<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pengaruh Karakter Eksekutif Dan Capital Intensity Terhadap Tax Avoidance dan Agresivitas Pajak (Studi Pada Perusahaan Jasa Sektor Property Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2019)</article-title>
        <subtitle>The Effect of Executive Character and Capital Intensity on Tax Avoidance and Tax Aggressiveness (Study on Property and Real Estate Sector Service Companies on the Indonesia Stock Exchange 2016-2019)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-235177b45695da9a102d0251424530a7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Evinka Wijayanti</given-names>
          </name>
          <email>evinkawijayantii@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2d772dd04925c01d3b20c265053cab0f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Ernandi</surname>
            <given-names>Herman Ernandi SE.,MM.,BKP</given-names>
          </name>
          <email>difal_dieys@yahoo.co.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-12-13">
          <day>13</day>
          <month>12</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Pada kondisi saat ini di mana tingkat kepercayaan kepada pemerintah berada didalam titik terendah oleh karena itu membuat wajib pajak semakin kurang percaya untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak. Namun sebagai warga negara yang baik mau tidak mau harus patuh terhadap peraturan yang berlaku, pajak juga berfungsi untuk membina kesadaran dan menumbuhkan kepedulian yang tinggi serta tanggungjawab dari masyarakat khususnya wajib pajak itu sendiri. Kesadaran membayar pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama malaksanakan kewajiban perpajakan secara legal dan benar, hal ini sesuai dengan peraturan di Indonesia yang menganut <italic id="_italic-10">Self Assessment System </italic>yaitu wajib pajak diberikan wewenang dan kepercayaan untuk menghitung menyetor dan melaporkan pajaknya sendiri. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan yang didapatkan oleh Negara maka dari itu agar tujuan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dengan ini maka upaya dari pemungutan pajak dalam negara ini harus dilakukan secara maksimal sehingga diperlukan wajib pajak yang patuh dalam melakukan kepatuhan wajib pajaknya sesuai peraturan undang-undang perpajakan yang dilakukan secara mandiri. Usaha dalam menghindari pajak merupakan bentuk ketidakpatuhan dari wajib pajak. penghindaran pajak dalam hal ini adalah upaya yang dilakukan wajib pajak untuk menghindari pajak secara tidak melakukan pelanggaran terhadap undang-undang peraturan perpajakan Hal ini dilakukan dengan cara secara legal, perusahaan menggunakan cara ini dengan cara melakukan pengurangan nya total pajak terutang yang harus dibayarkan dengan mencari kelemahan yang ada pada peraturan undang-undang perpajakan [1]. Upaya <italic id="_italic-11">tax avoidance</italic> yang dilaksanakan ini merupakan praktik yang tidak menentang aturan undang-undang pajak karena praktik tersebut dianggap memiliki hubungan dengan melakukan pemanfaatan dari undang-undang perpajakan yang memiliki celah Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar dapat memberikan keuntungan secara maksimal bagi perusahaan namun upaya penghindaran pajak ini akan mempengaruhi sektor pajak bagi penerimaan negara karena dengan memanfaatkan celah yang terdapat dalam undang-undang maka penerimaan yang diterima oleh negara dalam bentuk pajak menjadi berkurang [2]. Di samping itu Dalam praktiknya tidak selalu dapat dijalankan dan karena secara fakta unsur yang merupakan objek pajak telah diatur dalam peraturan perpajakan hal ini adanya penghindaran pajak itu sendiri tidak selalu berjalan sehingga tidak semua dapat dilakukan penghindaran pajak. Perusahaan tentu saja mengambil kebijakan penghindaran pajak dengan sesuai oleh kebijakan pengambilan keputusan yang diambil oleh para pemangku kepentingan yang ada dalam perusahaan itu sendiri. di mana adanya kepemimpinan yang terlibat di situ sebagai peran dalam mengambil kebijakan karena peran pemimpin memiliki keputusan tertinggi dalam perusahaan sehingga membentuk karakter pengambilan kebijakan yang paling utama. Risk averse atau karakteristik dapat dimiliki oleh seorang pemimpin hal tersebut dapat dilihat dari resiko perusahaan yang sedang dihadapi besar atau kecil apabila semakin tinggi Resiko yang dihadapi oleh perusahaan maka pimpinan perusahaan selaku <italic id="_italic-12">e</italic><italic id="_italic-13">xecutive</italic> harus dapat bertindak sebagai risk taker berlaku pula sebaliknya jika semakin rendah risiko dalam suatu perusahaan maka semakin efektif pula pimpinan perusahaan agar bertindak sebagai karakter risk-averse. karakteristik yang dimiliki oleh pimpinan perusahaan merupakan karakter yang cenderung untuk lebih berani dalam mengambil sebuah kebijakan mengenai resiko yang diambil apabila resiko tersebut dinilai tinggi. Penelitian sebelumnya yaitu dari penelitian [3], [4], dan [5]. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik eksekutif yang diproksikan dengan resiko perusahaan dapat mempengaruhi kebijakan penghindaran pajak perusahaan <italic id="_italic-14">(tax avoidance)</italic>. Nyatanya kementerian keuangan melaporkan kinerja keuangan pada tahun 2019 rasio yang ditunjukkan di tahun 2019 yaitu sebesar 10,7% kemudian sebesar 11% ditunjukkan di tahun 2018 hal ini artinya penurunan dialami oleh penerimaan pajak. target yang tidak sesuai penerimaan pajak tersebut Penentuannya telah disesuaikan oleh APBN dan pajak radio yang terdapat di Indonesia yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini ditunjukkan oleh adanya agresivitas bagi para wajib pajak. Agresivitas pajak menurut [6] adalah “suatu langkah merekayasa pendapatan dikenakan pajak yang dijalankan perusahaan melalui kegiatan dalam merencakanan pajak, baik itu memanfaatkan upaya yang termasuk legal <italic id="_italic-15">(tax avoidance)</italic> ataupun upaya yang termasuk ilegal <italic id="_italic-16">(tax evasion).</italic> [7] juga mengartikan agresivitas pajak perusahaan sama halnya dengan <italic id="_italic-17">tax planning </italic>melalui upaya penghindaran pajak (<italic id="_italic-18">tax sheltering </italic>atau <italic id="_italic-19">tax avoidance</italic>). Perusahaan yang agresif akan pajaknya dipandang mempunyai keuntungan untuk perusahaan. Salah satunya yaitu dapat meminimalkan pembayaran terhadap pajak yang mana akan mengakibatkan keuntungan perusahaan makin besar untuk membiayai investasi perusahaan sehingga dimasa yang akan datang laba perusahaan dapat meningkat. Tetapi, terdapat pula kerugian bila perusahaan tersebut sangat agresif akan pajaknya. Yaitu, perusahaan kemungkinan mendapat sanksi (hukuman) dari kantor pajak berupa denda, serta menurunnya harga saham perusahaan karena pemegang saham lainnya mengetahui aktivitas agresivitas pajak perusahaan. Bagi pemerintah, aktivitas agresivitas pajak yang dijalankan perusahaan akan mengurangi jumlah pendapatan Negara pada sektor pajak. Selain karakter eksekutif, intensitas modal (<italic id="_italic-20">capital intensity) </italic>juga mempengaruhi cara perusahaan dalam memnuhi kewajiban perpajakannya. “Intensitas modal adalah aktivitas investasi yang sering dilakukan perusahaan yang berkaitan dengan investasi dalam bentuk aset tetap (modal)” [8]. Perusahaan biasanya menggunakan aset tetap untuk berinvestasi. Salah satu aset yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menjalankan usahanya dan mendapatkan keuntungan ini sering disebut <italic id="_italic-21">Capital intensity</italic>. Depresiasi Dari aset tetap yang diinvestasikan merupakan bentuk akibat dari investasi perusahaan pada aset tetap. depresiasi beban yang tinggi untuk aset tetap dalam aturan perpajakan yang ada di Indonesia tergantung klarifikasi aset tetap tersebut dinilai beranekaragam. mengenai penelitian terdahulu yang telah ditemukan sebelumnya bahwa <italic id="_italic-22">capital</italic><italic id="_italic-23"> intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap agresivitas pajak demikian dalam penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu [9] yang memberikan hasil bahwa perusahaan cenderung untuk melakukan investasi dengan adiknya sehingga tingginya depresiasi atas beban yang ditimbulkan dan dan atas beban tersebut akan mampu mengurangkan keuntungan perusahaan sehingga kewajiban pajak dapat berpengaruh terhadap perusahaan itu sendiri.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-1401e7adcfd63eb4cae99863b4675c83">A. Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, pengelolaan hingga hasil penelitian. Menurut Sugiyono, (2014), metode kuantitatif sering dinamakan metode <italic id="_italic-24">positivistic</italic>, <italic id="_italic-25">secientific</italic> dan metode <italic id="_italic-26">discovery</italic> penelitian kuantitatif ini terbentuk angka yang sifatnya dapat dihitung dan di ukur jumlahnya untuk di olah menggunakan metode statistik yang hasilnya akan diinterpretasikan untuk mendapatkan suatu kesimpulan.</p>
      <p id="paragraph-294193e32d93efd513cb94d48d5fe8cb">B. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini bertempat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang digunakan ialah data yang diambil dari laporan keuangan dan annual report di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang didapatkan dari UMSIDA tepatnya di Galeri Investasi BEI.</p>
      <p id="paragraph-8e152c5e452e33d0229138844d7cd67d">C. <bold id="bold-7266515cbc9e36be3d6c6c15bbe38ef5"/>Indikator Variabel</p>
      <fig id="figure-panel-e0b2c72c728bd207d75b9c7f0424e1e5">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-f7e80b0bb7a7bd66d9ee2c0b555bb8aa"/>Indikator Variabel</title>
          <p id="paragraph-8af926c79fa769cb3c792cdfa702e1ee">Data Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <graphic id="graphic-73638e574d8a6f7a378f228b868de55c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="3213 Acopen G1.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-879962ff23de9a98b8c7e7e6038a167e">D. Populasi dan Sampel </p>
      <p id="_paragraph-19">Menurut Sugiyono, (2014), “populasi adalah wilayah yang ditentukan oleh peneliti untuk dipahami dan ditarik kesimpulannya, Wilayah tersebut merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek atau objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu”. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa sektor <italic id="_italic-29">property</italic> dan <italic id="_italic-30">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2016-2019</p>
      <p id="_paragraph-20">Sampel penelitian diperoleh dari semua populasi yang memenuhi kelengkapan data. Metode <italic id="_italic-31">purposive sampling</italic>. Untuk pengumpulan data sampel yang menginfokan informasi data yang seseuai dan lengkap dan juga kriteria tertentu mungkin dipertimbangkan, oleh karena itu teknik atau metode ini digunakan. Standar tertentu yang digunakan sebagai data sampel diantaranya sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-a7a2573eab2a2ac036427df048818cec">
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang tercatat BEI dan menerbitkan laporan tahunan berturut-turut tahun 2016 s/d 2019 untuk sektor <italic id="_italic-32">property</italic> dan <italic id="_italic-33">real estate</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang menyajikan variabel independen dan variabel dependen yang lengkap yang akan diteliti dalam penelitian ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan dengan nilai profit yang positif dan tidak menderita kerugian selama periode 2016 s/d 2019 sehingga nilai CETR yang dimunculkan tidak terdeviasi.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-21">Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, terdapat 15 perusahaan sample dari 20 perusahaan atau kongsi yang akan dijadikan sampel dalam studi ini.</p>
      <p id="paragraph-ef7b1e05ba75d112d7e858a405b6bf80">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-22">Menurut [15] “teknik pengambilan data dengan cara mencatat, mengumpulkan dan mengkaji data laporan keuangan merupakan metode pengumpulan data dengan teknik dokumenter.”</p>
      <p id="_paragraph-23">Mengumpulkan dan juga mengkaji informasi angka dari <italic id="_italic-34">annual report</italic> yang diperoleh dari BEI adalah cara adalah cara yang ditentukan peneliti untuk menentukan sampel.</p>
      <p id="paragraph-1640c5acf655206c66e007a43929cfd1">F. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-24">Kegiatan penelitian ini diambil dengan memakai tekhnik dokumentasi. Dokumentasi adalah dengan melakukan dokumentasi terhadap laporan keuangan yang sudah didapatkan kemudian meringkas kedalam tabulasi yang diamati sesuai dengan variabel penelitian dari perusahaan yang bergerak di sektor industri barang konsumsi bagar dapat dilakukan analisis kuantitatif untuk menjawab hipotesis</p>
      <p id="paragraph-809f1aebf791acf694e9241af75a7c1e">G. Teknik Analisis</p>
      <p id="_paragraph-25">Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan program SPSS <italic id="_italic-35">(Statistical Product and Service Solutions)</italic> <italic id="_italic-36">Version</italic> 23 sebagai alat untuk menguji data. Terdapat tiga uji yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda :</p>
      <p id="paragraph-e2cdfd6452716ede44068621bda542c8">1. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="_paragraph-26">Uji Asumsi klasik digunakan dalam riset ini tujuan agar dapat diketahui model ketepatan dari analisis regresi berganda berikut sejumlah rangkaian uji asumsi klasik:</p>
      <p id="paragraph-a0f01fcc6b4531b5212a1b6072c8eded">a) Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-27">[16] “uji multikolinieritas dilakukan dengan bertujuan untuk menguji model regresi apakah terdapat adanya hubungan atau korelasi antar variabel independen, model regresi yang baik adalah tidak ditemukannya korelasi antara variabel independen”.</p>
      <p id="paragraph-e24ad289725c43cc24bfb111ecbf963a">b) Uji heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-28">Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan <italic id="_italic-37">variance </italic>dari residual antara studi satu dengan studi lainnya. “Jika <italic id="_italic-38">varience</italic> dari residual studi satu ke studi yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas” [16].</p>
      <p id="paragraph-e3ca576ff22c81a61c9d7328ab4e62e4">c) Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-29">Agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal, Garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya yaitu bisa dikatakan distribusi normal [17].</p>
      <p id="paragraph-8d955f86b60e47f97f6dce60083741df">d) Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-30"><italic id="_italic-39">Durbin-Watson</italic> yaitu salah satu penguji autokorelasi, sedangkan suatu model regresi yang baik yakni bebas autokorelasi [17].</p>
      <p id="paragraph-87d2d5b0de8f2a8c83a0b5a60e769dac">2. Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-8"><italic id="_italic-42">2</italic></sup>)</p>
      <p id="_paragraph-31">Koefisien determinasi (<italic id="_italic-40">adjusted</italic> R<sup id="_superscript-7">2</sup>) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.</p>
      <p id="paragraph-dc0c0bb2363638a021794372e34beb90">3. Analsisis Regresi Liner berganda </p>
      <p id="_paragraph-32">Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan uji individual (uji t), dan uji koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-9">2</sup>). Variabel dependen pada penelitian ini yaitu <italic id="_italic-44">tax avoidance</italic> (Y<sub id="_subscript-1">1</sub>) dan agresivitas pajak (Y<sub id="_subscript-2">2</sub>) sedangkan variabel independen pada penelitian ini yaitu karakter eksekutif (X<sub id="_subscript-3">1</sub>) dan <italic id="_italic-45">capital intensity</italic> (X<sub id="_subscript-4">2</sub>). Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-33">Y<sub id="_subscript-5">1</sub> = α + β<sub id="_subscript-6">1</sub> X<sub id="_subscript-7">1</sub> + β<sub id="_subscript-8">2</sub> X<sub id="_subscript-9">2 </sub>+ є</p>
      <p id="_paragraph-34">Y<sub id="_subscript-10">2 </sub>= α + β<sub id="_subscript-11">1</sub> X<sub id="_subscript-12">1</sub> + β<sub id="_subscript-13">2</sub> X<sub id="_subscript-14">2 </sub>+ є</p>
      <p id="paragraph-2519c3188eb360bf28ed0731e5d3cbb4">H. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-35">Uji statistik t digunakan untuk menganalisa apakah variabel independen masing-masing dapat mempengaruhi variabel dependen [17].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-dfe5c542c0d1b1c40f90551a569685f6">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-36">A. Hasil Analisis</p>
        <p id="paragraph-b9733075b84171576d7c45f5bf9a4313">1. Uji Multikolineritas</p>
        <p id="_paragraph-37">Supaya diketahui hubungan yang ada dari seluruh variabel independen yang diamati kriterianya yaitu jika VIF lebih dari 10 terjadi multikolinieritas dan sebaliknya jika kurang dari 10 nilai VIFnya. Berikut hasil dari uji multikolineritas</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-35"/>Uji Multikolinieritas</title>
            <p id="_paragraph-39">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021.</p>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ac7ce91a81ef51f83120e65f10846b52">
                <td id="table-cell-db1274e4f1664994aa4c2625a7fbc869">Persamaan</td>
                <td id="table-cell-b0b9e7d393be20f765b04cf08620188c">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-014cc9fe74ee96c34da47507c0955322"> Tolerance </td>
                <td id="table-cell-afe8b0c773ea9eb1b236e9c898a6fe63">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4fedabb05419e79b7339a9a5b1a15043">
                <td id="table-cell-5514497537755796194c731e7b7d653b">X1 dan X2 ke Y1 (I)</td>
                <td id="table-cell-3aefaba094e049a0ffc9acf8ab62ee1f">Karakter_Eks_X1</td>
                <td id="table-cell-db291bd540ff816a244810e9c075dbc5">0.996</td>
                <td id="table-cell-5521506a59b2ad9e7d087fcdd39d53b5">1.004</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-58187dd8a1c57f90d22c5b55d43149b1">
                <td id="table-cell-cd7af8f5c2ac633e1b1a66866bcd63ff" />
                <td id="table-cell-5bcf43e59547b3002d9e0964cc2e0d2e">Capital_Inten_X2</td>
                <td id="table-cell-336f07774b0566353ceb06be08c687d1">0.996</td>
                <td id="table-cell-35017a66ef924f2d9ad1ec46fb50882c">1.004</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1584913080f69d246bc8fca57f958992">
                <td id="table-cell-963d4e72d46d2ca218fb7adbad8bd8cb" rowspan="2">X1 dan X2 ke Y2 (II)</td>
                <td id="table-cell-206efbc0ba0ecd33629368d154930589">Karakter_Eks_X1</td>
                <td id="table-cell-ddf3b9edb57501b9435aa2a6319f3267">0.996</td>
                <td id="table-cell-0e77de53da1c592e6239c7413f028362">1.004</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-71b99a90ed641663933c47a478c54f1c">
                <td id="table-cell-d2e99f422f4a3e7d91498e5a92c715bf">Capital_Inten_X2</td>
                <td id="table-cell-ea5485a5bbf7a0ab630645af36a48268">0.996</td>
                <td id="table-cell-c83e22f8a5492162319e0d310d4886ec">1.004</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-41">Dari hasil pada tabel 3 diatas terlihat bahwa tolerance &gt; 0.1 dan VIF &lt; 10 dengan ini dinyatakan bahwa tidak adanya multikolinieritas.</p>
        <p id="paragraph-f6cdbcc1ebc6db30346be87ed6fb5ddf">2. Uji Heterokedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-42">Agar diketahui adanya ketidak samaan model pengamatan pada residual yang dihasilkan pengujian ini dilakukan pengamatan dengan analisis dari pola titik distribusi, maka gambar hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-bbb97aafe0c6cac71846e52ae3088930">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Uji Heterokedastisitas</title>
            <p id="paragraph-c9d2e052d0776529560275f83c6b55e0">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-39e0c9a5adc15e8c6a11117a7c22e2e1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="3213 Acopen G2.png" />
        </fig>
        <fig id="figure-panel-450b0e9be5fe914996d3edc0ef995eeb">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Heterokedastisitas</title>
            <p id="paragraph-0c1344f3df837bf35e1cefdb9776c7f1">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-ab83f5a55d837be934d6334adc3aa497" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="3213 Acopen G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-47">Pada gambar 1 dan gambar 2 diatas terlihat bahwa model regresi ditribusinya normal dilhat dari penyebaran model tersebut.</p>
        <p id="paragraph-fad0a28734bc9ec496b463aa711106ee">3. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-48">Agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal, uji normalitas ditampilkan ke tabel 4 berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-44"/>Uji Kolmogorov-Smirnov Monte Carlo</title>
            <p id="_paragraph-50">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-55ebed8afe1a2f0c58ff4d01186d295e">
                <td id="table-cell-f5ac734790a224696ed678858db476e0" colspan="2">Persamaan I</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bcc1937fe8cc61074bc9f920598f0776">
                <td id="table-cell-c5c79f307dfffbac6a15b7d896089434">Monte Carlo Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-fbc8810c011ed83b71d3c0a1724cfd90">.314</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a32f33e3f6b2f4b13144c386decb1997">
                <td id="table-cell-43b4e8cc553c094bcccf6561965f8bf0" colspan="2">Persamaan II</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e274d0beb1545116595b2ef28da2444c">
                <td id="table-cell-3d9163dd39fad1ab413081988043e650">Monte Carlo Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-7d86194e25eddccce1a2a718ee604cdd">.067</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-52"><italic id="_italic-50">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> di atas 0,05, hal berarti dalam penelitian ini data yang ada dalam kondisi distribusi normal.</p>
        <p id="paragraph-c3eeb75d0b11aa689a07f367eed97ce2">4. Analisis Regresi Linier Berganda</p>
        <p id="_paragraph-53">Persamaan yang dapat diasumsikan dari pengamatan regresi berganda dapat disajikan dari persamaan pertama dibawah :</p>
        <p id="_paragraph-54">Y<sub id="_subscript-21">1</sub> = 1.397+ (-1.447) X<sub id="_subscript-22">1</sub> + (-0.510)+ e</p>
        <p id="_paragraph-55">Dari persamaan regresi di atas menjelaskan bahwa konstanta (a) yang dihasilkan sebesar 1.397 menunjukkan besarnya nilai dari <italic id="_italic-51">tax advoidance</italic>. Apabila karakter eksekutif dan <italic id="_italic-52">capital intensity</italic> bersifat tetap atau <italic id="_italic-53">constan</italic>, sehingga variabel <italic id="_italic-54">tax advoidance</italic> akan senilai 1.397 per satuan.</p>
        <p id="_paragraph-56">Variabel karakter eksekutif (b1) memiliki koefisien regresi yang dihasilkan senilai sebesar -1.447 menunjukkan bahwa setiap penurunan karakter eksekutif senilai 1 satuan sehingga nilai dari <italic id="_italic-55">tax advoidance</italic> menurun yaitu sebesar 1.447 satuan dan berlaku pula sebaliknya.</p>
        <p id="_paragraph-57">Variabel <italic id="_italic-56">capital intensity</italic> (b2) memillki koefisien regresi yang dihasilkan senilai sebesar -0.510 menunjukkan bahwa setiap penurunan <italic id="_italic-57">capital intensity</italic> senilai 1 satuan sehingga nilai dari <italic id="_italic-58">tax advoidance</italic> menurun 0.510 satuan dan berlaku pula sebaliknya.</p>
        <p id="_paragraph-58">Y<sub id="_subscript-23">2</sub> = 1.105+ (-1.098) X<sub id="_subscript-24">1</sub> + (-0.159)+ e</p>
        <p id="_paragraph-59">Dari persamaan regresi di atas menjelaskan bahwa konstanta (a) yang dihasilkan sebesar 1.105 menunjukkan besarnya nilai dari agresivitas pajak. Apabila karakter eksekutif dan <italic id="_italic-59">capital intensity</italic> berada dalam kondisi tetap atau <italic id="_italic-60">constant</italic>, maka agresivitas pajak senilai yaitu 1.105 nilai satuan.</p>
        <p id="_paragraph-60">Variabel karakter eksekutif (b1) memiliki koefisien regresi yang dihasilkan yaitu sebesar -1.098 menunjukkan bahwa setiap penurunan karakter eksekutif senilai 1 satuan maka kondisi agresivitas pajak juga mengalami penurunan sebesar 1.098 satuan dan berlaku juga sebaliknya.</p>
        <p id="_paragraph-61">Variabel <italic id="_italic-61">capital intensity</italic> (b2) memilki nilai koefisien sebesar -0.159 hal ini berarti terjadi penurunan dari <italic id="_italic-62">capital intensity</italic> sebesar satu satuan sehingga besaran dari agresivitas pajak juga terjadi penurunan senilai 0.510 berlaku juga sebaliknya.</p>
        <p id="paragraph-5c157605f5504efc7bca66881ed7d068">5. Analisa Koefisien Determinasi</p>
        <p id="_paragraph-62">Agar dapat menganalisis besaran kontribusi peran pada seluruh variabel bebas terhadap terikatnya dalam satu pengujian, dapat dilihat pada tabel 5 beikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-46"/>Koefisien Determinasi</title>
            <p id="_paragraph-64">Data Olahan <italic id="_italic-63">Output</italic> SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-867b5af1d80242c312ea2973738b36d0">
                <td id="table-cell-21efaf5c2d7f1d0fa0a9b3d16706775b">Pengujian</td>
                <td id="table-cell-20875c8216096a9ec23133db21b02bf4">R Square</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e5c4acb9b5cbd4ab6271ef40c0cdd40d">
                <td id="table-cell-e46884beeaa98477158569d7d0375f19">X1 dan X2 ke Y1 (I)</td>
                <td id="table-cell-4ac3ee01b60dda6b63049bed7d3a94a4">0.197</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5b9b37e77064b201ab4fbc738b344afc">
                <td id="table-cell-698e9280f9709605083b094c2f576102">X1 dan X2 ke Y2 (II)</td>
                <td id="table-cell-a572eb0663060d44f04f3e460e6333e6">0.222</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-66">Karakter eksekutif dan <italic id="_italic-64">capital intensity</italic> mampu menjelaskan <italic id="_italic-65">tax advoidance</italic> sebesar 19.7%, kemudian sisa kontribusinya 80.3% dapat dijelaskan oleh variabel bebas lain yang mungkin akan mempengaruhi Y<sub id="_subscript-31">1</sub> yang tidak dilakukan dalam riset ini.</p>
        <p id="_paragraph-67">Karakter eksekutif dan <italic id="_italic-66">capital intensity</italic> mempengaruhi agresivitas pajak sebesar 22.2%, kemudian sisa kontribusinya 77.8% dapat dijelaskan oleh variabel bebas lain yang mungkin akan mempengaruhi Y<sub id="_subscript-32">2</sub> yang tidak dilakukan dalam riset ini.</p>
        <p id="paragraph-68c73a52065dda93ae70e9a0255ce260">6. Uji Hipotesis</p>
        <p id="_paragraph-68">Agar dapat diketahui hasil analisis hipotesis maka hasil yang diperoleh disajikan pada tabel 5 dibawah ini :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-59"/>Uji Hipotesis Pengujian I</title>
            <p id="_paragraph-70">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-5df587c897e0108c880a579ac403b5b3">
                <td id="table-cell-947b65a7e2f5139a5b535ef2751e7e86">Variabel</td>
                <td id="table-cell-a48e44fb7cf6f99018d316201eb44c05">t</td>
                <td id="table-cell-8b903ac09eff04656571496700ce78e1">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c30e343595535a0bf56f3393dd333f28">
                <td id="table-cell-feca349bf3d03f46fae2bd59f3b7e025">Karakter_Eks_X1</td>
                <td id="table-cell-a2442d0ef1847495ebb43c162447a896">-3.206</td>
                <td id="table-cell-b394539f60d27c0c36fb612e63c86945">.002</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d9645cbb2873c0e90aa56b3b23e9e41a">
                <td id="table-cell-a0691fd94151eeba9ae3b88c1c220c9b">Capital_Inten_X2</td>
                <td id="table-cell-c124a10015e5fcf87ee8ceefb2d27703">-2.079</td>
                <td id="table-cell-7d304cf87e2156d5e0ec4b99ab27eca0">.042</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-b45eb7e912d054ec1c5254c065b53dd3">a) Hasil Uji Karakter Eksekutif  Terhadap <italic id="_italic-70">Tax Advoidance</italic><italic id="_italic-71">.</italic></p>
        <p id="_paragraph-72">Nilai probabilitas signifikansi yang didapatkan dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.002 (0,002 &lt; 0,05) terlihat bahwa nilai signifikansi yang dihasilkan adalah kurang dari 0,05 maka H<sub id="_subscript-35">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-36">0 </sub>ditolak. Artinya variabel karakter eksekutif terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-69">tax avoidance</italic>.</p>
        <p id="paragraph-089ab20001712d71df75d01a3560aaf0">b) Pengujian <italic id="_italic-72">Capital Intensity</italic> Terhadap <italic id="_italic-73">Tax Advoidance</italic> </p>
        <p id="_paragraph-73">Nilai probabilitas signifikansi yang didapatkan dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.042 (0,042 &lt; 0,05) terlihat bahwa nilai signifikansi yang dihasilkan adalah kurang dari 0,05 maka H<sub id="_subscript-37">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-38">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-74">capital intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-75">tax avoidance</italic>.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-6">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-73"/>Uji Hipotesis Pengujian II</title>
            <p id="_paragraph-75">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-06da519b9728f8b5ff7e0a9f90985546">
                <td id="table-cell-f365c149de46caaedfaf294faba715c1">Variabel</td>
                <td id="table-cell-707fa14d164bcf20c7343f26b69b5bff">t</td>
                <td id="table-cell-0a4456c259f23b6282bf46475072c79d">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-05550ed383a4162d2afd2dae4c2226df">
                <td id="table-cell-49e6d85f1e0ef338c0fc63a03c1d8163">Karakter_Eks_X1</td>
                <td id="table-cell-bbe5f9b238a3e00e54991519a29e0b1b">-3.922</td>
                <td id="table-cell-0597949f6093acdcaa2e05f066e0c4e3">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9fdcda1f69010b1cb12aff1fd5ccc6d3">
                <td id="table-cell-a41ca107f5108baad8a2557a5a23282f">Capital_Inten_X2</td>
                <td id="table-cell-4a4573d7214e3f57e70916d8b85ac27b">-1.046</td>
                <td id="table-cell-68df645d8d4c7c9b1f34b431f9238ee1">.300</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-1e958febf1a89cc44ad14da154e5119f">a) Pengujian Karakter Eksekutif  Terhadap Agresivitas Pajak</p>
        <p id="_paragraph-77">Nilai probabilitas signifikansi yang didapatkan dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 (0,002 &lt; 0,05) terlihat bahwa nilai signifikansi yang dihasilkan adalah kurang dari 0,05 maka H<sub id="_subscript-39">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-40">0 </sub>ditolak. Artinya variabel karakter eksekutif terdapat pengaruh terhadap agresivitas pajak.</p>
        <p id="paragraph-edb83c6a6855fbecaf78ec805089f707">b) Pengujian <italic id="_italic-78">Capital Intensity</italic> Terhadap Agresivitas Pajak</p>
        <p id="_paragraph-78">Perolehan tingkat signifikansi hasil uji dengan uji t parsial sebesar 0.300 (0,300 &gt; 0,05) terlihat bahwa signifikansi senilai yang dihasilkan adalah melebihi atau lebih tinggi dari 0,05 maka H<sub id="_subscript-41">a</sub> ditolakdan H<sub id="_subscript-42">0 </sub>diterima. Sehingga variabel <italic id="_italic-79">capital intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap agresivitas pajak.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-cff00516921cca011695013aef33ab3e">
        <title>Pembahasan </title>
        <p id="_paragraph-80">Pengaruh Karakter Eksekutif Berpengaruh Signifikan Terhadap <italic id="_italic-80">Tax Avoidance</italic></p>
        <p id="_paragraph-81">Nilai signifikansi dari uji t secara parsial artinya variabel karakter eksekutif terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-81">tax avoidance</italic>, hasil dalam penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [18] dalam penelitianya membuktikan bahwa karakter eksekutif berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak kemudian penelitian selanjutnya yang mendukung dalam hasil penelitian ini adalah penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [19] dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa karakter eksekutif berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Dalam penelitian ini terlihat bahwa praktik penghindaran pajak dipengaruhi oleh peran pemimpin yang ada didalam perusahaan tersebut karena dalam sebuah perusahaan peran pemimpin sebagai pengambilan keputusan tertinggi dalam sebuah perusahaan sehingga efisiensi pajak dengan melakukan praktik penghindaran pajak bergantung dengan pimpinan dalam mengelola kegiatan biaya biaya operasionalnya, setiap pimpinan memiliki karakter-karakter tertentu untuk memberikan arahan dalam menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan tujuan yang ingin di capai perusahaan. Low, (2006) “menerangkan bahwa eksekutif yang memiliki karakter <italic id="_italic-82">risk averse</italic> akan cenderung tidak menyukai risiko sehingga mengakibatkan kurang berani dalam mengambil keputusan bisnis, eksekutif yang memiliki karakter <italic id="_italic-83">risk averse</italic> jika mendapatkan peluang maka dia akan memilih risiko yang lebih rendah”.</p>
        <p id="_paragraph-82">Pengaruh <italic id="_italic-84">Capital Intensity</italic> Berpengaruh Signifikan Terhadap <italic id="_italic-85">Tax Avoidance</italic></p>
        <p id="_paragraph-83">Nilai signifikansi yang lebih rendah dari 0,05 perolehan tersebut didapatkan dari nilai signifikansi dari uji t secara parsial artinya variabel <italic id="_italic-87">capital intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-88">tax avoidance</italic>, hasil penelitian ini relevan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Sugiyanto dan [21] dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa <italic id="_italic-89">capital intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap <italic id="_italic-90">tax avoidance</italic>. Sesuai dengan hasil yang dibuktikan mengenai pengaruh dari<italic id="_italic-91"> capital intensity </italic>terhadap<italic id="_italic-92"> tax advoidance </italic>terlihat bahwa pada <italic id="_italic-93">capital intensity</italic> merupakan Intensitas modal menggambarkan seberapa besar perusahaan dalam menginvestasikan asetnya pada aset tetap, dalam perusahaan sektor <italic id="_italic-94">property</italic> kegiatan menginvestasikan aset tetap tersebut merupakan kegiatan yang dapat memperoleh profitabilitas di masa mendatang ini dikarenakan bidang <italic id="_italic-95">property</italic> yang memiliki sifat harganya cenderung naik seiring berjalanya waktu. <italic id="_italic-96">Capital intensity</italic> mempengaruhi penghindaran pajak karena pajak terhitung dipengaruhi oleh aset yang dimiliki oleh perusahaan jika perusahaan mamiliki aset yang tinggi maka pajak yang harus ditangggung juga tinggi pula sehingga <italic id="_italic-97">capital intensity.</italic></p>
        <p id="_paragraph-84">Pengaruh Karakter Eksekutif Terhadap Agresivitas Pajak.</p>
        <p id="_paragraph-85">Nilai signifikansi yang lebih rendah dari 0,05 perolehan tersebut didapatkan dari nilai signifikansi dari uji t secara parsial artinya variabel karakter eksekutif terhadap agresivitas pajak, hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [22] Eksekutif dengan risk taker memiliki pengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Dalam penelitian ini agresivitas pajak dapat dipengaruhi oleh karakter eksekutif hal ini dikarenakan risiko dalam perusahaan merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh manajemen dalam manajemen perusahaan terdapat pimpinan perusahaan yang memiliki peran penuh mengenai kebijakan yang harus ditentukan karena masalah yang harus diambil sebagai langkah perusahaan tersebut mncerminkan karakter eksekutif dalam menentukan perencanaan pajak di masa mendatang karena pemimpin yang merupakan karakter eksekutif tersebut sebagai penentu hasil pengeloaan operasi dengan biaya dalam melakukan aktivitas perusahaan sehingga tinggi rendahnya pajak dapat ditentukan dan direncanakan oleh manajemen hal ini dikarenakan agresivitas pajak dapat dinilai dari seberapa besar perusahaan memanfaatkan celah-celah yang ada dalam peraturan perpajakan yang berlaku, meskipun tidak semua tindakan agresivitas pajak melanggar aturan, semakin banyak metode yang digunakan oleh perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak akan membuat perusahaan dianggap lebih agresif [23].</p>
        <p id="_paragraph-86">Pengaruh <italic id="_italic-98">Capital Intensity</italic> Terhadap Agresivitas Pajak</p>
        <p id="_paragraph-87">Nilai pengujian signifikansi dalam hipotesis yang keempat memperoleh nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 perolehan tersebut didapatkan dari nilai signifikansi dari uji t secara parsial sehingga <italic id="_italic-99">capital intensity</italic> tidak terdapat pengaruh terhadap agresivitas pajak, hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [24]dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa <italic id="_italic-100">capital intensity </italic>tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Dalam penelitian ini hasil penelitian didapatkan bahwa agresivitas pajak tidak dapat dipengaruhi <italic id="_italic-101">capital intensity</italic>, dalam penelitian ini <italic id="_italic-102">capital intensity</italic> di ukur dengan menggunakan <italic id="_italic-103">total fix aset</italic> dengan aset tetap hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam menambah asetnya maka tidak hanya berfokus mengenai perencanaan pajaknya namun perusahaan juga memikirkan keuntungan yang ingin dicapai oleh karena itu jika keuntungan yang didapatkan tinggi maka perusahaan akan dengan mudah untuk membayar pajak yang dibebankan sehingga dengan adanya perencanaan pajak maka perusahaan juga perlu memperhatikan keuntungan yang dihasilkan agar perusahaan dapat dengan mudah dalam membayar tagihan pajak yang dibebankan, sehingga seiring tingginya aset yang dimiliki perusahaan lebih dimaksudkan kepada perolehan manfaat atas aset tersebut.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-88">Hasil uji hipotesis yang sudah diuraiakan pada dari pembahasan yang sudah dibahas dari pengujian secara kuantitatif dari data hasil olahan SPSS selama periode 4 tahun laporan tahunan sektor <italic id="_italic-104">property</italic>. Maka simpulan hasil penelitian adalah :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-b90476615633ecb41564ba9491b2bdef">
        <list-item>
          <p>Karakter eksekutif berpengaruh terhadap penghindaran pajakpada BEI sektor <italic id="_italic-105">property</italic></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-106">Capital intensity</italic> terdapat pengaruh terhadap penghindaran pajakpada BEI sektor <italic id="_italic-107">property.</italic></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Karakter eksekutif terdapat pengaruh terhadap agresivitas pajak pada BEI sektor <italic id="_italic-108">property.</italic></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-109">Capital intensity</italic> tidak terdapat pengaruh terhadap agresivitas pada BEI sektor <italic id="_italic-110">property</italic>.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>