Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Education
DOI: 10.21070/acopen.6.2022.1706

Literature Study of The Implementation of Skimming Techniques in Improving Quick Reading Ability in Indonesian Language Students in Class V


Studi Pustaka Penerapan Teknik Skimming Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Pada Siswa Bahasa Indonesia Kelas V

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Indonesian Lesson Quick Reading Skimming Techniques

Abstract

This study was to describe the process of skimming techniques for elementary school students to improve reading skills. This study used a literature study approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. The journal subject comes from Google Scholar with research limitations of elementary school students that have been analyzed by the researcher. The results of Eve's research show that there is an increase in reading skills in Indonesian language lessons for students. This can be seen from the first and second cycles of active students, educators and student learning outcomes. The first cycle the total value of the student's activeness observation, with a score of 62.5% with a sufficient predicate. Whereas in the second cycle the number of scores obtained on student learning activeness got a score of 87.5% with the predicate good and very good. The results of Muhtar's research stated that after the paired t-test analysis was carried out, it was found that there was an effect of the application of the skimming technique on students' reading ability. Five to determine the level of student ability. After adjusting for the five scale score interval, it is known that the score is 95.25%, therefore this score is included in the Very Good category. This can be proven that the ability of students when reading fast using skimming techniques is included in the excellent category during the speed reading test and in understanding the content of the text reading. From the results of analyzing the research that has been done previously carried out by Hawa, Muhtar, and Fitria that Skimming techniques can help students' ability to read quickly in Indonesian lessons.

Pendahuluan

Suatu kegiatan membaca pada intinya adalah salah satu terjadinya interaksi dengan melalui komunikasi antara pembaca dan penulis[1]. Oleh karenanya, siswa Sekolah Dasar pada umumnya mutlak memiliki suatu kemampuan membaca, sebab dari kemampuan membaca yang dimiliki oleh siswa Sekolah Dasar memiliki banyak manfaat untuk dapat mempelajari bidang studi lainnya[2]. Melalui hal tersebut, maka kemampuan untuk membaca menjadi kebutuhan dasar bagi siswa Sekolah Dasar untuk mendapatkan suatu informasi dari sebuah teks atau tulisan yang mereka baca, khususnya pada saat kegiatan belajar di rumah maupun di sekolah.

Berdasarkan fakta di lapangan, bahwa semua orang tidak gemar untuk membaca, sehingga menjadikan suatu tantangan untuk tenaga pendidik dalam mengajarkan kepada siswa khususnya siswa Sekolah Dasar untuk gemar membaca. Sehingga membaca akan menjadi kegiatan yang menarik, apabila siswa memahami akan hakikat daripada membaca[3]. Pada lingkup pendidikan, pelajaran bahasa merupakan suatu hal yang mendasar untuk dipelajari oleh siswa, khususnya siswa Sekolah Dasar[2]. Dimana dalam membaca terdapat suatu proses dari bahasa. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh Amna bahwasannya terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi akan membaca pemahaman[4]. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yakni meliputi kemampuan linguistik, minat, motivasi, dan kumpulan kemampuan membaca. Sedangkan faktor eksternal dibedakan menjadi dua kategori yaitu unsur- unsur bacaan serta lingkungan membaca. Pada unsur-unsur bacaan terdapat kebahasaan dari teks, yaitu tingkat kesulitan bacaan dan organisasi teks. Kemudian lingkungan membaca meliputi berbagai faktor, yakni (1) persiapan guru sebelum atau sesudah pelajaran membaca guna untuk membantu siswa dalam memahaminya; (2) cara siswa menanggapi tugas, dan (3) suasana penyelesaian tugas.

Berdasarkan dengan kemampuan membaca serta adanya faktor yang mempengaruhi akan membaca pemahaman siswa Sekolah Dasar, maka penggunaan teknik Skimming dalam membaca menjadi salah satu kunci untuk siswa dapat memahami suatu bacaan dengan mudah. Teknik Skimming merupakan membaca dengan cepat guna untuk mengetahui isi wacana yang dibantu melalui kata-kata yang bergaris[4]. Teknik Skimming juga bisa diartikan sebagai pengambilan intisari atau saripati dari suatu hal, yang mana membaca cepat dengan melihat serta memperhatikan bahan bacaan untuk mencari ide pokok dari suatu bacaan[5].

Kemampuan membaca dengan cepat bukan merupakan kemampuan dari bawaan, namun kemampuan membaca dengan cepat merupakan hasil dari latihan yang telah dilakukan secara bertahap. Sehingga dengan dilakukannya latihan secara berulang-ulang maka dapat menghasilkan suatu kefektifan yang tinggi[6]. Oleh karenanya, mulai sejak dini siswa Sekolah Dasar hendaknya dilatih secara bertahap untuk membaca cepat khususnya dengan menggunakan teknik Skimming yang mana dapat membantu siswa untuk memahami dengan cepat akan bacaan yang telah baca sebelumnya.

Menurut Resmini, dkk mengemukakan bahwasannya pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis serta menumbuhkan suatu apresiasi pada hasil karya kesusastraan[7]. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, serta menulis. Oleh karenanya, salah satu dari empat keterampilan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam penelitian ini yang dapat diambil adalah mengenai membaca. Tepatnya yakni membaca cepat pada siswa Sekolah Dasar.

Melihat kenyataan bahwa tidak semua orang gemar untuk membaca serta rendahnya kemampuan membaca pemahaman bagi siswa karena kurangnya latihan yang dilakukan oleh siswa dalam belajar[8]. Hal ini yang dapat mempengaruhi siswa dalam menentukan ide pokok paragraf dalam kalimat bacaan. Oleh karenanya, teknik Skimming dirasa mampu untuk membantu siswa dalam menentukan ide pokok kalimat bacaan dalam setiap paragraf. Sehingga peneliti melakukan penelitian dengan judul “Studi Literatur Penerapan Teknik Skimming Dalam Menentukan Ide Pokok Paragraf Siswa Kelas V Sekolah Dasar”.

Metode Penelitian

Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pendekatan studi literatur ialah rangkaian dari seluruh aktifitas untuk mengumpulkan data pustaka, kegiatan membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan yang digunakan dalam penelitian[9]. Studi literatur juga dikenal sebagai studi pustaka, dimana studi pustaka atau riset pustaka ini batasan pada kegiatan ini hanya mengarah pada artikel, jurnal, serta koleksi dari perpustakaan saja tanpa memerlukan riset di lapangan[10]. Menurut Mustika Zed dalam bukunya menyebutkan empat langkah dalam melakukan penelitian kepustakaan[9] yaitu: (1) mempersiapkan alat serta bahan yang diperlukan; (2) mempersiapkan akan bibliografi kerja; (3) membagi waktu dengan baik, dan (4) melakukan aktivitas membaca serta mencatat hal-hal penting yang diperoleh dari bahan penelitian.

Subjek pada penelitian ini yaitu diambil dari jurnal atau artikel yang ada di google scholar dengan tahun terbit berkisar antara tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 serta sampel pada penelitian ini yaitu fokus pada teknik skimming. Analisis data ialah langkah yang paling penting pada suatu penelitian. Menganalisis secara benar dan tepat sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan yang benar dalam penelitian ini. Karena pada penelitian ini peneliti menggunakan studi literarur yang didapat dari berbagai jurnal. Jurnal-jurnal yang akan dipakai pada analisis data ini mengacuh pada jangka tahun terbitan jurnal yaitu lima tahun terakhir karena setiap jurnal memiliki keterbaruan dalam penelitian ini dan dijadikan sumber refernsi dalam penelitian ini. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik Systematic Literature Review atau SLR. Systematic Literature Review (SLR) merupakan suatu cara identifikasi, evaluasi, dan interpretasi semua ketersediaan penelitian yang relevan terhadap rumusan masalah atau area topik yang diteliti.

Adapun tahapan dalam Systematik Reviews, yaitu:

Tahap Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam penelitian ini yakni dari beberapa jurnal yang diambil dari google cendekia bahwa terdapat temuan kelemaan siswa dalam mennetukan ide pokok paragraph dalam bacaan.

Tahap Pencarian Data

Pada penelitian ini dilakukan pencarian data yang diakses dari google cendekia, berdasarkan judul penelitian kemampuan teknik skimming siswa SD dalam menentukan ide pokok paragraph dengan mencari kata kunci jurnal yang berkaitan dengan teknik skimming dan ide pokok paragraph.

Tahap Screening

Screening merupakan penyeleksian data yang berguna untuk memilih masalah penelitian yang sesuai dengan topik yang akan diteliti.

Tahap Ekstrasi data

Ekstrasi data yaitu proses pengelompokan data setelah melalui tahap Screening dengan data yang dipilih untuk dianalisa lebih dalam lagi.

Tipe Jurnal

Setelah mengumpulkan jurnal dari google cendekia didapatkan artikel/jurnal sebanyak 28 artikel/jurnal yang terkait dengan penelitian yang telah dilakukan ini. Sebelumnya dalam tahap mengumpulkan artikel/jurnal melalui proses identifikasi serta telah dilakukan kriteria kelayakan. Setelah adanya proses identifikasi lebih mendalam, maka terdapat 3 artikel/jurnal yang sesuai dengan fokus atau tujuan penelitian ini.

No Judul dan Penulis DesainPenelitian ProsedurPenelitian Sampel InstrumenPenelitian Hasil Penelitian
1 Peningkatan Keterampilan Membaca Dengan Teknik Skimming Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI Nurul IslahiIslami Kateg Kecamatan PrayaBarat, LombokTengah TahunPelajaran 2017/2018(MisnilHawa, 2018) PTK Siklus 1 dansiklus2(perencanaan, observasi, tindakan, refleksi) Terdiri dari 19 sampel Observasi (guru dan siswa)Tes lisanDokumen tasi Terdapatpeningkatan kemampuan membaca pada pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa. Ini terlihat dari siklus pertama dan kedua dari siswa yang aktif, pendidik maupun hasil belajar siswa. Siklus pertama jumlah nilai untuk hasil observasi keaktifan siswa, skor yang diperoleh sebesar 62,5% dengan predikat cukup. Sedangkan pada siklus kedua jumlah skor yang diperoleh pada keaktifan siswa belajar mendapatkan nilai sebesar 87,5% dengan predikat yang baik serta sangat baik.
2 Pengaruh Penerapan Teknik Skimming TerhadapKeterampilan One Group Pretest- Posttest Design ObservasiTesdokumentas i 25 Sampel Tes lisanTes praktik Hasil yang diperoleh yaitu nilai thitung (22,49) > ttabel 2,79 memiliki artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan.Sehingga terdapat kesimpulan
Table 1.Hasil Review
No Judul dan Penulis DesainPenelitian ProsedurPenelitian Sampel InstrumenPenelitian Hasil Penelitian
Membaca Cepat Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MIYaqinKaliwangkok DesaSukaraja Kecamatan Jerowaru Kabupaten LombokTimurTahunAjaran 2017/2018(NurhayatiMuhtar, 2018) dengan hipotesis dapat diterima yaitu: Terdapat pengaruh penerapan teknik skimmingterhadap keterampilan membaca cepat siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Yaqin Kaliwangkok Tahun ajaran 2017/2018
3 TingkatKemampuan MembacaCepat Kualitatif ObservasiTes 16 Sampel Materi TesAlat Tes Berdasarkanhasildataterdapatpersentase pemahaman dalam isi teks
Dengan bacaan yang telah dinilai dan
Menggunakan dimasukkan ke dalam rumus
Teknik Skimming persentasepemahamanisi
PadaMata teks bacaan, maka diketahui
Pelajaran Bahasa hasil sebanyak 6 orang siswa
IndonesiaSiswa yang dapat menjawab soal
Kelas V di SD dengan tepat 5 butir soal dari
Negeri 76 Kota 5 butir soal dengan persentase
Bengkulu 100%. Kemudian ada 8 orang
(AdindaFitria, siswayangmendapatkan
2019) menjawab benar 4 butir soal
denganpersentase80%.
selanjutnya ada 2 orang siswa
dapat menjawab 3 butir soal
dengan persentase 60%. Oleh
karenaitupersentase
keseluruantingkat
pemahaman siswa yaitu 85%
mendapatkankategori Baik
Sekali.
Table 2.

Hasil dan Pembahasan

Pada teknik Skimming mempunyai sebuah proses yang dilakukan untuk menentukan suatu ide pokok suatu paragrap. Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti ingin meriview jurnal-jurnal yang ada di google cendekia dengan kata kunci teknik Skimming dan ide pokok paragrap. Adapun proses dari jurnal yang di review oleh peneliti diantara lain:

Oleh Guru

  1. Proses Teknik Skimming Siswa Sekolah Dasar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Pada Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas V.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Misnil Hawa pada tahun 2018 dengan judul : Peningkatan Keterampilan Membaca Dengan Teknik Skimming Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Mi Nurul Islahi Islami Kateng Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Proses penerapan teknik Skimming yang dilakukan ialah:
    1. Guru menentukan bahan bacaan apa yang dicari dalam buku paket yang telah dibagikan tersebut.
    2. Dengan siswa membuka daftar isi siswa dapat lebih cepat menemukan bacaan yang disuruh cari.
    3. Siswa harus berkonsentrasi, agar dapat menelusuri setiap baris bacaan yang dibaca dengan kecepatan tinggi.
    4. Siswa harus berhenti membaca ketika merasa menemukan kalimat atau judul yang di cari.
    5. Guru menyuruh siswa membaca dengan kecepatan normal dan pahami dengan baik apa yang ditemukan.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati Muhtar pada tahun 2018 dengan judul perapan teknik skimming terhadap keterampilan membaca cepat siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V MI Yaqin Kali Wangkok Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Proses penerapan teknik Skimming yang dilakukan ialah:

Skimming pada setiap teks. Kemudian mencari kata kunci.

  1. Pertama, membaca judul jurnal, kemudian sub judul jurnal, serta subheading pada jurnal guna mencari informasi akan topik yang dibicarakan pada teks tersebut.
  2. Kedua, memperhatikan ilustrasi (gambar atau foto) yang ada supaya dapat mengetahui informasi lebih jauh tentang topik tersebut.
  3. Ketiga, membaca awal serta akhir kalimat pada setiap paragraf
  4. Keempat, tidak diperkenankan membaca perkata. Biarkan alat indera mata yang melakukan
  5. Terakhir, Melanjutkan dengan memikirkan tentang arti teks tersebut.
    1. Penelitian yang dilakukan oleh Adinda Fitria pada tahun 2019 dengan judul : Tingkat Kemampuan Membaca Cepat Dengan Menggunakan Teknik Skimming Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Di Sd Negeri 76 Kota Bengkulu. Proses penerapan teknik Skimming yang dilakukan ialah:
    2. Perlu adanya sosialisasi dari pada penggunaan teknik skimming meyakinkan para pengguna teknik bahwa ini sangat efektif dijadikan sebagai strategi untuk memahami topik atau intisari dari suatu wacana yang dibacanya.
    3. Adanya kerja sama antara guru dan murid dalam menerapkan teknik skimming berupa arahandan penentuan jumlah bahan bacaan yang tidak terlalu sedikit agar mereka bisa kreatif untuk menyimpulkan dengan leluasa[11].
  1. Pertama, membaca judul, kemudian sub judul guna mengetahui akan informasi yang dimuat dalam buku tersebut.
  2. Kedua, melihat daftar isi serta kata pengantar.
  3. Ketiga, menelaah secara singkat tentang latar belakang penulisan buku.
  4. Keempat, membaca pada bagian pendahuluan secara singkat.
  5. Kelima, mencari daftar isi pada setiap bab yang dirasa penting.
  6. Terakhir, melihat secara singkat pada daftar pustaka, daftar indeks, atau apensiks.

Berdasarkan dari beberapa penelitian yang membahas mengenai teknik Skimming terdapat suatu adanya perbandingan dalam proses melakukan teknik Skimming pada penelitian sebelumnya.

Tabel 4.2 Proses Teknik Skimming Pada Pembelajaran

Misnil Hawa, 2018 Nurhayati Muhtar, 2018 Adinda Fitria, 2019
Guru menentukan bahan bacaan apa yang dicari dalam buku paket yang telah dibagikan tersebut. Pertama, membaca judul jurnal, kemudian sub judul jurnal, serta subheading pada jurnal guna mencari informasi akan topik yangdibicarakan pada teks tersebut. Pertama, membaca judul, kemudian sub judul guna mengetahui akan informasi yang dimuat dalam buku tersebut.
Dengan siswa membuka daftar isi siswa dapat lebih cepat menemukan bacaan yang disuruh cari oleh guru. Kedua, memperhatikan ilustrasi (gambar atau foto) yang ada supaya dapat mengetahui informasi lebih jauh tentang topik tersebut. Kedua, melihat daftar isi serta kata pengantar.
Siswaharus berkonsentrasi, agar dapat menelusuri setiapbaris bacaan yang dibaca dengan kecepatan tinggi. Ketiga, membaca awal serta akhir kalimat pada setiap paragraf. Ketiga, menelaah secara singkat tentang latar belakang penulisan buku.
Siswaharusberhenti membaca ketika merasamenemukan kalimat atau Keempat,tidak diperkenankanmembacaperkata. Biarkan alat indera Keempat,membaca padabagianpendahuluansecara
Table 3.
Misnil Hawa, 2018 Nurhayati Muhtar, 2018 Adinda Fitria, 2019
judul yang di cari. mata yang melakukan skimming pada setiap teks. Kemudian mencari kata kunci. singkat.
Guru menyuruhsiswa membaca dengan kecepatan normal dan pahamidengan baik apa yang ditemukan. Terakhir, Melanjutkan dengan memikirkan tentang arti teks tersebut. Kelima, mencari daftar isi pada setiap bab yang dirasa penting.
Terakhir, melihat secara singkat pada daftar pustaka, daftar indeks, atau apensiks.
Table 4.

Berdasarkan tabel diatas maka terdapat perbandingan dari penelitian sebelumnya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Hawa bahwa awalan dalam melakukan skimming guru memulai dengan menentukan bahan bacaan terlebih dahulu, sedangkan menurut Muhtar dan Fitria, pendapat mereka sejalan yang mana menurut Muhtar bahwa Pertama, membaca judul jurnal, kemudian sub judul jurnal, serta subheading pada jurnal guna mencari informasi akan topik yang dibicarakan pada teks tersebut dan menurut Fitria bahwa Pertama, membaca judul jurnal, kemudian sub judul jurnal, serta subheading pada jurnal guna mencari informasi akan topik yang dibicarakan pada teks tersebut.. Kedua dalam melakukan skimming guru memulai dengan menentukan daftar isi terlebih dahulu, sedangkan menurut Hawa dan Fitria, pendapat mereka sejalan yang mana menurut Hawa bahwa dengan siswa membuka daftar isi siswa dapat lebih cepat menemukan bacaan yang disuruh cari oleh guru, dan menurut Fitria bahwa lihat daftar isi dan kata pengantar.

Ketiga, langkah yang dilakukan oleh Hawa, Muhtar, dan Fitria terdapat perbedaan diantaranya. Menurut Hawa bahwa siswa harus berkonsentrasi, agar dapat menelusuri setiap baris bacaan yang dibaca dengan kecepatan tinggi. Kemudian menurut Muhtar membaca awal serta akhir kalimat pada setiap paragraf.. Selanjutnya menurut Fitria bahwa telaah secara singkat latar belakang penulisan buku.

Keempat langkah yang dilakukan oleh Hawa, Muthar, dan Fitria terdapat perbedaan diantaranya. Menurut hawa bahwa siswa harus berhenti membaca ketika merasa menemukan kalimat atau judul yang di cari. Kemudian muthar bahwa tidak diperkenankan membaca perkata. Biarkan alat indera mata yang melakukan skimming pada setiap teks. Kemudian mencari kata kunci. Selanjutnya menurut Fitria bahwa baca bagian pendahuluan secara singkat.

Kelima langkah yang dilakukan oleh Hawa, Muthar, dan Fitria terdapat perbedaan diantaranya. Menurut Hawa bahwa guru menyuruh siswa membaca dengan kecepatan normal dan pahami dengan baik apa yang ditemukan. Kemudian Muthar bahwa lanjutkan dengan berpikir mengenai arti teks tersebut. Selanjutnya menurut Fitria bahwa cari daftar isi bab-bab yang penting.

Langkah yang terakhir menurut Fitria bahwa lihat secara sekilas daftar pustaka, daftar indeks, atau apensiks. Dari sini dapat diketahui proses skimming dari beberapa penelitian sebelumnya yang mana sebagai pembanding untuk mengetahui proses teknik skimming dalam menentukan ide pokok paragraph dalam teks bacaan.

Melalui proses skimming yang telah dilakukan oleh siswa tingkat Sekolah Dasar dalam meningkatkan kemampuan membaca cepat oleh siswa. Maka terdapat adanya kemampuan dalam membaca cepat siswa pada pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil dari penelitian Hawa bahwasannya dari hasil evaluasi dalam pelaksanaan penelitian, tindakan siklus yang dilakukan diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam proses pembelajaran pada siswa maupun guru. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan pada kegiatan guru serta siswa yang sudah mulai terlihat aktif. Bagi siswa yaitu dapat meningkatkan kreatifitas siswa pada proses pembelajaran, dapat terlihat dalam menyelesaikan membaca teks cerita yang telah diberikan semakin membaik. Kemudian siswa juga semakin berani dalam mengungkapkan pendapat maupun

pertanyaan kepada guru, siswa juga lebih termotivasi untuk belajar serta dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.

Terdapat peningkatan kemampuan membaca pada pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa. Ini terlihat dari siklus pertama dan kedua dari siswa yang aktif, pendidik maupun hasil belajar siswa. Siklus pertama jumlah nilai untuk hasil observasi keaktifan siswa, skor yang diperoleh sebesar 62,5% dengan predikat cukup. Sedangkan pada siklus kedua jumlah skor yang diperoleh pada keaktifan siswa belajar mendapatkan nilai sebesar 87,5% dengan predikat yang baik serta sangat baik..

Bagi guru memperlihatkan bahwa telah berhasil melakukan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang diharapkan, guru telah mampu membimbing serta motivasi siswa, serta guru lebih kreatif dan disiplin untuk menerapkan teknik skimming dalam proses belajar Bahasa Indonesia dengan baik serta menunjukkan dampak positif bagi kenanpuan membaca siswa kelas V MI Nurul Islahil Islami terhadap materi yang dikerjakan.

Menurut hasil penelitian Muhtar di kelas V MI Yaqin Kaliwangkok, bahwasannya setelah dilakukannya analisis uji t- test berpasangan diperoleh bahwa terdapat pengaruh penerapan teknik skimming terhadap kemampuan membaca siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Roestiyah bahwa perlu dipahami setiap teknik hanya sesuai atau tepat untuk mencapai tujuan yang tertentu. Semakin sesuainya teknik dengan materi yang telah diajarkan maka semakin bewsar pula keberhasilan suatu pembelajaran.

Menurut hasil penelitian Fitria di kelas V SD negeri 76 kota Bengkulu bahwasannya berdasarkan dari hasil kecepatan membaca yang telah disesuaikan pada interval kecepatan membaca, diketahui bahwasannya pada kecepatan membaca siswa kelas V SD Negeri 76 Kota Bengkulu ialah 4 siswa yang masuk dalam kategori cukup, hal ini disebabkan karena siswa kurang mampu dalam membaca dengan cepat pada teks bacaan yang disediakan serta kurang memanfaatkan waktu dengan baik. Kemudian 12 siswa masuk dalam kategori Baik, hal ini dikarenakan siswa mampu membaca cepat dengan baik serta mampu untuk memanfaatkan waktu yang telah diberikan dengan baik, oleh karenanya siswa tersebut dapat masuk pada kategori baik. Secara keseluruhan jumlah pada kecepatan membaca siswa mencapai 211 kpm.

Berdasarkan hasil data persentase pemahaman isi bacaan yang telah dihitung serta dimasukkan dalam rumus persentase pemahaman isi bacaan , memperoleh hasil sebanyak 6 siswa menjawab benar semuanya dari 5 soal dengan memperoleh persentase 100%, hal ini dikarenakan semua soal essay yang telah diberikan kepada siswa, sehingga soal tersebut mampu dipahami oleh keenam siswa tersebut dari membaca cepat dengan baik. kemudian 8 siswa mampu menjawab dengan benar 4 butir soal dengan memperoleh persentase 80%, hal ini dikarenakan hanya sebagian siswa yang dapat memahami isi teks bacaan dengan baik karena ada soal yang kurang mereka pahami ketika saat melakukan membaca cepat. selanjutnya ada 2 siswa yang bias menjawab 3 butir soal saja dengan memperoleh persentase 60%, hal ini dikarenakan siswa kurang memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin ketika sedang melaksanakan tes membaca cepat, oleh karena itu ketika menjawab pertanyaan yang ada pada teks, siswa menjadi kurang terbias menjawab soal tersebut. Oleh karena itu persentase pemahaman siswa secara keseluruhan memperoleh presentase 85%, sehingga mendapatkan kategori Baik sekali.

Terakhir, berdasarkan dari hasil rata-rata kemampuan membaca cepat dengan teknik skimming pada sampel sebanyak 16 siswa, yang disesuaikan dengan interval persentase skala lima guna mengetahui tingkat kemampuan siswa. Sesudah disesuaikan dengan interval skor skala lima, diketahui memperoleh nilai sebesar 95,25%, oleh karena itu skor ini termasuk dalam kategori Baik sekali. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwasannya kemampuan siswa pada saat membaca cepat dengan menggunakan teknik skimming yaitu termasuk dalam kategori yang baik sekali saat tes membaca cepat serta dalam pemahaman isi bacaan teks tersebut, dengan ini siswa sudah mampu menguasai teks bacaan tersebut dengan kategori yang cukup baik secara keseluruhan.

Pada teknik skimming terdapat komponen-komponen yang dapat menjadi tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat pada siswa[11], yaitu (1) Mencari makna atau istilah; (2) Mengetahui tentang fakta-fakta tertentu; (3) Mempercepat menemukan judul; (4) Mengetahui pendapat orang lain, dan (5) Mengetahui isi teks secara garis besar.

Kemudian menurut Fitria bahwa terdapat komponen dalam teknik skimming untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat pada siswa [12], yaitu (1) Untuk mengetahui topik isi bacaan; (2) Untuk mengetahui pendapat orang lain; (3) Untuk memperoleh hal terpenting yang kita dapatkan dalam teks tersebut; (4) Untuk mengetahui unsur-unsur penulisan, urutan ide pokok, serta cara pemikiran dari si penulis, dan (5) sebagai wawasan.

Selanjutnya menurt Muhtar bahwa terdapat komponen dalam teknik Skimming untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat pada siswa [13] (1) untuk mengenali topik bacaan; (2) untuk mengetahui pendapat orang (Opini); (3) untuk mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya.

Melalui hal tersebut maka dapat diambil secara inti dalam penentuan ide pokok paragraf yang sesuai dengan teknik skimming dari beberapa penelitian sebelumnya yaitu (1) Mencari makna atau istilah; (2) Mengetahui isi teks secara garis besar; (3) Untuk memperoleh hal terpenting yang kita butuhkan. Oleh karenanya, penggunaan teknik skimming dapat terkait dengan penentuan ide pokok paragraf dalam teks bacaan.

Kelebihan

Adapun kelebihan dari teknik Skimming yakni dengan menggunakan teknik skimming dapat memperoleh sebuah informasi secara cepat serta singkat, bagi pembaca dapat langsung memperoleh intisari dalam bacaan tersebut, selain itu untuk menghemat waktu sebaik mungkin.

Dalam penggunaan teknik skimming ini akan lebih baik jika digunakan pada ranah kelompok kecil atau peorang karena untuk menghindari suasana yang tidak kondusif serta tidak nyaman bagi pembaca disekitarnya, selain itu akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menata ruangan kelas karena ruangannya besar, sedangkan bahan teks bacaan yang digunakan sangat sedikit.

Kekurangan

Adapun cara mengatasi kekurangan dari teknik skimming yang sudah dipaparkan diatas adalah sebagai berikut:

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang telah dilakukan. Terdapat adanya kemampuan membaca cepat siswa yang mengalami suatu peningkatan. Berdasarkan hasil dari penelitian Hawa bahwasannya terdapat peningkatan kemampuan membaca pada pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa. Ini terlihat dari siklus pertama dan kedua dari siswa yang aktif, pendidik maupun hasil belajar siswa. Siklus pertama jumlah nilai untuk hasil observasi keaktifan siswa, skor yang diperoleh sebesar 62,5% dengan predikat cukup. Sedangkan pada siklus kedua jumlah skor yang diperoleh pada keaktifan siswa belajar mendapatkan nilai sebesar 87,5% dengan predikat yang baik serta sangat baik.

Menurut hasil penelitian Muhtar bahwasannya setelah dilakukannya analisis uji t- test berpasangan diperoleh bahwa terdapat pengaruh penerapan teknik skimming terhadap kemampuan membaca siswa.

Menurut hasil penelitian Fitria berdasarkan dari hasil rata-rata kemampuan membaca cepat dengan teknik skimming pada sampel sebanyak 16 siswa, yang disesuaikan dengan interval persentase skala lima guna mengetahui tingkat kemampuan siswa. Sesudah disesuaikan dengan interval skor skala lima, diketahui memperoleh nilai sebesar 95,25%, oleh karena itu skor ini termasuk dalam kategori Baik sekali. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwasannya kemampuan siswa pada saat membaca cepat dengan menggunakan teknik skimming yaitu termasuk dalam kategori yang baik sekali saat tes membaca cepat serta dalam pemahaman isi bacaan teks tersebut.

Dari hasil menganalisis penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang dilaksanakan oleh Hawa, Muhtar, dan Fitria bahwa teknik skimming dapat membantu kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok paragrap dalam teks bacaan.

References

  1. Inawati, I., & Darningwati, D. Kemampuan Mahasiswa Menentukan Ide Pokok Paragraf Melalui Teknik Skimming. Jurnal Bindo Sastra, 4(1), 69-76. 2020
  2. Laily, I. F. Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Kemampuan Memahami Soal Cerita Matematika Sekolah Dasar. Eduma Mathematics Education Learning and Teaching, 3(1). 2014.
  3. Doman, G. Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah. 27, (2010)
  4. Amna, P., Azwandi, Y., & Yunus, M. Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Tunarungu Dengan Menggunakan Teknik Skimming. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 2(3). 2013
  5. Munawaroh, B. & Madyono, S. Teknik Membaca Sekilas ( Skimming ) Dalam Meningkatkan Kemampuan. 8293, 7–12 (2018).
  6. Yunhadi, W. Meningkatkan kemampuan membaca cepat melalui teknik skimming dan scanning universitas kutai kartanegara. 4, 55–65 (2019).
  7. Khotimah, A. H., Djuanda, D., & Kurnia, D. Keterampilan Membaca Cepat Dalam Menemukan Gagasan Utama. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1), 341-350. (2016)
  8. Sanjaya, M. D. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Cepat. 112–126
  9. Zed, Mustika. Metode Penelitian Kepustakaan. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004).
  10. Khatibah, “Penelitian Kepustakaan”, Jurnal Iqra’, Vol.5, 2011.
  11. Hawa, M. Peningkatan Keterampilan Membaca Dengan Teknik Skimming Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI Nurul Islahi Islami Kateng Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah Tahun Pelajaran 20172018 (Doctoral Dissertation). 2018