Login
Section Education

Coaching Based Academic Supervision for Kindergarten Teacher Professionalism


Supervisi Akademik Berbasis Coaching pada Profesionalisme Guru TK
Vol. 11 No. 1 (2026): June :

Rahyuni Rahyuni (1), Marwan Marwan (2), Munawar Munawar (3), Jamaluddin Idris (4), Mukhlisuddin ⁠ Mukhlisuddin (5)

(1) Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Almuslim Bireuen, Indonesia
(2) Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Almuslim Bireuen, Indonesia
(3) Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Almuslim Bireuen, Indonesia
(4) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, banda Aceh, Indonesia
(5) Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Almuslim Bireuen, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:









General Background: Quality education requires continuous teacher professional development supported by structured academic supervision. Specific Background: In practice, academic supervision in kindergartens often remains administrative and lacks reflective guidance, particularly in Aceh Tamiang Regency. Knowledge Gap: Limited studies integrate coaching techniques within academic supervision at the early childhood education level, especially in local contexts. Aims: This study examines the implementation of academic supervision through coaching techniques to improve kindergarten teacher professionalism. Results: Using a qualitative case study with interviews, observations, and document analysis, findings show supervision is conducted systematically through planning, classroom observation, reflection, and coaching-based follow-up. The approach encourages self-reflection, improvement of learning tools, adaptation of teaching strategies, and increased consistency in lesson plan implementation, classroom management, and professional responsibility. Novelty: The study provides a contextualized analysis of structured coaching integration within annual supervision cycles in kindergarten settings, highlighting its institutionalization in school quality management. Implications: Coaching-based academic supervision supports reflective and collaborative practices, strengthens teacher motivation and confidence, and contributes to improved learning quality in early childhood education.


Highlights
• Structured supervision stages guide reflective teaching practices
• Coaching dialogue builds teacher motivation and confidence
• Documented supervision cycle supports consistent classroom practices


Keywords
Academic Supervision; Coaching Techniques; Teacher Professionalism; Kindergarten Education; Reflective Practice









Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] N. Aedi, Pengawasan Pendidikan: Tinjauan Teori dan Praktik. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada, 2014.

[2] A. Ambarita, Kepemimpinan Kepala Sekolah, cet. 1. Yogyakarta, Indonesia: Graha Ilmu, 2015.

[3] K. Amri, M. Syaifuddin, and S. Tambak, “Supervisi akademik dan supportive dalam pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, vol. 3, no. 2, pp. 884–894, 2022.

[4] M. Arfin and M. Munirah, “Pelaksanaan supervisi akademik berbasis coaching terhadap kinerja guru di UPT SPF SD Negeri 3 Kasimpureng,” Prosiding SISFOTEK, vol. 8, no. 1, pp. 1–6, 2024.

[5] A. M. R. M. Arrosit, “Supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru (studi kasus di MA Ma’arif Al-Falah Ngrayun Ponorogo),” Disertasi, IAIN Ponorogo, Ponorogo, Indonesia, 2021.

[6] P. Arumi, “Model supervisi akademik dalam pengembangan mutu pembelajaran pesantren,” 2018.

[7] W. Y. Astutik, “Peningkatan kemampuan guru dalam penerapan model pembelajaran sentra melalui supervisi akademik,” Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, vol. 1, no. 2, pp. 93–99, 2016, doi: 10.17977/um027v1i22016p093.

[8] S. Baga, T. Taufiqurrahman, F. Alfauzi, and W. A. Cahyaningrum, “Implementasi supervisi akademik dengan teknik coaching dalam meningkatkan mutu pembelajaran,” Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, vol. 1, no. 3, pp. 272–284, 2024.

[9] H. B. Uno, Profesi Kependidikan: Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara, 2008.

[10] H. Dalanggo, “Strategi perencanaan supervisi akademik kepala madrasah,” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, vol. 5, no. 4, pp. 381–388, 2019.

[11] Daryanto, Administrasi Pendidikan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2011.

[12] Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan. Jakarta, Indonesia: Departemen Agama RI, 2006.

[13] B. Sani and Kurniasih, Ragam Pengembangan Model Pembelajaran untuk Peningkatan Profesionalitas Guru. Yogyakarta, Indonesia: Kata Pena, 2016.

[14] Supardi, Sekolah Efektif: Konsep Dasar dan Praktiknya. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers, 2013.

[15] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, cet. ke-23. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2016.

[16] O. Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Bandung, Indonesia: Bumi Aksara, 2009.

[17] D. Hamid, “Tugas, peran, kompetensi dan tanggung jawab menjadi guru profesional,” Jurnal Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak, vol. 13, no. 2, 2015.

[18] M. L. Hasanah and M. Kristiawan, “Supervisi akademik dan bagaimana kinerja guru,” Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, vol. 3, no. 2, p. 97, 2019, doi: 10.29240/jsmp.v3i2.1159.

[19] Istianah, “Implementasi program supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN 1 Cikarang Utara dan MAN Kabupaten Bekasi,” Jurnal Administrasi Pendidikan, vol. 26, no. 1, pp. 72–87, 2019, doi: 10.17509/jap.v26i1.19861.

[20] K. Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada, 2006.

[21] E. Karwati and J. Juni P., Kinerja dan Profesionalisme Kepala Sekolah: Membangun Sekolah yang Bermutu. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2013.