Ninda Anayarahma (1), Ainur Rochmaniah (2)
General Background: Institutional image is essential for sustaining public trust and competitiveness in educational institutions through strategic communication management. Specific Background: SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo implements Islamic character development programs supported by public relations activities such as Ismuba For Student and religious-based student programs. Knowledge Gap: Studies commonly examine institutional reputation and character education separately, while limited research analyzes public relations roles in building school image through Islamic character strengthening in Islamic private schools. Aims: This study analyzes public relations roles in shaping school image through Islamic character development programs at SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Results: Public relations perform four main roles, namely communicator, relationship builder, management supporter, and institutional image builder, through dissemination of Islamic values, stakeholder relationship management, cross-divisional coordination, and publication of school achievements and religious activities. The programs are associated with student character formation, academic and non-academic achievements, and increased student enrollment. Novelty: This study integrates public relations functional roles with Islamic character education as a framework for institutional reputation development. Implications: The findings provide practical references for Islamic educational institutions in designing communication strategies based on character education and stakeholder engagement to strengthen institutional positioning.
Highlights:
Keywords: Public Relations Strategy, Institutional Reputation, Islamic Education, Character Development, Stakeholder Communication
Citra lembaga pendidikan di era modern menjadi tolok ukur utama kepercayaan publik sekaligus daya saing sekolah. Konsep citra merujuk pada persepsi kolektif masyarakat yang dibentuk melalui pengalaman, komunikasi, dan reputasi institusi [1]. Dalam konteks ini, hubungan masyarakat (humas) memegang peran strategis sebagai jembatan komunikasi yang memastikan pesan, nilai, dan kinerja sekolah tersampaikan secara konsisten kepada para pemangku kepentingan [2].
Salah satu institusi pendidikan swasta yang terakreditasi A berbasis Islam dengan visi “Terwujudnya Insan Islami yang Cerdas dan Berprestasi”. SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo atau yang akrab disebut Musasi hadir dan merupakan institusi pendidikan di Sidoarjo yang berada dalam naungan Muhammadiyah. SMP Musasi memiliki tujuan untuk menciptakan sekolah Islam berwawasan modern yang berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus tempat pengembangan ilmu pengetahuan.
Fokus utama lembaga pencapaian tidak hanya tercermin dalam aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter islami melalui program Ismuba For Student, Ismuba adalah Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Humas berkolaborasi dengan bidang kesiswaan melaksanakan program tersebut, terdapat beberapa kegiatan dalam program Ismuba seperti MUBIT, safari dakwah, share and care, shalling for heart, spiritual journey, pembiasaan sholat dhuha, sholat wajib berjamaah, pengajian wali murid, KOMPAQ, dan baitul arqam untuk menerapkan nilai Islam dalam keseharian siswa.
Karakter islami sendiri didefinisikan sebagai kepribadian yang dibangun atas dasar nilai Al-Qur’an dan sunnah, mencakup dimensi spiritual (hubungan dengan Allah), moral (akhlak terhadap sesama), dan sosial (kontribusi kepada masyarakat) [3]. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl 90 tentang perintah berbuat adil dan kebajikan, sedangkan Rasulullah SAW menegaskan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR Al-Baihaqi). Implementasi konsep ini di SMP Musasi dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penanaman Asmaul Husna, serta pembinaan sikap sosial siswa.
Tekanan budaya global dan perkembangan teknologi membuat pelestarian nilai islam menjadi tantangan signifikan bagi sekolah-sekolah berbasis agama [4]. Pendidikan karakter berfungsi sebagai penyeimbang agar siswa tidak hanya unggul intelektual, tetapi juga berperilaku sesuai norma agama dan budaya [5]. Oleh karena itu, program karakter islami di SMP Musasi diposisikan sebagai inti kurikulum dan didukung penuh oleh humas dalam setiap kanal komunikasi.
Dampak integrasi tersebut tercermin pada capaian siswa. Tahun 2025, salah satu peserta didik SMP Musasi Sukses memperoleh medali emas dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam, dalam ajang kompetisi olimpiade sains nasional PENA tingkat nasional.
Gambar 1. Dokumentas Capaian Siswa SMP Musasi [1]
Peningkatan kualitas karakter berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. Berdasarkan data penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang diperoleh dari pihak sekolah, pada tahun ajaran 2021/2022, sekolah menerima 170 siswa baru dari 200 pendaftar. Jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun ajaran 2022/2023, di mana sekolah menerima 179 siswa baru dari 193 pendaftar.
Meskipun pasca COVID-19 jumlah pendaftar sempat mengalami penurunan, hal ini tidak memengaruhi jumlah peserta didik yang diterima, justru terus meningkat, dari 170 siswa pada 2021/2022 menjadi 175 siswa pada 2022/2023, dan mencapai 213 siswa pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini menunjukkan bahwa program-program penguatan karakter islami dan prestasi akademik yang dijalankan oleh SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo mampu menarik minat masyarakat dari citra yang dibentuk serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sekolah ini.
Tabel 1. Grafik Data Penerimaan Siswa [2]
Secara teoritis, pembangunan citra dibedakan menjadi pembentukan (image creation) dan pemeliharaan (image maintenance). Pembentukan bertujuan menanamkan kesan positif awal, sedangkan pemeliharaan menjaga konsistensi persepsi yang telah terbentuk [6]. Humas Musasi menggabungkan keduanya membentuk citra baru melalui inovasi program islami sambil mempertahankan reputasi lama yang sudah diakui.
Kerangka operasional humas mengacu pada empat peran Rosady Ruslan yaitu communicator, relationship, back-up management, dan corporate image yang telah terbukti relevan dalam berbagai penelitian Pendidikan [6]. Empat peran tersebut diharapkan berfungsi sebagai pengamat dan pendengar serta menjadi tangan kanan bagi manajemen puncak dalam organisasi
Berdasarkan penelusuran penulis, terdapat lima penelitian terkait peran humas dalam membentuk citra sekolah. Namun, belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas peran humas dalam membentuk citra melalui penguatan karakter islami siswa. Berikut ini diuraikan kesamaan dan perbedaan dari lima penelitian tersebut yang relevan dengan topik ini.
Penelitian oleh M. Darwis menyatakan bahwa peran humas dalam meningkatkan citra SMK YAPMI Makassar berada pada kategori baik (61–80%) dengan indikator sebagai komunikator, pembangun hubungan, pendukung manajemen, dan pencitraan institusi. Kesamaan terletak pada tema dan metode pengumpulan data, sementara perbedaannya terletak pada pendekatan kuantitatif serta tidak menekankan aspek karakter islami [2].
Penelitian Ahmadi Hakiki menyimpulkan bahwa peran humas di SMA Muhammadiyah Gadingrejo cukup baik, meskipun belum optimal akibat keterbatasan fasilitas. Sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif, namun fokusnya pada pencitraan di tingkat wilayah, bukan pada penguatan karakter islami siswa [7].
Penelitian Refly Sumendap, menekankan peran humas SMKN 2 Tondano dalam membentuk citra lembaga melalui beragam aktivitas komunikasi serta pengelolaan hubungan eksternal. Meskipun memiliki kesamaan pendekatan, fokus kajian tersebut tidak diarahkan pada aspek penguatan karakter religius [8].
Penelitian Maisun mengkaji strategi publikasi madrasah berbasis pesantren yang dijalankan oleh humas melalui pemanfaatan media, penyelenggaraan kegiatan, serta kerja sama dengan alumni. Kajian ini memiliki relevansi secara tematik, namun berbeda dari segi konteks karena berfokus pada lembaga pesantren, bukan sekolah swasta Islam [9].
Penelitian oleh M. Mudlofir membahas penguatan karakter melalui penerapan sistem full day school pada SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Meski membahas objek yang sama, penelitian ini tidak memfokuskan diri pada peran humas dalam membentuk citra institusi [10].
Berdasarkan analisis tersebut, gap penelitian teridentifikasi dalam dua aspek utama pertama, belum adanya fokus pada peran humas dalam membentuk citra sekolah melalui penguatan karakter islami siswa kedua, objek penelitian sebelumnya belum secara spesifik mengkaji sekolah swasta Islam seperti SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Kedua celah inilah yang menjadi urgensi dan kontribusi dari penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan mengkaji peran humas dalam membentuk citra positif SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo melalui penguatan karakter islami siswa, serta mengetahui program keislaman yang dijalankan humas. Hasilnya diharapkan memberi kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu kehumasan dan kontribusi praktis bagi sekolah Islam dalam menyusun strategi humas berbasis penguatan karakter islami.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena memungkinkan peneliti memahami secara mendalam peran humas dalam pembentukan citra melalui penguatan karakter Islami siswa di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo [11].
Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi), yang berlokasi tepatnya di Jl. Samanhudi 81, Bulusidokare, Sidoarjo, Jawa Timur. Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan sekolah dan program yang diamati.
Langkah penelitian ini diawali dengan penentuan objek dan subjek penelitian. Objek penelitian ini adalah peran humas dalam membentuk citra positif sekolah melalui program penguatan karakter Islami siswa. Mengacu pada Spradley dalam Hardani (2020), objek penelitian mencakup pelaku, aktivitas, dan tempat.
Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yakni dipilih berdasarkan relevansi dengan penelitian [12]. Informan terdiri dari pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan humas sekolah, siswa SMP Musasi, pihak yang memahami karakter Islami, serta wali murid. Informan utama adalah wakil kepala sekolah bidang humas, sedangkan informan pendukung meliputi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, siswa, dan wali murid.
Langkah selanjutnya adalah pengambilan data yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Observasi dilakukan terhadap program Ismuba seperti sholat wajib, dhuha, dan dzikir pagi, sedangkan kegiatan lainnya ditelusuri melalui dokumentasi [13]. Wawancara semiterstruktur dilakukan dengan informan untuk menggali informasi tentang peran humas dan pembentukan karakter Islami [14]. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa dokumen resmi, foto kegiatan, dan data program humas [13].
Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman [15]. Reduksi dilakukan untuk mengidentifikasi data yang sesuai kebutuhan, penyajian disusun dalam deskripsi naratif, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan melalui penelaahan hubungan antara data, teori, dan konteks penelitian.
Keabsahan data diuji melalui penerapan triangulasi sumber dan metode. Triangulasi sumber membandingkan hasil wawancara dari berbagai informan, sedangkan triangulasi metode membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menguji konsistensi informasi [15].
Dengan merujuk pada temuan penelitian dari observasi, dokumentasi, dan wawancara, peneliti berusaha menguraikan peran humas dalam membentuk citra melalui penguatan karakter islami siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, adapun hasil penelitian yang diperoleh disajikan sebagai berikut:
1. Hubungan masyarakat Sebagai Communicator
Hubungan masyarakat berperan menyampaikan nilai-nilai Islami kepada pihak internal (siswa dan guru) dan eksternal (wali murid dan masyarakat). Kepada siswa humas mengkomunikasikan nilai-nilai Islam melalui sosiali, edukasi, seminar, workshop, atau kajian. Tidak hanya itu, humas menyampaikan dan memberikan pembekalan kepada siswa melalui apel pagi, tausiyah rutin, dan pesan moral saat upacara bendera. Kepada walimurid humas mengkomunikasikan melalui kegiatan seperti FORTAWA, parenting Islami, serta pemanfaatan media sosial (Instagram, TikTok, Website), humas menyosialisasikan program Ismuba sebagai pilar utama pembentukan karakter Islami siswa.
Gambar 2. Dokumentasi Brosur Sekolah [3]
Brosur resmi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang memuat informasi program unggulan sekolah, ekstrakurikuler, fasilitas, serta kelas peminatan. Brosur ini berfungsi sebagai salah satu media yang digunakan humas sebagai alat komunikasi visual kepada masyarakat untuk membentuk citra positif sekolah berbasis Islam.
Isi brosur menonjolkan penguatan karakter Islami melalui pembiasaan ibadah, akhlakul karimah, serta integrasi nilai keislaman dengan prestasi akademik dan nonakademik, sehingga merepresentasikan visi sekolah “Islami, Cerdas, dan Berprestasi”.
Gambar 3. Dokumentasi Brosur Sekolah [4]
Peran ini selaras dengan teori Ruslan, yang menyatakan bahwa communicator adalah jembatan antara institusi dan public [6]. Dibandingkan dengan penelitian M Darwis di SMK YAPMI Makassar, yang menempatkan humas sebagai penyampai informasi institusi secara umum, penelitian ini menekankan substansi nilai Islam sebagai pesan utama yang dikomunikasikan humas, membentuk citra melalui transformasi karakter siswa.
Sebagaimana dikuatkan oleh [5], pembentukan karakter adalah dasar dari kepribadian individu. Humas di SMP Musasi secara aktif menyampaikan nilai-nilai tersebut melalui media komunikasi modern maupun konvensional, menciptakan komunikasi dua arah yang berdampak langsung terhadap persepsi publik.
Hal ini tercermin dari kolom komentar, pesan langsung, dan berbagai bentuk respon di Instagram maupun TikTok, yang secara tidak langsung menciptakan komunikasi timbal balik antara lembaga dan publik, dapat diperhatikan dalam tampilan publikasi pesan melalui Instagram dan Tiktok berikut.
Gambar 4. Dokumentasi kolom komentar Instagram & Tiktok [5]
Dari gambar tersebut, menunjukkan bahwa humas SMP Musasi menjalankan fungsi sebagai komunikator dengan menerapkan komunikasi dua arah, berupa penyampaian pesan dan penerimaan umpan balik dari masyarakat.
2. Peran Hubungan masyarakat dalam Memelihara Relationship
Humas menjalin hubungan harmonis dengan siswa, guru, wali murid, dan masyarakat. Hubungan ini tidak hanya memperkuat dukungan terhadap program keislaman, tetapi juga meningkatkan partisipasi publik terhadap sekolah. Kegiatan seperti parenting Islami, pengajian rutin, dan pesantren Ramadhan melibatkan wali murid dalam pembinaan karakter anak-anak mereka.
Gambar 5. Tangkapan layar grub [6]
Grup FORKOM WALMUR 7SCP2, dibentuk khusus dengan kode 7 yang artinya untuk kelas tersebut, dan setiap tingkatan kelas memiliki kode masing-masing. Mengambil salah satu bentuk dokumentasi isi grub, grub ini dibentuk dan dikelola oleh tim humas sebagai sarana komunikasi kepada orang tua untuk menyampaikan informasi program serta mendokumentasikan laporan kegiatan siswa selama mengikuti berbagai program sekolah. Melalui grup ini, para orang tua dapat memperoleh pembaruan terkini mengenai aktivitas siswa, memastikan keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan, serta mempererat hubungan antara sekolah dan wali murid.
Gambar 6. Dokumentasi kegiatan parenting islami [7]
Hal ini menegaskan fungsi relationship sebagaimana dikemukakan Ruslan bahwa humas harus membangun kepercayaan dan sinergi dengan semua pihak. Penelitian oleh Maisun menunjukkan bahwa hubungan dengan masyarakat penting dalam publikasi madrasah. Namun, penelitian ini menekankan bahwa hubungan tersebut tidak hanya untuk publikasi, tapi sebagai proses kolaboratif dalam penguatan nilai dan identitas Islami siswa.
4. Peran Hubungan masyarakat Sebagai Back Up Management
Humas berkoordinasi aktif dengan seluruh divisi sekolah, termasuk kurikulum, kesiswaan, sarpras, dan keuangan. Program utama seperti Ismuba digagas humas dan dilaksanakan bersama bidang kesiswaan. Publikasi, dokumentasi, serta transparansi pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh humas.
Fungsi ini memperkuat temuan M. Mudlofir yang menyatakan bahwa program full day school di SMP Musasi berjalan efektif karena didukung oleh manajemen yang terintegrasi. Namun, penelitian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan tersebut tak lepas dari koordinasi dan peran aktif humas sebagai penghubung antar divisi. Keterlibatan humas dari perencanaan hingga publikasi menunjukkan bahwa humas bukan sekadar pelengkap, tetapi penguat kebijakan internal yang berorientasi pada pembentukan karakter Islami sebagai investasi citra.
5. Peran Hubungan masyarakat Sebagai Corporate Image
Citra sekolah sebagai institusi Islam modern tercermin dari publikasi program Islami, prestasi siswa, keterbukaan informasi, serta kolaborasi dengan alumni dan media lokal. Humas memainkan peran sentral dalam menarasikan identitas sekolah secara konsisten di berbagai kanal media terutama yang paling aktif menggunakan media Intagram dengan username @musasijhs.
Gambar 7. Publikasi Instagram tentang nilai Keislaman
Unggahan Instagram resmi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang menampilkan kegiatan “Dakwah Terpadu” sebagai bentuk implementasi program keislaman sekolah. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Musasi dan SMAMDA, yang bertujuan untuk menyebarkan pesan perdamaian dan membangun masyarakat madani. Dokumentasi ini digunakan humas sebagai sarana publikasi sekaligus penguat citra sekolah berbasis nilai-nilai dakwah Islam.
Penelitian ini sejalan dengan Ahmadi Hakiki yang menekankan pentingnya publikasi dalam membentuk citra, tetapi penelitian ini menambahkan dimensi substansial berupa karakter Islami sebagai diferensiasi utama. Hal ini selaras dengan konsep citra oleh [1], bahwa citra lahir dari interaksi publik dengan nilai-nilai lembaga. Citra SMP Musasi tidak hanya terbangun dari aspek visual, tetapi juga dari praktik nyata nilai keislaman yang diinternalisasi oleh siswa dan didukung penuh oleh komunikasi humas.
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa peran humas di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo sangat krusial dalam peningkatan citra positif institusi melalui penguatan karakter islami siswa. humas SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo telah melaksanakan perannya yaitu sebagai communicator, relationship, back up management, dan corporate image.
Humas bukan hanya sebagai penghubung antara sekolah dan publik, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitator dalam pengembangan karakter siswa berbasis nilai-nilai Islam. Program-program yang dijalankan, seperti Ismuba For Student, berkontribusi dalam mengembangkan karakter positif pada siswa sehingga pada akhirnya berkontribusi baik terhadap reputasi sekolah di mata masyarakat. Citra positif yang terbentuk juga terlihat dari berbagai prestasi siswa yang semakin meningkat, serta peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan setiap tahunnya.
Sebagai saran untuk pengembangan lebih lanjut, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo perlu meningkatkan aktifitas di media sosial yang kurang digunakan, seperti Facebook, Twitter, dan TikTok. Membuat konten terjadwal untuk platform-platform ini akan membantu memperluas jangkauan komunikasi dengan publik dan masyarakat. Selain itu, keberadaan konten yang bervariasi di berbagai platform dapat menarik minat siswa dan orang tua untuk lebih terlibat dalam kegiatan sekolah.
Di samping itu, penting untuk melakukan evaluasi rutin terhadap program-program yang sudah berjalan. Dengan feedback dari siswa, orang tua, dan masyarakat, SMP Musasi bisa mempertahankan serta meningkatkan citra positifnya. Selain itu, pengembangan program keislaman yang inovatif sangat diperlukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Mengadaptasi pemikiran dan kebutuhan murid di era modern ini akan memastikan bahwa nilai-nilai karakter islami dapat terinternalisasi dengan baik dan menarik bagi siswa. Dengan strategi yang lebih adaptif, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo diharapkan bisa semakin dikenal dan dihargai di masyarakat.
M. Zikri and J. Simon, “Peran Humas dalam Membentuk Citra Positif pada Pemerintah Kota Medan,” J. Netw. Media, vol. 3, no. 1, 2020, [Online]. Available: https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/junetmedia/article/view/868/819
M. Darwis, R. Y. Hazimah, and S. H. Arhas, “Peranan Humas dalam Peningkatan Citra Sekolah pada SMK YAPMI Makassar,” Konf. Nas., 2022, [Online]. Available: https://knia.stialanbandung.ac.id/index.php/knia/article/view/658
V. P. Utami and A. Fathoni, “Implementasi Program Tahfidz Al-Qur’an sebagai Penguatan Karakter Islami Siswa Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 6, no. 4, pp. 6329–6336, 2022.
M. Habib, U. M. Sihombing, U. Rahmadani, and W. Wirahayu, “Pentingnya Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan Islam,” Edu Soc. J. Pendidikan, Ilmu Sos. Dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 269–275, 2023, doi: 10.56832/edu.v1i2.100.
L. Libertus, “Menanamkan Nilai Karakter Melalui Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar,” VOCAT J. Pendidik. Katolik, vol. 2, no. 1, pp. 1–6, 2022.
D. Rochmaniah, Buku Ajar Dasar-Dasar Public Relations. 2021. [Online]. Available: https://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/view/978-623-6292-23-5
R. A. Hakiki, “PERAN HUMAS SMA MUHAMMADIYAH GADINGREJO DALAM MEMBENTUK CITRA DI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU,” INTERCODE-Jurnal Ilmu Komun., vol. 03, no. 02, pp. 128–123, 2023, doi: https://doi.org/10.36269/ire.v3i2.2117
.
R. Sumendap, “Humas Dalam Membangun Citra Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tondano,” Aksara J. Ilmu Pendidik. Nonform., vol. 7, no. 3, pp. 1435–1442, 2021.
Maisun UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM and MALANG, “Peran Humas Dalam Mempublikasi Madrasah Di Lembaga Pendidikan Berbasis Pesantren,” 2021, [Online]. Available: http://etheses.uin-malang.ac.id/30066/1/17170080.pdf
MUDLOFIR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) and MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, “MANAJEMEN PROGRAM FULL DAY SCHOOL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK (STUDI MULTIKASUS DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SIDOARJO DAN MTS BILINGUAL NU PUCANG SIDOARJO),” vol. 15, no. 1, pp. 37–48, 2024, [Online]. Available: http://etheses.uin-malang.ac.id/61822/1/16710019.pdf
R. Safrudin, Zulfamanna, M. Kustati, and N. Sepriyanti, “Penelitian Kualitatif,” J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 2, pp. 9680–9694, 2023, [Online]. Available: https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/1536
Sugiyono, Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. 2019.
S. Sutikno, Penelitian Kualitatif. Mengurai seperti APA dan bagaimana CARA PRAKTIS menulis dan melakukan PENELITIAN KUALITATIF secara benar dari A sampai Z. 2020. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/353587963_PENELITIAN_KUALITATIF
M. Ramadani, “Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Positif Sekolah SMK Triyadikayasa Aek Songsongan,” Attaqwa J. Islam. Educ., vol. 18, no. 1, 2022.
N. H. A. Hardani, Helmina Andriani, Jumari Ustiawaty, Evi Fatmi Utami, Ria Rahmatul Istiqomah, Roushandy Asri Fardani, Dhika Juliana Sukmana, Buku Metode Penelitian Kualitatif, vol. 5, no. 1. CV. Pustaka Ilmu, 2020. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/profile/Assoc-Prof-Msi/publication/340021548_Buku_Metode_Penelitian_Kualitatif_Kuantitatif/links/5e72e011299bf1571848ba20/Buku-Metode-Penelitian-Kualitatif-Kuantitatif.pdf