Jofani Dimas Perdana (1), Kosasih Kosasih (2), Ayu Laili Rahmiyati (3)
General Background Accurate clinical documentation is crucial for healthcare service quality and patient safety. Specific Background High administrative volumes often cause inconsistencies in data entry among hospital personnel. Knowledge Gap Previous studies tend to evaluate administrative burdens and procedural adherence separately rather than assessing their simultaneous interaction on documentation precision. Aims This quantitative research analyzes how administrative workloads and procedural adherence dictate data entry precision at Bintang Amin Hospital. Results An analytical survey utilizing multiple linear regression on 78 purposively sampled respondents revealed that excessive administrative workloads significantly reduce documentation precision. Conversely, strict procedural adherence significantly increases data precision. Simultaneously, these two factors account for 77.5 percent of the variance in overall documentation precision. Novelty The primary innovation lies in evaluating the simultaneous interaction of administrative pressure and standard operating procedure adherence on clinical documentation precision using Method of Successive Interval data transformation. Implications Healthcare facilities must optimize task distribution and reinforce a strict procedural adherence culture to guarantee clinical data precision and ensure patient safety.
Excessive administrative tasks significantly reduce the precision of healthcare documentation.
Strict adherence to standard operating procedures strongly dictates clinical data quality.
Task management and disciplinary culture simultaneously govern overall information precision.
Workload; Staff Compliance; Medical Records; Documentation Accuracy; Hospital Administration
Ketepatan pengisian rekam medis menjadi masalah utama yang dapat berdampak serius pada kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bintang Amin. Ketidaktepatan tersebut berisiko menurunkan mutu perawatan, menghambat pengambilan keputusan medis yang tepat, dan bahkan membahayakan keselamatan pasien. Meskipun rumah sakit telah menyediakan pedoman yang jelas, masih ditemukan ketidakkonsistenan dalam pengisian rekam medis oleh Staf RS, yang diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama: tingginya beban kerja dan rendahnya tingkat kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) [1].
Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang digunakan untuk mencatat semua informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan Staf RS, mulai dari riwayat medis, diagnosis, pengobatan, hingga prosedur yang dilakukan. Pengisian rekam medis yang akurat, lengkap, dan tepat waktu sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan medis yang berkualitas dan memastikan keberlanjutan perawatan Staf RS [2]. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa rekam medis yang akurat adalah dasar dari pelayanan kesehatan yang efektif dan aman, serta berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan keselamatan Staf RS (World Health Organization, 2019). Oleh karena itu, ketepatan dalam pengisian rekam medis harus menjadi prioritas dalam setiap rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Bintang Amin [3].
Salah satu faktor yang memengaruhi ketepatan pengisian rekam medis adalah beban kerja Staf RS. Menurut Robbins dan Judge (2019) dalam Organizational Behavior, beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan stres dan kelelahan pada pekerja, yang berdampak pada penurunan kualitas pekerjaan. Di Rumah Sakit Bintang Amin, Staf RS juga sering kali dihadapkan pada volume pekerjaan yang tinggi, yang membuat mereka kesulitan untuk mematuhi standar pengisian rekam medis secara tepat. Beban kerja yang berlebihan, di dalam kasus ini, dapat mengurangi waktu yang tersedia bagi staf untuk memeriksa dan memastikan setiap detail dalam rekam medis diisi dengan benar [4].
Pada penelitian Reza Hardian (2024) yang sudah dilakukan sebelumnya di RS Bintang Amin Bandar Lampung pengaruh beban kerja terhadap karyawan rumah sakit berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-statistik sebesar 2.078 dan p-value 0,000. Kemudian pada penelitian Eksa (2019) analisis kelengkapan pengisian rekam medis, dengan subjek penelitian adalah poliklinik rawat jalan bedah di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin didapatkan kelengkapan rekam medis poliklinik rawat jalan bedah sebanyak 73,5% terisi lengkap, 9,5% kurang lengkap dan 17% tidak lengkap [5].
Kepatuhan terhadap SOP penting untuk menjaga ketepatan dan kelengkapan rekam medis. Greenhalgh (2020) menegaskan bahwa kepatuhan SOP mendukung kualitas kerja dan keselamatan staf. Di RS Bintang Amin, ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat menyebabkan kelalaian pengisian data sehingga memengaruhi kualitas rekam medis [6].
Penelitian terdahulu cenderung mengkaji beban kerja terhadap kinerja karyawan atau kelengkapan rekam medis secara terpisah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian beban kerja dan kepatuhan staf terhadap SOP secara simultan dalam kaitannya dengan ketepatan pengisian rekam medis di RS Bintang Amin Bandar Lampung. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih terpadu mengenai faktor yang berkaitan dengan ketepatan dokumentasi medis serta menjadi dasar bagi rumah sakit dalam menentukan upaya perbaikan yang lebih tepat.
Oleh sebab itu, berdasarkan latar belakang tersebut, beban kerja yang tinggi dan tingkat kepatuhan yang bervariasi menjadi dua faktor utama yang dapat memengaruhi ketepatan pengisian rekam medis. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami sejauh mana kedua faktor tersebut berinteraksi dan memengaruhi kualitas pengisian rekam medis di Rumah Sakit Bintang Amin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antara beban kerja, kepatuhan staf, dan kualitas pengisian rekam medis, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut [7].
A. Metode yang Digunakan
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain survei analitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan kepatuhan Staf RS terhadap ketepatan pengisian rekam medis di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada Staf RS untuk mengukur beban kerja dan tingkat kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) di RS Bintang Amin [8].
B. Jenis dan Sumber Data
1. Data Primer: Data primer diperoleh langsung dari Staf RS RS Bintang Amin melalui kuesioner yang dibagikan secara langsung maupun daring.
2. Data Sekunder: Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, seperti laporan tahunan rumah sakit, jurnal ilmiah yang relevan, serta data dari laporan rumah sakit yang mencakup informasi mengenai jumlah Staf RS yang ditangani serta pengelolaan rekam medis turut digunakan untuk memahami hubungan antara beban kerja dan kualitas pengisian rekam medis.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Staf RS yang bekerja di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Jumlah populasi dalam penelitian ini Adalah sebanyak 362 orang.
2. Sampel
Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari staf yang benar-benar berpengalaman dan relevan dengan topik penelitian. Jumlah sampel data yang diambil untuk penelitian ini adalah 78 orang Staf RS Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung.
D. Kriteria Penelitian
1. Kriteria Inklusi
a. Staf rumah sakit yang bertugas langsung dalam pengisian rekam medis (misalnya: dokter, perawat, tenaga rekam medis).
b. Telah bekerja di Rumah Sakit Bintang Amin minimal 6 bulan.
c. Bersedia menjadi responden dan mengisi informed consent.
d. Staf yang tidak menjalani cuti panjang saat penelitian berlangsung
2. Kriteria Ekslusi
a. Staf yang tidak terlibat langsung dalam pengisian rekam medis.
b. Staf yang menjalani cuti panjang selama masa pengumpulan data.
c. Responden yang menolak berpartisipasi atau tidak bersedia menandatangani informed consent.
d. Data dari responden yang tidak lengkap atau tidak valid saat proses pengumpulan data.
E. Operasionalisasi Variabel
Tabel 1 Operasional Variabel
F. Teknik Pengumpulan dan Pengolahaan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Kuesioner: Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada Staf RS RS Bintang Amin yang memenuhi kriteria penelitian.
b. Studi Dokumentasi: Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan RS Bintang Amin atau jurnal ilmiah terkait pemasaran layanan kesehatan, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan [9].
2. Teknik Pengolahan Data
a. Uji Validitas dan Reliabilitas: Data yang diperoleh dari kuesioner diuji validitasnya untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan mampu mengukur variabel yang dimaksud secara akurat. Uji reliabilitas untuk mengevaluasi konsistensi hasil pengukuran.
b. Analisis Statistik Deskriptif: Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi jawaban atas setiap variabel yang diukur.
c. Analisis Regresi Linier: Analisis regresi linier sederhana dan berganda digunakan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja Terhadap Ketepatan Pengisian Rekam Medis Di Rumah Sakit Bintang Amin
G. Uji Kualitas Data (Validitas, Realibilitas, Asumsi Klasik)
1. Uji Validitas
Digunakan untuk memastikan instrumen mampu mengukur variabel penelitian secara tepat.
2. Uji Reliabilitas
Digunakan untuk mengetahui konsistensi instrumen dalam menghasilkan pengukuran.
3. Uji Asumsi Klasik
a. Normalitas: memastikan data berdistribusi normal.
b. Multikolinearitas: memastikan tidak terdapat korelasi tinggi antarvariabel independen.
c. Heteroskedastisitas: memastikan varians error bersifat konstan.
4. MSI
Method of Successive Interval (MSI) digunakan untuk mengubah data ordinal menjadi skala interval sebelum analisis statistik.
H. Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis
1. Rancangan Analisis
Penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial untuk mengolah data kuesioner.
2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hubungan antar variabel dalam penelitian ini.
I. Uji Koefesien Determinasi
Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar proporsi variasi dari variabel dependen, yaitu ketepatan pengisian rekam medis, yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam penelitian ini, yaitu beban kerja dan kepatuhan Staf RS [10].
A. Hasil Penelitian
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk memastikan data berdistribusi normal melalui metode Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk. Data dinyatakan normal apabila p-value > 0,05, sehingga memenuhi salah satu asumsi regresi. Hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2 Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai sig 0,200 atau lebih dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian terdistribusi secara normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan untuk memastikan tidak ada korelasi tinggi antarvariabel independen. Kriteria bebas multikolinearitas yaitu Tolerance > 0,1 dan VIF < 10. Oleh karena itu, identifikasi multikolinearitas penting untuk memastikan keandalan hasil analisis regresi. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas
Berdasarkan tabel 3 seluruh variabel independen menunjukkan nilai tolerance lebih dari 0.1 dan nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini tidak menunjukkan gelaja multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastitas
Uji ini dilakukan untuk memastikan bahwa varians error bersifat homogen. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode Glejser atau melihat pola pada plot scatterplot antara residual dan nilai prediksi. Model dinyatakan bebas dari heteroskedastisitas jika tidak terdapat pola tertentu pada plot residual. Heteroskedastisitas dapat menyebabkan hasil regresi yang tidak efisien dan signifikansi statistik yang menyesatkan. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4 Hasil Uji heteroskedastisitas
Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa seluruh variabel menunjukkan hasil nilai signifikansi lebih dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa model penelitian terbebas dari gejala heterokedastisitas.
a. Regresi Linear Berganda
Dapat digambarkan model persamaannya sebagai berikut :
Y = α + β₁X₁ + β₂X₂ + e
Hasil uji regresi linear berganda yaitu sebagai berikut:
Tabel 5 Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda, maka dapat dirumuskan persamaan yang dihasilkan yaitu:
"Y=-0.032-0.084X1+0.923X2"
Dari persamaan yang dihasilkan, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Ketepatan pengisian rekam medis akan konstan atau tetap sebesar -0,032 apabila beban kerja dan kepatuhan staf RS memiliki nilai konstan atau tidak berubah.
2) Nilai koefisien beban kerja negatif sebesar -0.084, sehingga diartikan apabila beban kerja menurun maka ketepatan pengisian rekam medis akan meningkat.
3) Nilai koefisien kepatuhan staf RS positif sebesar 0.923, sehingga diartikan apabila kepatuhan staf RS meningkat maka ketepatan pengisian rekam medis juga akan meningkat.
b. Uji Parsial (Uji t)
1) Hasil uji t dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6 Hasil Uji t
Berdasarkan hasl uji hipotesis, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a) Berdasarkan hasil uji t variabel beban kerja, diperoleh nilai signifikansi 0,040 < 0,05, dan nilai koefisien negatif sebesar -0.084. Dapat disimpulkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis, sehingga Hₐ Diterima.
b) Berdasarkan hasil uji t variabel kepatuhan staf RS, diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan nilai koefisien positif sebesar 0.923. Dapat disimpulkan kepatuhan staf RS berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis, sehingga Hₐ Diterima.
Sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:
c. Uji Simultan (F)
Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 7 Hasil Uji Simultan
Berdasarkan uji simultan, hipotesis tiga yaitu beban kerja dan kepatuhan staf RS secara simultan berpengaruh terhadap Ketepatan Pengisian Rekam Medis diterima karena nilai signifikansi 0.000 < 0.05. sehingga berdasarkan uji t dan uji simultan, kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 8 Kesimpulan Hasil Penelitian
d. Koefisien Determinasi (R2)
Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dari hasil uji koefisien determinasi dapat diketahui bahwa besarnya nilai R Square adalah sebesar 0,775 atau 77,5%. Sehingga dapat disimpulkan ketepatan pengisian rekam medis dapat dijelaskan oleh beban kerja dan kepatuhan staf RS sebesar 77,5%,0, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian.
e. Uji MSI
Berdasarkan sampel data pada penelitian sebagai berikut :
Tabel 10 Hasil Uji MSI
Penerapan Method of Successive Interval (MSI) dalam penelitian ini secara strategis berhasil mentransformasi data primer dari skala ordinal (Likert 1–4) menjadi skala interval, yang merupakan syarat mutlak bagi validitas pengujian regresi linier berganda terhadap 78 responden di RS Bintang Amin transformasi MSI inilah yang mendasari temuan uji normalitas yang baik dan memenuhi syarat araetrik sehingga Kepatuhan Staf (X2) memiliki pengaruh dominan sebesar 0,923 terhadap Ketepatan Pengisian Rekam Medis (Y), sekaligus memastikan bahwa seluruh uji asumsi klasik dalam tesis ini memiliki landasan statistik yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
f. Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 11 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
B. Pembahasan
1. Hubungan Beban Kerja dengan Ketepatan Pengisian Rekam Medis
Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel beban kerja, diperoleh nilai signifikansi 0,040 < 0,05, dan nilai koefisien negatif sebesar -0.084. Indikator yang memberikan kontribusi terbesar di mana mayoritas responden (perawat dan dokter) merasa bahwa jumlah pasien tidak sebanding dengan waktu yang tersedia untuk melakukan pendokumentasian medis. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan waktu menjadi kendala utama dalam menjaga kualitas rekam medis. Sesuai dengan teori Robbins dan Judge (2019) bahwa beban kerja tinggi menyebabkan stres dan kelelahan yang menurunkan kualitas pekerjaan. Pada femomena ini didukung dengan penelitian Sumantri & Gunawan (2022) yang menyatakan beban kerja tinggi meningkatkan kesalahan pengisian rekam medis, serta penelitian Reza Hardian (2024) yang sebelumnya dilakukan di RS yang sama [11].
Dapat disimpulkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Sejalan dengan Hossain et al. (2025) yang menegaskan bahwa beban kerja tinggi dapat menurunkan performa kerja Staf RS [8]. Beban kerja yang tidak seimbang sering kali menciptakan tekanan fisik dan mental yang menyebabkan menurunnya produktivitas serta meningkatnya kesalahan dalam dokumentasi medis. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Asmawati et al. (2023) menyatakan bahwa beban kerja yang berat tanpa dukungan sistem kerja yang memadai berkontribusi pada peningkatan stres kerja, yang secara tidak langsung berdampak negatif pada kualitas dan ketepatan rekam medis [12]. Oleh karena itu, pengelolaan beban kerja secara efektif menjadi faktor krusial dalam upaya memastikan ketepatan pengisian rekam medis di lingkungan rumah sakit.
Beban kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis oleh Staf RS. Semakin tinggi beban kerja yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas, semakin besar kemungkinan staf melakukan kesalahan atau kelalaian dalam pencatatan data medis. Cania, L. (2020) menunjukkan bahwa beban kerja yang berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan akurasi staf dalam menyelesaikan tugas administratif, termasuk pengisian rekam medis [10]. Dalam situasi tersebut, staf cenderung tergesa-gesa atau tidak teliti didalam mengisi rekam, yang dapat menyebabkan rekam medis tidak lengkap atau tidak akurat. Hal ini berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien
2. Hubungan Kepatuhan Staf dengan Ketepatan Pengisian Rekam Medis
Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel kepatuhan staf RS, diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan nilai koefisien positif sebesar 0.923. Dapat disimpulkan kepatuhan staf RS berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitzgerald dan Green (2020) mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap prosedur teknis sangat berpengaruh terhadap akurasi dan konsistensi dalam pengisian rekam medis.
Fenomena ini sesuai dengan temuan Hutabarat (2023) bahwa kelengkapan resume medis dipengaruhi oleh kepatuhan mengikuti SOP. Kepatuhan tersebut mencakup penggunaan format pengisian yang sesuai, ketelitian dalam mencatat kronologi tindakan medis, serta disiplin dalam melakukan input data secara tepat waktu [13]. Shaw (2016) menambahkan bahwa kepatuhan staf sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap pentingnya SOP, efektivitas pelatihan, serta dukungan manajemen dalam menciptakan budaya kerja yang disiplin. Oleh karena itu, meningkatkan kepatuhan staf melalui pelatihan rutin, pengawasan, dan pemberian motivasi merupakan strategi yang penting untuk menjamin ketepatan dan kualitas rekam medis di rumah sakit.
Kepatuhan staf terhadap SOP mendukung ketelitian pengisian rekam medis sehingga mengurangi kesalahan dan kelalaian. Buljac-Samardzic et al. (2020) menegaskan bahwa kepatuhan SOP penting untuk menghasilkan rekam medis yang akurat, lengkap, dan sesuai ketentuan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan di dalam lingkungan rumah sakit, staf dapat menjaga kualitas data medis yang dibutuhkan untuk proses diagnostik, terapi, serta pemantauan kesehatan pasien secara berkelanjutan [14].
3. Hubungan Beban Kerja dan Kepatuhan Staf dengan Ketepatan Pengisian Rekam Medis
Berdasarkan uji simultan, hipotesis tiga yaitu beban kerja dan kepatuhan staf RS secara simultan berpengaruh terhadap Ketepatan Pengisian Rekam Medis diterima karena nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Pendekatan gabungan ini menunjukkan bahwa interaksi antara beban kerja dan kepatuhan staf memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatan rekam medis. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Cania, L. (2020) menyatakan bahwa ketidakseimbangan antara volume pekerjaan dan kemampuan individu, jika tidak disertai dengan kepatuhan prosedural yang baik, akan menyebabkan penurunan kualitas data medis [10]. Dengan kata lain, meskipun staf berada dalam tekanan beban kerja yang tinggi, ketepatan pengisian rekam medis tetap dapat dipertahankan apabila mereka mematuhi SOP secara konsisten. Oleh karena itu, pengelolaan beban kerja yang efisien dan peningkatan budaya kepatuhan merupakan dua strategi kunci yang harus diintegrasikan dalam sistem manajemen rumah sakit untuk menjamin kualitas pelayanan dan keselamatan pasien [15].
Beban kerja dan kepatuhan staf merupakan dua variabel yang saling berkaitan dan secara simultan memengaruhi ketepatan pengisian rekam medis. Beban kerja yang tinggi berpotensi menurunkan ketelitian dan konsentrasi staf dalam mengisi data medis, terutama ketika tuntutan tugas tidak diimbangi dengan waktu dan sumber daya yang memadai. Di sisi lain, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dapat berfungsi sebagai faktor kompensasi yang membantu menjaga kualitas pengisian rekam medis meskipun dalam kondisi kerja yang penuh tekanan. Hossain et al. (2025) mengungkapkan bahwa kepatuhan staf yang tinggi terhadap SOP mampu mengurangi dampak negatif dari beban kerja terhadap akurasi dokumentasi medis [8].
Berdasarkan temuan tersebut, manajemen RS Bintang Amin dapat melakukan penyesuaian pembagian beban kerja sesuai jumlah pasien dan waktu pelayanan, serta menyediakan waktu yang memadai bagi staf untuk menyelesaikan dokumentasi rekam medis. Pengawasan terhadap kepatuhan SOP juga perlu dilakukan secara berkala melalui pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan pengisian rekam medis. Langkah ini sesuai dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif, sedangkan kepatuhan staf berpengaruh positif terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Dengan pengelolaan beban kerja yang lebih proporsional dan kepatuhan terhadap SOP yang konsisten, ketepatan dokumentasi medis di RS Bintang Amin dapat ditingkatkan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh beban kerja dan kepatuhan staf RS terhadap ketepatan pengisian rekam medis di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung, penulis telah melakukan serangkaian proses mulai dari pengumpulan data, analisis statistik, hingga pembahasan hasil penelitian untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang diteliti. Melalui tahapan tersebut, diperoleh gambaran mengenai bagaimana kondisi beban kerja dan tingkat kepatuhan staf dapat memengaruhi ketepatan dalam pendokumentasian rekam medis. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kondisi beban kerja, kepatuhan staf, dan ketepatan pengisian rekam medis di RS Bintang Amin Bandar Lampung secara keseluruhan menunjukkan gambaran yang saling berkaitan, di mana berdasarkan hasil analisis deskriptif, beban kerja staf berada pada tingkat yang cukup tinggi dengan rata-rata skor 2,96 (kategori setuju) yang mengindikasikan bahwa jumlah pasien yang tidak sebanding dengan waktu pelayanan serta intensitas tugas harian sering kali menjadi tekanan fisik dan mental bagi staf. Sementara itu, variabel kepatuhan staf menunjukkan kecenderungan yang positif namun masih memerlukan penguatan budaya disiplin terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), mengingat kepatuhan yang konsisten merupakan prasyarat mutlak untuk menghasilkan dokumen rekam medis yang akurat dan lengkap sesuai regulasi. Adapun variabel ketepatan pengisian rekam medis di rumah sakit tersebut masih menghadapi tantangan pada aspek akurasi dan keteraturan data, di mana tingginya beban kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan karena dapat menurunkan fokus serta ketelitian staf dalam pendokumentasian medis. Secara integratif, fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun beban kerja yang berat berpotensi memicu kesalahan administratif, dampak negatif tersebut dapat diminimalisir apabila staf memiliki motivasi dan kepatuhan yang tinggi terhadap SOP sebagai faktor penyeimbang kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di RS Bintang Amin.
2. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Semakin tinggi beban kerja yang diterima staf rumah sakit, semakin besar kemungkinan terjadi kelalaian, ketidaktelitian, dan kesalahan dalam pendokumentasian. Kondisi ini diperparah oleh tekanan waktu, tuntutan administratif, serta kurangnya dukungan sistem kerja yang memadai. Dengan demikian, beban kerja yang tidak terkelola dengan baik menjadi salah satu faktor utama yang menurunkan kualitas rekam medis.
3. Kepatuhan staf rumah sakit memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Staf yang disiplin, memahami SOP, serta konsisten mengikuti prosedur teknis cenderung menghasilkan dokumentasi medis yang lebih akurat, lengkap, dan tepat waktu. Pelatihan yang berkelanjutan, pengawasan, serta pemahaman mengenai pentingnya rekam medis menjadi faktor yang meningkatkan kepatuhan tersebut.
4. Secara simultan, beban kerja dan kepatuhan staf berpengaruh signifikan terhadap ketepatan pengisian rekam medis. Kepatuhan staf dapat berfungsi sebagai penyangga (buffer) yang mengurangi dampak negatif beban kerja tinggi terhadap kualitas dokumentasi medis. Namun demikian, kepatuhan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan pengaturan beban kerja yang baik. Kedua faktor perlu dikelola secara terpadu untuk menjaga mutu rekam medis dan keselamatan pasien. RS Bintang Amin perlu melakukan evaluasi beban kerja, pemerataan tugas, supervisi pengisian rekam medis, serta pelatihan dan umpan balik berkala untuk mengurangi tekanan kerja dan meningkatkan ketelitian staf.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung atas dukungan dan kesempatan yang diberikan selama proses penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh responden serta pihak-pihak yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik.
D. Harmanto, A. Budiarti, and A. Herisandi, “Gambaran kelengkapan informasi medis dan keakuratan kode diagnosis di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu,” Manajemen Informasi Kesehatan, vol. 7, no. 2, pp. 65–75, 2022.
A. H. Alfian and M. I. Rahmana, “Analisis dampak beban kerja dan gaji terhadap kinerja karyawan tenaga sukarela rumah sakit: Perspektif potensi kecurangan yang terjadi,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol. 24, no. 1, pp. 14–27, 2023, doi: 10.30659/ekobis.24.1.14-27.
A. U. Karamat, “Impact of leadership on organizational performance: A case study of D&R Cambric Communication Business,” International Journal of Recent Technology and Engineering, 2013.
A. Kosasih, “Filsafat pendidikan pragmatisme: Telaah atas teori manajemen pendidikan John Dewey,” Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan, vol. 9, no. 1, pp. 98–107, 2022, doi: 10.30998/fjik.v9i1.11416.
D. R. Levy et al., “Defining documentation burden (DocBurden) and excess DocBurden for all health professionals: A scoping review,” Applied Clinical Informatics, vol. 15, pp. 898–913, 2024, doi: 10.1055/a-2385-1654.
K. L. Grantz, T. Kawakita, Y. L. Lu, R. Newman, V. Berghella, and A. Caughey, “SMFM Special Statement: State of the science on multifetal gestations: Unique considerations and importance,” American Journal of Obstetrics and Gynecology, vol. 221, no. 2, pp. B2–B12, 2019, doi: 10.1016/j.ajog.2019.04.013.
J. F. Hair Jr., G. T. M. Hult, C. Ringle, and M. Sarstedt, A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Thousand Oaks, CA, USA: Sage Publications, 2017.
A. Hossain, R. Quaresma, and H. Rahman, “Investigating factors influencing the physicians’ adoption of electronic health record (EHR) in healthcare system of Bangladesh: An empirical study,” International Journal of Information Management, vol. 44, pp. 76–87, 2019, doi: 10.1016/j.ijinfomgt.2018.09.016.
M. G. Susanto, C. Windyaningsih, and N. Andarusito, “Analisis kepatuhan tenaga kesehatan dalam kelengkapan pengisian berkas rekam medis di Ruang Penyakit Dalam RSUD Berkah Pandeglang,” Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), vol. 7, no. 1, pp. 41–51, 2023, doi: 10.52643/marsi.v7i1.2928.
L. Cania, “Kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja dengan metode workload,” Higeia Journal of Public Health, vol. 4, no. Special 4, pp. 967–977, 2020.
A. A. Mohammed and H. AL-Abrrow, “The impact of empowering and transformational leadership on organizational performance and innovation: The mediating role of shared leadership and moderating role of organizational culture in the Iraqi healthcare sector,” International Journal of Organizational Analysis, vol. 31, no. 7, pp. 3532–3552, 2023, doi: 10.1108/IJOA-08-2022-3380.
Asmawati, E. Purwanda, and V. Paramarta, “Pengaruh komunikasi organisasi, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap stres kerja pada tenaga medis di rumah sakit: Tinjauan literatur,” Jurnal Manajemen Bisnis Modern, vol. 6, no. 4, 2024.
M. Taher and Taharuddin, “Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Haji Maming Alma Batulicin,” Jurnal Bisnis dan Pembangunan, vol. 13, no. 1, pp. 63–75, 2024.
Y. A. Fajri and P. W. Herman, “Hubungan beban kerja dengan kinerja petugas rekam medis RSI Ibnu Sina Bukittinggi Tahun 2024,” vol. 2, no. 2, pp. 66–72, 2024.
N. Novianti, “Hubungan beban kerja dengan kinerja karyawan di ruang filling instalasi rekam medis rumah sakit,” Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, vol. 9, no. 2, pp. 94–101, 2019, doi: 10.52395/jkjims.v9i02.159.