Ulwan Adi Mulya (1), Minto waluyo (2)
General Background: Customer retention is a major concern in competitive urban sports service businesses. Specific Background: Futsal court booking in Surabaya faces intense competition, making visit intention and revisit intention important indicators for service sustainability at Futsal Arena. Knowledge Gap: Previous studies on service quality, facilities, and price perception were widely conducted in tourism, culinary, and healthcare services, while integrated empirical testing in futsal arena services remained relatively limited. Aims: This study aimed to examine the relationships between service quality, facilities, price perception, visit intention, and revisit intention among Futsal Arena customers. Results: A quantitative method using SEM-PLS was applied to questionnaire data from 50 visitors. Service quality was not statistically significant for visit intention, with p = 0.506, while price perception and facilities were statistically significant, with p = 0.002 and p = 0.007. Direct testing of revisit intention showed that service quality and facilities were not statistically significant, with p = 0.343 and p = 0.213, while price perception remained significant with p = 0.002. Visit intention also significantly predicted revisit intention, with t = 1.975 and p = 0.049. Novelty: This study integrates service quality, facilities, price perception, visit intention, and revisit intention in a futsal arena service model. Implications: Futsal Arena management should prioritize facility management and pricing strategy to support customer retention.
Highlights:
Keywords: Facilities, Price Perception, SEM-PLS, Revisit Intention, Visit Intention
Pendahuluan
Perkembangan industri jasa olahraga dan relkrelasi di kawasan pelrkotaan melnunjukkan treln pelningkatan yang signifikan seliring delngan pelrubahan gaya hidup masyarakat yang selmakin belrorielntasi pada aktivitas kelbugaran dan hiburan [1]. Dalam kontelks pelmasaran jasa, kualitas layanan melnjadi faktor stratelgis karelna belrpelran pelnting dalam melmbelntuk pelrselpsi dan elvaluasi pellanggan telrhadap kinelrja pelnyeldia jasa [2]. Sellain kualitas layanan yang ditawarkan, infrastruktur fisik juga akan melnelntukan tingkat kelnyamanan dan kelpuasan pellanggan dalam konsumsi layanan, telrutama pada bisnis belrorielntasi layanan belrbasis pelngalaman [3]. Pelnellitian selbellumnya melnelmukan bahwa struktur fungsional dapat melningkatkan kelpuasan dan melnciptakan citra yang baik dari pelrusahaan jasa [4]. Akibatnya, para manajelr yang melngawasi layanan olahraga harus melngintelgrasikan manajelmeln kualitas dan manajelmeln fasilitas selcara holistik dalam upaya melningkatkan daya saing bisnis dalam lingkungan yang selmakin kompeltitif [5].
Minat kunjungan dan minat kunjungan ulang (relvisit intelntion) melrupakan indikator pelnting kelbelrhasilan usaha jasa karelna melncelrminkan kelcelndelrungan pellanggan untuk mellakukan pelnggunaan kelmbali di masa melndatang [6]. Selbagian pelnellitian melmbuktikan bahwa kualitas layanan dapat selcara langsung dan tidak langsung melmpelngaruhi niat kunjungan kelmbali mellalui kelpuasan pellanggan selbagai variabell meldiator [7]. Kelnyamanan fasilitas juga telrnyata melnjadi salah satu faktor yang belrkontribusi telrhadap loyalitas dan niat kunjungan kelmbali [8]. Pelrselpsi harga juga melrupakan faktor rellelvan lainnya dalam prosels elvaluasi pellanggan, karelna pellanggan ingin melmbandingkan harga yang dibayarkan delngan manfaat yang dibelrikan [9]. Niat untuk kelmbali melnggunakan jasa dapat telrakumulasi selbagai harga yang dianggap adil dan wajar [10].
Felnomelna elmpiris pada selbuah arelna futsal swasta di salah satu kota belsar di Indonelsia melnunjukkan adanya pelnurunan tingkat pelnggunaan lapangan yang diselrtai kelluhan pellanggan telrkait kualitas pellayanan, kondisi fasilitas, selrta kelselsuaian harga delngan layanan yang ditelrima. Kondisi ini melngindikasikan adanya keltidakselsuaian antara harapan dan pelrselpsi pellanggan telrhadap kinelrja pelnyeldia jasa [11]. Melskipun pelnellitian melngelnai kualitas layanan, fasilitas, dan pelrselpsi harga tellah banyak dilakukan pada selktor pariwisata, kulinelr, dan layanan kelselhatan, kajian elmpiris yang melngintelgrasikan keltiga variabell telrselbut selcara simultan dalam kontelks jasa arelna futsal masih rellatif telrbatas [12]. Melskipun pelnellitian telntang kualitas layanan dan pelrselpsi fasilitas dan harga tellah dilakukan selcara luas di selktor pariwisata, kulinelr, dan layanan kelselhatan, hanya seldikit pelnellitian yang melnggabungkan keltiga variabell telrselbut dalam layanan arelna futsal. Kellelmahan ini melncelrminkan kelselnjangan dalam pelnellitian yang pelrlu ditelliti lelbih lanjut, khususnya di selktor layanan olahraga. Dalam hal ini, makalah ini melnelkankan pada pelmbahasan hubungan antara kualitas layanan, pelrselpsi fasilitas dan harga delngan niat kunjungan dan niat kunjungan kelmbali pelngunjung. Protokol pelngukuran hubungan antar variabell dilakukan dan diproyelksikan delngan bantuan Partial Lelast Squarels-Structural ELquation Modelling (PLS-SELM). Pelnellitian ini juga akan melnjadi pelnellitian kontributif telntang telori dinamika pelrilaku konsumeln dalam industri jasa olahraga; dan akan melnghasilkan implikasi praktis bagi para pelngellola arelna di masa delpan di wilayah telrselbut telrkait cara melningkatkan kualitas layanan konsumeln dan daya saing bisnis. Untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti, disajikan pada kerangka koseptual penelitian pada gambar 1.
Gambar. 1. Kelrangka Konselp pelnellitian
M e tod e
Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan jelnis pelnellitian elksplanatori, yang belrupaya untuk melneltapkan hubungan selbab dan akibat antara variabell yang digunakan dalam modell pelnellitian. Hal ini karelna pelndelkatan kuantitatif akan melmungkinkan pelngujian hipotelsis tujuan selcara sistelmatis delngan bantuan pelnggunaan analisis statistik [13]. Pelnellitian ini akan melncakup elvaluasi pelngaruh kualitas layanan, fasilitas, dan pelrselpsi harga telrhadap niat kunjungan dan niat kunjungan kelmbali telrhadap fasilitas layanan arelna futsal. Pelngunjung arelna futsal yang tellah melnggunakan jasa selwa lapangan futsal akan melmbelntuk populasi sampell yang digunakan dalam pelnellitian ini. Telknik pelngambilan sampell yang digunakan adalah purposivel sampling di mana sampell ditelntukan olelh seljumlah kritelria telrbatas yang belrkaitan delngan tujuan pelnellitian [14]. Kritelria yang akan dipelnuhi olelh relspondeln melliputi: (1) melrelka tellah melnggunakan layanan arelna futsal seltidaknya selkali, (2) melrelka tellah melncapai usia 17 tahun. Sampell ditelntukan delngan satu atau lain cara belrdasarkan kelcukupan analisis PLS-SELM dan olelh karelna itu dianggap bahwa relspondeln cukup untuk mellakukan pelngujian modell struktural [15].
Informasi ini dikumpulkan mellalui kuelsionelr telrtutup, kuelsionelr telrselbut tellah dikelmbangkan belrdasarkan indikator variabell pelnellitian. Selmua indikator diukur pada skala Likelrt lima poin, delngan sangat tidak seltuju selbagai ujung atas dan sangat seltuju selbagai ujung bawah untuk melnghasilkan data kuantitatif yang diukur hanya pada skala Likelrt [16]. Pelnellitian ini dianalisis melnggunakan modell Selmani untuk melnghitung data, dan pelrangkat lunak PLS-Structural ELquation Modelling (PLS-SELM) dan SmartPLUS digunakan. Telori PLS-SELM yang dipilih belrsifat preldiktif dan dalam modell yang dapat melmpelrhitungkan korellasi antar variabell dan tidak harus pada saat yang sama delngan data yang telrdistribusi normal [15]. Tahapan analisis melliputi pelngujian modell pelngukuran (outelr modell) untuk melnilai validitas dan relliabilitas konstruk, selrta pelngujian modell struktural (innelr modell) untuk melnguji hubungan kausal antarvariabell pelnellitian.
Hasil dan P e mbahasan
Stratifikasi relspondeln akan dilakukan delngan melngkatelgorikan relspondeln kel dalam tiga selgmeln belrdasarkan jelnis kellamin, usia, dan jelnis usaha. Sampell belrtingkat yang digunakan dalam pelnellitian ini didasarkan pada faktor-faktor selpelrti usia relspondeln, jelnis kellamin relspondeln, dan pelkelrjaan. Pelrsyaratan ini diselsuaikan delngan kelbutuhan pelnellitian, selhingga telmuan pelnellitian ini dapat mudah dan praktis delngan sampell belrtingkat yang digunakan. Hasil pengelompokkan karakteristik responden tersebut disajikan pada Gambar 2.
Untuk melngelvaluasi modell pelngukuran hal yang dilakukan yaitu delngan melnguji validitas dan relliabilitas indikator dari variabell lateln. Telrdapat 3 uji yang dilakukan dalam uji outelr modell atau modell pelngukuran ini yaitu uji validitas konvelrgeln, uji validitas diskriminan, dan uji relliabilitas. Evaluasi model pengukuran (outer model) dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk laten yang digunakan dalam penelitian. Model pengukuran yang menunjukkan hubungan antara indikator dan variabel laten disajikan pada Gambar 3.
Gambar 3. Modell Pelngukuran (Outelr modell) Analisa Pelngaruh Minat Kunjungan
Hasil pelngujian jalur (path coelfficielnt) melnunjukkan bahwa layanan delngan dampak paling kelcil telrhadap niat kunjungan melmiliki pelngaruh positif namun tidak signifikan dibandingkan delngan fasilitas dan pelrselpsi harga yang melmiliki pelngaruh signifikan telrhadap niat kunjungan. Hal ini melnyiratkan bahwa ellelmeln layanan tidak belrpelngaruh telrhadap niat untuk melngunjungi fasilitas telrselbut dibandingkan delngan pelrselpsi keltelrseldiaan fasilitas dan pelrselpsi harga konsumeln. Sellain itu, niat kunjungan melmiliki pelngaruh positif telrhadap niat kunjungan ulang; selmakin tinggi niat kunjungan konsumeln, selmakin tinggi pula niat kunjungan ulangnya.
Validitas konvelrgeln dari modell pelngukuran diteltapkan mellalui indikator relflelktif karelna melnelntukan tingkat korellasi skor itelm atau skor komponeln yang dielstimasi delngan melnelrapkan pelrangkat lunak SELM PLS 3. Hasil uji validitas konvergen dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1.
Belrdasarkan hasil tabell 1. jellas telrlihat bahwa nilai faktor pelmuatan belrada di atas 0l,60l. Olelh karelna itu, dapat disimpulkan bahwa selmua indikator tellah belrhasil mellelwati uji validitas konvelrgeln.
Dalam PLS tahapan uji relliabilitas dilakukan delngan mellihat nilai cronbach’s alpha dan CompositelRelliability (ρC) dan CompositelRelliability (ρA). CompositelRelliability rho A (ρA) dan rho C (ρC) adalah ukuran relliabilitas intelrnal yang digunakan untuk melnilai konsistelnsi indikator dalam melmbelntuk suatu konstruk lateln.CompositelRelliability (ρC) dihitung belrdasarkan nilai loading dan elrror varians dari masing-masing indikator dan digunakan untuk melngeltahui selbelrapa konsisteln indikator-indikator telrselbut melngukur konstruk yang sama. Selmelntara itu, rho A (ρA) melrupakan ukuran relliabilitas yang lelbih baru dan dinilai lelbih akurat dibanding (ρC) karelna melmpelrhitungkan korellasi antar indikator selrta melmbelrikan elstimasi yang lelbih konselrvatif. Nilai cronbach’s alpha, ρC dan ρA yang baik adalah lelbih dari 0l,7 Belrikut hasil uji relliabilitas ditampilkan pada Tabel 2.
Pada tabel 2. dapat dilihat bahwa Nilai Cronbach's alpha, rho A, dan Compositel Relliability dari selmua konstruk lelbih dari 0l,7 dan AVEL lelbih dari 0l,5 selpelrti yang telrtelra pada Tabell 2 di atas. Delngan delmikian, dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam pelnellitian ini selmuanya valid dan relliabell untuk melnggambarkan konstruk yang dimaksud.
Innelr modell melnunjukkan intelraksi konstruk lateln dalam pelnellitian dan melmbandingkan arah dan kelkuatan dampaknya delngan bantuan PLS-SELM. Pelmelriksaannya dilakukan delngan melnelmukan koelfisieln jalur, RS2 (R²) dan signifikansi hubungan mellalui bootstrapping untuk melmbuktikan kelkuatan modell. Koelfisieln jalur dapat dinyatakan selpelrti yang ditampilkan pada Gambar 4.
Gambar. 4. Diagram Path Bootstrapping
Hasil pada gambar melnunjukkan hasil uji SELM-PLS (bootstrapping) yang melmpelrlihatkan pelngaruh layanan (X1), fasilitas (X2), dan harga (X3) telrhadap niat kunjungan (Y1) dan pelngaruhnya telrhadap niat kunjungan ulang (Y2). Seltiap jalur langkah bootstrapping, nilainya sama delngan statistik t untuk melnyimpulkan apakah hubungan telrselbut pelnting dan dalam kelbanyakan kasus umumnya telrdapat prinsip bahwa hubungan telrselbut pelnting keltika t mellelbihi 1,96 pada tingkat signifikansi 5 pelrseln. Telmuan analisis modell luar melnunjukkan bahwa statistik t dari selmua indikator dari selmua variabell belrada di atas nilai 1,96 dan ini melnunjukkan bahwa selmua indikator dapat dinyatakan valid dan signifikan dalam proseldur elksprelsi konstruk yang diukur. Sellain itu, statistik t dari jalur layanan (X1) kel niat kunjungan (Y1) adalah 0l,665 dan tidak signifikan, teltapi keltika layanannya adalah fasilitas dan pelrselpsi harga, niat kunjungan lelbih dipelngaruhi olelh fasilitas dan pelrselpsi harga daripada layanan karelna statistik t dari jalur layanan (X2) kel niat kunjungan (Y1) adalah 2,694 dan statistik t niat kunjungan dari jalur harga (X3) adalah 3,0l62. Juga, statistik t dari jalur niat kunjungan (Y1) kel niat kunjungan kelmbali (Y2) = 1,975 signifikan pada tingkat 5 pelrseln kunjungan dibandingkan delngan 3,171 yang signifikan pada statistik t dari jalur pelrselpsi harga (X3) kel niat kunjungan kelmbali (Y2). Selcara kelselluruhan, telmuan ini melnunjukkan fakta bahwa pelrselpsi harga adalah modell variabell yang paling lelmah dan niat kunjungan adalah variabell meldiasi yang lelmah.
Hasil R-Squarel untuk pelnellitian ini disajikan pada Tabel 3.
Belrdasarkan hasil uji R-Square pada tabel 3.l pdipelrolelh nilai selbelsar 0l,687 untuk variabell Minat Kunjungdan 0l,717 untuk variabell RelvisitIntelntion. Nilai telrselbut melnunjukkan bahwa variabell-variabell indelpelndeln yang digunakan dalam pelnellitian ini mampu melnjellaskan variabell delpelndeln selcara kuat, yaitu selbelsar 71,7% telrhadap RelvisitIntelntiondan 68,7% telrhadap minat. Delngan kata lain, hanya selkitar 28,3% pada Relvisit intelnton dan pada Minat 31,3% yang dipelngaruhi olelh faktor lain di luar modell pelnellitian ini. Olelh karelna itu, dapat disimpulkan bahwa modell pelnellitian melmiliki kelmampuan preldiktif yang tinggi selrta rellelvan untuk digunakan dalam melnguji hubungan antarvariabell yang ditelliti.
Belrikut tabell hasil uji F-Squaredisajikan pada tabel 4l.
Belrdasarkan hasil analisis F-Squarelyang ada dalam tabell 4, belrikut adalah pelnjellasan telntang pelngaruh masing-masing variabell telrhadap Minat kunjung (Y1) dan Relvisit Intelntion (Y2). Fasilitas (X1) melmiliki pelngaruh sangat kelcil telrhadap Minat kunjung (Y1) dan Relvisit Intelntion (Y2), delngan nilai F-Squarel0l,0l10l untuk kelduanya. Fasilitas (X2) melmbelrikan pelngaruh yang seldang telrhadap Minat kunjung (Y1) delngan nilai F-Squarel0l,176, yang melnunjukkan bahwa Fasilitas (X2) melmiliki pelngaruh yang cukup belrarti dalam melnjellaskan Minat kunjung (Y1). Namun, pelngaruhnya telrhadap Relvisit Intelntion (Y2) sangat kelcil delngan nilai F-Squarel0l,0l0l1, yang belrarti bahwa Fasilitas (X2) hampir tidak melmelngaruhi Relvisit Intelntion (Y2). Harga (X3) melmiliki pelngaruh seldang telrhadap Relvisit Intelntion (Y2) delngan nilai F-Squarel0l,20l0l, yang melnunjukkan bahwa Harga (X3) belrkontribusi cukup signifikan telrhadap Minat kunjung (Y1). Namun, pelngaruhnya telrhadap Relvisit Intelntion (Y2) selndiri adalah 0l,178, yang melngindikasikan pelngaruh seldang. Minat (Y1) melmbelrikan pelngaruh seldang telrhadap Relvisit Intelntion (Y2) delngan nilai F-Squarel0l,168, yang melnunjukkan bahwa Minat (Y1) melmiliki pelngaruh yang cukup pelnting telrhadap Relvisit Intelntion (Y2).
Hasil Q-Squarel untuk pelnellitian ini ditampilkan pada tabel 5.
Selcara kelselluruhan, dapat dikatakan bahwa modell SELM-PLS yang dimaksud melmiliki daya preldiksi yang tinggi telrhadap Niat Kunjungan (Y1) dan Niat Kunjungan Ulang (Y2) karelna nilai Q-Squarel dari variabell elndogeln belrnilai positif. Ini belrarti bahwa modell telrselbut dapat ditelrapkan tidak hanya untuk melndelfinisikan hubungan yang ada antar variabell; teltapi juga cukup untuk melmpreldiksi nilai variabell elndogeln.
Melnguji rellelvansi pelngaruh antar variabell delngan melnganalisis nilai P melnggunakan meltodel bootstrapping.. Tingkat prelsisi atau batas keltidakakuratan selbelsar 5% atau 0l,0l5. Apabila nilai P-valuel < 0l,0l5 maka hipotelsis ditelrima dan apabila nilai P-valuel > 0l,0l5 maka hipotelsis dinyatakan ditolak. Hasil pengaruh dapat dilihat pada tabel 6.
Hal ini akan mellibatkan pelngujian hipotelsis seldelmikian rupa selhingga belrupaya untuk melneltapkan kelbelradaan elfelk langsung dan tidak langsung dari variabell lateln dalam modell pelnellitian dan delngan delmikian melmbelrikan wawasan yang lelbih baik melngelnai hubungan yang ada antara konstruk. Pelngujian ini mellibatkan statistik t dan nilai p dari hasil pelmelriksaan SmartPLS 3. Uji t delngan tingkat signifikansi lima pelrseln melnganggap statistik t selbelsar 1,96 lelbih belsar dari nilai p selbelsar 0l,0l5, dan nilai yang lelbih belsar melnunjukkan bahwa hipotelsis ditelrima. Ringkasan hasil hipotesis disajikan pada Tabel 8.
Belrdasarkan hasil analisis modell struktural (innelrmodell) delngan melnggunakan SELM-PLS 3, pelngujian hipotelsis dilakukan delngan mellihat nilai. koelfisieln jalur (path coelfficielnt), t-statistic, dan p-valuel. Kritelria yang digunakan adalah hipotelsis ditelrima jika nilai t-statistic ≥ 1,96 dan p-valuel ≤ 0l,0l5, seldangkan hipotelsis ditolak jika nilai telrselbut tidak telrpelnuhi. Belrikut pelmbahasan tiap hipotelsis:
1. Kualitas layanan → K e puasan p e ngunjung
Hasil analisis melnunjukkan bahwa kualitas layanan tidak belrpelran dalam niat untuk belrkunjung delngan nilai statistik t selbelsar 0l,665 yang lelbih relndah dari 1,96 dan nilai p selbelsar 0l,50l6 yang lelbih tinggi dari 0l,0l5. Ini belrarti bahwa melskipun kualitas layanan yang ditawarkan olelh pelrusahaan adalah yang telrbaik, niat untuk belrkunjung kel pelrusahaan telrselbut tidak mungkin melningkat hanya karelna fakta ini. Pelrtimbangan lain adalah harga, lokasi, promosi, dan daya tarik fasilitas yang kelmungkinan akan melmpelngaruhi niat belrkunjung daripada kualitas layanan. Kelsimpulan ini dapat dibelnarkan olelh litelratur [11] yang melnelmukan bahwa kualitas layanan tidak sellalu melnjadi sumbelr utama kelpuasan dan minat konsumeln dalam pelngalaman layanan telrtelntu.
2. Kualitas layanan → R e visit Int e ntion
Hasil analisis melnunjukkan bahwa kualitas layanan tidak melmbelrikan dampak signifikan telrhadap Relvisit Intelntion delngan nilai statistik t selbelsar 0l,949 kurang dari 1,96 dan nilai p selbelsar 0l,343 lelbih belsar dari 0l,0l5. Artinya, selmakin tinggi tingkat layanan yang dibelrikan olelh pelrusahaan, bellum telntu melnyelbabkan konsumeln kelmbali. Kelputusan kunjungan kelmbali dalam praktiknya biasanya dipelngaruhi olelh kombinasi faktor lain selpelrti harga yang dirasakan selringkali melrupakan harga yang telpat, telmpat atau lokasi, elfelktivitas promosi dan daya tarik fasilitas bagi pelngunjung. Kualitas layanan, melnurut [17], tampaknya melmainkan pelran pelnting dalam pelrilaku konsumeln karelna sifat layanan dan harapan pellanggan. Delngan delmikian, difelrelnsiasi layanan harus diminimalkan delngan layanan yang homogeln dan rellatif standar yang dibelrikan olelh pelnyeldia layanan dan ini akan melngurangi dampak kualitas layanan selbagai pelnelntu utama Relvisit Intelntion.
3. Fasilitas → Minat kunjungan
Hasil analisis melnunjukkan bahwa fasilitas selcara signifikan melmpelngaruhi niat kunjungan delngan statistik t selbelsar 2,694 di atas 1,96 dan nilai p selbelsar 0l,0l0l7 di bawah 0l,0l5. Ini belrarti bahwa fasilitas yang telpat dapat digunakan untuk melningkatkan niat kunjungan di kalangan konsumeln. Konsumeln akan lelbih puas dan belrseldia belrkunjung karelna telrseldianya selmua fasilitas, lingkungan yang belrsih, nyaman dan selsuai. Fasilitas yang telpat melmiliki kelmampuan untuk melningkatkan minat dan kelpuasan konsumeln selpelrti yang dibahas dalam [8].
4. Fasilitas → R e visit Int e ntion
Hasil analisis melnunjukkan bahwa fasilitas tidak telrlalu belrpelngaruh telrhadap niat untuk belrkunjung karelna nilai statistik t selbelsar 1,246 adalah nilai t selbelsar 1,96 delngan nilai p selbelsar 0l,213. Olelh karelna itu, tidak ada posisi dominan fasilitas yang akan melmbantu pellanggan untuk belrkunjung kelmbali. Faktor lain yang akan dipelrtimbangkan olelh konsumeln melliputi harga, layanan, lokasi, promosi, dan pelngalaman. Alasannya adalah karelna hal ini logis selsuai delngan gagasan pelrilaku konsumeln bahwa kunjungan belrulang lelbih ditelntukan olelh pelnilaian kelselluruhan pelngalaman dan nilai yang dirasakan daripada ciri fisik itu selndiri [18].
5. P e rs e psi harga → Minat kunjungan
Hasil analisis melnunjukkan bahwa pelrselpsi harga melrupakan pelnelntu belsar niat kunjungan, nilai t-statistik adalah 3,0l62 dan nilai p adalah 0l,0l0l2 yang lelbih relndah dari 0l,0l5. Hal ini melnunjukkan bahwa selmakin tinggi pelrselpsi konsumeln telntang harga (selmakin tinggi harga yang wajar, kualitas yang sama dan harga yang telrjangkau, selmakin tinggi kelinginan konsumeln untuk belrkunjung). Pelrselpsi ini seljalan delngan Telori Nilai yang Dirasakan bahwa selmakin tinggi manfaat yang dirasakan dari melmbelli atau belrkunjung, maka konsumeln akan lelbih celndelrung untuk melmbelli atau belrkunjung. Pelngamatan di atas juga dapat dicocokkan delngan pelngamatan [19] bahwa pelrselpsi harga melrupakan variabell stratelgis dalam kelputusan untuk melmbelli produk atau tidak, dan pelrilaku pasca pelmbellian.
6. P e rs e psi harga → R e visit Int e ntion
Hasil analisis melnunjukkan bahwa pelrselpsi harga melrupakan faktor pelnelntu yang kuat telrhadap niat kunjungan delngan nilai t-statistik 3,171 yang lelbih relndah dari nilai t-statistik 1,96 dan nilai p-valuel 0l,0l0l2 yang lelbih relndah dari nilai p-valuel 0l,0l5. Hal ini diselbabkan olelh pelrselpsi harga selbagai salah satu alasan yang melndorong konsumeln untuk telrus mellakukan kunjungan belrulang. Inilah yang dapat kita amati telrkait delngan Telori Nilai yang Dirasakan (Pelrceliveld Valuel Thelory) yang didasarkan pada fakta bahwa konsumeln melndasarkan pilihan melrelka pada analisis nilai, yaitu rasio antara keluntungan yang ditelrima dan biaya yang dikelluarkan. Sellain itu, prinsip keladilan harga belrarti bahwa, seljauh konsumeln dapat melnganggap harga telrselbut adil dan selsuai delngan rasio kualitas dan pelngalaman layanan yang melrelka telrima di masa lalu, niat kunjungan kelmbali akan tinggi. Dalam kelrangka ELxpelctation–Confirmation, pelrselpsi harga juga dapat melmelngaruhi niat kelmbali mellalui kelpuasan; keltika pelngalaman yang dirasakan melngonfirmasi harapan dan dianggap “worth it”, maka kelcelndelrungan untuk mellakukan kunjungan ulang akan melningkat. Melskipun signifikan, tingkat dominasi pelngaruh pelrselpsi harga dibanding faktor lain pelrlu ditinjau lelbih lanjut mellalui belsar koelfisieln dan elffelct sizel.
7. Minat kunjungan → R e visit Int e ntion
Hasil analisis melnunjukkan bahwa minat kunjungan belrpelngaruh signifikan telrhadap Relvisit Intelntion , delngan nilai t-statistic selbelsar 1,975 > 1,96 dan p-valuel selbelsar 0l,0l0l49 < 0l,0l5. Hal ini melnjellaskan bahwa selmakin tinggi minat konsumeln untuk belrkunjung, maka selmakin belsar pula kelcelndelrungan konsumeln untuk mellakukan kunjungan ulang. Konsumeln yang melmiliki keltelrtarikan dan dorongan kuat untuk belrkunjung biasanya akan lelbih mudah melmbelntuk niat belrulang, telrutama keltika pelngalaman yang dirasakan selsuai delngan harapan.
Telmuan ini seljalan delngan pelngaruh signifikan minat kunjungan telrhadap relvisit intelntion melnunjukkan bahwa minat belrkunjung belrfungsi selbagai melkanismel psikologis awal yang melndorong konsumeln untuk mellakukan elvaluasi positif dan melmpelrtimbangkan kunjungan ulang [20l]
8. Kualitas layanan → K e puasan p e ngunjung → R e visit Int e ntion
Dari analisis telrselbut dapat diamati bahwa kualitas layanan tidak melmainkan pelran pelnting dalam melnelntukan Niat Kunjungan Kelmbali telrkait kelpuasan pelngunjung (pelngaruh tidak langsung) pada t = 0l,580l delngan t = 1,96 yang lelbih kelcil dari 0l,562. Hal ini dalam arti bahwa melskipun pelngunjung dapat melrasakan kualitas layanan yang ditawarkan olelh pelrusahaan, pelngaruh ini gagal melmbelrikan niat kunjungan kelmbali yang signifikan belrdasarkan kelpuasan. Artinya, kelpuasan pelngunjung telrnyata bukan variabell meldiator yang elfelktif dalam hubungan antara kualitas layanan dan Niat Kunjungan Kelmbali.
Kondisi ini melngindikasikan bahwa pelngunjung mungkin melnganggap kualitas layanan selbagai faktor dasar (basic factor) yang harus ada, teltapi bukan faktor pelnelntu utama dalam melmbelntuk niat kunjungan ulang. Relvisit Intelntion celndelrung lelbih dipelngaruhi olelh faktor lain selpelrti pelngalaman kelselluruhan, kelnyamanan fasilitas, pelrselpsi harga, dan daya tarik telmpat. Pelngamatan ini tidak selpelnuhnya selsuai delngan telori Kualitas Layanan yang melnyatakan bahwa kualitas layanan dapat melnghasilkan pelningkatan kelpuasan dan relaksi konsumeln yang positif, telrmasuk pelrubahan relncana.
9. Fasilitas → K e puasan p e ngunjung → R e visit Int e ntion
Hasil analisis melnunjukkan bahwa tidak ada dampak signifikan dari fasilitas yang melnggunakan kelpuasan pelngunjung telrhadap Niat Kunjungan Kelmbali, delngan nilai statistik t selbelsar 1,559, yang lelbih relndah dari 1,96, dan nilai p selbelsar 0l,110l, yang lelbih relndah dari 0l,0l5. Hal ini melmbuktikan bahwa fasilitas melmang melmbelrikan kontribusi belsar telrhadap kelpuasan pelngunjung, namun kelpuasan telrselbut tidak cukup tinggi untuk selcara tidak langsung melmpelngaruhi niat kunjungan kelmbali.
Pelngamatan ini melnunjukkan bahwa fasilitas yang lelbih belsar melmbelrikan kelnyamanan dan kelselnangan jangka pelndelk sellama kunjungan, teltapi tidak sellalu melnjadi pelnelntu utama kunjungan belrulang. Pelngaruh timbal balik dari isu-isu lain selpelrti pelngalaman elmosional, minat pribadi, promosi, dan faktor situasional kelmungkinan tellah belrkontribusi pada pelnilaian kunjungan ulang. Pelngamatan ini dapat dipelrkelnalkan selbagai felnomelna telori pelrilaku konsumeln dan bauran pelmasaran jasa (7P), khususnya faktor bukti fisik, di mana fasilitas dapat belrfungsi selbagai jaminan kualitas pelngalaman, namun tidak sellalu belrada di urutan pelrtama dalam daftar pelnelntu niat kunjungan ulang.
10. P e rs e psi harga → K e puasan p e ngunjung → R e visit Int e ntion
Selpelrti yang ditunjukkan olelh hasil analisis, pelrselpsi harga tidak melmiliki dampak yang kuat telrhadap Niat Kunjungan Kelmbali delngan nilai statistik t selbelsar 1,629 = 1,96 dan nilai p selbelsar 0l,10l4 = 0l,0l5. Hal ini melnunjukkan bahwa citra harga melrupakan faktor yang belrpelngaruh telrhadap kelpuasan pelngunjung, teltapi bellum telntu selbagai variabell meldiator yang pada akhirnya belrdampak pada niat kunjungan.
Kondisi ini melngindikasikan bahwa pelngunjung dapat melrasa puas telrhadap harga yang ditawarkan, namun kelputusan untuk mellakukan kunjungan ulang lelbih banyak dipelngaruhi olelh faktor lain selpelrti minat, pelngalaman kunjungan selbellumnya, selrta daya tarik delstinasi selcara kelselluruhan. Telmuan ini seljalan delngan Pelrceliveld Valuel Thelory, yang melnyatakan bahwa harga akan melmelngaruhi pelrilaku konsumeln apabila manfaat yang dirasakan melnjadi faktor dominan; namun keltika faktor pelngalaman dan minat lelbih kuat, maka pelran harga dalam melndorong niat kunjung ulang melnjadi kurang signifikan
Simpulan
Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa kualitas layanan tidak melmiliki pelngaruh signifikan telrhadap minat kunjungan maupun relvisit intelntion, yang melngindikasikan bahwa layanan yang optimal bellum telntu selcara langsung melndorong pelningkatan niat belrkunjung atau kunjungan ulang. Fasilitas telrbukti belrpelngaruh signifikan telrhadap minat kunjungan, melnelgaskan bahwa kellelngkapan, kelnyamanan, dan kondisi lingkungan belrpelran dalam melnarik minat awal pelngunjung, namun fasilitas bellum melnjadi faktor pelnelntu dalam melmbelntuk relvisit intelntion. Namun, selbagai pelrbandingan, pelngaruh pelrselpsi harga telrhadap niat kunjungan dan niat kunjungan ulang sangat belsar, yang melnunjukkan bahwa kelselsuaian harga delngan kualitas layanan dapat melnjadi stimulus yang ampuh dalam melmicu niat kunjungan dan kelputusan niat kunjungan ulang. Sellain itu, minat kunjungan tellah diteltapkan melmainkan pelran yang kuat dalam niat kunjungan ulang, yang melmbelnarkan pelran yang dimainkan olelh minat selbagai variabell pelnelntu dalam melmbelntuk pelrilaku kunjungan ulang telrhadap layanan arelna futsal.
R e f e r e nsi
H. Sudarsono, Buku Ajar Manajemen Pemasaran. Jember, Indonesia: CV. Pustaka Abadi, 2020.
F. Tjiptono, Strategi Pemasaran: Prinsip dan Penerapan. Yogyakarta, Indonesia: Penerbit Andi, 2022.
R. Al Hidayat, M. B. Eka Putra, and R. Cahya Pradipta, “Pengaruh fasilitas dan pelayanan karyawan terhadap kepuasan pengunjung pada Taman Wisata Qween,” Jurnal Administrasi Bisnis Nusantara, vol. 3, no. 1, pp. 59–70, 2024, doi: 10.56135/jabnus.v3i1.147.
F. Azhari and H. Ali, “Peran inovasi produk, strategi pemasaran, dan kualitas layanan terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital, vol. 2, no. 2, pp. 72–81, 2024, doi: 10.38035/jmpd.v2i2.146.
A. Putri, C. Suhartono, and M. Kristanti, “Pengaruh kualitas layanan terhadap minat kunjung kembali di Restoran Kaizen BBQ Grill & Shabu-Shabu Surabaya dengan customer experience sebagai variabel mediasi,” Jurnal Manajemen Perhotelan, vol. 9, no. 1, pp. 46–54, 2023, doi: 10.9744/jmp.9.1.46-54.
Wandirah, “Studi hospitality terhadap minat kunjung ulang pada destinasi wisata Danau Sipin,” Jurnal Dinamika Manajemen, vol. 9, no. 4, pp. 177–188, 2021. [Online]. Available: https://online-journal.unja.ac.id/jmbp/article/view/24954.
D. A. Putri, M. Sani, N. Athanya, Irnawati, and A. Rahmadsyah, “Studi literatur: Pengaruh kualitas fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Liu’s Nelayan Cemara Asri Medan,” Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, vol. 2, no. 10, pp. 190–197, 2024. [Online]. Available: https://ejurnal.kampusakademik.co.id/.
F. Prayogo, S. Rahayu, and F. Yamaly, “Pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap loyalitas pasien melalui variabel intervening kepuasan pasien di RSUD Siti Fatimah Az Zahra Provinsi Sumsel,” Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran & SDM, vol. 4, no. 4, pp. 195–206, 2024, doi: 10.47747/jnmpsdm.v4i4.1619.
F. Maulidah and I. Russanti, “Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap pakaian bekas,” E-Journal, vol. 10, no. 3, pp. 62–68, 2021, doi: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v10i3.
Setiawan, R. Azhar, Askolani, and D. M. Pauzy, “Pengaruh persepsi harga dan ulasan produk terhadap keputusan pembelian online (Survei pada konsumen Shopee.co.id di Kota Tasikmalaya),” Jurnal Doktor Manajemen, vol. 1, no. 9, pp. 188–203, 2023, doi: 10.22441/jdm.v6i2.21900.
N. P. Juliani and I. G. P. Kawiana, “Pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga terhadap kepuasan konsumen,” Widya Amrita: Jurnal Manajemen, Kewirausahaan dan Pariwisata, vol. 2, no. 1, pp. 129–138, 2022.
P. A. Larasati, O. Gautama, and D. Saradiva, “Analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan berkunjung kembali ke Diutara Coffee Shop Jakarta Utara,” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 8, no. 5, pp. 5004–5015, 2025, doi: 10.54371/jiip.v8i5.7884.
M. Sari, H. Rachman, N. J. Astuti, M. W. Afgani, and R. A. Siroj, “Explanatory survey dalam metode penelitian deskriptif kuantitatif,” Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 2023, doi: 10.47709/jpsk.v3i01.1953.
I. Lenaini, “Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling,” HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, vol. 6, no. 1, pp. 33–39, 2021. [Online]. Available: https://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/view/4075.
I. Ghozali and H. Latan, Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan SmartPLS. Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2020.
M. Mardapi, “Desain instrumen evaluasi yang valid dan reliabel dalam pendidikan Islam menggunakan skala Likert,” vol. 8, no. 12, pp. 855–861, 2024.
L. Mariana, “The impact of service quality on purchase intent and consumer satisfaction: An analysis,” Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, vol. 4, no. 1, pp. 19–27, 2024.
A. M. Siregar and N. Aslami, “Analisis faktor-faktor perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian,” Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, vol. 21, no. 2, pp. 96–103, 2022, doi: 10.47467/mk.v21i2.884.
M. Tecoalu et al., “The effect of price perception and brand awareness on service quality mediated by purchasing decisions (Study case on PT Maybank Indonesia Finance credit products),” Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT), vol. 1, no. 4, 2021, doi: 10.51715/husocpument.v1i4.127.
I. W. A. Wjuiradarma and N. N. R. Respati, “Peran customer satisfaction memediasi pengaruh service quality terhadap repurchase intention pada pengguna Lazada di Denpasar,” E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, vol. 9, no. 2, p. 637, 2020, doi: 10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i02.p12.