Nurhayati Oktavia Ananya (1), Yusdin Bin. M. Gagaramusu (2), Dyah Rahmawati (3), Rizal Rizal (4), Ammar Abdullah Joni Guci (5)
This study examines the implementation of local wisdom-based character education management through the “Molaulita” culture at an elementary school. General Background: Character education is essential for developing intellectually capable, morally grounded, and culturally rooted students. Specific Background: Integrating local wisdom into school activities offers a contextual approach to strengthen character formation and cultural identity. Knowledge Gap: Previous practices often lack systematic management and fail to consistently integrate local wisdom into structured educational programs. Aims: This study aims to describe the “Molaulita” culture and analyze its management in supporting character education at SD GKST Peura. Results: Findings show that “Molaulita,” implemented through weekly co-curricular storytelling in the Poso (Pamona) language, functions as both cultural preservation and a medium for character development, fostering communicative skills, responsibility, patriotism, and curiosity. The program is managed through planning, organizing, actuating, controlling, and evaluating, involving school leaders, teachers, and students. Novelty: The study provides an empirical model of character education management grounded in local culture through structured co-curricular activities. Implications: The findings highlight the potential of integrating local wisdom into educational management to support sustainable character development and cultural preservation in elementary education.
Highlights:• Weekly storytelling activities embed cultural language use in classroom practice• Management functions structure co-curricular programs for character formation• Student traits develop through routine participation and guided reflection
Keywords: Education Management; Character Education; Local Wisdom; Molaulita; Elementary School
[1] S. W. Wongarso, Y. Dwikurnaningsih, dan S. T. Satyawati, “Pengembangan Model Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah Berbasis Kearifan Budaya Lokal (Suku Samin),” Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, vol. 9, no. 2, pp. 189–202, 2022, doi: 10.24246/j.jk.2022.v9.i2.p189-202.
[2] N. Dwici, Y. Manik, Y. Tanasyah, S. Tinggi, dan T. Moriah, “Pendidikan Karakter Dalam Perkembangan,” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, vol. 2, pp. 50–62, 2020, doi: 10.55076/didache.v2i1.41.
[3] M. R. Rezaldi, “Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Pada Peserta Didik di Era Pembelajaran Abad 21,” 2022, pp. 1–7.
[4] W. Delfiyan, R. P. Alifia, Novitasari, S. Mashud, dan M. Tholibah, “Kearifan Lokal dan Pancasila: Strategi Penguatan Nilai Kebangsaan dalam Pendidikan,” dalam Cakrawala Candradimuka Literasi, A. Istiqomah, Ed., vol. 16, no. 8. PT Cakrawala Candradimuka Literasi, 2024.
[5] R. Jubaedah, D. A. Dewi, dan T. Istianti, “Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Integrasi Kearifan Lokal dalam Proses Pembelajaran,” Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, vol. 10, no. 2, pp. 1286–1291, 2025, doi: 10.51169/ideguru.v10i2.1765.
[6] M. Waruwu, “Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan,” Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, vol. 5, pp. 198–211, 2024.
[7] M. Nashrullah, O. Maharani, A. Rohman, E. F. Fahyuni, Nurdyansyah, dan R. S. Untari, Metodologi Penelitian Pendidikan (Prosedur Penelitian, Subyek Penelitian, dan Pengembangan Teknik Pengumpulan Data). Umsida Press, 2023.
[8] F. R. Fiantika dan A. Maharani, Metodologi Penelitian Kualitatif. 2022.
[9] A. Subagyo dan I. Kristian, Metode Penelitian Kualitatif. CV. Aksara Global Akademia, 2023.
[10] M. Z. Ahmadi, H. Haris, dan M. Akbal, “Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah,” Phinisi Integration Review, vol. 3, no. 2, pp. 305–315, 2020.
[11] R. Andini dan M. Sirozi, “Integrasi Kearifan Lokal dalam Perencanaan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam,” Jurnal Inovasi, Evaluasi, dan Pengembangan Pembelajaran, vol. 4, pp. 465–471, 2024.
[12] N. Arifin, Manajemen Pendidikan: Teori & Praktik. CV Tahta Media Group, 2025.
[13] Z. Arifin, Manajemen Strategik Penguatan Pendidikan Karakter Religius Melalui Metode Pembiasaan di SD Muhammadiyah 3 Denpasar dan MI Puti Bungsu Al-Muhajirin Denpasar. 2025, pp. 1–167.
[14] G. Daruhadi dan P. Sopiati, “Pengumpulan Data Penelitian,” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, vol. 3, no. 5, pp. 5423–5443, 2024.
[15] M. Ihsan, “Penguatan Karakter Melalui Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar,” Antasari: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2025.
[16] Y. Ika, M. A. Nawawi, B. F. N. Widayanti, C. Habibah, M. F. Q. Mufadhol, N. K. P. Syarief, dan S. A. Z., “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Nilai Sosial di Sekolah Dasar,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 10, no. 3, pp. 787–793, Sep. 2025.
[17] B. Irawan dan Z. Berlian, “Implementasi Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah di Palembang,” Studi Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 2, no. 2, pp. 149–164, 2020.
[18] Supiyardi, Selamet, Z. Andrivat, M. Tjasmini, dan A. Hasanah, “Pendidikan Karakter: Membangun Fondasi Moral dan Etika Melalui Pendidikan Anak Usia Dini,” Action Research Journal Indonesian (ARJI), vol. 6, no. 76, pp. 76–87, 2024.
[19] P. N. A. Tiara dan M. W. Achadi, “Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran PAI di MTs Arifah,” Innovative: Journal of Social Science Research, vol. 5, no. 3, pp. 435–442, 2025, doi: 10.31004/innovative.v5i3.19051.
[20] F. N. Laili, Y. Abdillah, A. Fatkhurrozi, dan H. M. Ni’am, “Melestarikan Kearifan Lokal Melalui Kurikulum Pendidikan dalam Membangun Nilai Karakteristik Peserta Didik,” Modeling: Jurnal Program Studi Pendidikan Agama Islam, vol. 10, pp. 417–432, 2023.