Emirsyah Gibran Mustofa (1), Moch. Bahak Udin By Arifin (2)
General Background: The rapid development of Artificial Intelligence has transformed educational practices, including foreign language instruction in secondary schools. Specific Background: In Arabic language learning, AI tools such as ChatGPT and DeepL are increasingly used by students to assist translation, vocabulary development, and independent study activities. Knowledge Gap: However, limited empirical studies examine the intensity of AI utilization and its multidimensional consequences on students’ learning behavior in Indonesian Islamic senior high schools. Aims: This study aims to analyze the intensity of AI use and to identify its positive and negative consequences in Arabic language learning at SMA Muhammadiyah 01 Taman Sidoarjo. Results: Using a qualitative case study approach with interviews, observations, and documentation involving teachers and Grade XII students, the findings reveal high utilization of AI as a translation and learning support tool. Positive outcomes include increased learning motivation, flexible access to materials, time efficiency, and expanded Arabic vocabulary. Conversely, negative consequences involve technological dependency, reduced social interaction, decreased critical thinking initiative, technical access issues, and occasional inaccuracy in translation results. Novelty: The study highlights the dual consequences of AI utilization within a specific senior high school context, emphasizing dependency risks alongside learning benefits. Implications: The findings underline the necessity of active teacher guidance to ensure AI functions as a supportive instrument rather than a substitute for pedagogical roles.
Keywords: Artificial Intelligence, Arabic Language Learning, Qualitative Case Study, Student Dependency, Secondary Education
Key Findings Highlights:
High classroom reliance on digital translation platforms among Grade XII learners.
Motivation growth and vocabulary expansion reported during technology-assisted study.
Critical thinking reduction and social interaction decline identified as emerging concerns.
Bahasa Arab merupakan bahasa resmi dari 25 negara di dunia dan memiliki penutur sebanyak 280 juta orang. Saat ini, Bahasa Arab telah menyebar luas dan dipelajari di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.[1]. Perkembangan pembelajaran Bahasa Arab sendiri mempunyai peran yang krusial terhadap esensi pendidikan Islam di Indonesia. Bahasa Arab merupakan bahasa yang dipakai dalam Al-Qur'an dan Hadits, sebagai rujukan utama dan bahasa resmi peribadatan umat Muslim di seluruh dunia, sehingga menjadikan Bahasa Arab begitu penting untuk dipelajari guna memahami isi ajaran agama Islam secara menyeluruh dengan benar.[2] Bahasa Arab di Indonesia menjadi mata pelajaran wajib di berbagai lembaga seperti madrasah dan pondok pesantren.[3]. Problem dalam proses pembelajaran Bahasa Arab dapat disebabkan oleh dua faktor. Pertama, yaitu faktor linguistik berupa masalah yang berhubungan langsung dengan Bahasa Arab itu sendiri, seperti kesulitan siswa dalam pengucapan kata atau kalimat, kurangnya penguasaan mufrodat, dan pengaruh lingkungan keluarga yang membuat siswa kesulitan dalam memahami Bahasa Arab.[4] Kedua, faktor non-linguistik merupakan masalah yang juga mempengaruhi pelaksanaan program pembelajaran dan bahkan menghambat keberhasilan di tengah proses pembelajaran, seperti kurangnya motivasi belajar siswa dikarenakan penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan lemahnya penguasaan media serta lingkungan pembelajaran yang tidak mendukung.[5] Oleh karena itu, teknologi hadir sebagai inovasi dan alat bantu dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Perkembangan teknologi saat ini mengalami percepatan yang masif. Hal tersebut terjadi semenjak masa Revolusi Industri, sehingga menyebabkan perubahan signifikan di berbagai bidang dan aspek kehidupan manusia, terlebih khusus pada saat merebaknya pandemi COVID-19 [6]. Pandemi global yang terjadi, secara tidak langsung menjadi penghalang, sehingga menyebabkan minimnya interaksi sosial antar individu dan mengakibatkan ketergantungan pada penggunaan internet atau Internet of Things (IoT), yakni mengaitkan aktivitas kehidupan sehari-hari ke internet [7]. Kemajuan dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang terhubung dengan IoT, telah mengubah cara manusia dalam bekerja, berpikir, bertindak, bahkan pada saat melakukan kegiatan sehari-hari [8].
Hadirnya perkembangan Teknologi seperti IoT menyebabkan meningkatnya intensitas penggunaan teknologi pada kegiatan ataupun aktivitas manusia beberapa tahun belakangan ini, teknologi sendiri berperan sebagai alat untuk membantu dan mempermudah manusia dalam menyelesaikan berbagai urusan [9]. Transformasi digital juga sangat berdampak pada perkembangan generatif artificial intelligence (AI) yang menjadi perhatian tersendiri bagi banyak pihak khususnya di bidang Pendidikan [10]. Dunia Pendidikan saat ini tengah gencar dalam membuat serta mengembangkan inovasi penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, guna meningkatkan mutu dan kualitas pengajar dan peserta didik dengan harapan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran, terlebih khusus pembelajaran Bahasa di sekolah [11].
Salah satu inovasi perkembangan ilmu teknologi yang saat ini terbukti dapat membantu dan mendukung perubahan dalam bidang pendidikan adalah pemanfaatan AI guna membantu pada saat proses pembelajaran di kelas [12]. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab, AI menawarkan berbagai bantuan, seperti membantu memperluas kosakata dan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan kata dan frasa dalam bahasa Arab. Penggunaan AI juga dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran bahasa Arab dengan cara menyediakan media yang interaktif, beragam, dan menarik, serta memberikan umpan balik yang cepat dan akurat kepada siswa [13]. Selain itu, pemanfaatan IoT dalam pembelajaran Bahasa Arab juga memungkinkan siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja dengan menggunakan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.
Selain memungkinkan siswa untuk belajar Bahasa Arab secara mandiri, pemanfaatan AI juga bisa membantu siswa dalam menerjemahkan teks, kata, dan kalimat Bahasa Arab yang kompleks. [14]. Dengan adanya bantuan teknologi AI, proses penerjemahan menjadi lebih akurat dan konsisten ketika meninjau unsur budaya dan sosial yang relevan antara kedua bahasa. Keakuratan terjemahan yang dihasilkan juga sangat penting dalam menghadapi tantangan penerjemahan yang rumit dan kompleks.[15]. Hasil penerjemahan yang diperoleh juga bisa dibilang bagus dan mudah untuk dipahami. Adapun ketika digunakan sebagai platform untuk mencari materi, hasil yang disajikan juga sangat baik dan terperinci, sehingga menjadi sangat efektif ketika digunakan dalam penerjemahan, khususnya Bahasa Arab [16].
Dari sekian banyak manfaat yang ditawarkan oleh penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Arab, muncul berbagai problematika, terutama di kalangan pelajar di tingkat SMP dan SMA. Penggunaan teknologi AI dapat menyebabkan efek buruk kepada siswa.[17]. Salah satunya adalah potensi ketergantungan pada teknologi, pengurangan interaksi sosial, dan potensi hilangnya nuansa budaya yang penting dalam bahasa tersebut. Ketergantungan pada alat-alat berbasis AI, seperti aplikasi penerjemahan otomatis dan chatbot, dapat mengurangi kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Arab.[18]. Selain itu, interaksi yang terbatas dengan pengajar dan sesama siswa dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi yang seharusnya menjadi fokus utama dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Dapat disimpulkan bahwasannya penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran Bahasa Arab memiliki segudang manfaat; akan tetapi, hal tersebut tidak luput dari dampak penggunaan AI secara berlebih, yang akhirnya dapat merugikan penggunanya sendiri. Penelitian yang hampir serupa mengenai dampak penggunaan AI terhadap pembelajaran Bahasa Arab telah dilakukan oleh Nurfaiza,di mana objek dari penelitian artikel ilmiah tersebut adalah siswa di MTs Nurul Huda Al-Banat, Kapongan, Situbondo, yang aktif mengikuti mata pelajaran Bahasa Arab. Dalam artikel ilmiah tersebut, menunjukkan bahwasannya penggunaan AI Chat GPT dalam proses pembelajaran Bahasa Arab dinilai berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa.
Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh penggunaan AI, tetapi dengan objek penelitiannya adalah peserta didik di SMA Muhammadiyah 01 Taman, Sidoarjo (SMAMITA). Keterbaruan dalam penelitian ini terletak pada fokus utama penelitian yang menyoroti apakah penggunaan AI dapat menyebabkan ketergantungan dan menurunnya kemampuan berbahasa Arab siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana intensitas penggunaan AI pada saat proses pembelajaran Bahasa Arab berlangsung, dan 2) bagaimana dampak positif dan negatif penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Arab. Diharapkan nantinya dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat membantu tenaga pendidik dalam memahami dampak penggunaan AI serta korelasinya terhadap nilai dan kemampuan berbahasa Arab siswa.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, salah satu karakteristik penelitian kualitatif yaitu untuk menganalisis suatu permasalahan yang ada serta mengembangkan pemahaman yang spesifik dari suatu fenomena yang diteliti [19]. Lokasi yang dipilih menjadi tempat dari pengambilan data penelitian adalah di SMA Muhammadiyah 01 Taman (SMAMITA), Dimana para siswa menggunakan perangkat elektronik berbasis AI seperti ChatGPT dan DeepL. sebagai alat bantu dalam menerjemahkan kata ataupun kalimat Berbahasa Arab, guna memudahkan siswa memahami materi pelajaran Bahasa Arab selama proses pembelajaran di kelas.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus yang berfokus pada analisis suatu kasus tertentu guna mengamati fenomena dalam konteks dunia nyata [20]. subjek penelitian ini adalah siswa dari kelas XII yang berjumlah 5 murid, guru mata pelajaran bahasa Arab dan wali kelas XII yang menjadi sumber utama pengambilan data dan informan pada saat proses penelitian berlangsung.
Sumber informasi pada penelitian ini berupa data kualitatif yang berasal dari informasi deskriptif yang mengandung kata-kata atau kalimat. Data kualitatif dalam penelitian ini meliputi informasi dari subjek penelitian, kegiatan, dokumentasi, dan Tindakan dalam pembelajaran Bahasa Arab, data diperoleh dari dua sumber data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini berupa wawancara dan observasi, sedangkan data sekundernya berupa
buku pembelajaran Bahasa Arab guru dan siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), rencana pembelajaran semester (RPS), hasil penilaian pada mata Pelajaran Bahasa Arab.
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik wawancara yang digunakan yaitu terstruktur yang bertujuan untuk mendapatkan data yang spesifik dan menyeluruh, wawancara terstruktur digunakan guna mendapatkan data yang valid dari tiap responden yang menjadi narasumber. Wawancara dilakukan kepada siswa dan siswi kelas XII (SMAMITA), guru mata pelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan Teknik observasi non-partisipatif, Dimana nantinya peneliti akan mengamati para siswa dan guru mata pelajaran BahasaArab selama pelaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung. Adapun untuk
Figure 1. Gambar 1. Alur Penelitian Kualitatif Studi Kasus
dokumentasi yang dibutuhkan pada penelitian kali ini berupa buku pembelajaran guru dan siswa, (RPP), Hasil Penilaian pada mata pelajaran Bahasa Arab Kelas XII .
Pada penelitian kali ini, analisis data merupakan prosedur yang penting guna mengolah data mentah menjadi sebuah informasi yang memiliki nilai dan makna dengan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara, observasi dan analisis dokumen. Adapun Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Milles dan Hubberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
1. Bagaimana Intensitas Penggunaan AI Pada Saat Proses Pembelajaran Bahasa Arab
Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi keadaan kelas selama proses pembelajaran Bahasa Arab serta wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa di SMA Muhammadiyah 01 Taman, diperoleh hasil data mengenai intensitas penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang digunakan oleh siswa maupun guru pada saat proses belajar mengajar di kelas berlangsung. Data menunjukkan bahwa kebanyakan dari siswa menggunakan AI secara aktif di berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari menerjemahkan kosakata atau kalimat, latihan tata bahasa, hingga dalam praktik percakapan sehari hari dalam Bahasa Arab (khiwar). Tingginya intensitas penggunaan alat bantu penerjemah juga dipengaruhi oleh kebijakan pihak sekolah yang mengizinkan para siswa untuk membawa perangkat elektronik, dengan catatan perangkat elektronik (hp, laptop, tab, dll.) tidak boleh digunakan secara sembarangan dan pemakaiannya akan dipantau langsung oleh Bapak/Ibu guru, terlebih khusus saat jam pembelajaran di kelas berlangsung.
Dari total 30 siswa yang ada di kelas XII, 15 siswa aktif menggunakan AI penerjemah selama proses pembelajaran Bahasa Arab, terutama untuk mengerjakan tugas dan latihan mandiri di luar jam sekolah. Sementara itu, 9 siswa lainnya menggunakan AI hanya untuk membantu mencari kosakata atau kalimat yang kurang bisa dipahami. Hanya 6 siswa yang menggunakan AI dengan intensitas yang rendah, dikarenakan lebih memilih menggunakan kamus dengan alasan menghindari dampak ketergantungan berlebih terhadap penggunaan alat bantu penerjemah. Penggunaan kamus juga dinilai sebagian siswa bisa menjadikan mereka lebih paham dengan makna dan arti dari kosakata yang dicari. Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan juga dapat diketahui bahwa Bapak/Ibu guru pengampu mapel Bahasa Arab kelas XII kadang masih menggunakan alat bantu AI terutama untuk menerjemahkan kata atau kalimat dalam buku ajar serta mengoreksi jawaban dari tugas maupun PR yang sudah dikumpulkan oleh para siswa.
Dalam penerapan kegiatan belajar di kelas, para siswa memanfaatkan platform AI untuk mendukung proses pembelajaran mereka. ChatGPT misalnya, digunakan sebagai alat bantu dalam membuat narasi atau percakapan menggunakan Bahasa Arab, memberikan penjelasan tambahan tentang materi yang sedang dipelajari, serta membantu memahami makna dan penggunaan kosakata Bahasa Arab. DeepL dimanfaatkan untuk mencari dan menerjemahkan kosakata ataupun kalimat Berbahasa Arab, memberikan contoh bagaimana pelafalan yang benar dari suatu kata atau kalimat melalui fitur audio yang bisa digunakan tanpa adanya batas pemakaian.
Figure 2. Gambar 2.Suasana Pembelajaran Bahasa Arab di kelas XII
Tingginya intensitas penggunaan AI di sekolah SMA Muhammadiyah 01 Taman sebagai sarana alat bantu penerjemah telah menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari selama proses pembelajaran Bahasa Arab. Salah satu penyebab tingginya intensitas penggunaan AI dikarenakan penggunaan media dan teknik pembelajaran yang kurang bervariasi, sebagaimana yang terlihat pada Gambar 2, yang memperlihatkan Bapak/Ibu guru cenderung lebih banyak menggunakan metode ceramah dibandingkan dengan media interaktif seperti gambar, PPT ataupun video edukatif pada saat memaparkan materi Bahasa Arab di kelas, hal tersebut dapat menyebabkan motivasi, konsentrasi belajar para siswa menjadi menurun dan terkesan kurang menarik, hal ini menjadi salah satu pemicu peningkatan penggunaan AI oleh para siswa sehingga dapat menghambat keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas.
Terlepas dari tingginya intensitas pemanfaatan AI sebagai alat bantu penerjemah pada saat pembelajaran Bahasa Arab di kelas, alat bantu penerjemah seperti google translate, memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai alat bantu seperti pengenalan suara dan asisten virtual yang membantu memperbaiki pelafalan serta memahami makna sebuah kata secara lebih akurat. Penggunaan AI juga dapat memberikan akses yang lebih luas terhadap materi pembelajaran serta memungkinkan para siswa untuk mendapatkan umpan balik secara langsung dan materi yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa[21]. Kemudahan ini menjadikan para siswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi berbagai materi yang berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Arab tanpa terikat oleh ruang dan waktu.
Dalam penelitian ini, Dampak Pemanfaatan AI Oleh Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di SMA Muhammadiyah 01 Taman (SMAMITA) Sidoarjo menunjukkan kesamaan dengan temuan dari penelitian lain. Misalnya penelitian pada maya fadilah pada 2025 yang berjudul “Literature Review : Penggunaan Teknologi Media Artificial Intellingence Chatgpt Untuk Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah” [22]. Selain itu, penelitian Aidah Novianti Putri pada tahun 2023 mengenai “Penerapan kecerdasan buatan sebagai media pembelajaran bahasa arab di era society 5.0” [23]. Selanjutnya penelitian Muhammad Nur Iman pada tahun 2024 yang berjudul “Eksplorasi Tantangan Dan Peluang Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab Berbasis AI: Studi Multi-Perspektif Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo”[24]. Penelitian-penelitian terdahulu ini memperkuat temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, yang menegaskan bahwa meningkatnya intensitas penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Arab di SMAMITA, sejalan dengan intensitas penggunaan AI yang ditemukan dalam penelitian lain, yang mana sama-sama menunjukkan lonjakan intensitas penggunaan AI pada saat proses pembelajaran Bahasa Arab di kelas.
Meskipun demikian, penggunaan AI selama proses pembelajaran memiliki beberapa tantangan. Salah satu kendala utama adalah ketidaksesuaian jawaban AI dengan konteks dari kata ataupun kalimat yang sudah diterjemahkan, sehingga siswa harus melakukan validasi tambahan dengan mencari secara manual di buku kamus dan bertanya secara langsung dengan guru[25]. Selain itu penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Arab juga harus diimbangi dengan metode pembelajaran konvensional agar bisa mencegah terjadinya ketergantungan berlebihan yang dapat mengurangi kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan berinteraksi secara langsung dengan guru maupun teman.
Secara keseluruhan, intensitas penggunaan AI penerjemah di sekolah SMA muhammadiyah 01 taman tepatnya pada siswa kelas XII bisa dibilang cukup tinggi, para siswa mengakui bahwa teknologi AI memberikan manfaat yang signifikan dalam proses pembelajaran, terutama dalam aspek penerjemahan, pelafalan, pencarian ide. AI telah membuka peluang bagi para siswa untuk belajar secara lebih fleksibel dan mandiri, namun tetap memiliki keterbatasan dalam keakuratan dari hasil penerjemahannya sehingga kadang masih harus melakukan validasi ulang. Oleh karena itu, peran AI sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung yang memperkaya pengalaman belajar, bukan sebagai pengganti peran guru. Dengan porsi yang seimbang antara pemanfaatan teknologi serta media konvensional seperti (papa tulis, alat peraga, dll) yang digunakan sebagai alat bantu guna memberikan contoh yang nyata kepada para siswa, diharapkan dengan hal tersebut para siswa dapat lebih optimal dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam terhadap Bahasa Arab, baik dari segi makna maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Bagaimana dampak positif dan negatif penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Ara b
Perkembangan teknologi AI yang masif pada saat ini banyak menciptakan inovasi metode pembelajaran yang beragam dan menarik bagi para siswa terutama pada mata pelajaran yang berfokus pada pembelajaran bahasa, terlebih khusus pada mata pembelajaran Bahasa Arab. Pemanfaatan penggunaan AI untuk membantu proses pembelajaran Bahasa Arab di kelas pastinya tidak luput dengan adanya dampak positif dan negatif yang ditimbulkan, maka dari itu perlu adanya evaluasi mendalam untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI penerjemah sebagai alat bantu dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Figure 3. Gambar 3. Dampak Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa serta observasi keadaan kelas selama proses pembelajaran di SMA Muhammadiyah 01 Taman, ditemukan berbagai dampak positif dan negatif yang bisa ditimbulkan dari penggunaan AI selama proses pembelajaran Bahasa Arab di sekolah (SMAMITA). Sebagaimana yang ditujukan pada Gambar 3, di antaranya yaitu :
a. Dampak Positif Pe nggunaan AI Pada Saat Pembelajaran Bahasa Arab :
1) Dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa :
Sebagian besar siswa mengatakan bahwa penggunaan AI penerjemah membuat proses belajar Bahasa Arab menjadi lebih menarik dan interaktif . Fitur-fitur interaktif AI, seperti audio pengucapan suara dan koreksi secara langsung, membuat proses terjemahan menjadi menyenangkan, yang mana hal tersebut bisa mendorong siswa untuk lebih sering berlatih dalam membaca maupun menghafal kosakata dalam Bahasa Arab. Hal ini terbukti meningkatkan motivasi para siswa untuk lebih bersemangat selama mengikuti proses kegiatan pembelajaran di kelas, terutama bagi siswa yang sebelumnya merasa belajar Bahasa Arab itu sulit dan membosankan.
2) Efisiensi Waktu dan Fleksibilat dalam Mengakses Materi:
Hadirnya teknologi AI, dapat membantu para siswa dengan mudah dan cepat dalam mencari satu persatu kosakata di dalam kamus tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari arti dari sebuah kata atau kalimat dalam Bahasa Arab[26]. Penggunaan AI juga memungkinan siswa untuk mengakses dan mencari berbagai materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sehingga membuat proses belajar para siswa tidak dibatasi oleh waktu atau tempat tertentu. Dengan adanya bantuan AI, para siswa bisa belajar sesuai kadar kemampuan maupun gaya belajar yang mereka sukai. Misalnya, berlatih komunikasi yang sering digunakan pada percakapan sehari hari menggunakan media berupa vidio maupun film berbahasa Arab, memperluas kosakata barang di sekitar dengan google lens serta menambah materi pembelajaran Bahasa Arab yang belum diajarkan oleh Bapak/ibu guru di sekolah menggunakan ChatGPT. Hal ini diharapkan bisa menumbuhkan sifat kemandirian para siswa agar tidak hanya bergantung pada materi ataupun soal yang ada di buku ajar saja, penggunaan alat bantu AI juga dapat membantu meringankan tugas Bapak/Ibu guru pada saat menerangkan materi pembelajaran di kelas.
3) Peningkatan Wawasan K osakata D alam bahasa Arab :
Penggunaan AI penerjemahan dapat membantu para siswa untuk menambah wawasan serta penguasaan tentang berbagai kosakata dalam Bahasa Arab. Siswa bisa mendapatkan kosakata baru dengan mudah apabila para siswa bisa memanfaatkan AI dengan maksimal, sehingga siswa dapat belajar menggunakan kata-kata baru dalam percakapan sehari-hari. Dengan menambah kosakata, siswa dapat lebih mudah memahami teks dan berkomunikasi dengan Bahasa Arab dengan lebih efektif.
b. Dampak Negatif penggunaan AI Pada Saat Pembelajaran Bahasa Arab :
1) Ketergantungan pada Teknologi:
Beberapa siswa menunjukkan reaksi ketergantungan pada saat menggunakan alat bantu AI, seperti terlalu sering mencari kunci jawaban dengan bantuan AI ketika mengerjakan tugas, yang berdampak pada kurangnya inisiatif siswa untuk berpikir secara kritis saat berdiskusi dengan guru maupun teman sebayanya[27]. Ketergantungan pada pemanfaatan AI juga dapat menghambat pengembangan maharah kalam, qira’ah maupun kitabah para siswa ketika mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut menyebabkan efek yang buruk sehingga membuat siswa menjadi malas untuk memahami serta mencari makna dari setiap kalimat maupun kosakata, sehingga menyebabkan pemahaman akan materi Bahasa Arab yang diberikan menjadi kurang optimal.
2) Keterbatasan Interaksi Sosial:
Penggunaan AI yang terlalu intensif juga cenderung dapat mengurangi interaksi sosial antar sesama teman maupun kepada guru, minimnya interaksi sosial antar individu pada saat pembelajaran Bahasa Arab dapat berpotensi menurunkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi serta bisa menyebabkan kurangnya rasa empati dan kolaborasi yang terjadi antar siswa maupun guru, yang seharusnya menjadi fokus utama dalam pembelajaran Bahasa Arab .
3) Masalah Teknis dan Aksesibilitas:
Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat gadget serta jaringan internet yang stabil dan memadai. Jaringan internet yang tidak stabil juga dapat menimbulkan polemik tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala teknis ketika menggunakan alat bantu AI, yang notabenenya mengandalkan akses jaringan internet untuk mengaksesnya. Hal ini menyebabkan turunnya efektifitas pemanfaatan AI ketika proses pembelajaran berlangsung Sehingga dapat mempengaruhi konsentarsi para siswa dalam mencera materi pembelajaran Bahasa Arab yang diajarkan oleh Bapak/Ibu guru ketika berada di kelas.
4) Kualitas Hasil Ter jemahan yang Kurang Akurat :
Kualitas hasil terjemahan yang kurang akurat ketika memakai AI penerjemahan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, yang mana hasil terjemahan kadang kala kurang akurat dengan kosakata dan kalimat dalam Bahasa Arab. Sehingga mengharuskan para siswa untuk melakukan validasi dan cek ulang dengan cara bertanya langsung kepada guru maupun mencari secara manual dari tiap kosakata menggunakan buku kamus. Kualitas penerjemah yang kurang akurat juga berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman bagi para siswa ketika mempelajari arti, makna kata dalam Bahasa Arab.
Dalam penelitian ini, Dampak positif dan negatif dari Pemanfaatan AI Oleh Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di SMA Muhammadiyah 01 Taman (SMAMITA) Sidoarjo menunjukkan kesamaan dengan temuan dari penelitian lain. Misalnya penelitian dari Sayed Muhammad Ichsan pada 2025 yang berjudul “Pemanfaatan AI (Artificial Intellegence) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Studi Eksperimental Aplikasi Ana Muhtarif Al-Khat” [28]. Selain itu, penelitian Agil Husein Al Munawar pada tahun 2025 mengenai “Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Di Indonesia” [29]. Selanjutnya penelitian Andiena Damayantipada tahun 2025 yang berjudul “Potensi Pemanfaatan Artificial Intelligence Pada Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Penguatan Karakter” [30]. Penelitian-penelitian terdahulu ini memperkuat temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, yang menegaskan bahwa penggunaan AI penerjemah dalam pembelajaran Bahasa Arab di SMAMITA, sejalan dengan hasil dari dampak penggunaan AI yang ditemukan dalam penelitian lain, yang mana sama-sama menunjukkan bahwasanya, penggunaan AI pada saat proses pembelajaran Bahasa Arab dapat menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif yang kompleks bagi para siswa.
Secara keseluruhan, dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI penerjemah di sekolah SMA muhammadiyah 01 taman tepatnya pada siswa kelas XII sangatlah beragam, para siswa mengakui bahwa teknologi AI memberikan manfaat yang signifikan dalam proses pembelajaran, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar, menyediakan media belajar yang menarik dan interaktif serta dapat memudahkan dalam menambah kosakata baru yang sebelumnya belum pernaj diajarkan. Disamping itu penggunaan AI juga menimbulkan dampak buruk bagi siswa seperti ketergantungan akan penggunaan alat bantu penerjemah, kurangnya interaksi antar guru dan murid, menurunnya kemampuan untuk berpikir kritis, dll. Maka dari itu, peran guru sebagai orang tua dan pendidik di sekolah sangat penting untuk mendampingi serta membimbing para siswa agar dapat menggunakan AI secara baik dan bijak. Sehingga hal tersebut dapat memberikan manfaat yang dapat mendukung mengoptimalkan proses pembelajaran dan diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan AI secara berlebih pada saat proses pembelajaran Bahasa Arab di kelas berlangsung.
Berdasarkan Hasil Penelitian Mengenai Dampak Pemanfaatan AI Oleh Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Kelas XII Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 01 Taman (SMAMITA) Sidoarjo, dapat Disimpulkan Bahwa Pemanfaatan teknologi AI di sekolah SMAMITA menunjukkan intensitas yang cukup tinggi sebagai alat bantu untuk mencari materi dan menerjemahkan kosakata dalam Bahasa Arab . Penggunaan alat bantu penerjemah seperti google translate Hasil penelitian juga menunjukkan penggunaan AI memiliki dampak positif dan negatif yang signifikan dan beragam. Dampak positif dar penggunaan AI meliputi peningkatan motivasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, pembelajaran yang personal dan fleksibel sesuai kemampuan siswa, efisiensi waktu serta kemudahan akses materi kapan saja dan di mana saja. Selain itu, penggunaan AI juga mampu meningkatkan wawasan dan penguasaan kosakata, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami bacaan isi teks dan dalam Bahasa Arab dengan baik dan benar.
Namun, terdapat beberapa dampak negatif akibat pemanfaatan AI secara berlebihan, seperti ketergantungan penggunaan AI yang menyebabkan menurunnya kemampuan inisiatif siswa dalam berpikir kritis, serta menghambat berkembangnya keterampilan berbicara, membaca, dan menulis Bahasa Arab. Tingginya intensitas penggunaan AI juga mengurangi interaksi sosial antar siswa dan guru ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab, guru diharuskan untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih kreatif dan menarik, serta memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Hal ini penting agar semua siswa dapat memahami materi dengan baik, sehingga dapat mengurangi intensitas dan dampak negatif dari penggunaan AI pada saat pembelajaran di kelas.
Ucapan Terima Kasih
Puji syukur saya panjatkan kepada allah swt yang telah memberikan saya kemudahan dalam mengerjakan artikel hingga selesai. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, mendukung dan mendoakan saya dalam penelitian ini, kepada pihak sekolah ‘Sekolah Menengah Atas 01 Taman (SMAMITA) Sidoarjo, kepada bapak/ibu dosen yang telah membimbing hingga saat ini, kepada keluarga dan tak lupa kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi penulis dan bagi para pembaca.
[1] R. Y. Yuwana, et al, Trilogi Pendidikan Bahasa Populer di Indonesia, 1st ed. Papua Selatan: PT. Akselerasi Karya Mandiri, 2024.
[2] Zahroo, R. H., & Arifin, M. B. U. B. (2025). Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital Pada Smp Muhammadiyah 10 Sidoarjo. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 321-340.
[3] A. A. Bimantara. et al, “Dampak dari Kecerdasan Buatan yang Mulai Menyebar dalam Segala Bidang Terutama dalam Bidang Pendidikan Terhadap Pencapaian Pelajar,” J. Pendidik., vol. 2, 2024.
[4] N. Sakdiah. et al, “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab,” J. Pendidik. Bhs. dan Sastra Arab, vol. 1, 2023.
[5] A. Rohman, “Bahasa Arab dan Problematika Pembelajarannya,” J. Sanaamul Qur’an, vol. 3, 2022.
[6] Nuriyah, L., & Hikmah, K. Implementation of E-Learning in Learning Arabic in the Covid-19 Era at Muhammadiyah Middle School 5 Tulangan: Implementasi E-Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab era Covid-19 di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan.
[7] M. S. Gitakarma. et al, “Peranan Internet Of Things dan Kecerdasan Buatan Dalam Teknologi Saat ini,” J. Komput. dan Teknol. Sains, vol. 1, 2022.
[8] A. A. Rochim, “Kecerdasan Buatan: Resiko, Tantangan dan Penggunaan Bijak Pada Dunia Pendidikan,” J. Soc. Stud. Hum., vol. 3, 2024.
[9] M. Danuri, “Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital,” J. Infokam, vol. 2, 2019.
[10] A. Wibowo, Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Semarang: Yayasan Prima Agus, 2023.
[11] Hamidatussya'diyah, M., & Anwar, N. (2025). Pengaruh Game Edukasi Baamboozle terhadap Minat Belajar Bahasa Arab Siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1), 169-176.
[12] M. Sinaga, “Peran dan Tantangan Penggunaan AI (Artificial Intelligence) Dalam Pembelajaran Matematika,” J. Ummuba, vol. 1, 2024.
[13] N. R. Zaimah. et al, “Acceptability and Effectiveness Analysis of Large Language Model-Based Artificial Intelligence Chatbor Among Arabic Learners,” J. Arab. Lang., vol. 4, 2024.
[14] S. Sobriyah. et al, “Peluang dan Tantangan Artificial Intelligence (AI) Terhadap Pembelajaran Maharotul kalam,” Indones. Res. J. Educ., vol. 4, 2024.
[15] E. Murdani. et al, “Minat Mahasiswa Menggunakan ChatGPT dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Studi pada Mahasiswa PBA UINSI Samarinda,” Borneo J. Lang. Educ., vol. 5, 2025.
[16] M. Nurullawasepa. et al, “AI (Artificial Intelligence) dalam penerjemahan teks Bahasa Arab,” J. Usahid Solo, vol. 3, 2023.
[17] E. Adedo, “Perkembangan Media Digital dan Pemanfaatannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Institut Agama Islam Negeri, 2024.
[18] Z. Muarifin, “Lunturnya Moralitas Pendidikan di Era Artificial Intelligence,” J. Creat., vol. 2, 2024.
[19] M. B. U. B. Arifin, Buku Ajar Metodologi Penelitian Pendidikan. Sidoarjo: UMSIDA Press, 2018.
[20] H. Poltak, “Pendekatan Metode Studi Kasus dalam Riset Kualitatif,” J. Local Archit. Civ. Enginering, vol. 2, 2024.
[21] Lutfiyatun, E., Kurniati, D., & Fajriah, N. (2023). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Gramatikal, Tarjamah dan Muhadatsah Di Perguruan Tinggi. seulanga, 2(2), 93-105.
[22] Sari, M. F., Koderi, K., Sagala, R., & Mizan, A. N. (2025). Literature Review: Penggunaan Teknologi Media Artificial Intellingence Chatgpt Untuk Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 560-569.
[23] Putri, A. N., & Hasan, M. A. K. (2023). Penerapan kecerdasan buatan sebagai media pembelajaran bahasa arab di era society 5.0. Tarling: Journal of Language Education, 7(1), 69-80.
[24] Iman, M. N., Inaku, M. S., & Hanani, D. (2024). Eksplorasi Tantangan Dan Peluang Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab Berbasis Ai: Studi Multi-Perspektif Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo. Irfani, 20(1), 60-76.
[25] Amadi, A. S. M., & Hikmah, K. (2025). Persepsi Mahasiswa Tentang Pemanfaatan Teknologi AI dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Islam Indonesia. Journal of Education Research, 6(2), 291-301.
[26] Fauziah, I., Afiyah, N., Pradana, W. S., Riyanto, A., & Quraani, S. A. Q. (2025). Peran Artifical Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Bahasa Arab Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta: The Role of Artificial Intelligence (AI) in Arabic Language Learning for Students at UIN Raden Mas Said Surakarta. J-MUR: Journal of Multidisciplinary Research, 1(2), 53-61.
[27] Zakiyah, N. U., Ameera, V., Ritonga, A. E., Aisah, N., Lingga, S. A., & Akmalia, R. (2024). Penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Mahira, 4(1), 1-16.
[28] Ichsan, S. M., Arifin, Z., Sabana, R., & Ilham, M. (2025). Pemanfaatan Ai (Artificial Intellegence) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Studi Eksperimental Aplikasi Ana Muhtarif Al-Khat. Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 11(1), 115-125.
[29] Al Munawar, A. H., Ali, M., & Nurbayan, Y. (2025). Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Di Indonesia. An-Nas, 9(1), 56-72.
[30] Damayanti, A., & Amrulloh, M. A. (2025). Potensi Pemanfaatan Artificial Intelligence Pada Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Penguatan Karakter. Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 8(01), 1-14.