Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.6.2022.2345

Character Value In The Story Of Bawang Merah Bawang Putih and Their Relevance For Strengthening Character Of Elementary School Students


Nilai-Nilai Karakter Dalam Dongeng “Bawang Merah Bawang Putih” dan Relevansinya Untuk Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

penguatan karakter Dongeng Bawang Merah Bawang Putih Siswa Sekolah Dasar

Abstract

This study aims to describe the values ​​of character education in the fairy tale Bawang Merah Bawang Putih and its relevance for strengthening the character of elementary school students. The data of this research is the story of Bawang Merah Bawang Putih which was obtained from the fairy tale book by Runna Aulia and Ghais Ramadhani. The data collection technique used is documentation. This stage of the data analysis technique is carried out by data condensation. Presentation of data, as well as conclusions and verification of research results. The results of this study are 5 character values ​​contained in the fairy tale Bawang Merah Bawang Putih, such as the value of the character of hard work, the value of the character of discipline, the value of the character of responsibility, the value of the character of social care, the value of the character of curiosity. This study also found 5 character values ​​that exist in strengthening character education, such as the value of telligiosity, nationalism, integrity, independence and mutual cooperation. The characters in this fairy tale can also be used as learning content at school. there are good examples so that students can find good learning to be applied to everyday life such as the school environment, community and family environment.

Pendahuluan

Pendidikan memegang peran penting dalam pembangunan nasional untuk mencapai tujuan bangsa (Simanjuntak. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sebagai salah satu aspek untuk pembangunan mencapai cita-cita bangsa. Dalam mencapai keberhasilan pembangunan salah satunya yaitu dengan memiliki sikap yang tertib, damai, tentram atau berkarakter. Hal tersebut menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter di perlukan sebagai upaya dalam mencapai pembangunan bangsa.

Pendidikan Karakter mempunyai tujuan yakni memberikan tuntunan kepada seseorang untuk mengembangkan nilai-nilai karakter yang sudah tertanam pada masing-masing dirinya secara sadar dan baik. Pendidikan karakter suatu proses untuk memberikan tuntunan kepada peserta didik agar menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter pada dimensi hati, pikiran, raga serta adanya rasa dan karsa. Menurut Ni’mawati dan Handayani, dkk., mengatakan sekolah sebagai lembaga pendidikan memegang peran strategis dalam penanaman nilai karakter, dimana sekolah berfungsi sebagai tempat proses penyelenggaraan pendidikan. Hal tersebut menunjukkan kegiatan penanaman nilai karakter dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan formal.

Nilai-nilai karakter dapat ditanamkan oleh sekolah agar menjadi manusia yang unggul dimasa depan dan menjadi manusia yang siap menghadapi sebuah tantangan zaman. Saat ini terjadi adanya penurunan tingkat membaca siswa. Padahal dengan membaca bisa membantu adanya pembentukan karakter siswa dan siswa juga bisa mengetahui berbagai informasi, salah satunya adalah buku dongeng. Dongeng saat ini sudah jarang di bacakan oleh guru pada saat pembelajaran terkadang peserta didik jenuh dengan pelajaran yang membahas materi saja, karena sebagian guru hanya mementingkan hasil akhir dalam pembelajaran seharusnya kegiatan literasi harus tetap dilaksanakan terutama pada siswa kelas rendah. kegiatan literasi guna untuk menambahkan wawasan siswa. Suhrawardi penanaman nilai-nilai karakter dapat dilakukan guru dengan menyelipkan pada materi pembelajaran.

Tugas guru mengarahkan siswa dalam pemilihan buku bacaan yang sesuai umur mereka salah satu nya bacaan literasi untuk menanamkan karakter, harus seimbang dengan rumusan (PPK) penguatan pendidikan karakter menurut Kemendikbud guna membentuk sebuah watak dan juga karakter siswa. Salah satu nya dengan menerapkan Pilar 18 nilai karakter dan di kuatkan oleh (PPK) penguatan pendidikan karakter berdasarkan nilai karakter berfungsi untuk mengembangkan potensi siswa melalui budaya sekolah yakni kegiatan literasi.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunkan pendekatan penelitian kualitatif berjenis naratif. Menurut Moleong penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk sebuah kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. penetilian ini menggunakan metode dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini data primer diambil dari buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih, data skunder yang didapat melalui buku-buku, jurnal-jurnal, artikel ilmiah, sampai referennsi bentuk cetak maupun non cetak yang berhubungan dengan nilai-nilai pendidikan karakkter, relevansi, dan penguatan karakter dalam dongeng untuk siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data seperti dokumentasi, dokumen cetak maupun non cetak. Tahap-tahapan teknik analisis data dilakukan dengan cara kondensasi dara, penyajian data, dalam penelitian berupa membaca sumber data primer, mencatat, dan mengklasifikasi serta penyimpulan serta verfikasi hasil pembahasan.

Hasil dan Pembahasan

Nilai Karakter dalam Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih diambil dari 18 nilai karakter menurut Kemendiknas di dalam cerita dongeng tersebut diketahui 5 nilai karakter yaitu nilai karakter kerja keras, nilai karakter disiplin, nilai karakter tanggung jawab, nilai karakter peduli sosial, dan nilai karakter rasa ingin tahu. nilai karakter dalam dongeng Bawang Merah Bawang Putih sebagai berikut :

  1. Karakter Kerja keras

Kerja keras menurut Elfindri dkk kerja keras adalah sifat seseorang yang tidak mudah berputus asa yang disertai kemauan keras dalam berusaha dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih yang diambil dari penggalan cerita sikap Bawang Putih sedang mencuci pakaian kotor di sungai. dapat diketahui bahwa Bawang Putih memiliki karakter yang menunjukan karakter kerja keras. agar siswa mudah memahami berikut contoh yang harus ditiru oleh siswa misalnya siswa yang sedang menyelesaikan tugas pekerjaan rumah yang di dapat oleh gurunya.

  1. Karakter Disiplin

Disiplin bukan hanya bisa dilakukan dijalan hanya karena ada sesuatu aturan dan kebijakan yang harus ditaati sesuai adanya aturan. Disiplin melainkan adanaya kesadaran sendiri untuk meningkatkan tingkat keberhasilan yang tinggi. menurut Samani memaknai bahwa karakter disiplin merupakan sikap dan perilaku yang muncul sebagai akibat dari pelatihan atau kebiasaan menaati aturan , hukum atau pemerintah. berdasarkan pengertian tersebut karakter disiplin merupakan sikap atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang dalam mematuhi sebuah aturan yang ada. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih yang diambil dari penggalan cerita sikap Bawang Putih sedang melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, memasak, dan mencuci baju. dapat di simpulkan bahwa sikap Bawang Putih setiap hari nya melakukan pekerjaan secara bergantian dengan disiplin dapat diketahui bahwa Bawang putih memiliki karakter yang menunjukan karakter disiplin. agar siswa mudah memahami berikut contoh yang harus ditiru oleh siswa misalnya Siswa yang sedang pulang sekolah dan meletakkan sepatu nya pada lemari sepatu.

  1. Karakter Tanggung jawab

Tanggung Jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang dia dilakukan. menurut Fitri tanggung jawab adalah nilai moral penting dalam bermasyarakat. tanggung jawab merupakan perbuatan sendiri. seorang Siswa harus bertanggung jawab kepada guru, orang tua, dan diri sendiri. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang putih yang diambil dari penggalan cerita sikap Bawang Putih dengan rasa tanggung jawab ia mencari baju ibu tirinya yang hilang disungai. dapat di simpulkan bahwa sikap Bawang Putih diketahui bahwa Bawang Putih memiliki karakter yang menunjukan karakter tanggung jawab. agar siswa mudah memahami berikut contoh yang harus ditiru Siswa yang sedang melakukan tugas piket (menyapu kelas) yang memang setiap harinya bergantian siswa satu dengan yang

  1. Karakter Peduli sosial

Peduli Sosial merupakan sikap dan perilaku yang mempunyai hubungan antar sesama dan mempunyai rasa empati membantu orang lain. menurut Alma mengatakan bahwa makhluk sosial berarti hidup menyendiri tetapi sebagian besar hidupnya saling ketergantungan, yang pada akhirnya tercapai keseimbangan relatif. Keseimbangan relatif tercipta jika manusia memiliki kepedulian sosial terhadap sesama manusia. Peduli sosial merupakan suatu sikap yang selalu ingin membantu orang lain dan juga masyarakat saat ada yang membutuhkan. dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih yang diambil dari penggalan cerita sikap Bawang Putih tersebut bersedia membantu nenek dalam pekerjaan nya kemudian sang nenek juga akan memberikan baju ibutirinya yang pada saat itu hanyut disungai dan ditemukan oleh nenek tersebut. dapat di simpulkan bahwa sikap Bawang Putih tersebut memiliki sikap peduli sosial sesama makhluk. dapat diketahui bahwa Bawang Putih memiliki karakter yang menunjukan karakter peduli sosial. agar siswa mudah memahami berikut contoh yang harus ditiru oleh siswa misalnya Siswa yang sedang membantu teman nya yang sedang kesusahan, siswa yang sedang membantu orang tua di rumah

  1. Karakter Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu merupakan sikap dan tindakan seseorang yang selalau berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas atas apa yang dipelajari, dilihat dan didengar. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih yang diambil dari penggalan cerita sikap Bawang Merah dan ibunya yang sangat penasaran dengan labu yang berisikan emas dan berlian. dapat diketahui bahwa Bawang Merah dan Ibunya memiliki karakter yang menunjukan karakter rasa ingin tahu mencari infomasi dengan sendirinya.. agar siswa mudah memahami berikut contoh yang harus ditiru oleh siswa misalnya siswa yang ingin bertanya kepada guru dalam materi yang belum dipahami.

Relevansi Penguatan Karakter Dalam Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

  1. Karakter Kerja keras

Penggalan dialog yang ada pada buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih pada halaman 6 yang mencerminkan karakter kerja keras sebagai berikut :

Bawang Putih : “Baju yang kucuci pasti cepat kering”

Penggalan dialog tersebut dapat diuraikan bahwa nilai karakter kerja keras yang dimiliki oleh tokoh Bawang Putih mencerminkan karakter kerja keras, pekerjaan yang ia lakukan memang berat tetapi ia lakukan dengan penuh semangat agar pekerjaan nya selesai dengan teapat waktu ia pun tidak mengeluh walaupun pekerjaan nya sangat berat. contoh karakter yang harus di miliki siswa sekolah dasar juga meliputi adanya kerja keras, kerja keras dalam menyelesaikan pekerjaan atau sesuatu yang berhubungan dengan hasil akhir, kerja keras dalam mengerjakan ujian sekolah juga bentuk adanya karakter kerja keras dan masih banyak lagi bentuk karakter kerja keras. seperti karakter Bawang Putih yang ada pada buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi bagi siswa sekolah dasar yang nanti bisa diterapkan dan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Demikian dapat di simpulkan bahwa nilai kerja keras yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi dengan dikuatkan dalam penguatan pendidikan karakter atau yang sering disebut PPK. nilai kerja keras masuk dalam kategori karakter mandiri. karakter mandiri menurut kemendikbud (2016) seperti tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran dan waktu untuk mewujudkan harapan mimpi dan cita-cita.

  1. Karakter Disiplin

Penggalan dialog yang ada pada buku dongeng Bawang merah Bawang putih pada halaman 5 yang mencerminkan Nilai karakter Disiplin sebagai berikut :

Bawang Putih : semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh Bawang Putih. Membersihkan rumah, memasak, dan mencuci baju.

Penggalan dialog tersebut dapat diuraikan bahwa karakter disiplin yang dimiliki oleh tokoh Bawang Putih mencerminkan karakter kedisiplinan, disiplin waktu dan juga tugas apa saja yang dia lakukan dirumah. hampir semua pekerjaan rumah hanya Bawang Putih yang menyelesaikan nya. contoh karakter yang harus di miliki siswa sekolah dasar juga meliputi ada nya ke disiplinan, displin soal waktu, disiplin adanya peratuan yang ada dan masih banyak lagi bentuk disiplin yang harus di miliki siswa sekolah dasar. seperti karakter Bawang Putih yang ada pada buku Bawang Merah Bawang Putih. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi bagi siswa sekolah dasar yang nanti bisa diterapkandan dan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Demikian dapat di simpulkan bahwa nilai disiplin yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi dengan dikuatkan dalam penguatan pendidikan karakter atau yang sering disebut PPK. nilai disiplin masuk dalam kategori karakter nasionalis. karakter nasioanalis menurut kemendikbud (2016) seperti menempatkan kepentingan bangsa negara diatas kepentingan diri dan juga kelompoknya.

  1. Karakter Tanggug jawab

Penggalan dialog yang ada pada buku dongeng Bawang merah Bawang putih pada halaman 9 yang mencerminkan nilai karakter tanggung jawab sebagai berikut :

Bawang Putih :“Permisi, apakah paman melihat baju warna merah yang hanyut di sungai ini ?”

Pengembala Kerbau : “Iya Nak, aku melihatnya hanyut kearah sana, cobalah kau kejar mumpung belum jauh”

Bawang Putih : “Terimakasih Paman

Penggalan dialog tersebut dapat diuraikan bahwa nilai karakter tanggung jawab yang dimiliki oleh tokoh Bawang Putih mencerminkan nilai tanggung jawab yang berusaha mencari baju ibu tirinya yang hilang di sungai. contoh karakter yang harus di miliki siswa sekolah dasar juga meliputi ada nya rasa tanggung jawab, tanggung jawab atas pekerjaan, tugas atau yang lain nya yang memiliki bentuk tanggung jawab. seperti karakter Bawang Butih yang ada pada buku bawang merah bawang putih. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi bagi siswa sekolah dasar yang nanti bisa diterapkan dan diritu dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

  1. Karakter Peduli sosial

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa nilai tannggung jawab yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Berah Bawang Putih memiliki relevansi dengan dikuatkan dalam penguatan pendidikan karakter atau yang sering disebut PPK. nilai karakter tanggung jawab masuk dalam kategori karakter integritas menurut kemendikbud (2016) seperti upaya untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

Penggalan dialog yang ada pada buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih pada halaman 12-13 yang mencerminkan karakter peduli sosial sebagai berikut :

Nenek : “Tapi ada syaratnya, akan aku kembalikan asal kau mau membantu pekerjaan ku selama seminggu.”

Bawang Putih : “Baiklah Nek, aku bersedia

Penggalan dialog tersebut dapat diuraikan bahwa karakter peduli sosial yang dimiliki oleh tokoh Bawang Putih dan Nenek yang mencerminkan peduli sosial karena sifat Bawang Putih tolong- meonlong dan bersedia membantu pekerrjaan sang Nenek untuk mendapatkan baju ibu tiri yang hilang. contoh karakter yang harus di miliki siswa sekolah dasar juga meliputi ada nya bentuk peduli sosial, peduli antar sesama teman dan juga lingkungan sekitarnya yang membutuhkan pertolongan seperti karakter Bawang Putih yang ada pada buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi bagi siswa sekolah dasar yang nanti bisa diterapkan dan diritu dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

  1. Karakter Rasa Ingin Tahu

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa nilai peduli sosial yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi dengan dikuatkan dalam penguatan pendidikan karakter atau yang sering disebut PPK. nilai karakter peduli sosial tersebut masuk dalam kategori karakter gotong-royang menurut kemendikbud (2016) seperti mencerminkan tindakan yang menghargai semangat kerja sama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan dengan bersama.

Penggalan dialog yang ada pada buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih pada halaman 20 yang mencerminkan nilai karakter Rasa ingin tahu sebagai berikut :

Ibu Tiri :“Bawang Merah pergilah kau ke rumah si nenek dan mintalah buah labu seperti Bawang Putih

Penggalan dialog tersebut dapat diuraikan bahwa karakter rasa ingin tahu yang dimiliki oleh tokoh Bawang Merah dan Ibunya mencerminkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat Bawang Merah dan Ibunya penasaran denga labu yang berisikan emas dan berlian. contoh karakter yang harus di miliki siswa sekolah dasar juga meliputi ada rasa ingin tahu dengan memiliki karakter rasa ingin tahu sebagai siswa bisa diterapkan pada saat di sekolah dan dilingkungan sekitar. di dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi bagi siswa sekolah dasar yang nanti bisa diterapkan dan diritu dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa nilai rasa ingin tahu yang terdapat dalam buku dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki relevansi dengan dikuatkan dalam penguatan pendidikan karakter atau yang sering disebut PPK. karakter rasa ingin tahu tersebut masuk dalam kategori karakter mandiri. karakter mandiri menurut kemendikbud (2016) seperti tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran dan waktu untuk mewujudkan harapan mimpi dan cita-cita.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian ini yang menggunakan pendekatan kualitatif berstudi naratif yang sudah dilakukan penelitian oleh peneliti. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa didalam dongeng Bawang Merah Bawang Putih memiliki nilai karakter nilai moral yang sesuai dengan teori serta rujukan menurut kemendiknas dan kemendikbud dan memiliki relevansi dengan penguatan karakter sesuai dengan kemendikbud. Maka dapat diuraikan kesimpulan sebagai berikut

  1. Ditemukan nilai karakter menurut kemendiknas (2010) dapat di temukan 5 Nilai karakter yang terdapat dari buku dongeng “Bawang Merah Bawang Putih” yaitu : (1) Nilai kerja keras, (2) Nilai disiplin, (3) Nilai tanggung Jawab, (4) Nilai peduli Sosial, (5) Nilai rasa ingin tahu.
  2. Dan untuk nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) menurut Kemendikbud (2016) yang terdapat dari buku dongeng “Bawang Merah Bawang Putih” yaitu : (1) Nilai karakter mandiri, (2) Nilai karakter nasionalis , (3) Nilai karakter Integritas, (4) Nilai karakter gotong-royong, (5) Nilai karakter mandiri

References

  1. Simanjuntak, F. N. (2017). Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Dinamika Pendidikan, 10(3), 304-331.
  2. Ni’mawati, N., Handayani, F. &Hasanah, A. (2020). Model Pengelolaan Pendidikan Karakter di Sekolah Pada Masa Pandemi. Fastabiq: Jurnal Studi Islam, 1(2), 145-156.
  3. Suhrawardi, S. (2020). Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajeman Islam, 12(2), 1558-1622.
  4. Kemendikbud (2017). Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional. Jakarta : www.kemdikbud.go.id
  5. Moleong, L.J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya..
  6. Kemendinas, (2019). 18 Nilai Karakter Versi Kemendiknas dan Penjelasannya. Jakarta : www.pendidikan.com
  7. Eflindri. (2012). Pendidikan Karakter: Kerangka, Metode, dan Aplikasi untuk Pendidikan dan Prosessional. Jakarta: Baduose Media.
  8. Samani. (2019). Inovasi Pembelajaran Model dan Metode Pembelajaran Bagi Guru. Surakarta: Aditya Kusuma Putra.
  9. Fitri, Agus Zainal, (2012). Reiventing Human Charakter: Pendidikan Karakter Berbasis Nilai & Etika Disekolah, Jogja: Ar-Ruzz Media.
  10. Alma, Buchari, (2010). Pembelajran studi sosial. Bandung:alfabeta.