Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.6.2022.2454

The Effect of Finger Painting Activities on Raudhatul Atfal's Children's Creativity


Pengaruh Kegiatan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Raudhatul Atfal

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Finger Painting Kreativitas

Abstract

This research is motivated by the lack of creativity of children in RA Baitussalam Gempol. The low ability of children's creativity because teachers still use activities that do not attract children's interest. So the researchers tested finger painting activities on children's creativity to find out whether finger painting activities had an effect on children's creativity at RA Baitussalam Gempol. The type of this research used is experimental research with pretest-posttest design. The samples in this study were groups A1 and A2 using simple random sampling, where A2 was used as the experimental class with the treatment given, namely finger painting activities. Meanwhile, group A1 was used as the control class. The results of this study indicate that Sig (2-tailed) is 0.000 < 0.05 which means that Islamic finger painting activities have a significant effect on children's creativity at RA Baitussalam Gempol. Keywords - Finger Painting, Creativity.

Pendahuluan

Pendidikan untuk anak usia dini sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Pendidikan usia dini bertujuan sebagai pengembangan terhadap kepribadian anak. Maka dari itu, pendidikan usia dini ini mempunyai kesempatan dalam mengembangkan potensi dan juga kepribadian yang dimiliki. Banyak kegiatan untuk mengembangkan potensi dan kepribadian anak, dapat diperoleh dari berbagai aspek seperti aspek Bahasa, Kognitif, Motorik dan Sosial Emosional. Pada usia tersebut pertumbuhan dan perekmbangan anak sangat pesat, sehingga diperlukan stimulus dari orang tua, lingkungan, maupun guru secara tepat, untuk mengembangkan suatu kreativitas, bakat dan kemampuan anak.[1] Perkembangan itu sendiri juga meliputi beberapa hal yang berpengaruh antara satu dengan yang lainya, suatu proses dari perubahan.[2]

Sesuai pernyataan Mayestry yang dikutip oleh Firiani, bahwa anak yang melakukan kegiatan bermain adalah suatu kehidupan baginya dan kehidupan itu adalah sebuah permainan. Maka dari itu seorang anak akan melakukan kegiatan bermain sepanjang hari dan setiap waktu. Dengan bermain anak juga belajar, karena pada anak sikap keingintahuan nya sangat besar dan mereka dapat mengenal segala peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar nya.[3] Dengan kegiatan bermain anak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Salah satunya adalah kegiatan Finger Painting, dimana anak akan melakukan kegiatan melukis tidak lagi menggunakan kuas, tetapi anak akan melukis menggunakan jari-jari tangan nya.[4] Dengan kegiatan Finger Painting tersebut anak dapat mengembangkan suatu potensi yang dimilikinya, seperti imajinasi dan kreativitas.[5]

Kreativitas anak dapat ditumbuhkan melalui kegiatan bermain sambil belajar, karena bermain adalah suatu kehidupan bagi dunia anak. Anak sebaiknya diberikan kebebasan yang akan memicu suatu kreativitas dengan melakukan kegiatan painting.[6] Dan kreativitas juga dapat mempengaruhi suatu kecerdasan anak, maka dari itu kreativitas perlu dikembangkan.[7] Kreativias dan imajinasi yang tinggi harus dimiliki oleh pendidik, khususnya kepada pendidik usia dini untuk menciptakan atau meningkatkan kegiatan pembelajaran dengan bermain yang menarik dan menyenangkan.[8]

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Dalam penelitian eksperimen ini akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa yang diberikan treatment atau perlakuan Finger Painting, sedangkan kelompok kontrol pada penelitian ini adalah siswa yang tidak mendapatkan treatment atau perlakuan, tetapi menggunakan media krayon sebagai pembanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest sebagai berikut :

Kelas Pretest Treatment Posttest
Ekperimen O1 X O3
Kontrol O2 - O4
Table 1.

Keterangan :

O1 : Pelaksanaan Pretest untuk kelas Eksperimen

O2 : Pelaksanaan Pretest untuk kelas Kontrol

X : Treatment (Perlakuan)

O3 : Pelaksanaan Posttest untuk kelas Eksperimen

O4 : Pelaksanaan posttest untuk kelas Kontrol

Subyek Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa anak RA Baitussalam Gempol Tahun Ajaran 2019/2020 dengan jumlah 57 siswa. sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok A1 sebagai kelompok kontrol dan kelompok A2 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah dari masing-masing kelas adalah 15 anak. Pengambilan suatu sampel pada penelitian berdasarkan dengan metode purposive sampling.

Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen yang termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif, dimana nanti jenis data yang diperoleh berupa angka. Angka tersebut diperoleh dari proses kegiatan Finger Painting dan dari hasil karya sebagai nilai kreativitas anak. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh secara langsung melalui kegiatan Finger Painting Islami. Dalam mengumpulkan data mengenai objek yang akan diteliti di lapangan menggunakan alat ukur atau alat bantu yaitu instrumen penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini memerlukan data-data untuk menunjang hasil penelitian. Data yang dibutuhkan diperoleh dari hasil observasi selama proses kegiatan Finger Painting Islami dilakukan. Dan teknik pengumpulan data tersebut adalah dengan menggunakan suatu hasil karya anak yang sudah melakukan kegiatan Finger Painting sebagai hasil tes kreativitas tersebut. Alat tes tersebut berupa suatu indikator-indikator yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Tes tersebut berguna untuk mengetahui suatu kreativitas anak dan pengetahuan anak.

Teknik Analisis Data

Uji Normalitas

Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui suatu data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan pada data nilai pretest-posttest kreativitas anak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menggunakan uji Kolmogorov-Sminov test dengan taraf signifikansi 0,05 melalui program SPSS.

Uji Homogenitas

Uji Homogenitas ini digunakan untuk melihat data pretest-posttest dari kelompok eksperimen apakah homogen atau tidak yang dilakukan pada data nilai pretest-posttest kreativitas anak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menggunakan uji One Way Anova Lavene Statistics dengan taraf signifikansi 0,05 melalui program SPSS.

Uji Hipotesis

Uji Hipotesis dapat dilakukan setelah uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan sebagai uji prasyarat analisis. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji T atau analisis Paired Sample T Test dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan program SPSS.

Hasil dan Pembahasan

Penelitian eksperimen membandingkan suatu akibat dari dua perlakuan yang berbeda yaitu kelompok eksperimen (FingerPainting) dan kelompok kontrol (krayon). Kelompok ekperimen diberikan treatment atau perlakuan finger painting sebanyak empat kali. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan treatment atau perlakuan, tetapi diberikan pembelajaran seperti biasanya menggunakan media krayon. Sebelum dilakukan suatu treatment pada kedua kelompok tersebut, diberikan pretest terlebih dahulu dengan beberapa indikator sebagai alat tes. Setelah mendapatkan treatment, diberikan posttest dengan hasil sebagai berikut :

N Maximum Minimum Mean
Pretest Kontrol 15 20 10 16
Posttest Kontrol 15 26 18 21,6
Pretest Eksperimen 15 20 10 15,73
Posttest Esperimen 15 29 22 26,6
Table 2.Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen mengalami kenaikan, dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean). Dengan nilai pretest eskperimen 15,73 dan nilai posttest eksperimen 26,6. Sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami kenaikan pada nilai rata-rata (mean) tetapi tidak setinggi yang didapatkan pada kelompok eksperimen. Dengan nilai pretest kontrol adalah 16 dan nilai posttes kontrol adalah 21,6.

Uji Normalitas

Mengetahui data berdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan uji normalitas. Adapun uji normalitas pada data nilai pretest-posttest pada kelas eksperimen adalah sebagai berikut :

Kelompok Kolmogorov-Smirnov(a) Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Kreativitas Anak PreTest Eksperimen ,202 15 ,102 ,880 15 ,047
PostTesrt Eksperimen ,194 15 ,134 ,894 15 ,078
Table 3.Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan hasil tes normalitas diatas menjelaskan bahwa dengan Kolmogorov-Smirnov data yang diperoleh untuk Preest adalah 0,202 dan Posttest yaitu 0,194. Artinya, 0,202 dan 0,194 lebih dari 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal.

Uji Homogenitas

Mengetahui apakah data berdistribusi secara homogen atau tidak dapat dilakukan dengan uji homogenitas. Adapun uji homogenitas pada nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen adalah sebagai berikut :

Levene Statistic df1 df2 Sig.
,146 3 56 ,932
Table 4.Hasil Uji Homogenitas

Hasil uji homogenitas diatas menunjukkan nilai sig 0,932 > 0,05, artinya adalah 0,932 lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data sampel memiliki data homogen.

Uji Hipotesis

Setelah dilakukan uji prasyarat analisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas dengan hasil data berdistribusi normal dan homogen, maka dapat dilakukan uji analisis dan uji hipotesis. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan Uji T atau Paired Sample T Test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berpasangan. Adapun hasil uji hipotesis sebagai berikut :

Paired Differences t df Sig. (2-tailed)
Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pair 1 PreTest Eksperimen - PostTest Eksperimen -10,867 1,356 ,350 -11,617 -10,116 -31,043 14 ,000
Table 5.Hasil Uji Paired Sample T-Test

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sig (2-tailed) 0,000, maka 0,000 < 0,05 dengan keputusan H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya adalah ada pengaruh kegiatan finger painting islami terhadap kreativitas anak.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan finger painting islami dapat meningkatkan suatu kreativitas anak RA Baitussalam Gempol. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata anak setelah mendapatkan treatment dengan kegiatan finger painting. Dengan menggunakan uji paired sample t –test diperoleh hasil bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai sig (2-tailed) menunjukkan bahwa 0,000 < 0,05 dengan keputusan H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya yaitu ada pengaruh kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak RA Baitussalam Gempol.

References

  1. B. Oktovia, “Pengaruh Kegiatan Finger Painting Terhadap Kemampuan Menulis Anak Di Tkn Pembina Kabupaten Tanah Datar,” N. Engl. J. Med., vol. 372, no. 2, pp. 2499–2508, 2018.
  2. D. A. K. G. Suciati, N. K. Suarni, and P. R. Ujianti, “Pengaruh Kegiatan Finger Painting Berbasis Teori Lokomosi Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak,” Pendidik. Anak Usia Dini Univ. Pendidik. Ganesha, vol. 4, no. 2, 2016, [Online]. Available: file:///C:/Users/Freeware Sys/Downloads/manfaat finger painting.pdf.
  3. L. Marlina and F. Mayar, “Pelaksanaan Kegiatan Finger Painting dalam Mengembangkan Kreativitas Seni Anak di Taman Kanak-Kanak,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 4, no. 2, pp. 1018–1025, 2020.
  4. M. Mahardika, “Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini di PAUD Kencana Sari 2 Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas,” p. 141, 2019.
  5. N. U. R. D. Haryati, J. Pendidikan, I. Anak, U. Dini, F. Tarbiyah, and D. A. N. Ilmu, “Melalui Kegiatan Finger Painting Pada Anak Kelompok A Di Ra Masitoh Pendem Tahun Pelajaran 2016 / 2017,” 2017.
  6. S. Octaviani, A. Chandra, and R. W. Pusari, “Analisis Perkembangan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun,” pp. 41–47, 2017.
  7. R. Lisdayanti, M. Syukri, and D. Yuniarni, “Pembelaaran Melukis Teknik Finger Painting Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Di Tk Islamiyah Pontianak,” pp. 1–8, 2007.
  8. W. Windasari, A. Sofia, and M. Surahman, “Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Metode Proyek,” J. Pendidik. Anak, vol. 2, no. 2, 2016, [Online]. Available: http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/PAUD/article/view/13678.