Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.4.2021.2840

Learning to Read and Write the Qur'an in the New Normal Era in Junior High School


Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an dalam Era New Normal di Sekolah Menengah Pertama

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Pembelajaran baca tulis quran BTQ Era new normal

Abstract

Learning to Read and Write Al-Quran is an effort to improve individual attitudes/behaviors by prioritizing the formation of noble character and achievement. The objectives of this study are: 1) To find out more about the Al-Qur'an Reading and Writing Learning in the new normal era at Al-Islam Krian Junior High School. 2) To find out more about the analysis of the achievement of learning to read and write the Qur'an in the new normal era at Al-Islam Krian Middle School. The method used is descriptive qualitative method using the method of observation, interviews and documentation. The analysis technique used in this research is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results obtained are: 1) Learning to Read and Write the Qur'an in the New Normal Era at SMP Al-Islam Krian, 2) The achievement of learning to read and write the Qur'an.

Pendahuluan

Pendidikan selalu menjadi sorotan banyak orang, tidak hanya dari pemegang kebijakan tetapi juga pengguna (siswa). Saat ini dan masa depan pendidikan akan menjadi tantangan yang akan terus berubah disesuikan dengan standar Pengembangan IPTEKS. [1]

Pendidikan Agama merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional (UU Sisdiknas pasal 12) memiliki kontribusi yang besar dalam penanaman nilai-nilai moral spiritual dan perilaku keberagaman peserta didik. Penanaman nilai-nilai keagamaan ini sangat diprioritaskan dalam pembelajaran pendidikan agama karena pendidikan agama berperan penting dalam pembentukan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. [2]

Jadi, sekolah islam selalu mengarahkan tujuan pendidikannya kepada terbentuknya perilaku yang islami. Al-Quran melukiskan, bahwa seorang anak manusia ketika lahir di dunia keadaan tidak tahu apa – apa.

Namun, dalam realita sehari-hari tampak jelas bahwa siswa memiliki perbedaan dalam hal motivasi dan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an, yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya sehingga menyebabkan adanya implikasi serius pada proses pembelajaran yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yang sesuai dengan harapan dan perbedaan pada hasil kemampuan belajar yang dicapai oleh siswa.

Masalah mendasar yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan agama di sekolah adalah hasil pelaksanaan pendidikan agama yang kurang optimal. Salah satunya adalah dalam hal kesehatan global yaitu dengan adanya pandemi yang saat ini mengguncang dunia yang dikenal dengan Pandemi Covid-19. Covid 19 atau CorronaVirus merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernafasan dan menyebab kematian. [3]

Dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia, karena bagaimanapun proses pembelajaran harus tetap berlangsung agar tujuan dari proses pembelajaran dapat tercapai secara utuh terutama Dampak covid-19 membuat siswa SMP Al Islam Krian belajar di rumah masing-masing sehingga pembelajaran BTQ mengalami kesulitan dalam bimbingan untuk siswa siswi SMP Al-Islam Krian. Beraktivitas dari rumah menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk menghadapi pandemi ini,termasuk Pembelajaran BTQ. Adaptasi ini harus dilakukan untuk tetap memberikan hak pendidikan dan mengurangi kurangnya optimal pendidikan.[4]

Dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia, karena bagaimanapun proses pembelajaran harus tetap berlangsung agar tujuan dari proses pembelajaran dapat tercapai secara utuh terutama Dampak covid-19 membuat siswa SMP Al Islam Krian belajar di rumah masing-masing sehingga pembelajaran BTQ mengalami kesulitan dalam bimbingan untuk siswa siswi SMP Al-Islam Krian. Beraktivitas dari rumah menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk menghadapi pandemi ini,termasuk Pembelajaran BTQ. Adaptasi ini harus dilakukan untuk tetap memberikan hak pendidikan dan mengurangi kurangnya optimal pendidikan.[5]

New Normal merupakan kehidupan baru di mana masyarakat tetap melakukan berbagai aktivitas seperti biasa namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah agar penyebaran Virus Covid 19 dapat teratasi.[6]

Di era New Normal ini pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan seperti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat pencegahan penyebaran corona virus disease (Covid-19) yakni terkait pelaksanaan tahun akademik baru, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penggunaan fasilitas atau layanan yang ada. [7] Melihat dan memperhatikan Surat Edaran Kementrian Agama Wilayah Jawa Timur No: B-1579/Kw.13.2.1/2020, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur No: 420.397.423.102/2020, Surat Edaran Bupati Sidoarjo No. 443.33/1513/438.5.2/2020 tentang himbauan belajar dirumah, agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona. [8] Adanya pandemi Covid-19 ini menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah dengan melakukan proses pembelajaran. Salah satu bentik inovasi tersebut adalah dengan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (Daring).

SMP “AL-ISLAM” Krian merupakan suatu lembaga yang membingkai dirinya dengan mengedepankan pembentukan akhlak mulia dan berprestasi. Salah satu pembentukan akhlak mulia peserta didik adalah melalui pendidikan cinta Al-Qur’an, membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an dengan mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan tata cara yang benar, serta bisa mengartikan dan menghafalkan Al-Qur’an.

Melalui penjelasan yang telah dipaparkan diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian lebih lanjut tentang Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an dalam Era New Normal di SMP Al-Islam Krian.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Al-Islam Krian untuk mengetahui dan meneliti hal yang kesinambungan dengan adanya Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an dalam Era New Normal di SMP Al-Islam Krian. Yang mana penelitian ini melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Kesiswaan, Wakil Kurikulum, Guru BTQ, dan Siswa.

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi di lapangan, mencatat kejadian yang terjadi secara berati-hati, melakukan analisis, dan membuat laporan secara detail. [9] Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengunakan pendekatan sistem dan pendekatan tujuan.[10]

Hasil dan Pembahasan

Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an yang biasa disebut BTQ atau Pendidikan Al-Qur’an (Mengaji) merupakan pembelajaran yang wajib diikuti peserta didik selama 60 menit pertama sebelum mata pelajaran dimulai, selain baca tulis al-qur’an merupakan salah satu keunggulan dari SMP Al-Islam Krian, pembelajaran ini juga menganut atas dasar hukum yang dibuat oleh Pemerintah Bupati Sidoarjo No. 63 Tahun 2011 tentang Standar Pendidikan Muatan Lokal Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran dikelas.

Pembelajaran ini diharapkan bukan saja menciptakan insan yang cerdas, berkualitas dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan kedepannya tidak ada lagi generasi muda yang buta membaca al-qur’an. Dengan kegiatan ini siswa diharapkan bisa mengkaji Al-Qur’an, memberi ketentraman bagi siswa dan gurunya, juga bisa menghindari sifat atau perbuatan yang tidak terpuji pada siswa. Karena mereka sudah dibekali dengan kegiatan keagamaan dan nilai-nilai kesopanan, sehingga siswa bisa mengerti bahwa membuang waktu untuk hal-hal yang kurang penting adalah sebuah ke sia-sia-an, lebih baik beraksi untuk hal-hal yang bermanfaat baik bagi diri sendiri dan orang lain.

Baca Tulis Al-Qur’an ini menggunakan metode Tartil, serta terdiri dari dua kelas sebagai berikut:

Gambar. Pembagian Kelas Baca Tulis Al-Qur’an

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring guru dan peserta didik menggunakan Whatsapp dan VideoCall. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring guru tetap melakukan perencanaan pembelajaran dan mempersiapkan bahan ajar sebelum proses pembelajaran berlangsung. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini guru lebih sering menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi dengan peserta didik, selain itu Whatsapp digunakan guru untuk membagikan informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. Sedangkan dalam pelaksanaan daring guru menggunakan zoom untuk penyampaian materi pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan media berupa video, penggunaan media pembelajaran berupa video pembelajaran bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam membuat materi. Strategi yang digunakan guru dalam memahami materi. Strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran daring berupa pemberian waktu untuk diskusi dan tanya jawab kepada peserta didik sebagai suatu cara untuk melakukan pendekatan sehigga peserta didik dapat berinteraki dengan baik. selain itu metode yang digunakan guru yaitu disesuaikan dengan kharakteristik peserta didik, guru menggunakan metode ceramah karena dinilai lebih efektif untuk menjelaskan materi pembelajaran, karena meskipun belajar secara online peserta didik tetap membutuhkan penjelasan materi oleh guru.

Beberapa aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran online di SMP Al-Islam Krian, antara lain:

Whatsapp

Whatsapp sudah menjadi aplikasi wajib bagi penguna smartphone. Untuk pembelajaran online, aplikasi ini dimanfaatkan untuk komunikasi antara guru mapel dan wali kelas dengan grup kelas.

WOKA

WOKA adalah aplikasi tes/ujian online. Aplikasi ini berbasis web dan bisa diakses melalui browser di smartphone/laptop masing-masing. Untuk bisa mengerjakan tes/ujian online di WOKA siswa memerlukan username dan password daei proktor sekolah.

Google Classroom

Google Classroom adalah aplikasi yang dikembangkan google untuk pendidikan. Guru akan memberikan tugas dan siswa yang tergabung bisa mengerjakan langsung oleh Google Classroom atau melampirkan file jika diperlukan. Guru dan siswa yang sudah tergabung jiga bisa berkomunikasi melalui menu stream.

Video Conference (Zoom/Google Meet)

Beberapa materi pembelajaran terkadang juga memerlukan Video Conference dimana guru dan siswanya bisa bertatap muka secara langsung melalui video call, aplikasi yang digunakan zoom atau google meet.

Kesimpulan

Berdasarkan Penelitian yang telah penulis lakukan serta hasil observasi dan wawancara, maka peneliti dapat melakukan kesimpulan sebagai berikut :

Pelaksanaan pembelajaran daring di SMP AL-ISLAM KRIAN sudah terlaksana dengan cukup baik. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring guru dan peserta didik menggunakan Whatsapp dan GoogleMeet. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring guru tetap melakukan perencanaan pembelajaran dan mempersiapkan bahan ajar sebelum proses pembelajaran berlangsung. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini guru lebih sering menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi dengan peserta didik, selain itu Whatsapp digunakan guru untuk membagikan informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. Sedangkan dalam pelaksanaan daring guru menggunakan zoom untuk penyampaian materi pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan media berupa video, penggunaan media pembelajaran berupa video pembelajaran bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam membuat materi. Strategi yang digunakan guru dalam memahami materi. Strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran daring berupa pemberian waktu untuk diskusi dan tanya jawab kepada peserta didik sebagai suatu cara untuk melakukan pendekatan sehigga peserta didik dapat berinteraki dengan baik. selain itu metode yang digunakan guru yaitu disesuaikan dengan kharakteristik peserta didik, guru menggunakan metode ceramah karena dinilai lebih efektif untuk menjelaskan materi pembelajaran, karena meskipun belajar secara online peserta didik tetap membutuhkan penjelasan materi oleh guru. Selain itu guru juga menggunakan metode penugasan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik, sebelum memberikan tugas guru akan memberikan penjelasan mengenai tugas tersebut kemudian mengirimkannya melalui Whatsapp.

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini guru menggunakan pendekatan dengan peserta didik melalui videocall dan Google Meetdengan memberikan motivasi serta selalu menanyakan keluhan peserta didik terkait pelaksanaan pembelajaran daring ini. Selanjutnya untuk penilaian dan evaluasi guru menggunakan aplikasi Whatsapp, untuk mengirim kembali tugas peserta didik yang telah dikoreksi. Selain itu guru juga memberikan penilaian tentang kedisiplinan peserta didik dalam mengumpulkan tugas.

Adapun analisis ketercapaian antara lain :

  1. Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an pada Era New Normal di SMP Al-Islam Krian
  2. Analisis Ketercapaian Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an pada Era New Normal
  3. Sistem penilaian sekolah
  4. Pelaporan pelaksanaan pembelajaran BTQ dengan metode daring
  5. Faktor penghambat pembelajaran
  6. Cara menangani siswa yang kesulitan melafalkan makhorijul huruf

Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini yaitu tidak stabilnya jaringan internet sehingga terkadang peserta didik kesulitan untuk belajar. Selain itu peserta didik juga terkadang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, namun guru selalu memberikan waktu lebih dengan menanyakan kepada peserta didik jika memang masih ada peserta didik yang belum mengerti tentang materi tersebut maka guru akan dengan sabar memberikan penjelasan ulang.

References

  1. Buana, Dana Riksa.2020,“Analisis Perilaku Masyarakat Indonesia dalam menghadapi Pandeni virus Covid-19 dan kiat menjaga Kesejahteraan Jiwa”, Jurnal Sosial&budaya Syar’i, Vol.7 No. 3
  2. Nurdyansyah, N. 2017. Integration of Islamic Values in Elementary School. Atlantis Press. Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), volume 125
  3. Husen,Torsen. 1988. Masyarakat Belajar.Jakarta :Rajawali
  4. Diakses dari www.Kemdikbud.go.id/main , pada 22 november 2020
  5. Ibid,.16
  6. Margono. 2014. Metodelogi Penelitian Pendidikan.Jakarta:Rienka Cipta