Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Computer Science
DOI: 10.21070/acopen.5.2021.2171

Budget Estimation Planning Web Based Information System Of Project Network Ftth


Sistem Informasi Perencanaan Anggaran Biaya Konstruksi Jaringan Ftth

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

RAB FTTH Web Information Systems

Abstract

The planning process in project work is very important to maintain the quality of results and management of work time. In this study, the authors make a web-based information system application and based on work experience while working at PT.Telkom Akses as administrative staff who handles projects or work related to the construction of the FTTH network by PT.Telkom Indonesia. This information system aims to simplify the work in project planning, especially in making BoQ more accurate and more efficient. The method used by the author is the Lyfe Cycle software development method that uses the waterfall model. Using the laravel 7 framework and php 7 this information system was built and mysql 5 as a server, it is hoped that this information system can be useful and facilitate the work of administrative staff at PT. Telkom Akses

I. PENDAHULUAN

Perencanaan dan Anggaran atau biasanya disebut juga dengan Rencana Anggaran Biaya adalah merencanakan sesuatu bangunan dalam bentuk dan faedah dalam penggunaannya, beserta besar biaya yang diperlukan dan susunan-susunan pelaksanaan dalam bidang Administrasi maupun pelaksanaan kerja dalam bidang Teknik (Rahman, n.d.). Rencana Anggaran Biaya merupakan komponen yang vital dalam penyelenggaraan/pengadaan barang dan jasa, yang dilapangan lazim disebut dengan lelang (Paramita, 2014) , oleh karena itu dalam penyusunan RAB atau memperkirakan biaya konstruksi diharuskan untuk melihat ke segala aspek.FTTH dengan kepanjangan Fiber To The Home adalah istilah untuk infrastruktur telekomunikasi yang berbasis teknologi fiber optic yang mana mulai dari hulu sampai hilir atau pelanggan jenis kabel yang digunakan adalah seratus persen fiber optic. FTTH merupakan salah satu komitmen PT. Telkom Indonesia untuk mewujudkan peningkatan percepatan pembangunan infrastruktur internet cepat di seluruh wilayah Indonesia. Dalam hal ini PT. Telkom Akses sebagai anak perusahaan dari PT. Telkom Indonesia dipercaya menjadi salah satu pengembang dalam hal infrastruktur jaringan telekomunikasi milik PT. Telkom Indonesia , FTTH adalah salah satu dari banyak jenis proyek yang dipercayakan oleh PT. Telkom Indonesia untuk kemudian ditangani oleh PT. Telkom Akses dalam implementasinya.

Pentingnya membuat RAB dalam sebuah proyek konstruksi adalah sebagaimana untuk memperkirakan biaya dalam menyelesaikan konstruksi tersebut agar ketika proyek tersebut selesai segala kebutuhan dalam menyelesaikan proyek tercukupi dan tidak sampai kekurangan biaya. Sebagai awalan dalam memperhitungkan kebutuhan anggaran perlu dilakukan upaya persiapan agar diperoleh angka yang tepat dan akurat (Peurifoy, 1989).

Dalam praktiknya Perencanaan Anggaran pada PT.Telkom Akses yang biasa disebut dengan Bill of Quantity (BoQ) dibuat berdasarkan kebutuhan hasil survey dan desain gambar jaringan teknis. Proses pembuatan BoQ sampai dengan selesai adalah dimulai dari dibuatnya rancangan gambar jaringan teknis di program Autocad Drawing oleh Drafter kemudian dicetak sebagai softcopy yang digunakan sebagai

acuan material apa saja yang digunakan dan berapa banyaknya. Yang mana sebagai staff administrasi yang membuat rincian BoQ harus membuka file template excel khusus pengisian detail BoQ dimana banyak daftar barang atau jasa yang sebenarnya tidak diperlukan yang pastinya memakan waktu yang lebih banyak dalam pengerjaannya. Dilanjutkan kemudian untuk dilakukan pengecekan oleh Manajer Bagian untuk di setujui atau perlu dilakukan revisi pada BoQ tersebut.

II. METODE

Pengertian dari sistem itu sendiri adalah sekumpulan unsur atau komponen yang saling erat satu sama lainnya, yang juga berfungsi untuk mencapai sesuai tujuan masing-masing(Arbie, 2000). Sistem adalah interaksi yang saling terhubung dan berlangsung dalam satu kesatuan atau komponen yang secara teratur dimana mempunyai tujuan atau sasaran yang sama untuk dicapai. (Jogiyanto, 2002)

Pengertian dari informasi adalah data yang sudah diolah sedemikian rupa menjadi suatu bentuk yang penting dan memiliki manfaat bagi penerima dan mempunyai bobot dalam hal pengambilan keputusan terhadap data tersebut. (Arbie, 2000). Infomsi juga adalah sekumpulan data yang sudah diproses sedemikian rupa dan bermanfaat bagi pemakainya atau penerimanya. Disebut juga sebagai informasi apabila data yang sudah diproses sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan penerimanya(Jogiyanto, 2002).

Pengertian sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdapat pada suatu perkumpulan dimana mempertemukan kebutuhan dan pengolahan yang membantu dalam kegiatan operasional, diamana juga memiliki sifat manajerial dari sebuah perkumpulan atau organisasi guna membantu dalam mempermudah pembuatan laporan yang diperlukan oleh perkumpulan atau organisasi itu sendiri (Arbie, 2000). Sistem informasi juga adalah sekumpulan data yang dikelompokkan kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah kesuatuan informasi yang saling terhubung dan saling mendukung satu sama lain dan menjadi suatu informasi yang bermanfaat. (Muhyuzir T.D, 2001).

Perencanaan adalah salah satu langkah utama dari manajemen yang pertama harus dilakukan. Karena pada tahapan awal dalam mengerjakan pekerjaan di perusahaan yang berhubungan dengan pencapain target perusahaan adalah dengan membuat perencanaan. Pengertian dan definisi dari perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) adalah sebagai berikut : “Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi dan kemudian menyajikan dengan jelas strategi-strategi, taktik-taktik dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh”.

Fungsi perencanaan adalah untuk menjaga hasil dari sebuah pekerjaan bisa tercapai dan selesai sesuai atau paling tidak mendekati dengan hasil yang diharapkan. Dimana aspek-aspek yang dipertahankan adalah dengan memanajemen waktu dengan baik, mempertahankan anggaran untuk tidak berlebih dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Anggaran adalah sebuah rencana kerja yang disusun secarra tertulis dalam bentuk kuantitatif, formal dan sistematis mengenai perkiraan atas kebutuhan kegiatan, penerimaan dan pengeluaran yang sebutkan dalam rupiah atau uang dan yang berlaku sesuai jangka waktu yang ditentukan dalam melaksanakan opersional (Arikunto, 2010). Anggaran diperuntukan sebagai alat ukur dan perbandingan dalam mengukur hasil dari selesainya kegiatan, guna untuk mempertahankan hasil yang sesuai dan yang diinginkan diawal.

Anggaran memiliki dua fungsi penting didalam sebuah perkumpulan atau organisasi, yaitu yang pertama sebagai alat perencanaan dan yang kedua sebagai alat pengendalian. Sebagai sebuah alat perencanaan, anggaran digunakan sebagai alat untuk mengendalikan kegiatan dan pekerjaan atau unit organisasi dengan cara dibandingkan dengan hasil yang telah terjadi dan telah dicapai.

Fiber To The Home (FTTH) merupakan salah satu pengimplementasian dari teknologi transmisi fiber optik yang juga disebut dengan FTTx yang mana dapat mengalirkan data dengan kecepatan yang lebih cepat dari sistem transmisi kabel tembaga, dengan transmisi fiber optik selain lebih cepat teknologi ini juga lebih stabil dalam pengiriman data, kecepatan fiber optik itu sendiri bisa mencapai 2 Gbps.

Metode transmisi yang menggunakan teknologi FTTH ini dapat mengurangi biaya dalam segi operasional dan segi material dibandingkan dengan kabel tembaga dan tentunya dengan kualitas yang lebih baik. Salah satu kelebihan pada teknologi fiber optik adalah dengan lebar jalur data yang lebih besar dibandingkan dengan penggunaan kabel konvensional atau tembaga.(Keiser, 2000).

System Development Life Cycle (SDLC) merupakan gambaran dari suatu usaha dalam merancang sistem yang akan selalu bergerak seperti roda, yang melewati beberapa langkah atau tahapan antara lain tahapan investigasi, analisis, desain, implementasi dan perawatan. Langkah selanjutnya akan kembali pada tahap investigasi jika dirasakan bahwa sistem yang ada sudah tidak efisien lagi untuk diterapkan (Mc Leod Jr, 2010). Maka ada pepatah mengatakan bahwa suatu sistem tidak pernah dianggap selesai dan selalu terbuka peluang untuk mengembangkan sesuai dengan perkembangan jaman. Cepat atau lambat, sifat tersebut harus diperbaharui. Pada Gambar 2.1 berikut, menggambarkan tahap siklus kehidupan baru dimulai. Diawali dengan tahap perencanaan (Mc Leod Jr, 2010)

Gambar 1. Pola Perputaran dari System Development Lyfe Cycle

Gambar 2. Alur Model Waterfall

  • Sistem Informasi
  • Perencanaan
  • Anggaran
  • Fiber To The Home
  • System Develompement Lyfe Cycle Model Waterfall
  • Perancangan Sistem

Tujuan utama dari perancangan sistem secara umum adalah memberikan gambaran tentang sistem yang akan dibangun serta memahami alur informasi dan proses yang ada pada sistem.

Gambar 3. Flowchart

  • Flow Chart Diagram
  • Data Flow Diagram (DFD

Gambar 4. DFD Level 1

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari penelitian ini adalah dengan selesai dibangunnya sistem informasi perencanaan anggaran biaya konstruksi jaringan ftth pada PT. Telkom Akses berbasis web. Yang mana dengan implementasi dan hasil sebagai berikut

Implementasi

Tampilan Halaman Admin

Gambar 5. Halaman Admin

Halaman awal admin adalah halaman yang muncul saat admin berhasil melakukan login pada halaman login. Pada halaman awal ditampilkan informasi yang berupa chart dan jumlah data dari keseluruhan data BoQ yang ada pada sistem dengan rincian masing-masing statusnya.

Tampilan Halaman Manajer

Gambar 6. Halaman Manajer

Halaman awal pada User Manajer tidak jauh berbeda dengan halaman awal User Admin, hanya saja pada sub menu User Manajer hanya terdapat Menu Review dan tambahan menu Manage User yang ada pada sistem ini.

IV. KESIMPULAN

Setelah selesai mengimplementasikan website Sistem Informasi Perencanaan Anggaran Biaya Konstruksi Jaringan FTTH Pada PT. Tlekom Akses Berbasis Web Peneliti menyimpulkan beberapa hal yang mana sebagai berikut :

1.Peneliti berharap Sistem Informasi ini dapat bermanfaat dan bisa membantu dalam mempermudah alur kerja Staff Admin yang membuat rincian BoQ.

2.Peneliti berharap dengan adanya Sistem Informasi ini waktu pembuatan BoQ bisa menjadi lebih singkat, dan proses birokrasi dalam persetujuan BoQ bisa lebih mudah.

References

  1. Arbie, E. (2000). Pengantar Sistem Informasi Manajemen, Edisi Ke-7, Jilid 1. Jakarta: Bina Alumni Indonesia.
  2. Arikunto, S. (2010). Anggaran Perusahaan. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Harahap, S. S. (2008). Budgeting Penganggaran Perencanaan Lengkap. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  4. Jogiyanto, H. . (2002). Sistem Informasi Berbasis Komputer Konsep Dasar dan Komponen. Yogyakarta: BPFE.
  5. Keiser, G. E. (2000). Optical Fiber Communication, 3rd ed. Singapore: McGraw Hill.
  6. Mc Leod Jr, R. (2010). Management Information System. Prentice Hall.
  7. Muhyuzir T.D. (2001). Analisa Perancangan Sistem Pengolahan Data, Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  8. Nafarin, M. (2013). Penganggaran Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.
  9. Paramita, B. (2014). Rencana Anggaran Biaya Dalam Efisiensi dan Efektifitas Proyek.
  10. Peurifoy, R. L. (1989). Estimating Construction Costs. McGraw-Hill.
  11. Rahman, A. (n.d.). Rencana Anggaran Biaya (Seri Dikta). Gunadarma.
  12. Rudianto. (2009). Penganggaran. Jakarta: Erlangga.
  13. Supriyono. (1999). Akuntansi Manajemen I (Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan Proses Perencanaan). Yogyakarta: BPFE.