Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.5.2021.2167

Analysis Of Accounting Information For The Purchase Of Raw Materials And Inventory Of Raw Materials


Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Dan Persediaan Bahan Baku Pada Perusahaan Arang

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Accounting Information Systems Purchase of Raw Materials Raw Material Inventory

Abstract

This research was conducted with the aim of proving the implementation of the accounting system for raw material inventories and purchasing of raw materials at the charcoal company PT. Karang Pilang Agung, in addition to monitoring problems that occur in accounting system at PT. Karang Pilang Agung, and to analyze whether the accounting information system for purchases, raw material inventory applied by PT. Karang Pilang Agung is in accordance with the accounting information system theory.

In this research, qualitative approach was used. The data methods used were interviews, documentation, and observation. The interview method is used to find more in-depth information with the stage of giving questions to the general section and the expert section. The documentation method is used to corroborate the data in the triangulation process. The observation method is used to collect data with information notes during the research directly in the factory. The data analysis technique used is qualitative with the triangulation method.

The results showed that the accounting information system for raw material inventory applied at PT. Karang Pilang Agung has been going well. This is evidenced by the selection of each supplier, and checking the quantity and specifications of raw materials or goods that come by involving various functions with their respective duties and responsibilities and have been equipped with documents that can be accounted for. The results of the research on the accounting information system for the purchase of raw materials are also going very well, with the Quality Control (QC) section and also each new supplier will be selected according to company criteria.

1.PENDAHULUAN

Sistem informasi akuntansi yang baik dan tepat akan menghindari adanya kesalahan dan penyimpangan yang mungkin terjadi dalam perusahaan. Sistem informasi akuntansi yang tepat juga harus didukung dengan sistem informasi akuntansi yang berkualitas yaitu relevan, tepat waktu, dapat diuji kebenarannya, memiliki daya banding, mudah dimengerti dan lengkap. Sistem informasi akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan. Untuk menunjang semua kegiatan yang ada di pasaran diperlukan adanya transaksi pembelian.

Sistem akuntansi pembelian bahan baku dirancang untuk menanggapi masalah masalah yang berkaitan dengan transaksi pembelian atas bahan baku yang di peroleh. Masalah - masalah yang sering dihadapi pada perusahaan manufaktur berkaitan dengan pembelian bahan baku yaitu kelancaran proses produksi, karena tersedianya bahan baku yang cukup merupakan faktor yang akan menentukan kelancaran proses produksi, agar bahan baku tersedia dengan cukup untuk proses produksi maka prmbelian bahan baku harus dilakukan dengan tepat, supaya tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku di persediaan [1].

Pada perusahaan manufaktur, masalah yang sering dihadapi adalahmasalah kelancaran proses produksi berupa penangganan persediaan bahan bakuyang tepat agar tidak terjadi kelebihan serta kekurangan bahan baku, perusahaan harus dapat mengelola persediaan yang dimiliki sebaik mungkin sesuai dengan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan. [2] untuk menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengan kebijkan manajemen perusahaan, maka dibutuhkan suatu sistem yang mampu menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Salah satunya sistem tersebut adalah sistem akuntansi persediaan bahan baku pada perusahaan itu sendiri.

Pembelian adalah kegiatan pemilihan sumber, pemesanan dan perolehan barang dan jasa sebagai salah satu aktivitas utama operasi bisnis perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian (SIA Pembelian) merupakan sistem yang dibangun untuk mempermudah pelaksanaan pembelian dengan meng-otomatisasi-kan atau meng-komputerisasi keseluruhan maupun beberapa bagian dari proses pembelian tersebut disertai dengan pengendalian atau kontrol atas sistem komputerisasi tersebut.

Fungsi dari pembelian ini juga untuk memastikan bahwa ada keseimbangan antara persediaan bahan dengan tingkat inventaris sehingga perusahaan dapat mempertahankan posisi labanya sepanjang menyangkut biaya bahan dan agar dapat trus beroperasi [3].

Sebagaian besar perusahaan, transaksi pembelian merupakan hal utama dalam menjalankan kegiatan produksinya terutama di pembelian bahan baku. [4] menyebutkan bahwa bahan baku merupakan barang-barang yang diperoleh untuk digunakan dalam proses produksi, beberapa bahan baku diperoleh secara langsung dari sumber-sumber alam, namun demikian lebih sering lagi bahwa bahan baku diperoleh dari perusahaan lain dan ini merupakan produksi akhir dari para pensuplai, dalam perusahaan industri yang memproduksi barang jadi yang siap dikonsumsi atau di gunakan oleh konsumen, transaksi pembelian dilakukan perusahaan dengan memperoleh bahan baku atau bahan mentah untuk diolah menjadi barang jadi yang berkualitas.Supaya kegiatan produksi disetiap perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka harus dibutuhkan sistem informasi akuntansi untuk pembelian bahan baku dan persediaan bahan baku sebagai bagian yang sangat penting dalam setiap perusahaan. Pentingnya pembelian bahan baku dikarenakan dalam pelaksanaan kegiatan produksi barang harus ada bahan baku.

Dalam suatu perusahaan persediaan mempunyai arti penting karena akanmempengaruhi tingkat produksi maupun penjualan. Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan dagang ataupun manufaktur selalu mengadakan persediaan, tanpa adanya persediaan yang optimal para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan konsumen yang memerlukan atau meminta produk yang dihasilkan. Persediaan merupakan bagian utama dari modal kerja yang merupakanaktiva yang pada setiap saat mengalami perubahan.

Pengendalian persediaan mencakup tindakan mempertahankan jumlah persediaan yang optimum, dimana jumlah persediaan sesuai dengan kebutuhan operasi perusahaan. Jumlah persediaan yang terlalu banyak akan menambah biaya dan modal kerja membeku di persediaan, sedangkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit akan menghambat kelancaran produksi maupun distribusi dan mengakibatkan opportunity lost. Oleh karena tersebut terdapat sebuah metode untuk mempermudah pengendalian jumlah persediaan yang disebut Economic Order Quantity (EOQ) [5].

Ketika sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku akan diterapkan sepenuhnya untuk memberikan gambaran tentang berlangsungnya transaksi atau kejadian, maka adapun kelebihan yang diperoleh dari penerapan sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku ini adalah tergambarkannya informasi produktifitas operasional atau kegiatan, hal ini akan menunjang efektivitas dan efisiensi dalam pembelian bahan baku yang dilakukan perusahaan sehingga penyerahaan bahan baku akan tepat waktu dan tidak menghambat waktu produksi. Menurut [6] adanya pemisahan tugas yang memadai antara fungsi pembelian dengan fungsi penerimaan barang dan fungsi pembelian dengan fungsi akuntansi. Penggunaan dokumen dan catatan akuntansi dalam usaha membantu pelaksanaan prosedur pembelian yang telah ditetapkan perusahaan.

PT. Karang Pilang Agung merupakan usah keluarga dimanaproduk yang di hasilkan adalah refractory atau material tahan api yang sebelum nya produk yang di hasilkan ada lah genteng karang pilang. yang banyak dipakai atau dibutuhkan untuk industri-industri yang dalam proses produksinya menggunakan energi panas baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti industri metal, kertas, gula, kaca, keramik, semen,minyak, pupuk, plywood, dan lain-lain. PT. Karang pilang agung ini belum menggunakan sistem yang jelas dalam melakukan prosedur dan pencatatan pembelian bahan bakunya serta dalam melakukan pencatatan persediaan di karenakan perusahaan ini sudah lama berdiri dan hanya ada sedikit perubahan nya. Untuk itu perlu adanya sistem informasi akuntansi dalam prosedur maupun pencatanan bahan baku serta pencatatan persediaan agar mengoprasikan pembelian dan pencatatan persediaan dengan mudah dan dapat mengefisiensikan waktu dalam melakukan pelaporan keunagan.

Berdasarkan dari uraianyang telah dijelaskan di atas, bahwa alasan penulis untuk membuat penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem informasi akuntansi ini di buat di perusahaan PT. Karang Pilang Agung apakah masih menggunakan sistem manual atau sudah menggunakan sistem informasi akuntasi terutama di bidang pembelian bahan baku dan persediaan bahan bakunya, maka dari ini penulis tertarik untuk membuat penelitian tentang analisissistem informasi akuntansi pembelian bahan baku dan persediaan bahan baku pada perusahaan industri. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul tentang“Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Dan Persediaan Bahan Baku Pada Perusahaan Arang “(Studi Kasus Pada PT. Karang Pilang Agung).

II.METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan untuk dapat menjelaskan bagaimana format laporan keuangan pembelian bahan baku apakah akan berjalan sesuai dengan sistem informasi akuntansi yang ada di perusahaan industri arang atau batu tahan api, yang bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi mengenai hal-hal yang belum diketahui [7]. Studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, dan memiliki pengambilan data yang mendalam serta berbagai sumber info.

Penelitian ini difokuskan dalam informasi SIA pembelian bahan baku dan persedian bahan baku, tentang bagaimana sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku disebuah perusahaan PT. Karang Pilang Agung yang meliputi tujuan, untuk meningkatkan kegiatan sistem informasi akuntansi yang dilakukan dalam meningkatkan prosedur pembelian bahan baku dan persediaan bahan baku.

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan yang bergerak di bidang Industri Arang yaitu PT. Karang Pilang Agung yang terletak di Jl. Karang pilang barat no 99 ,Karang pilang Kota Surabaya.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primerberupa hasil dari wawancara yang dilakukan di perusahaan PT. Karang Pilang Agung kepada pihak yang bersangkutan yaitu manajemen perusahaan yang memegang alur atau prosedur pembelian bahan baku dan persediaan bahan baku.

  • Pendekatan Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

[4] menyatakan Wawancara merupakan percakapan degan maksud tertentu. Wawancara dilakukan oleh dua pihak, yakni pewawancara (interviewer) yang berperan sebagai pemberi pertanyaan dan terwawancara (interviewer) berperan sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu sendiri

  • Wawancara.
  • Dokumen.

Dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Dokumen telah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.

Menurut [8], teknik triangulasi lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang akan diinginkan.Oleh karena itu, triangulasi dapat dilakukan dengan menguji apakah proses dan hasil metode yang digunakan sudah berjalan dengan baik. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan yaitu:

  • Membuat dan menghimpun catatan harian wawancara serta catatan harian observasi.
  • Lakukan uji silang terhadap materi catatan-catatan harian tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada informasi yang bertentangan antara catatan harian wawancara dengan catatan harian observasi.
  • Uji kembali hasil konfirmasi terhadap informasi-informasi sebelumnya.

III.HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku pada PT. Karang Pilang Agung disusun untuk menghindari dan mencegah adanya penyelewengan dan penyalahgunaan dalam pembelian bahan baku. Apabila barang yang diterima oleh perusahaan tidak sesuai dengan apa yang pesan atau kelebihan barang akan dibuatkan purchase order yang baru.

Gambar 1. Flowchart Prosedur Pembelian Bahan Baku dalam Sistem Infomasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku di PT. Karang Pilang Agung.

Gambar 2. Flowchart Pengeluaran Bahan Baku dalam Sistem Infomasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku di PT. Karang Pilang Agung

  • Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku PT. Karang Pilang Agung
  • Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku PT. Karang Pilang Agung

Dalam pencatatan persediaan metode yang digunakan adalah metode mutasi persediaan atau metode perpetual.

Dalam penentuan harga atau biaya pokok persediaan, metode yang digunakan adalah metode FIFO (First In First Out) atau barang yang masuk pertama akan dikeluarkan lebih dahulu. Bagian gudang yang mempunyai tanggung jawab terhadap arus barang, mencatat setiap pemakaian persediaan berdasarkan urutan persediaan tersebut masuk ke gudang.

  • Pencatatan Persediaan
  • Penentuan Harga atau Biaya Pokok Persediaan
  • Prosedur yang Membentuk Sistem Persediaan Bahan Baku
  • Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli
  • Prosedur Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dikembalikan Kepada Pemasok.
  • Prosedur Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang

Pelaksanaan penghitungan fisik persediaan dilakukan pada akhir bulan. Dalam penghitungan ini dibentuk tim yang terdiri dari ketua penghitungan, penghitung, dan pengecek.

Fungsi utama yang ada di PT. Karang Pilang Agung ini yaitu dapat mengubah data menjadi sebuah informasi keuangan dalam bentuk manual yang nantinya akan dibutuhkan oleh perusahaan. Fungsi utama ini juga dapat dipakai sebagai sistem pengendali keuangan agar tidak terjadi yang tidak diinginkan seperti kecurangan dalam membuat laporan keuangan, dengan system ini keuangan perusahaan juga dapat dilacak dengan pasti adanya system pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini juga Dapat menjaga seluruh asset perusahaan dan dapat mengurangi resiko dalam penggelapan aset setiap semua pihat yang sudah terkait.

Tujuan di susunya sistem informasi akuntansi di perusahaan PT. Karang Pilang Agung saat dipandang di pengurusan manajeman nya, manajemen ini berfungsi untuk mempertanggung jawabkan mengatur sumber daya perusahaan yang diperoleh dari sistem informasi yang akan member informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai external melalui laporan keuangan sistem dan laporan laporan lainya sedangkan secara internal sendiri pihak manajemen menerima informasi tentang kepengurusan dari berbagai laporan pertanggung jawaban. Saat dipandang di kegiatan operasi setiap harinya sistem informasi akuntansi menyediakan informasi personal operasi dalam membantu mereka melakukan tugas mereka setiap harinya dengan secara efektif dan efisien [8].

Kegiatan yang dilakukan di perusahaan PT. Karang Pilang Agungini setiap bahan baku atau barang yang akan di produksi habis atau menipis perusahaan PT. Karang Pilang Agungmelakukan permintaan pembelian ke supplier yang sudah dipilih. Saat sudah melakukan permintaan pembelian bahan baku ke supplier yang sudah dipilih perusahaan ini melakukan proses pembelian bahan baku, pembelian bahan baku atau barang bias di lakukan secara kredit atau pun secara tunai. Selain memesan dan membeli bahan baku kegiatan di perusahaan ini yaitu membeli aktiva produksi untuk digunakan dalam kegiatan diperusaahn PT. Karang Pilang Agung. Tidak hanya membeli bahan baku di perusaahan PT. Karang Pilang Agungini juga membeli barang dan jasa-jasa lain yang berhubungan dengan kegiatan di perusahaan PT. Karang Pilang Agung.

Dalam prosedur pembelian perusahaan PT. Karang Pilang Agung juga memiliki tujuan dalam melakukan prosedur pembelian yaitu untuk mencegah pemborosan setiap pembelian behan baku di sesuaikan dengan kebutuhan yang sudah di setujui, prosedur ini juga bertujuan untuk mencegah permainan harga setiap supplier didata dan diadakan tender agar sesuai dengan kriteria yang dibuthkan di perusahaan PT. Karang Pilang Agung, tujuan prosedur pembelian ini juga bias mengefektifkan proses pembelian dan semua transaksi yang dilakukan di perusahaan PT. Karang Pilang Agung.

Di perusahaan PT. Karang Pilang Agungini bahan bakunya diperoleh secara langsung dari sumber-sumber alam dari perorangan sendiri dan dari perusahaan lain, namun lebih seringnya perusahaan PT. Karang Pilang Agungini membeli bahan baku di perusahaan lain. Setiap produksi pasti ada bahan pembantu produk, di perusahaan PT. Karang Pilang Agungini memakai bahan pembantu seperti solar, gas, minyak dan bahan-bahan lainnya yang sejenis material yang nantinya akan dibutuhkan sebegai bagian dari sebuah aktiva yaitu mesin sehingga mesin tersebut dapat di gunakan untuk berproduksi.

Fungsi yang terkait di PT. Karang Pilang Agungterdiri dari: fungsi pembelian, fungsi gudang,fungsi akuntansi, fungsi produksi, dan fungsi QC (Quality Control). Sedangkan menurut teori Mulyadi terdiri dari: fungsi pembelian, fungsi produksi, fungsi penerimaan, fungsi gudang, fungsi akuntansi. Letak perbedaan terdapat fungsi QC (Quality Control) yang bertanggung jawab dalam melakukan penelitian atas bahan baku yang akan dipesan, apakah bahan baku itu layak untuk di produksi atau tidak agar kualitas produksi nya lebih bermutu.

Dokumen yang digunakan di PT. Karang Pilang Agungsudah sesuai dengan teori buku Mulyadi dan tenaga ahli akademik, tetapi pada PT. Karang Pilang Agung ada dokumen surat jalan & surat timbang yaitu dokumen yang dibuat oleh pemasok dan diserahkan kepada pemesan (Fungsi Penerimaan) bersamaan barang yang di pesan dan sudah ditimbang sesuai dengan pesanan. Pada PT. Karang Pilang Agungini dokumen yang digunakan berupa : Surat Permintaan Pembelian Barang (SPPB), Surat Order Pembelian (SOP), Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang (BAPSB), Surat Jalan & Surat Timbang. Sedangkan menurut teori Mulyadi dokumen yang digunakan berupa : Surat Permintaan Pembelian, Surat Order Pembelian, Surat permintaan Penawaran Harga, Laporan Penerimaan Barang, Faktur Pembelian.

Catatan akuntansi yang digunakan di PT. Karang Pilang Agung ini sudah sesuai dengan teori Mulyadi dan juga sudah sesuai dengan tenaga ahli akademik, namun lebih banyak dan spesifik, yaitu berupa : Jurnal Pembelian, Jurnal Pesanan, Kartu Persediaan, Kartu Utang, Buku Harian Gudang Bahan Baku (BHG BB). Sedangkan menurut teori Mulyadi catatan akuntansi yang digunakan hanya meliputi: Bukti Kas Keluar, Jurnal Pembelian, Kartu Utang, Kartu Persediaan. Perbedaan nya terletak pada Surat Pesanan dan Buku Harian Gudang Bahan Baku (BHG BB) sesuai dengan [9]. Surat Pesanan merupakan kartu yang digunakan oleh Fungsi Penerimaan untuk mengetahui atau mencocokkan antara Order Pembelian dengan penerimaan barang yang dipesan. Sedangkan (BHG BB) dibuat oleh Fungsi Gudang untuk mencatat jumlah bahan baku yang diterima dan jumlah bahan baku yang dikeluarkan dari gudang yang bersangkutan untuk proses produksi.

Prosedur yang membentuk sistem pada PT. Karang Pilang Agungsudah sesuai dengan teori Mulyadi dan sudah sesuai dengan pernyataan tenaga ahli akademik yaitu terdiri dari : Prosedur Permintaan Pembelian, Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Penentuan Supplier, Prosedur Order Pembelian.

  • Fungsi Utama yang terkait Dengan Sistem Informasi Akuntansi
  • Tujuan Dis usun Sistem Informasi Akuntansi
  • Kegiatan dalam Pembelian
  • Tujuan Dil akukan Prosedur Pembelian
  • Perolehan Bahan Baku
  • Fungsi yang Terkait Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku
  • Dokumen yang Dig unakan
  • Catatan Akuntansi yang Digunakan
  • Jaringan Prosedur yang Membentuk Sisten Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku
  • Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku Dalam

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan bahan baku pada perusahaan PT. Karang Pilang Agung ini sudah sesuai dengan teori – teori yang yg dilakukan sebelumnya dan urutan nya sudah berdasarkan buku yang ada di tinjauan teori [10] dan lain – lain dan sudah sesuai dengan pernyataan tenaga ahli akademik yaitu terdiri dari : pencatatan persediaan, penentuan harga atau biaya pokok persediaan, prosedur yang membentuk sistem persediaan bahan baku.

IV.KESIMPULAN

Hasil dari penelitian dan pembahasan yang saya lakukan ini memberikan kesimpulan yang dapat di paparkan sebagai berikut :

  • Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku danPersediaan Bahan Baku pada PT. Karang Pilang Agungini pada umumnya telah dilakukan dengan baik, dengan diadakanya seleksi setiap supplier, dan melakukan pengecekan jumlah dan spec bahan baku maupun barang yang datang dengan melibatkan berbagai fungsi dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing serta telah dilengkapi dengan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Bagian-bagian yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian bahan baku ini sudah lebih efektif, karena adanya bagian QC (Quality Control) yang bertanggung jawab dalam melakukan penelitian atas bahan baku yang akan dipesan, apakah bahan baku itu layak untuk di produksi atau tidak agar kualitas produksi nya lebih bermutu
  • Susunan pelaksanaan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku di PT. Karang Pilang Agungmeliputi: fungsi-fungsi yang terkait, dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi.
  • Dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku pada PT. Karang Pilang Agungini masih terdapat kelemahan yaitu dalam pengadaan persediaan bahan baku oleh fungsi gudang yang kurang tepat karena adanya keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier sehingga informasi mengenai bahan baku yang tersedia terlambat sampai di gudang dan mengakibatkan pelaksanaan kegiatan produksi oleh fungsi produksi terganggu.
  • Dalam system informasi akuntansi persediaan bahan baku pada PT. Karang Pilang Agung ini sudah dilakukan dengan baik, terutama di bagian prosedur-prosedurnya yang sudah dilakukan secara urut berdasarkan prosedur yang benar meskipun hanya masih menggunakan secara manual..

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan diatas, maka peneliti dapat memberikan saran yang diharapkan akan bermanfaat bagi perusahaan di masa yang akan datang.

  • Dalam proses kontrol persediaan perlu dilakukan pengecekan ulang atas bahan baku oleh fungsi gudang sebelum dilakukan proses produksi oleh fungsi produksi, sehingga jumlah bahan baku yang tersedia sesuai dengan jumlah bahan baku yang dibutuhkan dengan adanya pengecekan tersebut bagian gudang tidak akan mengalami kelebihan bahkan kekurangan bahan baku.
  • Untuk perusahaan kedepannya, sebaiknya memperbaiki sistem prosedur pembelian dengan memakai sistem seperti industry-industri lainya yang sudah menjalankan prosedur sistem informasi akuntansi dengan menggunakan jaringan sistem di komputer sehingga dapat mempermudah fungsi gudang dalam input maupun output persediaan bahan baku di gudang dan mempermudah mencari data-data lama ataupun menyimpan data-data lama tersebut.
  • Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya melakukan penelitian Sistem Informasi Akuntansi dalam bidang perusahaan yang lainnya, seperti pusat perbelanjaan, dan pusat investasi, perusahaan jasa, dan industi lainnya.
  • Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya juga menambahkan variabel lain di dalam penelitian seperti Sistem informasi akuntansi penggajian dan sistem informasi penjualan.

V.UCAPAN TERIMA KASIH

Penyusunan artikel ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

  • Yth. Bapak Dr. H. Hidayatullah, M.Si Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Yth. Bapak Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Yth. Bapak Wiwit Hariyanto, SE., M.Si selaku Kepala Program Studi Akuntansi
  • Yth. Ibu Imelda D. Rahmawati..SE.M.AK.Ak.CAselaku dosen pembimbing yang telah menyetujui dan menerima proposal skripsi ini serta telah memberikan waktu, arahan, bimbingan, serta saran dan motivasi selama proses pengajuan judul sampai dengan selesainya pembuatan proposal skripsi ini.
  • Yth. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu dengan sabar dan penuh tanggung jawab.
  • Kedua Orang tua tercinta, kakak dansaudara-saudara saya yang telah memberikan kasih sayang, do’a, semangat, motivasi dan dukungan baik berupa moril maupun materil
  • Untuk staff dan admin Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang senantiasa membantu masalah administrasi selama proses pembuatan proposal skripsi ini.
  • Untuk teman-teman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2016yang telah memberikan gagasan, masukan, ide dan motivasi yang sangat berharga demi terselesainya proposal skripsi ini.
  • Untuk semua teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada saya selama saya berkuliah di Universitas Muhamamdiyah Sidoarjo

References

  1. Marshall B. Romney, P. J. (2014). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
  2. Mulyadi. (2012). Sistem Akuntansi. Yogyakarta: Salemba Empat.
  3. Sugiarti. (2006). Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Aneka Ilmu Semarang. Semarang: Jurnal Ekonomi dan Akuntansi.
  4. Suryandi, F. A. (2011). Peranan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Pengendalian Intern Aktivitas Pembelian Bahan Baku Guna Mencapai Penyerahan Bahan Baku Yang Tepat Waktu (Studi Kasus Pada Perusahaan “X” Bandung). Bandung: Jurnal Ekonomi dan Akuntansi.
  5. McLeod, Raymond, & Schell, P. (2015). Management Information System: New Jersey: Pearson Edcation
  6. Jogiyanto, H. (2010). Analisis & Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
  7. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
  8. Moleong, J.L. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  9. Widjajanto, N. (2010). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Erlangga.
  10. Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi . Yogyakarta: Salemba Empat.