issue 3).Sukabina Press.
  6. Budiartini, K., Dewi, G. A. R. S., & Herawati, N. T. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Fraud Diamond (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Buleleng). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 10(2), 113–123
  7. Chrisna, Y. (2008). Analisis Sikap Nasabah Terhadap Kualitas Pelayanan diBank BRI Cabang Klaten. 1–89.
  8. http://repository.usd.ac.id/13678/2/012214137_Full.pdf
  9. Dewi, S. K., & Sudaryanto, A. (2020). Validitas dan reliabilitas kuisioner pengetahuan , sikap dan perilaku. Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (SEMNASKEP) 2020, 73–79.
  10. Faradiza, S. A. (2019). Fraud Pentagon Dan Kecurangan Laporan Keuangan. EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 2(1),https://doi.org/10.14421/ekbis.2018.2.1.1060
  11. Farida, S. N. (2017). Analisis pengaruh fraud diamond, personal attitude dan effectiveness of internal control terhadap tendensi kecurangan karyawan pada dealer otomotif di wilayah …. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9600
  12. Fatima. (2020). Artikel Ilmiah Artikel Ilmiah. STIE Perbanas Surabaya, 0–16.
  13. Fikri, M. K. (2017). Mengkaji Pendeteksian Financial Statement Fraud melalui Pendekatan Faktor Pressure, Opportunity, Rationalization, dan Capability dalam Perspektif Analisis Fraud Diamond. Tidak Dipublikasikan, 2(1),11–22.http://mand-ycmm.org/index.php/eabmij/article/view/9
  14. Fitri, F., & Nadirsyah. (2020). Pengaruh Tekanan ( Pressure ) , Kesempatan ( Opportunity ) , Rasionalisasi ( Rationalization ) , Dan Kapabilitas ( Capability) Terhadap Pengadaan Barang / Jasa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 5(1), 69–84.
  15. Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multi variate Dengan Program SPSS. 5(1).
  16. Hernanda, B. P., Puspita, D. A., & Sudarno, S. (2020). Analisis Fraud Diamond Theory terhadap Terjadinya Fraud (Studi Empiris pada Dinas Kota Probolinggo). E-Journal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 7(1), 13.
  17. https://doi.org/10.19184/ejeba.v7i1.15473
  18. Kennedy, P. S. J., & Siregar, S. L. (2017). Actors in Indonesia According to Fraud Indonesia Survey. Buletin Ekonomi FEUKI, 21(September), 50–58. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/beuki/article/view/59
  19. Marliani, M., & Jogi, Y. (2015). Persepsi Pengaruh Fraud Triangle Terhadap Pencurian Kas. 22 Business Accounting Review,3(2),1–10.
  20. Marlina, N. A., Rifa’i, A., & Surasni, N. K. (2019). Persepsi Karyawan Mengenai Pengaruh Efektifitas Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi Dan Kesesuaian Kompensansi Terhadap Kecurangan. E-Jurnal Akuntansi, 28(2), 957.https://doi.org/10.24843/eja.2019.v28.i02.p07
  21. Marzuki, I. (2019). PENGARUH KUALITAS PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN SHARIA COMPLIANCE TERHADAP FRAUD ( Studi Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2015-2018
  22. ). Skripsi, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG.
  23. Mawarni, S. (2016). Pengaruh Fraud Triangle Terhadap Financial Statement Fraud ( Studi Empiris Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ). 102–105
  24. Mokodompit, R. H. (2017). Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Fraud Pada Bank Syariah Di Indonesia.http://103.229.202.68/dspace/handle/123456789/36335
  25. Nadiro, H. (2014). Pengaruh etos kerja Islam terhadap kualitas kerja karyawan melalui kinerja: Studi pada Kantor Badan Narkotika Nasional Kota Malang. Journal of Chemical Information and Modeling, 59
  26. Ninla Elmawati Falabiba, Anggaran, W., Mayssara A. Abo Hassanin Supervised, A., Wiyono, B. ., Ninla Elmawati Falabiba, Zhang, Y. J., Li, Y., & Chen, X. (2014). 済無No Title No Title No Title. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 5(2), 40–51.
  27. Noptriyani, I. (2017). Strategi Mengatasi Terjadinya Internal Fraud pada PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Banda Aceh. https://repository.arraniry.ac.id/id/eprint/312/
  28. Pambudi, K. O. (2016). the Effect of Fraud Diamond and Technology on Fraud Tendencies of Automotive Dealerships Employees in Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB. https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/3271
  29. Pambudi, T. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan: Studi Empiris pada Auditor Internal di Perguruan Tinggi BLU dan BH di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa
  30. Yogyakarta. https://lib.unnes.ac.id/25694/
  31. Putri, A. (2012). KAJIAN : FRAUD ( KECURANGAN ) LAPORAN KEUANGAN Anisa Putri ., S . E ., M . M. Jurnal Riset Akuntansi Dan Komputerisasi Akuntansi, 2.
  32. Rahayu, S. (2020). Determinan Fraudulent Financial Reporting Melalui Pendekatan Fraud Pentagon Pada Perusahaan Yang Menerapkan ASEAN Corporate Governance Scorecard.
  33. Rasyidi, M. A. (2020). Korupsi Adalah Suatu Perbuatan Tindak Pidana Yang Merugikan Negara Dan Rakyat Serta Melanggar Ajaran Agama. Jurnal Mitra Manajemen,6(2),37–51. https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jmm/article/view/552
  34. Rizaldi, R. (2017). PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Tekstil & Garment Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014). EJurnal: Unpas, 33–56. http://repository.unpas.ac.id/28039/6/bab3fix.pdf
  35. Sari, S. T. (2016). Pengaruh Financial Stability, External Pressure, Financial Targets, Ineffective Monitoring, Rationalization Pada Financial Statement Fraud. JOM Fekon, 3(1), 664–678.
  36. Sudarmanto, E., & Utami, C. K. (2021). Pencegahan Fraud Dengan Pengendalian Internal Dalam Perspektif Alquran. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 195. https://doi.org/10.29040/jiei.v7i1.1593
  37. Sumbayak, J. (2017). Pengaruh Keadilan Organisasi, Sistem Pengendalian Intern, Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Tehadap Kecurangan (Fraud). JOM Fekon, 4(1), 3168–3182.
  38. Suprapto, W. (2017). Hubungan Sikap, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku Dan Pengetahuan Terhadap Intensi Pelaporan Kecelakaan Kerja Perawat Rawat Inap Tulip Dan Melati Di Rumah Sakit X Kota Bekasi Tahun 2016.1–120.
  39. Suryani, I. C. (2019). Analisis Fraud Diamond Dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2016 – 2018. Prosiding Seminar NasionalCendekiawan,2.https://doi.org/10.25105/semnas.v0i0.5780
  40. Vilakristiyanti. (2019). Pengaruh Fraud Diamond Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Siswa Kelas XI IPS SMA Kristen Terang Bangsa Tahun Ajaran 2018/2019 Melalui Kontrol Diri Sebagai Variabel Moderasi.
  41. Wahyuninngtias, F. (2016). Analisis Elemen-elemen Fraud Diamond Sebagai Determinan Finansial Statement Fraud Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Tesis Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/55264/19/Tesis_Fauziah_W_1-min.pdf
  42. Warsidi, Pramuka, B. A., & Suhartinah. (2018). Determinant Financial Statement Fraud: Perspective Theory of Fraud Diamond (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Perbankan di Indonesia Tahun 2011-2015). Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi (JEBA), 20(3), 1–19.
  43. Wenny Murtalining Tyas. (2017). Analisis Pengaruh Sistem Informasi Akademik Terhadap Kepuasan Layanan Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 3(2), 239–249.
  44. Widya Rizki Eka Putri. (2017). Analisis Kualitas Laba Sebelum Dan Sesudah Diterapkan Sak Adopsi Ifrs Di Indonesia Dan Implikasinya Terhadap Reaksi Investor. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 22(2), 107–120.
  45. Yuliatin. (1995). Perbankan Dalam Dimensi Konvensional Dan Syariah. Perbankan Dalam Dimensi Konvensional Dan Syariah, 27