Login
Section Business and Economics

General Ledger Financial Reporting Administration Evaluation in Village-Owned Enterprises


Evaluasi Administrasi Pelaporan Keuangan Buku Besar pada Perusahaan Milik Desa
Vol. 11 No. 1 (2026): June :

Akhmad Mulyadi (1), Syamsudduha Syahrorini (2)

(1) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Village-Owned Enterprises (BUMDes) function as strategic institutions supporting rural economic independence through accountable business management, where reliable financial administration is essential for transparency and decision-making. Specific Background: Within accounting systems, the general ledger serves as the central record of financial transactions prior to the preparation of formal financial statements, making it a critical component of financial reporting administration. Knowledge Gap: Despite its widespread adoption, the implementation of general ledger–based financial reporting systems in BUMDes contexts still presents operational challenges and has not been sufficiently examined through qualitative evaluation at the institutional level. Aims: This study evaluates the general ledger–based financial reporting administration system implemented at BUMDes Arjuna Lestari in Jatiarjo Village, Prigen District, Pasuruan Regency. Results: Using a descriptive qualitative approach with interviews, observation, and documentation studies, the findings indicate that the system supports structured recording of financial transactions and improves traceability of financial data. However, several constraints remain, including limited human resources, continued reliance on manual recording practices, and standard operating procedures that are not yet fully optimized. Novelty: The study provides an in-depth qualitative examination of operational practices and constraints within a village-level financial administration system utilizing a general ledger framework. Implications: The findings suggest the need for capacity development among BUMDes managers, standardized accounting procedures, and the adoption of simple digital financial applications to strengthen the quality and reliability of financial reporting.


Highlights:




  • Structured transaction documentation and improved data traceability were observed in organizational accounting practices.




  • Operational constraints include limited managerial capacity, manual bookkeeping practices, and incomplete procedural standards.




  • Strengthening managerial skills and adopting simple digital accounting tools are recommended for better reporting quality.




Keywords: BUMDes, Financial Administration System, Financial Reporting, General Ledger, Descriptive Qualitative

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong suatu organisasi untuk mengadopsi sistem administrasi keuangan yang terintegrasi guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan [1], [2], [3], [4], [5], [6]. Pelaporan keuangan yang akurat dan tepat waktu sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial serta bentuk pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan. Salah satu komponen utama dalam sistem akuntansi adalah general ledger yang berfungsi sebagai pusat pencatatan seluruh transaksi keuangan sebelum disajikan dalam laporan keuangan [7]. Meskipun sistem general ledger telah banyak diterapkan, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, serta ketidaksesuaian antara data transaksi dan laporan keuangan [8], [9]. Oleh karena itu, evaluasi terhadap sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger menjadi penting untuk menilai sejauh mana sistem tersebut berjalan efektif dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi sistem dengan pendekatan kualitatif deskriptif guna memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap proses dan kendala yang terjadi di lapangan [9], [10], [11] .

BUMDes sebagai badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh desa memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa [12], [13]. Keberhasilan pengelolaan BUMDes sangat dipengaruhi oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel [5], [14], [15], [16]. Pelaporan keuangan yang baik menjadi instrumen utama dalam memastikan kepercayaan masyarakat dan pemerintah desa terhadap kinerja BUMDes. BUMDes Arjuna Lestari yang berlokasi di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan mengelola beberapa unit usaha berbasis potensi lokal desa, yakni tempat wisata jendela langit. Wisata kampung kopi, peternakan ayam, air isi ulang. Dalam operasionalnya, BUMDes telah menerapkan sistem administrasi keuangan berbasis general ledger sebagai dasar pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Namun, seiring dengan meningkatnya kompleksitas usaha, diperlukan evaluasi terhadap sistem yang diterapkan untuk memastikan efektivitas dan keandalannya [12], [17], [2], [18], [19]. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger pada BUMDes Arjuna Lestari.

Penelitian ini dibandingkan dengan beberapa penelitian sebelumnya pada umumnya membahas akuntabilitas pengelolaan dana desa dan transparansi laporan keuangan BUMDes, akan tetapi secara spesifik belum mengevaluasi sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger. Selain itu, pendekatan evaluasi sistem menggunakan kerangka Input–Process–Output (IPO) masih jarang digunakan dalam studi BUMDes. Berdasarkan itu, penelitian ini mengkaji sistem general ledger sebagai instrumen tata kelola keuangan BUMDes yang mendukung prinsip good governance dan akuntabilitas dana desa.

Kebaruan pada penelitian ini terletak pada pendekatan evaluasi sistem administrasi pelaporan keuangan BUMDes yang tidak hanya menilai aspek tata kelola secara normatif, tetapi juga menganalisis secara sistematis mekanisme pencatatan transaksi melalui sistem general ledger. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang umumnya lebih berfokus pada transparansi dana desa atau implementasi sistem akuntansi sederhana, dalam penelitian ini mengintegrasikan evaluasi sistem pencatatan keuangan menggunakan kerangka Input–Process–Output (IPO) serta mengaitkannya secara langsung dengan prinsip good governance dan akuntabilitas dana desa. Pendekatan ini dapat memberikan perspektif baru dalam kajian pengelolaan keuangan BUMDes dengan menempatkan general ledger tidak hanya sebagai alat pencatatan administratif, tetapi juga sebagai instrumen tata kelola keuangan yang mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam penerapan sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger serta keterkaitannya dengan prinsip good governance dan akuntabilitas dana desa. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami proses, praktik, dan kendala pengelolaan keuangan BUMDes secara kontekstual dan faktual.

Lokasi penelitian adalah BUMDes Arjuna Lestari, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Subjek penelitian meliputi pengurus BUMDes, bendahara, dan pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan serta pelaporan keuangan. Penentuan informan dilakukan secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan terhadap sistem keuangan BUMDes.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi terkait praktik pencatatan dan pelaporan keuangan, observasi dilakukan untuk mengamati proses administrasi keuangan, sedangkan dokumentasi mencakup buku kas, general ledger, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya.

Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperkuat analisis, evaluasi sistem dilakukan menggunakan kerangka Input–Process–Output (IPO) guna menilai kesesuaian sistem general ledger dengan prinsip good governance dan ketentuan Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021. Model konseptual penelitian ini menunjukkan bahwa sistem administrasi pelaporan keuangan BUMDes dipengaruhi oleh tiga komponen utama dalam kerangka Input–Process–Output (IPO). Pada tahap input, sistem keuangan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya manusia, dokumen transaksi, serta struktur akun yang digunakan dalam sistem general ledger digambarkan pada Gambar 1.

Figure 1. Model Konseptual Penelitian

Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti, instrumen pendukung terdiri dari pedoman wawancara, lembar observasi, dan daftar dokumentasi. Pedoman wawancara disusun berdasarkan aspek input, process, dan output dalam sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger. Lembar observasi digunakan untuk mengamati praktik pencatatan, kelengkapan dokumen, serta penyusunan laporan keuangan. Dokumentasi digunakan untuk memeriksa buku kas, general ledger, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya.

Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen

Kisi-kisi instrumen dalam penelitian ini untuk pedomandalam proses pengumpulan data secara sistematis. Variabel penelitian disusun berdasarkan kerangka Input–Process–Output (IPO) yang menggambarkan hubungan antara sumber daya, proses administrasi keuangan, dan keluaran berupa laporan keuangan BUMDes. Selain itu, aspek good governance dan akuntabilitas dana desa dimasukkan untuk menilai sejauh mana sistem administrasi keuangan mendukung transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan BUMDes.

Data yang diperoleh dari beberapa sumber, yakni pengurus BUMDes, bendahara, perangkat desa, serta dokumen keuangan yang tersedia. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan daftar dokumentasi [20].

Figure 2. Diagram Analisis Data

Gambar 2 menjelaskan Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dimulai sejak pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi

Hasil dan Pembahasan

A. Implementasi Sistem General Ledger di BUMDes Arjuna Lestari

BUMDes Arjuna Lestari telah menggunakan general ledger sebagai pusat pencatatan transaksi keuangan dari seluruh unit usaha. Setiap transaksi dicatat berdasarkan akun yang telah ditentukan, sehingga memudahkan penyusunan laporan keuangan periodik.

B. Kendala dalam Pelaporan Keuangan

Hasil penelitian menunjukkan beberapa kendala, antara lain keterbatasan pemahaman pengelola terhadap akuntansi dasar, pencatatan yang masih bersifat manual, serta belum adanya SOP tertulis yang baku. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan keterlambatan pelaporan.

C. Evaluasi Efektivitas Sistem

Secara umum, sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger di BUMDes Arjuna Lestari sudah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dari sisi sistem dan sumber daya manusia agar pelaporan keuangan lebih akurat dan tepat waktu.

1. Kerangka Evaluasi Sistem Administrasi Pelaporan Keuangan (Input–Process–Output)

Pendekatan Input–Process–Output (IPO) digunakan untuk mengevaluasi sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger secara sistematis, mulai dari sumber daya yang digunakan, mekanisme pengolahan data, hingga keluaran laporan keuangan yang dihasilkan.

Tabel 2. Kerangka Evaluasi Input–Process–Output (IPO)

D. Pembahasan Kerangka IPO

Berdasarkan tabel evaluasi IPO, dapat disimpulkan bahwa komponen input pada BUMDes Arjuna Lestari masih didominasi oleh keterbatasan kompetensi SDM dan sistem pencatatan yang bersifat manual. Hal ini berpengaruh langsung pada proses pencatatan dan pengolahan data keuangan, khususnya dalam penerapan general ledger yang belum dilakukan secara konsisten dan terstandar.

Pada sisi output, sistem general ledger telah mampu menghasilkan laporan keuangan dasar, namun kualitas laporan masih terbatas dari aspek kelengkapan, ketepatan waktu, dan kesesuaian dengan prinsip akuntansi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger di BUMDes Arjuna Lestari telah berjalan, tetapi belum optimal, sehingga memerlukan penguatan pada setiap komponen IPO secara terpadu.

Integrasi dengan Rekomendasi Penelitian

Hasil evaluasi berbasis IPO ini memperkuat rekomendasi penelitian, yaitu:

1. Penguatan input melalui pelatihan akuntansi dasar dan digitalisasi pencatatan.

2. Perbaikan proses dengan penyusunan SOP general ledger dan pengendalian internal tertulis.

3. Peningkatan output berupa laporan keuangan yang lebih lengkap, tepat waktu, dan akuntabel.

4. Penyelarasan Evaluasi IPO dengan Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021

5. Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021 menegaskan bahwa pengelolaan BUMDes harus dilaksanakan berdasarkan prinsip akuntabilitas, transparansi, profesionalitas, dan keberlanjutan usaha. Sistem administrasi dan pelaporan keuangan menjadi instrumen utama untuk mewujudkan prinsip tersebut. Oleh karena itu, hasil evaluasi sistem general ledger pada BUMDes Arjuna Lestari diselaraskan dengan ketentuan regulasi tersebut.

Tabel 3. Penyelarasan Evaluasi IPO dengan Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021

E. Pembahasan Kesesuaian Regulasi

Hasil penyelarasan menunjukkan bahwa penerapan sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger di BUMDes Arjuna Lestari telah memenuhi sebagian ketentuan Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021, khususnya dalam aspek penyediaan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah desa. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan pada aspek profesionalitas pengelola, standardisasi pencatatan, serta pengendalian internal.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa keberadaan general ledger sebagai alat pencatatan belum sepenuhnya diimbangi dengan tata kelola keuangan yang terstruktur dan terdokumentasi secara formal. Oleh karena itu, optimalisasi sistem administrasi keuangan BUMDes perlu diarahkan tidak hanya pada aspek teknis pencatatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan sesuai amanat Permendes.

1. Implikasi Kebijakan dan Rekomendasi (Selaras Permendes)

Berdasarkan evaluasi IPO dan ketentuan Permendes PDTT No. 3 Tahun 2021, rekomendasi yang diajukan adalah:

a. Penyusunan SOP keuangan BUMDes yang mengacu pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.

b. Peningkatan kompetensi SDM pengelola melalui pelatihan akuntansi dasar dan pelaporan keuangan BUMDes.

c. Digitalisasi pencatatan general ledger menggunakan aplikasi keuangan sederhana yang mudah dioperasikan.

d. Penguatan pengendalian internal melalui mekanisme pemeriksaan dan pelaporan berkala kepada pemerintah desa.

F. Keterkaitan Sistem General Ledger dengan Good Governance dan Akuntabilitas Dana Desa

Penerapan sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger pada BUMDes Arjuna Lestari berperan sebagai instrumen teknis dalam mendukung prinsip good governance, khususnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Sistem general ledger memungkinkan pencatatan transaksi keuangan dilakukan secara terstruktur dan dapat ditelusuri, sehingga memperkuat pertanggungjawaban keuangan kepada pemerintah desa.

Hasil evaluasi berbasis kerangka Input–Process–Output (IPO) menunjukkan bahwa kontribusi general ledger terhadap akuntabilitas keuangan telah terlihat pada aspek output, yaitu tersedianya laporan keuangan periodik. Namun, efektivitas sistem belum optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, dominasi pencatatan manual, serta belum adanya standar operasional prosedur dan pengendalian internal tertulis.

Temuan ini mengindikasikan bahwa general ledger belum sepenuhnya berfungsi sebagai alat tata kelola keuangan (governance tool), melainkan masih sebatas alat pencatatan administratif. Oleh karena itu, penguatan good governance BUMDes memerlukan integrasi antara sistem pencatatan keuangan, peningkatan kapasitas pengelola, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar akuntabilitas dana desa dapat terwujud secara konsisten dan berkelanjutan.

Kontribusi ilmiah dalam penelitian ini adalah pengembangan kajian pengelolaan keuangan BUMDes dengan menempatkan sistem general ledger sebagai instrumen evaluasi tata kelola keuangan desa. Pertama, dari penelitian ini memperkaya literatur mengenai sistem administrasi keuangan BUMDes melalui pendekatan evaluasi berbasis kerangka Input–Process–Output (IPO) dengan menggunakan analisis sistem keuangan secara lebih terstruktur dan komprehensif. Kedua, dari penelitian ini menunjukkan adanya efektivitas pelaporan keuangan BUMDes yang tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan sistem pencatatan keuangan, akan tetapi dipengaruhi juga oleh kualitas sumber daya manusia, prosedur administrasi, serta mekanisme pengendalian internal. Ketiga, dari penelitian ini dapat memberikan perspektif baru dengan mengaitkan antara penerapan sistem general ledger dan prinsip good governance dan akuntabilitas dana desa, sehingga akan dapat menjadi dasar penguatan tata kelola keuangan BUMDes secara lebih transparan dan akuntabel. Dari temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan model pengelolaan keuangan BUMDes yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ini semua sejalan dengan penelitian sebelumnya [13] yakni dalam mengevaluasi tata kelolah keuangan BUMDes, [7] dalam audit sistem informasi general ledger, sesuai dengan sistem informasi pelaporan keuangan [21].

Simpulan

Sistem administrasi pelaporan keuangan berbasis general ledger ini sangat berkontribusi untuk meningkatkan keteraturan pencatatan dan transparansi keuangan BUMDes. Akan tetapi masih perlu optimalisasi sistem dengan peningkatan kompetensi pengelola, penguatan prosedur administrasi, dan penerapan pengendalian internal untuk mendukung tata kelola keuangan yang lebih akuntabel.

Ucapan Terima Kasih

Terimakasih kepada DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan tugas penelitian ini. Terimakasih Kepada Kepala Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan yang telah berkenan memberikan ijin untuk melakukan riset pada BumDes Arjuna Lestari.

References

A. F. Aigamas and K. Sa’diah, “Analisis Sistem Akuntansi Dan Pengendalian Internal Produk Tabungan Emas Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Pasar Mawar,” Jurnal Buana Akuntansi, vol. 7, no. 2, pp. 134–149, 2022, doi: 10.36805/akuntansi.v7i2.2769.

E. Aprilianto, “Aplikasi Akuntansi General Ledger Dan Neraca Keuangan Berbasis Web Pada Toko Sukses Damai Steel,” Jurnal Mahasiswa Aplikasi Teknologi Komputer Dan Informasi, vol. 5, no. 1, pp. 48–52, 2023.

I. A. T. Y. Asri, K. Diviariety, R. Edwindra, and D. R. P. P. Nida, “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan BUMDes Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Berbasis Praktik,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), vol. 6, no. 4, pp. 5758–5762, 2025. [Online]. Available: https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/6852/4363

D. Chandrawan, R. S. Dewi, T. Achyani, and Y. Apriyaningsih, “Pendampingan Perancangan Laporan Keuangan Pada UMKM Big Bites,” Jurnal Pengabdian Dan Keberlanjutan Masyarakat, vol. 2, no. 3, 2025, doi: 10.62383/bersama.v2i3.2349.

D. Keuangan and A. Di, “Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat,” Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2024.

P. A. Djuri, I. P. E. Darmawan, A. Widyakusuma, and M. B. Bas, “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Kedai Kopi: Studi Kasus Pada Base Coffee Indonesia,” Jurnal Bisnis Mahasiswa, vol. 5, no. 1, pp. 81–91, 2025, doi: 10.60036/jbm.v5i1.297.

D. B. Santoso, F. W. Pangestuty, and D. F. Aulia, “Optimalisasi Digital Sebagai Sarana Penguatan Dan Partisipasi BUMDes Dalam Pengelolaan,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), pp. 539–545, 2024.

H. Zhuhai, “Control System Analysis,” Journal of Control Systems, 2020.

M. I. Hutagalung, R. Rosidi, and L. Purwanti, “Studi Fenomenologi: Peran Operator Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAKTI,” Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, vol. 9, no. 1, pp. 26–40, 2025, doi: 10.33395/owner.v9i1.2432.

I. A. P. Santoso, “Peran Digitalisasi Dalam Meningkatkan Transparansi Dan Akuntabilitas Pemerintahan,” Indonesian Journal of Public Administration Review, vol. 2, no. 3, p. 10, 2025, doi: 10.47134/par.v2i3.4004.

T. Pembelajaran, “Tujuan Pembelajaran,” Jurnal Pendidikan Nasional, 2021.

R. Rohmanto, “Audit Sistem Informasi General Ledger Dengan Menggunakan Framework COBIT 5.0 (Studi Kasus Koperasi PDAM Bandung),” Syntax Idea, vol. 6, no. 1, pp. 380–397, 2024, doi: 10.46799/syntax-idea.v6i1.2889.

S. Zulaicha, S. Sitana, and V. Vendy, “Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Web Pada PT Global Investment,” Jurnal Sistem Informasi Dan Teknologi, vol. 3, no. 1, pp. 189–200.

D. Saputra, D. P. Wibawa, I. Guspian, and I. Azelya, “Pengelolaan Keuangan Yang Transparan Dan Akuntabel BUMDes Di Desa Rajik,” Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 483–504, 2025, doi: 10.35912/yumary.v6i2.5504.

H. Setiorini, R. Yuniarti, and D. Setiawan, “Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Excel Pada Panti Kasih Ibu Kota Bengkulu,” Medika: Jurnal Medika, vol. 4, no. 4, 2025.

V. S. Pambayun, “Peranan Sistem Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Kas Kecil Di Bank Jatim Syariah Cabang Syariah Sidoarjo,” Management And Accounting Journal, vol. 1, no. 2, doi: 10.8734/mnmae.v1i2.359.

R. A. Sonya, “Analisis Efektivitas Sistem Informasi,” Otonomi, vol. 20, pp. 396–406, 2020.

F. R. Utama, “Pendampingan Dan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Kabupaten Pesawaran,” Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services, vol. 2, no. 2, pp. 159–168, 2021, doi: 10.29259/jscs.v2i2.58.

H. Widiastuti, A. Yunianto, and E. Rahmawati, “Evaluasi Tata Kelola Keuangan Dan Sistem Akuntansi Di BUMDes Mekaring Pono Potorono,” JATI: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 131–143, 2022, doi: 10.18196/jati.v5i2.13485.

W. Widinata and R. A. Sardani, “Analisis Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan Di PTPG Rajawali II Unit Sindanglaut,” Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, vol. 6, no. 1, pp. 88–97, 2025, doi: 10.47687/snppvp.v6i1.1758.

Y. Susanto, N. P. E. Rossanty, and M. Sutomo, “Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes,” Kegiatan Positif: Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 145–150, 2024, doi: 10.61132/kegiatanpositif.v2i1.831.