<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, INVENTORY TURNOVER DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS (STUDI DI SEKTOR PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2019)</article-title>
        <subtitle>THE EFFECT OF CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, INVENTORY TURNOVER AND CAPITAL STRUCTURE ON PROFITABILITY (STUDY IN THE SECTOR OF TELECOMMUNICATION COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2013-2019 PERIOD)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-d44fbc976dcedd97ff741c13142d4de6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Desy</surname>
            <given-names>Desy Fithry Aryanti</given-names>
          </name>
          <email>desyfithry@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-87ca4f8ffb30afbdc94e372ff3154dfd" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurasik</surname>
            <given-names>Drs. Nurasik, MM</given-names>
          </name>
          <email>nurasiknurasik73@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-03">
          <day>03</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <p id="_paragraph-3">PENGARUH <italic id="_italic-1">CURRENT RATIO</italic>, <italic id="_italic-2">DEBT TO EQUITY RATIO</italic>, <italic id="_italic-3">INVENTORY TURNOVER</italic> DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS (STUDI DI SEKTOR PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2019)</p>
    <p id="_paragraph-4">
      <bold id="_bold-1">Desy Fithry Ariyanti</bold>
      <sup id="_superscript-1">
        <bold id="_bold-2">1)</bold>
      </sup>
      <bold id="_bold-2" />
      <bold id="_bold-3">, </bold>
      <bold id="_bold-4">Nurasik</bold>
      <sup id="_superscript-2">
        <bold id="_bold-5">*</bold>
      </sup>
      <bold id="_bold-5" />
      <sup id="_superscript-3">
        <bold id="_bold-6">,2</bold>
      </sup>
      <bold id="_bold-6" />
      <sup id="_superscript-4">
        <bold id="_bold-7">)</bold>
      </sup>
      <bold id="_bold-7" />
    </p>
    <p id="_paragraph-5"><sup id="_superscript-5">1)</sup>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p id="_paragraph-6"><sup id="_superscript-6">2)</sup> Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p id="_paragraph-7">*Email Penulis Korespondensi: nurasiknurasik73@gmail.com</p>
    <p id="_paragraph-8">
      <bold id="_bold-8">
        <italic id="_italic-4">Abstract. </italic>
      </bold>
      <italic id="_italic-5">. The rapid need for telecommunications today is the demand for companies to be able to do innovatively in their competition to generate maximum profit, in this research the aim is to find out whether profitability can be influenced by the Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory Turnover and Capital Structure in the IDX telecommunications company sector. 2013 to 2019..</italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-9">
      <italic id="_italic-6"> The population is taken from the telecommunications sector on the IDX during 2013-2019, taken as a whole sample of telecommunication companies on the IDX of 5 companies, so that the total financial statements observed are 35 financial statements for a period of 7 years. The method used is quantitative using the SPSS V 25 application, with a set of test tools used to test the predetermined hypothesis.</italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-10">
      <italic id="_italic-7">In testing the hypothesis, the first revealed that profitability can be influenced by Current ratio, secondly profitability can be influenced by Debt to equity ratio, thirdly profitability cannot be affected by Inventory Turnover, fourthly profitability cannot be influenced by Capital Structure</italic>
      <italic id="_italic-8">Keywords: Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory Turnover, Capital Structure and Profitability).</italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-11">
      <bold id="_bold-9">
        <italic id="_italic-9">Abstrak.</italic>
      </bold>
      <italic id="_italic-10">Pesatnya kebutuhan akan telekomunikasi sekarang ini maka tuntutanya agar perusahaan mampu melakukan secara inovatif dalam persainganya dihasilkan keuntungan secara maksimal, dalam riset ini bertujuan agar ketahuinya apakah profitabilitas dapat dipengaruhi oleh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory Turnover Dan Struktur Modal di sektor perusahaan telekomunikasi BEI 2013 hingga 2019.. </italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-12">
      <italic id="_italic-11">Pengambilan populasi adalah sektor telekomunikasi pada BEI selama 2013-2019, </italic>
      <italic id="_italic-12">diambil secara keseluruhan sampel perusahaan telekomunikasi yang ada di BEI</italic>
      <italic id="_italic-13">sejumlah 5 perusahaan, sehingga total laporan keuangan yang diamati yaitu 35 laporan keuangan karena selama periode 7 tahun. Metode yang dipakai dengan kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS V 25, dengan seperangkat alat uji yang digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dtentukan. </italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-13">
      <italic id="_italic-14">Pada pengujian hipotesis mengungkapkan pertama rofitabilitas dapat dipengaruhi oleh Current ratio, kedua profitabilitas dapat dipengaruhi oleh Debt to equity ratio, ketiga profitabilitas tidak dapat dipengaruhi oleh Inventory turnover, keempat profitabilitas tidak dapat dipengaruhi oleh Struktur Modal </italic>
    </p>
    <p id="_paragraph-14">
      <italic id="_italic-15">Kata Kunci : Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory Turnover, Struktur Modal dan Profitabilitas).</italic>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-15">Saat ini banyak penggunaan teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan kebutuhan utama. Bahkan saat ini telekomunikasi juga banyak digunakan sebagai kebutuhan utama dalam dunia bisnis yang seperti pada era sekarang ini tiap individu kebutuhan internet untuk berkomunikasi kian menjadi tren kebutuhan hidup yang amat sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dikutip pada laman grafik pertumbuhan penggunaan internet hingga kuartal 2 tahun 2020 terus meningkat, penggunaan internet masyarakat di Indonesia mencapai hingga 196,7 juta jiwa pada periode kuartal II 2020. Apabila pada tahun 2018 periode lalu, penggunaan internet hanya sebesar jumlah 171,2 juta jiwa dan pada tahun 2019 sebesar 175,2 jumlah juta jiwa. Sesuai dengan hasil survey yang diketahui berdasarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Kegiatan survey itu dilakukan pada tanggal 2 hingga 25 juni 2020. Yang mana pada survey tersebut dengan total responden sejumlah 7 ribu jiwa dengan menggunakan teknik wawancara dengan angket ke semua provinsi yang ada di Indonesia, tingkat <italic id="_italic-16">margin of error</italic> dari <italic id="_italic-17">survey</italic> tersebut adalah 1,27%. Sehubungan dengan data diatas penggunaan komunikasi yang gencar saat ini adalah dikarenakan semua teknologi berbasis online karena dianggap lebih efisien dan bisa dilakukan dimanapun tanpa harus datang ketempat tersebut, hal ini lah yang mendorong cerahnya prospek bidang komunikasi sehingga mampu menjadikan prospek bisnis yang dianggap karena pasar dan kondisi masyarakat dari manapun membutuhkan komunikasi yang mudah. Selain itu apabila ditinjau secara hasil riset terdahulu maka disebutkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh yang memberikan hasil mengenai <italic id="_italic-18">current ratio</italic> (CR) berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dan debt to equity ratio dan inventory turnover tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, sedangkan hasil yang berbeda ditunjukkan oleh yang menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh perputaran persediaan terhadap profitabilitas dan ada pengaruh debt to equity ratio terhadap profitabilitas namun pada penelitian ini variabel current ratio masih memiliki pengaruh terhadap profitabilitas kemudian hasil yang berbeda pada hasil pengaruh variabel <italic id="_italic-19">current ratio</italic> ada pada penelitian yang dilakukan oleh yang memberikan hasil bahwa variabel <italic id="_italic-20">current ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, maka dengan dibuktinya adanya hasil yang berbeda tersebut maka pada variabel CR, DER dan IR terhadap profitabilitas menunjukkan inkonsistensi hasil penelitian yang menjadikan peneliti tertarik dalam melakukan penelitian ulang mengenai variabel CR, DER dan IR terhadap profitabilitas perusahaan. Disisi lain penelitian saat ini menambahkan struktur modal yang merupakan bagian penting yang mampu memberikan pengaruh terhadap profitabilitas. Struktur modal perusahaan merupakan bagian dari struktur keuangan perusahaan yang mengulas tentang cara perusahaan mendanai aktivanya struktur modal mengarah pada pendanaan perusahaan yang menggunakan utang jangka panjang, saham preferen ataupun modal pemegang saham. Dengan didorong oleh cerahnya prospek kedepan mengenai perusahaan telekomunikasi maka selalu muncul perusahaan perusahaan sejenis yang ingin merebut pasar dan melakukan persaingan bagaimana tidak sampai sejauh ini pun perusahaan telekomunikasi berlomba-lomba melakukan strategi inovasi sebagai suatu upaya dalam menarik hati calon konsumen dan pelanggannya agar terus membeli dan menggunakan produk layanan jasa yang mereka hasilkan selain inovasi mereka juga berlomba-lomba melakukan perang tarif yang mana masing-masing perusahaan selalu mengklaim bahwa tarif lebih hemat dan lebih murah namun untuk perang tarif tidak semua perusahaan ikut terlibat namun hal ini juga tidak bisa diabaikan karena bisa jadi persaingan ini menjadi ancaman dalam memperoleh profitabilitas perusahaan..</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-82744d5cbd7c69301be8567753403c2d">Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-16">Jenis yang dipakai dalam riset ini adalah dipilih dengan jenis penelitian kuantitatif, karena menurut peneliti sesuai dengan rumusan masalah yang hendak diteliti yaitu mengenai pengaruh <italic id="_italic-21">current ratio</italic>, <italic id="_italic-22">debt to equity ratio</italic>, <italic id="_italic-23">inventory turnover</italic> dan struktur modal terhadap profitabilitas di sektor telekomunikasi. Kuantitatif merupakan penelitian secara statistik berdasarkan angka angka yang telah diamati melibatkan seluruh populasi dan diambil sampel penelitian kemudian analisis dengan sumber ilmiah yang mendukung.</p>
      <p id="paragraph-9f22f99765e99e469a9420df5a3d2167">Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-17">Lokasi yang diambil di galery bursa efek indonesia yang ada di universitas muhammadiyah sidoarjo yaitu dengan melalui gakses <italic id="_italic-24">web</italic> yang secara resmi dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (<italic id="_italic-25">idx.co.id</italic>) pada perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi periode 2013-2019 waktu penelitian dimulai Desember 2020 sampai selesai.</p>
      <p id="paragraph-6b40b0bd1b9a0733df9d1b047938e591">Indikator Variabel</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-11"/>Indikator Variabel</title>
          <p id="_paragraph-19">Data Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ac33e1d3b0835cde654e5cabf1affd34">
              <td id="table-cell-21d5a244b7e1533ce0017420f33f91be">Variabel</td>
              <td id="table-cell-f74904d1bdf7f3f6f2959746b29795b6">Pengukuran</td>
              <td id="table-cell-54762bab83ffc9b93353c52726d5c8dc">Skala</td>
              <td id="table-cell-42845f14ea277be1522e0713c8798030">Sumber</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0ea937f712b3e09102aa433994769c05">
              <td id="table-cell-454527e726e6fa417ba1b6fd9a0bc8d4">CurrentiRatio (X1)</td>
              <td id="table-cell-2425f22dc404f5846a822c5c0ecc2d66">Rasio</td>
              <td id="table-cell-7252c5aa1a39297e664de1ad02298c1b">(Kasmir, 2014).</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7890ec130d144cfe5e6960591a668187">
              <td id="table-cell-66351ae99a445a88c3ae16fd166ae893">Debt to Equity Ratio (X2)</td>
              <td id="table-cell-2d0b12d916338573939a1680c429b294">Rasio</td>
              <td id="table-cell-de1a84284c4f072ebd4c72cd77928687">Kasmir, 2014).</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3b4eeebda8b4826a4076fef2f60213c3">
              <td id="table-cell-77c6fba11982951a0af59a6d004a9a1c">Iventory Turnover (X3)</td>
              <td id="table-cell-4d98135f82b8fbc24bef21fa6046b395">Rasio</td>
              <td id="table-cell-83dc03f59bf0305724fdfd4b1784104f">(Kasmir, 2015)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dbf5d63548bd128dd527d2dc2ee5c245">
              <td id="table-cell-267ede62d34dd2077726038140613ebf">Struktur Modal (X4)</td>
              <td id="table-cell-ea383168186fe29fe3feb1227fc8f2a6">Rasio</td>
              <td id="table-cell-ccfbef7d5e91aaabaa3315b8208905f3">(Fahmi, 2015)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aa196d27d7c15fbd268bb1a4dfff354e">
              <td id="table-cell-1883a34dbe9357706a39e104f6fec726">Profitabilitas(Y)</td>
              <td id="table-cell-03ad5a20adfd9f6e31fb25231adade37">Rasio</td>
              <td id="table-cell-499579cdc3f50e36b6985f0da7c2a342">(Kasmir, 2015)</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-08e37500fea458a4c26363256e11ad21">Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-21">Sesuai dengan pendapat oleh populasi adalah seluruh yang dijadikan pengamatan bisa berbentuk objek atau subjek pengambilan sesuai dengan pertimbangan tertentu karena dinggap cukup untuk menungkapkan masalah dalam penelitian. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu diambil dari seluruh perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di BEI pengamatan selama 2013-2019</p>
      <p id="_paragraph-22">Sesuai dengan dikemukan sampel dalam penelitian adalah bagian dari keseluruhan objek atau subjek pengamatan sampel terpilih adalah Perusahaan Sub sektor telekomunikasi yang masuk daftar Bursa Efek Indonesia selama 7 tahun yaitu selama 2013-2019 dan terdapat sejumlah pemilihan klasifikasi tertentu yang dapat mendukung pada penelitian yang dilakukan. Alasan peneliti mengambil sampel selama 7 tahun yaitu pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI agar lebih panjang jumlah sampel perusahaan maka diharapkan pada pengamatan dengan sampel laporan keuangan yang lama maka agar didapatkan hasil riset yang lebih baik dan lebih akurat.</p>
      <p id="paragraph-f43706867f323d8953723db4d7a98880">Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-23">Sumber data sekunder merupakan sumber data yang dipakai dalam riset yang dilakukan ini sebagai keperluan analisis. Data sekunder merupakan data yang didapatkan dari perantara sehingga dinamakan data tidak langsung peneliti mendapatkan data melalui perantara yaitu galery bursa efek indonesia yang ada di universitas muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-e0fadb57bf38ad40952e1a02d4444ed4">Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-24">Kegiatan penelitian ini diambil dengan memakai tekhnik dokumentasi. Dokumentasi adalah dengan melakukan dokumentasi terhadap laporan keuangan yang sudah didapatkan kemudian meringkas kedalam tabulasi yang diamati sesuai dengan variabel penelitian dari perusahaan yang bergerak di telekomunikasi BEI agar dapat dilakukan analisis kuantitatif untuk menjawab hipotesis</p>
      <p id="paragraph-422a60f3b46b082af77f5543d98fa6b7">Teknik Analisis</p>
      <p id="_paragraph-25">Teknik analisis yang dipakai pada penelitian ini dengan menggunakan alat bantu olah data SPSS versi 25 <italic id="_italic-32">for windows,</italic> dengan sejumlah pengujian agar hipotesa dapat dibuktikan kebenaranya. Berikut beberapa analisis yang dipakai untuk penelitian ini :</p>
      <p id="paragraph-ae6b150402f68f7ac112dd48ed8f9c5d">Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="_paragraph-26">Uji Asumsi klasik digunakan dalam riset ini tujuan agar dapat diketahui model ketepatan dari analisis regresi berganda berikut sejumlah rangkaian uji asumsi klasik:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-6f5e32f39ac7eb97ebaa973c9831a689">
        <list-item>
          <p>Uji Multikolinieritas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-27">Dilakukan agar diketahui hubungan yang ada dari seluruh variabel independen yang diamati kriterianya yaitu jika VIF lebih dari 10 terjadi multikolinieritas dan sebaliknya jika kurang dari 10 nilai VIFnya.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-185f9a9d2d2ec084904fe3e4dfafe2fa">
        <list-item>
          <p>Heterokedastisitas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-28">Dipakai agar diketahui adanya ketidak samaan model pengamatan pada residual yang dihasilkan pengujian ini dilakukan pengamatan dengan analisis dari pola titik distribusi.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-c5fbfb199d91794d3cdbda0920405a60">
        <list-item>
          <p><italic id="italic-d4e882045dbbbf2d75a5011b7238c821"/>Uji Normalitas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-29">agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-2a669e3839d4be7a36a2a6f743331b94">
        <list-item>
          <p>Autokorelasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-30">Digunakan untuk mengetahui kaitanya dari keseluruhan variabel pada regresi yang diamati uji autokorelasi dipakai dengan mengamati nilai durbin watson.</p>
      <p id="paragraph-04a270faab7b11bce4aebf0a0bae2eb9">Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (<italic id="_italic-34">R</italic><sup id="_superscript-7"><italic id="_italic-35">2</italic></sup><italic id="_italic-36">)</italic> </p>
      <p id="_paragraph-31">Dalam pengujiaan ini diketahui agar dapat menganalisis besaran kontribusi peran pada seluruh variabel bebas terhadap terikatnya dalam satu pengujian</p>
      <p id="paragraph-736c76b63455461a1ce0806f32212a89">Analsisis Regresi Liner berganda </p>
      <p id="_paragraph-32">Digunakan untuk mengetahui besaran dari tingkatan variabel yang dapat dihasilkan dengan persamaan yang dirumuskan adalah Y=α+b<sub id="_subscript-5">1</sub> X<sub id="_subscript-6">1</sub>+b<sub id="_subscript-7">2</sub> X<sub id="_subscript-8">2</sub>+b<sub id="_subscript-9">3</sub> X<sub id="_subscript-10">3</sub>+b<sub id="_subscript-11">4</sub> X<sub id="_subscript-12">4</sub>+e</p>
      <p id="_paragraph-33">Untuk mengetahui hasil dari uji hipotesis uji t secara parsial digunakan dengan mengacu pada tingkat signifikansi sebesar. Acuan analisa memakai signifikansi α = 0,05 jika nilai signifikansi yang diperoleh dari nilai t pengujian parsial lebih kecil maka hasilnya terdapat pengaruh namun jika hasilnya lebih besar dari nilai 0.05 maka hasil penelitian memiliki kesimpulan tidak adanya pengaruh yang dapat dihasilkan dari variabel pengaruh terhadap variabel terpengaruh.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-34">A. Hasil Analisis</p>
      <p id="paragraph-579b0e8600a0749e5ed13801b8ff609a">1. Uji Multikolineritas</p>
      <p id="_paragraph-35">Supaya diketahui hubungan yang ada dari seluruh variabel independen yang diamati kriterianya yaitu jika VIF lebih dari 10 terjadi multikolinieritas dan sebaliknya jika kurang dari 10 nilai VIFnya. Berikut hasil dari uji multikolineritas.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-33"/>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="_paragraph-38">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021.</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-bb4b8471a02d4f11f1c003443a38eca0">
              <td id="table-cell-c7b421120f04356183d8831e137fa68a">Variabel</td>
              <td id="table-cell-e4af68c84ad436e5b04b632aa6acb7ed">Tolerance</td>
              <td id="table-cell-a91d291f9480de90a85660cb4df84ea1">VIF</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-188ea0bf20271c4061c9a8169e90f41f">
              <td id="table-cell-51ecf879c9ea1eb4e53bc0491ab4fd19">Current_Ratio_X1</td>
              <td id="table-cell-2206ba67c040771e8d060694cb3c627f">.630</td>
              <td id="table-cell-a7557d62c7a9d0a241c0f92a995cfa3a">1.586</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-08235ed4bb023798cb0db6b32aa584ff">
              <td id="table-cell-3c4efea479b561b3e028862edf952eb9">Deb_To_Equity_Ratio_X2</td>
              <td id="table-cell-cab79adb8176fecd35e298bd832f4ce7">.416</td>
              <td id="table-cell-335e66630e587f6aa6a8f4dd1fad2523">2.406</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e6370c978f0d6e09220d6718d4aacb6a">
              <td id="table-cell-27954f7e4923337a329eb88358f90767">Inventory_Turnover_X3</td>
              <td id="table-cell-a06aab5ad09b06b1e34fa845bc57bbec">.375</td>
              <td id="table-cell-689175bebefe1851742e7dea022752ab">2.667</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dcf47e72d17340b8411a8bbec0bceb4a">
              <td id="table-cell-0b34c69bc9da4433fbf876d5a3c998a7">Struktur_Modal_X4</td>
              <td id="table-cell-b7c40bc3e7446536b9d99470fca46587">.401</td>
              <td id="table-cell-45b5f9fb8eb009c567c678e8a3810908">2.495</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-40">Dari hasil pada tabel 3 diatas terlihat bahwa tolerance &gt; 0.1 dan VIF &lt; 10 dengan ini dinyatakan bahwa tidak adanya multikolinieritas.</p>
      <p id="paragraph-9d872f73e0b51175819fc191e0f36551">2. <ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-3" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-4" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-41">Agar diketahui adanya ketidak samaan model pengamatan pada residual yang dihasilkan pengujian ini dilakukan pengamatan dengan analisis dari pola titik distribusi, maka gambar hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-42">Gambar 1 Uji Heterokedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-43">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-44">Pada gambar diatas terlihat bahwa model regresi ditribusinya normal dilhat dari penyebanran model tersebut</p>
      <p id="paragraph-302514a066212c30fc07a5e80437cf3b">3. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-45">Agar diketahui dalam pengamatan regresi ada variabel yang menggangu atau tidak kriteria yang dipakai yaitu, distribusi normal jika dikelilingi oleh garis digonal jika garis diagonal tidak mengelilingi maka distribusi tidak normal, uji normalitas ditampilkan ke tabel 4 berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-39"/>Uji Kolmogorov-Smirnov Monte Carlo</title>
          <p id="_paragraph-47">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b2a8d30b5617c68e58ba01e24107a8a9">
              <td id="table-cell-512f58adbfe2b6da190ffd297f23f60c">Test Statistic</td>
              <td id="table-cell-dec532fe7cdc0e6dbc11583732f5dcc3">.087</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-17ef47b926eb90f8244d2381378044b8">
              <td id="table-cell-d9adcc90861b2fef69d61c804e62b8dd">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-68373cddd067a38d3e833b6b7555b347">.200c,d</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-49"><italic id="_italic-38">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> di atas 0,05 sebesar 0,200, hal berarti dalam penelitian ini data yang ada dalam kondisi distribusi normal.</p>
      <p id="paragraph-53abc1b9b03ae240e0a0ac1884ce6104">4. Analisis Regresi Linier Berganda</p>
      <p id="_paragraph-50">Digunakan untuk mengetahui besaran dari tingkatan variabel yang dapat dihasilkan dengan persamaan yang hasil pada riset ini dirumuskan adalah:</p>
      <p id="_paragraph-51">Y = -0.009 + 0. 499 X<sub id="_subscript-13">1</sub> - 0.120 X<sub id="_subscript-14">2</sub> - 0.004 X<sub id="_subscript-15">3</sub> - 0.009 X<sub id="_subscript-16">4</sub> + e</p>
      <p id="_paragraph-52">Pada persamaan regresi diatas variabel <italic id="_italic-39">debt to equity ratio, inventory turnover </italic>dan struktur modalbernilai negatif hal ini berarti jika nilai dari variabel <italic id="_italic-40">debt to equity ratio, inventory turnover </italic>dan struktur modal diturunkan maka akan menurunkan profitabilitas dan sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-53">Variabel <italic id="_italic-41">Current Ratio</italic> bernilai positif hal ini berarti jika nilai dari variabel <italic id="_italic-42">Current Ratio</italic> dinaikkan maka akan meningkatkan profitabilitas dan sebaliknya.</p>
      <p id="paragraph-1df999469c001dba6f9239f0b827c765">5. Analisa Koefisien Determinasi</p>
      <p id="_paragraph-54">Agar dapat menganalisis besaran kontribusi peran pada seluruh variabel bebas terhadap terikatnya dalam satu pengujian, dapat dilihat pada tabel 5 beikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-41"/>Koefisien Determinasi</title>
          <p id="_paragraph-56" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2f0419d3763993fe10cf9bc96c8fe97e">
              <td id="table-cell-f3bc2115428b9ce8bfcbd3a46ed2f535">R</td>
              <td id="table-cell-c9fa8d1c97b60ac740033c95570b0beb">R Square</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb800e86ec5a1a728e8768aeec2ab9cc">
              <td id="table-cell-2ba69f184257100ae9a34679a3c88113">.889a</td>
              <td id="table-cell-75b09df42bbdcde32a4a6e234c7771b3">.790</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-57">Sumber : Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-58">R² yang didapatkan sebesar 0.790 atau 79% dan sisanya 21% dapat dipengaruhi dari variabel selain varibel yang diteliti.</p>
      <p id="paragraph-7f85e5cbd4f4dda4159c876f194cad2f">6. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-59">Agar dapat diketahui hasil analisis hipotesis maka hasil yang diperoleh disajikan pada tabel 5 dibawah ini :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-52"/>Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-61">Data Olahan Output SPSS Diolah, 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-320f6eaef7a9c8f6e4eb6490def96a99">
              <td id="table-cell-79681f4dac9259aa3935745c7bcb2d4f">Variabel</td>
              <td id="table-cell-2e4d52de2289273f879704ba7ad5692c">t</td>
              <td id="table-cell-4e8414bdbd8fbec2d6264d293223ba9e">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-79a57eac5261bcaa9821ffb6b4081c3b">
              <td id="table-cell-a007fb6ffe7e54d6e9d251c86150687b">Current_Ratio_X1</td>
              <td id="table-cell-3ded992f4bb71136a95261bc418d2a26">9.767</td>
              <td id="table-cell-c3cb5057d9916c92624f060815221f1c">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a690a2bd0214fd965de52f1de302e12b">
              <td id="table-cell-ac6e47fc88bef41f361d6bfdf32190b5">Deb_To_Equity_Ratio_X2</td>
              <td id="table-cell-b08544af9319c06fd648884357da415d">-3.896</td>
              <td id="table-cell-520db2d1cc0f77089b6f03e9a0f867fa">.001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-338a71949eeee0758aadec3a5f598ebd">
              <td id="table-cell-9f8d0a46412d7849f1d99afdb9da5b01">Inventory_Turnover_X3</td>
              <td id="table-cell-f6eebd547969747a6ee26c805e39665a">-1.370</td>
              <td id="table-cell-a5e35e27b40066828f3ee14b80034fac">.181</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-053db0f366e920f1b5f4a71aa4cf6c80">
              <td id="table-cell-ae558e148d86d464ddfcb07eaa32d734">Struktur_Modal_X4</td>
              <td id="table-cell-6fc414509a1086036768b991575e3455">-1.784</td>
              <td id="table-cell-3746788139e36f4a7af83a782d98283a">.085</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-62fcf1c35717c04fc2981098d562ef7f">Pengujian <italic id="_italic-48">Current ratio </italic>terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-63">Hasil sig. yaitu 0.000 (0,000 &lt; 0,05) nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka variabel <italic id="_italic-43"><bold id="_bold-56">C</bold></italic><italic id="_italic-44">urrent ratio </italic>memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas</p>
      <p id="paragraph-41c15ef79c490b22c735d2b89d8f8574">Pengujian <italic id="_italic-49">Deb To Equity Ratio</italic> terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil sig. yaitu 0.001 (0,001 &lt; 0,05) nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka variabel <italic id="_italic-45">Deb To </italic><italic id="_italic-46">Equity Ratio</italic> memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas</p>
      <p id="paragraph-ab0f29a1e14c8ed5bf72026461fe7b91">Pengujian <italic id="_italic-50">Inventory turnover </italic>terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-65">Hasil sig. yaitu 0.181 (0,181 &gt; 0,05) nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka variabel <italic id="_italic-47">Inventory turnover </italic>tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas</p>
      <p id="paragraph-6dfc380ca3ede38dc14fe59b472b4ca6">Pengujian Struktur Modal terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-66">Hasil sig. yaitu 0.085 (0,085 &gt; 0,05) nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka variabel struktur modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-67">B. Pembahasan </p>
      <p id="_paragraph-68">Pengaruh <italic id="_italic-51">Current ratio </italic>terhadap profitabilitas</p>
      <p id="_paragraph-69">Dalam riset ini pengujian hipotesis terhadap laporan keuangan pada perusahaan telekomunikasi yang ada di BEI selama 2013-2019 mendapatkan hasil bahwa <italic id="_italic-52">Current ratio </italic>berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh yang menyatakan bahwa CR dan TATO memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas, apabila semakin besar nilai pada rasio <italic id="_italic-53">curent ratio</italic> ini maka kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya juga semakin besar dan apabila semakin rendah nilai rasio ini maka dapat diprediksi bahwa semakin rendah juga perusahaan mampu membayar kewajiban dalam jangka jangka pendek yang telah jatuh tempo, namun Current ratio yang terus mengalami kenaikan dapat menunjukkan perusahaan maka dianggap perusahaan juga kurang mampu mengelola aset yang menganggur untuk dapat menghasilkan profit yang lebih besar, sehingga rasio untuk mengukur kewajiban jangka pendek ini dapat mempengaruhi perusahaan sektor telekomunikasi dalammenghasilkan profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-70">Pengaruh <italic id="_italic-54">debt to equity ratio </italic>terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-71">Pengujian hipotesis kedua dengan menganalisis hasil uji t secara parsial maka hasil pengujian hipotesis terhadap laporan keuangan pada perusahaan telekomunikasi yang ada di BEI selama 2013-2019 mendapatkan hasil bahwa <italic id="_italic-55">debt to equity ratio</italic>berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh yang menyatakan hasil bahwa terdapat pengaruh <italic id="_italic-56">Debt to Equity ratio</italic> terhadap profitabilitas. Rasio ini biasa digunakan untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditor dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang<italic id="_italic-57"> Debt to Equity ratio </italic>pada perusahaan telekomunikasi menunjukkan pengaruh terhadap profitabilitas hal ini disebabkan apabila hutang meninggi, maka tingkat beban bunga akan meningkat dan mengurangi keuntungan yang diperoleh perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-72">Pengaruh <italic id="_italic-58">inventory turnover</italic> terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-73">Dalam riset ini data pengujian hipotesis ketiga dengan menganalisis hasil uji t secara parsial maka hasil pengujian hipotesis terhadap laporan keuangan pada perusahaan telekomunikasi yang ada di BEI selama 2013-2019 mendapatkan hasil bahwa <italic id="_italic-59">inventory turnover</italic> tidak terdapat berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi. Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh <italic id="_italic-60">inventory turnover</italic> (perputaran persediaan) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Inventory turnover dalam penelitian ini tidak mampu mempengaruhi profitabilitas hal ini disebabkan karena pada perusahaan telekomunikasi nilai persediaan rendah, sehingga perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang dipengaruhi oleh profitabilitas juga rendah Demikian pula apabila perputaran sediaan rendah berarti perusahaan bekerja secara tidak efisien dan tidak produktif dalam melakukan aktivitas penjualan untuk menghasilkan profit..</p>
      <p id="_paragraph-74">Pengaruh Struktur modal terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="_paragraph-75">Dalam riset ini data pengolhanya hipotesis keempat dengan menganalisis hasil uji t secara parsial maka hasil pengujian hipotesis terhadap laporan keuangan pada perusahaan telekomunikasi yang ada di BEI selama 2013-2019 mendapatkan hasil bahwa struktur modaltidak terdapat berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi. “naik turunnya struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Perusahaan telekomunikasi menunjukkan komposisi total utang yang lebih besar daripada komposisi ekuitas. Struktur modal sendiri adalah keputusan pendanaan yang berkaitan dengan komposisi hutang, baik hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek, saham preferen, dan saham biasa yang akan digunakan oleh perusahaan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas perusahaan dan berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaaan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-76">Pada riset ini kesimpulan yang dapat diambil kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut,1) Hasil uji hipotesis menunjukkan hasil bahwa <italic id="_italic-61">Current ratio </italic>berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi.2) Hasil uji hipotesis menunjukkan hasil bahwa <italic id="_italic-62">Debt to equity ratio </italic>berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi, 3) Hasil uji hipotesis menunjukkan hasil bahwa <italic id="_italic-63">Inventory turnover</italic> tidak berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi, 4) Hasil uji hipotesis menunjukkan hasil bahwa Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>