Login
Section Articles

Digital Learning Media Textbook Development for Elementary School Teacher Education


Pengembangan Buku Ajar Media Pembelajaran Digital Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Vol. 11 No. 2 (2026): December:

Friendha Yuanta (1), Hery Setiyawan (2)

(1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background The transition toward modern pedagogical practices necessitates pre-service educators to acquire comprehensive competencies in designing and utilizing instructional technology. Specific Background Within university curriculum structures, compulsory coursework requires systematic study materials to guide undergraduates in mastering these technological concepts. Knowledge Gap However, existing resources consist of fragmented articles and presentations lacking systematic integration of modern digital pedagogical tools specifically aligned with targeted university curriculum outcomes. Aims This research and development study seeks to produce a valid and feasible printed resource focusing on instructional technology for pre-service primary educators. Results Utilizing the ADDIE framework, evaluations yielded a 95.00% validation score from design specialists and 90.35% from content experts. Field testing involving 30 sixth-semester undergraduates demonstrated a 95.00% visual appeal rating and a 93.84% user interest score, culminating in an 89.96% overall feasibility average and successful ISBN publication. Novelty Unlike commercially available materials, this specific resource integrates contemporary digital instruction topics systematically tailored to exact higher education program outcomes. Implications Providing a standardized pedagogical foundation prepares future educators to successfully implement technology-driven instructional strategies in modern classrooms.


Highlights


  • The ADDIE framework guided the creation of a valid pedagogical resource with an overall feasibility average of 89.96 percent.




  • Content and design experts awarded validation scores exceeding 90 percent, confirming high academic quality and structural integrity.




  • Field trials involving university undergraduates yielded exceptional visual appeal and user interest ratings, resulting in successful ISBN publication.




Keywords

ADDIE Model; Instructional Technology; Teaching Materials; Pre-Service Educators; Higher Education

Downloads

Download data is not yet available.

PENDAHULUAN

Jenjang pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membangun perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Media pembelajaran menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD). Media pembelajaran dapat berupa alat, teknologi, dan metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran agar lebih efektif dan efisien [1]. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu mahasiswa memahami materi pembelajaran secara lebih mudah, termasuk konsep-konsep yang bersifat abstrak. Media pembelajaran mampu meningkatkan motivasi, minat, dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara lebih efektif [2].

Seiring perkembangan teknologi, media pembelajaran di SD tidak lagi terbatas pada buku dan papan tulis, tetapi juga melibatkan media visual, audio, multimedia interaktif, serta teknologi digital seperti aplikasi dan platform e-learning [3]. Perubahan paradigma pembelajaran di era digital menuntut calon guru sekolah dasar untuk memiliki kompetensi yang lebih komprehensif dalam pemanfaatan media pembelajaran. Calon guru tidak hanya dituntut memahami konsep dan teori media pembelajaran, tetapi juga mampu merancang, mengembangkan, serta mengimplementasikan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik. Kemampuan tersebut menjadi penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, interaktif, dan bermakna sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal [4].

Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), terdapat mata kuliah wajib yang mempelajari konsep dasar media pembelajaran di sekolah dasar. Mata kuliah ini membahas pemahaman, keterampilan, dan strategi dalam mengembangkan serta memanfaatkan berbagai media guna mendukung pembelajaran yang menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa [5]. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai konsep dasar media pembelajaran, memahami karakteristik siswa sekolah dasar dalam belajar, serta mampu merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan media pembelajaran yang inovatif dan efektif.

Untuk mendukung pembelajaran tersebut, diperlukan bahan ajar yang sistematis, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini [6]. Buku ajar merupakan salah satu sumber yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Melalui buku ajar, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih sistematis mengenai konsep, teori, dan praktik yang berkaitan dengan media pembelajaran [7]. Buku ajar juga membantu mahasiswa mempelajari materi secara mandiri, memperdalam pemahaman terhadap materi perkuliahan, serta menjadi pedoman dalam menerapkan konsep yang telah dipelajari ke dalam praktik pembelajaran [8]. Buku ajar tidak hanya berfungsi sebagai bahan referensi, tetapi juga sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum dan penentu metode pengajaran yang akan digunakan [9].

Namun, masih terdapat berbagai permasalahan di Program Studi PGSD Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Permasalahan tersebut meliputi: (1) keterbatasan buku ajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan di SD; dan (2) belum adanya buku ajar yang diterbitkan oleh dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran di SD di UWKS. Kondisi ini sejalan dengan temuan Nugroho bahwa ketiadaan buku ajar yang relevan menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi [10].

Berdasarkan kajian state of the art, penelitian terdahulu telah mengembangkan buku ajar untuk berbagai mata kuliah di PGSD, antara lain [8] yang mengembangkan buku ajar media pembelajaran bahasa Indonesia, [11] yang mengembangkan bahan ajar IPS SD dengan model 4D, serta [10] yang mengembangkan buku ajar IPS SD berbasis praktik dengan ADDIE. Gap penelitian yang ditemukan adalah belum adanya pengembangan buku ajar khusus untuk mata kuliah Media Pembelajaran di SD yang mencakup perkembangan teknologi terkini dan diterbitkan oleh institusi UWKS. Materi yang selama ini digunakan mahasiswa berupa kumpulan artikel, modul, dan slide presentasi yang bersifat parsial, tidak disusun secara sistematis, minim contoh aplikatif berbasis teknologi pembelajaran terkini, serta tidak sepenuhnya selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Buku ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini berupaya mengatasi kelemahan tersebut dengan menyajikan materi secara sistematis, disertai contoh aplikatif media pembelajaran digital terkini, serta disusun selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Media Pembelajaran di SD.

Oleh karena itu, penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar mata kuliah Media Pembelajaran di SD yang layak dan efektif digunakan untuk mahasiswa Program Studi PGSD UWKS.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku ajar cetak mata kuliah Media Pembelajaran di SD. Metode R&D dipilih karena berfokus pada proses pengembangan dan validasi produk pendidikan sehingga dapat menghasilkan produk yang layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carey [12], Model ADDIE terdiri atas lima tahapan utama, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dipilih karena memiliki langkah-langkah yang sistematis, terstruktur, dan mudah diterapkan dalam proses pengembangan bahan ajar. Setiap tahapan dalam model ADDIE memiliki keterkaitan yang erat dan membentuk suatu proses pengembangan yang sistematis serta berkelanjutan. Keterpaduan antartahap tersebut memungkinkan pengembangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan pembelajaran secara tepat, merancang produk yang sesuai dengan karakteristik pengguna, mengembangkan produk secara bertahap. Mengimplementasikannya dalam situasi pembelajaran yang nyata, serta melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas produk yang dihasilkan. Melalui proses yang terstruktur tersebut, model ADDIE mampu menghasilkan produk pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan [13]. Demikian, model ADDIE dinilai tepat digunakan dalam pengembangan buku ajar cetak mata kuliah media pembelajaran di sekolah dasar [10].

Gambar 1. Konsep Model ADDIE

Sumber: [14]

Gambar 2. Tahapan Model Pengembangan ADDIE

Sumber: [15]

A. Tahap Analisis (Analyze)

Tahap analisis merupakan tahap awal dalam model ADDIE yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pembelajaran sebagai dasar dalam pengembangan produk [16]. Pada tahap ini, analisis kebutuhan dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) semester 6. Kegiatan observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi pembelajaran, sumber belajar yang digunakan, serta kendala yang dihadapi selama proses perkuliahan. Sementara itu, wawancara dilakukan untuk menggali informasi secara lebih mendalam terkait kebutuhan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik mata kuliah dan kebutuhan mahasiswa.

Hasil analisis menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih belum didukung oleh buku ajar khusus yang disusun dan diterbitkan oleh dosen pengampu sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah dan tuntutan kurikulum yang berlaku. Mahasiswa cenderung menggunakan berbagai sumber yang terpisah seperti artikel, modul, dan materi presentasi, sehingga pemahaman terhadap materi belum diperoleh secara terstruktur dan komprehensif. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan buku ajar sistematis, relevan, dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa PGSD. Karena itu, pengembangan buku ajar pada mata kuliah media pembelajaran dipandang perlu dilakukan guna mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

B. Tahap Desain (Design)

Tahap desain merupakan tahap perencanaan yang dilakukan setelah kebutuhan pembelajaran berhasil diidentifikasi pada tahap analisis. Tahap ini bertujuan untuk merancang buku ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, karakteristik mata kuliah, serta capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyusunan struktur dan sistematika buku ajar, penentuan materi pembelajaran, perancangan tampilan, pemilihan ilustrasi dan contoh aplikatif, serta penyusunan intrumen evaluasi. Hasil dari tahap desain berupa rancangan awal (prototype) buku ajar yang akan menjadi pedoman pada tahap pengembangan. Perancangan yang sistematis dihrapkan pada tahap pengembangan. Perancangan yang sistematis diharapkan dapat menghasilkan buku ajar yang relevan, mudah dipahami, dan mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal [17]. Kegiatan tahap ini meliputi: (a) penyusunan capaian pembelajaran sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS); (b) pemilihan format dan media; serta (c) perancangan awal (initial design) buku ajar yang dikonsultasikan kepada ahli materi dan ahli media.

C. Tahap Pengembangan (Development)

Tahap Pengembangan bertujuan menghasilkan buku ajar yang telah direvisi berdasarkan masukan para ahli, Pada tahap ini dilakukan validasi oleh ahli media dan ahli materi untuk menilai kelayakan produk, kemudian hasil validasi digunakan sebagai dasar revisi sehingga diperoleh produk yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran [18].

D. Tahap Implementasi (Implementation)

Tahap implementasi merupakan tahap penerapan produk yang telah dikembangkan dan dinyatakan layak berdasarkan produk yang telah dikembangkan dan dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi ahli. Pada tahap ini, buku ajar diimplementasikan dalam proses pembelajaran pada kondisi yang sebenarnya untuk mengetahui tingkat kepraktisan, keterlaksanaan, dan respons pengguna terhadap produk yang dikembangkan. Uji coba produk dilakukaan kepada 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) semester 6 Tahun Akademik 2025/2026 sebagai subjek penelitian. Melalui kegiatan implementasi ini, peneliti memperoleh data mengenai kemudahan penggunaan buku ajar, pemahaman mahasiswa terhadap materi, serta efektivitas buku ajar dalam mendukung proses pembelajaran. Hasil implementasi selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam tahap evaluasi guna menyempurnakan produk yang dikembangkan [19].

E. Tahap Evaluasi (Evaluation)

Tahap evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman, penerimaan, dan respons mahasiswa terhadap buku ajar yang telah dikembangkan. Evaluasi dilakukan setelah tahap implementasi guna memperoleh informasi mengenai kelebihan, kekurangan, serta efektivitas produk dalam mendukung proses pembelajaran, Pada tahap ini, mahasiswa diminta mengisi angket respons pengguna yang mencakup kelayakan isi, penyajian materi, bahasa, tampilan, dan kemanfaatan buku ajar. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk mengetahui tingkat keberhasilan produk sekaligus sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan produk yang dikembangkan [20].

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: (1) observasi untuk mengamati aktivitas mahasiswa selama proses pembelajaran menggunakan buku ajar; (2) angket yang diberikan kepada validator ahli dan mahasiswa untuk memperoleh data mengenai kelayakan produk serta respons pengguna; dan (3) wawancara untuk memperoleh umpan balik, saran, dan masukan terkait pengguna buku ajar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengonversi skor hasil penilaian ke dalam bentuk presentase tingkat pencapaian yang selanjtnya diinterpresentasikan berdasarkan kategori kelayakan yang telah ditetapkan, sebagaimana disajikan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Konversi Tingkat Validasi

Sumber: Diadaptasi dari [11]

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian pengembangan ini berupa buku ajar cetak mata kuliah Media Pembelajaran di SD yang telah memperoleh nomor ISBN 978-623-7354-72-7 melalui UWKS Press. Buku ajar dikembangkan melalui lima tahapan model ADDIE dan telah melalui proses validasi oleh ahli media, ahli materi, serta uji coba kepada 30 mahasiswa semester 6 PGSD UWKS.

A. Hasil Validasi Ahli Media

Validasi ahli media dilakukan untuk memperoleh penilaian terhadap kualitas desain dan tampilan produk buku ajar yang dikembangkan. Penilaian tersebut aspek yang dinilai meliputi kesesuaian ukuran, tata letak, tipografi, penggunaan warna, ilustrasi, dan konsistensi tampilan. Hasil validasi ahli media digunakan sebagai dasar dalam melakukan revisi dan penyempurnaan produk sehingga buku ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang baik sebelum diimplementasikan dalam proses pembelajaran [21]. Berdasarkan hasil validasi, aspek media memperoleh persentase sebesar 95,00%, masuk dalam kualifikasi “Sangat Baik” dan tidak memerlukan revisi. Hasil ini menunjukkan bahwa buku ajar telah dirancang dengan tampilan yang menarik dan memenuhi standar desain media pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan [22] yang menyatakan bahwa media pembelajaran yang dirancang dengan tepat dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mahasiswa.

B. Hasil Validasi Ahli Materi

Validasi ahli materi bertujuan untuk menilai kelayakan konten buku ajar yang dikembangkan. Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek, antara lain kejelasan penyajian materi, kesesuaian isi dengan capaian dan tujuan pembelajaran, kedalaman pembahasan materi, ketepatan konsep, serta relevansi contoh-contoh yang diberikan. Hasil validasi ahli materi digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi dan penyempurnaan isi buku ajar sehingga materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik mahasiswa [23]. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase sebesar 90,35%, masuk dalam kualifikasi “Sangat Baik”. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disajikan telah sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar mata kuliah Media Pembelajaran di SD dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa sebagai calon guru SD.

C. Hasil Uji Coba kepada Audiens

Uji coba dilakukan kepada 30 mahasiswa semester 6 PGSD UWKS. Penilaian audiens mencakup dua aspek: tampilan buku ajar dan minat terhadap buku ajar. Aspek tampilan buku ajar memperoleh persentase 95,00% (Sangat Baik), sedangkan minat audiens terhadap buku ajar memperoleh 93,84% (Sangat Baik). Tingginya respons positif mahasiswa menunjukkan bahwa buku ajar mampu menarik minat dan mendorong motivasi belajar.

D. Rekapitulasi Hasil Validasi dan Pembahasan

Rekapitulasi keseluruhan hasil validasi dan uji coba buku ajar disajikan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Validasi dan Uji Coba Buku Ajar Media Pembelajaran di SD

Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil validasi dan uji coba buku ajar media pembelajaran SD menyajikan rata-rata keseluruhan hasil validasi dan uji coba mencapai 89,96%. Angka ini berada pada rentang 75%–89% yang termasuk kualifikasi “Baik” dan layak digunakan dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, buku ajar Media Pembelajaran di SD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan dari segi media, materi, tampilan, maupun minat pengguna. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengembangkan buku ajar media pembelajaran bahasa Indonesia dan dinyatakan efektif berdasarkan perbedaan signifikan hasil pre-test dan post-test (50,73 dan 85,82). Demikian pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Ana dengan judul pengembangan bahan ajar IPS SD menggunakan model 4D memperoleh hasil uji lapangan 90,88%, menunjukkan produk layak digunakan. Penelitian yang dilakukan Nugroho juga menemukan bahwa buku ajar IPS SD berbasis praktik yang dikembangkan dengan ADDIE meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan rata-rata 94,04 pada post-test.

Keberhasilan pengembangan buku ajar ini tidak terlepas dari penerapan model ADDIE yang sistematis. Tahap analisis memastikan relevansi produk dengan kebutuhan mahasiswa, tahap desain menghasilkan rancangan terstruktur, tahap pengembangan memungkinkan revisi berbasis masukan ahli, tahap implementasi memberikan data empiris pengguna, dan tahap evaluasi memvalidasi efektivitas produk [24]. Selain itu, buku ajar yang dikembangkan telah memenuhi empat aspek kelayakan menurut Muslich, yaitu kelayakan materi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikaan. Buku ajar ini menjadi kontribusi nyata bagi Program Studi PGSD UWKS dalam menyediakan bahan ajar berkualitas bagi mahasiswa calon guru SD. Dengan adanya buku ajar yang telah terstandarisasi dan ber-ISBN (978-623-7354-72-7), diharapkan mahasiswa dapat lebih siap mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran berbasis media secara efektif di kelas.

E. Hasil Buku Ajar

Sumber: [25]

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, dapat disimpulkan bahwa buku ajar mata kuliah Media Pembelajaran di SD untuk mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Wijaya Kusuma Surabaya telah berhasil dikembangkan menggunakan model ADDIE melalui lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan: (1) aspek media dari validator 95,00% (Sangat Baik); (2) aspek materi dari validator 90,35% (Sangat Baik); (3) aspek tampilan buku ajar dari audiens 95,00% (Sangat Baik); dan (4) aspek minat audiens 93,84% (Sangat Baik), dengan rata-rata keseluruhan 89,96% dalam kualifikasi “Baik” dan layak digunakan dalam pembelajaran. Buku ajar telah dicetak dan memperoleh nomor ISBN 978-623-7354-70-3 melalui UWKS Press.

Dalam proses pengembangannya, peneliti menghadapi beberapa kendala teknis, antara lain keterbatasan waktu dalam proses tata letak (layout) dan desain grafis buku ajar agar memenuhi standar penerbitan ber-ISBN, kendala penyesuaian jadwal validasi dengan ahli media dan ahli materi, serta keterbatasan akses terhadap referensi visual dan penjadwalan ulang secara bertahap dan konsultasi insentif dengan tim UWKS Press.

Penelitian ini menyarankan: (1) buku ajar hendaknya terus diperbarui seiring perkembangan teknologi media pembelajaran; (2) perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengukur efektivitas buku ajar melalui uji pre-test dan post-test secara komprehensif; dan (3) buku ajar ini dapat dijadikan referensi bagi dosen pengampu mata kuliah sejenis di perguruan tinggi lain; dan (4) keberlanjutan pengembangan buku ajar ini akan dilakukan melalui evaluasi dan revisi materi secara berkala, yaitu setiap 2-3 tahun atau ketika terjadi perkembangan teknologi pembelajaran yang signifikan, dengan melibatkan masukan dari dosen pengampu, mahasiswa pengguna, serta ahli media dan ahli materi, guna menjaga relevansi buku ajar dengan kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang telah menyediakan fasilitas penelitian dan mahasiswa semester 6 sebagai subjek penelitian, LPPM UWKS yang telah memberikan pendanaan dalam penelitan internal, serta kepada UWKS Press atas dukungan penerbitan buku ajar.

References

A. Daniyati, I. B. Saputri, R. Wijaya, S. A. Septiyani, dan Usep Setiawan, “Konsep Dasar Media Pembelajaran,” jsr, vol. 1, no. 1, hlm. 282–294, Jan 2023, doi: 10.55606/jsr.v1i1.993.

L. Munawaroh, S. Rokmanah, dan A. Syachruroji, “PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR,” JPD, vol. 14, no. 01, hlm. 170–180, Nov 2023, doi: 10.21009/jpd.v14i01.39651.

F. Yuanta dan D. A. Larasati, “Developing Canva-Based Learning Media on Maps and Class Layout for Third Graders of Elementary School,” EHDJ, vol. 8, no. 2, hlm. 66–75, Sep 2023, doi: 10.33086/ehdj.v8i2.5220.

B. D. Adventyana, H. Salsabila, L. Sati, P. B. J. Galand, dan Y. Y. Istiqomah, “Media Pembelajaran Digital sebagai Implementasi Pembelajaran Inovatif untuk Sekolah Dasar”.

D. Rachmadhani, F. Yuanta, dan H. Setiyawan, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Powerpoint Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar,” basicedu, vol. 6, no. 6, hlm. 9369–9379, Sep 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i6.4028.

H. Karyono dan M. Subandowo, “PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK BERBASIS KOMPETENSI PEDAGOGIK,” BP, vol. 15, no. 27, hlm. 35–54, Feb 2019, doi: 10.36456/bp.vol15.no27.a1792.

H. Susanto, M. Prawitasari, H. Akmal, M. M. Syurbakti, dan F. Fathurrahman, “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU AJAR MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH,” J. Pend. Ilmu Peng. Sos. Ind., vol. 8, no. 1, hlm. 1, Jan 2023, doi: 10.26737/jpipsi.v8i1.3112.

R. Mulyaningtyas, “Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Media Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa,” n.a. bhs., vol. 5, no. 1, hlm. 151–160, Apr 2020, doi: 10.32528/bb.v5i1.3070.

A. W. Pradipta dan R. Kurniawan, “Pengembangan buku ajar mata kuliah belajar dan pembelajaran berbasis moodle,” JINoP, vol. 7, no. 1, hlm. 44–54, Mei 2021, doi: 10.22219/jinop.v7i1.13856.

A. S. Nugroho, “Buku Ajar Pengembangan Pembelajaran IPS SD Berbasis Praktik untuk Mahasiswa PGSD,” Jurnal Pemikiran Pendidikan, vol. 28, no. 1, hlm. 120–1292, 055 2022, doi: https://doi.org/10.30587/didaktika.v28i1.6803.

R. F. R. Ana, “Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pembelajaran IPS SD Untuk Mahasiswa PGSD Universitas Bhinneka PGRI,” inventa, vol. 4, no. 2, hlm. 169–180, Okt 2020, doi: 10.36456/inventa.4.2.a2729.

U. Koswara, “ANALISIS INSTRUKSIONAL ARCS DAN ADDIE,” JOE, vol. 1, no. 2, Mar 2024, doi: 10.65353/r0gx2484.

U. S. S. Kasim, “Pengembangan Model ADDIE (Analisys, Design, Development, Implemetation, Evaluation),” vol. 8, 2024.

F. Yuanta dan R. Ramadamayanti, “PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO BERBASIS CAPCUT MATA PELAJARAN IPAS MATERI ORGAN PERNAPASAN PADA SISWA KELAS 5 SDN DUKUH KUPANG V SURABAYA,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 10, no. 4, hlm. 203, 2025, doi: https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.41751.

R. M. Branch, Instructional Design: The ADDIE Approach. Boston, MA: Springer US, 2009. doi: 10.1007/978-0-387-09506-6.

P. Nalaparya, Faisal, N. Simbolon, E. B. Simanjuntak, dan I. F. U. Manurung, “Pengembangan Media Song With Animation Berbasis Lectora Inspire untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 7, no. 3, hlm. 21402–21414, 2023.

M. D. Kigo, Y. V. Sayangan, dan M. D. Noge, “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL PADA TEMA LINGKUNGAN SAHABAT KITA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SEKOLAH DASAR.,” jcp, vol. 3, no. 1, hlm. 676–688, Feb 2023, doi: 10.38048/jcp.v3i1.1115.

N. Nababan, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Geogebra dengan Model Pengembangan ADDIE di Kelas XI SMAN 3 Medan,” Jurnal Pendidikan Matematika, vol. 6, no. 1, Apr 2020, Diakses: 11 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpmi/article/view/19657?utm_source=chatgpt.com

M. Artatila, A. Suprijono, A. Imron, dan R. Riyadi, “Pengembangan Media Pembelajaran Returra (Rembukan Kultur Nusantara) Card Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa KKO Pada Pembelajaran IPS Di SMPN 2 Sidoarjo,” J. Dialekt. Pendidik. IPS, vol. 3, no. 3, hlm. 149–163, Okt 2023, doi: 10.26740/penips.v3i3.56371.

C. I. A. Fiqri, “Pengembangan Buku Ajar Pada Mata Kuliah Statistika Berbasis Aplikasi SPSS Menggunakan Model ADDIE,” CONSISTAN, vol. 1, no. 02, hlm. 141–152, Des 2023, doi: 10.35897/consistan.v1i02.1181.

A. Marisa, A. Dumeva Putri, R. Agustiani, dan A. Zahra, “Proses Validasi Pengembangan Media Pembelajaran dengan iSpring 11,” WMS, vol. 17, no. 2, hlm. 45–55, Agu 2024, doi: 10.23887/wms.v17i2.75130.

L. Syupriyanti dan D. Desyandri, “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif Adobe Flash di Kelas IV Sekolah Dasar,” JIPPSD, vol. 5, no. 2, hlm. 149, Des 2021, doi: 10.24036/jippsd.v5i2.114568.

S. Maryam, M. Lubis, dan D. G. S. Haraha, “Bahan Ajar Interaktif Bermuatan Karakter Lokal dan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pembelajar SD,” educatio, vol. 9, no. 4, hlm. 1791–1799, Okt 2023, doi: 10.31949/educatio.v9i4.5712.

Y. Wulandari, F. Feniareny, R. Rizhardi, dan M. Prasrihamni, “Pengembangan Bahan Ajar Membaca Permulaan Berbasis Kartu Huruf Untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar,” JIPPSD, vol. 7, no. 1, hlm. 25, Jan 2023, doi: 10.24036/jippsd.v7i1.120318.

H. Setiyawan dan F. Yuanta, Desain Media Pembelajaran Yang Menarik Dengan Canva. Surabaya Jawa Timur Indonesia: UWKS PRESS.