<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC SELF-REGULATION AND ACADEMIC FLOW IN STUDENTS OF SMP NEGERI 2 DAWARBLANDONG IN MATHEMATICS</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-fd021d3f16cc1a93b1119c59d5748955" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahma</surname>
            <given-names>Karinka Aurelia</given-names>
          </name>
          <email>karinkaaurelia5@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0ed2e3129cd8d9e59fc96efc926a0ccc" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rusyid Affandi</surname>
            <given-names>Ghozali</given-names>
          </name>
          <email>ghozali@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-08">
          <day>08</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-3a46fc096ef2f27af5be1a281e782bbe">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Sekolah merupakan kebutuhan dan hal yang penting bagi setiap orang [1]. Pendidikan pada umumnya dipisahkan di berbagai tingkatan, seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan kemudian kuliah atau magang di perusahaan [2]. Lewat pendidikan, dalam sehari - hari kehidupan siswa tidak lepas dari aktivitas akademik misalnya mengerjakan tugas dari pagi hingga sore bahkan sekitar waktu malam. Menurut Prihandrijani [3] kecenderungan dalam belajar ini sering membuat siswa kurang nyaman, lelah, dan kehilangan inspirasi.</p>
      <p id="_paragraph-14">Masa remaja memiliki makna yang luas termasuk dalam perkembangan mental, emosional, fisik. Menurut Santrock [4] masa remaja atau pra-dewasa merupakan kemajuan dari masa remaja ke masa, yang membentuk perubahan - perubahan secara kognitif, biologis, sampai dengan sosioemosionalnya. Siswa sekolah menengah pertama mereka berusia 12 sampai 15 tahun. Siswa saat ini berada pada masa remaja, dimana terjadi kemajuan dan peningkatan pada diri manusia baik secara fisik, mental, maupun sosial [5], [6].</p>
      <p id="_paragraph-15">Siswa SMP adalah remaja dalam tahap negatife. Secara umum, karakteristik ini negative untuk kinerja fisik dan psikologis, dan juga negative untuk lingkungan sosial, baik dalam hal menghindari lingkungan atau dalam hal agresivitas terhadap lingkungan [7]. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi siswa sekolah menengah adalah terkait dengan pembelajaran matematika, salah satu mata pelajaran yang wajib yang diajarkan dalam sistem pendidikan, dan mata pelajaran penting untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan di sekolah, keluarga, dan pekerjaan. Menghitung akan mengajarkan seseorang untuk berpikir logis dan membantu siswa memecahkan masalah dalam mata pelajaran yang lain [8].</p>
      <p id="_paragraph-16">Dalam dunia pendidikan, sudah menjadi hal yang lumrah ketika siswa seringkali tidak percaya dengan kemampuannya atau hanya bergantung pada nasibnya saja [9]. Padahal untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan akademik dengan hasil yang maksimal, setiap individu harus dapat fokus dan menikmati kegiatan akademik. situasi ini disebut dengan <italic id="_italic-25">flow</italic> akademik [10]. Menurut Csikzentmihalyi [3] kondisi <italic id="_italic-26">flow </italic>yang terjadi selama kegiatan akademik disebut dengan <italic id="_italic-27">flow </italic>akademik. <italic id="_italic-28">Flow </italic>akademik adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat berkonsentrasi dan menikmati kegiatan akademik[1].</p>
      <p id="_paragraph-17"><italic id="_italic-29">Flow </italic>akademik yang dimaksud yaitu di mana siswa dapat menikmati setip kegiatannya dengan rasa senang, memusatkan perhatian pada hal yang sedang dilakukannya, merasa nyaman saat melakukan kegiatanya, memiliki motivasi besar yang datang dari diri mereka sendiri, dan merasa bahwa waktu akan segera berlalu saat melakukan kegiatannya [11]. Ciri - ciri ketika seseorang mengalami kondisi <italic id="_italic-30">flow</italic> akademik seperti, merasa senang dan berpartisipasi penuh dalam menyelesaikan suatu tugas. Ini membuat individu merasa tugas lebih mudah dan sederhana [1]. Menurut Bakker [1] terdapat tiga aspek dalam <italic id="_italic-31">flow</italic> yaitu <italic id="_italic-32">absorption</italic>, mengarah kepada konsentrasi penuh terhadap semua perhatian, kewaspadaan, dan focus pada apa yang sedang berlangsung hingga tidak memperdulikan kejadian di sekitarnya. <italic id="_italic-33">Enjoyment</italic> muncul saat melakukan kegiatannya, dan individu bisa terlibat di dalam kegiatan atau aktivitas tersebut untuk waktu yang lama. <italic id="_italic-34">Intrinsic motivation</italic> mengarah pada tindakan yang mengarah pada tindakan yang mengacu pada kesenangan dan rasa puas dalam tindakan yang mereka lakukan saat ini.</p>
      <p id="_paragraph-18"><italic id="_italic-35">Flow </italic>akademik diketahui sangat mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran siswa. mengingat hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Shernoff [12] menunjukkan bahwa siswa yang menjalani proses pembelajaran lebih siap untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, meningkatkan proses pembelajaran , dan memiliki lebih banyak semangat untuk tugas-tugas yang menantang, dan siswa yang lebih baik dalam pemahaman cenderung lebih termotivasi, emosional dan memperhatikan prestasi akademiknya dari siswa lainnya. Hasil penelitian terdahulu sebagian besar siswa SMA Adabiah Padang sudah memiliki flow akademik yang tergolong sedang, yakni 50% [11].</p>
      <p id="_paragraph-19">Namun, tidak semua siswa memiliki <italic id="_italic-36">flow</italic> akademik yang baik berdasarkan angket yang dibagikan peneliti, terdapat fenomena <italic id="_italic-37">flow </italic>akademik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dawarblandong dalam pelajaran matematika. Posisi tertinggi sebanyak 70% responden yang berada pada <italic id="_italic-38">absorption </italic>yang mana siswa kurang bisa berkonsentrasi saat belajar dan mengerjakan tugas matematika. Posisi yang kedua berada pada <italic id="_italic-39">Intrinsic</italic><italic id="_italic-40"> motivation </italic>yang mana siswa merasa kurang adanya semangat untuk mengerjakan tugas atau belajar matematika tanpa adanya dorongan dari guru atau orang sekitar. Posisi terakhir berada pada <italic id="_italic-41">Enjoyment </italic>siswa merasa senang dan kurang senang saat belajar dan mengerjakan tugas matematika. Dari ketiga aspek tersebut terdapat dua aspek yang menandakan adanya fenomena <italic id="_italic-42">flow </italic>akademik di SMP Negeri 2 Dawarblandong yaitu dari aspek <italic id="_italic-43">absorption</italic> dan <italic id="_italic-44">Intrinsic</italic><italic id="_italic-45"> motivation </italic>yang mana siswa kurang bisa berkonsentrasi dan bersemangat saat belajar dan mengerjakan tugas matematika.</p>
      <p id="_paragraph-20">Selain data yang diperoleh dari angket tersebut, penulis juga melakukan wawancara untuk mengetahui bagaimana fenomena <italic id="_italic-46">flow </italic>akademik yang terjadi pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong. Berikut adalah hasil dari wawancara yang dilakukan penulis :</p>
      <p id="_paragraph-21">Fenomena <italic id="_italic-47">Flow</italic> Akademik juga terjadi di SMP Negeri 2 Dawarblandong. Berdasarkan wawancara dari salah satu murid kelas VII menuturkan:</p>
      <p id="_paragraph-22">“aku itu mbak kurang suka pelajaran matematika karena materinya susah dipahami mbak, jadinya kalau belajar itu sering gak bisa konsen mbak. Apalagi kalau mengerjakan PR sendiri suka pusing mbak ngerjakannya kalau udah gitu biasanya tak tinggal hpan mbak sambal nunggu temenku yang sudah selesai baru aku minta di jelasin.”</p>
      <p id="_paragraph-23">Kutipan dari hasil wawancara dari siswa lainnya :</p>
      <p id="_paragraph-24"><italic id="_italic-48">“</italic> sebenernya belajar matematika itu gak susah kak cuman aku itu sering susah untuk fokus belajar kak, jadinya aku susah buat memahami materinya kak. Kayak barusan aja ya kak aku habis belajar matematika sangking susah materinya masuk ke otak akhirnya aku belajar sambil nangis kak”</p>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan hasil kedua wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa yang dialami siswa SMP adanya indikasi kurangnya <italic id="_italic-49">flow</italic> akademik pada pelajaran matematika. Hal ini yang kemudian tergambar melalui tidak dapat berkonsentrasi penuh dan tidak <italic id="_italic-50">enjoy</italic> dalam pelajarannya sehingga dia memilih untuk mengobrol dengan temannya, selain itu dia juga tidak memperoleh kesenangan saat melakukan aktivitasnya. Hal ini sesuai dengan tiga aspek <italic id="_italic-51">flow</italic> akademik yaitu <italic id="_italic-52">enjoyment </italic>dimana individu dapat melakukan kegiatannya dalam waktu yang lama dan konsentrasi (<italic id="_italic-53">Absorption</italic>) konsentrasi berpusat pada apa yang dilakukannya, sehingga mengakibatkan individu tidak menyadari apa yang ada disekitarnya, dan <italic id="_italic-54">Intrinsic motivation </italic>dimana sesorang perlu melakukan tindakan untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan dari aktivias yang dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-26">Csikszentmihalyi [13] menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan seseorang mengalami <italic id="_italic-55">flow </italic>akademik, yaitu : faktor dari individu dan faktor dari lingkungan. Faktor dari individu (<italic id="_italic-56">person factor</italic>), yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas. Faktor dari lingkungan (<italic id="_italic-57">environtment factor</italic>), yaitu berkaitan dengan kompleksitas tugas yang dibebankan kepada seseorang. Faktor lain yang berhubungan dengan <italic id="_italic-58">flow </italic>akademik meliputi <italic id="_italic-59">student engagement</italic>, motivasi berprestasi, regulasi diri akademik, dukungan sosial, <italic id="_italic-60">stress</italic> akademik, <italic id="_italic-61">self esteem</italic>, <italic id="_italic-62">self efficacy </italic>[13].</p>
      <p id="_paragraph-27">Regulasi diri didefinisikan sebagai metode yang digunakan setiap orang untuk mencapai tujuan. Ada dua stategi yang terkait, yaitu <italic id="_italic-63">assessment </italic>dan <italic id="_italic-64">locomotion</italic> [14]. Menurut Woolfolk [15] regulasi diri (<italic id="_italic-65">self-regulation</italic>) adalah proses pengaturan diri dimana setiap orang mengatur pikiran, perilaku dan perasaan untuk mencapai tujuan. Jika asumsi itu menyangkut dengan pembelajaran, maka itu merupakan regulasi diri akademik (<italic id="_italic-66">self regulated learning</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-28">Aspek – aspek regulasi diri akademik menurut Zimmerman [16] adalah sebagai berikut : 1) Metakognitif. Metakognitif bagi orang yang mengalami regulasi diri adalah orang yang dapat merancang, mengatur, mengukur, dan melatih sesuatu dengan kebutuhannya sendiri. Misalnya, fokus dalam hal belajar. 2) Motivasi. Motivasi ialah komponen kebutuhan pengendalian yang berhubungan dengan kemampuan. 3) Perilaku. Perilaku adalah upaya yang dilakukan individu untuk menegdalikan dirinya, memilih, dan menggunakan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitasnya.</p>
      <p id="_paragraph-29">Setiap siswa dengan regulasi diri akademik yang baik memiliki tujuan belajar, dan dapat mengendalikan waktu dan tenaganya dalam mengerjakan tugasnya, dan juga mau menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan [16]. Menurut hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa selayaknya setiap siswa harus memiliki regulasi diri akademik sebagai pengendali untuk mencapai kondisi <italic id="_italic-67">flow</italic> akademik. Setiap siswa dapat memenuhi kondisi <italic id="_italic-68">flow </italic>akademik, tetapi pencapaianya bisa bervariasi dari satu individu ke individu lainnya [11]. Dengan ini membantu kita untuk mengingat adanya hubungan antara regulasi diri akademik dan <italic id="_italic-69">flow</italic> akademik pada siswa. Jadi keterkaitan antara Regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-70">Flow </italic>akademik adalah jika Regulasi diri akademik yang tinggi maka <italic id="_italic-71">Flow </italic>akademik juga akan tinggi. Karena siswa yang dapat mengendalikan diri atau dapat menyusun strategi untuk pembelajarannya, maka itu dapat berpengaruh pada apa yang yang akan dikerjakannya. Siswa akan lebih bisa mengikuti atau lebih fokus dalam pembelajaran, serta adanya dorongan dari dalam dirinya untuk menyelesaikan tugas - tugasnya.</p>
      <p id="_paragraph-30">Melihat hasil yang sudah diuraikan diatas, maka peneliti ingin memahami dan mempelajari Hubungan Antara Regulasi Diri Akademik Dengan <italic id="_italic-72">Flow</italic> Akademik Pada Siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong Dalam Pelajaran Matematika.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-85341dfb01af2e682ed831b5acfc143c">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-31">Metode pada penelitan ini menggunakan kuantitatif, ialah sebuah metode untuk mengalisis populasi dan sampel tertentu, menggunakan alat penelitian untuk mengumpulkan data, analisis kuantitatif atau statistic untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan [17]. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk menguji sejauh mana perubahan suatu variabel terkait dengan perubahan penggunaan satu ataupun lebih variabel berdasarkan pada [18]. Desain penelitian ini bukan eksperimental karena menggunakan analisis statistik untuk mengintepretasikan hasil setiap pengukuran dan tidak memberikan tugas khusus bagi peserta penelitian tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-32">Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong dengan populasi sebanyak 510 siswa dan sampel yang didapatkan dengan tabel <italic id="_italic-73">slovin </italic>sebanyak 224 siswa. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampelnya menggunakan <italic id="_italic-74">probability sampling </italic>dengan jenis <italic id="_italic-75">stratified random </italic><italic id="_italic-76">sampling.</italic> Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis untuk mengukur dua variabel, model skala yang digunakan peneliti adalah model skala <italic id="_italic-77">likert. </italic>Model skala <italic id="_italic-78">likert</italic> digunakan untuk mengukr sikap, pendapat dan persepsi individu atau kelompok terhadap fenomena sosial. Penelitian ini menggunakan metode korelasi <italic id="_italic-79">product moment spearman’s rho</italic> untuk menguji hipotesis, dengan menggunakan JASP (<italic id="_italic-80">Jeffrey’s Amazing Statistics Program</italic>).</p>
    </sec>
    <sec id="heading-d2067986b64a0a2c3b79471309e53fcb">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-606dbdf8c73e197403cad1125949b6c8">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-33">Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis data menggunakan uji asumsi terhadap data penelitian kedua variabel. Uji asumsi yang digunakan adalah uji normalitas dan uji linieritas. Selain itu, peneliti juga menganalisis data untuk menguji hpotesis pada dua variabel.</p>
        <p id="paragraph-bfcbcabb235af9f55aacea7f43c7d87f">Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-34">Uji normalitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui sebaran normal pada masing – masing variabel [19]. Uji normalitas dihitung dengan bantuan SPSS 25 <italic id="_italic-81">for windows </italic>menggunanakan model <italic id="_italic-82">One-Sampel Kolmogorov-Smirnov</italic>. Dang menggunkan pedoman jika nilai <italic id="_italic-83">sig </italic>p &lt; 0.05 maka berdistribusi tidak normal dan jika nilai <italic id="_italic-84">sig </italic>p &gt; 0,05 maka berdistribusi normal.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d7def8a3e149b2f6c3636b2befd3d5f9">
                <td id="table-cell-ae553d7428444ba9e26ccef9aaa37919" colspan="3">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4b58686a223e4822d674b1d514c504d0">
                <td id="table-cell-e6524389f163f7ff0758601df2a6b238" colspan="2" />
                <td id="table-cell-e94e0ca655a8d189131851c1c1b903f0">Unstandardized Residual</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec2f2a63da2aecf3a00ee371a4fe3647">
                <td id="table-cell-58bbb32b60501d52290745f42947b3a6" colspan="2">N</td>
                <td id="table-cell-fdee680de26f552bf651a7beacc9d87d">224</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8a57aedfa522870138d4449d57164ee9">
                <td id="table-cell-d51a5fd1b2bf6a9c4601ce0e90768fa1" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-f5394101cc83f7a83e6865042ab7ffc3">Mean</td>
                <td id="table-cell-69e55ad13002f4ea111b938b6263fcd9">,0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4cee26bbe0f808a6d23473fccd8d4cd0">
                <td id="table-cell-984f0697708705f44fc080b365fa98a7">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-1b11ca42e91c9f1e7d43a68ebe6cb842">3,27559899</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-558a5586a165f83d1a788392340b1c93">
                <td id="table-cell-4da6f688854c32c91aa60d0fe688d293" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-a4cf8d7322a82cca02422b1cbb47d44e">Absolute</td>
                <td id="table-cell-518bbab01d4de2f92a24c9fd1898716b">,076</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dd7569fa65ca3b9e2d4dfebc803bb489">
                <td id="table-cell-94081f04829c621a110de923e2c89458">Positive</td>
                <td id="table-cell-de549154512a3b59854f65ce8f0f71de">,076</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6c94a980b56b95741e3e107b208b81fd">
                <td id="table-cell-f0fbfe5b51a04267ae52fa3c3b96c250">Negative</td>
                <td id="table-cell-f8c7d39144f83aaaab107967a3f3f45c">-,048</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b38d3fe2dd84e750774727165c205b65">
                <td id="table-cell-a9a121249f9bcbe408b9b7fea6887ab2" colspan="2">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-6a354ac6180d82fc5f12491da2ceb698">,076</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e44027da12b7a0ad45cf2e32c72eb7f7">
                <td id="table-cell-e6a197a00f680a8832210dcce25688d8" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-0edd590a4058cb209a73c95ea4d25a40">,003c</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan <italic id="_italic-85">One-Sample Kolmogorov-Smirnov </italic>diatas, maka diketahui nilai signifikasi variabel regulasi dari akademik dengan <italic id="_italic-86">flow </italic>akademik sebesar 0,003 &lt; 0,05. Sehingga dapat diartikan bahwa kedua variabel berdistribusi tidak normal.</p>
        <p id="paragraph-14eea1bf0ab74c564f34b6e0d99d8ac6">Uji Linieritas</p>
        <p id="_paragraph-38">Uji linieritas ialah pengujian pada garis regresi antara variabel bebas dan variabel tergantung. Uji linieritas digunakan untuk melihat apakah garis lurus dapat ditarik dari sebaran data variabel - variabel penelitian [9]. Uji linieritas menggunakan bantuan SPSS 25 <italic id="_italic-87">for windows </italic>dengan mengacu pada nilai <italic id="_italic-88">Signifikansi</italic> <italic id="_italic-89">Deviation from Linierity</italic>. Hubungan antara kedua variabel dikatakan linier jika sig &gt; 0,05, dan hubungan kedua variabel dikatakan tidak linier jika sig &lt; 0,05.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Linieritas</title>
            <p id="_paragraph-40" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-c16459dd396e03f4b1390df8e3dff5ce">
                <td id="table-cell-093fac02d7761fadb861976f85fd8459" colspan="8">ANOVA Table</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2e09f2d435535a65a76f2695a5ee2c78">
                <td id="table-cell-144140a1ad34776ce286c2e57ca67ed0" colspan="3" />
                <td id="table-cell-58b9d131f39c552a5ecc1a2e46cc97ff">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-0dc132684b0e4b5d539515f7a9752fee">df</td>
                <td id="table-cell-818e905d8ad51f3e00cf34b7b1be0cb1">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-f9affae93a94948e04995ab5ef18ec03">F</td>
                <td id="table-cell-0e0aa01829b9dca72fdb1a826db25133">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5a9a355c490732320fce14ce139ca07d">
                <td id="table-cell-abd773bb0e1dcd28a9b24c84499add6e" rowspan="5">Flow Akademik * Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-8f8e81a180df2fc9107c5f99ce41f4c6" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-142eccf547d03b742fd786ab6e6a8300">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-8eb18e409a57ee620ca478794007a26b">2012,992</td>
                <td id="table-cell-c0931d75874e8424488513ca0edd786a">53</td>
                <td id="table-cell-1060f0f12fb9982a0e7a59dee9e39d1d">37,981</td>
                <td id="table-cell-01f56d72f82c0e1e426f053a4f09d1cc">3,935</td>
                <td id="table-cell-67eba8a34deca3b145a4c693e13f93f8">,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-132a2de8bcb91c896fd2a6fbb13464d0">
                <td id="table-cell-2c5b99a7e83972cecf41c2c3234e4f3b">Linearity</td>
                <td id="table-cell-020fef3b02c4d600a0d1048455924899">1261,311</td>
                <td id="table-cell-b9f6484cac26fcb203892daf3b3ca2e0">1</td>
                <td id="table-cell-a8354bf082fc42e751f3ded4bd61376d">1261,311</td>
                <td id="table-cell-65be2a62fd342bea47f82949bffb98ff">130,665</td>
                <td id="table-cell-3b8fbbeb749a2fc00d903685e65ef28a">,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-299926507178a289edab34d6ddfc5d39">
                <td id="table-cell-95f503c4d99a117abdeead01d6efbe38">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-ebac1592b580f04f56baa71a4e5f336f">751,681</td>
                <td id="table-cell-c61d7b43fb7c91fd5850c485349e57bb">52</td>
                <td id="table-cell-435d80feb5d51d30188290d2a4c920df">14,455</td>
                <td id="table-cell-d9384a7bf9f9776cc918f1596cbc3fdc">1,498</td>
                <td id="table-cell-5bc0afebcd923ca4d9957afa29ea5aea">,029</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f0c0725a4d571c9f972dbf5c35809da1">
                <td id="table-cell-86da9794f891bfb422ac87882b2a7693" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-e05fedfdee7f7dfc97244d068b3e2a4b">1641,008</td>
                <td id="table-cell-6f3cf6891a219354a92a89a30a21a472">170</td>
                <td id="table-cell-f465bf0d46b4f88509ad342b3bd3d509">9,653</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e251c64b2eb56c5cdf088471693b841c">
                <td id="table-cell-fa6644e0843911983264dc1fcdb217c7" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-2b082a5be744db6b7d89117b9b19b2fa">3654,000</td>
                <td id="table-cell-5a9d0fca0f5afdbc63bb723357d86050">223</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-41">Berdasarkan hasil uji linieritas diatas nilai <italic id="_italic-90">Sig. Deviation from Linearity </italic>sebesar 0,029. Dapat diartikan bahwa nilai <italic id="_italic-91">Sig. Deviation from Linearity </italic>lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara data regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-92">flow </italic>akademik. Uji Analisis data berdasarkan hasil uji asumsi diatas dapat diperoleh bahwa data regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-93">flow </italic>akademik berdistribusi tidak normal dan memiliki hubungan yang linier. Sehingga peneliti dapat melakukan tahap selajutnya, yaitu melakukan uji hipotesis dengan menggunakan metode korelasi <italic id="_italic-94">product moment</italic> <italic id="_italic-95">Spearman's rho </italic>dengan bantuan JASP (<italic id="_italic-96">Jeffrey's Amazing Statistics Program</italic>) versi 0.13.1.0 <italic id="_italic-97">for windows</italic>. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat hubungan positif antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-98">flow</italic> akademik pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong dalam pelajaran matematika.</p>
        <p id="paragraph-41c064a4a05d83568104d18b9f74d849">Uji Hipotesis</p>
        <p id="_paragraph-42">Setelah melakukan uji asumsi dengan menggunakan uji normalitas dan uji linieritas pada kedua variabel, selanjutnya peneliti melakukan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan positif antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-99">flow</italic> akademik pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong dalam pelajaran matematika dengan menggunakan bantuan JASP (<italic id="_italic-100">Jeffrey's Amazing Statistics Program</italic>)<italic id="_italic-101">. </italic>Berikut adalah hasil uji hipotesis yang telah dilakukan :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-44" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-274dd4f81ba463221200f84817fcec97">
                <td id="table-cell-8e0141d1177e93184e862d5d0b6af855" colspan="10">Spearman's Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-837c1e1709bc85fd3c22de0bc52226d6">
                <td id="table-cell-2277eae3e8905c7e4d1020104401d6ee" colspan="2" />
                <td id="table-cell-3c08149b30939980a68c9860e108b5e6" colspan="2" />
                <td id="table-cell-ccd5b34d6fdaf72c16fbe4106e907942" colspan="2" />
                <td id="table-cell-39371af99b1f450378884a735a489810" colspan="2">Spearman's rho</td>
                <td id="table-cell-defb0275e860258042a5d33d14c741c4" colspan="2">p</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ba50e71070deac63fcc1b8222f209912">
                <td id="table-cell-f1e0d2f459c3555d18aca490644e90dd">Regulasi Diri</td>
                <td id="table-cell-27b4ba0ff14e169aa51305dcf49868db">-</td>
                <td id="table-cell-85d0a227c9e1eeea04ac2a88cb47c010">Flow</td>
                <td id="table-cell-15efd02f2488847199ae93590e8c4f88">0.549</td>
                <td id="table-cell-ed032ca98809c0876605ecf4dc78b61c">***</td>
                <td id="table-cell-8bb806759ab30e30e1f66362e4de09da">&lt; .001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fc35c56b0ee7e43ed440099cb0f2ecde">
                <td id="table-cell-2fe1cbaaa4bb7833595e79d11a2326d4" colspan="10">* p &lt; .05, ** p &lt; .01, *** p &lt; .001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-45">Berdasarkan hasil uji hipotesis pada tabel diatas diketahui nilai r = 0.549 dan nilai p = &lt; .001 dimana nilai tersebut &lt; 0.05 sehingga dapat diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara antara variabel regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-102">flow</italic> akademik. Diketahui nilai r sebesar 0.549*** dan bernilai positif, maka arah hubungan antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-103">flow </italic>akademik positif. Sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-104">flow</italic> akademik dalam pembelajaran matematika pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong. Semakin tinggi regulasi diri akademik pada siswa maka tingkat <italic id="_italic-105">flow</italic> akademik siswa semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah regulasi diri akademik siswa maka tingkat <italic id="_italic-106">flow</italic> akademik siswa semakin rendah juga. Diketahui juga nilai besaran efeknya tergolong besar (0.549) berdasarkan tabel besaran efek dari Dr Mark Goss-Sampson [20].</p>
        <p id="paragraph-687bc27d0b4b00136459109f90060233">Kategorisasi</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Standart Deviasi dan Mean</title>
            <p id="_paragraph-47" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-22c8058cd02307edef8804ca060a5a42">
                <td id="table-cell-e4ab58a76db18f5344340b6c00509565" colspan="6">Descriptive Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c6d02d7bf902b30b3b5adb6316e715f9">
                <td id="table-cell-512141605073018d1391a517d8b79db3">N</td>
                <td id="table-cell-6ddaf95a2835f8822b4da75acecc5362">Minimum</td>
                <td id="table-cell-19b755262f6aa2a0d0085fbc1ec3b82a">Maximum</td>
                <td id="table-cell-cd042f9671911f0d824275292df633ee">Mean</td>
                <td id="table-cell-870bfe66f700e07fecb72ae854785854">Std. Deviation</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-79406fbbe941e00d033493b43d215e78">
                <td id="table-cell-ca710595f6025630e9935c20ae9563ca">Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-de28e74b1815ebe264364fa2bc319f87">224</td>
                <td id="table-cell-116d9ae1127bc7b294239fe21c296f65">75,00</td>
                <td id="table-cell-cade14d989a0146e97101e76d4a6b37e">148,00</td>
                <td id="table-cell-739a049db7ba18dd76b2ef6859428427">110,1920</td>
                <td id="table-cell-87241fb6d1d56a782916945a1a4df13c">11,88411</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-157654b77d85d79b6bb398579cdf0409">
                <td id="table-cell-cd607919a2b7526fc600ae618130ea56">Flow Akademik</td>
                <td id="table-cell-ba204a11e16abe3142608ab7dde6e8c7">224</td>
                <td id="table-cell-054352717c3e6e3594cfc87b0b5bdc74">19,00</td>
                <td id="table-cell-3137034c12dd60f36a508332db534f5e">40,00</td>
                <td id="table-cell-f71a25a71b0546ad2afd2ce1d820a614">29,7500</td>
                <td id="table-cell-0d3b3feba1ce22dd1b202c1bae72ad79">4,04792</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec265da4873ecb05255935616bd49427">
                <td id="table-cell-de6f4a6baa2e135132bc8ca3345b7578">Valid N (listwise)</td>
                <td id="table-cell-7180bfd748907c99db2e7d200d4650c4">224</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan tabel diatas hasil mean teoritik (µ) pada variabel regulasi diri akademik sebesar 110,19 dengan standart deviasi (σ) sebesar 11,8. Pada variabel <italic id="_italic-107">flow</italic> akademik hasil mean teoritik (µ) sebesar 27,7 dan standart deviasi (σ) sebesar 4,04. Berikut adalah norma yang digunakan untuk mengkategorisasikan variabel regulasi diri akademik <italic id="_italic-108">flow </italic>akademik yang dijelaskan pada tabel dibawah ini :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Kategori Skor Regulasi Diri Akademik Dengan Flow Akademik</title>
            <p id="_paragraph-50" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f9b8805bd370fb91c99f6dcbd0237068">
                <td id="table-cell-74e03e0df78e4e0fbe01c6a09cb2df51">Kategori</td>
                <td id="table-cell-00d31a767fcbc417be91e7a9ec0a9a2d">Norma</td>
                <td id="table-cell-57e6d132360aa728b0ac15f8102d7ad7" colspan="2">Skor</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-37e223e65d691de224a759977920d81f">
                <td id="table-cell-bea5940a2c1d5902f13d9a6e92dc058f">Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-e4d2eb69cf068f84d402e4a528e97282">Flow Akademik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bf45d76247132eac66a32f40d1dc62b1">
                <td id="table-cell-46c1ede421122bcd76ed6f56fcaf5d1a">Rendah</td>
                <td id="table-cell-ce346957f00e2b465ada48e1ff041a7d">X &lt; µ – 1 σ</td>
                <td id="table-cell-a96daeee7d6482fdbdc18a35db3abd46">&lt; 98</td>
                <td id="table-cell-537eeb1259ba96aa4737f182506ef5fe">&lt; 26</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bf09c857729137b93bd4bfdd6ff5078a">
                <td id="table-cell-f985a39876ac400bc2dfb35d500e37b8">Sedang</td>
                <td id="table-cell-c2f327de9e6b98822f31e26fa84ad474">µ – 1 σ &lt; X &lt; µ + σ</td>
                <td id="table-cell-53eda0cd185613caf51a6289851fc1c1">98 - 122</td>
                <td id="table-cell-ef8ab0b57a24c2e315acee668b0e5587">26 - 34</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0031d86a893d529271ef43d9ca58678d">
                <td id="table-cell-84d8d5d6810cfc49d7cacefa72ac2ed1">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-343e170961bbccef281b4028c8f198e5">µ + 1 σ &lt; X</td>
                <td id="table-cell-3cbfae7bd35b4194e12f849e79d7f6c1">&gt; 122</td>
                <td id="table-cell-c6e842125cc1e6b8c07df263c2d14024">&gt; 34</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-51">Berdasarkan tabel kategori skor diatas, maka berikut ini adalah kategori skor subjek pada masing – masing variabel :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Kategori Skor Subjek</title>
            <p id="_paragraph-53" />
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d1416c29c9359d3d1f47b72de8416dea">
                <td id="table-cell-b1a6773cdcdac859211b6a13005aa21a">Kategori</td>
                <td id="table-cell-bb955372531d9ae712bb024524b98d79" colspan="5">Skor Subjek</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5389ccef6e4fe241451738aafd616ee4">
                <td id="table-cell-d86ec04a5359e13cb14a6510f0c8c90b" rowspan="2" />
                <td id="table-cell-650a97f203b0750f9401282ae6ca7102" colspan="2">Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-f02bd9caf1f3b697ff40a11e92a13f6f" colspan="3">Flow Akademik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9d3ef9afb78db83536efb69d2f355d18">
                <td id="table-cell-b4c580acf68829385f7de9d30aadff92">Siswa</td>
                <td id="table-cell-00e647b426e003398a809d5fc64d406e">%</td>
                <td id="table-cell-7f846f522ddefa7a2e82ad75ad0fef9d" colspan="2">Siswa</td>
                <td id="table-cell-4162ba857a267a6fc4d6b598e4b1bfd3">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6a17d9cc9d3e72ee9b001f0f2e83807f">
                <td id="table-cell-dc466aeee930662ce32b30d730391567">Rendah</td>
                <td id="table-cell-8dbdc1a2e529bea8ab20bf249aadeb9c">38</td>
                <td id="table-cell-cbbce9409e51c3ad8c3045f7d8316795">16,9%</td>
                <td id="table-cell-07cacbb0e273501a02e9bc04ea017862">33</td>
                <td id="table-cell-b4bd58823720e7d8a0c564c4ae30228f" colspan="2">14,7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2598c824c85a6fb785afdf6193e96ce2">
                <td id="table-cell-25de10dea3b42d27353469f40ff81e69">Sedang</td>
                <td id="table-cell-0a68e3af1a103d99fd4189488a1d7934">146</td>
                <td id="table-cell-afe6ec19171c261d645e80c3a65eddd4">65,3%</td>
                <td id="table-cell-6312ff84b0902bc1548f8d4e198d6b51">158</td>
                <td id="table-cell-8297cc6548a0a015ce263b8a16a72016" colspan="2">70,6%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-45e887454a88da1eaa675363c5299bd5">
                <td id="table-cell-b8d0f8ca23129d18c578d8654752f705">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-c857b910e1d2113cfd25827b837181f2">40</td>
                <td id="table-cell-443e942346b4a6090e3bc591e510c64d">17,8%</td>
                <td id="table-cell-8e18982744a750a16eb6ba16763495c9">33</td>
                <td id="table-cell-4124e544a453d1fa339553106ab81f4b" colspan="2">14,7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8f1cc35ff7c0b6a5ae37d0f5c533e537">
                <td id="table-cell-f3cd9fe6cd5b86114f981c0d43299200">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-b7602b859b6f6a0c0250f93a520551a7">233</td>
                <td id="table-cell-f71b7bef16ae8270e4daaa318752315d">100%</td>
                <td id="table-cell-c289d3191bd46902aa5fb0a8d701354f">233</td>
                <td id="table-cell-250b98ee2e503d830add7090c16de7d0" colspan="2">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-54">Berdasarkan tabel kategori skor subjek diatas dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong memiliki tingkat regulasi diri akademik dan <italic id="_italic-111">flow</italic> akademik yang relatif sedang. Mengenai skala regulasi diri akademik terdapat 38 siswa yang berda pada kategori rendah, 146 siswa pada kategori sedang, dan 40 siswa pada kategori tinggi. Pada skala <italic id="_italic-112">flow</italic> akademik terdapat 33 siswa yang berada pada posisi rendah, 158 siswa dengan kategori sedang dan 33 siswa dengan kategori tinggi.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-567f4da0ef2d290df08ffcfccda26ef0">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-55">Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diatas maka hasil uji analisi data berdasarkan hasil uji asumsi diatas dapat diperoleh bahwa data regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-113">flow </italic>akademik dalam pelajaran matematika berdistribusi tidak normal dan memiliki hubungan yang linier. Sehingga peneliti dapat melakukan tahap selajutnya, yaitu melakukan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi <italic id="_italic-114">product moment</italic> <italic id="_italic-115">Spearman's rho, </italic>hasilyang diperoleh menunjukkan hasil dari koefisien korelasi <italic id="_italic-116">product moment</italic> <italic id="_italic-117">Spearman's rho </italic>sebesar r = 0.549 dan nilai p = &lt; .001 dimana nilai tersebut &lt; 0.05 sehingga dapat diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara antara variabel regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-118">flow</italic> akademik dalam pelajaran matematika. Diketahui nilai r sebesar 0.549*** dan bernilai positif, maka arah hubungan antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-119">flow </italic>akademik dalam pelajaran matematika positif. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, karena hasil analisis koefisien korelasi diatas mendukung hipotesis yang di ajukan pemelitian ini, yaitu terdapat hubungan positif antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-120">flow</italic> akademik pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong dalam pelajaran matematika.</p>
        <p id="_paragraph-56">Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [11] terdapat hubungan positif antara <italic id="_italic-121">self regulated learning </italic>(regulasi diri akademik) dengan <italic id="_italic-122">flow</italic> akademik siswa yang artinya, siswa yang memiliki <italic id="_italic-123">self regulated learning</italic> yang tinggi maka <italic id="_italic-124">flow</italic> akademik siswa juga tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika <italic id="_italic-125">self regulated learning</italic> siswa rendah maka <italic id="_italic-126">flow</italic> akademik siswa juga rendah. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian yang dilakukan peneliti.</p>
        <p id="_paragraph-57">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shernoff [12] menunjukkan bahwa siswa yang mengalami <italic id="_italic-127">flow</italic> akademik lebih mau untuk terlibat di dalam proses belajar, mengalami peningkatan performa akademik, lebih merasa bersemangat saat mendapat tugas yang cukup menantang. Menurut hasil wawancara yang dilakukan pada peneliti ini siswa tidak dapat berkonsentrasi penuh dan tidak <italic id="_italic-128">enjoy</italic> dalam pelajarannya sehingga dia memilih untuk mengobrol dengan temannya, selain itu dia juga tidak memperoleh kesenangan saat melakukan aktivitasnya. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan kondisi <italic id="_italic-129">flow </italic>akademik yang mana menikmati setiap aktivitasnya dengan perasaan senang, fokus terhadap apa yang dikerjakan [11].</p>
        <p id="_paragraph-58">Csikszentmihalyi [13] menyebutkan ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengalami <italic id="_italic-130">flow</italic>, yaitu : faktor dari individu dan faktor dari lingkungan. Faktor dari individu (<italic id="_italic-131">person factor</italic>), yaitu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh individu dalam melakukan suatu aktivitas. Faktor dari lingkungan (<italic id="_italic-132">environtment factor</italic>), yaitu terkait seberapa besar tantangan tugas yang diberikan kepada individu. Faktor - faktor lain yang ditemukan memiliki korelasi dengan <italic id="_italic-133">flow</italic> akademik adalah <italic id="_italic-134">student engagement</italic>, motivasi berprestasi, regulasi diri akademik, dukungan sosial, <italic id="_italic-135">stress</italic> akademik, <italic id="_italic-136">self esteem</italic>, <italic id="_italic-137">self efficacy </italic>[13].</p>
        <p id="_paragraph-59">Seorang siswa yang memiliki regulasi diri yang baik, memiliki tujuan dalam belajar dan mampu mengontrol waktu dan memiliki usaha dalam menyelesaikan tugas, serta mampu untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan [16]. Setiap siswa harus memiliki regulasi diri akademik sebagai pengendali untuk mencapai kondisi <italic id="_italic-138">flow</italic> akademik. Setiap siswa mampu mencapai kondisi <italic id="_italic-139">flow</italic> akademik, hanya saja pencapaiannya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Hal ini mengingat adanya hubungan antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-140">flow</italic> akademik pada siswa dalam pelajaran matematika. Jika siswa memiliki regulasi diri akademik yang tinggi maka <italic id="_italic-141">flow </italic>akademik dalam pelajaran matematikanya juga akan tinggi, karena siswa yang dapat mengendalikan diri atau dapat menyusun strategi untuk pembelajaran matematikanya itu dapat berpengaruh pada apa yang akan dipelajarinya. Siswa akan lebih bisa mengikuti atau lebih fokus dalam pembelajaran matematika, serta adanya dorongan dari dalam dirinya untuk menyelesaikan tugas – tugasnya dalam pelajaran matematika.</p>
        <p id="_paragraph-60">Siswa yang memiliki kemampuan untuk bisa memotivasi diri agar bisa lebih meningkatkan kepercayaan dirinya dalam belajar pelajaran matematika siswa akan bisa mencapai kepuasan saat berhasil dalam mengerjakan tugas – tugas pelajaran matematika, siswa juga akan lebih bisa merasa nyaman dan menikmati aktivitas dalam pelajaran matematika. Karena, siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan bisa mencapai kepuasannya dalam mengerjakan tugas atau belajar pelajaran matematika siswa akan mampu dan bisa lebih menikmati proses pelajaran matematika tersebut. Selain itu, siswa yang bisa menantang dirinya untuk mengatur dan menciptakan lingkungan yang mendukung pada saat belajar pelajaran matematika, siswa akan mengalami kondisi senang dan puas dalam belajar matematika. Apabila seorang individu merasa puas dan menyenangkan dalam belajar pelajaran matematika tersebut, maka siswa akan lebih mudah memahami materi – materi yang disampaikan dan itu akan berdampak besar pada kelancaran proses belajar pelajaran matematikanya.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-67d574a162a43b6f5dd2506b78af1121">
      <title>Simpulan dan Saran</title>
      <sec id="heading-0105ed522473c4241794219c245c57ae">
        <title>Simpulan</title>
        <p id="_paragraph-61">Berdasarkan hasil penelitian diaatas menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-142">flow</italic> akademik pada siswa SMP Negeri 2 Dawarblandong dalam pelajaran matematika. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diatas maka hasil uji analisi data berdasarkan hasil uji asumsi diatas dapat diperoleh bahwa data regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-143">flow </italic>akademik berdistribusi tidak normal dan memiliki hubungan yang linier. uji hipotesis dengan menggunakan korelasi <italic id="_italic-144">product moment</italic> <italic id="_italic-145">Spearman's rho, </italic>hasilyang diperoleh menunjukkan hasil dari koefisien korelasi <italic id="_italic-146">product moment</italic> <italic id="_italic-147">Spearman's rho </italic>sebesar r = 0.549 dan nilai p = &lt; .001 dimana nilai tersebut &lt; 0.05 sehingga dapat peneliti mengartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-148">flow</italic> akademik. Diketahui nilai r sebesar 0.549*** dan bernilai positif, maka arah hubungan antara regulasi diri akademik dengan <italic id="_italic-149">flow </italic>positif. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Diketahui juga nilai besaran efeknya tergolong besar (0.549) berdasarkan tabel besaran efek dari Dr Mark Goss-Sampson [20].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-a7cda992f0da83d1ece471b55bbef80c">
        <title>Saran</title>
        <p id="heading-2a2ca12eeaf1ae94910dc8db05c34c48">Bagi Guru</p>
        <p id="_paragraph-62">Guru diharapkan bisa mengembangkan suasana belajar mengajar yang kondusif, agar dapat mengatasi kesulitan belajar, dan dapat mengembangkan cara belajar yang efektif sehingga mencapai hasil belajar yang optimal, atau membantu peserta didik sukses dalam belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan, dan selalu memberikan umpan balik yang positif kepada siswa. Sehingga, dapat membantu siswa untuk mencapai regulasi diri akademik yang tinggi dan siswa mampu mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki menciptakan lingkungan belajar.</p>
        <p id="paragraph-10508bc9c61b4895ca4bcf978d61b40d">Bagi Siswa</p>
        <p id="_paragraph-63">Diharapkan siswa siswi SMP Negeri 2 Dawarblandong dapat meningkatkan regulasi diri akademiknya dengan baik agar mampu mengendalikan dirinya selama bersekolah. Seperti, memperbanyak bertanya dengan orang yang lebih memahami materi pelajaan tersebut seperti guru, orang tua, atau dengan saudara. Bisa juga dengan memperbanyak waktu banyak belajarnya dengan mengikuti les – les yang ada disekolah maupun dirumah, mencatat hal – hal yang penting dalam pelajaran sehingga lebih mudah untuk menghafalkannya. Dengan menerapkan ini siswa bisa lebih mandiri dan aktif menggunakan kognitifnya, dan kemampuan siswa untuk membangkitkan pikiran, perasaan, strategi dan tingkah lakunya yang ditujukan untuk mencapai tujuannya.</p>
        <p id="paragraph-ab10f6aed1c39dd36d10a6301873da1e">Bagi Orang Tua</p>
        <p id="_paragraph-64">Bagi orang tua diharapkan agar bisa lebih menerapkan regulasi diri pada anak sejak kecil karena bisa memungkinkan anak untuk bisa mencapai <italic id="_italic-150">flow </italic>akademik yang tinggi , dengan upaya yang dapat diterapkan adalah memberikan dampingan dan berperan aktif dalam belajar anak, membangun komunikasi yang bagus dengan anak serta menciptakan suasana yang nyaman saat belajar dengan anak.</p>
        <p id="paragraph-967012c5df366ad053241abc0cea8b15">Bagi Peneliti</p>
        <p id="_paragraph-65">Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melihat faktor lain yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-151">flow</italic> akademik, yaitu <italic id="_italic-152">student engagement, </italic>motivasi berprestasi, dukungan social, <italic id="_italic-153">stress </italic>akademik, <italic id="_italic-154">self esteem, self efficacy, </italic>serta disarankan pada penelitian selanjutnya dapat menambahkan jumlah sampel penelitian juga dapat membandingkan sekolah satu dengan sekolah lain sehingga dapat mengetahui <italic id="_italic-155">flow</italic> akademik dan regulasi diri akademik secara keseluruhan pada siswa SMP ataupun SMA.</p>
      </sec>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>