Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.4.2021.1794

A Literature Study of the Implementation of Character Education for Elementary School Students


Studi Literatur Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

pendidikan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar

Abstract

This study aims to determine the implementation process in leadership character education for elementary school students in terms of the performance of school management and the implementation process. The method used in this research is literature study using descriptive research method. The results obtained are that the performance of school management on the implementation of character education for elementary school students goes through 3 stages, namely planning, implementation and evaluation. While in the process of implementing leadership character education for elementary school students, namely in the form of programs to strengthen spiritual attitudes and behavior, learning programs to shape leadership characters, habituation of students through leadership learning, habituation of students to carry out responsibilities, and habituation of students through decision making. The implementation of leadership character education for elementary school students can be applied according to the stages of each implementation process.

Pendahuluan

Karakter adalah suatu kebijakan yang dapat diidentifikasi oleh tradisi lingkungan sekitarnya dan pikiran sehat masyarakat di zamannya yang secara umum terdapat 3 dimensi moral yang saling mengaitkan, antara lain: pengetahuan (moral action), perasaan (moral feeling), dan tindakan (moral action). Karakteristik siswa dapat dikatakan dengan baik jika karakteristik tersebut terdapat wawasan dan pola pikir yang baik serta mampu melakukan kebiasaan baik yang sesuai dengan daya pikir, watak, serta pembiasaan dalam bertindak[1]. Dalam diri siswa terdapat kecerdasan, sikap, pengalaman berperilaku yang terbentuk sesuai dengan apa yang ada dan diterima di lingkungan sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari. Karakter kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk menjadi bekal di masa depan.

Karakter kepemimpinan merupakan bentuk ikatan komunikasi yang dilakukan dalam suatu pengikut (follower) dan seorang pemimpinan atau pimpinan dengan tujuan untuk mencapai tujuan yang diinginakan dan secara bersama[2]. Kurikulum yang telah ditentukan dan digunakan oleh sekolah digunakan untuk memberdayakan kebiasaan siswa terkait dalam skill serta membentuk dan mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang ada didalam diri siswa. bentuk hal pengetahuan, sikap, keterampilan serta keaktifan siswa dilakukan melalui pola pembelajaran yang yang telah dipilih dengan baik sehingga mampu menginspirasi orang lain. Program sekolah yang telah di rancang sebelumnya berisi mengenai kegiatan siswa yang meliputi pembiasaan sehari-hari terkait pembentukan sikap dan karakter yang telah ditentukan.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dirumah bersama orang tua serta dipantau oleh guru via online melalui model pembelajaran berbasis proyek selama adanya pandemi covid 19. Yang dimaksud dengan model

pembelajaran berbasis proyek ialah sebuah proses kegiatan belajar siswa yang mengutamakan serta menerapkan sebuah pengetahuan yang ada didalam diri siswa, dengan mengembangkan proses berpikir dan menerapkannya sikap mandiri yang melalui kolaborasi dan eksperimen secara langsung. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar yang ditempuh berdasarkan jenjang kelas.

Dalam proses pembentukan karakter siswa dapat dilakukan melalui pembelajaran yang difokuskan pada nilai karakter yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan mata pelajaran dan materi yang diajarkan. Penerapan milai karakter siswa sebagai pembentukan sikap dan perilaku dilakukan melalui budaya sekolah yang berlaku yang terdiri dari keteladanan serta pembiasaan seluruh warga sekolah dalam sehari- hari. Pembentukan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar tentunya guru maupun pihak sekolah memiliki cara dan strategi yang menurutnya terbaik dengan melalui pembelajaran yang dirancang semenarik dan sekreatif mungkin. Dengan tujuan proses belajar siswa tidak monoton serta timbal balik yang diberikan oleh siswa terhadap guru yang berupa respon pun mendapatkan hasil yang cukup baik. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik pun tidak cukup jika komunikasi terjadi antara guru dan siswa saja, melainkan komunikasi guru dan wali murid pun penting yang biasanya dilakukan melalui via online atau Whatsapp. Dengan terjalinnya komunikasi antara guru dan orang tua siswa tersebut maka akan meminimalisir kesulitan guru selama pemantauan proses belajar siswa.

Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan dan sesuai dengan kondisi ditengah pandemi maka pembentukan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar akan mengalami kesulitan. Oleh karenanya, dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi pendidikan karakter kepemimpinan (leadership) untuk siswa jenjang sekolah dasar yang mana diharapkan agar siswa selama menempuh pendidikan khususnya pada jenjang sekolah dasar ini tidak hanya mendapatkan pengetahuan atau nilai akademik saja, tetapi mendapatkan nilai karakter yang baik serta terbentuk melalui lingkungan sekitarnya.

Metode Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Penelitian studi literatur merupakan penelitian yang berisi landasan teori dan kerangka pikiran melalui jurnal ilmiah, artikel buku dan sumber literatur lainnya sebagai obyek utama. Data yang dikumpulkan berupa data literatur atau rujukan yang dicari, dipilih, dianalisis dan disajikan dalam bentuk kata maupun kalimat tentang implementasi pendidikan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar. Alur yang dilakukan yaitu peneliti mencari literatur yang akan digunakan. Lalu literatur tersebut di kelompokkan berdasarkan sumber jurnal, artikel, dan referensi yang lainnya serta sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat. Data yang didapat akan diulas berdasarkan ide yang digunakan, pokok pembahasan dan simpulan. Lalu data tersebut dikelompokkan berdasarkan kategorinya. Tahap terakhir ialah menggabungkan hasil literatur yang dapat dan dikelompokkan menjadi suatu satu ringkasan yang memiliki keterkaitan antar literatur satu dengan yang lainnya. Alur tersebut digambarkan berupa skema diagram alir konsep, yakni:

1. Studi Literatur

2. Pengumpulan Data

3. Konsep yang diteliti

4. Konseptualisasi

5. Analisa

6. Kesimpulan dan Saran

Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara memilah serta menggolongkan materi hasil penelitian yang paling relevan, relevan dan cukup relevan dengan mencatat bagian-bagian penting yang sesuai dengan kebutuhannya beserta sumber dan daftar pustakanya. Sumber data dalam penelitian ini terdapat 2 macam, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa teori induk yang terdapat pada literatur yang digunakan. Sedangkan data sekunder berupa buku tentang karakter kepemimpinan dan laporan ilmiah yang berupa jurnal dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar.

Hasil dan Pembahasan

1. Manajemen Sekolah Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kepemimpinan Siswa Sekolah Dasar

Pembentukan dan penanaman pendidikan karakter kepemimpinan untuk siswa sekolah dasar membutuhkan strategi yang tepat dan bepegang teguh terhadap wewenang ialah manajemen sekolah. Sebagai manajemen sekolah mempunyai hak untuk menentukan indikator karakter kepemimpinan yang mana nantinya akan terbentuk dalam diri siswa tersebut maupun seluruh warga masyarakat yang ada di lingkungan sekolah. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan situasi sekolah serta budaya perilaku individu sesuai dengan visi misi sekolah yang diinginkan. Berikut tahapan manajemen sekolah terhadap implementasi pendidikan karakter kepemimpinan siswa di sekolah dasar.

  1. Perencanaan

Proses perencanaan yang dilakukan oleh manajemen sekolah tersebut dilakukan dengan cara rapat atau musyawarah dengan anggotanya. Pembahasan yang dilakukan memuat seluruh kegiatan sehari-hari beserta penilaiannya yang dimulai dengan menganalisa semua muatan nilai karakter yang akan diterapkan kedalam pembelajaran berdasarkan kurikulum yang diterapkan serta meninjau kebutuhan yang lainnya. Selain itu guru harus menyiapkan perangkat pembelajaran dan program yang akan dilaksanakan serta mencakup nilai karakter yang dibutuhkan sesuai tujuan utama dan dilakukan diawal tahun ajaran baru seperti pembuatan prota, promes, silabus, dan program kerja lainnya. Sedangkan untuk rapat bulanan maupun akhir pekan digunakan untuk merancang serta menyiapkan perangkat pembelajaran untuk pekan selanjutnya[3]. Program tahunan yang dimaksud tersebut bisa berupa parenting, peringatan hari besar, outbound, dll. Selain dalam pembelajaran yang perlu dirancang yaitu kegiatan yang dilakukan intrasekolah seperti halnya ekstrakulikuler. Yang perlu disiapkan mulai dari tim pembina, alat yang akan diperlukan serta lokasi yang akan digunakan. Begitupun yang dilakukan dalam pembelajaran yaitu menentukan materi dan tujuan dilaksanakan, alat dan media yang menunjang, alokasi waktu, tim yang membimbing, jadwal pembagian tugas dan kelompok, menentukan tema kegiatan yang sesuai dengan visi misi dan tujuan sekolah. Biasanya nilai karakter kepemimpinan yang digunakan yaitu percaya diri, mandiri, tanggungjawab, jujur, disiplin, kerjasama, komunikatif, dll. Lembar penilaian yang akan digunakan selama tahap pelaksaan pun harus dirancang dalam proses perencanaan ini.

  1. Pelaksanaan

Proses pelaksanaan yang dilakukan harus sesuai dengan jenjang kelas, waktu, tempat serta keadaan yang ada berdasarkan strategi dan prosedur yang terarah[4]. Pelaksanaan kegiatan didalam dan diluar pembelajaran[5]. Sedangkan kegiatan diluar pembelajaran meliputi kultur sekolah dan ekstrakulikuler. Pelaksanaan pendidikan karakter siswa pada kegiatan diluar pembelajaran bisa melalui kultur sekolah dan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut. Kultur sekolah yang dimaksud seperti meliputi visi misi, tata tertib, peraturan, cara berpakaian warga sekolah, slogan dan gambar yang dipasang di dinding, kebiasaan, sopan santun, dll. Pelaksanaan pendidikan karakter kepemimpinan jika dilakukan diluar kelas harus sesuai dengan yang telah dijadwalkan setiap jenjang kelas serta harus diberi kesempatan yang adil untuk menerima pendidikan karakter kepemimpinan seperti melalui kegiatan outbound, outing class, game creative, dll[6]. Dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter kepemimpinan ini tentu masih ada siswa yang kurang memperhatikan aturan secara tegas dalam kegiatan atau program yang dirancang. Oleh karena itu perlu memberi efek jera bagi siswa yang melanggar dan mengabaikan berupa hukuman atau punishment. Sehingga anak akan terbiasa dengan karakter yang telah ditanamkan di lingkungan sekolah dengan sendirinya.

  1. Evaluasi

Proses evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari observasi atau pengamatan secara langsung dengan menggunakan format penilaian yang sudah disiapkan sebelumnya guna untuk melihat perkembangan dari guru dan siswa. hasil dari evaluasi ini nantinya akan dilaporkan serta dibahas setiap satu pekan sekali, setiap satu bulan sekali, serta setiap tahun sekali pada rapat kerja dengan semua dewan guru. Menindaklanjuti akan hal tersebut maka adanya suatu refleksi guna berbenah diri untuk memperbaiki rencana dan strategi dalam menyusun program pelaksanaan pendidikan karakter siswa di sekolah. Langkah tersebut dilaksanakan melalui kegiatan monitoring atau evaluasi bagi guru dengan menggunakan format penilaian evaluasi diri yang dilihat dan diukur melalui pekan tengah semester, pekan akhir semester, dan ujian nasional.

2. Proses Implementasi Pendidikan Karakter Kepemimpinan Siswa Sekolah Dasar

Pendidikan karakter kepemimpinan yang diterapkan dalam lingkup sekolah yaitu bukan merupakan mata pelajaran khusus tetapi merupakan suatu hal yang dilaksanakan secara langsung melalui kegiatan proses pembelajaran dan budaya sekolah dalam keseharian saat di sekolah[7]. Pelaksanaan proses dari budaya tersebut terbagi menjadi 2 bagian yang dilaksanakan yaitu berupa pembiasaan dan keteladanan[8]. Berikut ini merupakan pembahasan mengenai program budaya sekolah yang meliputi pembiasaan dan keteladanan serta dalam proses pembelajaran dalam pendidikan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar:

a. Program Penguatan Sikap dan Perilaku Spiritual

Melalui sikap serta perilaku ini mengutamakan akan karakter religius. Dimana dalam tahap ini anak dikenalkan untuk mengenal Tuhannya, selalu mengajak untuk beribadah sesuai keyakinannya yang mana dapat membangun serta melatih siswa akan keyakinannya kepada Tuhan. Apabila dalam keteladanan serta pembiasaan akan karakter religius ini ditingkatkan serta diterapkan maka nantinya dapat menguatkan siswa untuk senantiasa tumbuh akan karakter kepemimpinan, dikarenakan sudah mampu bertanggung jawab akan kewajibannya dalam beribadah kepada tuhannya. Seperti membiasakan berdoa sebelum dimulai dan berakhirnya pembelajaran, sholat dhuha dan dzuhur dilakukan secara berjamaah di musholla lingkungan sekolah, ikut serta dalam kegiatan amal jariyah yang biasanya dilakukan setiap hari jum’at, selalu bersikap jujur dalam tindakan apapun, ikut serta merayakan hari besar keagamaan, dan sebagainya.

b. Program Pembelajaran Pembentukan Karakter Kepemimpinan

Proses implementasi melalui program pembelajaran pembentuk karakter kepemimpinan ini merupakan suatu kegiatan sekolah yang mendorong untuk siswa dapat memunculkan serta mengembangkan karakter kepemimpinannya melalui kegiatan pembelajaran disekolah mulai dari gardening, market day, pramuka dan Hizbul Wathan, outbound, dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut dapat melatih dan menumbuhkan sikap ulet, disiplin, peduli lingkungan, jiwa keberanian, komunikatif, percaya diri, bertanggung jawab, kerjasama serta jiwa kepemimpinan.

c. Pembiasaan Siswa Melalui Pembelajaran Kepemimpinan

Pada pembelajaran inti tentang kepemimpinan untuk siswa sekolah dasar ialah kegiatan menghormati dan saling mempercayai, lalu membuat koneksi emosional serta komitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas[9]. Siswa sekolah dasar dapat menerapkan sebagai pembiasaan mulai dari menghormati guru, mempercayai guru dan teman- temannya serta selalu komitmen untuk senantiasa menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang menjadi kewajiban bagi siswa untuk menyelesaikannya melalui guru memberikan pembelajaran yang mampu memicu rasa ingin tahu yang tinggi dan tindakan kreatif yang paling kuat untuk dilakukan.

d. Pembiasaan Siswa Melaksanakan Tanggung Jawab

Pendidikan karakter diarahkaan sebagai tujuan untuk menekankan nilai-nilai seperti rasa hormat, jujur, tanggung jawab, peduli serta adil. Kegiatan siswa yang terkait akan tanggung jawab yakni mampu menuntaskan serta menyerahkan tugas yang diberikan guru dengan tepat waku untuk memenuhi kewajiban sebagai siswa yang menempuh dalam bangku pendidikan tingkat sekolah dasar sehingga siswa menjadi terlatih serta memiliki jiwa tanggung jawab yang tinggi akan tugas-tugas yang hendak dituntaskan.

e. Pembiasaan Siswa Melalui Pengambilan Keputusan

Suatu pembiasaan yang harus diterapkan siswa dalam mengambil keputusan di setiap permasalahan dalam belajarnya di sekolah. Siswa dapat dibimbing untuk mengambil suatu keputusan dengan benar sari setiap masalah yang mereka hadapi baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Pembiasaan akan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa nanti kedepannya akan membudaya pada jiwa anak masing-masing. Karena seringnya melakukan pengambilan keputusan dengan tepat, maka jiwa kepemimpinannya akan semakin berkembang dan semakin baik.

Kesimpulan

Berdasarkan dari uraian data yang telah dipaparkan dan diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dalam implementasi pendidikan karakter kepemimpinan siswa sekolah dasar dapat diterapkan sesuai dengan tahapan masing-masing proses dalam implementasi pendidikan karakter kepemimpinan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui manajemen sekolah yang mengatur dalam proses implementasiannya dengan 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan proses implementasinya melalui budaya sekolah yang terdiri dari pembiasaan dan keteladanan berupa program penguatan siakp dan perilaku spiritual, program pembelajaran pembentuk karakter kepemimpinan, pembiasaan siswa melalui pembelajaran kepemimpinan, pembiasaan siswa melaksanakan tanggung jawab, serta pembiasaan siswa melalui pengambilan keputusan.

References

  1. T. Ningsih, “Implementasi Pendidikan Karakter,” JURPENDIK, vol. 1, pp 25-29, 2015
  2. A. S. Syafi, “Model Pengembangan Karakter Leadership Siswa Sekolah Dasar,” Tesis PGMI, 2018, [Online]. Available: http://etheses.uin-malang.ac.id/11111/1/15761025
  3. H. Sadiyah dkk, “Manajemen Program Pendidikan Leadership Untuk Siswa di Sekolah Alam Banyubelik Kedungbanteng Banyumas,” JURMANPEN, vol. 5, 2019
  4. R. Roni, “Menumbuhkan Kepemimpinan Anak di Sekolah Dasar,” CAKRAWALA PENDAS, vol. 5, 2019
  5. S. Judiani, “Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum,” JURPENDUK, vol.16, 2010
  6. E. C. Hendrianna, “Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Melalui Keteladanan dan Pembiasaan,” JURPENDIK, vol. 1, 2016.
  7. A. Basir dkk, “Pembentukan Karakter Kepemimpinan Siswa Melalui Sekolah Alam....,” STUDI GENDER DAN ANAK, vol. 1, 2017