Difla Alfi Khoirotun Nisa (1), Muslimin Nulipata (2), Desita Dyah Damayanti (3)
General Background The industrial 4.0 era and society 5.0 concepts have transformed global professional dynamics, requiring individuals to possess adaptable skills and mature long-term professional strategies. Specific Background Despite the critical nature of these preparations, numerous university students remain without structured professional directions, as evidenced by high unemployment rates and occupational misalignment. Knowledge Gap While prior literature frequently addresses high school populations and family-centric assistance, research specifically targeting undergraduate populations and broader social support frameworks remains limited. Aims This study investigates how social support, including assistance from peers, family, and educational institutions, shapes the career planning processes of students at the University of Muhammadiyah East Kalimantan. Results Quantitative correlational analysis reveals that social support is a significant predictor of career planning (t = 22.984; p < 0.05), accounting for 58.6% of the variance in student planning outcomes. Novelty This study validates the strong positive relationship between external social resources and individual career preparation, providing a scientific basis for developing more targeted university career guidance services. Implications Educational institutions must strengthen mentoring and professional development services, while students should proactively utilize their surrounding social networks as vital sources of motivation and professional direction.
Highlights
External social resources account for a significant majority of variance in individual career preparation outcomes.
Undergraduate populations require specific professional mentoring to bridge the gap between academic programs and industry demands.
High levels of perceived attention and acceptance from social environments correlate positively with mature professional strategies.
Keywords
Career Planning; Social Support; University Students; Professional Development; Guidance Services
Perkembangan pada era industri 4.0 beserta penerapan konsep society 5.0 telah memunculkan transformasi yang signifikan pada dinamika dunia kerja, yang menjadi semakin kompetitif, cepat berubah, serta penuh ketidakpastian. Transformasi ini menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi, mengembangkan keterampilan relevan, dan merencanakan arah karir secara matang [1]. Mahasiswa, sebagai kelompok yang berada pada fase transisi menuju dunia profesional, di tuntut untuk memiliki kesiapan dalam menentukan pilihan karir, baik berupa melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kompetensi profesional tertentu. Pada tahap perkembangan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun rencana karir yang jelas sebagai bentuk kesiapan mental, emosional, dan serta rencana karir yang matang [2].
Meskipun perencanaan karir merupakan aspek penting, kondisi aktual memperlihatkan jika tidak sedikit mahasiswa di Indonesia belum mempunyai arah karir yang terstruktur. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, TPT secara nasional pada Februari 2025 berada pada 4,76%, sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi TPT tercatat sebesar 6,23% [3]. Temuan ini diperkuat oleh laporan Kompas, yang menyebutkan bahwa 80% mahasiswa bekerja di bidang yang tidak selaras dengan program Penelitian yang ditempuh, sehingga mencerminkan ketidaktepatan orientasi karir [4].
Berbagai penelitian turut menunjukkan bahwa tingkat perencanaan karir mahasiswa masih belum optimal. Dari 68 mahasiswa tingkat akhir, 19% tergolong dalam kategori sedang dan 1% tergolong pada kategori rendah dalam perencanaan karir [5]. 61% berada pada kategori sedang dalam perencanaan karir, 25% tinggi, serta 14% rendah [6]. Data tersebut menegaskan bahwa masih banyak mahasiswa yang membutuhkan dukungan dalam menyusun rencana karir secara lebih matang dan realistis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya sejumlah faktor krusial yang berpotensi memengaruhi proses perencanaan karir mahasiswa, salah satunya ialah keberadaan dukungan sosial.
Dukungan sosial dipandang sebagai elemen krusial yang berkontribusi terhadap proses perencanaan karir. Dukungan sosial dipahami sebagai persepsi individu terhadap perhatian, penerimaan, bantuan, serta kepedulian yang diberikan oleh lingkungan sosialnya, termasuk keluarga, teman sebaya, maupun institusi pendidikan. Keberadaan dukungan sosial dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri, harga diri, serta keyakinan individu dalam mengambil keputusan karir [7]. Dukungan sosial orang tua berpengaruh yakni sebesar 38,4% terhadap perencanaan karir siswi [8]. Adanya hubungan positif antara dukungan keluarga serta perencanaan karir, adapun nilai koefisien korelasi yakni 0,788 [9]. Selain itu, dukungan dari teman sebaya berhubungan positif dengan perencanaan karir (r = 0,358) [10], dan penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa dukungan orang tua mampu meningkatkan keyakinan remaja dalam menentukan pilihan karir [11].
Meskipun sejumlah penelitian telah mengkaji hubungan dukungan sosial dengan perencanaan karir, mayoritas fokus penelitian masih pada subjek siswa SMA atau remaja. Penelitian yang secara khusus menyoroti mahasiswa sebagai individu yang sedang berada dalam fase menuju dunia kerja terbilang masih terbatas. Selain itu, penelitian terdahulu lebih menyoroti pengaruh dukungan sosial berasal dari keluarga dan teman sebaya, sementara konteks dukungan sosial secara lebih luas belum banyak dikaji secara mendalam. Berdasarkan temuan tersebut, dapat diidentifikasi adanya kesenjangan penelitian yang menunjukkan bahwa masih belum banyak riset yang secara khusus mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir pada mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut serta memperluas pemahaman mengenai bagaimana dukungan sosial dari berbagai pihak dapat berkontribusi terhadap proses perencanaan karir mahasiswa.
Hasil wawancara dengan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur memperkuat fenomena tersebut. Mahasiswa menyampaikan bahwa mereka masih mengalami kebingungan dalam menentukan karir dan belum memiliki gambaran mengenai bidang pekerjaan yang ingin ditekuni. Selain itu, mereka juga mengaku belum memahami langkah-langkah penting yang harus ditempuh untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Minimnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar turut menjadi faktor yang menyebabkan mahasiswa kesulitan mengenali potensi diri serta mengambil keputusan karir yang tepat. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan karir mahasiswa masih tergolong rendah.
Melihat permasalahan di atas, Penelitian ini menjadi penting dilaksanakan guna mengetahui sejauh mana dukungan sosial berpengaruh terhadap perencanaan karir pada mahasiswa. Adapun, temuan studi diharapkan mampu menjadi dasar Ilmiah pengembangan layanan bimbingan karir di perguruan tinggi agar lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir pada mahasiswa. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir mahasiswa. Dukungan sosial berperan sebagai sumber bantuan dari lingkungan yang dapat mendukung perencanaan karir di masa depan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang berjumlah sekitar 12.000 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan yang merekomendasikan ukuran sampel sebanyak 375 responden untuk populasi dalam rentang tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi mahasiswa yang berstatus aktif dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian dengan mengisi kuesioner. Penggunaan teknik ini dipertimbangkan karena mampu membantu peneliti memperoleh responden yang sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik yang dibutuhkan.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan skala Likert lima poin yang terdiri atas pilihan jawaban Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Kuesioner disebarkan melalui dua metode, yaitu secara daring menggunakan Google Form dan secara luring menggunakan lembar kuesioner cetak untuk menjangkau responden yang memiliki keterbatasan akses internet. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan adaptasi dari [12], yang terdiri atas skala perencanaan karir dan skala dukungan sosial. Masing-masing skala terdiri dari 15 item yang telah dinyatakan valid berdasarkan hasil uji validitas sebelumnya. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,712 pada skala perencanaan karir dan 0,609 pada skala dukungan sosial. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang memadai karena melebihi batas minimum 0,60, sehingga layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini.
Teknik analisis data yang diterapkan pada penelitian ini ialah regresi linier sederhana. Regresi linier sederhana ialah suatu metode analisis statistik yang mempelajari pola keterkaitan antara dua variabel, yakni satu variabel independen (X) serta satu variabel dependen (Y) [13]. Dengan demikian, analisis regresi linier sederhana dipakai guna menguji pengaruh dukungan sosial (variabel independen) terhadap perencanaan karir (variabel dependen) pada mahasiswa. Sebelum analisis regresi dilakukan, peneliti terlebih dahulu melaksanakan rangkaian uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, dan uji linearitas. Uji normalitas bertujuan untuk menentukan apakah data penelitian berdistribusi normal. Sedangkan uji linearitas, bertujuan menentukan apakah hubungan variabel bebas dan variabel terikat bersifat linier secara signifikan. Jika data sesuai dengan ketentuan uji prasyarat analisis, maka dilaksanakan uji hipotesis untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir mahasiswa.
A.Hasil Penelitian
1.Karakteristik Responden
Karakteristik responden pada studi disajikan guna menyuguhkan gambaran terkait keragaman latar belakang demografis responden yang berpartisipasi. Analisis karakteristik ini dilakukan guna menjelaskan profil responden. Karakteristik tersebut mencakup jenis kelamin, usia, jurusan, serta angkatan. Adapun karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Karakteristik Jenis Kelamin
Pada tabel 1, distribusi responden menurut jenis kelamin memperlihatkan jika mayoritas responden merupakan perempuan, yaitu berjumlah 225 orang atau sebesar 60%, sedangkan pada laki-laki berjumlah 150 orang atau sebesar 40%.
Tabel 2. Karakteristik Usia
Selanjutnya pada tabel 2, distribusi responden berdasarkan kelompok usia memperlihatkan bahwa rentang usia 21-25 tahun mendominasi jumlah responden dengan total 297 orang atau sebesar 79%. Kemudian, responden yang berusia 16-20 tahun yakni 76 orang atau sebesar 20%, sedangkan responden berusia 26-30 tahun memiliki responden paling rendah, yaitu 2 orang atau sebesar 1%.
Tabel 3. Karakteristik jurusan
Pada tabel 3, distribusi responden berlandaskan jurusan menunjukkan bahwa mayoritas responden dari jurusan Manajemen berjumlah 149 orang (40%), diikuti oleh jurusan Psikologi berjumlah 64 orang (17%), jurusan Hukum berjumlah 37 orang (10%), jurusan Akuntansi berjumlah 23 orang (6%), jurusan Teknik Mesin berjumlah 22 orang (6%), jurusan Hubungan Internasional berjumlah 16 orang (4%), jurusan Kesehatan Masyarakat dan Teknik Informatika masing-masing berjumlah 14 orang (4%), serta Farmasi sebanyak 10 orang (3%). Adapun jumlah responden yang berasal dari jurusan Kedokteran, Keperawatan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Olahraga, Teknik Sipil, dan Kesling relatif lebih sedikit, dengan persentase berkisar antara 0% hingga 2%.
Tabel 4. Karakteristik angkatan
Kemudian pada tabel 4, distribusi responden berdasarkan angkatan memperlihatkan bahwa angkatan 2022 mendominasi jumlah responden dengan total 199 orang (53%). Selanjutnya, responden angkatan 2023 berjumlah 101 orang (27%), diikuti oleh angkatan 2024 sebanyak 41 orang (11%) dan angkatan 2025 sebanyak 30 orang (8%). Sementara itu, responden dari angkatan 2021 berjumlah 3 orang (1%), sedangkan angkatan 2020 merupakan angkatan dimana hanya terdiri atas 1 orang (0%).
2.Hasil Uji Deskriptif
Analisis statistik deskriptif adalah teknik analisis yang berguna untuk menggambarkan karakteristik data penelitian melalui berbagai ukuran statistik, seperti nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum. Analisis ini bertujuan memberikan gambaran umum mengenai data yang diperoleh tanpa melakukan pengujian hipotesis atau penarikan kesimpulan terhadap populasi yang lebih luas [14]. Adapun hasil uji deskriptif yakni:
Tabel 5. Hasil Uji Deskriptif
Pada tabel 5, hasil analisis deskriptif memperlihatkan jika variabel dukungan sosial mempunyai skor rata-rata sebesar 63,25 dengan skor minimum 29, skor maksimum 75, dan standar deviasi sebesar 5,711. Adapun variabel perencanaan karir memiliki skor rata-rata sebesar 64,30 dengan skor minimum 40, skor maksimum 75, dan standar deviasi sebesar 4,963. Kedua variabel memiliki jumlah responden yang sama, yaitu sebanyak 375 orang.
3.Kategorisasi Skor Variabel
Tabel 6. Kategorisasi Skor Variabel Perencanaan Karir
Berdasarkan Tabel 6, sebagian besar responden berada pada kategori perencanaan karir sangat tinggi (78%), diikuti kategori tinggi (18%), sedangkan kategori sedang hingga sangat rendah hanya mencakup sebagian kecil responden. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat perencanaan karir yang sangat baik.
Tabel 7. Kategorisasi Skor Variabel Dukungan Sosial
Selanjutnya, pada tabel 7, hasil kategorisasi skor variabel Dukungan Sosial, mayoritas responden menempati kategori sangat tinggi, yaitu sebanyak 273 orang (73%). Kemudian, sebanyak 84 orang (22%) berapa pada kategori tinggi, 12 orang (3%) berada pada kategori sedang, serta masing-masing 3 orang (1%) berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Temuan itu memperlihatkan jika kebanyakan responden mempunyai tingkat dukungan sosial sangat tinggi.
4.Hasil Uji Asumsi Klasik
a.Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan guna mengetahui apakah data penelitian atau residual pada model regresi berdistribusi normal. Model regresi yang baik yaitu model yang residualnya terdistribusi secara normal atau mendekati normal [14]. Pengujian ini bisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan memenuhi asumsi normalitas jika nilai signifikansi (Sig. > 0,05).
Pada uji normalitas yang telah dilaksanakan pada penelitian ini, hasil pengujian awal menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov memperlihatkan jika data tidak berdistribusi normal dimana nilai Asymp. Sig. = 0,002 < 0,05. Oleh karena itu, dilakukan pengujian lanjutan menggunakan pendekatan Monte Carlo. Metode Monte Carlo merupakan teknik simulasi yang digunakan untuk mengestimasi nilai signifikansi (p-value) melalui pengambilan sampel secara acak dan berulang dari seluruh kemungkinan hasil yang terjadi [15]. Pendekatan ini menghasilkan estimasi p-value yang mendekati exact p-value sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan pendekatan asimtotik pada kondisi tertentu. Dengan demikian, keputusan normalitas data dalam penelitian ini selanjutnya didasarkan pada nilai Monte Carlo Sig. (2-tailed), dimana data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai Sig. > 0,05. Sehingga hasil pengujian normalitas tersebut bisa dilihat pada:
Tabel 8. Hasil Uji Normalitas
Hasil uji normalitas pada Tabel 8 menunjukkan nilai signifkansi Monte Carlo sebesar 0,104, yang lebih besar dari 0,05,sehingga residual berdistribusi normal. Dengan terpenuhinya asumsi ini, data layak digunakan untuk analisis statistic selanjutnya.
b.Uji linearitas
Uji linearitas berguna memastikan bahwa hubungan variabel independen dan variabel dependen membentuk pola hubungan yang linear. Pengujian ini perlu dilakukan karena analisis regresi mengasumsikan adanya hubungan yang linear antar variabel, sehingga hasil analisis yang didapat bisa memberikan estimasi yang lebih tepat dan akurat [14]. Adapun hasil uji linearitas yakni:
Tabel 9. Hasil Uji linearitas
Pada tabel 9, hasil uji linearitas diperoleh nilai Deviation from linearity sebesar 0,762. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan jika hubungan antar variabel dukungan sosial dan variabel perencanaan karir bersifat linear. Hal ini menunjukkan jika asumsi linearitas pada penelitian telah terpenuhi serta dianggap layak guna dilanjutkan ke tahap analisis berikutnya.
5.Uji Hipotesis
a.Analisis Regresi Linear Sederhana
Setelah seluruh asumsi dalam uji prasyarat analisis terpenuhi, pengujian hipotesis dilaksanakan melalui analisis regresi linear sederhana. Analisis ini meliputi uji Koefisien Determinasi (R2), uji - F serta uji - T. Melalui pengujian tersebut, bisa diketahui besarnya kontribusi variabel dukungan sosial pada penjabaran variabel perencanaan karir, tingkat kelayakan model regresi, serta signifikansi pengaruh variabel dukungan sosial terhadap variabel perencanaan karir.
b.Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji R2 bertujuan mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang ditunjukkan melalui kemampuan model regresi dalam menjabarkan variasi data. Nilai R2 berada pada rentang 0 – 1, dimana nilai yang lebih besar mengindikasikan kemampuan penjelasan model yang lebih baik terhadap variabel dependen [14]. Adapun hasil uji (R2) yakni:
Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pada tabel 10, hasil uji R2 didapat nilai R Square sebesar 0,586. Nilai tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 58,6% terhadap perencanaan karir, sedangkan sisanya sebesar 41,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,766 juga menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel independen dan variabel dependen.
c.Uji - F (Simultan)
Uji - F (Simultan) bertujuan menguji variabel independen terhadap variabel dependen dengan simultan pada model regresi. Model regresi dianggap memenuhi kelayakan apabila nilai signifikansi yang di dapat <0,05. Sehingga, seluruh variabel independen yang diuji secara bersama-sama bisa menjelaskan variabel dependen [14]. Temuan uji - F yang didapat yakni:
Tabel 11. Uji – F (Simultan)
Pada tabel 11, hasil uji - F diperoleh nilai F hitung sebesar 528,253 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan layak. Dengan demikian, variabel dukungan sosial mampu menjelaskan variabel perencanaan karir secara signifikan.
d.Uji - T (Parsial)
Uji t (parsial) dalam regresi digunakan untuk menilai pengaruh masing-masing variable independen terhadap variable dependen secara individual. Uji ini menentukan apakah setiap variable independen memberikan kontribusi signifikan dalam menjelaskan perubahan variable dependen dengan variable lain dianggap konstan. Uji - t bertujuan untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 0,05. Apabila nilai signifikansi <0,05, maka variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen [14]. Adapun hasil uji – T tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 12. Uji – T (Parsial)
Pada tabel 12, hasil uji - t diperoleh persamaan regresi Y = 22,224 + 0,665 X. Konstanta sebesar 22,224 mengidentifikasi bahwa ketika variabel dukungan sosial bernilai nol, maka nilai perencanaan karir diperkirakan sebesar 22,224. Sementara itu, koefisien regresi dukungan sosial yakni 0,665 menjabarkan terdapatnya hubungan positif, yang berarti setiap peningkatan satu satuan pada dukungan sosial akan diikuti oleh peningkatan perencanaan karir sebesar 0,665 satuan. Nilai t hitung 22,984 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan jika dukungan sosial berpengaruh signifikan pada perencanaan karir. Sehingga, hipotesis penelitian (H1), yang menyatakan terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir pada mahasiswa diterima.
B.Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana yang telah dilakukan, penelitian ini menunjukkan jika dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karir pada mahasiswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 22,984 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai 528,253 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima bahwa dukungan social berpengaruh terhadap perencanaan karir mahasiswa. Besarnya pengaruh tersebut ditunjukkan oleh nilai R2 sebesar 0,586. Nilai tersebut menunjukkan jika dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 58,6% terhadap perencanaan karir mahasiswa. Secara statistik, hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki kontribusi yang cukup kuat terhadap perencanaan karir mahasiswa. Hasil analisis regresi juga menghasilkan persamaan Y = 22,224 + 0,665 X. Nilai konstanta sebesar 22,224 menunjukkan bahwa ketika dukungan sosial bernilai nol, maka perencanaan karir diperkirakan berada pada angka 22,224. Sementara itu, koefisien regresi sebesar 0,665 menunjukkan arah hubungan yang positif, yang berarti setiap peningkatan satu satuan dukungan sosial akan diikuti oleh peningkatan perencanaan karir sebesar 0,665 satuan. Hasil tersebut mengindikasikan jika dukungan sosial termasuk faktor yang berperan penting pada tahap perencanaan karir mahasiswa. Semakin besar dukungan sosial yang diterima mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan mahasiswa dalam menyusun dan mengembangkan perencanaan karirnya. Temuan ini sejalan dengan penelitian [16] yang menunjukkan bahwa individu dengan dukungan social tinggi memiliki perencanaan karir yang lebih baik dibandingkan mereka yang dukungan sosialnya rendah.
Hasil kategorisasi dukungan sosial menunjukkan jika kebanyakan responden berada pada kategori sangat tinggi yaitu yakni 273 mahasiswa (73%), dan 84 mahasiswa (22%) berada pada kategori tinggi. Temuan itu memperlihatkan jika kebanyakan mahasiswa merasa memperoleh dukungan sosial yang baik, seperti perhatian, bantuan, arahan, serta penghargaan dari lingkungan sosialnya. Dukungan sosial yang diperoleh individu melalui hubungan sosial bisa memberikan rasa aman, meningkatkan keyakinan diri, serta membantu individu menghadapi berbagai perkembangan [17]. Kondisi tersebut mengindikasikan jika mahasiswa yang menjadi responden pada penelitian mempunyai sumber daya sosial yang cukup baik untuk membantu mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang memaparkan jika dukungan sosial berperan dalam memberikan motivasi, arahan, dan dorongan positif kepada individu dalam mempersiapkan masa depan karirnya. Dengan adanya dukungan sosial yang tinggi, mahasiswa cenderung merasa lebih percaya diri dan optimis dalam merencanakan masa depannya [18].
Selanjutnya, hasil kategorisasi perencanaan karir menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 293 mahasiswa (78%), dan 69 mahasiswa (18%) berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut memperlihatkan jika kebanyakan mahasiswa telah mempunyai tujuan karir yang cukup jelas serta memiliki kesiapan dalam menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan karir mencakup kemampuan individu dalam memahami potensi diri, menentukan tujuan karir, serta menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut [19]. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menjelaskan jika individu yang memperoleh dukungan sosial yang baik cenderung mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam menyusun perencanaan karir. Dukungan yang diberikan lingkungan sosial membantu individu mengenali potensi dirinya, memahami berbagai peluang yang tersedia, serta meningkatkan keyakinan dalam menentukan arah masa depan yang ingin dicapai [20].
Secara psikologis, hubungan antara dukungan sosial dan perencanaan karir dapat dijelaskan melalui fungsi dukungan sosial sebagai sumber daya eksternal yang membantu individu menghadapi berbagai tuntutan perkembangan. Mahasiswa yang memperoleh dukungan sosial cenderung mendapatkan bantuan emosional berupa perhatian dan penerimaan, bantuan informasional berupa arahan dan saran, serta bantuan penghargaan yang meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Dukungan tersebut membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam mengeksplorasi berbagai pilihan karir, mencari informasi mengenai dunia kerja dan menetapkan tujuan karir yang realistis sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Temuan tersebut didukung oleh penelitian yang menjelaskan jika dukungan sosial mempunyai dampak krusial dalam proses pengambilan keputusan karir [2]. Individu yang memperoleh dukungan sosial yang baik cenderung lebih mudah menentukan pilihan karir karena memperoleh bantuan emosional, informasi, dan penghargaan dari lingkungannya. Dengan demikian, dukungan sosial berfungsi sebagai sumber psikologis, serta berperan dalam membantu mahasiswa menyusun perencanaan karir secara lebih terarah.
Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh terhadap perencanaan karir mahasiswa, masih terdapat beberapa keterbatasan selama proses penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua metode yaitu secara online dan offline, sehingga peneliti tidak dapat sepenuhnya mengontrol kondisi maupun keseriusan responden saat mengisi kuesioner penelitian. Selain itu, pada proses pengumpulan data secara offline, peneliti mengalami kendala berupa keterbatasan waktu responden untuk berpartisipasi dalam penelitian karena sebagian besar responden memiliki aktivitas akademik maupun kegiatan lainnya yang harus diprioritaskan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengumpulan data berlangsung lebih lama dari yang direncanakan karena peneliti harus menyesuaikan waktu penyebaran kuesioner dengan ketersediaan responden. Penelitian ini juga hanya berfokus pada satu variabel independen, yakni dukungan sosial, dimana hasil koefisien determinasi sebesar 41,4% sehingga masih ada faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi perencanaan karir mahasiswa namun belum dikaji dalam penelitian ini. Sehingga, penelitian selanjutnya diharapkan bisa mempertimbangkan variabel lain yang relevan guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir pada mahasiswa.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dukungan social berpengaruh terhadap perencanaan karir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Semakin tinggi dukungan social yang diterima, semakin baik perencanaan karir mahasiswa, karena dukungan dari keluarga, teman, dosen, dan lingkungan sekitar memberikan arahan, motivasi, serta memperkuat keyakinan dalam menyusun tujuan karir secara terpisah. Kondisi tersebut juga tercermin dari karakteristik responden yang mayoritas berada pada kategori sangat tinggi baik pada variabel dukungan sosial maupun perencanaan karir. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 58,6% terhadap perencanaan karir mahasiswa, sehingga tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap perencanaan karir mahasiswa telah tercapai.
Terdapat beberapa implikasi dalam penelitian ini. Secara teoritis, temuan penelitian ini memperkuat kajian dalam bidang psikologi pendidikan dan pengembangan karir yang menjelaskan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam membantu mahasiswa menyusun perencanaan karir. Secara praktis, hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan dari keluarga, teman sebaya, dosen, dan lingkungan kampus berperan penting dalam membantu mahasiswa merencanakan karir secara lebih matang. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat layanan bimbingan karir, mentoring, pengembangan diri, serta jejaring dengan alumni dan dunia kerja guna meningkatkan kesiapan karir mahasiswa. Dukungan sosial tersebut tidak hanya memperbaiki perencanaan karir, tetapi juga mendukung kesiapan lulusan menghadapi persaingan dunia kerja.
Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan dukungan sosial yang tersedia sebagai sumber informasi, motivasi, dan arahan dalam menyusun perencanaan karir. Kemudian bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian serupa dan disarankan mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi perencanaan karir mahasiswa secara lebih komprehensi, seperti efikasi diri karir (career self-efficacy), kematangan karir (career maturity), motivasi berprestasi, kemampuan pengambilan keputusan karir, maupun adaptabilitas karir (career adaptability). Dengan demikian, penelitian selanjutnya diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai faktor yang berperan dalam pembentukan perencanaan karir mahasiswa.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, khususnya Fakultas Psikologi, yang telah memberikan dukungan dan fasilitas selama proses penelitian ini berlangsung. Penulis juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang telah bersedia menjadi responden dan meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada dosen pembimbing, rekan-rekan, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan, masukan, dukungan, dan motivasi selama proses penyusunan hingga penyelesaian penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam bidang perencanaan karir dan dukungan sosial pada mahasiswa.
[1] Suherman, Musnaini, H. Wijoyo, and I. Indrawan, Industry 4.0 Vs Society 5.0. Jawa Tengah, Indonesia: CV Pena Persada, 2020
[2] Prayoga, M. I. Syahreza, M. A. Ramadhani, and A. A. Darmawan, “Pengaruh dukungan sosial terhadap keputusan karier: The influence of social support on career decisions,” KOPENDIK: Jurnal Ilmiah KOPENDIK (Konseling Pendidikan), vol. 2, no. 1, pp. 29–33, 2023.
[3] Badan Pusat Statistik. (2025, Februari 5). Unemployment rate was 4.76 percent; The average wage of employees was 3.09 million rupiah. Diambil dari: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/05/05/2432/unemployment-rate-was-4-76-percent--the-average-wage-of-employees-was-3-09-million-rupiah-.html
[4] Kompas. (2021, November 9). 80 persen mahasiswa tidak bekerja sesuai jurusan kuliah. Diambil dari: https://www.kompas.com/edu/read/2021/11/09/09 57 31171/80-persen- mahasiswa-tidak-bekerja-sesuai-jurusan-kuliah
[5] A. K. Dewi, V. L. Perdana Sutrisno, and Y. Estriyanto, “Gambaran perencanaan karir mahasiswa akhir pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret,” JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan, vol. 18, no. 1, pp. 72–85, 2025, doi: 10.20961/jiptek.v18i1.89728.
[6] N. Annisa and K. P. Alamanda, “Studi deskriptif perencanaan karir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Kota Samarinda,” Borneo Student Research, vol. 3, no. 1, pp. 1101–1107, 2021.
[7] N. O. Y. Abdullah and S. Roslan, ‘The Relationship between Perceived Social Support, Self-Esteem and Career Decision Self-Efficacy among First Year Undergraduate Students’, Int. J. Acad. Res. Bus. Soc. Sci., vol. 11, no. 8, p. Pages 845-859, Aug. 2021, doi: 10.6007/IJARBSS/v11-i8/10782.
[8] F. F. Syarafina and R. Andriani, ‘Pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap perencanaan karir siswa serta implikasi dalam layanan bimbingan dan konseling’, vol. 3, no. 2, 2023.
[9] D. Safitri, “Hubungan dukungan keluarga terhadap perencanaan karir siswa di SMA Negeri 2 Sungai Selan,” IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education, vol. 6, no. 1, pp. 26–33, 2025, doi: 10.32923/ijoce.v6i1.5379.
[10] I. Yustiana and M. Nurwahidin, “Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap perencanaan karir pada siswa di SMA Negeri 2 Kotaagung Tahun Ajaran 2023/2024,” Sigma-Mu, vol. 15, no. 2, pp. 8–23, 2023.
[11] N. Hidayatussani, S. Fitriana, and D. Maulia, “Hubungan dukungan sosial orang tua terhadap perencanaan karir remaja karang taruna,” Journal for Lesson and Learning Studies, vol. 4, no. 1, pp. 107–111, 2021.
[12] Y. T. Amanda, “Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 1445 H/2023 M,” Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia, 2023.
[13] Nurhaswinda, D. P. Egistin, M. Y. Rauza, Rahma, R. H. Ramadhan, S. Ramadani, and Wahyuni, “Analisis regresi linier sederhana dan penerapannya,” Jurnal Cahaya Nusantara, vol. 1, no. 2, pp. 69–78, 2025
[14] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate, 10th ed. Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2021.
[15] C. R. Mehta and N. R. Patel, IBM SPSS Exact Tests. Armonk, NY, USA: IBM Corporation, 2013.
[16] S. Junita, A. Said, and Z. Ardi, “The relationship of parental social support to student career planning,” Jurnal Neo Konseling, vol. 2, no. 1, 2020, doi: 10.24036/00251kons2020.
[17] C. Cutrona and D. W. Russell, “The provisions of social relationships and adaptation to stress,” Advances in Personal Relationships, vol. 1, no. 1, pp. 37–67, 1987.
[18] P. A. Lestari, “Pengaruh peran orang tua terhadap perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pangkal Pinang,” IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education, vol. 6, no. 1, pp. 17–25, 2025, doi: 10.32923/ijoce.v6i1.5367.
[19] J. M. Dillard, Lifelong Career Planning. Columbus, OH, USA: Merrill, 1985.
[20] M. S. Rambe, M. Darwis, and A. H. Siregar, “Relationship of parental social support with adolescent career planning,” Jurnal Konseling dan Pendidikan, vol. 12, no. 1, pp. 66–75, 2024, doi: 10.29210/1106100.