Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.4.2021.3071

The Effect of Question Box Assisted Talking Stick Learning Method on Student Learning Outcomes in Class III Civics Learning at Elementary School


Pengaruh Metode Pembelajaran Kotak Pertanyaan Bantuan Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn Kelas III di SD

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

metode talking stick media question box hasil belajar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the Question Box-assisted Talking Stick method on Civics Class III learning at SDN Kedondong 2 Tulangan. This becomes an obstacle in the learning process, because learning is still teacher-centered so that it affects student learning outcomes. Therefore, to overcome these problems, it is necessary to change the learning methods that are usually used by teachers when teaching so that there is an increase in learning outcomes, namely through the use of the Talking Stick method with the help of the Question Box. Analysis of research data using paired sample t-test. This type of research is a pre-experimental design with data collection techniques using pre-test and post-test questions. The results showed a significant increase in results with the use of the Talking Stick method with the help of the Question Box. This can be seen from the results of the t-hit test of -21,273 and significantly 0.308, it is stated that there is an effect of the Talking Stick method with the help of Question Box on student learning outcomes.

Pendahuluan

Belajar merupakan bagian dari usaha untuk mencapai kepandaian serta memenuhi kebutuhannya dalam mendapatkan ilmu yang sebelumnya tidak dimiliki atau tidak diketahui. Maka dari itu dengan belajar manusia dapat memahami serta mengerti bagaimana makna dari belajar yang sesungguhnya. “Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya” [1]. Adapula yang menyebut bahwa belajar merupakan bagian dari sebuah proses manusia untuk mencapai berbagai keterampilan, kompetensi dan sikap.

Sebuah usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Belajar yang diharapkan tidak hanya sekedar mendengar atau menyerap informasi yang telah disampaikan guru kepada siswanya. Tetapi belajar diharuskan untuk menyentuh siswa secara mendasar dan mendalam, sehingga dimaknai sebagai sebuah kegiatan pribadi siswa dalam menggunakan potensi pikiran dan nuraninya baik terstruktur maupun tidak terstruktur dalam memperoleh pengetahuan serta dalam membangun sikap dalam keterampilan tertentu.

Hakikat belajar merupakan perubahan tingkah laku, maka ada beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan kedalam ciri-ciri belajar adalah perubahan yang dilakukan secara sadar, perubahan dalam belajar yang bersifat fungsional, perubahan dalam belajar yang bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara dan perubahan yang mencakup dari seluruh aspek tingkah laku [2].

Pelaksanaan pembelajaran merupakan sebuah implementasi dari RPP. Kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup merupakan bagian dari serangkaian Pelaksanaan Pembelajaran. Belajar di sekolah yang merupakan tempat pendidikan formal memerlukan adanya model dan metode pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam capaian guru saat mengajar. Dalam konsep pembelajaran, model dan metode pembelajaran dapat didefiniskan bahwa model pembelajaran adalah sebuah prosedur atau pola dalam sistematis yang digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran didalamnya terdapat strategi, teknik, metode, bahan, media dan alat penilaian pembelajaran. Sehingga dalam konsep model pembelajaran, model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran itu mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya terdapat tujuan-tujuan pengajaran, tahapan-tahapan dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan terdapat pengolaan kelas [3].

Media pembelajaran adalah sebuah alat bantu atau alat peraga yang digunakan guru untuk menyalurkan materi yang akan di sampaikan kepada siswa. Membantu pemahaman siswa melalui media pembelajaraan, namun dalam setiap materi tidak bisa disamakan menggunakan satu media yang sama hingga satu semester, tetapi dalam setiap materi memiliki kualifikasi sendiri dalam penggunaan media pembelajarannya. Media pembelajaran juga memiliki peran dalam keberhasilan serta peningkatan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil wawancara di kelas dan wawancara dengan guru kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan pada tanggal 10 Januari 2021 dalam pembelajaran PPKn menunjukan bahwa hasil belajar masih rendah. Pembelajaran masih bersifat teacher center, karena metode yang digunakan guru saat pembelajaran berlangsung belum bervariasi, siswa juga kurang mendapat kesempatan untuk aktif berfikir serta berinteraksi dengan teman sekelasnya. Maka dari itu, pendidik harus membangun kemampuan pada dirinya agar dapat merubah gaya-gaya mengajar yang bersifat tradisional menjadi gaya mengajar modern, sehingga guru mengajar dengan luwes dan gembira [4].

Berdasarkan uraian permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian eksperimen dengan judul “Pengaruh metode talking stick berbantuan question box terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn di kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan”.

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sebuah metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design. Hal ini disebabkan penelitian eksperimen merupakan sebuah penelitian yang dipakai untuk mencari pengaruh pada perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam situasi yang terkendalikan [5]Tujuan dari peelitian ini adalah untuk uji pengaruh penggunaan metode pembelajaran talking stick berbantuan question box terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan.

Rancangan Penelitian

Pada rancangan penelitian menggunakan desain penelitian Pre- Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. One Group Pretest-Posttest Design yaitu ebuah desain penelitian dengan melakukan 2 kali eksperimen yaitu sebelum diberikan perlakuan yang disebut Pre-test (O1) dan sesudah diberikan perlakuan yang disebut Post-test (O2). Selanjutnya ada pula pola gambaran desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design adalah sebagai berikut:

O1 X O2

Keterangan:

O1 = Pre-test yaitu sebelum diberikan metode talking stick berbantuan question box

O2 = Post-test yaitu sebelum diberikan metode talking stick berbantuan question box

Variabel Penelitian

Variabel penelitian adala konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai atau mempunyai nilai yang bervariasi, yakni suatu sifat, karakteristik aau fenomena yan dapat menunjukan sesuatu untuk dapat diamati atau diukur yang nilainya berbeda-beda atau bervariasi [6].

1.Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel timbulnya variabel dependen. Variabel independen pada penelitian ini adalah metode talking stick berbantuan question box.

2.Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen. Variabel dependen pada penelitian ini merupakan hasil belajar PPKn siswa. Hasil elajar adalah sebagai terjadinyya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Definisi Operasional

Berbagai istilah pokok yang tertuang dalam judul penelitian ini diberikan baasan pengertian. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kesalah pahaman dala memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul ini. Maka penulis menjelaskan istilah-istilah tersebut antara lain:

1. Metode Talking Stic berbantuan Question Box

2. Hasil Belajar

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga kemudian dapat ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan dengan berjumlah 35 siswa.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik samplin yang digunakan dalam penelitian ini yakni teknik sampling jenuh. Dimana semua anggota populasi ini dijadikan sampel. Sampel diambil dari seluruh siswa kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan dengan berjumlah 35 siswa.

Prosedur dan Pelaksanaan Penelitian

Berikut merupakan tahapan-tahapan yang dikemukakan dalam prosedur dan pelaksanaan dalam penelitian antara lain:

1.Pembuatan Rancangan Penelitian

Pada tahap pembuatan rancangan penelitian dimulai dari menentukan masalah yang akan dikaji, studi pendahuluan, membuat rumusan masalah, tujuan, manfaat, mencari landasan teori, menentukan hipotesis, menentukan metodologi penelitian, dan mencari sumber-sumber yang mendukung jalannya penelitian.

2.Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilapangan merupakan tahapan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada. Data diperoleh melalui tes dan dokumentasu kemudian dianalisis. Setelah itu dilakukan penarikan kesimpulan dari data yang tersedia.

3.Pembuatan Laporan Penelitian

Pembuatan laporan penelitian merupakan langkah terakhir yang menentukan baik ataupun tidaknya suatu penelitian yang telah dilakukan. Dalam hal ini peneliti membuat laporan hasil penelitian yang sesuai dengan data yang diperoleh. Laporan hasil penelitian tersebut disajikan dalam bentuk skripsi.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian juga dapat dilakukan dengan tes. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas-tugas yang distandarrisasikan dan diberikan kepada individu atau kelompok untuk dikerjakan, dijawab atau direspon baik dalam bentuk tulisan, lisan maupun perbuatan [7]. Tes dalam penelitian ini difokuskan dalam tes pilihan ganda, jawaban singkat dan uraian. Tes juga dapat disebut sebagai alat untuk pengukur yang memiliki standart objektif, sehingga dapat dipergunakan untuk mengukur serta membandingkan sebuah keadaan psikis atau tingkah laku dari setiap individu. Tes ini diberikan oleh peneliti yaitu saya dengan tujuan dan maksud untuk mendapatkan jawaban yang berisi data dan nilai siswa sehingga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan penggunaan metode pembelajaran yang akan saya terapkan. Dalam penelitian ini menggunakan dua tes yang berisi pilihan ganda berjumlah 20 dengan cara Pre test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan Dan Post test dilakukan setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan metode talking stick berbantuan question box pada pembelajaran PPKn.

Instrumen Penelitian

Instrument penelitian merupakan suatu alat yang digunakan peneliti untuk dapat mengumpulkan data agar data yang diperoleh dapat dengan mudah diolah dan hasilnya baik dalam arti dapat lebih cermat, lengkap, benar dan sistematis. Instrumen dalam penelitian ini yaitu Lembar Tes Hasil Belajar Kognitif dalam bentuk tes pilihan ganda yang terlampir. Dalam penelitian ini perangkat pembelajaran yang dapat digunakan oleh peneliti antara lain: silabus, RPP, LKPD, soal tes sehingga dapat memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Pada penelitian ini, data yang disajikan oleh peneliti adalah pemaparan hasil belajar siswa pada yang telah dilakukan selama penelitian. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah adakah pengaruh metode Talking Stick berbantuan Question Box terhadap hasil belajar siswa pada pembelajarn PPKn Kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan. Dengan jumlah sampel 35 siswa. Instrumen yan digunakan peneliti untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan soal tes.

Sebelum diberikan pelakuan, siswa akan diberikan tes yaitu dengan berupa soal Pre-Tes dan Post-Test yang harus dkerjakan siswa. Soal diberikan kepada siswa saat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menggunakan metode Talking Stick berbantuan Question Box. Berdasarkan pada perangkat pembelajaran, Rencana pelaksaan pembelajaran (RPP), Media pembelajaran serta kisi-kisi soal yang telah melalui proses validasi dengan validitas kontruksi (Construct Validity). Soal Pre-Tes dan Post-Test siswa diberikan kepada siswa. Disini peneliti membuat soal Pre-Tes dan Post-Test sesuai dengan indikator keberhasilan hasil belajar. Berikut dibawah ini tabel penyajian hasil belajar siswa:

No. Nama Nilai Pre-Tes Nilai Post-Test
1. APRS 75 85
2. AZKK 78 87
3. ANHAB 82 90
4. AF 80 87
5. AS 80 90
6. AAH 78 85
7. BSCZ 82 90
8. BRP 82 95
9. CS 78 85
10. DA 82 90
11. DM 85 92
12. DAHS 80 85
13. HLS 84 92
14. IRR 80 87
15. IMA 80 92
16. MLRM 78 90
17. MZND 75 85
18. MAA 80 90
19. MAR 78 85
20. MRAR 78 88
21. MFA 75 85
22. MGRR 80 85
23. MGAG 85 90
24. MRAFZ 78 88
25. NDA 80 90
26. NPA 75 88
27. NAA 78 85
28. NSA 82 90
29. PSR 80 85
30. QANF 80 88
31. RH 82 92
32. SMN 75 90
33. SMP 80 90
34. WNH 78 85
35. ZMQN 80 92
Table 1.hasil Pre-Tes dan Post-Test

Merupakan tabel hasi Pre-Tes dan Post-Test yang dilaksanakan pada kelas III. Berdasarkan hasil Pre-Tes dan Post-Test pada seluh siswa dapat dilihat terjadi peningkatan dan lulus diatas kriteria ketuntastasan minimum (KKM). Dengan hal ini mennunjukkan bawa menggunakan metode Talking Stick berbantuan Question Box membuat hasil belajar siswa meningkat dan lulus diatas KKM yang nilai KKM harus didapat siswa yaitu 80.

1.Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh hasil belajar siswa pada Pre-Tes dan Post-Test. Dalam penelitian ini uji homogenitas dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25 for Windows dengan output uji Levene’s. Asumsi pada uji homogenitas adalah:

a) Jika nilai Sig > 0,05, maka distribusi data adalah homogen.

b) Jika nilai sig < 0.05, maka distribusi data adalah tidak homogen.

Tabel 3 . 2 Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
Nilai Based on Mean 1,055 1 68 ,308
Based on Median 1,355 1 68 ,248
Based on Median and with adjusted df 1,355 1 63,915 ,249
Based on trimmed mean ,981 1 68 ,326
Table 2.

Berdasarkan table diatas maka dapat diketahui bahwa uji homogenitas dari nilai PPKn Pre-Tes dan Post-Test memiliki nilai sig sebesar 0,308 yang ditujukkan pada Based on Mean. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil nilai PPKn distribusi datanya homogen karena 0,308 > 0,05, sehingga data penelitian dapat dilanjutkan ke tahap selajunya.

Uji normalitas bisa digunakan untuk mengetahui variabel dependen, independen, atau keduanya adalah berdistribusi normal atau tidak. Hal ini penting untuk dipenuhi karena dapat menjamin tanggung awab atas langkah-langkah analisis statistik selanjutnya.

Uji normalitas dilakukan dengan cara menggunakan program JASP versi 0.14.0.0 for windows dengan output uji Shapiro-Wilk berikut asumsinya :

  1. Apabila nilai sig > 0,05 maka bisa dinyatakan bahw terdistribusi normal
  2. Apabila nilai sig < 0,05 maka bisa dinyatakan bahwa terdistribusi tidak normal
Test of Normality (Shapiro-Wilk)
W p
Pre Test - Post Test 0.940 0.054
Note. Significant results suggest a deviation from normality.
Table 3.

Bedasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai PPKn memiliki signifikan (p) sebesar 0,054 > 0,05, maka pada nilai PPKn terdistribusi dengan normal.

Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis independent sample t-test untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PPKn. Penelitian hipotesis didasarkan pada:

a)Ha : ada peningkatan hasil belajar PPKn dapat meningkatkan hasil soal tes pada Pre-Tes dan Post-Test.

b)Ho : tidak ada peningkatan hasil belajar PPKn dari hasil soal tes pada Pre-Tes dan Post-Test

Dasar pengembangan tersebut berdasarkan uji beda menggunakan teknik analisis Independent Sample T-test yang merupakan tenik alaisis untuk membandingkan rata-rata di dua grup yang tidak berhubungan dengan yang lain. Teknik ini digunakan untuk menguji apakah kedua grup tersebut mempunyai rata-rata yang sama atau tidak secara signifikan asumsi pada teknik analisis Independent Sample T-test adalah:

a)Jika nilai (p) < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b) Jika nilai (p) > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Pembahasan

Analisis data merupakan suatu tahapan yang sangat penting dilakukan peneliti setelah melihat data hasil penelitian maka perlu pemaparan tentang temuan penelitian terhadap uji hipotesis dengan maksud dan tujan yaitu untuk mempermudah penelitian dalam menjabarkan secara rinci. Kemudian hasil uji t untuk menetahui ada tidaknya pengaruh metode Talking Stick berbantuan Question Box terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn.

Pada peneltian ini didukung dengan hasil uji paired semple t-tes dengan beberapa uji yang telah di tentukan [8]. Uji Homogenitas degan nilai sig sebesar 0,308 yang artinya dapat dilanjutkan ketahap berikutnya. Uji Normalitas dengan nilai 0,054 yang artinya terdistribusi normal. Uji Hipotesis dengan hasil nilai t-hitung probabilitas adalah -21.273 dengan probabilitas (Sig.) 0,001. Karena probabilitas (Sig.) 0.001 < 0.05 maka H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari metode talking stick berbantuan question box terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pengolahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa, metode talking stick berbantuan question box memberikan pengaruh besar terhadap hasil belajar PPKn kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan.

Metode Talking Stick berbantuan Question Box merupakan metode yang dapat melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara aktif untuk memecahkan masalah. Penggunaan model pembelajaran talking stick dalam kelas eksperimen membuat peserta didik merasa antusias dan senang ketika belajar dengan model talking stick karena model pembelajaran ini berbeda dengan model pembelajaran yang sebelumnya yang hanya dengan cara ceramah dan tanya jawab [9]. Pada metode ini juga dapat membuat suasana belajar siswa lebih menyenangkan dan akan berimbas pada hasil belajar yang akan meningkat atau lebih baik. Karena jika siswa belajar dalam kondisi senang maka dapat menghasilkan hasil belajar yang baik. Hasil belajar adalah perubahan yang meliputi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif [10], dan psikomotorik.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi pengaruh metode pembelajaran talking stic berbantuan question box terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaan PPKn kelas III SDN Kedondong 2 Tulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dengan metode talking stick berbantuan question box pada pembelajaran PPKn terdapat pengaruh yang signiikan dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t-hit sebesar -21.273 dan secara signifikan sebesar 0,308.

References

  1. M. C. Afandi, "Model Dan Metode Pembelajaran di sekolah," In Perpustakaan Nasional Katalog Dalam Terbitan (KDT), vol. 2, no. https://doi.org/10.1007/s00423-006-0143-4, p. 392, 2013.
  2. Anjariah, "Prestasi Belajar Siswa Di Tinjau Dari Dukungan Sosial Orang Tua," Jurnal Psikologi.
  3. d. Aprilianti Siti, "Penerapan Model Talking Stick Terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar," Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan, , Pontianak, 2015.
  4. A. P. Sinica, "Meningkatkan Hasil Belajar IPS Menggunakan Media Gambar Bagi Siswa Kelas IV MI Al-Fatah Kemutug Wadaslintang Wonosobo," 2013, p. 50.
  5. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta, 2018.
  6. P. Mustafa, "Metodologi Penelitian Kuantitaf, Kualitatif, Dan Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pendidikan," in Olahraga. Universitas Negeri Malang., 2020.
  7. N. B. Octaveanry, "Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X di SMK Grafika Yayasan Lektur," Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan, 2020.
  8. W. S, Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa, Yogyakarta. : Penerbit Deepublish., 2020.
  9. I.M.Gunamantha, "Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Dan Literasi Sains Siswa Kelas IV SD," PENDASI :Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia., 2019.
  10. M. ZAMZAMI, the Effectiveness Using Talking Stick Towards Students Vocabulary Mastery As Fifth Grade At Mi Abun Naja Wonodadi Blitar in Academic, 2019.
  11. S. Anjariah, "Prestasi Belajar Siswa Di Tinjau Dari Dukungan Sosial Orang Tua," Jurnal Psikologi, 2011.