Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.6.2022.2324

Management of Guidance and Counseling Services in Improving Self-Efficacy and Student Learning Motivation in Schools During the Covid-19 Pandemic


Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Self Efficasy dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Guidance and Counseling Services Self Efficacy Learning Motivation

Abstract

An educational institution is an institution that carries a person into an orderly and systematic flow of thought. In this sense, education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills that are treated by the people of the nation and state. Guidance and counseling management is a student service starting from the acceptance of new students, the development of student coaching both personal, social, learning and career services. Researchers used qualitative research with a phenomenological approach. The researcher attended the school through observation, conducting interviews and documentation in order to analyze the application of guidance and counseling service management to improve student self-efficacy and learning motivation at SMK Muhammadiyah 2 Taman during the covid 19 pandemic. The data obtained were then analyzed and concluded. The results showed that the implementation of guidance and counseling service management to improve student self-efficacy and learning motivation at SMK Muhammadiyah 2 Taman during the covid 19 pandemic was carried out through several stages, namely planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating. Then the results of the researchers are that with guidance and counseling services students experience an increase in self-efficacy and learning motivation after the service and guidance process is carried out.

Pendahuluan

Pendidikan adalah usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. pendidikan adalah usaha sadar dan direncanakan untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswasecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlakukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.

Keadaan Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi yang tidak baik dikarenakan virus yang awal mula ada dari wuhan, China yang dinamakan dengan Covid-19. (WHO,2020) Menyatakan bahwa virus ini penularannya sangat cepat dapat menimbulkan kematikan. Selain itu pemerintah menerapkan kebijakan untuk Dirumah Saja seperti kerja dirumah atau Work From Home (WFH) dan kegiatan apapun yang berhubungan dengan perkumpulan atau pertemuan ditiadakan dan diganti dengan media online.

Pergeseran dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan di indonesia telah berimbas pada pengelolaan sistem pendidikan, yakni dari semula yang lebih bersifat sentralistiki (dimana pusat sangat dominan dalam pengembilan kebijakan sebaliknya daerah dan sekolah bersifat pasif, hanya sebagai penerima dan pelaksana kebijakan pusat)bergeser ke arah pengelolaan yang bersifat desentralistik.

Pola kerja sentrtalistik ini sering mengakibatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan riil sekolah dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurut F, Korten yang di kutip oleh supriyono dan achmad sapari “ sistem sentralistik kurang bisa memberikan pelayanan yang afektif, tidak mempu menjamin kesinambungan kegiatan di tingkat di tingkat lokal atau daerah, memiliki keterbatasan dalamberadaptasi dengan permasalahan lokal dan menciptakan rasa ketergantungan pada pihak lain dari pada rasa mandiri [1]

Manajemen bimbingan dan konseling yang harus dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi saat ini yang mengalami pandemic Covid-19. Dalam bidang ini kegiatan yang nampak adalah masalah mengatur dan mempersipkan laporan tentang kemampuan mereka, masalah disiplin siswa, pangaturan organisasi siswadan malasah absensi.[2] Menurut ranu pandojo mengutip pendapat james stoner, yang mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan (planning-p), pengorganisasian (organizing-o), pelaksanaan (actuating-a), dan pengontrolan (controlling-c) usaha-usaha para anggota, guna mencapai tujuan yang ditentukan.[3]

Menurut Juntika kelemahan dalam penanganan bimbingan dan konseling diantaranya : 1) masih banyak tenaga pelaksana bimbingan dan konseling tidak sesuai dengan bidangnya. 2) ada tenaga berkualifikasi penuh tetapi jumlahnya kurang dibandingkan dengan jumlah siswa yang harus dilayani. 3) mereka harus merangkap mengajar atau tugas lain yang tidak ada relevannaya. 4) tidak ada ruangan khusus untuk kegiatan bimbingan dan konseling. 5) ada ruangan khusus tetapi dengan ukuran yang tidak memadai untuk menampung segala kegiatan bimbingan dan konseling dan keperluan kerja guru pembimbing. 6) tidak memadainya biaya yang disediakan. 7) kurang diperoleh kerja sama dan koordinasi atau dukungan dari personel lain di sekolah. 8) manajemen bimbingan dan konseling belum dikelola secara profesional.[4]. Menurut Georger R. Terry manajemen adalah mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang harus mereka lakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan mengukur efektivitas dari usaha-usaha mereka.[5]. Ahli psikologi belajar menjelaskan bahwa fungsi motivasi dalam belajar secara umum ada tiga, yaitu (1) Sebagai pendorong perbuatan (2)Sebagai penggerak perbuatan (3)Sebagai pengaruh perbuatan.[6]

Metode

Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif. Bedasarkan Bodgan dan Taylor yang mendeskripsikan bahwa metode kualitatif adalah cara penelitian yang dapat menghasilkan kalimat berisikan kata-kata pada sebuah perilaku yang diteliti.[7] Metode kualitatif merupakan penelitian yang mana data-datanya yakni dari hasil sebuah wawancara, catatan peneliti tentang sebuah laporan maupun dokumen lainnya. Yang mana pada penelitian ini mementingkan sebuah penjabaran oleh suatu peristiwa pada lingkungan yang terjadi untuk dikupas maknanya. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Dengan penelitian ini akan membantu mencermati dan mendeskripsikan data-data sesuai dengan tujuan penelitian[8]

Populasi dan Sampel

Subjek penelitian merupakan narasumber atau informan yang terlibat dalam penelitian dan posisinya sebagai sumber data dari hasil penelitian.Disini yang menjadi subjek penelitian atau responden adalah Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan,Waka kurikulum, waali kelas,guru mapel,guru bimbingan dan konseling, serta siswa. Dalam menentukan subjek penelitian, peneliti mengambil subjek dari seluruh siswa SMk Muhammadiyah 2 Taman. kelas X

Hasil dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan Motivasi Belajar Siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kualitatif yang kemudian disimpulkan. Data dari tesis ini di peroleh dari beberapa teknik Hasil penelitian yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Taman dengan melalui beberapa teknik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan berbagai subjek.

Pembahasan

Tahap Perencanaan

Perencanaan program layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan Self Eficacy dan Motivasi Belajar itu terbentuk dari ada banyaknya temukan di lapangan bahwa banyak siswa yang kurang percaya diri dan memiliki motivasi belajar yang sangat rendah saat pengerjaan tugas tugas dari sekolah, banyak tugas yang sering tidak dikerjakan, maka langkah awal adalah guru pengajar dan wali selalu mengawal dan memonitoring perkembangan pembelajaran termasuk tugas tugas sekolah yang diberikan kepada siswa. dengan banyaknya ditemukan permasalahan tersebut maka salah satu tugasnya adalah bagaimana kerjasama dari semua elemen baik guru pengajar, wali kelas, guru BK dan Tatib sekolah berserta pimpinan sekolah dan juga wali murid.

Tahap Pengorganisasian

Adapun tugas awal yang dilakukan oleh peneliti dan tim kesiswaan dalam melakukan proses layanan layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan motivasi belajar siswa siswapada masa pandemi Covid 19adalah sebadai berikut:

  1. Wali kelas membuat grup kelas dengan memasukan seluruh siswanya.
  2. Wali kelas membuat media pembelajaran daring yaitu Google Class Room
  3. Wali kelas memasukan seluruh pengajar di Grup Wa Kelas termasuk tim kesiswaan (Tatib/ BK).
  4. Wali kelas juga membuat grup wali murid tujuan adalah untuk melaporkan perkembangan siswanya selama proses pembelajaran.

Pelaksanaan

Pengawasan program kerja bertujuan untuk memastikan sejauh mana perkembangan siswa dalam mengerjakan tugas tugas sekolah yang diberikan oleh guru pengajar di gogle class room dan juga percepatan penanganan siswa saat ditemukan tidak mengerjakan tugas tugas sekolah melalui sinergisitas wali kelas, guru pengajar dan tim kesiswaan (tatib dan BK).Pengawasan dilakukan secara langsung oleh Kepala Sekolah dilakuakansetiap minggu sekali atau satubulan empat kali.

Pada tahap ini,pelaksanaan program proses layanan layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan motivasi belajar siswa siswapada masa pandemi Covid 19. Dengan adanya layanan manajemen bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan motivasi belajar siswa siswapada masa pandemi Covid 19, maka diharapkan siswa akan termonitoring dari aspek motivasi belajar dan tingkat kepercayaan diri dalam melaksanakan dan mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh guru pengajarnya.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan terkait proses layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan motivasi belajar siswa siswapada masa pandemi Covid 19 bahwa banyak siswa yang sangat rendak motivasi belajar khususnya dalam pengerjaan tugas tugas yang diberikan oleh guru pengajar, karena banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah kurangnya percaya diri terhadap pengerjaan tugas kaena takut salah dalam pengerjaan tugas sekolah.

Pengawasan

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, terdiri beberapa tim tatib sekolah yang memiliki tugas masing–masing yaitu:

  1. Kegiatan pendampingan di google Class Room Siswa
  2. Memberikan link absensi siswa setiap harinya
  3. Melaporkan absesni siswa ke walik kelas
  4. Kegiatan pendampingan di Grup Whasts Shap Wali murid
  5. Mendampingi wali kelas untuk melaporkan perkembangan siswa kepada wali murid terhadap proses pembelajaran dan tugas tugas yang sudah diberikan oleh guru pengajar.

Adapaun penanganan terhadap siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah adalah wali kelas bersama tim kesiswaan (Tatib dan guru BK) bersama guru pengajar memanggil siswa ke sekolah bersama orangtuanya untuk diadakan bimbingan dan konseling terhadap masalah yang dihapainya. Ketika ada seorang siswa yang tidak mengerjakan tugas tugas sekolah yang diberikan oleh guru, maka akan di panggil siswa bersangkutan ke sekolah bersama orangtuanya untuk dilaksanakan bimbingan dan konseling.

Dari hasil perbandingan melalui pengisisan kuisioner anggket Self Efficacy dan Motivasi belajar menunjukan dampak signifikan terhadap perubahan sikap siswa baik motivasi belajar semakin baik dan tingkat percaya diri yang baik disiswaSMK Muhammadiyah 2 Taman.Ini artinya bahwa dengan kegiatan layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Self Efficacy dan motivasi belajar siswapada masa pandemi Covid 19 sangat berdampak positif bagi perkembangan akademis dan non akademis siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, di pembahasan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah :

Dari Hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh peneliti dan telah di analisa dengan judul manajemen Layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan self efficacy dan motivasi belajar siswa di smk muhammadiyah 2 taman pada masa pandemic covid-19. Menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kompensasi. Yang bermakna bahwa semakin tinggi motivasi maka akan semakin meningkatkan self efificacy di SMK Muhammadiyah 2 Taman.Pelaksanakan manajemen Layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan self efficacy dan motivasi belajar siswa di smk muhammadiyah 2 taman pada masa pandemic covid-19.Faktor pendukung dan penghambat Terwujudnya Insan Kompetitif, Kreatif,Inovatif dan berjiwa Islam,Faktor Mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal pelaksanaan pembelajaran, semua guru mendukung semua aktivitas siswa yang berhubungan dengan proses belajar mengajar.. Adanya dukungan dan motivasi dari Kepala Sekolah dan seluruh sifitas akademisi di sekolah juga bentuk dukungan dari orang tua, di mengharapkan para siswa akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. serta membantu terlaksananya kegiatan sesuai. dengan visi sekolah Terwujudnya Insan Kompetitif, Kreatif, Inovatif dan berjiwa Islam.Dan faktor penghambat kegiatan adalah Masih ada siswa yang tidak memiliki HP, kendala tidak memiliki kuota paket pulsa, tidak ada motivasi yang tinggi dari diri siswa dan tidak adanya pendampingan dari orang tua siswa selama belajar dirumah.Belum mengertinya siswa tentang materi yang diberikan.

References

  1. Aliyah,Yaumil.(2012).Hubungan antarakonsep diri dengan motivasi belajar remaja panti asuhan Sabilul Ulum Alhidayah Sidoarjo.Skripsi(Tidakditerbitkan). Surabaya: akultas Psikologi Universitas Islam Negeri SunanAmpel
  2. Azwar, Saifuddin. (2004). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.Dimyati.(1999).Belajar danPembelajaran. Jakarta: RinekaCipta.
  4. W.S.Winkel&M.M.SriHastuti,Bimbingan dan Konseling diInstitut Pendidikan Yogyakarta:PT Media Abadi,2007
  5. Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: alfabeta
  6. Sardiman,InteraksidanMotivasiBelajarMengajar,Jakarta:RajaGrafindoPersada,1996
  7. PustakaPelajar.Azwar,Saifuddin.(2012).PenyusunanSkalaPsikologi.Yogyakarta:PustakaPelajar
  8. Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.Dimyati.(1999).Belajar danPembelajaran. Jakarta: RinekaCipta.
  9. Dariyono, Agoes. (2004). Pengetahuan Tentang Penelitian dan Motivasi BelajarPada Mahasiswa.Jurnal Psikologi vol.2 no.1.
  10. Metode Penelitian Pendidikan,Pendekatan Kuantitatif, kualitatif,dan R&D,Bandung: Alfabeta, 2007
  11. SuharsimiArikunto,ProsedurPenelitian Suatu Pendekatan Praktek,Jakarta:RinekaCipta, 1997
  12. Syaiful BahriDjamarah,PsikologiBelajar,Jakarta:RenikaCipta,2002